Anda di halaman 1dari 3

STUDI KASUS I

Ny. Ida Munarman (48 th) ketika sedang bersih-bersih


rumah sekitar jam 11.00 dikejutkan kedatangan 2
orang teman anaknya yang tergesa-gesa mengabarkan
bahwa si Basyir (17 th) anaknya

mengalami kecelakaan terserempet angkot ketika naik


motor pinjaman. Sekarang berada di UGD RS Budi Mulia
Siloan di raya Gubeng.
Ny. Ida Munarman segera berangkat ke RS dan melihat
anaknya tergolek di kamar bedah dan melihat serta
mendapat keterangan perawat bahwa terjadi luka-luka
di rahang bawah retak, 2 gigi depan rahang atas patah
serta beberapa luka di wajah dan memerlukan jahitan.
Ny. Munarman sedikit lega karena anaknya dalam
kondisi sadar dan harapan sembuhnya baik, namun
sekaligus sedih karena berpikir darimana biaya yang
harus dibayarkan baik untuk RS, Jasa perawatan
maupun obat2/resep yang harus dibeli.
Si Basyir ternyata belum mempunyai SIM, sehingga
asuransi jasa rahardja tidak didapatkan, sedang Bpk.
Munarman sendiri pegawai swasta (buruh pabrik
Sabun)
Ketika dokter menyerahkan resep dan kwitansi RS, Ny.
Ida Munarwan kebingungan, Si Basyir tidak
diperbolehkan pulang, karena urusan pembayaran
belum terselesaikan.
Aduh....aduh.... sedihnya jadi orang miskin, BLT nggak
kebagian, BBM naik, SPP naik , hueleh 3x....semua
nuuaik.
BERI TANGGAPAN ATAS KASUS INI !

STUDI KASUS II
Nn. Vonny Sutukul (24 th) seorang presenter TV
nasional TV CANINA Surabaya, pada hari Minggu
diajak pacarnya jalan ke Mall Galaxi untuk makan siang,
lagi asyik makan steak dikejutkan Mahkota Gigi
Incisive pertama RA patah. Wach Sial ! malu dihadapan
pacar sekaligus bingung karena malam harinya harus
siaran live untuk wawancara dengan Cagub Jatim. Wach
aku harus segera merawat gigi ku, berapapun aku
bayar ! cetusnya
Vonny mencoba menghubungi dokter gigi yang
merawatnya setahun yang lalu, nomor telepun dokter
gigi udah lupa, segera menuju tempat praktek ternyata
tutup, mencari rumah dokter gigi nggak tahu
alamatnya. Pergi ke RS dr.Soetomo, RS Mitra Keluarga,
RS Husada Utama, ternyata poli giginya tutup juga.
Mencoba menghubungi teman2nya yang kenal dengan
dokter gigi dan setelah berkeliling akhirnya
mendapatkan praktek dokter gigi ( drg.JACK)
.Alhamdullilah drg nya ada dan bersedia membantu
menanganinya.
Setelah mengutarakan keluhannya, kemudian selesai
dirawat sementara dan giginya kembali utuh, yang
penting Vonny bisa tersenyum , selanjutnya Vonny
sangat berterima kasih apalagi si drg Jack , tidak mau
dibayar. Hanya disuruh kembali besoknya untuk
direncanakan perawatan yang lebih baik.
Aduh....aduh ... sediihnya pelayanan kesehatan gigi di
Surabaya
BERI TANGGAPAN ATAS KASUS INI !

DISCUSSION POINT
1.Mutu pelayanan kesehatan
2.Pembiayaan pelayanan kesehatan
3.Hambatan-hambatan pelayanan kesehatan
pada kelompok masyarakat tertentu
4.Komunikasi interpersonal pasien dan dokter
gigi
5.Strategi marketing pelayanan kesehatan
6.Profesionalisme dokter gigi