Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN PRAKTIKUM

MANAJEMEN AGROBISNIS

Disusun oleh :
Kelompok VII
Ananda Restu PT/06874
Khoirul Anam PT/06908
Adi Wisnu Wijaya PT/06980
Novia Indriani PT/07065
Vellina Putri Handayani PT/07090

Asisten Pendamping : Lintang Gia Purwashanti

LABORATORIUM AGROBISNIS PETERNAKAN


DEPARTEMEN SOSIAL DAN EKONOMI PETERNAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2017
HALAMAN PENGESAHAN

Laporan praktikum Manajemen Agrobisnis ini disusun untuk


memenuhi salah satu syarat dalam menempuh mata kuliah
Manajemen Agrobisnis di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah
Mada Yogyakarta
Laporan ini telah disetujui dan disahkan oleh asisten
pendamping pada tanggal Maret 2017

Yogyakarta, Maret 2017


KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun ucapkan kehaderat Allah SWT yang memberikan


rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan
praktikum Manajemen Agrobisnis ini
Selama kegiatan praktikum hingga penyusunan laporan ini banyak pihak
yang membantu dalam pelaksanaanya. Penyusun selaku praktikan Manajemen
Agrobisnis mengucapkan rasa terimakasih atas bantuan serta dukungan yang
diberikan kepada :
1. Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., selaku Dekan Fakultas Peternakan
Universitas Gadjah Mada.
2. Asisten pendamping kelompok VII yang selalu membimbing selama
kegiatan praktikum mulai dari pelaksanaan praktikum hingga
penyusunan laporan.
3. Seluruh asisten Laboratorium Sosial Ekonomi
4. Seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya praktikum dan
laporan ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam
penyusunan laporan ini, untuk itu segala kritik dan saran yang sifatnya
membangun sangatlah diharapkan. Semoga dengan tersusunya laporan ini
dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak dalam usaha memperdalam
ilmu.

Yogyakarta, Maret 2017


DAFTAR ISI
Halaman Judul i
Halaman Pengesahan ii
Kata Pengantar iii
Daftar Isi. Iv
Daftar Gambar. vi
Daftar Lampiran vii
Bab I Pendahuluan 8
1.1 Latar Belakang 8
1.2 Tujuan Praktikum 8
1.3 Metode 10
Bab II Keadaan Umum Perusahaan 11
2.1 Profil Perusahaan 11
2.2 Lokasi Perusahaan 13
2.3 Potensi Perusahaan 15
2.4 Struktur Organisasi Perusahaan 16
Bab III Kegiatan praktikum 18
Bab IV Manajemen Agrobisnis pada Perusahaan 19
4.1 Hubungan Subsistem Agrobisnis pada Perusahaan
4.2 Manajemen Pengadaan Bahan Baku dan Pengorganisasian
4.3 Manajemen Pengoperasian dan Pengawasan Produksi
4.4 Manajemen Pasca Panen dan Pemasaran
Bab V Penutup
Daftar Pustaka 15
Lampiran 16
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 13
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Agribisnis berasal dari kosakata bahasa inggris Agribusiness, Agri
(agriculture) artinya pertanian dan business artinya usaha atau
kegiatan yang berorientasi pada profit atau keuntungan.Jadi Agribisnis
dapat di definisikan sebagai usaha atau kegiatan pertanian pertanian
dan terkait dengan pertanian yang berorientasi profit.Sedangkan
manajemen adalah fungsi mencapai sesuatau melalui kegiatan orang
lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan
yang sama.
Fungsi-fungsi manajemen terdiri dari planning, organizing,
leading, directing, motivating, coordinating, reporting, staffing,
forecasting. Planning adalah perencanaan, organizing merupakan
kerja sama, leading contohnya mengambil keputusan, motivating
(pemotivasian), coordinating (pengkoordinasian), controlling
(pengawasan), reporting (penyampaian), staffing (penyusunan
personalia), forecasting (meramalkan)
Agribisnis adalah sebuah ilmu terapan yang telah lama muncul
di dunia pertanian, agribisnis dalam sebuah pendidikan yaitu sebuah
ilmu yang bergerak dalam pertanian yang memacu pada bisnis.
Agribisnis sebagai sektor andalan bagi indonesia sangat diharapkan
dapat membawa indonesia untuk siap memasuki kepasar bebas. Hal
ini didukung oleh kondisi alam indonesia yang cukup mendukung
dikembangkannya agribisnis. Dan potensi agribisnis masa depan
masih terbuka luas karena komoditas agribisnis disamping untuk
konsumsi dalam negeri.
Tujuan Praktikum
Praktikum lapangan bertjuan agar mahasiswa Fakultas
Peternakan UGM mempunyai kompetensi lulusan sesuai dengan
Progam Learning Outcome (PLO) untuk mendukung course outcome
matakuliah Manajemen Agrobisnis yaitu :
1. Pengetahuan dan pemahaman tentang konsep dasar soseial
ekonomi untuk manajeman usaha peternakan yang bergerk
dalam subsistem agrobisnis (A5).
2. Kemampuan intelektual dalam mengevaluasi dan
mengintergrasikan data dan informasi dari perusahaan untuk
peningkata perencanaan proes dan luaran dalam industri
peternakan (B5).
3. Ketrampilan praktis untuk a) menggunakan dan merekam
profesi ilmiah secara efektif yaitu mencari literatur untuk
membandingkan kondisi manajemen perusahaan dengan
kondisi peternakan secara umum (C3), b) Manajemen usaha
peternakan dan sistem manajemen inofatif mengikuti
paradigma baru yaitu mengidentifikasi ada / tidaknya inovasi
yang diterapkan perusahaan (C5), dan c) Menggunakan progam
komputasi dalam penerapan metode analisis ekonomi yaitu
perencanaa produksi, harga, dan analisis laporan keuangan
(C6).
4. Kemmpuan menyampaikan dan mengelola dalam membuka
wawasan dan belajar secara kritis dan independen dalam
lingkungan baru melalui kunjungan ke perusahaan untuk
mengelola aplikasi manajemen agrobisnis pada perusahaan
(D5).
5. Kepribadian dan sikap yaitu memiliki sikap jujur, sopan, disiplin,
semangat juang, dan tanggung jawab (E2) dan memiliki rasa
ingin tahu yang tinggi dan berpikir kritis (E3) dalam mengikuti
semua kegiatan praktikum dan menjaga kekompakan dalam
kelompok saat pelaksanaan kunjungan, diskusi, responsi,
maupun pembuatan laporan praktikum.

Metode
Lokasi
Praktikum lapangan dilaksanakn di perusahaan yang bergerak
di bidang agrobisnis dan menjalankan produk dari hulu ke hilir sert
menerapkn inovasi teknologi produk di perusahaan.
Pelaksanaan
Praktikum Manajemen Agrobisnis meliputi asistensi, General
Pretest, kunjungan lapangan, diskusi, dan responsi. Pemberian
asistensi dilakukan sebanyak 1 kali pertemuan. Selanjutnya diadakan
General Pretest dan pengarahan pembuatan kuesioner oleh asisten.
Dengan demikian praktikan akan memperoleh gambaran situasi
pengelolaan agrobisnis di wilayah lokasi praktikum lapangan.
Pengumpulan Data
Pengumupulan data dilakukan dengan metode wawancara
langsung menggunakan kuesioner kepada pihak perusaan yang
bersangkutan mengenai sejarah dan organisasi perusahaan,
menajemen pengadaan bahan baku, manajemen pengoperasian dan
pengawasan produksi, manajemen pasca panen dan pemsaran.
Waktu
Praktikum lapangan dilaksanakan pada bulan Maret dan April
2017.
Tema Bahasan
Tema bahasan dalam praktikum lapangan ini meliputi :
1. Manajemen pengadaan bahan baku / faktor produksi
2. Pengoperasian dan pengawasan produksi
3. Manajemen pasca panen dan pemasaran
BAB II
KEADAAN UMUM PERUSAHAAN
Profil Perusahaan
PT Peksi Gunaraharja merupakan perusahaan dengan jenis badan
usaha berupa perseroan terbatas.Pemegang saham dari PT Peksi Gunaraharja
ini terdiri dari tiga orang yaitu Rismanto Gunawan, Suharjono, dan
Suharnno.Lokasi kantor pusat PT Peksi Gunaraharjaterletak di Ngasem,
Selomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, sedangkan bagian kantor hatcher
terletak di Bokesan, Sindumartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta.PT Peksi
Gunaraharja memiliki visi dan misi layaknya suatu perusahaan pada umumnya.
Visi dari PT Peksi Gunaraharja adalah dengan berlandaskan iman dan taqwa
Peksi Gunaraharja menjadi perusahaan yang berkembang di dalam sektor
peternakan unggas pada umumnya dan puyuh pada khususnya yang
profesional , tangguh , efisien , jujur , berteknologi, paling maju, produktif,
kompetitif dan berusaha semaximal mungkin memberikan pelayanan dan
kualitas yang terbaik bagi masyarakat di Indonesia.
Misi dari PT Peksi Gunaraharja terdiri dari delapan misi yaitu yang
pertama meningkatkan ketersediaan bahan pangan asal ternak untuk
memenuhi kebutuhan dan kecukupan gizi masyarakat menuju kecukupan gizi
protein hewani. Kedua meningkatkan kualitas sumberdaya masyarakat
peternakan yang berperan aktif dalam kegiatan usaha peternakan yang
berbasis agribisnis. Ketiga membangun sistem kelembagaan usaha tani ternak
yang tangguh dan mampu menjalin pola kemitraan guna pengembangan
peternakan dalam pemasaran produk unggulan serta melestarikan komoditi dan
populasi ternak puyuh. Keempat menggunakan teknologi tepat guna yang
berwawasan ramah lingkungan didukung dengan pembinaan berkelanjutan.
Kelima meningkatkan dan mengembangkan produk dalam negri yang unggul
yang berdaya saing tinggi untuk menghadapi pasar global. Keenam
menciptakan birokrasi yang profesional serta memiliki integritas moral yang
tinggi. Ketujuh menjadi perusahaan yang terdepan di bidangnya, dan yang
kedelapan memperluas lapangan kerja untuk kemakmuran mahasiswa dan
masyarakat sekitar tempat produksi pada khususnya dan masyarakat Indonesia
pada umumnya
Perusahaan ini bergerak dalam bidang agraris perunggasan burung
puyuh yang dilakukan mulai dari hulu hingga hilir. Awal mula berdiri perusahaan
Peksi Gunaraharja ini masih dalam bentuk kemitraan yang kemudian
berkembang menjadi perseroan terbatas dengan tiga orang pemegang saham.
Tahun 1997 tepatnya pada tanggal 1 Januari Peksi Gunaraharja bergerak
dalam bidang marketing bibit puyuh dan mulai diresmikan pada tanggal 23 April
1997. Tahun 2001 perusahaan ini mendatangkan indukan dari Perancis untuk
memperbaiki mutu dari produk yang dihasilkan. Kedatangan indukan dari
Perancis ini awalnya menjadi masalah besar karena puyuh banyak yang mati
akibat adaptasi yang lemah. Berdasarkan hal tersebut kemudian PT Peksi
Gunaraharja melakukan persilangan antara indukan puyuh Perancis dengan
pejantan puyuh lokal sehingga keturunannya mampu beradaptasi dengan
lingkungan sekitar. Perusahan makin berkembang hingga tahun 2004, PT Peksi
Gunaraharja memutuskan untuk bergerak mulai dari hulu hingga hilir.
Perkembangan tersebut membuat PT Peksi Gunaraharja membagi perusahaan
menjadi tiga devisi besar yaitu devisi kemitraan, devisi feedmill, dan devisi
hatcher. Puncak kejayaan dari PT Peksi Gunaraharja adalah pada tahun 2011
perusahaan ini mendatangkan kembali indukan dari Perancis, kala itu molaritas
puyuh sudah mulai mengecil menjadi 2% hingga 5%. Puyuh-puyuh tersebut
hingga kini terus di kembangkan oleh perusahaan dengan mempertahankan
kemurniaan puyuh Perancis. PT Peksi Gunaraharja memiliki dua strain dengan
persentase kemurnian puyuh Perancis yang berbeda, padastrain GP hitam
persentase darah puyuh Perancis masih cukup tinggi dibandingaknstrain GP
merah yang memiliki persentase darah puyuh lokal yang lebih tinggi.PT Peksi
Gunaraharja hingga kini masih terus berkembang dengan mempertahankan
tiga devisi besar perusahaan.
Lokasi Perusahaan
Lokasi kantor pusat PT. Peksiguna Raharja berada di Ngasem,
Selomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Kecamatan Kalasan berada di
dataran rendah dengan ketinggian 144 meter di atas permukaan laut. Akses
menuju lokasi PT. Peksiguna Raharja cukup baik dan dapat dilewati oleh
kendaraan sepeda motor, bus dan alat transportasi lainnya. Lokasi PT.
Peksiguna Raharja lumayan jauh dengan pemukiman penduduk dan berada di
persawahan yang luas, sehingga hal ini berpotensi terhadap pengembangan
bisnis peternakan yang secara umumnya bisnis peternakan menghasilkan hasil
sampingan yang cukup mengganggu apabila berada di lingkungan pemukiman
penduduk yang padat. Lokasi yang strategis ini sangat berpotensi dalam
pengembangan penetasan burung puyuh yang dijalankan oleh PT. Peksiguna
Raharja. Berikut adalah lokasi dari PT. Peksiguna Raharja yang dilihat dari
gogle maps.

Gambar 1. Lokasi PT. Peksiguna Raharja


Lokasi yang strategis adalah wilayah penempatan operasi produksi
sebuah perusahaan yang dapat memberikan keuntungan maksimal terhadap
bisnis yang dijalankan, karena tujuan strategi lokasi adalah untuk
memaksimalkan keuntungan lokasi bagi perusahaan. Lokasi PT. Peksiguna
Raharja menurut kelompok kami sudah strategis karena akses yang mudah
dalam menuju lokasi, sehingga transportasi mudah keluar masuk perusahaan
ini dan tidak berada di pemukiman masyarakat yang padat penduduk sehingga
tidak mempengaruhi terhadap bisnis penetasan yang dijalankan oleh PT.
Peksiguna Raharja. Iswara et al. (2013) menyatakan bahwa pemilihan lokasi
usaha harus berpatokan pada perkembangan suatu daerah yang seringkali
menimbulkan dampak baik positif maupun negatif yang dapat mempengaruhi
kinerja dan perkembangan usaha. Pemilihan lokasi usaha ditentukan oleh
sembilan faktor diantaranya adalah karakteristik ruang usaha, karakteristik
lokasi, tenaga kerja, kemungkinan bisnis, akses transportasi, high and low
priority factors in location decision making and satisfaction with present location,
informasi relokasi, rencana jangka panjang dan perubahan akses jalan dan
area parkir. Berdasarkan literatur yang ada, dapat diketahui bahwa lokasi PT.
Peksiguna Raharja sudah stategis dalam menjalankan sebuah bisnis.
Potensi Perusahaan
PT Peksi Gunaraharja merupakan perusahaan yang bergerak
dalam bidang usaha burung puyuh baik petelur maupun pedaging.
Usaha tersebut dikelola dari hulu sampai hilir.
PT Peksi Gunaraharja memiliki 3 kantor yang terdiri aatasHead
Office yang beralamat di Ngasem, Branch Office I yang beralamat di
Pulo Dusun III Brosot, dan Branch Office II yang beralamat di
Jurutengah. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki beberapa pabrik
yaitu Hatchery, Slaughter, Feedmilldan Egg Tray. Total luas area yang
dimiliki oleh PT Peksi Gunaraharja adalah seluas lebih kurang 2000 m
persegi.
Aset- asset dari perusahaan ini meliputi 3 Kantor dan 4 Pabrik
serta segala fasilitas yang dimiliki oleh PT Peksi Gunaraharja. Kantor
tersebut terdiri atas Head Office, Brranch Office I dan Branch Office II.
Sementara pabrik yang dimilikinya adalah Hatchery, Slaughter,
Feedmillserta Egg Tray.
Skala usaha dari perusahaan ini adalah berskala besar. PT Peksi
Gunaraharja ini telah menjalin kerjasama dengan berbagai plasma
peternak puyuh yang tersebar di seluruh Indonesia. Hampir 60% telur
puyuh yang tersebar di Indonesia merupakan hasil dari kerjasama
antara PT Peksi Gunaraharja dengan plasma peternak puyuh.
Dalam bermitra dengan plasma peternak puyuh, PT. Peksi
Gunarharja bertanggung jawab penuh terhadap ketersediaan DOQ
(bibit), ketersediaan pakan, pembelian telur dan pembelian afkiran.
PT. Peksi Gunarharja memiliki Rumah Pemotongan Burung skala
besar, yaitu mampu menampung lebih dari 15.000 ekor puyuh
perhari.
Proses yang kompleks ini meliputi pembersihan dengan air
panas, pembersihan bulu dan pengeluaran organ dalam, pemotongan
tulang dan pembekuan serta menjamin bahwa semua proses dan
prosedur yang ada sesuai dengan persyaratan halal.
Struktur Organisasi Perusahaan
Perusahaan PT. Peksi gunaraharja merupakan perusahaan dengan
struktur organisasi staff, karena dari 3 pemegang saham utama terdapat
beberapa koordinator bidang yang memiliki peran masing-masing, dan untuk
dari sektor peternakan burung puyuh sendiri ada berbagai koordinator bidang
seperti, koordinator perkandangan, yang membawahi pada seksi kandang,
santasi dan vaksin dan masih banyak lagi dan setiap seksi akan bertanggung
jawab pada koordinator bidang dan seterusnya keatas. Bentuk struktur
organisasi pada umumnya berbeda-beda serta memiliki keunggulan dan
kelemahan masing-masing. Berdasarkan hubungan yang ada pada organisasi
menurut Hasibuan (2010:150) terdapat lima jenis bentuk struktur utama
organisasi, bentuk struktur organisasi tersebut dapat dibedakan sebagai berikut
:
a. Bentuk Organisasi Lini (Line Organization) Organisasi lini ini diciptakan
oleh Henry Fayol, dalam tipe organisasi lini terdapat garis wewenang,
kekuasaan yang menghubungkan langsung secara vertikal dari atasan ke
bawahan.
b. Bentuk Organisasi Lini dan Staf (Line and staff organization) Bentuk
organisasi lini dan staf pada dasarnya merupakan kombinasi dari
organisasi lini dan organisasi fungsional. Asas kesatuan komando tetap
dipertahankan dan pelimpahan wewenang berlangsung secara vertikal
dari pucuk pimpinan kepada pimpinan dibawahnya. Pucuk pimpinan tetap
sepenuhnya berhak menetapkan keputusan, kebijaksanaan, dan
merealisasikan tujuan perusahaan. Dalam membantu kelancaran tugas
pimpinan, ia mendapat bantuan dari para staf. Tugas para staf hanya
memberikan bantuan, pemikiran saran-saran, data, informasi, dan
pelayanan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk
menetapkan keputusan dan kebijaksanaannya.
c. Bentuk Organisasi Fungsional. Diciptakan oleh F.W. Taylor, bentuk
organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang
harus dilakukan. Pada tipe organisasi ini, masalah pembagian kerja
mendapat perhatian yang sungguh-sungguh, pembagian kerja
didasarkan pada spesialisasi yang sangat mendalam dan setiap pejabat
hanya mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan sesuai dengan
spesialisasinya.
d. Bentuk Organisasi Lini, Staf dan Fungsional. Merupakan kombinasi dari
organisasi lini, lini dan staf, dan fungsional, biasanya diterapkan pada
organisasi besar serta kompleks. Pada tingkat Dewan Komisaris (board
of director) diterapkan tipe organisasi lini dan staf, sedangkan pada
tingkat middle manager diterapkan tipe organisasi fungsional. Organisasi
ini dilakukan dengan cara menggabungkan kebaikan dan menghilangkan
kelemahan dari ketiga tipe organisasi tersebut.
e. Bentuk Organisasi Komite. Suatu organisasi yang masing-masing anggota
mempunyai wewenang yang sama dan pimpinannya kolektif. Organisasi
komite (panitia = committees organization) mengutamakan pimpinan,
artinya dalam organisasi ini terdapat pimpinan kolektif presidium/plural
executive dan komite ini bersifat manajerial. Komite dapat juga bersifat
formal atau informal, komite-komite itu dapat dibentuk sebagai suatu
bagian dari struktur organisasi formal, dengan tugas-tugas dan
wewenang dibagikan secara khusus.
BAB III
KEGIATAN PRAKTIKUM

Kegiatan praktikum managemen agribisnis sendiri bertujuan untuk


mengetahui kegiatan agribisnis perusahaan dan sistem usaha yang dijalanlan.
Praktikum dilakukan di PT. Peksi Gunaraharja yang bergerak di breeding
burung puyuh petelur maupun pedaging, kegiatan praktikum itu sendiri berupa
diskusi dengan pemilik perusahaan yang diwakili oleh staf perusuhaan. Diskusi
membahas seluk beluk perusahaan mulai latar belakang pendiriaan
perusahaan, sejarah berdirinya perusahaan, sektor/sistem usaha, pengadaan
ternak, pemeliharaan ternak, penanganan limbah, cara pemasaran hingga
pengiriman pesanan.
Kegiatan praktikum selanjutnya yakni, pengenalan perusahaan dimulai
dengan keadaan dan cara sanitasi kandang, karyawan dan pembeli, lalu
diteruskan di tempat seleksi telur, karena perusahaan ini memiliki standar
minumum dan maksimum telur sendiri, lalu menuju tempat penetasan telur
yang disana terdapat kurang lebih 6 mesin penetas yang didatangkan langsung
dari perancis, mesin ini berkapasitas besar sekitar 4500 telur untuk satu mesin
penetasnya. Telur yang menetas akan langsung diseleksi untuk petelur
dibedakan antara jantan dan betina, dan untuk pedagang tidak dibedakan.
Pemasaran tergantung dengan permintaan, jika pembeli ingin membeli DOQ
maka anakan yang sudah menetas akan langsung divaksin dan dikirm ke
pembeli. DOQ yang dihasilkan merupakan hasil persilangan antara burung
puyuh dari perancis dengan buyuh lokal Indonesia, yang mana DOQ hasil
persilangan ini lebih dapat beradaptasi dengan lingkungan di Indonesia dengan
tingkat mortalitasnya 5% walaupun ADG dan Gainnya menurun cukup drastis.
Pemasaran untuk produk-produk hasil peternakan puyuh ini sudah
mejangkau ke seluruh Indonesia untuk pedaging dan untuk telur sudah di
sekitar pulau jawa dan bali. Penanganan limbah tidak begitu sulit karena semua
limbah, dari kotoran, cangkang telur, bulu sudah tertangani dengan baik.
BAB IV
MANAJEMEN AGROBISNIS PADA PERUSAHAAN

Hubungan Subsistem Agrobisnis pada Perusahaan


Setiap subsitem memiliki peran masing dan memiliki keterkaitan antar
subsistem, subsistem hulu dari pengadaan pakan dan bakalan untuk ternak
sudah teratasi dengan baik. PT Peksi gunaraharja memiliki pabrik pakan sendiri
untuk membuat ransum pakan untuk ternaknya, yang akan di distribusikan ke
peternak utama, cabang dan plasma. Subsistem on farm/ pemeliharaannya
pada perusahaan ini pemeliharaannya sudah berjalan dengan baik, mulai dari
breeding, perkandangan, sanitasi dan vaksinasinya, karena perusahaan ini
tergolong perusahaan yang cukup besar sehingga alat dan pemeliharaannya
sudah cukup maju dan modern, untuk subsistem hilir yakni penangan produk-
produknya, telur dan daging tertangani dengan baik, setiap telur akan diseleksi
begitu pula dengan dagingnya, walaupun untuk seleksi telur masing dilakukan
manual dengan karyawan. Pemasaran adalah hal yang penting dalam
pemasaran untuk pemasaran perusahaan ini terdapat tim yang akan
menanganinya, karena PT Peksi ini tidak hanya perusahaan yang bergerak di
bidang peternak, jadi semua pemasarannya terpusat dalam satu koordinator
bidangnya,
Setiap subsistem saling terkait karena, tanpa satu saja subsistem tidak ada
ataupun terhambat akan mempengaruhi pada subsistem lainnya, karena kerja
sistem ini saling beketerkaitan. Subsistem hulu yang mengatur pakan, jika
pakan produksinya terhambat atau stoknya habis ini berimbas pada
pemeliharaan burung puyuh yang secara langsung menyebabkan produksi
menurun karena kekurangan pakan. Setiap bagian dari sistem ini penting
karena dapat mempengaruhi kinerja sistem lainnya.
Manajemen Pengadaan Bahan Baku dan Pengorganisasian
Perencanaan dalam agribisnis merupakan suatu usaha sistematis untuk
mencari alternatif-alternatif baru, disertai dengan perhitungan konsekuensi
finansialnya terhadap hasil dan biaya. Termasuk dalam kegiatan subsitem
perencanaan dalam perencanaan adalah pemilihan lokasi usaha ternak,
penentuan komoditas ternak, teknologi usaha tani yang diterapkan, dan pola
usaha ternak yang ideal. Pelaksanaan usaha tani ternak hendaknya ditekan
pada usaha tani yang intensif dan berkesinambungan, artinya meningkatkan
produktivitas ternak semaksimal mungkin dengan cara intensifikasi dengan
tanpa meninggalkan kaidah-kaidah pelestarian sumber daya alam dan
lingkungan (Prasetyo et a.l, 2001). Modal bahan baku berasal dari saham
investor dan hatcher berasal dari telur indukan dari Perancis yang dikelola. Asal
bahan baku yang digunakan adalah pakan yang berasal dari beberapa suplier
bahan pakan. Produk hasil perusahaan adalah berupa anakan puyuh yang
berkualitas.

Pemilihan lokasi di Dusun Ngasem, Selomartani, Kalasan, Sleman,


Yogyakarta dengan alasan pakan yang melimpah, pasar yang baik, sumber air
melimpah dan lingkungan yang mendukung. Selain itu, adanya penjaminan
mutu oleh perusahaan dengan klasifikasi tertentu. Pengelolaan bahan baku
ialah dengan menjalankan proses penetasan yang akan kembali disalurkan
kepada para konsumen. Tenaga kerja yang digunakan untuk pengolahan bahan
baku terdiri dari 3 divisi yang masing dipimpin oleh satu orang. Divisi tersebut
diantaranya adalah divisi kemitraan, divisi feedmil dan divisi penetasan. Widiati
(2013) menyatakan bahwa dalam membuat perencanaan seorang manager
harus mengidentifikasi kuantitas dan kualitas sumberdaya-sumberdaya yang
harus disediakan untuk memenuhi tujuan bisnis yang telah ditetapkan. Didalam
bisnis pertanian maupun peternakan sumber daya termasuk adalah lahan, air,
mesin, ternak, kapital, dan tenaga kerja.
Manajemen Pengoperasian dan Pengawasan Produksi
Manajemen produksi dan operasi merupakan serangkaian proses dalam
menciptakan barang atau jasa atau kegiatan yang mengubah bentuk dengan
menciptakan atau menambah manfaat suatu barang atau jasa yang akan
digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Proses tersebut dimulai dari
merancang, mengeksekusi dan mengevaluasi persediaan yang ada (Lee,
2007). Fungsi manajemen pengoperasian yaitu melakukan aktivitas dan
bertanggung jawab terhadap pengelolaan produksi sampai distribusi produk ke
pelanggan (Widiati dan Kusumastuti, 2013). Sistem produksi yang dilakukan di
Pt. Peksiguna Raharja menggunakan sistem produksi continues atau
berkesinambungan. Perusahaan melakukan sistem poduksi secara tepat.
Manajemen penetasan ternak sudah dilakukan dengan benar sehingga mampu
menekan permasalahan yang dapat timbul pada perusahaan. Proses produksi
yang dilakukan berhubungan dengan kebutuhan dan kepentingan konsumen
sehingga mampu untuk mengestimasi semua hal yang dilakukan. PT.
Peksiguna Raharja memelihara satu jenis ternak yang tujuan pemeliharaanya
adalah untuk bisnis penetasan puyuh, sehingga disana tidak terdapat adanya
permasalahan yang mendalam dan semua proses berjalan sesuai dengan
kebutuhan.
Pengawasan harus dilakukan berdasarkan pada Standar Operasional
(SOP) perusahaaan yang sudah ada secara benar. PT. Peksiguna Raharja
sudah menjalankan pengawasan sesuai SOP sehingga mampu untuk menekan
kemungkinan terjadinya penyimpangan pada proses awal hingga proses akhir
produksi. Ketersediaan bahan baku yang digunakan sebagai proses produksi
terutama pada kebutuhan pakan cukup memadai,akan tetapi untuk mencukupi
kebutuhan ini semua pakan di dapatkan tidak hanya dari produksi lahan milik
sendiri saja melainkan dibantu dengan pembelian pakan yang yang
didatangkan dari daerah luar perusahaan sendiri.
Pengendalian mutu suatu produk pada PT. Peksiguna Raharja dapat di
lihat secara langsung, karena jenis produk yang akan di jual yaitu puyuh.
Konsumen dapat melihat langsung kondisi produk yang ditawarkan, sehingga
akan membantu konsumen dapat memilih sendiri produk yang diinginkan.
Konsumen akan merasa puas dengan produk yang dibelinya. Berdasarkan
penelitian yang dilakukan oleh Hatani (2008), Pengawasan kualitas produksi
pada suatu perusahaan dilaksanakan melalui dua tahap yaitu pengawasan
kualitas proses produksi adalah pengawasan yang dititiberatkan pada kegiatan-
kegiatan dalam proses pembuatan produk yang mengarah pada pengawasan
bahan baku, tenaga kerja, mesin dan metode, kemudian dialkukan pengawasan
kualitas hasil akhir yaitu berupa kegiatan untuk memeriksa hasil akhir produksi
apakah sudah sesuai dengan rencana, dalam hal ini penentuan produk yang
baik dan memenuhi standar yang ditetapkan.
Pengendalian keuangan di PT. Peksiguna Raharja dilakukan pada
penekanan harga bahan terhadap bahan baku, dimana harga bahan baku
meliputi biaya produksi. Penjualan produk tergantung pada kebutuhan dan
pemintaan konsumen sendiri sehingga disini konsumen dapat memesan
langsung produk yang diinginkan. Harga produk bergantung pada kondisi
produk itu sendiri sehingga harga produk ditentukan berdasarkan kualitas
produk yang di pasarkan. Tenaga kerja pada perusahaan PT. Peksiguna
Raharja semua memilki dasar ilmu yang tepat dan sesuai dengan profesi yang
ditekuninnya sehingga tidak menjadi permasalahan dan justru memberi
kemudahan tersendiri bagi perusahaan tersebut. Upah tenaga kerja diberkan
dalam bentuk bulanan.
PT. Peksiguna Raharja memperhatikan faktor pengawasan yang cukup
intensif pada pekerja, dikarenakan yang diprioritaskan pertama kali pada setiap
pekerja yaitu keamanan pada saat bekerja . Rata-rata pekerja memiliki dasar
yang baik untuk pekerjaannya dan tentunya membantu memudahkan
perusahaan tanpa perlu membuat aturan yang cukup ketat dan semuanya
dilakukan dengan senang hati sehingga menciptakan suatu kenyamanan dalam
bekerja yaitu antara pemilik dengan pekerja.
Semua perusahaan yang memiliki manajemen pengelolaan yang baik
akan memiliki laporan keuangan. PT. Peksiguna Raharja tidak dapat
menyampaikan laporan keuangannya.Hal tersebut dilakukan karena
perusahaan memiliki alasan tersendiri yang tidak dapat disampaikan oleh
pemilik perusahaan karena menyangkut rahasia perusahaan.
Manajemen Pasca Panen dan Pemasaran
Inovasi adalah pengamatan yang dilakukan pada konsumen untuk
menemukan dan memuaskan konsumen dengan memberikan produk yang
baru (Tomi et al., 2014). PT Peksi Gunaraharja melakukan inovasi terhadap
produk yang dihasilkan dengan mendatangkan indukan dari Perancis untuk
memperoleh mutu produk yang lebih baik. Hal lain yang dilakukan adalah
dengan mengemas puyuh yang akan dipasarkan pada packaging yang
menarik. Packaging dilakukan dari bahan kardus yang kuat untuk dalam pulau
dan menggunakan rangkaian bambu untuk luar pulau. Masing-masing box
memiliki label yang menunjukkan ciri yang dimiliki oleh PT Peksi
Gunaraharja.Packaging dilakukan menggunakan kardus berisi empat ruang
dengan masing-masing ruang diisi oleh 50 ekor puyuh dengan 1 cadangan
puyuh. Kelebihan dari PT Peksi Gunaraharja adalah puyuh yang akan di
pasarkan sebelumnya divaksin terlebih dahulu menggunakan alat spray dengan
vaksin Newcastle Disease (ND) dan Infeksi Bronchitis (IB). Tomi et al.(2014)
menambahkan bahwa perusahaan biasa mendiferensiasi dirinya dengan
memusatkan perhatian pada atribut-atribut produk, baik dalam dimensi fungsi
produk (product function) maupun dimensi bentuk produk (product feature)
yang sasarannya adalah untuk memperoleh dan meningkatkan market share
serta mematahkan kompetitor. Diferensiasi produk akan menciptakan sesuatu
yang dapat diterima sebagai sesuatu yang unik pada tingkat industri atau pada
tingkat pasar konsumen. Studi mengenai product diversity dan kinerja
perusahaan mengatakan bahwa diversifikasi dan diferensiasi produk akan
menghasilkan kinerja yang lebih baik dan lebih unggul.
PT Peksi Gunaraharja mempertahankan produk yang unggul dengan
melakukan grading terhadap telur-telur puyuh yang dihasilkan dengan kriteria
sesuai dengan standar yang diberikan oleh perusahaan sendiri. Kriteria telur
yang akan masuk dalam mesin tetas adalah minimal berat telur layer 12 gram,
minimal berat telur broiler 18 gram, telur harus bersih (tidak ada ekskreta yang
menempel), ukuran telur normal, warna normal (mengindari telur yang memiliki
warna polos), dan umur telur dalam mesin dua setengah bulan. Marsudi dan
Saparinto (2012) menyatakan bahwa telur puyuh memiliki tiga grade yaitu
grade A dengan ciri-ciri ukuran telur besar dengan jumlah 85 hingga 93 butir per
kg, bercak jelas, dan kulit cangkang tebal dan tidak mudah pecah. Grade B
dengan ciri-ciri ukuran telur sedang dengan jumlah 94 hingga 105 butir per kg,
bercak jelas, dan kulit cangkang tebal. Grade C dengan ciri-ciri ukuran telur
kecil dengan julah 106 hingga 115 butir per kg, bercak jelas hingga samar-
samar, kulit bervariasi ada yang tebal dan ada yang tipis. Telur yang berkualitas
akan memiliki daya tetas tinggi dengan ciri-ciri berbentuk sedikit lonjong dengan
berat rata-rata 10 hingga 11 gram per butir, permukaan halus dan bersih dari
kotoran yang menempel, telur utuh dan tidak retak, warna putih kekuningan
atau coklat terang dan tidak ada bercak kelabu yang merata pada kulit telur,
berasal dari indukan betina yang tidak muda dan tidak tua (umur induk antara 4
hingga 10 bulan), tidak disimpan lebih dari 5 hari karena akan menurunkan
daya tetasnya, dan jika dilakukan peneropongan yang diarahkan di tempat
terang, akan tampak kemerahan.
Kualitas dari telur merupakan tolak ukur perusahaan menetapkan suatu
harga produk. Penetapan harga yang dilakukan oleh PT Peksi Gunaraharja
adalah dengan membuat harga telur tetap pada kisaran Rp 20.500,00 per
kilogram meskipun harga telur sedang mengalami penurunan ataupun
kenaikan. Hal tersebut dilakukan untuk membuat suatu ciri khas dari PT Peksi
Gunaraharja sendiri, selain itu pelanggan lebih menyukai kebijakan harga yang
tetap. Kondisi harga telur naik biasanya terjadi ketika adanya kelangkaan
sumber pakan, namun pada PT Peksi Gunaraharja ini telah memiliki solusi
yang baik untuk menyelesaikan masalah tersebut sehingga meskipun harga
telur naik namun perusahaan tetap tidak mengalami kerugian. Solusi tersebut
adalah dengan memasok pakan dari perusahaan pakan lainnya dengan jumlah
yang cukup banyak sehingga akan memperoleh harga yang relatif lebih murah.
PT Peksi Gunaraharja ini mampu menjual sekitar 140 hingga 145 ribu telur per
minggu dengan penyebaranwilayah pemasaran hampir seluruh Indonesia,
seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Papua.
Pemasaran yang dilakukan PT Peksi Gunaraharja ini menggunakan
sistem delivery order yaitu mengantarkan barang sesuai dengan permintaan
pembeli dengan jaminan kualitas mutu sampai ditangan pelanggan. Sistem
transaksi penjualan pada PT Peksi Gunaraharja adalah dengan sistem tunai.
Pembayaran yang dilakukan adalahsejumlah pesanan yang sampai dalam
kondisi bagus, kerusakan dalam proses pengantaran ditanggung langsung oleh
PT Peksi Gunaraharja. Aefin (2015) menyatakan bahwa sistem penjualan dapat
dilakukan dengan dua metode yaitu tunai dan non tunai. Penjualan tunai
dilakukan oleh perusahaan dengan cara mewajibkan pembeli melakukan
pembayaran harga barang lebih dahulu sebelum barang diserahkan oleh
perusahaan kepada pembeli. Penjualan non tunai dilakukan dengan membayar
barang setelah barang diantarkan.
Pengantaran produk dilakukan sesuai dengan jarak dari masing-masing
pemesanan. Pemesanan dalam pulau pengantaran produk dilakukan dengan
menggunakan mobil box, sedangkan pemesanan di luar pulau dengan
menggunakan kapal laut.
Pemesanan produk dari PT Peksi Gunaraharja memiliki angka yang
tinggi karena keberhasilan tim promosi dalam menyebarluaskan informasi
terkait produk. Tim promosi yang ada di PT Peksi Gunaraharja ini memiliki
cangkupan tugas mulai dari packaging hingga pemasaran. Promosi yang
dilakukan sebenarnya sederhana yaitu dengan membuat informasi produk
melalui onlinemaupun offline (limflat) yang disebar di bidang usaha PT Peksi
Gunaraharja lainnya seperti restoran. Ardiyanta (2013) menyatakan bahwa
marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang
merupakan inti dari sistem pemasaran produk suatu perusahaan yaitu produk,
struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi. Promosi adalah satu
bagian dari program pemasaran secara keseluruhan. Fungsi dari promosi
adalah untuk mengembangkan dan menyebarluaskan komunikasi mengenai
suatu perusahaan. Perusahaan besar umumnya tidak terlalu mementingkan
promosi karena produknya sudah terjamin dikenal masyakarat bahkan biasanya
lebih mementingkan ekspansi dibandingkan promosi.
Sama halnya dengan perusahaan lainnya PT Peksi Gunaraharja memiliki
masalah dalam sisi pasca panen dan penjualan. Permasalah dari sisi pasca
panen yang biasanya dihadapi adalah pengolahan limbah produksi, namun
masalah tersebut ternyata sudah dapat diatasi oleh PT Peksi Gunaraharja.
Limbah produksi dari hatchery puyuh adalah cangkang telur, PT Peksi
Gunaraharja menggunakan cangkang tersebut sebagai pakan untuk ternak-
ternak ikan yang ada di sekitar perusahaan sehingga limbah tidak menumpuk.
Permasalahan lainnya adalah pada penjualan khususnya pada proses
pengiriman, terkadang banyak produk yang rusak ketika proses pengiriman
dilakukan. PT Peksi Gunaraharjamengantisipasi hal tersebut dengan
memperbaiki mutu genetik dari indukan puyuh yaitu dengan mendatangkan
puyuh dari Perancis yang kemudian disilangkan dengan puyuh lokal agar
mampu beradaptasi. Hal tersebut ternyata membawa dampak baik bagi
perusahaan, puyuh yang dihasilkan jauh lebih berkualitas sehingga mampu
menurunkan angka kerusakan produk ketika proses pengiriman. Hal lain yang
dilakukan perusahaan adalah dengan memilih bahan packaging yang kuat,
bahan packaging yang digunakan untuk pengiriman di luar pulau adalah bambu
sedangkan di dalam pulau adalah kardus tebal.
Berdasarkan uraian terkait PT Peksi Gunaraharja maka dapat dilakukan
analisis SWOT perusahaan. PT Peksi Gunaraharja memiliki kekuatan dalam
menyediakan produk dengan kualitas yang unggul dan harga yang konstans.
Kelemahan yang dimiliki oleh PT Peksi Gunaraharja adalah lingkungan
perusahaan yang mulai kurang kondusif karena adanya peternakan unggas
yang rawan penyakit dan adanya industri rokok yang menghasilkan polusi
udara. Peluang dari PT Peksi Gunaraharja sangat besar karena dilihat dari
perusahaan puyuh di Indonesia, PT Peksi Gunaraharja merupakan perusahaan
yang mendominasi bidang agraris perunggasan burung puyuh. Ancaman
terbesar dari PT Peksi Gunaraharja timbul dari lingkungan perusahaan itu
sendiri. Lingkungan perusahaan mulai kurang idealnya untuk ternak puyuh dan
dapat sewaktu-waktu puyuh terjangkit penyakit dari lingkungan sekitar. Burung
puyuh ini sangat mudah tertular sehingga ketika salah satu burung ada yang
terjangkit penyakit maka penyebarannya sangat cepat. Nisak (2015)
menyatakan bahwa analisis SWOT yakni mencakup upaya-upaya untuk
mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang menentukan
kinerja perusahaan. Hal lainnya mengenai analisis SWOT adalah identifikasi
berbagai faktor secara sistematis untuk merumusan strategi perusahaan.
Proses pengambilan keputusan strategi selalu berkaitan dengan
pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan.
BAB V
PENUTUP

Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakuakan dapat disimpulkan bahwa
PT Peksiguna Raharja merupakan perusahaan yang yang bergerak dibidang
penetasan puyuh. Produk-produk yang dihasilkan mampu memberikan manfaat
di bidang peternakan dengan menghasilkan anakan puyuh yang berkualitas.
Perusahaan ini bergerak di bidang hulu sampai hilir. Manajemen keuangan di
PT. Peksiguna Raharja dalam keadaan yang baik, dimana tersebut mampu
memberikan profit bagi perusahaannya secara terus-menerus. Pemasaran
produk diakukan kepada konsumen secara langsung maupun kepada mitra
usaha dengan pembagian keuntungan yang telah ditentukan.

Saran
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan di PT. Peksiguna Raharja
disarankan bahwa sebaiknya PT. Peksiguna Raharja semakin meningkatkan
intensitas dengan bekerja sama dengan berbagai mitra agar produknya
semakin dikenal. Selain itu, perlu adanya suatu inovasi produk-produk yang
baru sehingga dapat memberikan manfaat bagi terciptanya sistem pertanian-
peternakan terpadu yang bernilai profit yang tinggi serta memastikan bahwa
standar operasional keamanan pekerja berjalan dengan baik. Pencataan
pendapatan dan pengeluaran lebih diperjelas agar dapat diketahui berapa
besar keuntungan maupun kerugian.
DAFTAR PUSTAKA

Aefin, N. E. N. 2015. Sistem informasi pengolahan transaksi penjualan.


Universitas Dian Nuswantoro. 1:14.
Ardiyanta, O. 2013. Analisis strategi distribusi untuk meningkatkan volume
penjualan pada PT. Salama Nusantara. Tugas Akhir. Fakultas Ekonomi.
Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.
Hatani, La. 2008. Manajemen Pengendalian Mutu Produksi Roti Melalui
PendekatanStatistical Quality Control (Sqc) (Studi Kasus Pada
Perusahaan Roti Perusahaan Roti Rizki Kendari). Fakultas Ekonomi
Universitas Haluoleo. Sulawesi Tenggara.
Iswara, H. A. W., Vina E. Dan I Wayan S. W. 2013. Pemilihan lokasi usaha
dengan pendekatan metode tree decision. Universitas Gunadarma.
Lee, at all. 2007. Fuzzy Production Inventory Based on Signed Distance.
Journal of Information Science and Engineering. vol. 23 (2): 1939-1953.
Marsudi, dan C. Saparinto. 2012. Puyuh. Penebar Swadaya. Jakarta.
Nisak, Z. 2015. Analisis SWOT untuk menentukan strategi kompetitif.
Universitas Islam Lamongan. Lamongan. 1-8.
Tomi, V. A., I. Suroso, dan N. A. Subagio. 2014. Pengaruh diferensiasi, variasi,
dan inovasi produk terhadap kepuasan konsumen melalui keunggulan
bersaing pada produk Edamame PT. Mitratani 27 Jember. Artikel Ilmiah
Mahasiswa. 1:8.
Widiati, R., dan T. A. Kusumastuti. 2013. Manajemen Agribisnis. Citra Gama
Sakti Press. Yogyakarta.