Anda di halaman 1dari 12

1. Urai dan jelaskan hakikat IPS sebagai program pendidikan , beri contoh !

2. Beri penjelasan bagaimana hakikat dan fungsi sumber belajar IPS, media pembelajaran
IPS, dan evaluasi pembelajaran IPS
3. Dalam pembelajaran IPS , terdiri dari ilmu sosial (sejarah, geografi, antropologi,
sosiologi, psikologi sosial). Tuliskan konsep dasar IPS dari berbagai disiplin ilmu sosial
diatas.
4. Apa yang dimaksud dengan :
a. Keterampilan IPS dalam pembelajaran
b. Keterampilan sosial dalam pembelajaran

JAWABAN NO. 1

Hakikat IPS sebagai program pendidikan karena hakikat IPS, adalah telaah tentang
manusia dan dunianya. Manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup bersama dengan
sesamanya. Dalam kehidupannya manusia harus mengahadapi tantangan-tantangan yang
berasal dari lingkungannya. Oleh karena itu ilmu IPS perlu dipelajari sebagai salah satu
program pendidikan agar manusia memiliki pengetahuan dalam memandang manusia dari
berbagai sudut pandang.

IPS merupakan suatu program pendidikan dan bukan sub-disiplin ilmu tersendiri,
sehingga tidak akan ditemukan baik dalam nomenklatur filsafat ilmu, disiplin ilmu-ilmu
sosial (social science), maupun ilmu pendidikan (Sumantri. 2001:89). Social Scence
Education Council (SSEC) dan National Council for Social Studies (NCSS), menyebut IPS
sebagai Social Science Education dan Social Studies. Dengan kata lain, IPS mengikuti
cara pandang yang bersifat terpadu dari sejumlah mata pelajaran seperti: geografi, ekonomi,
ilmu politik, ilmu hukum, sejarah, antropologi, psikologi, sosiologi,dan sebagainya. Adapun
aspek kehidupan manusia meliputi :
1. hubungan sosial: semua hal yang berhubungan dengan interaksi manusia tentang proses,
faktor-faktor, perkembangan, dan permasalahannya. Adapun contoh hubungan sosial
manusia dalam hal mencari nafkah. Manusia butuh makan untuk mempertahankan hidup
sehingga kita dapat melakukan kegiatan dan berhubungan dengan orang lain dipelajari
dalam ilmu sosiologi.
2. ekonomi: berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan manusia, perkembangan, dan
permasalahannya. Adapun contoh ekonomi berkaitan dengan bagaimana cara manusia
memperoleh kebutuhan sandang, pangan dan papan. Manusia membutuhkan uang
sebagai alat jual beli hal itu dipelajari dalam ilmu ekonomi
3. psikologi: berhubungan dengan cara-cara berperilaku individu yang dipengaruhi
sekaligus mempengaruhi perilaku orang lain dalam konteks sosial. Misalnya ketika
seorang anak melihat orang tuanya makan dengan tangan kanan, maka lama kelamaan
anak akan makan dengan tangan kanan hal itu dibahas dalam ilmu psikologi
4. budaya: Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) merupakan ungkapan kemampuan
manusia memanfaatkan akal, pikirannya dalam memenuhi kebutuhan hidup
bermasyarakat. Aspek kehidupan tersebut merupakan aspek kehidupan budaya. Dengan
ilmu pengetahuan manusia mampu berbahasa hal itu dipelajari dalam ilmu antropologi
5. sejarah: berhubungan dengan waktu dan perkembangan kehidupan manusia contohnya
peristiwa kelahiran seseorang hingga meninggalnya dipelajari dalam ilmu sejarah

1
6. geografi: hubungan ruang dan tempat yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan
manusia misalnya orang yang tinggal di pegunungan lebih senang menggunakan pakaian
yang tebal dari pada orang yang tinggal di pantai karena faktor perbedaan ruang. Di
pegunungan suhu udaranya tinggi dan di pantai suhu udaranya rendah dipelajari dalam
ilmu geografi
7. politik: berhubungan dengan norma, nilai, dan kepemimpinan untuk mencapai
kesejahteraan masyarakat contohnya rambu-rambu lalu lintas jika tidak terpasang akan
mengakibatkan kendaraan saling bertabrakan, begitujuga kalau hidup manusia tidak
diatur oleh norma maka akan terjadi konflik dan ketidakadilan hal ini dipelajari dalam
ilmu politik

JAWABAN NO. 2

Hakikat dan fungsi sumber belajar IPS

AECT (1977) mengartikan sumber belajar sebagai semua sumber (data, manusia, dan
barang) yang dapat dipakai oleh pelajar sebagai suatu sumber tersendiri atau dalam
kombinasi untuk memperlancar belajar. Dalam hal ini sumber belajar meliputi pesan, orang,
material, alat, teknik, dan lingkungan. Sumber belajar bahkan berubah menjadi komponen
sistem instruksional apabila sumber belajar itu diatur sebelumnya (prestructured), didesain
dan dipilih lalu dikombinasikan menjadi suatu sistem instruksional yang lengkap sehingga
berdampak pada pembelajaran yang bertujuan dan terkontrol. Pembelajaran IPS sangat
penting bagi jenjang pendidikan dasar dan menengah karena peserta didik yang datang ke
sekolah berasal dari lingkungan masing- masing yang mempunyai masalah-masalah sosial
yang berbeda-beda. Sesuai dengan tingkat perkembangannya, peserta didik Sekolah Dasar
belum mampu memahami keluasan dan kedalaman masalah-masalah sosial secara utuh,
tetapi mereka dapat diperkenalkan kepada masalah-masalah tersebut melalui pengajaran IPS.

Fungsi sumber belajar IPS adalah agar anak- anak memiliki hal-hal sebagai berikut:
1. agar peserta didik dapat mensistematisasikan bahan, informasi dan atau kemampuan
yang telah dimiliki tentang manusia dan lingkungannya menjadi lebih bermakna;
2. agar peserta didik dapat lebih peka dan tanggap terhadap berbagai masalah sosial
secara rasional dan bertanggung jawab agar peserta didik dapat mempertinggi rasa
toleransi dan persaudaraan di lingkungan sendiri dan antar manusia.

Ada 5 macam sumber materi IPS antara lain:


a. Segala sesuatu atau apa saja yang ada dan terjadi di sekitar anak sejak dari keluarga,
sekolah, desa, kecamatan sampai lingkungan yang luas seperti negara dan dunia
dengan berbagai permasalahannya.
b. Kegiatan manusia misalnya: mata pencaharian, pendidikan, keagamaan, produksi,
komunikasi, transportasi.

2
c. Lingkungan geografi dan budaya meliputi segala aspek geografi dan antropologi yang
terdapat sejak dari lingkungan anak yang terdekat sampai yang terjauh.
d. Kehidupan masa lampau, perkembangan kehidupan manusia, sejarah yang dimulai
dari sejarah lingkungan terdekat sampai yang terjauh, tentang tokoh-tokoh dan
kejadian-kejadian besar.
e. Anak sebagai sumber materi meliputi berbagai segi, dari makanan, pakaian,
permainan, dan keluar

Media Pembelajaran IPS

Media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang
membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan,
atau sikap hal ini diungkapkan oleh Gerlach dan Ely yang dikutip Azhar Arsyad (2006: 3).
Sementara Sri Anitah (2008: 2) mendefinisikan media pembelajaran adalah setiap orang,
bahan, alat, atau peristiwa yang dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan peserta
didik menerima pengetahuan, keterampilan dan sikap. Berdasarkan pendapat tentang
pengertian media pendidikan dapat diambil kesimpulan bahwa bahwa media pendidikan
hakikatnya adalah perantara yang dipergunakan dalam proses pendidikan untuk
mencapai tujuan pendidikan. Media pendidikan merupakan media komunikasi pendidikan
karena pendidikan juga merupakan proses komunikasi. Media pendidikan yang dipergunakan
dalam rangka komunikasi dan interaksi pendidik dan peserta didik dalam proses
pembelajaran dapat dikatakan sebagai media pembelajaran.

Media pembelajaran secara khusus dipergunakan dalam proses pembelajaran untuk


mencapai tujuan atau kompetensi tertentu yang telah dirumuskan. Media yang
menyajikan pesan-pesan terkait dengan tujuan pembelajaran disebut dengan media
pembelajaran (Smaldino, 2005: 09). Leshin, Pollock, & Reigeluth dalam Azhar Arsyad
(2007: 36) mengklasifikasi media ke dalam lima kelompok, yaitu (1) media berbasis manusia
(guru, instruktor, tutor, main-peran, kegiatan kelompok, field-trip), (2) media berbasis cetak
(buku, buku penuntun, buku latihan, alat bantu kerja, lembaran lepas), (3) media berbasis
visual (buku, alat bantu kerja, bagan, grafik, peta, tranparansi, slide), (4) media berbasis
audio-visual (video, film, program slide-tape, televisi), (5) media berbasis komputer
(pengajaran dengan bantuan komputer, interaktif video, hypertext). Media dapat menjadi
komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional yang
dapat merangsang siswa untuk belajar.

Evaluasi Pembelajaran Ips

3
1. Evaluasi merupakan penilaian program, paroses dan hasil peandidikan.

2. Evaluasi dapat diartikan sebagai suatu pengukuran.

3. Evaluasi dapat bersifat kualitatif dan juga bersifat kuantitatif.

4. Evaluasi kualitatif hasilnya beruapa peringkatsangat baik, baik, sedang, kurang,


sangat kurang

5. Evaluasi kuantitatif berupa angka-angka hasil pengukuran

Fungsi Evaluasi:

1. Fungsi evaluasi pembelajaran bagi guru adalah mengungkapkan kelemahan proses


kegiatan mengajar meliputi bobot materi yang disajikan, metode yang diterapkan,
media yang digunakan, dan strategi yang dilaksanakan.-

2. Fungsi evaluasi bagi siswa yaitu

Mengungkapkan penguasaan materi pembelajaran

Mengungkapkan kemajuan individual maupun kelompok dalam mempelajari IPS

ASAS EVALUASI

Asas komprehensif : evaluasi harus meliputi keseluruhan pribadi siswa yang dievaluasi.
(kognitif, afektif, psikomotor)

Asas Kontinuitas: evaluasi wajib dilaksanakan scr berkesinambungan mulai dari pra- saat
proses- dan pasca pembelajaran.

Asas Obyektif : Evaluasi seharusnya menilai dan mengukur apa adanya / non subyektif-

Hendaknya guru IPS setiap merancang test sebaiknya sesuai dengan asas-asas di atas

4
Evaluasi dapat berupa tes dan Non test.

Bentuk test obyektif, test esay, test lisan.

Sedangkan nontest meliputi tugas dan penampilan

JAWABAN NO. 3 11. Konsep lokasi relative.


12. Konsep keunggulan komparatif.
Konsep Dasar Geografi : 13. Konsep perubahan yang terus-menerus
Getrude Whipple mengungkapkan lima konsep atau perubahan abadi.
dasar geografi, yaitu: 14. Konsep sumber daya dibatasi secara
1. Bumi sebagai planet. budaya.
2. Variasi cara hidup. 15. Konsep bumi yang bundar di atas
3. Variasi wilayah-wilayah alamiah. kertas yang datar atau konsep peta.
4. Makna wilayah (region) bagi manusia.
5. Pentingnya lokasi dalam memahami Konsep Dasar Sejarah :
peristiwa dunia. Adapun konsep dasar sejarah adalah :
Sedangkan Henry J. Warman mengemukakan 1. Waktu
15 konsep dasar sebagai berikut. 2. Dokumen
1. Konsep kewilayahan atau konsep 3. Alur peristiwa
4. Kronologi
regional.
5. Peta
2. Konsep lapisan kehidupan atau konsep
6. Tahap-tahap peradaban
biosfer. 7. Ruang
3. Konsep manusia sebagai fakior 8. Evolusi
ekologi yang dominan 9. Revolusi
4. Konsep globalisme atau konsep bumi
sebagai planet.
5. Konsep interaksi keruangan.
6. Konsep hubungan areal (wilayah).
7. Konsep persamaan areal (wilayah). Konsep Dasar Antropologi
8. Konsep perbedaan areal (wilayah). Konsep-konsep dasar itu meliputi:
9. Konsep keunikan areal (wilayah). 1. Kebudayaan
10. Konsep persebaran areal (wilayah). 2. Tradisi

5
3. Pengetahuan 10. Dan konsep-konsep lain yang dapat
4. Ilmu digali sendiri.
5. Teknologi
6. Norma Konsep Dasar Psikologi Sosial
7. Lembaga Konsep-konsep dasar psikologi sosial berikut :
8. Seni 1. Emosi terhadap objek sosial.
9. Bahasa 2. Perhatian.
10. Lambang 3. Minat.
11. Dan banyak hal serta fenomena lain. 4. Kemauan
5. Motivasi.
Konsep Dasar Sosiologi 6. Kecerdasan dalam menanggapi
konsep-konsep dasar sosiologi sebagai berikut persoalan sosial.
1. Interaksi sosial 7. Penghayatan.
2. Sosialisasi 8. Kesadaran.
3. Kelompok sosial 9. Harga diri.
4. Perlapisan sosial 10. Sikap mental.
5. Proses sosial 11. Kepribadian.
6. Perubahan sosial 12. Masih banyak fenomena kejiwaan
7. Mobilisasi sosial yang lain yang dapat kita gali lebih
8. Modernisasi
9. Patologi sosial lanjut.

6
JAWABAN NO. 4

a. Keterampilan IPS dalam Pembelajaran

Merupakan sejumlah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam hal kesadaran dan

kepedulian terhadap masyarakat atau lingkungannya, melalui pemahaman terhadap nilai-nilai

sejarah dan kebudayaan masyarakat. Melalui keterampilan IPS dalam pembelajaran peserta

didik dapat mengetahui dan memahami konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang

diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang kemudian dapat digunakan untuk memecahkan

masalah-masalah sosial, proses berpikir serta membuat keputusan untuk menyelesaikan isu

dan masalah yang berkembang di masyarakat serta mampu membuat analisis yang kritis,

selanjutnya mampu mengambil tindakan yang tepat. Mampu mengembangkan berbagai

potensi sehingga mampu membangun diri sendiri agar survive yang kemudian bertanggung

jawab membangun masyarakat.

b. Keterampilan sosial dalam pembelajaran

keterampilan sosial dalam pembelajaran adalah sebuah alat yang terdiri dari kemampuan

berinteraksi, berkomunikasi secara verbal maupun nonverbal, kemampuan untuk dapat

menunjukkan perilaku yang baik, serta kemampuan menjalin hubungan baik dengan orang

lain digunakan seseorang untuk dapat berperilaku sesuai dengan apa yang diharapkan sosial

dalam pembelajaran. berkaitan dengan hubungan sosial serta partisipasi dalam masyarakat

yang meliputi : a) keterampilan diri yang sesuai dengan kemampuan dan bakat, b)

keterampilan bekerja sama, c) berpartisipasi dalam masyarakat. Keterampilan-keterampilan

sosial tersebut nampaknya relevan untuk dikembangkan di sekolah-sekolah agar para siswa

kelak dapat hidup sebagai warga dunia yang memiliki peran dalam masyarakatnya.
Terdiri dari keterampilan mental, personal, sosial, motorik dan keterampilan
intelektual. Adapun bentuk keterampilan mental terwujud dalam sikap berikut :
1. Memandang bahwa hidup ini dapat diperbaiki.
2. Menghargai usaha manusia dalam mencapai hasil yang lebih baik.
3. Mempunyai kesadaran waktu yang tinggi.
4. Mampu menyatakan pendapat/gagasan dan menghargai pendapat/gagasan
orang lain.

bentuk keterampilan personal sebagai berikut :


IPS selain kita dapat mengembangkan pengetahuan yang berhubungan dengan
pemahaman konsep-konsep, teori-teori, fakta-fakta yang ada di lingkungan
sekitar, juga penanaman nilai/norma-norma yang baik untuk dapat diterapkan
dalam kehidupan di masyarakat. Dengan berbekal pengetahuan IPS, akan
memberi ciri/karakter tertentu dalam pembentukan kepribadian. Dalam
lingkungan masyarakat ia dapat memberi contoh/menunjukkan kepribadian yang
baik sebagai suri teladan yang dapat dijadikan panutan oleh anggota
masyarakat lainnya baik dalam perkataan sikap maupun perbuatan/tingkah
lakunya. Lebih dari sekadar contoh/teladan yang dapat dilihat oleh anggota
masyarakat lainnya, ia juga harus dapat mempengaruhi dan mengendalikan hal-
hal yang dianggap kurang baik yang dilakukan anggota masyarakat ke arah yang
lebih baik.

bentuk keterampilan sosial sebagai berikut


Keterampilan-keterampilan dasar IPS yang dapat diterapkan dalam kehidupan
bermasyarakat, antara lain berikut ini.
1. Dalam upaya meningkatkan taraf kehidupan masyarakat; sebagai anggota
masyarakat, ia harus melibatkan diri dalam berbagai kegiatan pembangunan
bersama anggota masyarakat lainnya. Dengan berbekal ilmu pengetahuan
yang dimiliki ia harus kreatif dan bertindak sebagai inovator dan dinamisator
gerak pembangunan. Di sini diperlukan ide-ide dan gagasan-gagasan
terhadap pembaruan/pembangunan yang diperlukan masyarakat.
2. Dalam upaya menangkal unsur-unsur kebudayaan yang tidak sesuai, ia harus
dapat menyadarkan kepada anggota masyarakat akan pentingnya menjaga
dan memelihara norma-norma luhur yang terkandung dalam Pancasila
maupun agama sebagai pegangan hidupnya. Untuk menanamkan kesadaran
akan hal tersebut, pengetahuan anggota masyarakat perlu terus ditingkatkan
sehingga ia tahu mana yang baik mana yang buruk dan tidak cocok bagi
kebudayaan kita. Hal itu bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti melalui
ceramah-ceramah, penyuluhan, pengajian (agama), pesantren kilat dan lain
sebagainya. Dengan demikian anggota masyarakat dapat memilih
unsurunsur kebudayaan-kebudayaan asing mana yang dapat Ia terima dan
mana yang ditolak.
3. Dalam rangka upaya mengatasi/mengurangi masalah-masalah sosial yang
terjadi di masyarakat, misalnya masalah kenakalan remaja, pergaulan bebas.
tindakan asusila, kekerasan dan sadisme, dan lain sebagainya serta masalah
lingkungan seperti pencemaran, banjir, kekeringan, erosi dan lain sebagainya
diperlukan keterampilan untuk mencarikan jalan pemecahannya. Dalam
mengambil langkah-langkah mengatasi/mengurangi masalah permasalahan
tersebut.

Dalam proses belajar mengajar keterampilan motorik tampak dalam kegiatan


menggambar, menggaris, membuat peta, membuat model, menggunting, dan
sebagainya. Proses belajar mengajar dalam pengajaran IPS yang menggali
kenyataan hidup dengan menggunakan berbagai media pengajaran, merupakan
sarana yang baik untuk melatih keterampilan motorik siswa. Dalam hal ini guru
dapat memberi tugas mengumpulkan berbagai artikel, berbagai gambar,
berbagai potret, dan bahkan membuat perlengkapan tertentu, misalnya alat
peraga yang digunakan dalam poses belajar mengajar IPS. Semua itu dapat
melatih keterampilan motorik atau fisik siswa. Untuk meningkatkan
keterampilan motorik, siswa harus banyak melakukan latihan-latihan. Sebagai
contoh guru memberi tugas kepada siswa untuk melakukan kunjungan ke
berbagai instansi untuk mengumpulkan berbagai informasi yang berhubungan
dengan IPS. Selain itu siswa juga dapat diberi tugas untuk menyusun karya tulis
tentang gejala, peristiwa, dan masalah sosial yang mereka alami dalam
kehidupan sehari-hari.
Keterampilan intelektual ini menjadi bekal yang berharga bagi siswa dalam
menghadapi kehidupan yang penuh tantangan dan masalah dewasa ini dan
bekerja sama dengan orang lain, keterampilan mengambil giliran pekerjaan
dalam kehidupan bermasyarakat, keterampilan menghormati dan menghargai
orang lain, keterampilan terhadap kepekaan akan kehidupan masyarakat,
keterampilan mengarahkan dan menguasai diri sendiri dalam kehidupan
bermasyarakat, dan keterampilan mengajukan gagasan dan pandangan
terhadap pengalaman orang lain. Keterampilan- keterampilan tersebut tidak
akan dapat diperoleh dengan begitu saja, melainkan harus diperoleh dengan
melalui latihan-latihan yang terarah. Pengajaran IPS, yang mengajarkan segala
hal yang berhubungan dengan hidup dan kehidupan bermasyarakat, merupakan
sarana untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan sosial siswa.

b. Keterampilan sosial dalam pembelajaran