Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN EKSPLORASI TANAH

LIAT
DI DESA MEMBALONG KECAMATAN MEMBALONG

CV. BUMI JAYA


PERKASA

BELITUNG
2011

KATA PENGANTAR
Laporan Eksplorasi ini merupakan hasil rekaman kegiatan
eksplorasi yang dilakukan pada areal atas nama CV. Bumi Jaya
Perkasa di desa Membalong kecamatan Membalong. Laporan
Exsplorasi ini dibuat untuk memberikan gambaran mengenai hasil
penelitian mencakup kegiatan survey lapangan , pemboran , serta
pengambilan contoh pasir dan batuan untuk ambil sempel nya
untuk dianalisa , sehingga dengan luas areal yang dib or akan
dapat diperkirakan cadangan kaolin yang terdapat di daerah
tersebut. Kegiatan Pemboran daerah penyebaran tanah liat.

Demikian laporan eksplorasi ini dibuat agar dapat


memberikan gambaran tentang Kuasa Pertambangan daerah
tersebut.

Membalong , juni
2011

CV. BUMI JAYA


PERKASA

HENDRA
WILLY

Direktur
DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR
ii

DAFTAR ISI

iii

III. PENDAHULUAN

1.1 LATARBELAKANG
.. 1

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN


. 2

IV. GEOGRAFI DAN KEADAAN GEOLOGI

2.1. GEOGRAFI DAERAH PENYELIDIKAN


.. 3

2.2. MORFOLOGI DAERAHPENYELIDIKAN


.. 5

2.4 STRUKTUR DAN TEKTONIK


. 7

III. KEGIATAN EKSPLORASI


3.1. METODE PENYELIDIKAN
. 9

3.2. TAHAPAN PENYELIDIKAN


.. 10

3.3 RANGKUMAN PEKERJAAN


10

IV. HASIL EKSPLORASI

4.1. GEOLOGI DAERAH PEYELIDIKAN


.. 12

4.2. KEADAAN ENDAPAN


.. 13

V. KESIMPULAN
. 15
LAPORAN
EKSPLORASI

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Rencana Kegiatan Exsplorasi Tanah liat seluas 88,90 hektar secara


administrasi termasuk wilayah desa Membalong kecamatan
Membalong Kabupaten Belitung. Tahapan kegiatan perusahaan
pada saat ini adalah exsplorasi atas lahan yang belum di
terbitkannya Izin Usaha Pertambangan Eksploitasi, berdasarkan hal
tersebut di atas, perlu dilakukan kegiatan ekplorasi untuk
mendapatkan data awal potensi bahan galian yang terdapat pada
lokasi tersebut. Kegiatan ekplorasi ini dilakukan dengan
menggunakan peralatan bor T- handle dengan kedalaman lubang
bor 4-10 meter dengan spasi pemboran 50 100 meter.
Kegiatan eksplorasi dilakukan selama 3 bulan dimulai dengan
persiapan perencanaan kegiatan eksplorasi, persiapan peralatan
dan enaga kerja, pelaksanaan pemboran, analisa sampel, san
pembuatan laporan eksplorasi.

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN PENYELIDIKAN

Penyelidikan ini di maksudkan sebagai langka awal dari pra


eksploitasi yang mana diharapkan dapat memberikan suatu
gambaran mengenai keadaan lapangan khususnya mengenali
singkapan endapan Tanah liat sekunder secara menyeluruh dalam
rangka untuk mengetahui potensi cadangan bahan galian

LAPORAN
EKSPLORASI

Tanah liat pada areal rencana Eksploritasi CV. Bumi Perkasa di


Desa Membalong Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung.

Adapun tujuan dari penyelidikan ini adalah untuk melokalisir


daerah / areal yang diperkiraka mempunyaan prospek endapan
bahan galian Tanah liat sekundeer serta endapan mineral
lainnya yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup potensial
untuk di tambang , baik dari segi bentk endapan , kedudukan
endapan , endapan dan pengeboran secara keseluruhan (overall)
sehingga dapat memperhitungkan keadaan perkiraan
cadangannya.

LAPORAN
EKSPLORASI

BAB II

GEOGRAFI DAN KEADAAN GEOLOGI

2.1. GEOGRAFI DAERAH PENYELIDIKAN

1. Lokasi dan Kesampaian Daerah

Daerah penyelidikan eksplorasi meliputi atau terletak di Desa


Membalong Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung Propinsi
Bangka Belitung Untuk mencapai lokasi penyelidikan dapat
menggunakan jalan / jalur angkutan :

- Jalur penerbangan pesawat : Jakarta -Tanjungpandan setiap hari.


- Jalur laut : Jakarta/Tanjung Priok Tanjungpandan setiap hari.
- Tanjungpandan /Kota - ke lokasi Rencana Tambang
dengan menggunakan jalan darat, baik kendaraan roda empat
maupun roda dua yang berjarak kurang lebih 60 Kilometer Kea rah
selatan.
2. Keadaan Daerah Penyelidikan
a. Sosial Ekonomi dan Budaya Penduduk
Dilihat dari jumlah penduduk di Desa Membalong Kecamatan
Membalong Hanya berkisar beberapa ratus KK, sedangkan mata
pencaharian utama dari sebagai besar penduduk merupakan
nelayan, wiraswasta, pegawai pemerintah, berkebun, penambang
dan bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit. Sebagai besar
penduduk disini beragama islam dan mempunyai tradisi adat
melayu yang cukup kuat. Hanya sebagai pemeluk non islam.
Keadaan sarana pendidikan di daerah penyelidikan cukup baik dan
sudah tersedia baik untuk tingkat pendidikan dasar maupun tingkat
pendidikan menengah

3
LAPORAN
EKSPLORASI

atas. Saat ini sebagai besar penduduka termasuk para remaja dan
anak-anak banyak yang melakukan kegiatan pencahariaan pasir
timah dengan cara membuka tambang rakyat (tambang skla
kecil) , hal ini disebabkan karena kondisi harga pasir timah yang
cukup menjanjikan dan keterdapatan potensi bahan galian Tanah
liat yang cukup menjanjikan dan keterdapatan potensi bahan
galian Tanah liat yang cukup prospek dan ekonomis di daerah ini.
Pola kehidupan masyarakat pelaku tambang banyak yang masih
konsumtif dan pola hidup yang tidak ekonomis , walaupun ada
sebagian besar yang meginventasikan penghasilan melalui
tabungan di bank maupun investasitanah dan ruma serta barang-
barang sekunder dan lux. Kemampuan dan animo orang tua di
dalam menyekolahkan anak-anaknya sampai ke jenjang
pendidikan tinggi sudah sangat besar , hal ini banyak dibuktikan
dengan banyaknya anka-anak penduduk Kecamatan membalong
yang berhasil di bidang pendidikan tinggi dan berhasil di luar
daerah.

b. Keadaan Iklim dan Curah Hujan

Berdasarkan data yang kami kumpulan dari BMG Buluh Tumbang


dan data lapangan, bahwa keadaan iklim di daerah penyelidikan
sama seperti halnya daerah-daerah lainnya yang beriklim tropis,
yaitu mengalami dua musim dalam setahun, musim hujan dan
musim kemarau serta musim transisi pada bulan-bulan Oktober -
April.
Pengaruh cuurah hujan yang tinggi di Kecamatan Membalong
mengakibatkan penambahan volume air tanah yang meresap
kedalam tanah dan sebagai merupakan RUN OFF / Aliran
Permukaan Tanah. Keadaan air disini cukup melimpah, dimana
terdapat tempat-tempat penampungan air permukaan berupa
danau-danau/kolong bekas penambangan tanah liat hamper
terdapat dimana-mana .angka curah hujan cukup tinggi antara 900
sampai 3000 mm pertahunnya.

4
LAPORAN
EXSPLORASI
Sedangkan suhu udara berkisar 26 C sampai 32C, hal ini
tergantung fluktuasi curah dan tiupan angin , yaitu Tiupan Angin
Utara (Daratan Asia) dan Tiupan angin (Samudra Hindia).

c. Keadaan Vegetasi

Mengenali keadaan vegetasi / hutan alamiah disini cukup


beragam , dimana masih dijumpai adanya hutan heterogen (hutan
asli) yang luas nya sangat terbatas, yaitu umumnya terdapat pada
perbukitan atau gunung-gunung yang cukup tinggi, sedangkan
pada dataran rendah (daerah-daerah tambang Tanah liat)
hutannya sudah punah akibat tambang terbuka (open pit) dan
peladangan penduduk yang berpindah- pindah sertah tidak adanya
kemauan mengadakan penghijauan / reboisasi kembali, sehingga
mengakibatkan proses erosi dan denudasi yang cukup intensif.

2.2 MORFOLOGI DAERAH PENYELIDIKAN

Mengenai morfologi daerah penyelidikan dapat di bagi menjadi


beberapa satuan morfologi antara lain:

- Satuan dataran morfologi perbukitan bergelombang dengan


ketinggian berkisar antara 50-140 meter dpl.

- Satuan dataran rendah alluvial dengan ketinggian berkisar antara


20 - 50 meter dpl.

- Satuan dataran rendah berawa-rawa dengan ketinggian berkisar 0 -


20 mdpl

- Pola aliran sungai bersistem sub dentritik (bloon, 1959)

LAPORAN
EKSPLORASI
2.3. GEOLOGI REGIONAL

Bila ditinjau dari strukturnya maka pulau Belitung termasuk


kedalam sistem jalaur granit Tanjungpandan (granit Tanah
liat) yang bermula dari semenanjung malaka Kepulauan
Riau Pulau Bangka Pulau Belitung - terus ke pulau-pulau
karimun Jawa yang mana merupakan Dangkalan Sunda
(Gugusan Kepulauan Sunda yang sudah mantap / stabil ).
Struktur pulau Belitung lebih dominan dipengaruhi adanya
tumbukan lempeng yang bergerak dari arah utara (lempeng
Asia). Dangkalan sundah ditinjau secara geologi termasuk
dalam sistem pegunungan sircum sunda. Pulau Belitung ini
termasuk kedalam jalur granit tanah liat yang besar , dimana
jalur ini membentang dari bagian barat semenanjung malaka
dengan rangkaian utama melalui Kepulauan Lingga /
Singkep ke pulau Bangka dan Pulau Belitung . pualau-pulau
ini juga termasuk kedalam rangkaian pegunungan yang
sebagaian besartelahmengalami proses pengikisan / tererosi
sampai setinggi permukaan air laut. Pulau-pulau ini telah
terpencar atau terpisah menjadi sejumlah pulau-pulau karena
munculnya dasar laut pada akhir jaman Kwarter. Pulau-pulau
ini dikelilingi bekas-bekas lembah sungai di dasar laut ,
sehingga merupakan dataran peneplain dengan morfologi
perbukitan sisa (monadnock). Dataan peneplain ini
merupakan dataran bagian yang terluas dari Pulau Belitung.
Arah keseluruhan morfologi banyak dikontrololeh struktur
besar dan penyebaran granit di beberapa tempat.

Geologi regional daerah penyelidikan merupakan jalur batuan


granit Tanah liat yang berumur sekitar 245 juta tahun yang
lalu (berumur trias), yang terdiri dari beberapa formasi antara
lain :
- Formasi Tajam (PCTm) : Batuan pasir kwarsa
bersisipan batu lanau terlipat sedang hingga kuat dan
termalihkan rendah . batu pasir berwarna putih hijau,

LAPORAN EKSPLORASI

padat, berbutir halus sampai kasar, menyudut tanggung hingga


membundar Memperlihatkan perlapisan bersusun dan sejajar,
terkekarkan batu lanau berwarna hijau kecoklatan, termalikan
sedang, tebal lapisan 2 40 cm. Bijih Tanah liat primer dijumpai
bersamaan kwarsa dalam urat rekahan dan jejaring . Formasi ini
diduga menjemari dengan Formasi Kelapa Kampit yan berumur
permokarbon.

- Formasi Kelapa Kampit (PCKs) : Batuan sediment flysch yang


terlipat lemah hingga sedang terdiri atas batu pasir, malihan
berselingan dengan batu sabak, batu lumpur, serpih, batu lanau
tufaan dan rijang. Batu pasir malihan berwana putih hingga
kelabu muda, kompak berbutir halus - kasar, menyudut tanggung
membundar. Tebal perlapisan 2 -6 meter. Setempat dijumpai
perlapisan bersusun, silang siursan gelembur. Batu sabak dan
serpih berwarna hitam menunjukan perlapisan sejajar dan
mengandung cassiterite dan galena. Tebal perlapisan 5- 20 cm.
Batu Lumpur berwana hitam, berlembar , tebal lapisan 4 - 6
meter. Batu Tufaan kelabu muda, kompak, tebal perlapisan 1 - 4
meter , rijang kelabu muda kemerahaan terkersikan mengandung
radiolaria, tebal perlapisan 10 20 cm. Formasi ini mengandung
fosil Agathiteras Sundaicum Han, Moscovicrinus (Hasking drr,
1977), Fusulina Sch Warirgrina dan cathaysia (Gigantop Teris0
jong Mans (Van Ovree, 1960) dari kumpulan fosil tesebut dapat di
simpulkan bahwa formasi ini berumur Permo Carbon. Formasi ini
terendapkan dalam lingkungan laut dengan ketebalan tersingkap
lebih dari 500 meter .
- Granit Tanjungpandan (Trtg) : Granit terdaunkan kelabu
muda, holokristallin, berbutir kasar - sangat kasar,berbutir
hipidiomorfik terdiri atas kwarsa feldspar , plaiklas, biotite,
horblebde. Batu ini termasuk kedalam ganit tipe S
(pitfileld,1987)

7
LAPORAN EKSPLORASI

Mengandung greissen yang kaya mineral cassiterite primer,


umur mutlaknya berdasarkan K-Ar berkisar dari 208 - 245
juta tahun ( priemet .al.,1975).

2.4. Struktur dan Tektonik

Struktur geologi yang di jumpai di daerah ini antara lain :


lipatan, sesar , kekar dan keseluruhan. Arah sumbuh lipatan
umumnya barat laut - Tenggara, sedangkan sesar berarah
Timur Laut - Barat Daya . Kegiatan tektonik dimulai pada
masa permo karbon yang menghasilkan endapan-endapan
sediment flysch. Formasi Kelapa Kampit bersamaan dengan
itu terjadi tumbukan yang membentuk formasi siantu, pada
Zaman Trias terjadi kegiatan megmatik dan mengasilkan
granit Tanjungpandan yang membawa cassiterite primer.
Selama awal Yura kegiatan magmetik berlanjut dan
menghasilkan penerobosan batuan adamalite Baginda di
Desa Padang Kandis Kecamatan Membalong, kegiatan
magmetik ini berawal pada akhir kapur dengan terbentuknya
terobosan batuan-batuan diorite dan granodiorot.
8

LAPORAN EXSPLORASI

BAB III

KEGIATAN EXSPLORASI

3.1. METODE PENYELIDIKAN

Adapun metode yang di terapkan di lapangan penyelidikan


yaitu dengan menggunakan Metode Kompass Section dengan
perlatan : kompas geologi, palu geologi, GPS Map 60 CS,
meteran (5 meter dan 50 meter ), kamera digital dan
peralatan bor kecil jenis Bangka Bor serta peralatan lapangan
lainnya , sehingga dari hasil kegiatan tersebut dapat
memberikan gambaran tentang kondisi endapan,
penyebarannya, barat Tanah liat serta kadarnya dalam satu
meter kubik Tanah sekaligus dapat mengetahui ketebalan
lapisan penutup / burden serta tebal lapisan yang mengandung
Tanah liat dari sample-sample yang diambil dari lapangan serta
luas areal yang akan ditambang juga perkiraan cadangan,
selain itu juga dapat diketahui umur tambang pada suatu
tempat dari pemboran random pada suatu lokasi, dapat di
ketahui keadaan prospeknya. Jika ternyata cukup prosek akan
dikembangkan pemboran dengan sistem frid pada jarak-jarak
tertentu khususnya pada daerah yang merupakan lembah-
lembah sungai / lembah rawa purba serta daerah-daerah
batuan granit Tanah liat / Granit Tanjungpandan sebagai sumber
terdapatnya Tanah liat sekunder maupun Tanah liat primer yang
telah mengalami pelapukan kemudian mengalami erosi dan
denudasi serta transportasi oleh air kemudian diendapkan pada
suatu cekungan lembah sungai / rawa atau dataran rendah,
juga hanya mengalami proses pelapikan tetapi masih in-situ
atau elluvial.

9
LAPORAN EXSPLORASI

3.2. RANGKUMAN PEKERJAAN YANG DILAKUKAN

A. Pemetaan Batas Kuasa Pertambangan

Pada tahap awal ini penentuan batas Kuasa


pertambangan CV. Bumi jaya perkasa dilakukan dengan
menggunakan GPS Map Garmin 60 CSx bersama dengan
Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Belitung
,prospek untuk diusahakan dengan Tambang Skala Kecil.
Sedangkan Kondisi topografi daerah ini relative
bergelombang dengan bakourtanal tahun 2002, lembar
1213 36 skala 1 : 50.000 Membalong , Pengukurannya
dengan sistem polygon tertutup.

B. Pemetaan Geologi
Pemetaan geologi ini merupakan peta topografi skala 1 :
50.000 pada luas areal 90 Hektar. Pemetaan ini bertujuan
untuk mencari daerah-daerah yang mempunyai prospek
baik endapan tanah liat.

C. Pemboran

Adapun pemboran yang dilakukan saat ini masih bersifat


random dengan menggunakan jenis bor bangka kecil
pada kedalaman 10 meter, tetapihasil bor sementara
hanya pada kedalama rata-rata 2 -10 meter sudah
diketemukan lapisan pasir (bottom). Diameter pipa bor
2,5 cm dengan diameter casing 7 cm. Pemboran ini
diutamakan pada daerah-daerah yang diperkirakan
terdapat endapan Tanah liat sekunder terutama bekas-
bekas lembah sungai / rawa-rawa dengan di bantu
peralatan kompas geologi, GPS, meteran, kamera serta
alat-alat lainnya. Selain itu juga diadakan pengambilan
sample-sample tanah hasil pemboran tiap turun satu
meter diadakan pencucian guna mengetahui berat Tanah
liat yang terdapat dalam satu meterkubik tanah.

10
LAPORAN EKSPLORASI

D. Analisa Conto

Setelah dilakukan pemboran untuk pengambilan conto,


dilakukan tahapan analisa conto ke laboratorium untuk
mengetahui, kandungan tanah liat dan mineral-moneral
ikutannya.
11

LAPORAN EKSPLORASI

BAB IV

HASIL EKSPLORASI

4.1. GEOLOGI DAERAH PENYELIDIKAN

Dari hasil penyelidikan lapangan daerah kuasa Pertambangan


CV. Bumi Jaya Perkasa, dapat diketahui mengenai keadaan
geologi yang mana terdiri dari beberapa satuan batuan yang
morfologi yang berupa bukit-bukit (monadnock) dimana
letaknya terpisah-pisah yang jika dihubungkan merupakan
suatu rangkaian perbukitan yang terpisahkan akibat proses
erosi dan denudasi yang intensif pada jaman trias, hal
inidikarenakan sifat kekerasan / density batuan yang berbeda.
Satuan batuan yang dijumpai di daerah Kuasa Pertambangan
CV. BJP umumnya merupakan satuan granit Tanjungpandan
(Trtg) yang berwana putih abu-abu hingga putih sus,
holokristalin berbutir kasar sangat kasar, terutama mineral
kwarsana berbutir hipidiomorfik, terdiri dari butir kwarsa,
feldspar, plagioklas, boitite, dan hornblende. Batuan ini
termasuk kedalam granit tipe S. (Pitcfield, 1987) yang
mengandung greissen yang kaya akan mineral-mineral
cassiterit. Umur mutlaknya berdasarkan K-Ar berkisar dari 208
245 juta tahun (priem et.al., 1975) yang telah mengalami
proses erosi serta denudasi, oleh transportasi air kemudian
diendapkan pada lembah-lembah sungai atau rawa-rawa
maupun pada daerah-daerah lebih rendah /peneplain,
diendapkan berupa endapan Tanah liat sekunder, serta
sebahagian berupa endapan Tanah liat elluvial atau masih
insitu.hasil pelapukan batuan grani Tanahliat / granit
Tanjungpandan mudah diremas dan butiran Tanah liatnya
kasar-kasar.

12
LAPORAN EKSPLORASI

4.2. KEADAAN ENDAPAN / MINERALISASI

Berdasarkan hasil penelitian serta bekas tambang rakyat yang


pernah ada di lokasi KP, dapat diketahui bahwa endapan Tanah
liat sekunder berbentuk hamparan, hal ini dikarenakan hasil
pelapukan granit Tanjungpandan yang mengandung Tanah liat
telah mengalami proses erosi dan denudasi serta
tertransportasi oleh air lalu diendapkan pada cekungan/
lembah-lembah sungai/ rawa-rawa maupun dataran rendah/
peneplain.

1. Penyebaran endapan tanah lia


Berdasarkan data yang diperoleh dari bahwa penyebaran
Tanah liat di daerah Membalong dan sekitarnya berarah
merata pada daerah seluas kurang lebih 90 Hektar, dan
bentuk endapan Tanah liat berupa hamparan dengan
ketebalan berkisar 1,50 meter 4,00 meter, penyebaran
endapan Tanah liat hampir terdapat lebih dari 80% dari
luasan areal Kuasa Pertambangan.
2. Kadar atau Kwalitas Mineral
Mengenai kadar atau kwalitas endapan Tanah liat yang
terdapat di daerah Kuasa pertambangan CV.BJP cukup baik.

3. Perhitungan Cadangan
Cadangan Hasil Pemboran

Lokasi Blok pengeboran: Desa Membalong Kecamatan


Membalong
Status Blok Pengeboran: CV. BJP
Panjang Jalur Ber-tanah liat = 1000 meter (Utara Selatan)
Lebar Jalur Ber-tanah liat = 800 meter (Timur Barat)
Jumlah titik Bor : 94LB dengan space 100 meter
Total Kedalaman meter = 900 meter
13
LAPORAN EKSPLORASI

DATA HASIL PEMBORAN:

Tebal lapisan penutup rata- rata = 1,20 2,30


meter

Tebal lapisan tanah liat = 1,5 2,5 meter


Luas areal =889.000 M (88,90 Hektar)

Luas Daerah Pengaruh ( Area of Influence /AOI) : 100 hektar

Volume lapisan 0/B yang di kupas / dibuang = 889.000m


x2,00 m= 1.778.020m

Volume lap. Tanatn liat kecoklatan =400.000 m x 2,00m x 2,6


= 2.542.800m

Volume Lap. Tanah liat kecoklatan = 400.000 m x 2,00 m x 2,6


=2.080.000m

Total Volume tanah liat = 4.622.800 m

Dari hasil 1 meter kubik terdapat Pasir Tanah liat sebesar


sekitar 60 %

- Cadangan tanah liat = 60% x 4.622.800 m


= 2.773.680 m

14
LAPORAN EKSPLORASI

BAB V

KESIMPULAN
1. Berdasarkan hasil penyelidikan bahwa daerah Kuasa
Pertambangan merupakan suatu bentuk morfologi yang
berupa bukit-bukit atau Monadnock yang letaknya
terpisah-pisah yang jikamerupakan suatu rangkaian
perbukitan dan lembah yang erpisah akibat proses erosi
dan denudasi yang intensif pada jaman Trias, hal ini
dikarenakan sifat kekerasan / density batuan yang
berbeda.
2. Kegiatan pemboran eksplorasi hanya dilakukan dalam
Kuasa Pertambangan Eksplorasi CV. BJP. Total areal yang
tercangkup dalam kegiatan exsplorasi yang telah
dilakukan adalah seluas 90 hektar.
3. Data Primer Hasil Perhitungan Cadangan Hasil Pemboran,
untuk Blok Pengeboran Areal seluas 90 hektar, lubang
bor : 94 LB dengan space 100 meter ( arah Utara
Selatan), Total Kedalaman-meter : 200 meter, Teradapat
cadangan terukur bahan galian mineral Tanah liat
sebesar : 4.186.926 meter kubik Tanah liat.

15

PENAMBANG LAPISAN TANAH

HASIL PEMBORAN
LAPISAN OVERBURDEN
0,2 0,5 METER

LAPISAN PASIR
1,5 4,0 METER

LAPISAN CLAY
1,5-3,0 METER

LAPISAN PASIR KASAR

LAPISAN KONG