Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) adalah bentuk pelayanan
dan tanggung jawab langsung profesi apoteker dalam pekerjaan kefarmasian
untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Pelayanan kefarmasian
menggambarkan adanya interaksi antara apoteker dengan pasien dan rekan
sejawat lainnya seperti dokter dan perawat. Berdasarkan Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia No. 73 Tahun 2016, bentuk interaksi antara
apoteker dengan pasien tersebut antara lain adalah melaksanakan pemberian
informasi obat, monitoring penggunaan obat untuk memastikan tujuan terapi
dapat dicapai dan proses terapi yang terdokumentasi dengan baik. Adanya
interaksi yang baik ini dapat menghindari terjadinya kesalahan dalam pengobatan.
Apoteker juga dapat memberikan konseling bagi pasien untuk meningkatkan
pemahaman pasien terhadap terapi yang dijalaninya . Peningkatan pemahaman ini
diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi yang sedang
dijalaninya.
Apoteker sebagai penanggung jawab sebuah apotek memiliki peranan
yang besar dalam menjalankan fungsi apotek berdasarkan nilai bisnis maupun
fungsi sosial, terutama dalam upaya meningkatkan kesehatan dan sebagai
penyalur perbekalan farmasi kepada masyarakat. Pelayanan Kefarmasian di
Apotek meliputi 2 (dua) kegiatan, yaitu kegiatan yang bersifat manajerial berupa
pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai dan
pelayanan farmasi klinik (Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 2016).
Apoteker dituntut untuk dapat menyelaraskan kedua fungsi tersebut. Kunjungan
masyarakat ke apotek kini tak sekedar membeli obat, namun untuk mendapatkan
informasi legkap tentang obat yang diterimanya.
Kesiapan institusi pendidikan dalam menyediakan sumber daya manusia
yang berkualitas dan mempunyai kompetensi menjadi faktor penting dalam
melahirkan apoteker masa depan yang profesional dan berwawasan serta
keterampilan yang cukup. Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Apotek

1
Kimia Farma merupakan perwujudan nyata dari Program Profesi Apoteker
Fakultas Farmasi dan Sains Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka yang
bekerjasama dengan PT. Kimia Farma Apotek untuk mempersiapkan apoteker
masa depan yang kompeten di bidangnya.

B. Tujuan
Tujuan pelaksanaan kegiatan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di
Kimia Farma adalah :
1. Memahami tugas, fungsi dan peranan Apoteker Pengelola Apotek disuatu
apotek.
2. Memahami tata cara pengelolaan suatu apotek
3. Memperoleh pengetahuan mengenai pelayanan kefarmasian di apotek

C. Manfaat
Manfaat pelaksanaan kegiatan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di
Kimia Farma yaitu, memperoleh pengetahuan dan pengalaman kerja yang sangat
bermanfaat bagi calon Apoteker dalam bidang pelayanan kefarmasian terutama
bidang apotek.

2
BAB II
TINJAUAN TEMPAT PKPA

A. PT. KIMIA FARMA APOTEK


1. Sejarah PT. Kimia Farma Apotek
Kimia Farma adalah perusahaan industri farmasi pertama di Indonesia
yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1817. Nama perusahaan ini
pada awalnya adalah NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. Berdasarkan
kebijaksanaan nasionalisasi atas eks perusahaan Belanda di masa awal
kemerdekaan, pada tahun 1958, Pemerintah Republik Indonesia melakukan
peleburan sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF (Perusahaan Negara
Farmasi) Bhinneka Kimia Farma. Kemudian pada tanggal 16 Agustus 1971,
bentuk badan hukum PNF diubah menjadi Perseroan Terbatas, sehingga nama
perusahaan berubah menjadi PT Kimia Farma (Persero).
PT. Kimia Farma Apotek (KFA) adalah anak perusahaan dari PT. Kimia
Farma (Persero) Tbk. PT. Kimia Farma Apotek didirikan pada tanggal 4 Januari
2003, dengan tujuan untuk mengelola apotek-apotek milik perusahaan yang ada,
dalam upaya meningkatkan kontribusi penjualan untuk memperbesar penjualan
konsolidasi PT. Kimia Farma (Persero) Tbk.
PT. Kimia Farma Apotek membawahi Apotek Pelayanan Kimia Farma,
wilayah usahanya terbagi menjadi 50 wilayah Unit Bisnis yang menaungi
sejumlah 800 Apotek pada September 2016 yang tersebar di seluruh Indonesia.
Tiap-tiap Unit Bisnis (Business manager) membawahi sejumlah Apotek pelayanan
yang berada di wilayah usahanya.
Apotek Pelayanan Kimia Farma dalam melakukan kegiatannya selain
melayani resep dokter juga melengkapinya dengan swalayan farmasi atau Hand
Verkoop (HV) yang berisi obat-obat bebas dan bahan-bahan kebutuhan sehari-
hari.
2. Visi dan Misi PT. Kimia Farma Apotek
a. Visi
Menjadi perusahaan Healthcare pilihan utama yang terintegrasi dan menghasilkan
nilai yang berkesinambungan.

3
b. Misi
Menghasilkan pertumbuhan nilai perusahaan melalui :
1. Melakukan aktivitas usaha di bidang-bidang industri kimia dan farmasi,
perdagangan dan jaringan distribusi, retail farmasi dan layanan kesehatan serta
optimalisasi aset
2. Mengelola perusahaan secara Good Corporate Governance dan operational
excellence didukung oleh SDM profesional
3. Memberikan nilai tambah dan manfaat bagi seluruh stakeholder

3. Budaya Perusahaan
Perseroan telah menetapkan budaya perusahaan yang merupakan nilai-nilai inti
Perseroan (corporate values) yaitu I C A R E yang menjadi acuan/pedoman bagi
Perseroan dalam menjalankan usahanya, untuk berkarya meningkatkan kualitas
hidup dan kesehatan masyarakat. Berikut adalah budaya perusahaan (corporate
culture) perseroan :
Innovative = Budaya berpikir out of the box, smart dan kreatif untuk
membangun produk unggulan
Customer First = Mengutamakan pelanggan sebagai miitra kerja
Accountable = Dengan senantiasa bertanggung jawab atas amanah yang
dipercayakan oleh perusahaan dengan memegang teguh profesialisme,
integritas dan kerja sama
Responsible = Memiliki tanggung jawab pribadi untuk bekerja tepat
waktu, tepat sasaran dan dapat diandalkan, serta senantiasa berusaha untuk
tegar dan bijaksana dalam menghadapi setiap masalah
Eco-Friendly = Menciptakan dan menyediakan baik produk maupun jasa
layanan yang ramah lingkungan

4. Struktur Organisasi
PT. Kimia Farma Apotek dipimpin oleh seorang Direktur Utama yang
membawahi Direktur Operasional, Direktur Keuangan, serta Direktur Umum dan
SDM yang masing-masing membawahi fungsi departemen. Direktur Operasional
membawahi Manager Logistik dan Merchandise, Manager Servis dan Kontrol,

4
serta Manager Bisnis, sedangkan Direktur Keuangan membawahi Manager
Akuntansi serta Manajer Informasi dan Teknologi.
5. Kegiatan PT. Kimia Farma Apotek
Munculnya apotek-apotek baru mengakibatkan persaingan apotek semakin
ketat. Untuk menghadapi tantangan tersebut, maka Kimia Farma melakukan
grouping antar Apotek Kimia Farma, yaitu Apotek Administrator yang sekarang
disebut Bisnis Manager (BM) dan Apotek Pelayanan. Bisnis Managermem bawahi
beberapa Apotek Pelayanan yang berada dalam suatu wilayah.
Bisnis Manager (BM) bertugas melaksanakan kegiatan administrasi yang
mengkoordinasikan aktifitas administrasi beberapa apotek pelayanan dalam satu
group daerah, disamping melaksanakan fungsi pelayanan apotek secara umum.
Selain itu, Bisnis Manager (BM) melaksanakan kegiatan pengadaan dan
penyimpanan barang, serta pendistribusian barang dan juga pengumpulan data
kegiatan untuk semua apotek dalam group daerahnya. Dengan adanya Bisnis
Manager (BM) ini maka dapat ditingkatkan efisiensi modal kerja, pengadaan dan
kelengkapan barang serta pengumpulan data apotek pelayanan secara terpadu.
Sedangkan apotek pelayanan hanya melaksanakan fungsi pelayanan. Pada apotek
pelayanan tidak dilakukan pembelian barang ke PBF, namun barang diperoleh dari
Apotek Bisnis Manager sehingga kegiatannya terfokus pada pelayanan.
Dengan adanya konsep BM diharapkan pengelolaan aset dan keuangan
dari apotek dalam satu area menjadi lebih efektif dan efisien, demikian juga
kemudahan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut antisipasi dan
penyelesaian masalah. Secara umum keuntungan yang diperoleh melalui konsep
BM adalah :
a. Koordinasi modal kerja menjadi lebih mudah.
b. Apotek pelayanan akan lebih fokus pada kualitas pelayanan, sehingga mutu
pelayanan akan meningkat yang diharapkan akan berdampak pada peningkatan
penjualan.
c. Merasionalkan jumlah SDM terutama tenaga administrasi yang diharapkan
berimbas pada efisiensi biaya administrasi.

5
d. Meningkatkan bargaining dengan pemasok untuk memperoleh sumber barang
dagangan yang lebih murah, dengan maksud agar dapat memperbesar range
margin atau HPP rendah.
Wilayah JABODETABEK memiliki lima bisnis manajer yaitu :
a. Bisnis Manager Jaya I, membawahi wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat
dengan BM (Bisnis Manager) satu lokasi di Apotek Kimia Farma No. 42,
Kebayoran Baru.
b. Bisnis manager Jaya II, membawahi wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara,
Jakarta Timur dan Bekasi dengan BM satu lokasi di Apotek Kimia Farma No. 48
Matraman.
c. Bisnis Manager Bogor, membawahi wilayah Bogor, Depok, dan Sukabumi
dengan BM satu lokasi di Apotek Kimia Farma No.7 Bogor.
d. Bisnis Manager Tangerang membawahi wilayah Provinsi Banten dengan BM
satu lokasi di Apotek Kimia Farma No. 95 BSD.
e. Bisnis Manager Rumah Sakit di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
B. Apotek Kimia Farma no. 193 Utan Kayu
1. Pendahuluan
Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu merupakan salah satu apotek
pelayanan dari PT. Kimia Farma Apotek yang tergabung dalam Unit Bisnis
Manager (BM) Jaya II yang saat ini berada di Pondok bambu . Jam operasional
Apotek terbagi menjadi 2 shift yaitu pagi (08.00-15.00)dan siang (15.00-21.00).
2. Lokasi dan Tata ruang Apotek
Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu terletak di Jalan Utan Kayu
Raya No. 105 B kelurahan Utan Kayu Utara , Kecamatan Matraman Jakarta
Timur . Apotek ini terletak dipinggir jalan yang dilalui oleh angkutan umum dan
merupakan jalan dua arah yang ramai. Apotek terletak di suatu bangunan yang
terdapat tempat praktek bersama beberapa dokter spesialis dan dokter umum.
Tata ruang apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu dibuat sesuai dengan
desain standar yang ditetapkan oleh PT. Kimia Farma Apotek dalama menjalankan
strategi pemasarannya. Susunan tata ruang terdiri swalayan farmasi, tempat
penerimaan resep dan penyerahan obat, kasir, meja apoteker, ruang tunggu pasien
dan tempat peracikan.

6
3. Struktur Organisasi
Untuk mendukung manajemen apotek agar dapat berjalan dengan baik,
maka diperlukan suatu struktur organisasi yang baik pula. Struktur organisasi
yang baik haruslah menempatkan seseorang pada fungsi pimpinan dan setiap
karyawan harus mengetahui tugas, wewenang dan tanggung jawabnya.
Struktur organisasi Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu berpedoman
pada susunan organisasi yang telah ditetapkan oleh Direksi PT. Kimia Farma
Pusat. Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu dipimpin oleh Apoteker
Pengelola Apotek (APA) yang bertanggung jawab kepada seluruh rangkaian
kegiatan pengelolaan apotek. Bentuk struktur organisasi di Apotek Kimia Farma
No. 193 Utan Kayu dapat dilihat pada lampiran . Tugas dan tanggung jawab dari
masing-masing karyawan Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu adalah
sebagai berikut:
a. Apoteker Pengelola Apotek (APA)
Apoteker Pengelola Apotek bertanggung jawab secara langsung kepada Manager
Bisnis Jaya II PT. Kimia Farma Apotek. Selain bertugas sebagai manager apotek
pelayanan, tugas pokok Apoteker Pengelola Apotek adalah:
1) Menyusun dan mengelola penerapan rencana kerja dan anggaran Apotek, untuk
memastikan rencana kerja dan anggaran tersebut sesuai dengan arahan dan
kebijakan Area (Unit Bisnis).
2) Mengelola dan mengendalikan kegiatan operasional bisnis apotek untuk
memastikan kegiatan operasional apotek berjalan sesuai prosedur dan ketentuan
perusahaan yang berlaku.
3) Melaksanakan peran sebagai profesi kefarmasian dalam memberikan
pharmaceutical care dan konseling kepada pelanggan, untuk memastikan layanan
profesi tersebut sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
4) Merencanakan dan mengelola merchandising, untuk memastikan penataan
produk dan ketersediaan barang di apotek dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.
5) Mengelola kegiatan pemasaran Apotek (melalui marketing promotion), untuk
memastikan tingkat pengenalan dan pemahaman terhadap produk dan layanan
Apotek kepada pelanggan.

7
6) Mengelola kegiatan pengembangan usaha Apotek (melalui penambahan dan
pengembangan pelanggan serta kerjasama dengan pihak luar), untuk memastikan
pencapaian target penjualan dan pelayanan yang telah ditetapkan.
7) Mengelola dan memantau kegiatan pemberian layanan kepada pelanggan di
Apotek, untuk memastikan tingkat layanan yang memuaskan bagi pelanggan dan
sesuai dengan standar Good Pharmacy Practice.
8) Mengkoordinasikan dan mengelola kegiatan pemilihan produk layanan di
Apotek, untuk memastikan pemenuhan kebutuhan pelanggan secara optimal.
9) Mengelola kegiatan perencanaan pengadaan dan pengendalian persediaan di
Apotek, untuk memastikan tingkat ketersediaan produk di Apotek secara optimal.
10) Mengelola kegiatan pemberdayaan dan peningkatan potensi karyawan di
Apotek, untuk memastikan tercapainya produktivitas karyawan yang optimal di
Apotek.
b. Asisten Apoteker
Asisten Apoteker bertanggung jawab langsung kepada APA. Tugas pokok Asisten
Apoteker adalah :
1) Mengatur dan meyusun penyimpanan obat dan perbekalan farmasi lainnya di
ruang peracikan berdasarkan jenis dan sifat barang yang disusun secara alfabetis
dan berurutan serta mencatat keluar masuknya barang di kartu stok.
2) Menerima resep dan memeriksa keabsahan serta kelengkapan resep
3) Memeriksa ketersediaan obat dan perbekalan farmasi lainnya berdasarkan resep
yang diterima.
4) Memberi harga pada setiap resep dokter yang masuk dan penjualan bebas.
5) Melayani dan meracik obat sesuai dengan resep termasuk perhitungan dosis
obat racikan, penimbangan bahan, dan penyiapan obat serta pengemasan dan
pemberian etiket pada resep yang di layani.
6) Membuat salinan resep untuk obat-obat yang perlu diulang dan obat yang baru
diserahkan sebagian atas permintaan pasien serta membuat kuitansi jika
diperlukan.
7) Memeriksa kebenaran obat yang akan diserahkan pada pasien meliputi: nama
pasien, nomor resep, jumlah obat, bentuk sediaan, aturan pakai obat, dan salinan
resep.

8
8) Menyerahkan obat kepada pasien dan memberikan informasi mengenai cara
penggunaan obat atau informasi seperti aturan pakai, terutama untuk obat dengan
aturan pakai khusus seperti antibiotik, serta mencatat alamat dan nomor telepon
pasien.
9) Melakukan stock opname barang dagangan.
10) Membuat Bon Permintaan Barang Apotek (BPBA).

4. Kegiatan Apotek
Sebagai apotek pelayanan, kegiatan utama yang dilakukan di Apotek
Kimia Farma No. 193 Utan Kayu ini meliputi kegiatan kefarmasian baik yang
bersifat teknis seperti pelayanan maupun non teknis seperti administrasi. Kegiatan
teknis kefarmasian berhubungan dengan pengelolaan perbekalan farmasi yang
meliputi pengadaan barang, penyimpanan, penjualan obat dan alat kesehatan,
pengelolaan obat golongan narkotika dan psikotropika serta pemberian informasi
obat.
a. Kegiatan Teknis Kefarmasian
Kegiatan ini berhubungan langsung dengan pengolaan perbekalan farmasi
(yaitu obat, bahan obat, kosmetika dan alat-alat kesehatan) yang meliputi
pengadaan barang, penyimpanan, peracikan dan penjualan.
1) Pengadaan barang
Pengadaan barang baik berupa obat dan perbekalan farmasi lainnya dilakukan
oleh asisten apoteker sesuai dengan perencanaan yang dibuat oleh Apoteker
Pengelola Apotek dengan pertimbangan faktor ekonomi dan kebutuhan dari
konsumen. Pengadaan barang menggunakan sistem online yaitu DC (Distribution
Center) dan BPBA (Bon Permintaan Barang Apotek). Permintaan barang
dilakukan dengan mentransfer Bon Permintaan Barang Apotek (BPBA) melalui
Kimia Farma Information System (KIS) ke bagian pengadaan Bisnis Manager.
2) Penerimaan barang
Setelah barang dipesan, barang datang dan diterima serta diperiksa oleh petugas
penerimaan barang di gudang BM. Pemeriksaan yang dilakukan antara lain
pemeriksaan nama, jenis sediaan, kemasan, jumlah, tanggal kadaluarsa dan
kondisi barang serta dilakukan pencocokan antara faktur dan salinan faktur

9
dengan surat pesanan yang meliputi nama, kemasan, jumlah, harga barang serta
nama distributor. Faktur asli diserahkan kembali kepada petugas pengantar barang
atau distributor untuk kemudian dijadikan bukti salah satu pembayaran.
3) Penyimpanan barang
Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu melakukan penyimpanan barang di
lemari obat dan pada gondola di swalayan farmasi. Dalam lemari, obat disusun
berdasarkan bentuksediaan (padat, setengah padat dan cair), kemudian secara
farmakologi seperti : antibiotika, kolesterol, diabetes, hipertensi, gastrointestinal,
analgetik-antipiretik, alergi, hormon dan vitamin. Kemudian dipisahkan secara
alfabetis serta dipisahkan juga obat generik, psikotropik dan narkotik. Khusus
psikotropik dan narkotik disimpan di lemari terpisah, terdiri dari 2 pintu dan
dikunci sedangkan untuk obat-obat yang termolabil, seperti insulin disimpan di
lemari es.
4) Penjualan
Pelayanan penjualan di Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu meliputi
pelayanan resep dokter secara tunai, penjualan melalui UPDS (Upaya Pengobatan
Sendiri) serta penjualan bebas disebut juga HV (Hand Verkoop).
Penjualan Obat Wajib Apotek melalui UPDS (Upaya Pengobatan Diri Sendiri).
Obat Wajib Apotek (OWA) adalah obat keras tertentu yang dapat diserahkan
apoteker kepada pasien di apotek tanpa resep dokter sesuai dengan peraturan yang
ditetapkan pemerintah. Penggolongan penjualan di Apotek meliputi :
a) Penjualan obat dengan resep tunai
Penjualan dengan Resep tunai merupakan penjualan obat sesuai dengan
permintaan resep yang diabwa oleh pasien dan dibayar secara langsung/tunai.
b) Penjualan bebas
Penjualan bebas disebut juga HV (Hand Verkoop) atau OTC (Over The Counter)
yang dilakukan terhadap obat atau barang yang dapat dibeli tanpa resep dokter,
meliputi obat bebas, obat bebas terbatas dan alat kesehatan.
c) Pelayanan UPDS (Upaya Pengobatan Diri Sendiri) / Obat Wajib Apotek
Obat-obatan dapat dijual berdasarkan rekomendasi dari Apoteker atau obat dapat
dibeli tanpa resep dokter.
b. Kegiatan Non Teknis Kefarmasian

10
Kegiatan non teknis farmasi meliputi kegiatan administrasi dan pengawasan.
Kegiatan ini bertujuan untuk menunjang kelancaran usaha suatu apotek dan
sebagai alat kontrol.
1) Kegiatan administrasi
Kegiatan administrasi Apotek Pelayanan termasuk Apotek Kimia Farma No. 193
Utan Kayu ditangani oleh Bisnis Manager Jaya II. Sistem administrasi penjualan
sehari-hari di apotek ini dilakukan sistem komputer online dengan mendata, rekap
penjualan resep, HV (Hand Verkoop), maupun UPDS, serta pengentrian jumlah
barang yang masuk dan keluar dari apotek (berdasarkan faktur pembelian dan
dropping barang) sehingga diketahui stok barang di apotek.
2) Stock opname
Kegiatan stock opname dilakukan oleh semua pegawai yang berada di apotek.
Kegiatan ini dilakukan setiap tiga bulan sekali. Fungsi dari stock opname adalah
sebagai berikut:
a) Mengetahui nilai persediaan apotek pada titik tertentu atau persediaan apotek
pada saat tertentu.
b) Menjalankan fungsi kontrol terhadap semua barang yang tersedia dengan
mengecek keadaan jumlah barang yang ada disesuaikan dengan yang tercatat
dalam kartu stok.
c) Menjalankan fungsi pengadaan apotek
d) Menganalisa jika ada kemungkinan terjadinya mutasi barang yang tidak
seharusnya.
Sedangkan hal-hal yang dilakukan dalam stock opname adalah:
a) Melakukan stock opname terhadap seluruh perbekalan farmasi di apotek yang
akan dijual. Hasil dari stock opname ini kemudian dicatat di buku stock opname.
b) Hasil stock opname kemudian dientry pada menu stok opname di komputer.
c) Meneliti kebenaran hasil stock opname tesebut.
d) Melaporkan hasil stock opname.
e) Memberi informasi kondisi dan nilai barang stock opname tersebut.
f) Memberikan usulan alternatif penyelesaian masalah dan melakukan upaya
pemecahan masalah penumpukan stok barang yang kurang dan tidak laku
5. Pengelolaan Narkotika dan Psikotropika

11
a. Pengelolaan Narkotika
Pengelolaan narkotika diatur secara khusus mulai dari pengadaan sampai
pemusnahan untuk menghindari terjadinya kemungkinan penyalahgunaan obat
tersebut. Pelaksanaan pengelolaan narkotika di Apotek Kimia Farma No. 193
Utan Kayu meliputi:
1) Pemesanan narkotika
Pemesanan narkotik di Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu ke PBF Kimia
Farma dibuat dengan menggunakan surat pemesanan narkotika yang
ditandatangani oleh Apoteker Pengelola Apotek dengan mencantumkan nama
jelas, nomor SIK, nomor SIPA dan stempel apotek. Setiap surat pemesanan dapat
berlaku untuk satu jenis narkotika.
Penerimaan narkotika dari PBF harus diterima oleh Apoteker kemudian akan
menandatangani dilengkapi dengan nomor SIK/SIPA dan stempel apotek faktur
tersebut setelah dilakukan pencocokkan dengan Surat Pesanan. Pada saat diterima
dilakukan pemeriksaan yang meliputi jenis dan jumlah narkotika yang dipesan.
2) Penyimpanan narkotika
Obat-obat yang termasuk golongan narkotika di Apotek Kimia Farma No. 193
Utan Kayu disimpan di dalam lemari khusus terpisah dari obat-obatan lain dan
mempunyai 2 lapis pintu yang kuncinya berbeda dan dipegang oleh Asisten
Apoteker penanggung jawab yang diberi kuasa oleh apoteker.
3) Pelayanan narkotika
Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu hanya melayani resep narkotika dari
resep asli atau salinan resep yang dibuat oleh Apotek sendiri yang belum diambil
sama sekali atau baru diambil sebagian. Apotek tidak melayani pembelian obat
narkotika tanpa resep atau pengulangan resep yang ditulis oleh apotek lain.
4) Pelaporan narkotika
Pelaporan penggunaan narkotika di Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu
melalui aplikasi Sistem Informasi Pelaporan Narkotika dan Psikotropika
(SIPNAP) yang dilakukan setiap bulan. Laporan dibuat rangkap empat dan
ditandatangani oleh Apoteker penanggung jawab Apotek dengan mencantumkan
nama jelas, alamat apotek dan stempel apotek.
5) Pemusnahan narkotika

12
Apoteker Pengelola Apotek dapat memusnahkan narkotika yang rusak atau tidak
memenuhi syarat lagi. Pelaksanaan pemusnahan narkotika dilaporkan kepada
Kepala Dinas Kesehatan setempat. Apoteker Pengelola Apotek yang
memusnahkan narkotika harus membuat berita acara pemusnahan narkotika, yang
memuat:
a) Hari, tanggal, bulan dan tahun pemusnahan
b) Nama Apoteker Pengelola Apotek
c) Nama dua orang saksi dari pemerintah yaitu BPOM dan seorang saksi dari
Apotek
d) Nama dan jumlah narkotika yang dimusnahkan
e) Cara pemusnahan
f) Tanda tangan penanggung jawab apotek dan saksi-saksi
g) Kemudian berita acara tersebut dikirimkan ke Kantor Dinas Kesehatan
setempat, dibuat rangkap dua, satu sebagai arsip apotek.
b. Pengelolaan Psikotropika
Pengelolaan psikotropika di Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu meliputi:
1) Pemesanan psikotropika
Pemesanan psikotropika di Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu dilakukan
dengan menggunakan Surat Pesanan Psikotropika yang ditandatangani oleh APA,
dilengkapi dengan nomor SIK/SIPA dan stempel apotek.
Surat Pesanan dibuat rangkap tiga, yang masing-masing diserahkan ke Pedagang
Besar Farmasi yang bersangkutan dan sebagai arsip di apotek.
2) Penyimpanan Psikotropika
Penyimpanan obat psikotropika diletakkan di dalam lemari khusus yang terpisah
dari sediaan lain.
3) Pelayanan Psikotropika
Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu melayani resep psikotropika dari resep
asli atau salinan resep.
4) Pelaporan Psikotropika
Laporan penggunaan psikotropika sama seperti narkotika yaitu melalui Sistem
Informasi Pelaporan Narkotika dan Psikotropika (SIPNAP) yang dilakukan setiap
bulan. Laporan dibuat rangkap tiga dan ditandatangani oleh Apoteker penanggung

13
jawab Apotek dengan mencantumkan nama jelas, alamat apotek dan stempel
apotek.
5) Pemusnahan Psikotropika
Tata cara pemusnahan psikotropika sama dengan tata cara pemusnahan narkotika.
Dalam pelaksanaannya pemusnahan psikotropika dapat dilakukan bersamaan
dengan pemusnahan narkotika.

14
BAB III
KEGIATAN DAN PEMBAHASAN
A. Kegiatan
Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Apotek Kimia Farma No. 193
Utan Kayu dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 31 Maret 2017. Kegiatan PKPA
dimulai dengan pembekalan materi di kantor pusat PT. Kimia Farma Apotek serta
pembagian materi tugas khusus. Adapun kegiatan PKPA bidang perapotek
berlangsung di Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu. Kegiatan secara
menyeluruh dijelaskan dalam pembahasan.
B. Pembahasan
1. Lokasi dan Tata Ruang Apotek
Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu yang berlokasi di Jl. Utan Kayu
Raya No. 105 B Kelurahan Utan Kayu Utara, Kecamatan Matraman , Jakarta
Timur. Lokasi merupakan faktor penting untuk menentukan dalam penilaian
kelayakan berdirinya suatu Apotek. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan
Nomor 1027/Menkes/SK/IX/2004 tentang saran dan prasarana standar pelayanan
kefarmasian Apotek, yang menyebutkan bahwa apotek berlokasi pada daerah yang
mudah dikenali dan dapat dengan mudah diakses masyarakat. Apotek Kimia
Farma No. 193 Utan Kayu berlokasi di daerah yang ramai dan mudah terjangkau
karena lokasi yang strategis.
Tata ruang apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu dibuat sedemikian
rupa sehingga dapat menjamin kelancaran pelayanan serta pengawasan kegiatan.
Susunan tata ruang terdiri swalayan farmasi, tempat penerimaan resep dan
penyerahan obat, kasir, meja apoteker, ruang tunggu pasien dan tempat peracikan.
Tempat peracikan terletak di belakang meja kasir. Tempat peracikan dilengkapi
dengan timbangan, pulverizer, lumpang dan alu serta peralatan lainnya penunjang
peracikan. Di dalam juga terdapat lemari es untuk menyimpan obat-obatan yang
harus disimpan pada suhu dingin, lemari narkotik dan psikotropik dan lemari
obat-obat keras. Tata ruang Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu dapat dilihat
pada lampiran .

15
2. Struktur Organisasi Apotek
Struktur organisasi Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu berpedoman
pada susunan organisasi yang telah ditetapkan oleh Direksi PT. Kimia Farma
Pusat. Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu dipimpin oleh PhM (Pharmacy
Manager) atau umumnya dikenal dengan sebutan APA (Apoteker Pengelola
Apotek). Apoteker Pengelola Apotek secara langsung bertanggung jawab kepada
Manager Bisnis Jaya II yang berlokasi di Apotek Kimia Farma Matraman No.48
serta bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan apotek dan sumber daya yang
tersedia.
Apoteker Pengelola Apoteker dalam tugasnya dibantu oleh tenaga kerja di
Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu berjumlah 5 orang, yang terdiri dari 1
orang Apoteker Pengelola Apotek (APA), 3 orang Asisten Apoteker, dan 1 orang
petugas Juru Racik. Bentuk struktur organisasi di Apotek Kimia Farma No. 193
Utan Kayu dapat dilihat pada lampiran .
Peranan Apoteker pada palayanan kefarmasian di apotek sebagai tenaga
Profesional yang dapat menjalankan Pharmaceutical Care yang bermutu dan
efisien sesuai standar yang berlaku sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup
pasien (Quality of Life). Peranan Apoteker di Apotek yang utama lainnya yaitu
sebagai Manager yang mampu untuk merencanakan, mengarahkan,
mengendalikan terhadap kegiatan serta sumber daya yang tersedia untuk mencapai
tujuan secara efisien dan efektif. Peran Apoteker utama di apotek yang ketiga
yakni sebagai Retailer yang mampu untuk meningkatkan profit dengan mencapai
kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, Apoteker harus mampu untuk
mengidentifikasi apa yang menjadi kebutuhan pelanggan agar memenuhi
permintaan bahkan melebihi harapan kepuasan pasien.
3. Pengelolaan Apotek
a. Pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai
Pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis
Pakai dimulai dari perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan,
pemusnahan, pengendalian, pencatatan sampai pelaporan dilakukan dengan
terstruktur.

16
Kegiatan operasional, administrasi dan keuangan di Apotek dipusatkan di Bisnis
Manager (BM) Jaya II di Matraman. Dengan adanya Bisnis Manager (BM) dapat
lebih meningkatkan kinerja dari Apotek untuk fokus pada pelayanan kefarmasian.
Di mulai dari pengadaan obat dan perbekalaan farmasi yang didatangkan dari
gudang di Bisnis Manager (BM). Kemajuan teknologi yang dimanfaat Kimia
Farma Apotek untuk menggunakan sistem komputer online yang disebut KIS
(Kimia Farma Information System). Kimia Farma Information System menjadi
basis dalam sistem infomasi diseluruh apotek kimia farma sehingga memudahkan
dalam menunjang seluruh kegiatan di Apotek.
b. Pengadaan
Pengadaan barang di Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu dilakukan
melalui Bisnis Manager Jaya II (BM Jaya II). Selanjutnya BM akan menyiapkan
barang sesuai dengan BPBA yang dibuat Apotek Pelayanan dengan cara melihat
persediaan barang digudang, jika barangnya ada di gudang akan langsung di
dropping ke apotek.
Pengadaan di Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu dilakukan sesuai
Distribution Center (DC) dan Bon Permintaan Barang Apotek. Distribution Center
(DC) merupakan sistem penyaluran barang di kimia farma apotek secara
komputerisasi online. Dengan teknologi yang semakin berkembang Kimia Farma
mengatur system pengadaan barang dengan DC yang dapat mengatur serta
memantau pengadaan barang di seluruh Kimia Farma Apotek. Sistem DC ini,
dipusatkan untuk setiap BM yang terkait. Bon Permintaan Barang Apotek (BPBA)
yang terdapat di dalam Kimia Farma Information System (KIS) dibuat seminggu
sekali. BPBA dibuat untuk memenuhi kekurangan/kebutuhan obat diluar dari
pengadaan berdasarkan sistem DC.
Distribution Center (DC) diterapkan untuk mengkontrol seluruh
persediaan kimia farma apotek sehingga dapat memperkecil barang yang bersifat
pasif. Oleh karena itu, DC dapat dipantau oleh BM sehingga pengadaan dapat
terkontrol dengan baik. Penerimaan barang di Apotek sesuai dengan daftar DC di
Apotek, jika barang yang datang terdapat kekurangan dapat dilakukan permintaan
barang dengan BPBA dan Dropping. BPBA dilakukan sesuai dengan kebutuhan
apotek yang tentunya dapat diprtanggung jawabkan sehingga barang dapat yang

17
tersedia dapat dikontrol ketersediaannya. Dropping biasa dilakukan jika Apotek
memerlukan barang untuk keperluan mendesak. Tentunya dapat dilkukan antar
apotek dalam area BM Jaya II di Matraman. Khusus untuk pengadaan narkotika,
pemesanan dilakukan oleh masing-masing Apotek Pelayanan melalui Surat
Pesanan yang ditanda tangani oleh APA.
c. Penyimpanan
Penyimpanan di Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu disusun
sedemikian rupa berdasarkan bentuk sediaan, Over The Counter (OTC) atau
Ethical, Narkotika atau Psikotropika, kelas terapi obat, dan alfabetis. Sistem
pengeluaran di Apotek juga diatur berdasarkan kadaluarsanya atau FEFO (First
Expired First Out) dan waktu masuknya barang atau FIFO (First In First Out).
Setiap penambahan dan pemakaian barang dicatat dalam kartu stok yang
diletakkan di dalam masing-masing kotak obat. Pencatatan di kartu stok meliputi
tanggal pengisian atau pengambilan, nomer resep atau dokumen, jumlah barang
yang diisi atau diambil dan paraf petugas.
Penyimpanan obat atau barang yang dijual di ruang penjualan HV (Hand
Verkoop) atau swalayan famasi diletakkan pada rak yang diatur sedemikian rupa
supaya memudahkan dan memberi kebebasan pelanggan untuk memilih obat atau
barang yang diinginkan. Obat atau barang yang dijual diantaranya adalah obat
bebas erbatas, obat bebas, alat kesehatan, vitamin, susu, produk bayi, kosmetika,
jamu serta makanan dan minuman kesehatan.
d. Penjualan
Penjualan di Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu terdiri dari
penjualan resep tunai dan penjualan obat bebas. Selain melayani resep, juga
tersedia swalayan farmasi yang menyediakan obat bebas, food supplement, alat
kesehatan, ataupun perbekalan farmasi lainnya yang biasa disebut dengan HV
(Hand Verkoop). Selanjutnya ada pelayanan swamedikasi atau upaya pengobatan
diri sendiri (UPDS). Pasien yang membeli obat wajib apotek digolongkan sebagai
pelayanan UPDS (Upaya Pengobatan Diri Sendiri).
1) Pelayanan Obat Wajib Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu adalah sebagai
berikut:
Pasien menyebutkan obat yang diinginkan.

18
Asisten Apoteker mencatat nama, nomor telepon atau alamat pasien,
beserta obat yang diminta di blanko copy resep. Pada kolom nama dokter
ditulis UPDS.
Pasien membayar harga obat di kasir, kemudian Asisten Apoteker
memberikan obatnya disertai informasi.
Setiap penjualan dicatat dalam laporan penjualan harian.
2) Penjualan resep tunai di Apotek :
Asisten apoteker pada bagian penerimaan resep menerima resep dari
pasien, lalu memeriksa kelengkapan dan keabsahan resep tersebut
Asisten apoteker akan memeriksa ada atau tidaknya obat dalam
persediaan. Bila obat yang dibutuhkan tersedia, maka dilakukan
pemberian harga dan diberitahukan kepada pasien. Setelah pasien setuju,
segera dilakukan pembayaran atas obat pada bagian kasir, lalu pasien
diberi struk bukti bayar yang tercantum pula nomor resepnya.
Oleh kasir, resep yang telah diberi struk pembayaran diserahkan ke asisten
apoteker pada bagian penyiapan obat.
Kemudian oleh asisten apoteker dibantu oleh juru resep akan menyiapkan
obat-obat sesuai dengan permintaan dari resep.

Setelah obat selesai disiapkan maka obat diberi etiket dan dikemas.

Sebelum obat diberikan, dilakukan pemeriksaan kembali meliputi nomor


resep, nama pasien, kebenaran obat, jumlah dan etiketnya. Juga dilakukan
pemeriksaan salinan resep sesuai resep aslinya serta kebenaran kwitansi
(jika diminta).

Obat diserahkan kepada pasien sesuai dengan nomor resep. Alamat dan
nomor telepon pasien dicatat, lalu pasien diberikan informasi tentang cara
pemakaian obat dan informasi lain yang dibutuhkan pasien.

Lembar resep asli dikumpulkan menurut nomor urut dan tanggal resep
dan disimpan sekurang-kurangnya tiga tahun.

19
e. Pengelolaan Resep
Pengelolaan resep dimulai ketika resep datang kemudian di skrining, bila
sesuai dicari barangnya, bila ada maka diberi harga, bila setuju baru resep
dilayani, bila ada racikan, maka diracik, bila tidak ada maka langsung dimasukkan
kewadah dan menulis etiket, kemudian diserahkan kepada pasien dan diberi
informasi tentang obat yang diberikan.
Lembaran resep asli dikumpulkan menurut nomor urut dan tanggal resep,
serta disimpan sekurang-kurangnya lima tahun. Untuk resep yang mengandung
obat narkotika dan psikotropika disimpan pada tempat yang berbeda dengan resep
biasa. Pada setiap tahapannya, petugas apotek wajib membubuhkan paraf atas apa
saja yang dikerjakan pada resep tersebut, sehingga jika terjadi sesuatu dapat
dipertanggungjawabkan atas pekerjaan yang dilakukan. Resep yang telah
disimpan melebihi jangka waktu 5 (lima) tahun dapat dimusnahkan. Di Apotek
Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu belum pernah melakukan pemusnahan
resep.
f. Pengendalian
Pengendalian ketersediaan di Apotek dilakukan dengan menggunakan
kartu stok yang diisi pada setiap barang yang masuk ataupun keluar. Setiap satu
minggu sekali dilakukan juga penyococokan stok fisik dengan stok yang ada di
KIS. Stock Opname dilakukan satu bulan sekali untuk mengetahui nilai
stok/persediaan yang dimiliki apotek setiap bulannya sehingga dapat diketahui
pula keuntungan maupun kerugian yang didapat. Dengan demikian pengendalian
barang akan lebih terkontrol, baik kehilangan, barang kadaluarsa, barang rusak.
Tetapi pada kenyataannya data yang ada pada kartu stok tidak selalu sesuai
dengan fisik barang yang ada. Hal ini dapat disebabkan karena beban kerja yang
tinggi sehingga menyebabkan petugas lupa atau terburu-buru sehingga tidak ada
kesempatan untuk mengisi kartu stok.
Pemusnahan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis
Pakai di Apotek Kimia Farma dilakukan oleh BM Jaya II dan disaksikan oleh
Dinas Kesehatan Kota.

20
g. Pencatatan dan Pelaporan
Pencatatan dilakukan pada setiap proses pengelolaan Sediaan Farmasi,
Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai meliputi pengadaan (surat pesanan,
faktur), penyimpanan (kartu stock), penyerahan (nota atau struk penjualan) dan
pencatatan lainnya disesuaikan dengan kebutuhan.
Pelaporan terdiri dari pelaporan internal dan eksternal. Pelaporan internal
merupakan pelaporan yang digunakan untuk kebutuhan manajemen Apotek,
meliputi keuangan, barang dan laporan lainnya. Pelaporan eksternal merupakan
pelaporan yang dibuat untuk memenuhi kewajiban sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan meliputi pelaporan narkotika dan Psikotropika
4. Pelayanan Konseling dan Pharmaceutical Care
Pelayanan konseling, informasi, dan edukasi sudah terlaksana di Apotek
Kimia Farma No. 193 Utan Kayu. Apoteker yang stand by di Apotek telah
menjalankan perannya sebagai Care Giver dengan membuka jam operasional
untuk pasien melakukan konsultasi. Home Care juga telah berjalan hingga saat ini
dengan melakukan pendekatan terhadap pasien langganan, geriatric, pasien
dengan memiliki penyakit degeneratif.
5. Pelayanan Non Kefarmasian
Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu juga menyediakan jasa pemeriksaan
tekanan darah, tes gula darah, tes kolesterol, tes kadar asam urat darah. Selain itu,
tersedianya, praktek dokter umum, dokter kulit, dokter spesialis anak, dokter
spesialis obgyn dan dokter gigi.
6. Perpajakan
Apotek Kimia Farma sudah terdaftar dalam perusahaan wajib pajak, seluruh
urusan perpajakan di Apotek Kimia Farma sepenuhnya dilakukan oleh Bisnis
Manager.

21
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan

Berdasarkan kegiatan Praktek Kerja Profesi Apoteker yang telah dilakukan


di Apotek Kimia Farma No. 193 Utan Kayu dapat disimpulkan bahwa :
1. Apoteker sebagai pengelola apotek memiliki 3 peran penting utama yaitu
profesional, manager, dan retailer.

2. Pengelolaan di Apotek meliputi pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan,


dan Bahan Medis Habis Pakai dimulai dari perencanaan, pengadaan, penerimaan,
penyimpanan, pemusnahan, pengendalian, pencatatan sampai pelaporan

3. Pelayanan kefarmasian diapotek meliputi pengkajian resep, pemberian obat


disertai pemberian informasi seputar obat, pelayanan konseling, pemantauan
terapi obat, dan monitoring efek samping obat.

B. Saran

1. Praktek Kerja Profesi Apoteker di bidang perapotekan perlu diperpanjang


waktunya tidak hanya sebulan, sehingga ilmu dan pengalaman yang diperoleh
oleh mahasiswa lebih banyak.

2. Praktek Kerja Profesi Apoteker tidak hanya di Apotek Kimia Farma tetapi perlu
dilakukan di Apotek lain, sehingga mahasiswa dapat melihat perbedaan
pengelolaan dan pelayanan farmasi klinik di Apotek Kimia Farma dengan Apotek
lain

22
Daftar Pustaka

Presiden Republik Indonesia. 2009. Peraturan Pemerintah Republik


Indonesia No. 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian. Jakarta.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Peraturan Menteri


Kesehatan Republik Indonesia No. 73 tahun 2016 tentang Standar
PelayananKefarmasian Di Apotek. Jakarta.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2015. Peraturan Menteri


Kesehatan RI No. 3 tahun 2015 tentang Peredaran, Penyimpanan, Pemusnahan,
Dan Pelaporan Narkotika, Psikotropika, Dan Prekursor Farmasi.Jakarta

https://www.kimiafarma .co.id/

23
Lampiran
Lampiran 1. Denah Apotek Kimia Farma Utan Kayu
Lampiran 2. Struktur Organisasi Apotek Kimia Farma Utan Kayu
Lampiran 3. Alur Penerimaan Resep
Lampiran 4. Alur penerimaan Barang
Lampiran 5. Form Bon Permintaan Barang Apotek ( BPBA )
Lampiran 6. Bukti Droping Barang
Lampiran 7. Surat Pesanan Narkotika dan Psikotropika
Lampiran 8. Etiket dan Kemasan
Lampiran 9. Copy Resep
Lampiran 10. Kwitansi pembayaran Resep
Lampiran 11. Kartu stock

24