Anda di halaman 1dari 13

SPEKTROSKOPI INFRA RED (IR)

INFRA RED SPECTROSCOPY

Sri Kasmirani Bahrul1, Sukmawati2


1
Mahasiswa Program Studi Ilmu Farmasi Fakultas Farmasi, UMI
2
Dosen Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia

ABSTRAK
Spektroskopi Infra Red atau Infra Merah merupakan suatu metode yang
mengamati interaksi molekul dengan radiasi elektromagnetik yang berada pada
daerah panjang gelombang 0,751.000 m atau pada bilangan gelombang 13.000
10 cm-1 dengan menggunakan suatu alat yaitu spektrofotometer Inframerah. Tujuan
spektroskopi infra merah, yaitu untuk mendeteksi adanya gugus fungsi dalam
senyawa organik. Daerah di bawah frekuensi 650 cm-1 dinamakan infra merah jauh.
Sedangkan daerah di atas frekuensi 4000 cm-1 dinamakan infra merah dekat.
Metode ini banyak digunakan pada laboratorium analisis industri dan laboratorium
riset karena dapat memberikan informasi yang berguna untuk analisis kualitatif dan
kuantitatif, serta membantu penerapan rumus bangun suatu senyawa.

Kata Kunci : Spektroskopi Infra Red, Instrumentasi Infra Red

ABSTRACT

Infra Red or Infrared Spectroscopy is a method that observes molecular


interaction with electromagnetic radiation in wavelength area 0.75-1.000 m or on
wave number 13.000-10 cm-1 by using a tool that is Infrared spectrophotometer. The
purpose of infrared spectroscopy, ie to detect the presence of functional groups in
organic compounds. The area below the frequency of 650 cm-1 is called far infrared.
While the area above the frequency of 4000 cm-1 is called infra red close. This
method is widely used in industrial analysis laboratories and research laboratories as
it can provide useful information for qualitative and quantitative analysis, as well as
assist in the application of the formula for the building of a compound.

Keywords : Infra Red Spectroscopy, Infra Red Instrumentation


PENDAHULUAN
Spektroskopi infra merah (IR) merah. Untuk menyerap radiasi infra
merupakan salah satu alat yang dapat merah, transisi vibrasi (seperti
digunakan untuk menganalisa senyawa peregangan ikatan atar atom) harus
kimia. Spektroskopi infra merah suatu menghasilkan perubahan pada momen
senyawa dapat memberikan gambaran dipol dari molekul yang dapat
dan struktur molekul senyawa tersebut. berinteraksi dengan vektor elektrik
Spektroskopi IR dapat dihasilkan radiasi yang masuk.
dengan mengukur absorbsi radiasi, Contoh:
refleksi atau emisi didaerah IR. Daerah
infra merah pada spektrum gelombang
Karena HCl merupakan molekul polar,
elektromagnetik mencakup bilangan
perubahan pada panjang ikatan akan
-1 -1
gelombang 14.000 cm hingga 10cm . menghasilkan perubahan momen dipol
Daerah infra merah sedang (4000-400 sehingga HCl akan menyerap pada
-1 daerah infra merah.
cm ) berkaitan dengan transisi energi
Dengan kata lain, molekul non-
vibrasi dari molekul yang memberikan
polar seperti O2, N2 atau Cl2 tidak akan
informasi mengenai gugus-gugus fungsi
menghasilkan perubahan momen dipol
dalam molekul tersebut. Daerah infra
sehingga tidak akan menyerap pada
-1
merah jauh (400-10cm ) bermanfaat daerah infra merah.
untuk menganalisis molekul yang Karbon dioksida juga merupakan
mengandung atom-atom berat seperti contoh menarik karena mengalami
senyawa anorganik, namun peregangan simetri yamg tidak akan
membutuhkan teknik khusus yang lebih menghasilkan perubahan momen dipol
baik. dalam molekul sehingga tidak akan ada
Berlawanan dengan transisi penyerapan infra merah. Sebaliknya
elektronik dalam molekul dimana vibrasi peregangan asimetri akan
absorpsi terjadi di daerah sinar UV dan menyebabkan perubahan pada momen
sinar tampak, transisi vibrasi terjadi dipol sehingga terjadi penyerapan
pada energi lebih rendah di daerah infra inframerah.
Struktur Sempurna pada Absorpsi Infra merah
Transisi rotasi kecil yang masih dapat menimbulkan vibrasi bengkokan
ada, dilapiskan pada transisi vibrasi atau vibrasi deformasi yang
maka struktur terbaik pengamatan mempengaruhi osilasi atom atau
dalam sampel berbentuk gas, tetapi pita molekul secara keseluruhan. Vibrasi
lebar hanya terjadi di dalam sampel bengkokan ini terbagi menjadi empat
berbentuk cairan dan padatan. jenis, yaitu :
Transisi lain yang menghasilkan a. Vibrasi Goyangan (Rocking), unit
absorpsi Infra merah struktur bergerak mengayun asimetri
1. Vibrasi Regangan (Streching) tetapi masih dalam bidang datar
Dalam vibrasi ini, atom bergerak b. Vibrasi Guntingan (Scissoring), unit
terus sepanjang ikatan yang struktur bergerak mengayun simetri
menghubungkannya sehingga akan dan masih dalam bidang datar
terjadi perubahan jarak antara c. Vibrasi Kibasan (Wagging), unit
keduanya, walaupun sudut ikatan tidak struktur bergerak mengibas keluar
berubah. Vibrasi regangan ada dua dari bidang datar
macam, yaitu: d. Vibrasi Pelintiran (Twisting), unit
a. Regangan Simetri, yaitu unit struktur struktur berputar mengelilingi ikatan
bergerak bersamaan dan searah yang menghubungkan dengan
dalam satu bidang datar. molekul induk dan berada di dalam
b. Regangan Asimetri, yaitu unit struktur bidang datar
bergerak bersamaan dan tidak
searah tetapi masih dalam satu
bidang datar

2. Vibrasi Bengkokan (Bending) Jika


sistem tiga atom merupakan bagian dari Selain vibrasi peregangan,
sebuah molekul yang lebih besar, maka molekul juga mengalami vibrasi
pelenturan yaitu rocking, scissoring,
wagging dan twisting.

Kompleksitas Spektrum Inframerah


Dengan adanya potensi vibrasi Absorpsi inframerah dalam
dalam molekul yang lebih besar molekul akan berada pada daerah
jumlahnya, ini berarti spektrum pertengahan inframerah antara range
inframerah akan lebih komplek antara 2500 dan 15000 nm. Ini sesuai
dibanding UV-tampak dan gugus dengan 2,5 sampai 15 m atau 4000
fungsional tertentu mungkin 700 bilangan gelombang per sentimeter
dihubungkan pada pita absorpsi spesifik (cm-1)
dalam spectrum inframerah.
Sebagai contoh :

Presentasi Spektrum Inframerah


Spektrum inframerah mungkin skala bilangan gelombang dengan
dipresentasikan dalam panjang perubahan dalam skala 2000 cm-1. Ini
gelombang linier axis dalam m tetapi lebih baik karena pada umumnya
instrumen modern umumnya spektrum akan lebih detil dibawah 2000
memprentasikan spektrum dalam 91 cm-1 daripada diatas 2000 cm-1.
Daerah Spektrum Infra merah
Spektra yang akan 2. 1300-909 cm-1 (7,7-11,0 m) :
diinterpretasikan harus memenuhi Finger print region, interaksi,
persyaratan berikut : vibrasi pada keseluruhan molekul.
1. Resapan satu sama lainnya harus 3. 909-650 cm-1 (11,0-15,4 m) :
terpisah dan mempunyai intensitas Aromatic region, out-of-plane C-H
yang memadai. and ring bending absorption
2. Spektra harus berasal dari zat a. Daerah Frekuensi Gugus
murni. Fungsional T
erletak pada daerah
3. Spektrofotometer harus dikalibrasi. radiasi 4000-1400 cm-1. Pita-pita
4. Tehnik preparasi sampel harus absorpsi pada daerah ini utamanya
nyata, selain itu posisi resapan, disebabkan oleh vibrasi dua atom,
bentuk, dan tingkat intensitas sedangkan frekuensinya karakteristik
sering membantu karna spesifik terhadap massa atom yang berikatan
untuk gugus tertentu. dan konstanta gaya ikatan.
Daerah peresapan infra merah b. Daerah Fingerprint Daerah
dapat dibagi menjadi 3 bagian : yang terletak pada 1400-400 cm-1. Pita-
1. 4000-1300 cm-1 (2,5-7,7 m) : pita absorpsi pada daerah ini
Functional group region (OH, NH, berhubungan dengan vibrasi molekul
C=O) secara keseluruhan. Setiap atom dalam
molekul akan saling mempengaruhi
sehingga dihasilkan pita-pita absorpsi dapat dijadikan sarana identifikasi
yang khas untuk setiap molekul. Oleh molekul yang tak terbantahkan.
karena itu, pita-pita pada daerah ini

Serapan Khas Beberapa Gugus fungsi


Gugus Jenis Senyawa Daerah Serapan (cm-1)
C-H alkana 2850-2960, 1350-1470
C-H alkena 3020-3080, 675-870
C-H aromatik 3000-3100, 675-870
C-H alkuna 3300
C=C alkena 1640-1680
C=C aromatik (cincin) 1500-1600
C-O alkohol, eter, asam karboksilat, ester 1080-1300
C=O aldehida, keton, asam karboksilat, ester 1690-1760
O-H alkohol, fenol(monomer) 3610-3640
O-H alkohol, fenol (ikatan H) 2000-3600 (lebar)
O-H asam karboksilat 3000-3600 (lebar)
N-H amina 3310-3500
C-N amina 1180-1360
-NO2 nitro 1515-1560, 1345-1385

Frekuensi peresapan infra merah tertentu dapat dilihat dalam tabel


yang khas untuk gugusan-gugusan dibawah ini.
Aplikasi Spektrometri Absorpsi Inframerah
Spektrofotometer infra merah dapat refractive index maka dapat
digunakan untuk beberapa hal berikut ini : menentukan stuktur dan dapat
a. Identfikasi gugus fungsional mengidentifikasi senyawa
b. Dengan mempertimbangkan c. Dengan menggunakan komputer,
adanya informasi lain seperti titik dapat mengidentifikasi senyawa
lebur, titik didih, berat molekul dan bahkan campuran senyawa.
Instumentasi
Bagian pokok dari spektrometer Sumber yang paling umum
inframerah adalah sumber cahaya digunakan adalah merupakan batang
inframerah, monokromator dan detektor. yang dipanaskan oleh listrik yang
Cahaya dari sumber dilewatkan melalui berupa :
cuplikan, dipecah menjadi frekuensi- Nernst glower (campuran oksida
frekuensi individunya dalam dari Zr, Y, Er, dsb).
monokromator dan intensitas relatif dari Globar (silicon karbida)
ferkuensi individu diukur oleh detektor. Berbagai bahan keramik

Gambar 1. Skema IR

Monokromator
Prisma dan grating keduanya campuran ThBr dan ThI) yang dikenal
dapat digunakan. Kebanyakan prisma sebagi KRS-5. Grating dan prisma
yang digunakan adalah NaCl, hal ini mempunyai peranan dalm meresolusi
disebabkan karena NaCl hanya spektra dan dapat dibuat dari
transparan dibawah 625 cm-1, bermacam-macam bahan. Tabel berikut
sedangkan halida logam lainnya harus menyatakan hubungan antara bahan
digunakan pada pekerjaan dengan prisma dan daerah jangkauan frekuensi.
frekuensi yang rendah (misal CsI, atau
Pada umumnya grating adalah sifatnya yang higroskopis hingga
memberikan hasil yang lebih baik cermin-cermin harus dilindungi dari
daripada prisma pada frekuensi yang kondensasi uap.
tinggi. Ketidakuntungan terhadap NaCl

Detektor
Alat-alat yang modern kebanyakan ekor menyebabkan adanya arus yang
memakai detektor Thermopile dasar mengalir dalam kawat. Dalam
kerja dari thermopile adalah sebagai spektrometer inframerah arus ini akan
berikut : Jika dua kawat logam berbeda sebanding dengan intensitas radiasi
dihubungkan antara ujung kepala dan yang jatuh pada thermopile.
Beberapa Contoh Spektrum Spektroskopi Infra Red
1. Spektrum Infrared dari heksana

2. Spektrum Infrared dari 1-Heksana


3. Spektrum Infrared dari tert-butil benzene

4. Spektrum Infrared dari 2-heksanol


5. Spektrum Infrared dari 2-heksanon

Kesimpulan

Spektrum infra merah berguna Detektor panas digunakan untuk


untuk mendeteksi adanya gugus fungsi mendeteksi sinar infra merah. Spektrum
dalam senyawa organik.Daerah di infra merah mengandung banyak
bawah frekuensi 650 cm-1 dinamakan serapan yang berhubungan dengan
infra merah jauh. Sedangkan daerah di sistem vibrasi yang berinteraksi dalam
atas frekuensi 4000 cm-1 dinamakan suatu molekul memberikan pita-pita
infra merah dekat.Monokromator terdiri serapan yang berkarakteristik dalam
dari celah masuk dan celah keluar yang spektrumnya. Corak pita ini disebut
berupa kisi difraksi atau prisma. sebagai daerah sidik jari.

Saran
Instrumen dengan spektroskopi IR pengembangan lebih lanjut pada
merupakan instrumen yang paling makalah ini, terdapat beberapa
banyak digunakan dalam metode saranyang sesuai denganinformasi
analisis kuantitatif karena metodenya mengenai Spektrofotometer IR, yaitu
yang cukupsederhana. Untuk seperti pembuatan standar untuk
kalibrasi dan penentuan panjang harus diupayakan rutin agar mengurangi
frekuensi haruslah tepat, kalibrasi alat kesalahan yang terjadi ketika analisa.

DAFTAR PUSTAKA

1. Bassler, L, 2012, Penyidikan 3. Khopkar, S, 2013. Konsep Dasar


Spektrometrik Senyawa Organik Kimia Analitik. Jakarta : UI Press
edisi keempat, Erlangga, Jakarta
4. Kristianingrum, S, 2002, Handout
2. Gunawan, A, 2005. Karakterisasi Spektroskopi Infra Merah.
Spektrofotometri IR Dan Scanning Jogjakarta
Electron Microscopy (S E M)
Sensor Gas Dari Bahan Polimer