Anda di halaman 1dari 20

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Laboraturium merupakan sarana untuk melaksanakan kegiatan penelitian ilmiah.
Laboraturium dengan segala kelengkapan peralatan dan bahan kimia berpotensi
menimbulkan bahaya kepada para pengguna jika para pekerja di dalamnya tidak
dibekali dengan pengetahuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja. Namun,
dalam beraktivitas di dalam laboraturium sering terjadi kecelakaan yang diakibatkan
oleh kesalahan mahasiswa, khususnya mahasiswa baru.

Peralatan-peralatan kimia yang umumnya tidak mudah untuk di dapat dan harganya
yang cukup tinggi menjadi kendala bagi mahasiswa yang telah berbuat kesalahan,
seperti halnya memecahkan buret karena kurang kuatnya pegangan penjepit pada
statif, pemegangan thermometer yang salah, pecahnya labu distilasi karena
pengambilan yang salah saat pemanasan, dan contoh lainnya tentang kesalahan dan
kecelakaan penggunaan alat kimia. Kejadian tersebut dapat dicegah apabila
mahasiswa tersebut mengetahui fungsi dan cara penggunaan alat kimia dengan baik
dan benar.

1.2 Rumusan Masalah


Sehubungan dengan latar belakang di atas, maka masalah-masalah yang akan
dibahas pada makalah ini adalah:
1. Apa saja peralatan dasar di laboraturium kimia?
2. Bagaimana cara menggunakannya?
3. Bagaimana cara pemeliharaannya?
4. Dari mana saja peralatan itu bias didapatkan?

1.3 Tujuan penulis


Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:
1. Mahasiswa dapat mengetahui apa saja peralatan dasar yang ada di laboraturium
kimia.
2. Mahasiswa dapat mengetahui cara menggunakannya.
3. Mahasiswa dapat mengetahui cara pemeliharaannya.
2

4. Mahasiswa dapat mengetahui tempat memperolehnya.

1.4 Cara Memperoleh data


Untuk dapat memperoleh data yang maksimal dalam pembuatan makalah ini, data
berasal dari studi pustaka baik dari buku-buku referensi yang menyangkut peralatan
kimia atau pencarian data di internet.

BAB II
PERALATAN DASAR LABORATORIUM KIMIA

Laboratorium (disingkat lab) adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran


ataupun pelatihan ilmiah yang dilakukan baik secara individu maupun
kelompok.Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya
3

kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali.


(http://id.wikipedia.org/wiki/Laboratorium)

Laboratorium merupakan sarana untuk melaksanakan kegiatan penelitian ilmiah


guna meningkatkan keterampilan pemakaian dan pemanfaatan alat-alat
laboratorium.Tempat dengan segala kelengkapan peralatannya yang berpotensi
menimbulkan bahaya kepada penggunanya.

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan perlindungan tenaga kerja dari
segala aspek yang berpotensi membahayakan dan menimbulkan penyakit akibat dari
jenis pekerjaan tersebut, pencegahan kecelakaan dan penserasian peralatan kerja,
dan karakteristik pekerja serta orang yang berada di sekelilingnya. Tujuannya agar
tenaga kerja mencapai ketahanan fisik, daya kerja, dan tingkat kesehatan yang tinggi
sehingga menciptakan kenyamanan kerja dan keselamatan kerja yang tinggi.Tidak
ada sesuatu di tempat kerja yang terjadi secara kebetulan tetapi itu semua memiliki
alasan-alasan yang jelas dan dapat diperkirakan sebelumnya. Pengawasan terhadap
alat maupun terhadap pekerja harus dilakukan secara teratur dan berkesinambungan.

Peralatan-peralatan dasar yang umumnya ada di laboratorium kimia adalah sebagai


berikut:

1. Gelas Kimia (beaker)


Berupa gelas tinggi, berdiameter besar dengan skala sepanjang dindingnya.
Terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap panas hingga suhu 200 .
Ukuran alat ini ada yang 50 mL, 100 mL dan 2 L.
Fungsi :
a. Untuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat
ketelitianYang tinggi
b. Menampung zat kimia
c. Memanaskan cairan
d. Media pemanasan cairan
2. Labu Erlenmeyer
Labu erlenmeyer berupa gelas yang diameternya semakin ke atas semakin kecil
dengan skala sepanjang dindingnya. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L.
4

Fungsi :
a. Untuk menyimpan dan memanaskan larutan
b. Menampung filtrat hasil penyaringan
c. Menampung titran (larutan yang dititrasi) pada proses titrasi
3. Gelas Ukur
Gelas ukur berupa gelas tinggi dengan skala di sepanjang dindingnya. Terbuat
dari kaca atau plastik yang tidak tahan panas. Ukurannya mulai dari 10 mL
sampai 2 L.
Fungsi :
Untuk mengukur volume larutan tidak memerlukan tingkat ketelitian yang
tinggi dalam jumlah tertentu
4. Pipet
Pipet adalah alat untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu maupun takaran
bebas. Jenisnya :
a. Pipet seukuran, digunakan untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu
secara tepat, bagian tengahnya menggelembung.
b. Pipet berukuran, berupa pipa kurus dengan skala di sepanjang dindingnya.
Berguna untuk mengukur dan memindahkan larutan dengan volume tertentu
secara tepat.
c. Pipet tetes, berupa pipa kecil terbuat dari plastik atau kaca dengan ujung
bawahnya meruncing serta ujung atasnya ditutupi karet. Berguna untuk
mengambil cairan dalam skala tetesan kecil.
5. Buret
Buret berupa tabung kaca bergaris dan memiliki kran di ujungnya. Ukurannya
mulai dari 5 dan 10 mL (mikroburet) dengan skala 0,01 mL, dan 25 dan 50 mL
dengan skala 0,05 mL.
Fungsi :
Untuk mengeluarkan larutan dengan volume tertentu, biasanya digunakan untuk
titrasi.
6. Tabung Reaksi
Tabung reaks berupa tabung yang kadang dilengkapi dengan tutup. Terbuat dari
kaca borosilikat tahan panas, terdiri dari berbagai ukuran.
Fungsi :
a. Sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia
b. Untuk melakukan reaksi kimia dalam skala kecil
5

7. Kaca Arloji
Kaca arloji terbuat dari kaca bening, terdiri dari berbagai ukuran diameter.
Fungsi :
a. Sebagai penutup gelas kimia saat memanaskan sampel
b. Tempat saat menimbang bahan kimia
c. Tempat untuk mengeringkan padatan dalam desikator
8. Corong
Corong terbuat dari plastik atau kaca tahan panas dan memiliki bentuk seperti
gelas bertangkai, terdiri dari corong dengan tangkai panjang dan pendek. Cara
menggunakannya dengan meletakkan kertas saring ke dalam corong tersebut.
Fungsi :
Untuk menyaring campuran kimia dengan gravitasi.
9. Cawan
Cawan terbuat dari porselen dan biasa digunakan untuk menguapkan larutan.
10. Mortar dan pestle
Mortar dan pestle terbuat dari porselen, kaca atau batu granit yang dapat
digunakan untuk menghancurkan dan mencampurkan padatan kimia.
11. Spatula
Spatula berupa sendok panjang dengan ujung atasnya datar, terbuat dari stainless
steel atau alumunium.
Fungsi :
a. Untuk mengambil bahan kimia yang berbentuk padatan
b. Dipakai untuk mengaduk larutan
12. Batang pengaduk
Batang pengaduk terbuat dari kaca tahan panas, digunakan untuk mengaduk
cairan di dalam gelas kimia.
13. Kawat kasa
Kawat kasa adalah kawat yang dilapisi dengan asbes, digunakan sebagai alas
dalam penyebaran panas yang berasal dari suatu pembakar.
14. Kaki tiga
Kaki tiga besi yang menyangga ring dan digunakan untuk menahan kawat kasa
dalam pemanasan.
15. Burner / pembakar spiritus
Burner digunakan untuk memanaskan bahan kimia.
16. Bola hisap
Bola Isap digunakan untuk membantu proses pengambilan cairan. Terbuat dari
karet yang disertai dengan tanda untuk menyedot cairan (suction), mengambil
udara (aspirate) dan mengosongkan (empty).
17. Neraca analisis
6

Neraca analisis digunakan untuk menimbang padatan kimia.

Penguraian di atas bersumber dari:


1. Bauer Joseph.1983.m.Laboratory Experiment for Chemistry and Living
Organisir.
2. Mentik Hulupi dkk.2011.Petunjuk Praktikum Kimia Fisika
3. Siallagan.2011.Cara Pengelolaan Dan Penyimpanan Peralatan Laboratorium
yang Baik dan Benar.
http://kimaiitumudah.blogspot.com/2011/05/cara-pengelolaan-dan-
penyimpanan.html.diakses pada 7 november 2011.
7

BAB III
PERALATAN KIMIA PENDUKUNG

Selain alat-alat kimia dasar yang umumnya terdapat di laboratorium kimia, kita juga
perlu mengetahui alat-alat kimia pendukung yang menunjang kegiatan di
laboratorium. Alat-alat pendukung tersbut sebagai berikut:
1. Labu Ukur
Labu ukur berupa labu dengan leher yang panjang dan bertutup, terbuat dari kaca
dan tidak boleh terkena panas karena dapat memuai. Ukurannya mulai dari 1 mL
hingga 2 L.
Fungsi:
Untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dan mengencerkan larutan.
Cara menggunakan :
Mengisikan larutan yang akan diencerkan atau padatan yang akan dilarutkan.
Tambahkan cairan yang dipakai sebagai pelarut sampai setengah labu terisi,
kocok kemudian penuhkan labu sampai tanda batas. Sumbat labu, pegang
tutupnya dengan jari, kocok dengan cara membolak-balikkan labu sampai larutan
homogen.
2. Labu Bundar
Labu bundar berupa labu dengan leher yang panjang, alasnya ada yang bundar,
ada yang rata. Terbuat dari kaca tahan panas pada suhu 120-300 .Ukurannya
mulai dari 250 mL sampai 2000 mL.
Fungsi :
Untuk memanaskan larutan dan menyimpan larutan.
3. Corong Buchner
Corong Buchner berupa corong yang bagian dasarnya berpori dan berdiameter
besar. Terbuat dari porselen, plastik atau kaca. Berguna untuk menyaring sampel
agar lebih cepat kering. Cara menggunakannya dengan meletakkan kertas saring
yang diameternya sama dengan diameter corong.

4. Erlenmeyer Buchner
Erlenmeyer Buchner berupa gelas yang diameternya semakin ke atas semakin
mengecil, ada lubang kecil yang dapat dihubungkan dengan selang ke pompa
vakum. Terbuat dari kaca tebal yang dapat menahan tekanan sampai 5 atm.
8

Ukurannya mulai dari 100 mL hingga 2 L. Dipakai untuk menampung cairan


hasil filtrasi.
Cara menggunakannya :
Diawali dengan memasang corong Buchner di leher labu, pasang selang yang
tersambung ke pompa vakum pada bagian yang menonjol.
5. Corong pisah
Corong pisah berupa corong yang bagian atasnya bulat dengan lubang pengisi
terletak di sebelah atas, bagian bawahnya berkatup. Terbuat dari kaca.
Fungsi :
Untuk memisahkan campuran larutan yang memiliki kelarutan yang berbeda.
Biasanya digunakan dalam proses ekstraksi.
Cara menggunakannya :
Campuran yang akan dipisahkan dimasukkan lewat lubang atas, katup dalam
keadaan tertutup. Pegang tutup bagian atas, corong dipegang dengan tangan
kanan dan kiri dalam posisi horisontal, kocok agar ekstraksi berlangsung dengan
baik. Buka tutup bagian atas, keluarkan larutan bagian bawah melalui katup
secara pelan. Tutup kembali katup jika larutan lapisan bawah sudah keluar.
6. Desikator
Desikator berupa panci bersusun dua yang bagian bawahnya diisi bahan
pengering, dengan penutup yang sulit dilepas dalam keadaan dingin karena
dilapisi vaseline. Ada 2 macam desikator, yaitu desikator biasa dan vakum.
Desikator vakum pada bagian tutupnya ada katup yang bisa dibuka tutup, yang
dihubungkan dengan selang ke pompa. Bahan pengering yang biasa digunakan
adalah silika gel.
Fungsi :
a. Tempat menyimpan sampel yang harus bebas air
b. Mengeringkan padatan
Cara menggunakannya :
1) Dengan membuka tutup desikator dengan menggesernya ke samping.
2) Letakkan sampel dan tutup kembali dengan cara yang sama.
Keterangan :
Silika gel yang masih bisa menyerap uap air berwarna biru; jika silika gel sudah
berubah menjadi merah muda maka perlu dipanaskan dalam oven bersuhu 105
sampai warnanya kembali biru.
7. Cawan petri
9

Cawan petri berbentuk seperti gelas kimia yang berdinding sangat rendah.
Terbuat dari kaca borosilikat tahan panas. Berfungsi sebagai wadah menimbang
dan menyimpan bahan kimia, mikrobiologi.
8. Botol semprot
Botol semprot berupa botol tinggi bertutup yang terbuat dari plastik. Berfungsi
sebagai tempat menyimpan aquades. Cara menggunakannya dengan menekan
badan botol sampai airnya keluar.
9. Krusibel
Krusibel berupa mangkok kecil yang dilengkapi tutup dan terbuat dari porselen
tahan panas, alumina. Dipakai sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia.
Pada saat krus masih dalam keadaan panas, jangan langsung dikenai air.
Perubahan suhu mendadak menyebabkan krus pecah.
10. Statif
Statif terbuat dari besi atau baja yang berfungsi untuk menegakkan buret, corong,
corong pisah dan peralatan gelas lainnya pada saat digunakan.
11. Klem manice
Klem manice terbuat dari besi atau alumunium yang berfungsi untuk memegang
peralatan gelas yang dipakai pada proses destilasi. Bagian belakangnya
dihubungkan dengan statif menggunakan klem bosshead.
12. Klem bosshead
Klem bosshead terbuat dari besi atau alumunium yang berfungsi untuk
menghubungkan statif dengan klem manice atau pemegang corong.
13. Klem buret
Klem buret terbuat dari besi atau baja untuk memegang buret yang digunakan
untuk titrasi.
14. Tang krusibel
Tang krusibel terbuat dari besi atau baja untuk mengambil dan membawa
krusibel.
15. Stirrer magnetic
Stirrer magnetic adalah magnet yang digunakan untuk mengaduk larutan.
16. Sentrifuge
Sentrifuge berfungsi untuk mengendapkan dan memisahkan padatan dari larutan.

Penguraian di atas bersumber dari:


1. Bauer Joseph.1983.m.Laboratory Experiment for Chemistry and Living
Organisir.
2. Mentik Hulupi dkk.2011.Petunjuk Praktikum Kimia Fisika
10

3. Siallagan.2011.Cara Pengelolaan Dan Penyimpanan Peralatan Laboratorium


yang Baik dan Benar. http://kimaiitumudah.blogspot.com/2011/05/cara-
pengelolaan-dan-penyimpanan.html.diakses pada 7 november 2011.

BAB IV
TEKNIK DASAR DI LABORATURIUM

Dalam bekerja di laboratorium kimia diperlukan beberapa teknik dasar untuk


memperoleh kinerja yang maksimal, yang di antaranya adalah:
1. Cara memanaskan cairan
Harus memperhatikan kemungkinan terjadinya bumping (meloncatnya cairan
akibat peningkatan suhu drastis). Cara mencegahnya dengan menambahkan batu
didih ke dalam gelas kimia.
a. Pemanasan cairan dalam tabung reaksi
1) Jangan sampai mengarahkan mulut tabung reaksi kepada praktikan baik
diri sendiri maupun orang lain
2) Jepit tabung reaksi pada bagian dekat dengan mulut tabung
3) Posisi tabung ketika memanaskan cairan agak miring, aduk dan sesekali
dikocok
4) Pengocokan terus dilakukan sesaat setelah pemanasan
b. Pemanasan cairan dalam gelas kimia dan labu Erlenmeyer
11

Bagian bawah dapat kontak langsung dengan api sambil cairannya


digoyangkan perlahan, sesekali diangkat bila mendidih.
2. Cara membaca volume pada gelas ukur
Masukkan cairan yang akan diukur lalu tepatkan dengan pipet tetes sampai skala
yang diinginkan. Bagian terpenting dalam membaca skala di gelas ukur tersebut
adalah garis singgung skala harus sesuai dengan meniskus cairan. Meniskus
adalah garis lengkung permukaan cairan yang disebabkan adanya gaya kohesi
atau adhesi zat cair dengan gelas ukur.
3. Cara menggunakan buret
Sebelum digunakan, buret harus dibilas dengan larutan yang akan digunakan.
Cara mengisinya :
Kran ditutup kemudian larutan dimasukkan dari bagian atas menggunakan
corong gelas. Jangan mengisi buret dengan posisi bagian atasnya lebih tinggi dari
mata kita. Turunkan buret dan statifnya ke lantai agar jika ada larutan yang
tumpah dari corong tidak terpercik ke mata. Jangan sampai ada gelembung yang
tertinggal di bagian bawah buret. Jika sudah tidak ada gelembung, tutup kran.
Selanjutnya isi buret hingga melebihi skala nol, lalu buka kran sedikit untuk
mengatur cairan agar tepat pada skala nol.
4. Cara menggunakan neraca analitis
Cara menggunakan neraca analitis adalah sebagai berikut:
1) Nol kan terlebih dulu neraca tersebut
2) Letakkan zat yang akan ditimbang pada bagian timbangan
3) Baca nilai yang tertera pada layar monitor neraca
4) Setelah digunakan, nol kan kembali neraca tersebut
5. Cara menghirup bau zat
Jangan pernah menghirup gas atau uap senyawa secara langsung! Gunakan
tangan dengan mengibaskan bau sedikit sampel gas ke hidung.
12

Kebersihan peralatan laboratorium, baik yang berupa peralatan gelas atau non gelas
seperti bejana polyethylene, polypropylene dan teflon, merupakan bagian yang sangat
mendasar dalam kegiatan laboratorium dan merupakan elemen penting dalam
program jaminan mutu.

Perhatian kepada kebersihan barang-barang tersebut harus ditingkatkan dan harus


proporsional dengan tingkat kepentingan pengujian, akurasi pengukuran yang
diperlukan dan menurunnya konsentrasi analit yang akan ditentukan.

Setiap laboratorium harus menetapkan prosedur yang memadai untuk membersihkan


peralatan gelas dan non gelas yang digunakan dalam berbagai macam pengujian.
Apabila metodologi pengujian tertentu mensyaratkan prosedur membersihkan secara
spesifik, maka prosedur tersebut harus diikuti.

Proses membersihkan harus dilakukan segera setelah peralatan digunakan.


Membuang bahan berbahaya dan pembersihan bahan korosif sebelum peralatan
tersebut dibersihkan. Peralatan cuci manual atau otomatis harus menggunakan
deterjen yang sesuai dengan kegunaannya.

Residu organik memerlukan perlakuan dengan larutan pembersih asam kromat.


Peralatan harus dikeringkan dan disimpan dalam kondisi yang tidak memungkinkan
terjadinya kontaminasi oleh debu atau bahan lain.

Sesuai dengan pernyataan yang sudahdi jelaskan di atas, berikut adalah beberapa
teknik dasar penggunaan dan perawatan peralatan dasar di laboratorium kimia.

1. Cara Membersihkan Timbangan


Kebersihan timbangan harus dicek setiap kali selesai digunakan, bagian dan
menimbang harus dibersihkan dengan menggunakan sikat, kain halus atau kertas
(tissue) dan membersihkan timbangan secara keseluruhan timbangan harus 392
dimatikan, kemudian piringan (pan) timbangan dapat diangkat dan seluruh
timbangan dapat dibersihkan dengan menggunakan pembersih seperti deterjen
13

yang lunak, campurkan air dan etanol/alkohol. Sesudah dibersihkan timbangan


dihidupkan dan setelah dipanaskan, cek kembali dengan menggunakan anak
timbangan.

2. Cara Membersihkan dan Merawat Penangas Air (Water Bath) Thermostat


Perawatan secara reguler oleh Jasa Layanan pelanggan tidak diperlukan.
Pembersihan yang dibutuhkan pada perawatan (seperti membersihkan sudu-sudu /
baling-baling roda yang berputar) dilakukan oleh Operator laboratorium sesuai
dengan petunjuk pabrik.

3. Media pemanas dan Alat


Media pemanas (misal air) harus dapat diganti dalam kasus bila terlihat adanya
kontaminasi ( seperti partikel-partikel, kontaminasi dari reagen). Permukaan alat
harus dibersihkan dengan menggunakan pembersih (sabun/ deterjen yang biasa
digunakan). Kontaminasi lebih kuat ( adanya deposit kapur), dapat dihilangkan
dengan pembersih yang khusus/cocok (misal asam asetat encer).

Penguraian di atas bersumber dari:


1. Bauer Joseph.1983.m.Laboratory Experiment for Chemistry and Living
Organisir.
2. Mentik Hulupi dkk.2011.Petunjuk Praktikum Kimia Fisika

3. Siallagan.2011.Cara Pengelolaan Dan Penyimpanan Peralatan Laboratorium


yang Baik dan Benar.
http://kimaiitumudah.blogspot.com/2011/05/cara-pengelolaan-dan-
penyimpanan.html.diakses pada 7 november 2011.
14

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

3.1 Simpulan

Peralatan dasar laboratorium kimia merupakan peralatan mendasar yang sering


digunakan pada saat praktikum kimia sehingga sangat penting diketahui oleh
mahasiswa, tertutama mahasiswa baru yang masih beradaptasi terhaap lingkungan
barunya, pengetahuan akan peralatan dasar tersebut akan membantu mahasiswa
untuk melakukan praktek dengan tenang an nyaman serta meminimalisir terjadinya
kesalahan penggunaan alat yang dapat mengakibatkan kecelakaan. Disamping itu
perawatan yang baik akan memberikan jangka waktu pemakaian yang lebih lama
sehingga tidak terjadi pemborosan (kurang efisiensi), serta teknik-teknik seperti
pembakaran, penggunaan buret, menghirup zat dll, dapat mengoptimalkan kinerja
alat yang tersedia dan memiliki nilai ukur yang mendekati akurat.
15

3.2 Saran

Ketika akan melakukan praktikum dilaboratorium kimia, alangkah lebih baiknya


kita senantiasa mengerti peralatan-peralatan dasar laboratorium kimia yang sering
digunakan di laboratorium baik dalam hal fungsi, cara penggunaan ataupun
perawatannya, sehingga ketika praktikum akan memunculkan rasa tenang dan
nyaman serta bias meningkatkan akurasi dalam penelitian dan terhindar dari
kecelakaan.

Lampiran

1. Beker gelas

4. Pipet

2. Labu Erlenmeyer

3. Gelas Ukur 5. Buret


16

6. Tabung reaksi 8. Corong

7. Kaca arloji

9. Cawan

10. Mortar dan pestle


12. Batang pengaduk

11. Spatula
13. Kawat kasa
17

14. Kaki tiga


19. Corong Buchner

15. Burner / pembakar spiritus


20. Labu Bundar

16. Bola isap 21. Erlenmeyer Buchner

17. Neraca analitis


22. Corong pisah

18. Labu ukur


23. Desikator
18

29. Klem bosshead

24. Cawan petri

30. Klem buret

25. Botol semprot 31. Tang krusibel

32. Stirrer magnetic

26. Krusibel

33. Sentrifuge

27. Statif

28. Klem manice


19