Anda di halaman 1dari 11

Termokimia

Thermochemistry
Muhamad Yusup Sartono, Vega Noviana Siswanto, Siti Maemunah, Nurkamalia
Lubis.
Program Studi Pendidikan Kimia - Jurusan Pendidikan IPA Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Ciputat 15412 Jakarta-Indonesia
Email: sitimaemunah244@gmail.com

Abstrak

Termokimia merupakan ilmu yang mempelajari perubahan kalor yang disertai


reaksi kimia. Reaksi hubungan antara sistem dan lingkungan dibagi menjadi dua
yaitu reaksi eksotermik dan reaksi endotermik. Tujuan dari percobaan kali ini
adalah untuk mengetahui perpindahan kalor dari percobaan sederhana dengan
menggunakan kalorimeter cangkir kopi. Dalam percobaan kali ini pengamatan
dilakukan dengan melihat perubahan suhu yang terjadi ketika mencampurkan air
biasa dengan air panas, selanjutnya mencampurkan HCl dengan NaOH,
CH3COOH dengan NaOH, dan HCl dengan NaOH padat. Hasil dari percobaan 1
didapat bahwa kalor yang diserap dan yang dilepaskan sama besar 1673.6 J
sehingga ketetapan kalorimeternya 0, untuk percobaan HCl 1M + NaOH 1M
diperoleh perubahan entalpi sebesar -502.08 x 10-3 kJ, pada percobaan
CH3COOH 1M + NaOH 1M menghasilkan perubahan entalpi sebesar -376.56 x
10-3 kJ, sedangkan pada percobaan HCl 1M + NaOH padat menghasilkan
perubahan entalpi sebesar -984.82 x 10-3 kJ.

Kata Kunci : Suhu, Kalorimeter, Perubahan Entalpi, Endoterm, Eksoterm.

1
Abstract

Thermochemistry is the study of heat changes with chemical reactions. The


reaction of the relationship between the system and the environment is divided
into two exothermic and endothermic reactions . The purpose of this experiment
was to determine the heat transfer of a simple experiment using a coffee cup
calorimeter . In this experiment observations were made by looking at the
temperature change that occurs when the normal water mixing with hot water ,
then mixing HCl with NaOH , CH3COOH with NaOH , and HCl with solid NaOH
. Results of experiment 1 found that the heat is absorbed and released as great
1673.6 J so that provision kalorimeternya 0 , to experiment 1M HCl + NaOH 1M
obtained an enthalpy change of -502.08 kJ x 10-3 , on trial CH3COOH 1M + 1M
NaOH resulted in a change in enthalpy at -376.56 x 10-3 kJ , whereas in
experiments 1M HCl + NaOH produces solid enthalpy change of -984.8 x10-3 kJ

Keywords : Temperature , Calorimeter , enthalpy change , endothermic ,


exothermic

2
Pendahuluan berlangsung dalam sistem pada suhu
konstan. (Petrucci, 2008: 227)
Kalor (heat) adalah energi yang
ditransfer antara suatu sistem dan Sistem adalah sebagian dari alam
sekelilingnya sebagai akibat dari semesta yang sedang kita pelajari.
perbedaan suhu. (Petrucci, 2008: Sesuatu diluar sistem adalah
224) lingkungan. Dalam menerangkan
suatu sistem , kita harus memperinci
Energi biasa didefinisikan sebagai
sifat-sifatnya secara tepat. Kita
kemampuan untuk melakukan kerja.
tentukan suhu, tekanan, jumlah mol
Kimiawan mendefinisikan kerja
dari tiap zat, dan berupa cairan, padat
(work) sebagai perubahan energi
atau gas zat tersebut. Setelah semua
yang langsung dihasilkan oleh suatu
variabel ini ditentukan berarti semua
proses. Energi kimia (chemical
sifat-sifat sistem sudah pasti. Ini
energy) tersimpan dalam satuan
berarti kita sudah menggambarkan
struktur zat kimia; besarnya
keadaan sistem. Apabila sistem
ditentukan oleh jenis dan susunan
diisolasi dari lingkungan sehingga
atom-atom penyusunnya. Ketika zat-
tidak ada kalor yang dapat mengalir,
zat terlibat dalam reaksi kimia,
maka perubahan yang terjadi di
energi kimia dilepaskan, disimpan
dalam sistem adalah perubahan
atau diubah menjadi bentuk energi
adiabatik. Apabila sistem tidak
lainnya. Ilmu yang mempelajari
diisolasi dari lingkungannya, maka
perubahan kalor yang menyertai
kalor akan terjadi dari keduanya,
reaksi kimia disebut termokimia
maka apabila terjadi reaksi, suhu dari
(thermochemistry). (Chang, 2005:
sistem dapat dibuat tetap. Perubahan
160 - 161)
yang terjadi pada suhu tetap
Kalor reaksi (heat of reaction), qreaksi, dinamakan perubahan isotermik.
adalah kuantitas kalor yang Suatu fungsi keadaan (atau variabel
dipertukarkan antara sistem dan keadaan) adalah suatu jumlah yang
sekelilingnya jika reaksi kimia nilainya hanya tergantung dari
keadaan sistem pada saat tersebut

3
dan tidak tergantung dari keadaan Reaksi eksotermik (exothermic
sistem sebelumnya. (Brady, 1986 reaction) adalah reaksi yang
menghasilkan kenaikan suhu dalam
: 272 274)
sistem terisolasi, atau sistem tidak
Jika kita mengetahui kalor jenis dan terisolasi, memberikan kalor
jumlah suatu zat, maka jumlah kalor kesekeliling. Untuk reaksi
(q) yang telah diserap atau eksotermik, kalor reaksi mempunyai
dilepaskan pada suatu proses dapat kuantitas negatif (qreaksi 0). Dalam
diketahui berdasarkan perubahan reaksi endotermik (endothermic
suhu sampel (t). Persamaan untuk reaction), situasinya adalah suhu
menghitung perpindahan kalor ini turun dalam sistem terisolasi atau
diberikan oleh : memperoleh kalor dari sekeliling
dimana pada sistem tidak terisolasi. Dalam
m adalah massa sampel dalam gram kasus ini, kalor reaksi kuantitas
dan adalah perubahan suhu : positif (qreaksi 0). Kalor reaksi
kesepakatan ditentukan melalui percobaan dalam
tanda untuk q ama dengan suatu kalorimeter, yaitu peranti untuk
kesepakatan tanda untuk perubahan mengukur kuantitas kalor. (Petrucci,
entalpi : q bernilai positif untuk 2008: 228)
proses endotermik dan negatif untuk
Kalor pembentuk suatu senyawa
proses eksotermik. (Chang, 2005:
didefinisikan sebagai kalor yang
173)
diserap atau dilepaskan bila 1 mol
Dalam reaksi kimia terjadi perubahan senyawa terbentuk langsung dari
kalor atau panas atau energi, karena unsur-unsurnya pada keadaan
adanya perbedaan energi antara daya standar. Kalor penguraian adalah
adhesi diantara partikel pereaksi besarnya kalor yang diserap atau
dengan daya kohesi sesama partikel dilepaskan pada reaksi penguraian 1
pereaksi yang sejenis. mol suatu senyawa menjadi unsur-
(Endang.staff.uny.ac.id) unsurnya dalam keadaan standar.
Kalor pembakaran merupakan

4
besarnya kalor yang dilepaskan pada buah, ring 1 buah, kaki tiga 1 buah,
reaksi pembakaran 1 mol suatu unsur kawat kasa 1 buah, pembakar spirtus
atau senyawa dalam keadaan standar. 1 buah, spatula 1 buah, stopwatch 1
Kalor pelarutan adalah besarnya buah, korek api 1 buah. Bahan yang
kalor yang dilepaskan atau diserap digunakan pada percobaan kali ini
pada pelarutan 1 mol suatu zat adalah aquadesh, HCl 1M, NaOH
menjadi larutan encer (s = 1M, CH3COOH 1M, NaOH padat.
solubility). (Etna.skp.unair.ac.id)
Percobaan
Penulisan suatu persamaan reaksi
Percobaan 1
yang disertai dengan harga
perubahan entalpinya dinamakan Menuagkan aquadesh 50 mL dan
persamaan termokimia. Berikut menuangkannya ke dalam gelas
diberikan contoh persamaan beaker lalu mengukur dan mencatat
termokimia untuk reaksi eksoterm suhunya. Kemudian menuangkan
dan endoterm. Persamaan kembali 50 mL aquades ke dalam
termokimia untuk reaksi eksoterm gelas beker lalu memanaskannya di
CaO (s) + CO2 (g) CaCO3 (s) H = - atas pembakar spirtus hingga
a KJ . Persamaan termokimia untuk mencapai suhu . Setelah itu
reaksi endoterm CaCO3 (s) CaO (s) menimbang massa kalorimeter untuk
+ CO2 (g) H = + b KJ . mengetahui masa campuran, lalu
(Etna.skp.unair.ac.id) memasukkan kedua aquadesh yang
berbeda suhu tersebut ke dalam
Bahan Dan Metode
kalorimeter dan mengamati
Alat yang digunakan pada percobaan perubahan suhunya setiap 15 detik
ini adalah Kalorimeter 1 buah, neraca dalam waktu 3 menit. Lalu
Ohauss 1 buah, termometer 1 buah, menimbang kembali kalorimeter
gelas ukur 100 mL 2 buah, gelas yang berisi campuran.
beker 100 mL1 buah, gelas beker 50
Percobaan 2
mL 1 buah, pipet tetes 3 buah, kaca
arloji 1 buah, statif 1 buah, klem 1

5
Menuangkan 15 mL HCl 1M ke gram NaOH padat ke dalam gelas
dalam gelas beker A dan mengukur beker B dan mengukur suhunya.
suhunya. Selanjutnya menuangkan Lalu mencampurkan larutan A dan B
15 mL NaOH 1M ke dalam gelas ke dalam kalorimeter dan
beker B dan mengukur suhunya. memperhatikan serta mencatat
Lalu mencampurkan larutan A dan B perubahan suhunya setiap 15 detik
ke dalam kalorimeter dan selama 3 menit. Kemudian
memperhatikan serta mencatat menimbang kembali kalorimeter
perubahan suhunya setiap 15 detik yang berisi campuran.
selama 3 menit. Kemudian
Hasil Dan Pembahasan
menimbang kembali kalorimeter
yang berisi campuran. Percobaan 1

Percobaan 3 Pada percobaan ini didapatkan kalor


yang diserapkan qserap sebesar 1673.6
Menuangkan 15 mL CH3COOH 1M
J dan kalor yang dilepaskan sebesar
ke dalam gelas beker A dan
1673.6 J. Kalor yang dilepas kan dan
mengukur suhunya. Selanjutnya
diserap ini untuk menentukan
menuangkan 15 mL NaOH 1M ke
ketetapan kalorimeter namun
dalam gelas beker B dan mengukur
hasilnya sama sehingga ketetapan
suhunya. Lalu mencampurkan
kalorimeternya adalah 0. Pada
larutan A dan B ke dalam
pengamatan suhu campuran terlihat
kalorimeter dan memperhatikan serta
adanya penurunan suhu yang
mencatat perubahan suhunya setiap
menunjukkan terjadinya reaksi
15 detik selama 3 menit. Kemudian
endotermik yaitu suhu turun dalam
menimbang kembali kalorimeter
sistem terisolasi atau memperoleh
yang berisi campuran.
kalor dari sekeliling pada sistem
Percobaan 4 tidak terisolasi. Disini air hangat
melepaskan kalor pada air yang
Menuangkan 15 mL HCl 1M ke
suhunya lebih dingin, karena kalor
dalam gelas beker A dan mengukur
bergerak dari benda yang lebih
suhunya. Selanjutnya menimbang 1

6
hangat ke yang suhunya lebih dingin. sistem terisolasi, atau dalam sistem
Pada tingkat molekul, molekul- tidak terisolasi memberikan kalor ke
molekul yang lebih hangat, melalui sekeliling.
benturan kehilangan energi kinetik
Percobaan 3
dan mengalihkannya ke benda yang
lebih dingin. (Petrucci, 2008: 224- Pada percobaan ini didapat nilai
228). Tetapan kalorimeter yang kalor reaksi (qreaksi) sebesar -376.56 x
didapatkan adalah 0, karena 10-3 KJ yang kami anggap sama
kalorimeter yang kami gunakan dengan perubahan entalpinya (H)
adalah kalorimeter tekanan konstan sebab menggunakan kalorimeter
atau disebut kalorimeter cangkir tekanan konstan. Setelah
kopi, dimana kapasitas kalorimeter mendapatkan nilai kalor reaksinya
diabaikan (dianggap nol). maka diperoleh kalor penetralan
yakni -25.204 KJ/mol. Persamaan
Percobaan 2
reaksi pada percobaan kedua ini
Berdasarkan percobaan ini didapat adalah : CH3COOH (aq) + NaOH (aq)

nilai kalor reaksi (qreaksi) sebesar - CH3COONa (aq) +H2O (l). Pada
502.08 x 10-3 KJ yang kami anggap pengamatan suhu campuran terlihat
sama dengan perubahan entalpinya adanya kenaikan suhu yang
(H) sebab menggunakan menunjukkan terjadinya reaksi
kalorimeter tekanan konstan. Setelah eksotermik yaitu reaksi yang
mendapatkan nilai kalor reaksinya menghasilkan kenaikan suhu pada
maka diperoleh kalor penetralan sistem terisolasi, atau dalam sistem
yakni -33.472 KJ/mol. Persamaan tidak terisolasi memberikan kalor ke
reaksi pada percobaan kedua ini sekeliling. Perubahan entalpi (H)
adalah : HCl (aq) + NaOH (aq) NaCl perobaan 3 lebih kecil dari pada
(aq) +H2O (l). Pada pengamatan suhu percobaan 2 sebab pada percobaan 2
campuran terlihat adanya kenaikan menggunakan HCl yang termasuk
suhu yang menunjukkan terjadinya asam kuat sedangkan pada
reaksi eksotermik yaitu reaksi yang percobaanini menggunakan asam
menghasilkan kenaikan suhu pada asetat yang merupakan asam lemah.

7
Percobaan 4 dibandingkan pada percobaan
sebelumnya sebab konsentrasi NaOH
Pada percobaan ini diperoleh nilai
yang digunakan lebih pekat. Hal ini
kalor reaksi (qreaksi) sebesar -984.82 x
juga mempengaruhi perubahan
10-3 KJ yang kami anggap sama
entalpinya karena semakin tinggi
dengan perubahan entalpinya (H),
kenaikan suhunya maka semakin
karena menggunakan kalorimeter
gtinggi pula nilai perubahan
tekanan konstan. Disini percobaan
entalpinya. Apabila dibandingkan
dilakukan hanya sampai mencari
dengan percobaan 2 jelaslah terlihat
perubahan entalpi saja tidak sampai
bahwa pada percobaan kali ini
pada kalor penetralan sebab
memiliki perubahan entalpi yang
percobaan ini dilakukan hanya
lebih tinggi, penggunaan tanda
sebagai pembanding dengan
negatif (-) di depan angka hanya
percobaan 2, dengan perbedaan
menunjukkan bahwa reaksi tersebut
konsentrasi seperti diketahuibahwa
berlangsung secara eksotermik.
pada percobaan ini digunakan NaOH
padat yang berarti memiliki Kesimpulan
konsentrasi lebih pekat. Persamaan
Berdasarkan percobaan yang telah
reaksi pada percobaan kedua ini
dilakukan, maka dapat disimpulkan
adalah : HCl (aq) + NaOH (s) NaCl
bahwa termokimia merupakan
(s) +H2O (l). Pada pengamatan suhu
perubahan kalor yang disertai reaksi
campuran terlihat adanya kenaikan
kimia. Konsentrasi dan kuat atau
suhu yang menunjukkan terjadinya
lemahnya asam maupun basa dapat
reaksi eksotermik yaitu reaksi yang
mempengaruhi kenaikan suhu dan
menghasilkan kenaikan suhu pada
berimbas pada perubahan entalpi
sistem terisolasi, atau dalam sistem
(H). Pada percobaan air dengan air
tidak terisolasi memberikan kalor ke
panas terjadi reaksi endoterm dan
sekeliling. Suhu awal NaOH padat
pada percobaan penetralan entalpi
dianggap sama dengan suhu ruangan
(percobaan 2-4) terjadi reaksi
pada saat itu yakni . Kanaikan
eksoterm. Sehingga didapat
suhu terlihat lebih tinggi
persamaan reaksi sebagai berikut:

8
HCl (aq) + NaOH (aq) NaCl (aq) HCl (aq) + NaOH (s) NaCl (s) +H2O
+H2O (l) (l) H = -502.08 x 10-3 KJ

CH3COOH (aq) + NaOH (aq)


CH3COONa (aq) +H2O (l) H = -376.56 x 10-3 KJ

Daftar Pustaka

Brady, James E. Kimia Universitas: Asas & Struktur. Jakarta: Binarupa Aksara.
1986.

Chang, Raymond. Kimia Dasar jilid 2. Jakarta: Erlangga. 2005.

Petrucci, Ralph H.,dkk. Kimia Dasar. Jakarta: Erlangga. 1987.

Endang Widjajanti. Termokimia.


http://staff.uny.ac.id/system/files/pengabdian/endang-widjajanti-
lfxms-dr/ppm-trmokimia.pdf . Diakses pada 12 april 2014, pukul
13:26 WIB.

Etna Rufianti. Termokimia. http://skp.unair.ac.id/repository/Guru-


Indonesia/Termokimia_EtnaRufianti_10886.pdf . Diakses pada 14
april 2014, pukul 22:13 WIB.

9
Lampiran

Tabel 1. Perubahan Suhu Terhadap Waktu


Air + Air HCl 1M + CH3COOH 1M HCl 1M +
Waktu (3 menit)
No. panas NaOH 1M + NaOH 1M NaOH padat
Detik ke- Suhu ( Suhu ( Suhu ( Suhu (
1. 15 38 30 30 40
2. 30 38 30 30 42
3. 45 38 31 30 44
4. 60 38 31 31 45
5. 75 38 31 31 46
6. 90 38 31 31 47
7. 105 38 32 31 47
8. 120 38 32 31 48
9. 135 37 32 31 48
10. 150 37 32 31 48
11. 165 37 32 31 48

12. 180 37 32 31 50

Grafik 1. Perubahan Suhu Terhadap Waktu

60

50
Air + Air panas
40
HCl 1M+ NaOH 1M
30
CH3COOH 1M + NaOH
20 1M
HCl 1M+ NaOH padat
10

0
15 30 45 60 75 90 105 120 135 150 165 180

10
Dokumentasi Percobaan

11