Anda di halaman 1dari 4

I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rempah-rempah merupakan bahan tambahan yang tidak asing lagi bagi

masyarakat Indonesia dan banyak digunakan sebagai bumbu dalam masakan

tradisional. Rempah-rempah adalah tanaman atau bagian tanaman yang bersifat

aromatik dengan fungsi utama sebagai pemberi citarasa, warna dan aroma.

Sebagian besar rempah-rempah berfungsi sebagai peningkat aroma dan cita rasa

produk yang dihasilkan serta digunakan untuk bahan dasar obat tradisional. Banyak

jenis tanaman yang termasuk sebagai bahan rempah-rempah diantaranya cabai,

merica, jahe, kunyit, pala, paprika, kapulaga, kayu manis, cengkeh, bawang dan

seledri (Anonim, 2011). Salah satu jenis rempah yang dapat diolah menjadi minyak

atsiri yaitu jahe.

Tanaman jahe (Zingiber officinale Rosc.) termasuk dalam keluarga

tumbuhan berbunga (temu-temuan). Diantara jenis rimpang jahe, ada dua jenis jahe

yang telah dikenal secara umum, yaitu jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum)

dan jahe putih (Zingiber officinale var. Amarum) (Gholib, 2008). Jahe mengandung

komponen minyak atsiri sebagai pemberi bau yang khas dan oleoresin sebagai

pemberi rasa pedas dan pahit. Minyak atsiri biasa disebut minyak eteris, minyak

menguap atau essential oil. Ciri minyak atsiri antara lain mudah menguap pada suhu

kamar, berbau wangi dan umumnya larut dalam pelarut organik.

Untuk mendapatkan minyak atsiri jahe, terdapat beberapa tahapan proses

produksi yaitu magneting, sortasi, grinding, ekstraksi, filtrasi, dan evaporasi.

1
Pengendalian mutu merupakan suatu upaya yang dilaksanakan secara

berkesinambungan, sistematis, dan objektif dalam memantau dan menilai barang,

jasa, maupun pelayanan yang dihasilkan perusahaan atau institusi dibandingkan

dengan standar yang ditetapkan serta menyelesaikan masalah yang ditemukan

dengan tujuan untuk memperbaiki mutu. Suatu industri harus memiliki standar

mutu produk agar dalam perkembangan produksinya terdapat konsistensi dan

dokumentasi apabila terjadi komplain terhadap produk yang dibeli. Sebuah

perusahaan dituntut untuk menghasilkan suatu produk yang berkualitas dengan

mutu yang seragam sehingga perlu adanya pengendalian mutu. Untuk menunjang

dan memperlancar proses pengendalian mutu, maka diperlukan karyawan yang

diposisikan di bagian Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA). QA

(penjaminan mutu) adalah semua tindakan terencana, sistematis dan

didemonstrasikan untuk meyakinkan pelanggan bahwa persyaratan yang ditetapkan

akan dijamin tercapai. QA lebih berperan sebagai analis untuk memperbaiki mutu

produk yang datanya didapatkan dari QC atau feedback dari internal perusahaan

ataupun adanya komplain dari luar perusahaan yaitu customer (Mailing List Migas

Indonesia, 2007). QA terfokus pada pemberian jaminan/keyakinan bahwa

persyaratan mutu akan dipenuhi. Sedangkan QC adalah teknik-teknik dan aktivitas

operasional yang digunakan untuk memenuhi persyaratan kualitas mutu produk.

PT Tripper Nature Bali merupakan salah satu perusahaan yang

memproduksi berbagai macam produk ekstraksi diantaranya ekstrak kunyit,

cengkeh, pala, kayu manis, vanili, jahe dan fuli. PT Tripper Nature Bali

memproduksi ekstrak bahan baku berdasarkan pesanan dari konsumen (made by

order). Mahasiswa mengambil topik ekstraksi jahe dikarenakan jahe merupakan

2
salah satu rempah-rempah yang sangat mudah untuk ditemui sehari-hari dan

memiliki kandungan yang sangat bermanfaat dibidang makanan dan minuman

maupun industri farmasi dan kosmetika. Dengan melakukan praktek kerja lapangan

di PT Tripper Nature Bali mahasiswa diharapkan dapat mengetahui penanganan

bahan baku dari awal kedatangan dan proses produksi ekstrak jahe serta

pengendalian mutunya.

1.2 Tujuan

1. Mempelajari dan terlibat langsung dalam proses pembuatan ekstrak jahe dalam

pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan ilmu teknologi pertanian

2. Mempelajari teknis pengendalian mutu yang diterapkan di PT Tripper Nature

Bali

1.3 Manfaat

1. Mengetahui secara langsung proses pembuatan ekstrak jahe di PT Tripper

Nature Bali

2. Mengetahui teknis pengendalian mutu yang diterapkan di PT Tripper Nature

Bali

1.4 Metode Praktek Kerja Lapangan

Mahasiswa secara langsung ikut serta dalam proses ekstraksi dan

pengendalian mutu dengan bimbingan dan arahan dari pembimbing lapangan.

Adapun metode yang digunakan selama praktek kerja ini berlangsung antara lain:

1. Observasi

Pengambilan data secara langsung dan ikut serta dalam proses produksi ekstrak

jahe

3
2. Wawancara

Proses pengambilan data yang diperoleh dari hasil diskusi dengan karyawan

maupun pembimbing lapangan

3. Studi Pustaka

Mencari teori-teori dari beberapa sumber bacaan yang berkaitan dengan proses

ekstraksi dan pengendalian mutu

1.5 Tempat dan Waktu

1. Tempat

Praktek Kerja Lapangan ini dilakukan di PT Tripper Nature di Br.Tegaltamu,

Kelurahan Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali

2. Waktu

Pelaksanaan praktek kerja lapangan ini dimulai pada 14 September 13

Oktober 2016.