Anda di halaman 1dari 33

Dasar-Dasar Pengolahan

Citra Digital
Representasi Citra Digital

Citra digital dibentuk oleh kumpulan


titik yang dinamakan piksel (pixel atau
picture element).
Setiap piksel digambarkan sebagai satu
kotak kecil.
Setiap piksel mempunyai koordinat
posisi. Sistem koordinat citra berukuran
M x N (M baris dan N kolom)
Representasi Citra Digital
Dengan sistem koordinat yang mengikuti asas pemindaian pada layar
TV standar itu, sebuah piksel mempunyai koordinat berupa (x, y).
Dalam hal ini, x menyatakan posisi kolom; y menyatakan posisi
baris;
Piksel pojok kiri-atas mempunyai koordinat (0, 0) dan piksel pada
pojok kanan-bawah mempunyai koordinat (N-1, M-1).
Dengan menggunakan notasi pada MATLAB, citra dinyatakan dengan
f(y, x)
Representasi Citra Digital
Sebagai contoh, citra yang berukuran 12x12 yang memiliki
susunan data seperti terlihat pada Gambar 1 dan 2 .
Adapun Gambar 1 dan 2 menunjukkan contoh penotasian f(y,x).
Berdasarkan gambar tersebut maka: f(2,1) bernilai 6 f(4,7)
bernilai 237
Pada citra berskala keabuan, nilai seperti 6 atau 237 dinamakan
sebagai intensitas.
Gambar 1 Citra dan nilai
penyusun piksel

Gambar 2 Notasi
piksel dalam citra
Pengambilan Citra
Tipe image dihasilkan oleh kombinasi sumber iluminasi dan
refleksi atau penyerapan energi dari sumber oleh scene yang
dijadikan image.
Iluminasi berasal dari energi elektromagnet seperti radar,
inframerah dan X-Ray serta berasal dari sumber tradisional
seperti ultrasound dan pola iluminasi yang dibentuk
kompute
Pengambilan Citra Menggunakan Sensor Strips
Geometri yang digunakan lebih sering daripada sensor
tunggal, terdiri dari susunan in-line sensor dalam sensor
strip.
Strip menyediakan elemen peng-image-an dalam satu arah.
Pergerakan tegak lurus terhadap strip menyediakan peng-
image-an dalam arah yang lain
Sensor strip dalam konfigurasi ring biasa digunakan pada
dunia kedokteran dan industri untuk mendapatkan cross-
sectional/slice dari objek 3D.
Pengambilan Citra Menggunakan Sensor Strips
Pengambilan Citra Menggunakan Sensor Arrays
Sejumlah alat penginderaan elektromagnetik dan ultrasonik
biasanya tersusun dalam array 2D.
Biasa ditemukan pada kamera digital dengan menggunakan
sensor array CCD.
Prinsip dasar cara penggunaan sensor adalah cahaya
ditangkap dengan sensor array secara terus-menerus.
Image sistem akan memfokuskan sumber energi pada image
plane, sistem ini akan meneruskan bayangan ke image
plane.
Pengambilan Citra Menggunakan Sensor Arrays
Image Sampling dan Kuantisasi Citra

Citra digital sesungguhnya


dibentuk melalui
pendekatan yang
dinamakan kuantisasi.
Kuantisasi adalah prosedur
yang dipakai untuk
membuat suatu isyarat
yang bersifat kontinu ke
dalam bentuk diskret.
Image Sampling dan Kuantisasi Citra
Pada isyarat digital, nilai intensitas citra dibuat diskret atau terkuantisasi dalam
sejumlah nilai bulat.
Selanjutnya, gambar tersebut ditumpangkan pada grid 8x8 seperti yang
diperlihatkan.
Bagian gambar yang jatuh pada kotak kecil dengan luas lebih kecil dibanding
warna putih latarbelakang, seluruh isi kotak dibuat putih.
Sebaliknya, jika mayoritas hitam, isi kotak seluruhnya dibuat hitam.
Dengan demikian, citra digital akan lebih baik (lebih sesuai aslinya) apabila
ukuran piksel diperkecil atau jumlah piksel diperbanyak.
Image Sampling dan Kuantisasi Citra
Bagaimana halnya kalau gambar mengandung unsur warna (tidak sekadar
hitam dan putih)?
Prinsipnya sama saja, tetapi sebagai pengecualian, warna hitam diberikan
tiga unsur warna dasar, yaitu merah (R = red), hijau (G = green), dan biru (B
= blue).
Seperti halnya pada citra monokrom (hitam-putih) standar, dengan variasi
intensitas dari 0 hingga 255, pada citra berwarna terdapat 16.777.216 variasi
warna apabila setiap komponen R, G, dan B mengandung 256 aras intensitas.
Namun, kepekaan mata manusia untuk membedakan macam warna sangat
terbatas, yakni jauh di bawah enam belas juta lebih tersebut.
Image Sampling dan Kuantisasi Citra

Dalam pengolahan citra,


kuantisasi aras intensitas
menentukan kecermatan
hasilnya.
Dalam praktik, jumlah aras
intensitas piksel dapat dinyatakan
dengan kurang dari 8 bit. Gambar 3 Kuantisasi citra dengan
menggunakan berbagai bit
Image Sampling dan Kuantisasi Citra
Pada kuantisasi dengan 1 bit, jumlah level sebanyak 2 (21).
Oleh karena itu, warna yang muncul berupa hitam dan putih
saja. Perlu diketahui, penurunan jumlah aras pada tingkat
tertentu membuat mata manusia masih bisa menerima citra
dengan baik.

Sebagai contoh, citra dengan 4 bit (Gambar 3 (c)) dan citra


dengan 8 bit (Gambar 3 (a)) praktis terlihat sama. Hal seperti
itulah yang mendasari gagasan pemampatan data citra,
mengingat citra dengan jumlah bit lebih rendah tentu akan
membutuhkan tempat dan transmisi yang lebih hemat.
Image Sampling dan Kuantisasi Citra
Di samping cacah intensitas kecerahan, jumlah piksel yang
digunakan untuk menyusun suatu citra mempengaruhi
kualitas citra. Istilah resolusi citra biasa dinyatakan jumlah
piksel pada arah lebar dan tinggi.
Resolusi piksel biasa dinyatakan dengan notasi m x n,
dengan m menyatakan tinggi dan n menyatakan lebar
dalam jumlah piksel.
Image Sampling dan Kuantisasi Citra
Terlihat bahwa pada resolusi tertentu citra menjadi kabur kalau
dinyatakan dengan jumlah piksel yang makin sedikit.

Resolusi spasial ditentukan oleh jumlah piksel per satuan panjang.


Istilah seperti dpi (dot per inch) menyatakan jumlah piksel per inci.
Misalnya, citra 300 dpi menyatakan bahwa citra akan dicetak dengan
jumlah piksel sebanyak 300 sepanjang satu inci.

Berdasarkan hal itu, maka citra dengan resolusi ruang spasial sebesar
300 dpi dicetak di kertas dengan ukuran lebih kecil daripada yang
mempunyai resolusi ruang sebesar 150 dpi, meskipun kedua gambar
memiliki resolusi piksel yang sama.
Pengenalan MATLAB
Pembacaan Citra
i = imread('C:\Image\PCD\lena512.bmp');
size(i);
who;

Menampilkan Citra
i = imshow('C:\Image\PCD\lena512.bmp');

Menyimpan File
imwrite(i latihan.bmp);
Mengetahui Ukuran Citra
Secara umum, ukuran matriks Img adalah M x N.
Untuk mengetahui nilai M dan N yang sesungguhnya, dapat digunakan
fungsi pada matlab yang bernama size.
Contoh untuk mengetahui dimensi pada matriks Img:
>> Ukuran = size(Img)
Ukuran =
300 770 3
Mengetahui Ukuran Citra
Untuk mendapatkan jumlah baris dan jumlah kolom secara
tersendiri, perlu diberikan perintah seperti berikut:
>> jum_baris = Ukuran(1);
>> jum_kolom = Ukuran(2);
>>
Angka 1 dan 2 pada ukuran menyatakan indeks. Dengan cara seperti
itu, jum_baris berisi jumlah baris pada larik Img dan jum_kolom
berisi jumlah kolom pada larik Img.
Sebagai alternatif, dapat ditulis perintah seperti berikut:
>> [jum_baris, jum_kolom] = size(Img)
Dengan cara seperti itu, jum_baris berisi jumlah baris pada larik Img
dan jum_kolom berisi jumlah kolom pada larik Img.
Menampilkan Citra
Citra dapat ditampilkan dengan mudah melalui fungsi imshow.
Contoh berikut digunakan untuk menampilkan citra yang terdapat di
Img:
imshow(Img);
Menampilkan Citra
Apabila dikehendaki untuk menampilkan dua citra di dua jendela
masing-masing, fungsi figure perlu dipanggil terlebih dulu sebelum
memanggil imshow. Contoh:
>> Mario = imread('C:\Image\Mario.jpg');
>> Luigi = imread('C:\Image\Luigi.jpg');
>> figure(1); imshow(Mario);
>> figure(2);imshow(Luigi);
Menampilkan Citra
Matlab menyediakan fasilitas yang memungkinkan dua buah citra
diletakkan dalam satu jendela.
Berdasarkan larik Sungai dan Bangunan di depan, dapat dicoba
untuk memberikan perintah berikut:
>> close all;
>> subplot(1,2,1); imshow(Mario);
>> subplot(1,2,2); imshow(Luigi);

Perintah close all digunakan untuk menutup semua jendela.


Adapun pada subplot, argumen pertama menyatakan jumlah baris
citra dan argumen kedua menyatakan jumlah kolom citra dalam
jendela.
Konversi Data di MATLAB
i = [-0.2500 0.4500 0.5000 1.5000]
i=
-0.2500 0.4500 0.5000 1.5000

>> g = im2uint8(i);
>> g
g=
0 115 128 255
Array Indexing di MATLAB
>> v = [1 3 5]
v=

1 3 5

>> w = v'
w=

1
3
5

>> v(1:2)
ans =

1 3
Matriks Indexing di MATLAB
>> i = [1 2 3; 4 5 6; 7 8 9]
i=
1 2 3
4 5 6
7 8 9

>> i (2,3)
ans =
6

>> i(:,2)
ans =
2
5
8
Operasi Flip Vertikal di MATLAB
i = imread('C:\Image\PCD\lena512.bmp');
fv = i (end:-1:1,:);
figure, imshow(fv);
Operasi Flip Horisontal di MATLAB
i = imread('C:\Image\PCD\lena512.bmp');
fc = i(87:200, 240:400);
figure, imshow(fc);
Pengambilan Sub Citra di Matlab
i = imread('C:\Image\PCD\lena512.bmp');
fs = i (1:2:end, 1:2,end);
figure, imshow(fs);
Daftar Pustaka
Basuki, Achmad. 2005. Metode Numerik dan Algoritma Komputasi.
Yogyakarta: ANDI.
Darma Putra. 2010. Pengolahan Citra Digital, Westriningsih, Ed.
Yogyakarta: Andi.
Sutojo, Siswanto. 2004. Membangun Citra Perusahaan. Jakarta: Damar
Mulia Pustaka.
Sutoyo, T,dkk. 2009, Teori Pengolahan Citra Digital, Penerbit
Andi:Yogyakarta
http://viplab.if.its.ac.id/pcd_online/