Anda di halaman 1dari 3

REACTION PAPER

FORMULA FOR SUCCESS : TARGET COSTING FOR COST PLUS PRICING


COMPANIES

Kelompok 1
DEWI KURNIATI AIRLANGGA 1210532087
RESHA DWI ARISA 1310531068

Pada perusahaan berorientasi laba, tingkat laba yang dihasilkan meruapakan


salah satu bentuk kesuksesan perusahaan. Hal ini berkaitan dengan tujuan utama
perusahaan, yakni untuk memaksimalkan laba. Laba biasanya diperoleh perusahaan
dengan cara membebankan harga kepada pelanggan atas barang dan jasa yang
ditawarkan. Tentunya dengan nilai yang lebih besar dari pada biaya produksinya.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa harga dan biaya memiliki hubungan yang
sangat erat. Untuk mengelola hubungan tersebut, tentu diperlukan metode yang tepat.
Dalam pembahasan kali ini, metode yang digunakan adalah target costing dan cost plus
pricing.

Sebuah bisnis menghasilkan keuntungan ketika harga yang dikenakan kepada


pembeli untuk barang atau jasa melebihi biaya produksi barang atau jasa tersebut.
Target costing dan cost plus pricing adalah dua metode yang dapat mengelola hubungan
biaya dan harga, tetapi dalam arah yang berlawanan.

Target costing adalah sitem biaya yang melakukan penentuan terlebih dahulu
terhadap data biaya untuk diikuti oleh semua aktivitas di dalam sebuah perusahaan.
Manajemen melakukan proses riset untuk mengetahui kondisi pasar mengenai customer
maupun pesaing terlebih dahulu untuk menentukan target cost di suatu perusahaan.
Setelah itu, dilakukan proses perancangan dan proses produksi sesuai dengan target cost
yang telah ditentukan. Agar target costing ini tercapai, maka perusahaan melakukan
peningkatan efisien terhadap aktivitas perusahaannya. Dalam melakukan target costing,
walaupun memerlukan waktu yang lama dan tenaga yang besar dalam melakukan riset
dan perancangan produk, tetapi sangat bagus untuk diterapkan pada perusahaan yang
memiliki tingkat kompetisi yang tinggi di pasaran. Perusahaan juga perlu
memperhatikan harga karena harga dapat menentukan batas maksimum biaya yang
harus dikeluarkan dalam menciptakan produk, terutama jika menggunakan metode cost
plus pricing.

Dalam metode cost plus pricing, harga ditentukan dengan menambahkan mark
up laba yang diinginkan dengan biaya yang telah dibebankan ke suatu produk. Mark up
tersebut merupakan persentase dari biaya yang telah dibebankan ke produk tersebut.
Komponen mark up sendiri terdiri dari biaya lainnya dari biaya variable manufacture
dan target laba. Misalnya, suatu produk dihasilkan dengan biaya $40. Jika perusahaan
menginginkan laba 25 %, maka harga jual akan menjadi $50, yang diperoleh dari $ 40 x
(1 + 25 %).

Dengan menggunakan metode cost plus pricing, harga yang ditawarkan


perusahaan kepada pelanggan tidak boleh melebihi harga pasar. Hal ini dilakukan agar
perusahaan dapat tetap bersaing dengan para kompetitornya. Dengan demikian,
diperlukan target costing untuk menentukan batas biaya maksimum untuk menghasilkan
suatu produk. Misalnya, harga pasar saat ini adalah $60. Berarti, perusahaan tidak boleh
menetapkan harga lebih dari pada harga tersebut. Jika perusahaan menginginkan mark
up sebesar 25 %, maka biaya maksimum untuk menghasilkan produk tersebut adalah
sebesar $48 atau kurang. Angka ini diperoleh dari $ 60 /(1 + 25%).

Dalam penerapannya, metode target costing dan cost plus pricing memiliki pro
dan kontra, yakni:

Target Costing
PRO
- Dapat menghemat biaya

KONTRA
- Perusahaan tidak mempunyai kontrol penuh atas harga, harga ditentukan oleh pasar.
- Membutuhkan usaha untuk merancang keseluruhan proses produksinya yang
terkait biaya

Cost Plus Pricing


PRO
- Dapat menutupi semua biaya yang dikeluarkan dan menawarkan laba yang cukup
- Mudah untuk dihitung dan hanya membutuhkan sedikit informasi
- Jika perusahaan menangani banyak produk, maka harga yang tepat dapat ditemukan
dengan mudah
- Menggunakan perhitungan full costing yang lebih tepat dan dapat dipertahankan
- Mengurangi biaya pengambilan keputusan karena tidak perlu mempertimbangkan
permintaan pasar

KONTRA
- Tidak mempertimbangkan dampak harga terhadap permintaan, melainkan hanya
menanggapi setiap perubahan harga
- Manajemen hanya mengetahui biaya produk tanpa mengetahui faktor yang dapat
menetapkan harga produk tersebut
- Mengabaikan pelanggan
- Mengabaikan kompetitor
- Memungkinkan adanya inefisiensi
- Mengabaikan biaya peluang
- Harga yang ditetapkan bisa terlalu tinggi dan bisa terlalu rendah

Sebelum membuat keputusan untuk menerapkan metode target costing dan cost
plus pricing, manajemen tetap harus mempertimbangkan biaya dan manfaat atas
penerapannya. Jangan sampai mengikuti tren atau mengikuti perusahaan lain saja. Hal
ini dikarenakan oleh implikasi yang ditimbulkannya. Contohnya saja mengenai
keputusan menentukan harga jual. Keputusan tentang harga jual akan berimplikasi
cukup luas pada perusahaan maupun konsumen. Harga yang terlalu tinggi dapat
menurunkan daya saing perusahaan, sedangkan harga yang rendah dapat menyebabkan
kerugian, khususnya bila biaya meningkat.
Menurut kami, perusahaan akan memperoleh keuntungan jika menerapkan target
costing dan cost plus pricing secara bersamaan. Target costing dapat meminimalkan
biaya dan dengan mark up laba tertentu perusahaan dapat memperoleh keuntungan,
karena harga jual sudah pasti bisa menutupi semua biaya yang dikeluarkan untuk
menghasilkan produk.