Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN STUDI KASUS

DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA LANSIA DITINJAU DARI ASPEK


KEBUTUHAN GIZI BERDASARKAN PENDEKATAN HOLISTIK DI
PUSKESMAS KELURAHAN CEMPAKA PUTIH BARAT

Oleh
Sasadara Pramudita
110.2012.262
(Kelompok 10)

Pembimbing
DR. Rifqatussaadah, M.Kes

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI
PERIODE 20 MARET-22 APRIL 2017
LEMBAR PERSETUJUAN

Laporan studi kasus yang berjudul DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA LANSIA
DITINJAU DARI ASPEK GIZI BERDASARKAN PENDEKATAN HOLISTIK
DI PUSKESMAS KELURAHAN CEMPAKA PUTIH BARAT ini telah disetujui
oleh pembimbing untuk dipresentasikan dalam rangka memenuhi salah satu tugas
Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
bagian Kedokteran Keluarga.

Jakarta, 10 Mei 2017


Pembimbing,

DR. Rifqatussaadah, M.Kes


KATA PENGANTAR

Assalammua`alaikum wr. wb.


Alhamdulillahirabbilaalamiin, puji dan syukur senantiasa penulis ucapkan
atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada
penulis sehingga Laporan hasil studi kasus pasien dengan judul DIABETES
MELITUS TIPE 2 PADA LANSIA DITINJAU DARI ASPEK GIZI
BERDASARKAN PENDEKATAN HOLISTIK DI PUSKESMAS KELURAHAN
CEMPAKA PUTIH BARAT ini dapat diselesaikan dengan baik.
Penyusunan laporan hasil studi kasus pasien ini bertujuan untuk memenuhi
salah satu tugas dalam Kepaniteraan Klinik Kedokteran Keluarga Bagian Ilmu
Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI periode Maret-April
2017. Penulis juga berharap agar laporan ini dapat berguna sebagai salah satu sumber
pengetahuan bagi pembaca, terutama pengetahuan tentang Ilmu Kesehatan
Masyarakat mengenai penanganan penyakit dengan pendekatan secara holistik.
Penyelesaian laporan ini tidak terlepas dari bantuan para dosen pembimbing,
staf pengajar, serta orang-orang sekitar penulis yang terkait. Oleh karena itu, penulis
ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. DR. Rifqatussaadah, M.Kes, selaku dosen pembimbing Kepanitraan Ilmu
Kesehatan Masyarakat Universitas Yarsi yang telah membimbing dan memberi
masukan yang bermanfaat bagi laporan ini.
2. Dr. Dini Widianti, MKK, selaku Kepala Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Universitas Yarsi
3. Dr. Erlina Wijayanti, MPH, selaku koordinator Kepanitraan Ilmu Kesehatan
Masyarakat Universitas Yarsi
4. DR. Kholis Ernawati, MKes, selaku Bendahara Bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat Universitas Yarsi
5. Drg. Deti , selaku kepala Puskesmas kecamatan Kresek yang telah mengizinkan
kami untuk belajar dan membimbing kami selama di sana.
6. Semua staf pengajar di bagian Kesehatan Masyarakat Universitas Yarsi
yang telah memberikan ilmunya selama stase IKM
7. Teman-teman sejawat 1 angkatan stase IKM yang namanya tidak bisa
disebutkan satu persatu.
Dalam menyelesaikan penulisan laporan ini, penulis menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan yang tidak luput dari kesalahan dan
kekurangan baik dari segi materi maupun dari bahasa yang disajikan. Untuk itu
penulis mohon maaf atas segala kekhilafan, serta dengan tangan terbuka
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun.

Jakarta, 10 Mei 2017

Penulis

BAB I
BERKAS PASIEN

A. Identitas Pasien
Nama : Ny. R
Jenis Kelamin : Wanita
Usia : 50 tahun
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Pendidikan : SMA
Suku : Betawi
Agama : Islam
Status : Menikah
Alamat : Jalan Cempaka 3 RT 004/ RW 002 No. 1H, Jakarta Pusat
No. BPJS : 0001206375985
Tanggal Berobat : 2 Mei 2017

B. Anamnesa
Dilakukan secara auto-anamnesa pada tanggal 2 Mei 2017 pukul 10.00 WIB
1. Keluhan Utama: Pasien sering merasa kesemutan
2. Keluhan Tambahan: Badan lemas, kaku,mudah lelah
3. Riwayat Penyakit Sekarang:
Pasein datang ke puskesmas untuk kontrol rutin diabetes. Pasien
mengeluh sering merasa kesemutan akhir-akhir ini disertai dengan badan terasa
lemas, kaku dan mudah lelah. Nafsu makan baik, BAK sering dan BAB teratur.
Nyeri dada disangkal. Keluhan mata kabur disangkal. Luka pada kaki disangkal.
Pasien pertama kali didiagnosis menderita diabetes mellitus tipe 2
sekitar 3 tahun yang lalu Pasien merasa badannya semakin kurus dan mudah lelah
jika beraktivitas. Saat itu gula darah sewaktu pasien mencapai 300 mg/dl.
Pasien berkeinginan untuk sembuh namun pasien merasa khawatir jika
meminum obat-obatan terus menerus secara rutin, pasien berpikir bahwa obat
tersebut dapat merusak organ tubuh pasien yang lain, sehingga pasien tidak
meminum obatnya dengan teratur.

4. Riwayat Penyakit Dahulu:


- Pasien pernah menderita dyspepsia
- Hipertensi disangkal
- Penyakit paru disangkal
- Penyakit jantung disangkal
- Riwayat alergi obat/makanan disangkal
- Riwayat dirawat di Rumah Sakit disangkal
- Riwayat operasi disangkal

5. Riwayat Penyakit Keluarga:


- Ibu Pasien juga menderita penyakit Diabetes Melitus tipe 2
- Suami pasien tidak memiliki riwayat penyakit apapun

6. Riwayat Sosial Ekonomi:


Pasien mencukupi kebutuhan sehari-harinya dari gaji suaminya sebagai
seorang supir pribadi sebanyak Rp.3.000.000 per-bulan, sementara pasien
hanyalah seorang ibu rumah tangga.
Pasien juga mendapat penghasilan tambahan dari anaknya yang
bekerja di sebuah perusahaan swasta sebanyak Rp.500.000 setiap bulannya.
Menurut Pasien Uang yang didapatkan setiap bulannya cukup untuk
memenuhi kebutuhan hidup bersama dengan suaminya setiap bulannya.

7. Riwayat Kebiasaan:
Sebelum terdiagnosa diabetes mellitus, riwayat kebiasaan makan
pasien dalam sehari adalah 3 kali/hari. Mengkonsumsi makanan yang manis,
juga meminum minuman manis seperti teh manis kemasan sebanyak minimal
5 botol sehari. Kebiasaan ini diakui Ny. R dilakukan bersama dengan suami.
Setelah didiagnosis, Ny.R masih tetap meminum minuman kemasan
namun jumlahnya dikurangi, sedangkan suaminya masih tetap mengkonsumsi
minuman manis seperti biasa. Pasien biasa bangun jam 5 subuh dan kembali
tidur pada malam hari jam 10 atau jam 11. Pasien tidak memiliki kebiasaan
olahraga karena menurut Ny. R pergi ke warung dengan berjalan kaki juga
merupakan bentuk olahraga.

C. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum : Baik
2. Tanda vital
Kesadaran : Compos Mentis
GCS : 15
Tek. Darah : 120/90 mmHg
Frek. Nadi : 80 x/menit
Frek Pernapasan : 20 x/menit
Suhu : 36,5 C
3. Status Gizi
Berat Badan : 68 kg
Tinggi Badan : 152 cm
Indeks Massa Tubuh : 29,5 kg/m2
Status Gizi : Gemuk

3. Status Generalis:
Kepala : Normocephal, rambut berwarna hitam keputihan tidak
mudah dicabut
Mata : Conjunctiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
Leher : Tidak teraba pembesaran KGB dan kelenjar tiroid
Thoraks : Pergerakan dada simetris bilateral dalam keadaan statis
dan dinamis
Cor : BJ I BJ II reguler, murmur (-), gallop (-)
Pulmo : Suara napas vesikuler (+/+), rhonki (-/-),wheezing (-/-)
Abdomen : Datar, simetris, bising usus (+) normal, hepar dan lien
tidak teraba
Ekstremitas Superior : Sianosis (-/-), Edema (-/-)
Ekstremitas Inferior : Sianosis (-/-), Edema (-/-)

4. Status neurologis:
GCS : 15 (E4 M6 V5)
Pupil : Di Tengah, bulat, isokor, ukuran 3mm/3mm
a. Anggota gerak atas
Kekuatan : 4/5
Tonus : (+) / (+)
Atrofi : (-) / (-)
Refleks fisiologis
Biceps :(+) / (+)
Triceps : (+)/ (+)
Refleks Patologis
Refleks Hoffman : (-) / (-)
Refleks Trommer : (-) / (-)
Sensibilitas
Taktil : normal/normal
Nyeri : normal/normal
Suhu : Tidak dilakukan
Diskriminasi 2 titik : Tidak dilakukan
Getar : Tidak dilakukan
b. Anggota gerak bawah
Kekuatan : 5/5
Tonus : (+) / (+)
Atrofi : (-) / (-)
Refleks fisiologis
Patella : (+) / (+)
Achilles : (+) / (+)
Refleks Patologis
Babinski : (-) / (-)
Chaddock : (-) / (-)
Gordon : (-) / (-)
Oppenheim : (-) / (-)
Sensibilitas
Taktil : +/ +
Nyeri :+/+
Suhu : Tidak dilakukan
Diskriminasi 2 titik : Tidak dilakukan
Getar : Tidak dilakukan
D. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan gula darah kapiler tanggal 2 Mei 2017
GDS : 305 mg/dL
Asam Urat: 5,4
Kolesterol: 199 mg/dl

E. Diagnosis Klinis
Diabetes Tipe 2 Tidak Terkontrol Tanpa Komplikasi

F. Terapi Klinis
Metformin 2x500 mg
BAB II
BERKAS KELUARGA

.2. Profil Keluarga


2.1.1 Karakteristik Keluarga
a. Nama Kepala Keluarga: Tn. S
b. Nama Pasangan: Ny. R
c. Struktur Komposisi Keluarga:

Tabel 2.1 Anggota keluarga yang tinggal serumah


Kedudukan
dalam
No Nama Gender Umur Pendidikan Pekerjaan
Keluarga
Kepala Keluarga
1. Tn.S L 63 th SMA Supir
(Ayah)
Ibu Rumah
2. Ny. R Istri (Ibu) P 50 th SMK
Tangga

2.1.2 Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup


a. Lingkungan tempat tinggal

Tabel 2.2 Lingkungan tempat tinggal


Status kepemilikan rumah : milik sendiri
Daerah perumahan : padat bersih
Karakteristik Rumah dan Lingkungan Kesimpulan
2
Luas rumah: 8 x 10 m Rumah Ny. R tinggal di rumah
Jumlah penghuni dalam satu rumah: 2 orang
milik sendiri bersama suami,
Luas halaman rumah: 5 x 2 m2
Lantai rumah dari: Keramik jumlah orang yang tinggal sesuai
Dinding rumah dari: Tembok dan triplek dengan luas rumah, jamban
Jamban keluarga: Ada
Tempat bermain: Tidak ada tersedia, kebersihan rumah terjaga.
Penerangan listrik: 900 watt
Ketersediaan air bersih: Ada
Tempat pembuangan sampah : Ada
b. Kepemilikan barang-barang berharga: (Kendaraan, elektronik, peralatan
rumah tangga)
- 2 Sepeda motor
- 1 TV ( 21 inch)
- 2 Telepon genggam
- 1 Kulkas
- 1 Kompor gas
- 1 Mesin cuci
- 1 Setrika
- 2 kipas angin
2.1.3 Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga:
a. Perilaku terhadap Sakit dan penyakit
Ny. R dan keluarga biasanya jika merasakan adanya keluhan atau sakit,
mereka akan ke puskesmas kelurahan Cempaka Putih.
b. Perilaku terhadap Pelayanan kesehatan
Pasien rajin kontrol rutin setiap bulannya ke Posyandu lansia dengan
kesadaran dirinya sendiri karena pasien mengetahui bahwa dirinya
memiliki penyakit Diabetes, jika obat habis pasien menebus kembali obat
di puskesmas meskipun obat tersebut tidak rutin diminum.
Pasien pergi ke puskesmas sendiri atau diantar oleh suaminya
menggunakan bajaj atau sepeda motor. Pasien sangat terbantu dengan
adanya program Jaminan Kesehatan.
c. Perilaku terhadap Makanan
Ny. R masih suka memakan makanan dan minuman yang manis dan
makan nasi dalam porsi normal dan juga makanan lain yang mengandung
karbohidrat. Namun kebiasaan meminum minuman berpengawet mulai
berkurang.
d. Perilaku terhadap Lingkungan
Ny. R merupakan orang yang sadar akan kebersihan, setiap hari ia rutin
membersihkan rumah dan pekarangan rumahnya sehingga kebersihannya
terjaga.
2.1.4 Pola Konsumsi Makanan Keluarga

a. Kebiasaan makan:
Menu makanan sehari-hari keluarga Ny.R bervariasi. Ny.R jarang
sekali memasak, biasanya ia membeli lauk yang sudah jadi dari warung
makanan di dekat rumahnya sehingga Ny.R hanya memasak nasi dirumah,
lauk yang dibeli umumnya terdiri dari sayur, dan lauk.
Sayur yang sering dibeli bervariasi antara lain sayuran hijau dan
kacang-kacangan. Lauk yang dihidangkan bervariasi seperti ayam, Ikan,
telur, tahu maupun tempe.Pola makan keluarga ini tidak menentu,
terkadaang tiga kali sehari atau dua kali sehari. Ny. R dan suami rutin
meminum teh manis, masing-masing sebanyak 3 gelas dan 5 gelas teh
manis, terkadang juga diselingi minuman berpengawet yang juga manis.
Meskipun sudah didiagnosa Diabetes Ny.R tetap mengkonsumsi
makanan dan minuman yang manis, dalam jumlah yang berlebih,
begitupula suami Ny.R, karena menurut Ny.R suaminya sehat sehingga
bisa mengkonsumsi makanan manis.
b. Menerapkan pola gizi seimbang:
Keluarga Ny. R tmemperhatikan pola gizi seimbang dari menu
makanan yang mereka konsumsi, tetapi untuk makanan atau minuman
mais juga penggunaan gula masih cukup tinggi , konsumsi buah juga
jarang sekali. Hal ini mungkin dikarenakan pengetahuan dan minat yang
kurang mengenai pentingnya pola makan gizi seimbang terkait dengan
penyakit yang diderita pasien.
Tabel 2.3 Food Record Pasien dalam Tiga Hari
Selasa, 2 Mei 2017
Jadwal Makanan Jumlah Kalori Karbohidrat Protein Lemak
(gr) (kKal) (gr) (gr) (gr)
Makan Nasi putih 100 gr 175 40 4 -
Tempe 1 potong 40 4 3 1,5
Pagi Sayur Asem 100 50 10 3 -
Nasi putih 100 175 40 4 -
Sayur Asem 100 50 10 3 -
Makan
Ikan 1/3 ekor 50 - 7 2
Malam
Gembung sedang
Teh Manis 1 gelas 90 23,4 - -
Total 630 127,4 24 3,5

Rabu, 3 Mei 2017


Jadwal Makanan Jumlah Kalori Karbohidrat Protein Lemak
(gr) (kKal) (gr) (gr) (gr)
Makan Nasi Uduk 100 389 58,2 9,7 13,1
Teh Manis 1 gelas 90 23,4 - -
Pagi
Nasi putih 100 175 40 4 -
Sambal 100 136 6 19,7 3,2
Makan
goreng
Siang
kentang
Teh manis 1 gelas 90 23,4 - -
Nasi putih 100 175 40 4 -
Sayur buncis 100 25 5 1 -
Makan Ayam goreng 1 potong 150 - 7 13
Malam dengan kulit sedang
Tempe 1 potong 40 4 3 1,5
Teh tawar - - - - -
Total 869 200 48,4 30,8

Kamis, 4 Mei 2017


Jadwal Makanan Jumlah Kalori Karbohidrat Protein Lemak
(gr) (kKal) (gr) (gr) (gr)
Makan Bubur ayam 1 porsi 372 36 27 12
Pisang goreng 65 129 24,5 1,3 2,9
Pagi Teh manis 1 gelas 90 23,4 - -
Nasi putih 100 175 40 4 -
Sayur Tauge 100 25 5 1 -
Makan Tempe 1 potong 40 4 3 1,5
Ikan Mas ekor 50 - 7 2
Siang
sedang
Teh tawar - - - - -
2.1.5 Pola Dukungan Keluarga
a. Faktor pendukung terselesaikannya masalah dalam keluarga:
Fasilitas yang telah tersedia cukup memudahkan keluarga Ny. R
dan Tn. S untuk melaksanakan pola hidup sehat dan membantu
menyelesaikan masalah kesehatan Ny. R. Sarana Transportasi memadai
dan letak fasilitas kesehatan juga relatif mudah dijangkau, Tn.S juga
selalu menyempatkan diri untuk mengantar Ny.R control berobat setiap
bulannya.

b. Faktor penghambat terselesaikannya masalah dalam keluarga:


Ny. R dan Tn.S sudah tidak tinggal dengan anak-anaknya, anak
Ny. R hanya datang sesekali untuk berkunjung karena sibuk dengan
pekerjan mereka masing-masing. Anak-anak Ny.R kurang
memperhatikan kesehatan kedua orang tuanya.

.2. Genogram
2.2.1 Bentuk keluarga

Keluarga ini terdiri atas 3 generasi dengan kepala keluarga (KK) bernama
Tn. S berusia 63 tahun. Bentuk keluarga adalah keluarga besar (extended family).

2.2.2 Tahapan siklus keluarga:


Tahapan siklus keluarga Tn. B dan Ny. T termasuk ke dalam Tahap keluarga
dalam masa pensiunan.

2.2.3 Family Map


Gambar 2.1 Family Map

Tn.S Ny. S

Gambar 2.2 Denah Rumah Keluarga


2.2.4 Identifikasi permasalahan yang didapat dalam keluarga.

1. Masalah dalam fungsi psikologis: Anak-anak pasien kurang memberikan


perhatian kepada pasien sehingga dukungan keluarga untuk kesembuhan
pasien juga dinilai kurang akibat tidak adanya kedekatan antar keluarga.
Masalah dalam fungsi ekonomi dan pemenuhan kebutuhan: Sumber
penghasilan utama pada keluarga adalah dari istri dikarenakan suami sudah
pensiun. Anak yang tinggal satu rumah juga tidak mempunyai pekerjaan yang
tetap
2. Masalah lingkungan: Lingkungan tempat tinggal pasien merupakan lingkungan
cukup padat penduduk dengan letak rumah yang berdekatan satu sama lainnya.
3. Masalah perilaku kesehatan: Keluarga sudah cukup mengerti akan
pentingnya kesehatan dan pemeliharaan kesehatan namun implementasi
dalam kehidupan sehari-hari masih kurang. Pasien juga memilki motivasi yang
kuat untuk sembuh, namun jarang meminum obat karena kurangnya
pengetahuan terhadap efek samping obat. Pasien rutin datang ke Puskesmas
untuk kontrol penyakitnya.

2.2.5 Diagnosis Holistik (Multiaksial)


1. Aspek personal: (alasan kedatangan, harapan, kekhawatiran)
Pasien datang ke Posyandu Lansia Puskesmas kelurahan Cempaka
Putih karena merasa kesemutan, mudah lelah, cepat mengantuk dan lemas.
Pasien merasa hal itu cukup mengganggunya dalam bekerja. Pasien memiliki
riwayat DM tipe 2 tidak terkontrol, pasien datang kontrol dengan harapan
sembuh dan mengetahui nilai gula darahnya serta mendapatkan obat Persepsi
pasien terhadap penyakitnya ini positif. Beliau yakin penyakit ini bisa sembuh,
dan beliau yakin kesembuhan hanya dari Allah SWT semata.

2. Aspek klinik: (Diagnosis kerja dan Diagnosis banding)


Berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik didapatkan diagnosis
Diabetes Mellitus tipe II yang tidak terkontrol tanpa komplikasi. Sedangkan
diagnosis bandingnya adalah diabetes mellitus tipe II tidak terkontrol dengan
komplikasi hipertensi.

3. Aspek risiko internal: (faktor-faktor internal yang mempengaruhi masalah


kesehatan pasien)
Pasien sering tidak minum obat karena beranggapan bahwa obat dapat
merusak organ tubuhnya yang lain sehingga ia akan semakin sakit. anak anak
pasien tidak terlalu sadar akan penyakit beliau, Pasien juga tidak pernah
berolahraga, karena ia beranggapan pekerjaan rumah dan aktivitas sehari-hari
sudah sama seperti berolah raga.

4. Aspek psikososial keluarga: (faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi


masalah kesehatan pasien)
Anak-anak pasien kurang memerhatikan kondisi penyakit pasien,
kurangnya komunikasi antara pasien dan anak-anaknya dikarenakan
kesibukan masing-masing sehingga tidak mengingatkan untuk berobat,
kontrol gula darah atau minum obat, dan kurang memperhatikan pola diet
pasien.

5. Aspek fungsional: (tingkat kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari


baik di dalam maupun di luar rumah, fisik maupun mental)
Ny. R dapat melakukan aktivitas sendiri dan menjalankan fungsi sosial
dalam kehidupannya. Namun pasien mengaku kadangkala terganggu dengan
diabetes mellitus yang dideritanya terutama ketika badannya terasa lemas dan
mudah mengantuk.
2.2.5 Rencana Pelaksanaan

Tabel 2.4 Rencana Penatalaksanaan


Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil diharapkan Keterangan
Memberikan dukungan terhadap pasien
Aspek untuk tetap konsisten berobat dan Saat pasien berobat ke Kontrol gula darah dan
Pasien Tidak menolak
personal meminum obat, memberika edukasi Poyandu lansia. minum obat dengan teratur
tentang obat diabetes
Memberikan obat kencing manis (Diabetes Pada saat kunjungan ke DM terkontrol, mencegah
Mellitus),dan menjelaskan fungsi obat dan posyandu lansia komplikasi
Aspek cara konsumsinya yaitu : metformin 2x1
Pasien Tidak menolak
klinik yang berfungsi untuk menurunkan kadar
gula darah.

- Membantu pasien mengubah kebiasaan Pada saat kunjungan ke Pasien mampu mengelola
Aspek konsumsi makanan dan minuman yang rumah dan paham pola makan
risiko manis dengan cara memberikan list Pasien yang baik bagi Tidak menolak
internal makanan manis dan edukasi penyandang diabetes
- Menganjurkan pasien untuk berolah raga mellitus
Menganjurkan keluarga memberi Pada saat kunjungan ke Keluarga memberi
Aspek dukungan kepada pasien agar selalu rumah perhatian dan dukungan
psikososial menjaga kesehatannya dan selalu Keluarga lebih kepada pasien dan Tidak menolak
keluarga mengingatkan pasien untuk minum obat pasien lebih termotivasi
dan kontrol gula darah. untuk sembuh
Aspek Menyarankan pasien untuk latihan jasmani Pasien dan Pada saat kunjungan ke Kondisi tubuh pasien lebih
Tidak menolak
fungsional seperti :jalan kaki, bersepeda santai, joging keluarga rumah sehat dan kuat
2.2.6 Prognosis

1. Ad vitam : dubia ad bonam


2. Ad sanasionam : dubia ad bonam
3. Ad fungsionam : dubia ad bonam
Lampiran