Anda di halaman 1dari 50

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pajak merupakan sumber utama penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja

Negara (APBN) yang bertujuan untuk membiayai pengeluaran negara, baik pengeluaran

rutin maupun pengeluaran untuk pembangunan (fungsi Budgetair). Untuk memenuhi

kebutuhan negara serta melaksanakan pembangunan yang menyeluruh dan merata dalam

usaha meningkatkan kesejahteraan rakyat, negara membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Kebutuhan dana tersebut setiap tahunnya meningkat seiring dengan bertambahnya

jumlah dan kebutuhan penduduk. Namun, seperti yang dapat kita lihat pada saat ini,

pemerintah seringkali terkendala dana dalam usahanya melakukan suatu kegiatan

pengembangan baik dari segi pemberdayaan sumber daya manusia maupun

pembangunan infrastruktur yang mengikuti perkembangan zaman. Seharusnya, seiring

dengan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia (Tahun 2015 tercatat sebanyak

255.461.700 jiwa-wikipedia.org) jumlah pendapatan yang diterima negara melalui pajak

juga harus meningkat pula mengingat pertambahan wajib pajak di Indonesia yang

menyebabkan meningkatnya pendapatan dari pajak penghasilan, pajak pertambahan

nilai atas konsumsi masyarakat, serta pajak-pajak lainnya dari usaha-usaha yang

dilakukan di Indonesia.

Kontribusi wajib yang dikumpulkan melalui pemungutan pajak, dikoordinir oleh

setiap Kantor Pelayanan Pajak Pratama yang tersebar diseluruh Indonesia. Salah satu

alternatif terbaik yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan

negara melalui pajak adalah dengan dilakukannya sosialisasi pajak secara meluas kepada

masyarakat di setiap daerah untuk memperoleh kepahaman masyarakat mengenai

pentingnya membayar pajak sehingga menyadarkan mereka untuk membayar pajak.

1
Sosialisasi ini dapat dilaksanakan oleh kantor-kantor pelayanan pajak yang tersebar

diseluruh Indonesia untuk merangkul masyarakat sekitar untuk turut serta dalam

membayar pajak.

Menurut Nurmantu (2003:148) kepatuhan pajak dapat didefinisikan sebagai suatu

keadaan wajib pajak memenuhi semua kewajiban perpajakan dan melaksanakan hak

perpajakannya. Data yang dimiliki Dirjen pajak Tahun 2010 menunjukkan bahwa dari

240 juta penduduk Indonesia, sekitar 110 juta orang dianggap potensial membayar

pajak. Tetapi fakta menunjukkan dari jumlah itu, hanya 8,5 juta orang atau sekitar

7,73% yang memenuhi kewajiban perpajakannya dengan melaporkan SPT tahunan

(www.kontan.co.id) dari data tersebut terlihat bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak (Tax

Compliance) dalam memenuhi kewajiban perpajakan masih sangat rendah.

Melihat permasalahan kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak diatas,

pemerintah seharusnya tidak hanya berharap bahwa warga negara indonesia akan

meningkatkan kepatuhannya dalam membayar pajak sehingga persentase 7,73% dapat

ditingkatkan menjadi lebih baik, Melainkan pemeritah juga perlu melakukan kegiatan-

kegiatan yang bisa meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat mengenai

sistem dan peraturan perpajakan yang berlaku, khususnya mengenai bagaimana caranya

menjalankan kewajiban perpajakan yang sesuai dengan undang-undang yang berlaku,

yang salah satu caranya adalah dengan mengadakan sosialisasi atau penyuluhan

perpajakan bagi masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini sangat penting karena pengetahuan

dan wawasan mayarakat akan sistem dan peraturan perpajakan yang berlaku masih

sangat kurang (Marsiya, 2012). Kurangnya pengetahuan dan wawasan masyarakat ini

menyebabkan mereka tidak memahami bagaimana caranya melaksanakan kewajiban

perpajakan mereka dan pada akhirnya tidak melaksanakan kewajiban itu, dan hal

tersebut seharusnya berdampak pada penerimaan pajak negara.

2
Penelitian ini ingin meninjau lebih khusus bagaimana pengaruh yang didapatkan

oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama dari dilakukannya sosialisasi perpajakan terhadap

kepatuhan masyarakat untuk membayar pajak sebagai kontribusi mereka kepada negara.

Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara langsung kepada staf yang

bersangkutan untuk mendapatkan informasi bagaimana sosialisasi pajak yang dilakukan

oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Bojonagara dapat meningkatkan

penerimaan pajak dari wajib pajak. Sehingga, dapat menjadi bahan pertimbangan bagi

Kantor Pelayanan Pajak Pratama lain dalam menentukan alternatif untuk upaya

peningkatan penerimaan pajak di daerahnya masing-masing. Karena itulah, kami

melakukan penelitian ini dan memberi judul penelitian ini sebagai PENGARUH

SOSIALISASI PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka masalah yang akan diteliti dan di

identifikasi adalah sebagai berikut:

1. Apakah terdapat pengaruh sosialisasi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang akan dicapai adalah

sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pengaruh sosialisasi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak.

1.4 Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian yang sudah di jabarkan diatas, maka manfaat yang

ingin dicapai adalah sebagai berikut:

1. Bagi Peneliti

3
Bagi peneliti berguna untuk menambah pengetahuan dan pengertian peneliti

khususnya mengenai pengaruh sosialisasi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak,

selain itu juga sebagai sarana bagi peneliti untuk menerapkan dan mengembangkan

teori yang sudah diterima selama masa pembelajaran terhadap praktek di lapangan.

2. Bagi Akademis

Bagi akademis berguna untuk menjadi bahan inventaris yang di kemudian hari

diharapkan dapat bermanfaat bagi akademisi yang membutuhkan referensi sebagai

bahan perbandingan yang diperlukan.

3. Bagi Pemerintah

Bagi pemerintah berguna sebagai masukan untuk melakukan pertimbangan dalam

usaha peningkatan kepatuhan wajib pajak yang salah satu alternatifnya melalui

sosialisasi pajak yang lebih dikembangka ke seluruh Indonesia.

4
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Kajian Pustaka


2.1.1 Teori-teori yang Relevan
2.1.1.1 Pajak
Sesuai dengan Undang Undang Nomor 28 tahun 2007 tentang Ketentuan Umum

dan Tata Cara Perpajakan, pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh

orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang Undang, dengan

tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi

sebesar besarnya kemakmuran rakyat. Menurut Prof.Dr.Rochmat Soemitro, S.H, pajak

adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan Undang Undang (yang dapat

dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat

ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.

Dari definisi tersebut, Mardiasmo (2011:1) menyimpulkan bahwa pajak memiliki

unsur unsur pokok yaitu :

A. Iuran atau pungutan dari rakyat kepada negara.

B. Pajak yang dipungut berdasarkan atau dengan kekuatan undang undang serta

standar aturan pelaksanaannya.

C. Pajak dapat dipaksakan.

D. Tidak menerima atau memperoleh jasa timbal atau kontraprestasi secara langsung.

E. Digunakan untuk membiayai pengeluaran umum pemerintah yang bermanfaat bagi

masyarakat luas.

2.1.1.1.1 Fungsi Pajak

Fungsi pajak merupakan kegunaan pokok dan manfaat pokok dari pajak itu

sendiri. Mardiasmo (2011:1) berpendapat pajak mempunyai dua fungsi , yaitu :

1. Fungsi Penerimaan (Budgetair)

5
Pajak sebagai sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pengeluaran

pengeluarannya. Sebagai contoh yaitu dimasukannya pajak dalam APBN sebagai

penerimaan dalam negeri.

2. Fungsi mengatur (Regulerend)

Pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijaksanaan pemerintah

dalam bidang sosial dan ekonomi. Sebagai contoh yaitu dikenakannya pajak yang

lebih tinggi terhadap minuman keras, sehinga peredarannya dapat ditekan. Demikian

pula terhadap barang mewah.

2.1.1.1.2 Jenis Pajak

Resmi (2009:7) mengungkapkan terdapat berbagai jenis pajak yang dapat di

kelompokan menjadi tiga, yaitu:

1. Menurut Golongan

Pajak dikelompokan menjadi dua:

a. Pajak Langsung

Pajak yang harus dipikul atau ditanggung sendiri oleh Wajib Pajak dan tidak

dapat dilimpahkan atau dibebankan kepada orang lain atau pihak lain.

b. Pajak Tidak Langsung

Pajak yang pada akhirnya dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang

lain atau pihak ketiga.

2. Menurut Sifat

a. Pajak Subjektif

Pajak yang pengenaannya memerhatikan keadaan pribadi Wajib Pajak atau

pengenaan pajak yang memerhatikan keadaan subjeknya.

b. Pajak Objektif

6
Pajak yang pengenaannya memerhatikan objeknya baik berupa beda,

keadaan, perbuatan, atau peristiwa yang mengakibatkan timbulnya kewajiban

membayar pajak, tanpa memerhatikan keadaan pribadi Subjek Pajak (Wajib

Pajak) maupun tempat tinggal.

3. Menurut Lembaga Pemungutan

a. Pajak Pusat (Negara)

Pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk

membiayai rumah tangga negara pada umumnya.

b. Pajak Daerah

Pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah baik daerah tingkat I

(pajak provinsi) maupun daerah tingkat II (pajak kabupaten/kota) dan

digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah masing-masing.

2.1.1.1.3 Sistem Pemungutan Pajak

Sistem pemungutan pajak yang digunakan dalam memungut pajak di Indonesia

menurut Herry (2010:12-13), yaitu:

1. Official Assesment System

Pada sistem ini besarnya pajak ditentukan oleh fiskus atau petugas pajak melalui

Surat Ketetapan Pajak (SKP) yang nantinya akan diberitahukan kepada WP tentang

pajak yang terhutang.

2. Self Assesment System

Sistem ini wajib pajak diberi kepercayaan untuk melaksakan kewajiban

perpajakannya dengan cara memberi kebebasan untuk menghitung,

memperhitungkan, dan membayar sendiri pajak yang terhutang kepada negara.

7
3. Witholding Tax System

Dengan sistem ini pemungutan pajak terhutang dan pemotongan pajak terhutang

dilakukan melalui pihak ketiga.

2.1.1.2 Sosialisasi Perpajakan

2.1.1.2.1 Pengertian Sosialisasi Perpajakan

Sosialisasi perpajakan merupakan upaya dari pihak Direktorat Jendral Pajak

yang merupakan salah satu institusi di Kementerian Keuangan untuk memberikan

pengertian, informasi dan pembinaan kepada masyarakat pada umumnya dan wajib pajak

pada khususnya mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan perpajakan dan

perundang undangan (Saraswati, 2012).

2.1.1.2.2 Strategi dan Metode Sosialisasi

Menurut Samudera ( 2004 : 6 ) bahwa dalam melakukan sosialisasi perlu adanya

strategi dan metode yang tepat yang dapat diaplikasikan dengan baik yaitu : publikasi,

kegiatan, pemberitahuan, keterlibatan komunitas, pencantuman identitas, dan pendekatan

pribadi.

A. Publikasi

Adalah aktivitas publikasi yang dilakukan melalui media komunikasi, baik

media cetak melalui surat kabar, majalah maupun media audiovisual seperti radio

ataupun televisi.

B. Kegiatan

Institusi pajak dapat melibatkan diri pada penyelenggaraan aktifitas-aktifitas

tertentu yang dihubungkan dengan program peningkatan kesadaran masyarakat

8
akan perpajakan pada momen-momen tertentu. Misalnya : kegiatan olahraga, hari-

hari libur nasional, dan lain sebagainya.

C. Pemberitaan

Pemberitaan dalam hal ini mempunyai pengertian khusus yaitu menjadi

bahan berita dalam arti positif, sehingga menjadi sarana promosi yang efektif. Pajak

dapat disosialisasikan dalam bentuk berita kepada masyarakat, sehingga masyarakat

dapat lebih cepat menerima informasi tentang pajak.

D. Keterlibatan komunitas

Melibatkan komunitas pada dasarnya adalah cara untuk mendekatkan

institusi pajak dengan masyarakat, dimana iklim budaya Indonesia masih

menghendaki adat ketimuran untuk bersilaturrahmi dengan tokoh-tokoh setempat

sebelum sebelum istitusi pajak dibuka.

E. Pencantuman identitas

Berkaitan dengan pancantuman logo otoritas pajak pada berbagai media yang

ditujukan sebagai sarana promosi.

F. Pendekatan pribadi

Pengertian lobbying adalah pendekatan pribadi yang dilakukan secara

informal untuk mencapai tujuan tertentu. Dari pengertian diatas, dapat diambil

kesimpulan bahwa sosialisasi perpajakan merupakan suatu upaya dari Dirjen Pajak

untuk memberikan pengertian, informasi, dan pembinaan kepada masyarakat pada

9
umumnya dan wajib pajak pada khususnya mengenai segala sesuatu yang

berhubungan dengan perpajakan dan perundang-undangan.

2.1.1.3 Kepatuhan Wajib Pajak

Kepatuhan Wajib Pajak adalah tindakan Wajib Pajak dalam memenuhi kewajiban

perpajakannya. Nurmantu (2005:148) mendefinisikan kepatuhan pajak merupakan kondisi

terpenuhinya semua kewajiban perpajakan dan hak perpajakan. Sedangkan Simon James et

al. (dalam Saraswati, 2012) mendefinisikan Kepatuhan pajak (tax compliance) sebagai

kesediaan wajib pajak untuk memenuhi kewajiban pajaknya sesuai dengan aturan yang

berlaku tanpa perlu diadakannya pemeriksaan, investigasi seksama, peringatan, ataupun

ancaman dan penerapan sanksi baik hukum maupun administratif.

Wajib Pajak dikatakan patuh (tax compliance) apabila penghasilan yang laporkan

sesuai dengan semestinya, Surat Pemberitahuan (SPT) dilaporkan dan besarnya pajak yang

terutang dibayarkan tepat waktu (pajak, 2015). Kepatuhan wajib pajak terbagi menjadi dua

macam, yaitu kepatuhan formal dan kepatuhan material. Wajib pajak yang memiliki

kepatuhan formal berarti wajib pajak tersebut sudah memahami semua ketentuan perpajakan

dan melaksanakannya sesuai dengan undang-undang perpajakan. sedangkan wajib pajak

yang memiliki kepatuhan material, berarti wajib pajak tersebut sudah dapat mengisi SPT

dengan baik dan benar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, menyampaikannya pada

KPP tempat wajib pajak terdaftar sebelum batas waktu yang telah ditentukan oleh undang-

undang (Lingga, 2013:4).

2.1.1.4 Hubungan Sosialisasi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak

Salah satu faktor yang bisa ditekankan oleh aparat dalam meningkatkan

kesadaran dan kepatuhan pajak yaitu dengan melakukan sosialisasi. Dalam melakukan

10
sosialisasi perlu adanya strategi dan metode yang tepat yang dapat diaplikasikan dengan

baik yaitu dengan cara publikasi, kegiatan, pemberitahuan, keterlibatan komunitas,

pencantuman identitas, dan pendekatan pribadi menurut Samudera ( 2004 : 6 )

Sosialisasi perpajakan merupakan suatu upaya dari pihak Direktorat Jendral Pajak

untuk memberikan pengertian, informasi terbaru serta pembinaan dan penyuluhan kepada

masyarakat pada umumnya dan wajib pajak pada khususnya mengenai segala sesuatu yang

berhubungan dengan perpajakan dan perundang undangan perpajakan maupun sistem

pelayanan pajak yang baru. Kita dapat memeroleh informasi tersebut melalui media cetak

seperti koran, buletin, majalah berita pajak, surat edaran, jurnal dan lain sebagainya.

2.1.2 Riset Emppiris

Tabel 2.1

Nama Metode
Tujuan
No Peneliti dan Judul Penelitian Analisis Hasil Penelitian
Penelitian
Tahun Data
1 Oktaviane SOSIALISASI 1. Untuk Analisis 1. Sosialisasi perpajakan,
Lidya PERPAJAKAN, mengetahui Regresi pelayanan fiskus dan sanksi
Winerungan PELAYANAN pengaruh Linear perpajakan tidak berpengaruh
(2013) FISKUS DAN sosialisasi Berganda terhadap kepatuhan
SANKSI perpajakan dan Uji Wajib Pajak Orang Pribadi di
PERPAJAKAN terhadap Hipotesis KPP Pratama Manado dan KPP
TERHADAP kepatuhan Pratama Bitung.
KEPATUHAN Wajib Pajak 2. Pengaruh sosialisasi
WPOP DI KPP orang perpajakan, pelayanan fiskus dan
MANADO pribadi yang sanksi perpajakan terhadap
DAN KPP terdaftar kepatuhan Wajib Pajak
BITUNG pada KPP Orang Pribadi di KPP Bitung
Pratama lebih besar dari pada pengaruh
Manado dan sosialisasi perpajakan, pelayanan
KPP fiskus dan
Pratama sanksi perpajakan terhadap
Bitung kepatuhan wajib pajak orang
2. Untuk pribadi di KPP Manado.
mengetahui
pengaruh
pelayanan
fiskus
terhadap

11
kepatuhan
Wajib Pajak
Orang
pribadi yang
terdaftar
pada KPP
Pratama
Manado dan
KPP
Pratama
Bitung
3. Untuk
mengetahui
pengaruh
sanksi
perpajakan
terhadap
kepatuhan
Wajib Pajak
orang
pribadi yang
terdaftar
pada KPP
Pratama
Manado dan
KPP
Pratama
Bitung
2. Gede Pani PENGARUH Untuk Analisis Kesadaran wajib pajak, sosialisasi
Esa Dharma KESADARAN mengetahui Regresi perpajakan, dan kualitas
& Ketut WAJIB pengaruh Linier pelayanan secara serempak
Alit PAJAK, kesadaran Berganda berpengaruh signifikan positif
Suardana SOSIALISASI wajib pajak, terhadap kepatuhan wajib pajak
(2014) PERPAJAKAN, sosialisasi dalam membayar Pajak PKB dan
KUALITAS perpajakan, BBNKB pada kantor Bersama
PELAYANAN dan kualitas SAMSAT Denpasar
PADA pelayanan
KEPATUHAN terhadap
WAJIB PAJAK kepatuhan
wajib pajak
dalam
membayar
pajak
kendaraan
bermotor
(PKB) dan
pajak bea
balik nama
kendaraan
bermotor

12
(BBNKB)
pada
Kantor
Bersama
SAMSAT
Denpasar
3. Rosalina PENGARUH Untuk Analisis 1. Kesadaran wajib pajak,
Novitasari KESADARAN mengetahui Regresi sosialisasi perpajakan dan kualitas
(2014) WAJIB pengaruh Linier pelayanan berpengaruh secara
PAJAK, kesadaran Berganda simultan terhadap kepatuhan
SOSIALISASI wajib pajak, wajib pajak kendaraan bermotor
PERPAJAKAN, sosialisasi dan bea balik nama kendaraan
KUALITAS perpajakan bermotor di SAMSAT Semarang
PELAYANAN dan kualitas III.
PADA pelayanan 2. Kesadaran Wajib Pajak
KEPATUHAN terhadap berpengaruh secara parsial
WAJIB PAJAK kepatuhan terhadap kepayuhan wajib pajak
DI wajib pajak kendaraan bermotor dan bea balik
SAMSAT dalam nama kendaraan bermotor di
SEMARANG membayar SAMSAT Semarang III.
III pajak 3. Sosialisasi perpajakan
kendaraan berpengaruh secara parsial
bermotor terhadap kepatuhan wajib pajak
(PKB) dan kendaraan bermotor dan bea balik
pajak bea nama kendaraan bermotor di
balik nama 78 SAMSAT Semarang III.
kendaraan 4. Kualitas Pelayanan tidak
bermotor berpengaruh secara persial
(BBNKB) di terhadap kepatuhan wajib pajak
SAMSAT kendaraan bermotor dan bea balik
Semarang nama kendaraan bermotor.
III.
4. Pasca Rizki PENGARUH Untuk Analisis 1. Sosialisasi perpajakan, tarif
Dwi SOSIALISASI mengetahui Regresi pajak dan
Ananda, PERPAJAKAN, pengaruh Linear pemahaman perpajakan memeliki
Srikandi TARIF PAJAK, sosialisasi Berganda pengaruh
Kumadji & DAN perpajakan, yang signifikan secara bersama-
Achmad PEMAHAMAN tarif pajak, sama
Husaini PERPAJAKAN dan terhadap kepatuhan Wajib Pajak.
(2015) TERHADAP pemahaman 2. Sosialisasi perpajakan, tarif
KEPATUHAN perpajakan pajak dan
WAJIB PAJAK terhadap pemahaman perpajakan memiliki
(Studi pada kepatuhan pengaruh
UMKM yang Wajib Pajak yang signifikan secara parsial
Terdaftar terhadap
sebagai Wajib kepatuhan Wajib Pajak.
Pajak 3. Tarif pajak menjadi variabel
di Kantor yang dominan
Pelayanan Pajak karena memiliki nilai koefisien
Pratama Batu) beta dan thitung paling besar

13
5. Septia PENGARUH Untuk Analisis 1. 1. Pengaruh pelayanan fiskus,
Mory PELAYANAN menguji Regresi sanksi perpajakan, sosialisasi
(2015) FISKUS, pengaruh Berganda perpajakan, kesadaran wajib
SANKSI pelayanan pajak dan kondisi keuangan
PERPAJAKAN, fiskus, secara parsial terhadap kepatuhan
SOSIALISASI sanksi wajib pajak adalah sebagai
PERPAJAKAN, perpajakan, berikut:
KESADARAN sosialisasi a. Pelayanan fiskus berpengaruh
WAJIB PAJAK perpajakan, signifikan terhadap kepatuhan
DAN KONDISI kesadaran wajib pajak orang pribadi yang
KEUANGAN wajib pajak melakukan kegiatan usaha dan
TERHADAP dan kondisi pekerjaan bebas di KPP
KEPATUHAN keuangan Pratama Tanjung Balai
WAJIB PAJAK terhadap karimun.
(Studi pada kepatuhan b. Sanksi perpajakan berpengaruh
wajib pajak wajib pajak signifikan terhadap kepatuhan
orang pribadi orang wajib pajak orang pribadi yang
yang melakukan pribadi yang melakukan kegiatan usaha dan
kegiatan usaha melakukan pekerjaan bebas di KPP
dan pekerjaan kegiatan Pratama Tanjung Balai
bebas di KPP usaha dan Karimun.
pratama pekerjaan c. Sosialisasi perpajakan tidak
Tanjung Balai bebas di berpengaruh signifikan
Karimun) KPP pratama terhadap kepatuhan wajib
Tanjung pajak orang pribadi yang
Balai melakukan kegiatan usaha dan
Karimun pekerjaan bebas di KPP
Pratama Tanjung Balai
Karimun.
d. Kesadaran wajib pajak
berpengaruh signifikan
terhadap kepatuhan wajib
pajak orang pribadi yang
melakukan kegiatan usaha dan
pekerjaan bebas di KPP
Pratama Tanjung Balai
Karimun.
e. Kondisi keuangan berpengaruh
signifikan terhadap kepatuhan
wajib pajak orang pribadi yang
melakukan kegiatan usaha dan
pekerjaan bebas di KPP
Pratama Tanjung Balai
Karimun.
2. 2. Hasil pengujian secara simultan
menunjukkan bahwa pelayanan
fiskus, sanksi perpajakan,
sosialisasi perpajakan, kesadaran
wajib pajak dan kondisi keuangan
berpengaruh signifikan terhadap

14
kepatuhan wajib pajak orang
pribadi yang melakukan kegiatan
usaha dan pekerjaan bebas di KPP
Pratama Tanjung Balai Karimun

15
2.1.3 Rerangka Teori
Gambar 2.1

Perpajakan

Sosialisasi Sistem Jenis Pajak Fungsi Pajak


Perpajakan Pemungutan
Pajak
Sifat Lembaga Golongan Peneri Menga
Pemungut maan tur
Strategi dan
Metode With Holding
Sosialisasi System Subje Negara Langsun
Self Assessment ktif g
Daerah
System Obje Tidak
Pubikasi Official ktif Langsun
Kegiatan Assessment g
System
Pemberitaan
Keterlibatan
Komunitas
Pencantuman
Identitas
Pendekatan
Pribadi

Kepatuhan

16
2.2 Rerangka Pemikiran
Gambar 2.2

Gejala: Variabel Apakah terdapat


2. Jumlah penduduk Sosialisasi pengaruh
indonesia yang pajak sosialsasi pajak
semakin meningkat (Variabel terhadap
dari tahun ke tahun Independen) kepatuhan wajib
sehingga jumlah Kepatuhan pajak?
wajib pajak juga wajib pajak
meningkat (Variabel
Pengeluaran untuk Dependen)
pembangunan dan
kebutuhan Jenis penelitian: Causal
masyarakat yang Explanatory
meningkat
Populasi: Wajib Pajak di
Peningkatan jumlah kota Bandung
penduduk harusnya
Sampel: Wajib Pajak
diiringi dengan
yang bekerja di
peningkatan
Universitas Kristen
pendapatan negara
Maranatha
yang bersal dari
Metode sampling:
pajak
Umpan Balik Convenience Sampling
Teknik pengumpulan
data: Teknik survei
dengan metode kuesioner
Metode analisis data:
Regresi Linier Sederhana,
Uji Instrumen (Uji
Validitas dan Uji
Reliabilitas), Uji Asumsi
Klasik (Uji Normalitas,
Uji Outlier, Uji
Heteroskedastisitas)

Terdapat
pengaruh
sosialisasi pajak
terhadap
kepatuhan wajib
pajak.

17
2.3 Pengembangan Hipotesis

Sosialisasi perpajakan merupakan upaya dari pihak direktorat jendral pajak yang

merupakan salah satu institusi dikementrian keuangan untuk memberikan pengertian,

informasi dan pembinaan kepada masyarakat pada umumnya dan wajib pajak pada

khususnya mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan perpajakan dan perundang-

undangan (saraswati, 2012).

Kepatuhan pajak (tax compliance) adalah kesediaan wajib pajak utuk memenuhi

kewajiban pajaknya sesuai dengan aturan yang berlaku tanpa perlu diadakannya

pemeriksaan, investigasi seksama, peringatan, ataupun ancaman dan penerapa sanksi baik

hukum maupun administratif Simon James et al. (dalam saraswati, 2012).

Beberapa hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oeh Diani Widiastuti, Endang

Siti Astuti & Heru Susilo (2013) bahwa Peran sosialisasi sangat berpengaruh terhadap

kepatuhan wajib pajak, khususnya pada PKP di KPP Pratama Malang Utara.Dengan

demikian, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut:

H1: Sosialisasi perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak

Berdasarkan pengembangan hipotesis diatas, dapat disimpulkan model penelitian sebagai

berikut:

Gambar 2.3

Sosialisasi Perpajakan H1 Kepatuhan wajb Pajak

18
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis ada atau tidaknya pengaruh

antara sosialisasi terhadap kepatuhan wajib pajak. Berdasarkan tujuan penelitian, maka jenis

penelitian ini adalah causal explanatory. Causal merupakan jenis research yang

mengidentifikasikan hubungan sebab-akibat antara berbagai variabel ( Dermawan, 2000: 18)

Explanatory research adalah penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan antar

variabel dan fenomena penelitian (Cooper & Schindler, 2011). Dengan demikian Causal

Explanatory adalah menjelaskan hubungan antara variabel dan pengujian hipotesis yang

telah dirumuskan sebelumnya dan bertujuan untuk menjelaskan berbagai kejadian dan

fenomena penelitian.

3.2 Sampel dan Populasi

Populasi adalah batas dari suatu objek penelitian dan sekaligus merupakan batas bagi

proses induksi (generalisasi) dari hasil penelitian yang bersangkutan (Sujoko Efferin,

Stevanus Hadi Darmaji, Yuliawat Tan, 2008:73). Populasi dari penelitian yang kami

lakukan adalah Wajib Pajak di kota Bandung. Sampel adalah bagian dari populasi (elemen)

yang memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai objek penelitian bersangkutan (Sujoko

Efferin, Stevanus Hadi Darmaji, Yuliawat Tan, 2008:74). Sampel dari penelitian yang kami

lakukan adalah Wajib Pajak yang bekerja di Universitas Kristen Maranatha.

Penelitian ini menggunakan non-probability sampling dengan metode convenience

sampling. Menurut Suliyanto (2005:124) non-probability merupakan metode pengambilan

sampel yang mana tiap anggota populasi tidak mempunyai kesempatan yang sama untuk

dijadikan sampel. Convenience sampling yaitu anggota sampel yang dipilih atau diambil

19
berdasarkan kemudahan memperoleh data yang dibutuhkan, atau unit sampel yang ditarik

mudah untuk diukurnya dan bersiat kooperatif (Hamid, 2010). Teknik pemilihan sampel ini

dipilih karena pertimbangan lokasi yang mudah untuk dijangkau sehingga dapat

memudahkan peneliti dalam pengumpulan sampel yang akan digunakan dalam penelitian

ini.

Menurut Suliyanto (2005:106-107 jika data tetang variasi tidak dapat diperoleh maka

jalan keluar untuk menentukan jumlah sampel adalah:

a. Sampel sebaiknya sebesar mungkin, disesuaikan dengan kemampuan biaya,

tenaga dan waktu yang ada.

b. Sampel hendaknya jangan sampai kurang dari 30. Angka 30 dalam statistik

merupakan angka batas antara sampel besar dengan sampel kecil.

c. Jika terpaksa menentukan sampel hanya berdasarkan persentase dari populasi,

persentase sampel yang diambil dalam populasi kecil harus banyak. Sebaliknya,

persentase sampel yang diambil pada populasi berjumlah besar seharusnya

sedikit saja.

Berdasarkan dasar teori diatas, kami menentukan ukuran sampel yang digunakan

dalam penelitian ini adalah 50 pegawai yang bertugas di Universitas Kristen Maranatha.

3.3 Definisi Operasional Variabel (DOV)

Tabel 3.1

Variabel Definisi Dimensi Indikator Skala Keterangan


Operasional
Sosialisasi Sosialisasi Publikasi a. Media cetak dan Interval Diadopsi dari
Perpajakan perpajakan elektronik Samudera (2004:6)
merupakan upaya dalam Zulfakhry
dari pihak Kegiatan a. Peningkatan Interval Nashby (2014)
Direktorat Jendral kesadaran
Pajak yang melalui kegiatan
merupakan salah olahraga
b. Seminar dan

20
satu institusi di penyuluhan pada
Kementerian saat libur
Keuangan untuk nasional
memberikan Pemberitaan a. Pemberitaan Interval
pengertian, mengenai
informasi dan informasi pajak
pembinaan Keterlibatan a. Pendekatan Interval
kepada Komunitas dengan
masyarakat pada masyarakat
umumnya dan Pencantuman a. Pengenalan pajak Interval
wajib pajak pada Identiitas melalui logo
khususnya
mengenai segala Pendekatan a. Pendekatan Interval
sesuatu yang Pribadi dengan individu
berhubungan
dengan
perpajakan dan
perundang
undangan
(Saraswati, 2012)
Kepatuhan Kepatuhan pajak Kepatuhan a. Keteptan waktu Interval Diadopsi dari Devano
Wajib Pajak (tax compliance) Formal pembayaran dan Rahayu
menurut Simon pajak (2006:160) dalam
James et al. b. Penyampaian Zulfahry NasHby
(dalam Saraswati, SPT tepat waktu (2014)
2012) merupakan
kesediaan wajib Kepatuhan a. Pengisian SPT Interval
pajak untuk Material dengan jujur dan
memenuhi lengkap
kewajiban b. Tidak memiliki
pajaknya sesuai tunggakan
dengan aturan c. Tidak pernah
yang berlaku dipidana
tanpa perlu
diadakannya
pemeriksaan,
investigasi
seksama,
peringatan,
ataupun ancaman
dan penerapan
sanksi baik
hukum maupun
administratif.

21
3.4 Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode survei dengan

menggunakan kuesioner. Menurut Jogiyanto (2013:140) metode survei (survey) atau

lengkapnya self-administered survey adalah metode pengumpulan data primer dengan

mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan kepada responden individu. Alasan peneliti

menggunakan metode survei dalam pengumpulan data adalah kemudahan dalam

mendapatkan informasi dari tiap individu yang mungkin akan memiliki jawaban atau

tanggapan yang berbeda pada saat mengisi kuesioner yang dibagikan.

Pengisian kuesioner dalam penelitian ini menggunakan skala likert. Skala likert

merupakan skala yang digunakan untuk mengukur respons subjek ke dalam 5 poin skala

dengan interval yang sama (Jogiyanto, 2013:83). Dengan demikian tipe yang digunakan

adalah tipe interval. Penggunaan skala likert:

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

3.5 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dalam penyusunan proposal pada penelitian ini terdiri dari 3 teknik,

yaitu:

1. Uji Instrumen: Teknik analisis data yang terdiri dari Uji Validitas dan Uji

Reliabilitas

22
2. Uji Asumsi Klasik: Teknik analisis data yang terdiri dari Uji Normalitas, Uji Outlier,

Uji Multikolinearitas, Uji Heteroskedastisitas, dan Uji Autokorelasi.

3. Uji Hipotesis: Teknik analisis data yang terdiri dari Uji Regresi Korelasi, Uji Rank

Spearman, Uji Path Analysis, Uji Parametrik & Non Parametrik, dan Uji Anova

3.5.1 Uji Instumen

Arikunto (2006:160) instrumen penelitian adalah alat yang digunakan oleh peneliti

dalam mengumpulkan data agar pekerjaan lebih mudah dan hasilnya lebih baik.

3.5.1.1 Uji Validitas

Validitas (validity) menunjukkan seberapa jauh suatu tes atau set dari operasi-operasi

mengukur apa yang seharusnya diukur (Ghiselli et al., 1981, hal.266). Azwar (2000, hal.5)

mengartikan validitas sebagai sejauh mana kecepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam

melakukan fungsi ukurnya. Isaac dan michael (1981, hal.120) menjelaskan bahwa informasi

validitas menunjukkan tingkat dari kemampuan tes untuk mencapai sasarannya. Dari

pengertian-pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa validitas menunjukkan

sebarapa nyata suatu pengujian mengukur apa yang seharusnya diukur. (Jogiyanto, 2014,

hal.146).

Uji Validitas yang dilakukan menggunakan Uji CFA (Confirmatory Factor Analysis)

dengan kriteria sebagai berikut:

KMO and Bartletts test 0,5

Analisi faktor (rules of thumb of loading factor score 0.4)

3.5.1.2 Uji Reliabilitas

Reliabilitas (reliability) suatu engukur menunjukkan stabilitas dan konsistens dari

suatu instrumen yang mngukur suatu konsep dan berguna untuk mengakses kebaikan dari

suatu pengukur (Sekaran, 2013, hal.203). Ghisell et al. (1981, hal.191) mendefinisikan

reliabilitas suatu pengukur sebagai seberapa besar variasi tidak sistematik dari penjelasan

23
kuantitatif dari kharakteristik-kharakteristik suatu individu jika individu yang sama diukur

beberapa kali. Isaac dan Michael (1981, hal. 123) mendefinisikan reliabilitas sebagi

konsistensi antara pengukuran-pengukuran secara berurutan. Dari definisi-definisi tersebut

maka dapat disimpulkan bahwa reliabilitas menunjukkan akurasi dan ketepatan dari

pengukurannya.

Kriteria yang digunakan dalam Uji Reliabilitas yaitu:

Cronbach Alpha 0,60

Cronbachs Alpha Cronbachs Alpha if item deleted

3.5.2 Uji Asumsi Klasik

Pengujian asumsi klasik bertujuan untuk mengetahui dan menguji kelayakan atas

model regresi yang digunakan untuk penelitian ini. Pengujian ini juga dimaksudkan untuk

memastikan bahwa di dalam model regresi yang digunakan tidak terdapat outlier,

multikolineritas, dan heteroskedastisitas serta untuk memastikan bahwa data yang dihasilkan

berdistribusi normal (Ghozali, 2006).

3.5.2.1 Uji Normalitas

Menurut Ghozali (2009; 147) uji normalitas bertujuan apakah dalam model regresi

variabel dependen (terikat) dan variabel independen (bebas) mempunyai kontribusi atau

tidak. Sedangkan menurut (Kuncoro, 2001) uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah

dalam sebuah model regresi, variabel dependen memiliki distribusi normal atau tidak.

Menurut Kuncoro (2001) Model regresi yang baik adalah data normal atau mendekati

normal. Caranya adalah dengan membandingkan distribusi komulatif dari data

sesungguhnya dengan distribusi komulatif dari distribusi normal. Data normal memiliki

bentuk seperti lonceng. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji

KolmogorovSmirnov dengan koreksi Lilliefors.

24
Pengambilan keputusan mengenai normalitas menggunakan metode Kolmogorof

Smirnof dengan kriteria sebagai berikut :

a. Jika asymp sig maka H0 diterima (data terdistribusi normal)

b. Jika asymp sig maka H0 ditolak ( data tidak terdistribusi normal)

3.5.2.2 Uji Outlier

Outlier adalah data yang terlihat sangat berbeda jauh dari observasi lain dan muncul

dalam bentuk nilai ekstrim (Ghozali, 2006). Uji outlier dilakukan dengan metode Z-score,

caranya dengan menkonversi nilai data kedalam score standardized. Hair (1998) dalam

Ghozali (2006:36) menyatakan bahwa untuk penelitian dengan sampel diatas 80 maka

standard score dinyatakan outlier jika diatas 3, sehinga data dengan score standardized

diatas 3 atau dibawah -3 perlu dihapus karna outlier.

Pengambilan keputusan mengenai outlier menggunakan metode Mahalanobis

Distance dengan kriteria sebagai berikut:

MAH_1 2

3.5.2.3 Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroksiditas beertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi

ketidaksamaan variance dari residual atau pengamatan kesatu pengamatan yang lain. Jika

variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut

homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik

adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2009:125)

Pengambilan keputusan mengenai heteroskedastisitas menggunakan metode Glejser

dengan kriteria sebagai berikut:

Asymp sig maka H0 diterima (data terbebas heteroskedastisitas)

Asymp sig maka H0 ditolak (data tidak terbebas heteroskedastisitas)

25
3.5.3 Pengujian Hipotesis

Teknis analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi

linier sederhana. Teknik analisis regresi linier sederhana bertujuan untuk menguji antara

variabel X terhadap variabel Y dan sekaligus untuk menentukan nilai ramalan atau

dugaannya. Variabel yang dipengaruhi disebut variabel dependen, sedangkan yang

mempengaruhi disebut variabel independen. (V. Wiratna Sujarweni, 2008:137). Teknik

analisis regresi linier sederhana dipilih karena peneliti hanya menguji 1 variabel independen

yang mempengaruhi 1 variabel dependen. Pengaruh tersebut dapat dinyatakan dalam betuk

persamaan linier, yaitu:

Y = + x

Dimana:

Y: Variabel terikat (dependent variable)

X: Variabel bebas (independent variable)

: Koefisien intercept, bila X=0, maka Y=

: Koefisien regresi, bila X bertambah atau berkurang sebesar 1 unit, maka Y akan

meningkat atau berkurang sebesar

26
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

Responden dalam penelitian ini berjumlah 50 responden dan peneliti

mengelompokan responden berdasarkan jenis kelamin. Hasil dapat dilihat pada tabel

dibawah ini

Tabel 4.1

Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis_kelamin

Frequency Percent

Valid pria 38 76.0

wanita 12 24.0

Total 50 100.0

Sumber: Data kuesioner yang telah diubah 2016

Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4.1 menunjukkan bahwa responden yang

memiliki jenis kelamin pria sebanyak 38 responden (76%), sedangkan responden yang

memiliki jenis kelamin wanita sebanyak 12 (24%). Jadi berdasarkan hasil pengujian diatas

jumlah responden yang paling banyak dalam penelitian ini adalah pria dengan

presentase sebesar 76%.

Peneliti selanjutnya mengelompokan responden berdasarkan umur. Tabel dibawah

ini menunjukan jumlah presentase berdasarkan umur yang menjadi responden dalam

penelitian ini.

27
Tabel 4.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

umur_responden

Frequency Percent

Valid 20-24 14 28.0

25-35 21 42.0

>35 15 30.0

Total 50 100.0

Sumber: Kuesioner yang telah diubah 2016

Berdasarkan hasil pegujian pada tabel 4.2 menunjukkan bahwa responden yang

memiliki umur 20 sampai dengan 24 tahun sebanyak 14 (28%), responden yang memiliki

umur 25 sampai dengan 35 tahun sebanyak 21 (42%), dan yang memiliki umur lebih dari 35

tahun sebanyak 15 (30%). Jadi berdasarkan hasil pengujian diatas jumlah responden

yang paling banyak berusia antara 25 sampai dengan 35 tahun dengan presentase sebesar

42%

Peneliti selanjutnya mengelompokan responden berdasarkan pendidikan terakhirnya.

Tabel dibawah ini menunjukan jumlah presentase berdasarkan pendidikan terakhir yang

menjadi responden dalam penelitian ini.

28
Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terkhir

pendidikan_terakhir

Frequency Percent

Valid sma 34 68.0

d3 3 6.0

s1 10 20.0

s2 3 6.0

Total 50 100.0

Sumber: kuesioner yang telah diubah 2016

Berdasarkan hasil pegujian pada tabel 4.3 menunjukkan bahwa responden yang

pendidikan terakhirnya SMA sebanyak 34 (68%) , responden yang pendidikan terakhirnya

D3 sebanyak 3 (6%), responden yang pendidikan terakhirnya S1 sebanyak 10 (20%) dan

yang pendidikan tereakhirnya S2 sebanyak 3 (6%). Jadi berdasarkan hasil pengujian diatas

jumlah responden yang pendidikan terakhirnya SMA merupakan responden terbanyak

dengan presentase 68% atau sebanyak 34 responden.

4.2 Hasil Pengujian Hipotesis dan Pembahasan Hasil Pengujian Hipotesis Penelitian

4.2.1 Uji Instrumen

Arikunto (2006:160) instrumen penelitian adalah alat yang digunakan oleh peneliti

dalam mengumpulkan data agar pekerjaan lebih mudah dan hasilnya lebih baik. Uji

instrumen terdiri atas Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

29
4.2.1.1 Uji Validitas

Menurut Jogiyanto (2014: 146) validitas menunjukkan sebarapa nyata suatu

pengujian mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji Validitas yang dilakukan dalam

penelitian ini menggunakan Uji CFA (Confirmatory Factor Analysis) dengan kriteria yaitu

KMO and Bartletts test 0,5 dan analisis faktor (rules of thumb of loading factor score

0.4)

Tabel 4.4

Hasil Uji Kecukupan Sampel

KMO and Bartletts Test

Keiser-Meyer-Oikin Measure of Sampling Adequacy 0.534

Sumber: Kuesioner yang telah diubah 2016

Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4.4 maka penelitian yang dilakukan dengan 50

responden memiliki kecukupan sampel yaitu KMO and Bartletts test dengan nilai 0.534

0,5

Tabel 4.5

Hasil Uji Validitas

Rotated Component Matrix

Variabel Factor Loading

Sosialisasi Sosialisasi 1 0.660

Sosialisasi 2 0,619

Sosialisasi 3 0,730

Sosialisasi 4 0,749

Kepatuhan = 1,2,3,4 Kepatuhan 1 0,765

Kepatuhan 2 0,766

Kepatuhan 3 0,679

30
Kepatuhan 4 0,683

Sumber : Kuesioner yang telah diubah 2016

Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4.5, variabel sosialisasi pajak yang terdiri

atas 7 pertanyaan tidak seluruhnya valid, hanya pertanyaan 1 dengan factor loading 0.660,

pertanyaan 2 dengan factor loading 0.619, pertanyaan 3 dengan factor loading 0.730 dan

pertanyaan 4 dengan factor loading 0,749 saja yang valid dan variabel kepatuhan wajib

pajak yang terdiri atas 5 pertanyaan hanya item pertanyaan 1 dengan factor loading 0.765,

pertanyaan 2 dengan factor loading 0.766, pertanyaan 3 dengan factor loading 0.679, dan

pertanyaan 4 dengan factor loading 0.683 saja yang valid.

4.2.1.2 Uji Reliabilitas

Reliabilitas (reliability) menurut Sekaran ( 2013: 203) merupakan suatu pengukur

yang menunjukkan stabilitas dan konsistensi dari suatu instrumen yang mengukur suatu

konsep dan berguna untuk mengakses kebaikan dari suatu pengukur (Sekaran, 2013,

hal.203). Kriteria yang digunakan dalam Uji Reliabilitas dalam penelitian ini yaitu

Cronbach Alpha 0,60 dan Cronbachs Alpha Cronbachs Alpha if item deleted.

Tabel 4.6

Hasil Uji Reliabilitas

Uraian Cronbachs Cronbachs

alpha () alpha if item


Variabel
deleted

Sosialisasi 1 0,639 0,601

2 0,598

31
3 0,525

4 0,547

Kepatuhan Wajib Pajak 1 0,692 0,615

2 0,606

3 0,642

4 0,654

Sumber: Kuesioner yang telah diubah 2016

Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4.6 keseluruhan indikator pertanyaan reliabel karena

memenuhi kriteria pertama dimana cronbach alpha 0,6 dimana Cronbachs alpha dari

variabel sosialisasi sebesar 0,639 dan Cronbach alpha dari variabel Kepatuhan Wajib Pajak

sebesar 0,692. Selain itu dari hasil pengujian diatas juga memenuhi kriteria yang kedua

yaitu Cronbachs Alpha Cronbachs Alpha if item deleted, dimana Cronbachs alpha if item

deleted dari variabel Sosialisasi pertama yaitu 0.601, sosialisasi kedua yaitu 0.598,

sosialisasi ketiga yaitu 0.525 dan sosialisasi keempat yaitu 0.547. Selain itu Cronbachs

alpha if item deleted dari variabel Kepatuhan Wajib Pajak yang pertama yaitu 0.615, dan

yang kedua yaitu 0.606, yang ketiga yaitu0.642 dan yang keempat yaitu 0,654.

4.2.1 Uji Asumsi Klasik

Pengujian asumsi klasik bertujuan untuk mengetahui dan menguji kelayakan atas

model regresi yang digunakan untuk penelitian ini. Pengujian ini juga dimaksudkan untuk

memastikan bahwa di dalam model regresi yang digunakan tidak terdapat outlier,

multikolineritas, dan heteroskedastisitas serta untuk memastikan bahwa data yang dihasilkan

berdistribusi normal (Ghozali, 2006).

32
4.2.1.1 Uji Normalitas

Menurut Ghozali (2009; 147) uji normalitas bertujuan apakah dalam model regresi

variabel dependen (terikat) dan variabel independen (bebas) mempunyai kontribusi atau

tidak. Pengambilan keputusan mengenai normalitas menggunakan metode Kolmogorof

Smirnof dengan kriteria apabila asymp sig maka data terdistribusi normal tetapi apabila

asymp sig maka data tidak terdistribusi normal.

Tabel 4.7

Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

Asymp. Sig (2-tailed) 0,133

Sumber: Kuesioner yang telah diubah 2016

Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4.7 data yang diolah terdistribusi normal karena nilai

dari asymp sig yaitu 0,133 0,05.

4.2.1.2 Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroksiditas beertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi

ketidaksamaan variance dari residual atau pengamatan kesatu pengamatan yang lain. Jika

variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut

homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik

adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2009:125)

Pengambilan keputusan mengenai heteroskedastisitas menggunakan metode Glejser

dengan kriteria apabila asymp sig maka data terbebas heteroskedastisitas sedangkan

apabila asymp sig maka data tidak terbebas heteroskedastisitas.

33
Tabel 4.8

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Coefficient

Sig 0,069

Sumber: Kuesioner yang telah diubah 2016

Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4.8 data yang diolah terbebas dari

heteroskedastisitas dimana asymp sig yaitu 0,069 0,05

4.2.1.3 Pengujian Hipotesis

Teknik analisis regresi linier sederhana bertujuan untuk menguji antara variabel X

terhadap variabel Y dan sekaligus untuk menentukan nilai ramalan atau dugaannya.

Variabel yang dipengaruhi disebut variabel dependen, sedangkan yang mempengaruhi

disebut variabel independen (V. Wiratna Sujarweni, 2008:137).

Tabel 4. 9

Hasil Pengujian Regresi Sederhana

Coefficients

Sig 0.013

Sumber: Kuesioner yang telah diubah 2016

Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4.19 nilai Sig yaitu 0,013 0,05 maka

terdapat pengaruh Sosialisasi terhadap Kepatuhan Wajib Pajak.

34
Tabel 4. 10

Hasil Uji Persamaan Regresi

Coefficients

Unstandardized Coefficients

Constant 15,458

Sosialisasi 0,200

Sumber: Kuesioner yang telah diubah 2016

Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4.10 didapat persamaan regresi sebagai

berikut:

Y = a + bX + e

Y = 15,458 + 0.200X + e

Dimana:

Y: Variabel terikat (Kepatuhan Wajib Pajak)

X: Variabel bebas (Sosialisasi Perpajakan)

a: 15,458, Artinya jika Sosialisasi Perpajakan sebesar 0 maka Kepatuhan Wajib

Pajak sebesar Rp 15.458

b: 0,200, Artinya jika Sosialisasi meningkat sebesar 1 satuan maka Kepatuhan Wajib

Pajak meningkat sebesar Rp 200

e = error

Tabel 4.11

Hasil Uji Pengaruh Regresi Sederhana

Model Summary

R square 0.122

35
Sumber : Kuesioner yang telah diubah 2016

Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4.11 terdapat pengaruh Sosialisasi

Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak sebesar 12,2 %, sedangkan sisanya

yaitu sebesar 87,8 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.

4.3 Perbandingan dengan Hasil Riset Empiris

Tabel 4.12

Perbandingan pengujian hipotesis dengan riset empiris

No Hipotesis Hasil Penelitian Keterangan

1. H1: terdapat pengaruh Terdapat pengaruh Mendukung penelitian

sosialisasi pajak terhadap sosialisasi pajak terhadap Rosalina Novitasari

kepatuhan wajib pajak kepatuhan wajib pajak (2014)

sebesar 12,2%

36
BAB V

PENUTUP

5.1. Simpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis apakah terdapat pengaruh

Sosialisasi perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Responden penelitian ini berjumlah

50 orang karyawan di Universitas Kristen Maranatha Bandung. Berdasarkan pada data yang

telah dikumpulkan dan pengujian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan

sebagai berikut:

1. Terdapat pengaruh sosialisasi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak sebesar 12,2%

5.2. Keterbatasan Penelitian

Dalam melakukan penelitian ini, para peneliti menemukan beberapa kesulitan yaitu:

1. Keterbatasan waktu peneliti yang sulit untuk disesuaikan antara satu dengan yang

lain.

2. Banyaknya responden yang menolak untuk mengisi kuesioner.

3. Batas waktu pengumpulan hasil yang sempit.

4. Keterbatasan keahlian dalam penggunaan SPSS.

5.3. Implikasi Penelitian

Implikasi penelitian terdiri atas implikasi teoritis, implikasi manajerial dan implikasi

metodologi.

5.3.1 Implikasi Teoritis

Berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Diani Widiastuti, Endang

Siti Astuti & Heru Susilo (2013) bahwa Peran sosialisasi sangat berpengaruh terhadap

kepatuhan wajib pajak, khususnya pada PKP di KPP Pratama Malang Utara. Penelitian

37
tersebut diperkuat dengan hasil penelitian yang baru dilakukan oleh peneliti ditahun 2016

dimana responden yang dipilih adalah karyawan yang bekerja di Universitas Kristen

Maranatha yang menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh sosialisasi pajak

terhadap kepatuhan wajib pajak sebesar 12,2%

5.3.2 Implikasi Manajerial

Menurut Samudera ( 2004 : 6 ) bahwa dalam melakukan sosialisasi perlu adanya

strategi dan metode yang tepat yang dapat diaplikasikan dengan baik yaitu publikasi,

kegiatan, pemberitahuan, keterlibatan komunitas, pencantuman identitas, dan pendekatan

pribadi. Namun, pada kenyataannya pemerintah belum melakukan segala metode yang

diperkirakan dapat meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak sehingga hal itu menyebabkan

jumlah masyarakat yang membayar pajak tidak seimbang dengan pertumbuhan

penduduknya atau peningkatan yang terjadi masih belum signifikan karena masyarakat

banyak yang belum merasakan strategi-strategi yang dilakukan oleh pemerintah melalui

Sosialisasi.

5.3.3 Implikasi Metodologi

Menurut Arikunto(2006), Instrument (kuesioner) yang baik harus memenuhi dua

persyaratan yaitu valid dan reliabel. Pernyataan tersebut sesuai dengan pengolahan data

yang kami lakukan, karena kami menggunakan metode pengumpulan dengan dengan

metode survei menggunakan kuesioner maka kami melakukan Uji Validitas dan Uji

Reliabilitas. Jadi, penyataan Arikunto relevan dengan pengujian yang kami lakukan. Selain

itu, menurut Damodar Gujarati (2006) agar model regresi tidak bias atau agar model regresi

BLUE (Best Linear Unbiased Estimator) maka perlu dilakukan uji asumsi klasik terlebih

dahulu dan penyataan itu relevan dengan pengujian yang kami lakukan.

38
5.4. Saran

Hasil penelitian menunjukan bahwa Sosialisasi perpajakan berpengaruh terhadap Kepatuhan

Wajib Pajak, maka peneliti akan memberikan beberapa saran, yaitu:

1. Bagi Peneliti

Bagi peneliti, penelitian ini berguna untuk menambah pengetahuan dan pengertian

peneliti khususnya mengenai pengaruh sosialisasi pajak terhadap kepatuhan wajib

pajak, selain itu juga sebagai sarana untuk menerapkan dan mengembangkan teori

yang sudah diterima selama masa pembelajaran terhadap praktek di lapangan.

2. Bagi Akademis

Bagi akademis berguna untuk menjadi bahan inventaris yang di kemudian hari

diharapkan dapat bermanfaat bagi akademisi yang membutuhkan referensi sebagai

bahan perbandingan yang diperlukan.

3. Bagi Pemerintah

Bagi pemerintah berguna sebagai masukan untuk melakukan pertimbangan dalam

usaha peningkatan kepatuhan wajib pajak yang salah satu alternatifnya melalui

sosialisasi pajak yang lebih dikembangka ke seluruh Indonesia karena dalam

penelitian ini sudah terbukti bahwa Sosialisasi perpajakan berpengaruh terhadap

Kepatuhan Wajib Pajak.

39
Daftar Pustaka

Azwar, Saifuddin. (2000). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Liberty

Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:


Rineka Cipta

Cooper, D. R., & Schindler, P.S. (2011). Bussines Research Method. New York: Mc
Graw-Hill McGraw Hill Companies,Icn

Ghozali, Imam. (2013). Aplikasi Analisis Multivatriat Dengan Program SPSS, Cetakan
Ketujuh. Semarang: Badan penerbit Universitas Diponegoro

Harryanto, Marisa dan Agus Arianto Toly. (2013). Pengaruh wajib Pajak, Kegiatan
Sosialisasi Perpajakan, Pemeriksaann Pajak terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan
di KPP Pratama Surabaya Sawahan. Tax dan Accounting Review. Vol .1.

Jogiyanto. (2013). Analisis & Desain Sistem Informasi : Pendekatan terstruktur teori dan
praktik Aplikasi bisnis. Andi Offset. Yogyakarta

Kuncoro, Mudrajat. (2001). Metode Kuantitatif: Teori dan Aplikasi untuk Bisnis dan
Ekonomi. Yogyakarta: UPP-AMP YPKN.

Mardiasmo. (2009). Perpajakan. Andi .Yogyakarta.

Mory, Septia. (2015). Pengaruh Pelayanan Fiskus, Sanksi Perpajakan, Sosialisasi


Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak dan Kondisi Keuangan terhadap Kepatuhan
Wajib Pajak.Jurnal. Universitas Maritim Raja Ali Haji

Novitasari, Rosalina (2014). Pengaruh Kesadaram Wajib Pajak, Sosialisasi Perpajakan,


Kualitas Pelayanan pada Kepatuhan Wajib Pajak di SAMSAT Semarang III. Jurnal.
Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Nurmantu, Safri.(2005). Pengantar Perpajakan. ed .3 . Jakarta : Granit.

Purwono, Herry. (2010). Dasar-dasar Perpajakan dan Akuntansi Pajak. Depok : Erlangga.

Resmi. (2009). Perpajakan: Teori dan Kasus. Salemba Empat. Jakarta.

Sekaran, Uma & Roger Bougie.( 2013). Research Mrthods for Bussiness: A Skill Building
Approach. Sixth Edition. United Kingdom : John Wiky & Sons Ltd.

Sujarweni, V . Wiratni.( 2014). Meteologi Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Baru Press.

Suliyanto. (2005). Metode Riset Bisnis. Bandung: Alpabeta.

Universitas Kristen Maranatha, (2014). Panduan Penyusunan dan Penulisan Tugas Akhir.
Bandung.

40
Wibisono, Dermawan. (2000). Riset Bisnis. BPFE. Yogyakarta.

Winerungan, Oktavia Lidya. (2013). Sosialisasi Perpajakan, Pelayanan Fiskus dan Sanksi
Perpajakan terhadap Kepatuhan WPOP di KPP Manado dan KPP Bitung. Jurnal.
Universitas Sam Ratulangi Manado.

41
Lampiran 1: Kuesioner Penelitian

DAFTAR PERTANYAAN KUESIONER


A. Pertanyaan Umum
Beri tanda ( x ) atau ( ) pada identitas Bapak/Ibu/saudara

1. Nama :
2. Jenis akaelamin : Pria Wanita
3. Umur Respoden : 20-24 25-35 35
4. Pendidikan Terakhir : SD SMP SMA
D3 S1 S2
S3 Lainnya:....

B. Penyataan Penelitian
Data pada bagian ini akan diperlukan untuk keperluan analisis. Pernyataan

dibawah ini untuk mengetahui pendapat anda tentang pengaruh sosialisasi perajakan

terhadap kepatuhan wajib pajak. Pada setiap pertanyaan telah disediakan bagian lima

poin skala disampingnya dengan keterangan sebagai berikut:

5 = Sangat Setuju (SS)

4 = Setuju (S)

3 = Netral (N)

2 = Tidak Setuju (TS)

1 = Sangat Tidak Setuju (STS)

Anda diminta untuk memberikan jawaban yang tersedia disamping pertanyaan sesuai

dengan jawaban/keadaan anda dengan cara memberi tanda cheklist ().

42
Pertanyaan Yang Berhubungan Dengan Sosialisasi Perpajakan (X1)

Pernyataan SS S N TS STS
1. Pemerintah dan kantor pelayanan pajak
mensosialisasikan pajak melalui media cetak dan
elektronik
2. Pemerintah dan kantor pelayanan pajak
melakukan kegiatan olah raga dalam upaya
peningkatan kesadaran membayar pajak
3. Sosialisasi pajak dilakukan dengan mengadakan
kegiatan seminar dan penyuluhan pada saat libur
nasional
4. Pemberitaan mengenai informasi pajak dapat
membuat wajib pajak ingin membayar pajak
5. Pemerintah dan kantor pelayanan pajak
melakukan pendekatan kepada masyarakat
6. Pemerintah dan antor pelayanan pajak
mensosialisasikan pajak melalui logo
7. Pegawai pajak melakukan pendekatan terhadap
Wajib pajak

Pertanyaan Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Wajib Pajak (Y)


Pernyataan SS S N TS STS
1. Saya selalu tepat waktu dalam membayar pajak
2. Saya selalu tepat waktu dalam melaporkan SPT
pada kantor pajak
3. Saya melakukan pengisian SPT dengan jujur dan
lengkap sesuai dengan aturan yang berlaku
4. Saya tidak memiliki tunggakan pada kantor
pajak
5. Saya tidak pernah di pidana karena masalah
pembayaran pajak

43
Lampiran 2: Hasil Pengolahan SPSS

Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis_kelamin

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid pria 38 76.0 76.0 76.0
wanita 12 24.0 24.0 100.0
Total 50 100.0 100.0

Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

umur_responden
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid 20-24 14 28.0 28.0 28.0
25-35 21 42.0 42.0 70.0
>35 15 30.0 30.0 100.0
Total 50 100.0 100.0

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terkhir

pendidikan_terakhir
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid sma 34 68.0 68.0 68.0
d3 3 6.0 6.0 74.0
s1 10 20.0 20.0 94.0
s2 3 6.0 6.0 100.0
Total 50 100.0 100.0

44
Hasil Uji Kecukupan Sampel

KMO and Bartlett's Test


Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling
.534
Adequacy.
Bartlett's Test of Approx. Chi-Square 85.250
Sphericity df 28
Sig. .000

Hasil Uji Validitas

Rotated Component Matrixa


Component
1 2
s1 .660
s2 .619
s3 .730
s4 .749
k1 .765
k2 .766
k3 .679
k4 .683

Hasil Uji Reliabilitas

- Sosialisasi

Item-Total Statistics
Scale Corrected Cronbach's
Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted
s1 10.28 5.063 .391 .601
s2 11.58 3.759 .397 .598
s3 11.18 3.579 .479 .525
s4 10.34 4.392 .460 .547

45
-Kepatuhan

Item-Total Statistics
Scale Corrected Cronbach's
Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted
k1 12.34 2.515 .514 .615
k2 12.34 2.351 .515 .606
k3 12.22 2.502 .455 .642
k4 12.30 1.847 .478 .654

Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardiz
ed Residual
N 50
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation 1.90862752
Most Extreme Absolute .165
Differences Positive .108
Negative -.165
Kolmogorov-Smirnov Z 1.165
Asymp. Sig. (2-tailed) .133

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 3.294 1.070 3.078 .003
Total_s -.135 .073 -.259 -1.857 .069
a. Dependent Variable: ABS

46
Hasil Pengujian Regresi Sederhana

Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 15.488 2.076 7.460 .000
TOTALAS .200 .077 .350 2.586 .013
a. Dependent Variable: TOTALK

Hasil Uji Persamaan Regresi

Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 15.488 2.076 7.460 .000
TOTALAS .200 .077 .350 2.586 .013
a. Dependent Variable: TOTALK

Hasil Uji Pengaruh Regresi Sederhana

Model Summaryb
Adjusted R Std. Error of
Model R R Square Square the Estimate
1 .350a .122 .104 2.13810
a. Predictors: (Constant), TOTALAS
b. Dependent Variable: TOTALK

47
Lampiran 3: Profil Penulis
Data Pribadi
Nama :
Nrp :
Tempat, Tanggal lahir :
Alamat :
E-mail :

48
Data Pribadi
Nama :
Nrp :
Tempat, Tanggal lahir :
Alamat :
E-mail :

49
Data Pribadi
Nama : Venska Ruby Aulia
Nrp : 1451133
Tempat, Tanggal lahir : Bandung, 20 Maret 1996
Alamat : Griya Cempaka Arum I1 No 71. Bandung, 40613.
Nomor Telepon : 085624585814
E-mail : venskarubya@yahoo.co.id

Data Pendidikan Formal


2002 2008 SDN Cempaka Arum, Bandung
2008 2011 SMPN 28, Bandung
2011 2014 SMAN 25, Bandung
2014 Sekarang Universitas Kristen Maranatha (Ekonomi/Akuntansi)

50