Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan
hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul Pengolahan Tebu.

Pada makalah ini kami banyak mengambil dari berbagai sumber dan refrensi dan pengarahan dari
berbagai pihak .oleh sebab itu, dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih sebesar-sebesarnya
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini sangat jauh dari sempurna, untuk itu kami
sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata penyusun mengucapkan terima kasih dan semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk
semua pihak yang membaca

Medan, 31 Mei 2017

Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................................ 1
I.1 Latar Belakang .................................................................................................................... 1
I.2 Rumusan Masalah............................................................................................................... 1
I.3 Tujuan ................................................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ......................................................................................................... 2
A. Pengolahan Tebu......................................................................................................... 2
B. Komposisi Kimia Tebu ............................................................................................... 3
C. Metode Penentuan Analisis Tebu ............................................................................... 4
BAB III PENUTUP ................................................................................................................. 5
A. Kesimpulan ................................................................................................................. 5
B. Saran ........................................................................................................................... 5
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 6
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Tebu (bahasa Inggris: sugar cane) adalah tanaman yang ditanam untuk bahan
bakugula dan vetsin. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih
1 tahun. Di Indonesia tebu banyak dibudidayakan di pulau Jawa dan Sumatra. Untuk
pembuatan gula, batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press)
di pabrik gula.
Tebu termasuk keluarga Graminae atau rumput-rumputan dan berkembang biak di daerah
beriklim udara sedang sampai panas. Gula putih adalah salah satu hasil dari pengolahan batang
tumbuhan tebu. Tinggi tanaman tebu berkisar 2 - 4 meter (Prasetyono, 2012). Tebu terutama
bermanfaat untuk rehidrasi karena tebu tidak hanya mendinginkan tubuh tetapi juga
meningkatkan energi tubuh dalam bentuk Protein dan Karbohidrat. Nutrisi dalam Tebu
menguntungkan terhadap organ dalam tubuh seperti ginjal, jantung, otak dan organ kelamin
(McCaffrey, 2011).
I.2 Rumusan Masalah
Bagaimanakah Proses Pengolahan Tebu?
Apa saja Kandungan Kimia yang Terdapat pada Tanaman Tebu?
Apakah Metode yang digunakan dalam Penentuan Analisis Tebu?

I.3 Tujuan
Adapun Tujuan dalam Pembuatan Makalah ini yaitu, untuk mengetahui Proses
Pengolahan Tebu, Kandungan Kimia yang terdapat Pada Tanaman Tebu Serta Metode
yang digunakan dalam Analisis Tebu
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGOLAHAN TEBU
Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong
tebu. Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu, kemudian baru dibawa kepabrik untuk
diproses menjadi gula. Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari
penanaman tebu, proses ektrasi, pembersihan kotoran, penguapan, kritalisasi, afinasi,
karbonasi, penghilangan warna, dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan
konsumen.
1. Ekstraksi
Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Caranya
dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu
dengan cairannya. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler.

2. Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming)


Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan
mengendapkan sebanyak mungkin kotoran , kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali
ke lahan. Proses ini dinamakan liming.

3. Penguapan (Evaporasi)
Setelah mengalami proses liming, proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus
menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). Terkadang
sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa
adanya pembersihan lagi.

4. Pendidihan/ Kristalisasi
Pada tahap akhir pengolahan, sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar
untuk dididihkan. Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan
kristal gula tercapai. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal
ke dalam sirup. Sekali kristal terbentuk, kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk
(mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya, bisa
diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar.
Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan.
5. Pemisahan kristal gula dan molasses
Bila satu siklus proses masak pembesaran kristal telah selesai,massecuite darivacuum
pans kristalisasi dituangkan kedalam strike receiver sambil melanjutkan pertumbuhannya.
Kristal gula dipisahkan dari molasses menggunakan sebuah basket berlubang yang diputar
sampai pada kecepatan tertentu sehingga molasses terlepas dari kristal gula akibat gaya
sentrifugal(centrifugalsmachine). Pemisahan "A" massecuite menggunakan batch
centrifugals menghasilkan kristal gula SHS (produk) dan "A" moolasses. Pemisahan
"B" massecuite menggunakan continuous centrifugals menghasilkan gula "B" dan "B"
molasses, pemisahan "C" massecuite menggunakan continuous centrifugals menghasilkan
gula "C" dan final molasses.

6. Penanganan dan pengemasan produk


Setelah proses pemisahan kristal gula produk (SHS) dikondisikan melalui sebuah
unit fluidized bed vibrating cooler dengan maksud untuk menurunkan tingkat kelembaban
serta meningkatkan kualitas penyimpanan, kemudian dilakukan pemilahan ukuran butiran
menggunakan vibrating screen. Kristal gula kemudian ditampung dalam sugar bin untuk
selanjutnya dilakukan penimbangan dan pengemasan. Sensor pengirim sinyal bobot pada
timbangan digunakan jenis load cell. Untuk menjamin keakuratan berat kristal dalam
kemasan, mekanisme kerja mesin timbangan dan pengemasan bekerja secara integral yang
dikendalikan secara otomatis. Setiap informasi penyimpangan terekam dan secara otomatis
sistem memberi peringatan.

B. KOMPOSISI KIMIA TEBU

KOMPONEN PERSENTASE (%)


Air 73- 76
Serat ampas 11- 16
Zat kering terlarut 10- 16
Komposisi zat kering terlarut:
Sukrosa 70-86
Glukosa 2-4
Fruktosa 2-4
Garam organik bebas 0,5-2,5
Zat- zat lain 0- 10
C. METODE PENENTUAN ANALISIS TEBU

Air tebu mengandung banyak vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Air tebu kaya
akan fosfor, zat besi, kalsium, kalium, dan magnesium. Penelitian sebelumnya telah
menunjukkan bahwa mengkonsumsi air tebu dapat membantu memulihkan kehilangan vitamin
yang terjadi akibat gangguan demam (Anonim, 2012). Mineral alami dan vitamin terdapat
dalam air tebu sangat berharga seperti Fosfor, Kalsium, Besi, Magnesium dan Kalium. Air tebu
bersifat alkalis sehingga bermanfaat untuk melawan penyakit kanker. Studi telah menunjukkan
bahwa tebu telah terbukti secara efektif melawan sel kanker prostat dan kanker payudara
(McCaffrey, 2011).
Penetapan kadar kandungan pada air tebu masih jarang dilakukan sehingga dilakukan
dalam skala laboratorium menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (AAS).
Spektrometri serapan atom merupakan metode analisis kuantitatif logam yang paling
banyak digunakan (0,1 sampai 100 ppm) dengan ketelitian relatif 0,5 sampai 2%.
Spektrofotometri digunakan terutama untuk penetapan kandungan metal, alkali, dan alkali
tanah. Penetapan yang paling banyak dilakukan adalah penetapan Ca, Na, K, dan Mg (Fifield,
1983). Selain itu, Metode spektrofotometri serapan atom adalah salah satu metode yang
selektif, sensitif, mudah, dan cepat untuk analisis kandungan logam dan mineral (Haswell,
1991).
Analisis kuantitatif merupakan penetapan banyaknya suatu zat tertentu yang ada dalam
suatu sampel. Spektrofotometri serapan atom merupakan salah satu metode analisis kuantitatif
yang sering digunakan. Segi utama dari spektrometri serapan atom yaitu kepekaan dimana
batas konsentrasi sebesar sekian bagian per juta atau milyar (Day dan Underwood, 1986).
Prinsip dari spektrometri serapan atom yaitu absorpsi dari radiasi elektromagnetik dalam
daerah visible dan ultraviolet dari spektrum atom yang menghasilkan perubahan dalam struktur
elektron (Fifield, 1983).
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Tebu (bahasa Inggris: sugar cane) adalah tanaman yang ditanam untuk bahan
baku gula dan vetsin. Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah beriklim tropis. Tanaman ini
termasuk jenis rumput-rumputan. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai
kurang lebih 1 tahun. Di Indonesia tebu banyak dibudidayakan di pulau Jawa dan Sumatra. Untuk
pembuatan gula, batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) di
pabrik gula. Sesudah itu, nira atau air perasan tebu tersebut disaring, dimasak, dan diputihkan
sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal. Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan
gula 5%, ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air.
Daun tebu yang kering (dalam bahasa Jawa, dadhok) adalah biomassa yang mempunyai
nilai kalori cukup tinggi. Ibu-ibu di pedesaan sering memakai dadhok itu sebagai bahan bakar
untuk memasak; selain menghemat minyak tanah yang makin mahal, bahan bakar ini juga cepat
panas. Dalam konversi energi pabrik gula, daun tebu dan juga ampas batang tebu digunakan untuk
bahan bakar boiler, yang uapnya digunakan untuk proses produksi dan pembangkit listrik. Di
beberapa daerah air perasan tebu sering dijadikan minuman segar pelepas lelah, air perasan tebu
cukup baik bagi kesehatan tubuh karena dapat menambah glukosa. salah satu tempat yang menjual
es tebu yatu di seputaran Jember.

B. SARAN
Dalam penyelesaian makalah ini penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan maka penulis mengharapkan kirik dan saran dari pembaca guna perbaikan untuk kali
yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA

Irvine, James E. (1977). Mead-Chen, Cane Sugar Handbook, Tenth Edition, John Wiley & Sons
Murry, C.R. & Holt, J.E. (1967). The Mechanic of Crushing Sugar Cane, Elsevier.

Sastrowijoyo.1998.Klasifikasi Tebu, (online), (http://arluki.wordpress.com)


https://digilib.unila.ac.id/255/3/BAB%20I.pdf
https://id.wikipedia.org/wiki/Tebu

http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/45109/Chapter%20I.pdf