Anda di halaman 1dari 4

Cara PembuatanBayiTabung

Proses bayi tabung sendiri diawali dengan konsultasi dan seleksi pasien, dimana baik suami
dan istri akan diperiksa sampai dengan ada indikasi untuk mengikuti program bayi tabung.
Jika memang diindikasikan, baru bias masuk dan mengikuti program bayi tabung.

Melakukan stimulasi atau merangsang indung telur untuk memastikan banyaknya sel telur.
Secara alami sel telur memang hanya ada satu, namun dalam program bayi tabung, perlu
lebih dari satu sel telur untuk memperoleh embrio.

Proses bayi tabung yang ketiga adalah pemantauan pertumbuhan folikel atau cairan berisi sel
telur di dalam indung telur melalui ultrasonografi. Pemantauan pertumbuhan folikel
inibertujuanuntukmelihatapakahseltelursudahcukupmatanguntukdipanenataubelum.
Barukemudianmematangkanseltelur, dengancaramenyuntikanobat agar siapdipanen.

Seltelurdiambiluntuk di proses di laboratorium. Padahari yang sama,


akandilakukanpengambilanspermasuami. Jikatidakadamasalah,
pengambilandilakukandengancarabermasturbasi. Namunbiladitemukankendala,
makaakandilakukanoperasipengambilanspermamelaluibuahzakar.

Pembuahanataufertilisasi di dalam media kultur di laboratorium,


sehinggamenghasilkanembrio. Barusetelahembrioterbentuk, akandilakukan proses transfer
embriokembalikedalamrahim agar terjadikehamilan. Jikaadasisaembriolebih,
makaakandisimpanuntuk proses kehamilanberikutnya.

Proses terakhiradalahfase luteal untukmempertahankandinding Rahim denganmemberikan


Progesterone. Biasanyadokterakanmemberiobatselama 15
haripertamauntukmempertahankandindingrahimibu agar terjadikehamilan. Setelahitu,
dilakukanpemeriksaanapakahtelahterjadikehamilanataubelum,
baikdenganpemeriksaandarahmaupun USG.
Tujuan Penemuan Bayi Tabung:
Pada mulanya program pelayanan ini bertujuan untuk menolong pasangan suami istri
yang tidakmungkin memiliki keturunan secara alamiah disebabkan tuba falopii istrinya
mengalami kerusakan yang permanen. Namun kemudian mulai ada perkembangan dimana
kemudian program ini diterapkan pula pada pasutri yang memiliki penyakit atau kelainan
lainnya yang menyebabkan tidak dimungkinkan untuk memperoleh keturunan.

Angka keberhasilan IVF dan faktor yang mempengaruhi

Faktor yang mempengaruhi kesuksesan IVF adalah usia, diagnosis infertilitas, dan
riwayat obstetrik reproduksi sebelumnya. Angka keberhasilan >32% pada rata-rata semua
siklus dan persentase siklus yang menghasilkan kelahiran hidup sebesar 25,6%. Usia rata-rata
wanita yang melakukan ART di Amerika adalah 36 tahun. Usia wanita merupakan determinan
kesuksesan IVF. Angka kesuksesan menurun pada wanita berusia > 40 tahun dibandingkan
dengan wanita dengan usia lebih muda. Pada tahun 2005, angka keberhasilan IVF
menghasilkan kelahiran hidup dihubungkan dengan usia ibu adalah < 35 tahun (37%), 35-37
tahun (29%), 38-40 tahun (20%), 41-42 tahun (11%), dan > 42 tahun (4%). Hal ini
disebabkan oleh respon ovarium terhadap stimulasi hormon gonadotropin menurun sehingga
telur yang dihasilkan untuk dilakukan IVF juga menurun dan angka implantasi per embrio
yang menurun akibat kualitas telur yang kurang baik. Selain itu, risiko keguguran lebih tinggi
pada wanita lebih tua.

DampakBayiTabung

DampakNegatif

Segi Medis

Dapat menimbulkan cacat bawaan pada bayi. Cacat bawaan ini mencakup cacat yang terlihat
maupun yang tidak, semisal kelainan pada ginjal, jantung, maupun organ tubuh lainnya.

Dalam beberapa kasus,bayi terlahir kembar. Pada proses bayi tabung, pembuahan dilakukan
terhadap beberapa sel telur sekaligus. Dari beberapa sel telur tersebut kadang-kadang
berkembang secara bersamaan di dalam rahim. Akibatnya, terjadi kehamilan kembar yang
bias lebih dari dua. Jika ini terjadi, peluang janin untuk bias terus berkembang di dalam rahim
akan semakin sedikit.

Menyebabkan pendarahan saat tahap pengambilan sel telur (Ovum Pick-Up). Meskipun pada
faktanya jarang terjadi, namun penggunaan jarum khusus yang dimasukkan kedalam rahim
saat proses pengambilan sel telur, tetap membuka peluang terjadinya pendarahan.
DampakPositif

Memberiharapankepadapasanganpasutri yang lambatpunyaanakataumandul.

Membantu orang lain yang mengidappenyakit.

Mampumengatasipermasalahantidakkunjungmemilikianakbagipenderitakelainan
organ reproduksiataupunlainnya

Memberikanharapanbagikesejahteraanumatmanusia.

Menghindaripenyakit (sepertipenyakitmenurun/genetis,
sehinggauntukkedepanakanterlahirmanusia yang sehatdanbebasdaripenyakitketurunan.

Menuntutmanusiauntukmenciptakansesuatu yang baru.

Tidakperlumelakukanhubungansuamiistriberulang kali untukmendapatkananak,


melainkanhanyacukupmemberikanseltelurdari sang wanitadanspermadari sang pria

Selanjutnya kecemasan pada ibu hamil dapat dibagi berdasarkan tiga trimester, yaitu

1) Pada awal kehamilan dan trimester pertama umumnya wanita hamil menunjukkan
adanya rasa cemas, takut dan panik. Diantara mereka ada yang berpendapat bahwa
kehamilan merupakan ancaman maut yang menakutkan dan membahayakan bagi
diriny, dimana keadaan ini juga dipengaruhi oleh pengalaman hidup dan kebudayaan
tempat wanita tersebut hidup dan dibesarkan
2) Pada trimester kedua umumnya wanita hamil sudah bisa menerima kehamilannya
dengan baik. Tetapi kecemasan tetap bisa muncul karena mereka menghawatirkan
penampilannya akan rusak dan merasa takut suaminya tidak akan mencintai dirinya
lagi
3) Sedangakan pada trimester ketiga kecemasan menjelang persalinan akan muncul dan
mulai dirasakan. Pertanyaan dan bayangan seperti apakah ia bisa melahirkan normal,
bagaimana caranya mengejan, apakah akan terjadi sesuatu saat ia melahirkan, atau
apakah bayinya akan lahir selamat akan semakin sering muncul dalam benaknya.

Beberapa dampak bayi tabung yang terlihat adalah meningkatnya risiko Ovarian Hyper
Stimulation Syndrome atau OHSS, akibat obat yang dikonsumsi selama stimulasi ovarium.
Selain itu infeksi juga bisa terjadi setelah proses pengumpulan sel telur. Dampak lainnya
adalah reaksi anestesi dan kerusakan pada struktur ovarium termasuk usus dan kandung
kemih.
Beberapa wanita, meskipun tidak semuanya, mengalami gejala menopause selama proses
pertama program bayi tabung ini. gejala ini muncul akibat sel telur yang telah dibuahi
menempel di dinding uterus. Perubahan hormone pada masa kehamilan termasuk normal,
namun ada beberapa tanda khusus dari program bayi tabung ini. wanita yang mengalami
masa kehamilan melalui program ini seringkali merasakan urinasi yang panas, sakit kepala,
payudara yang mengeras, sensasi kram di bagian bawah perut dan perubahan suasana hati
yang tidak menentu.

Meskipun efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi selama proses bayi tabung ini
muncul tetapi tidak membahayakan bagi ibu. Reaksinya biasanya termasuk sedang, meski
kadang ada juga yang mengalami gejala berat akibat melakukan program ini seperti sakit
kepala yang luar biasa dan gangguan penglihatan. Anda juga akan mengalami memar-memar
di tangan akibat suntikan yang dilakukan berulang kali sebagai bagian dari perawatan masa
kehamilan bayi tabung.

Dampak bayi tabung positif

Bioteknologi memberikan dampak positif dalam bidang kesehatan, misalnya dengan


dikembangkannya teknik bayi tabung yang dapat membantu pasangan suami-istri untuk
mendapatkan keturunan serta pemanfaatan bakteri dalam rekayasa genetika sehingga
dihasilkan insulin buatan.

Dampak bayi tabung negative

Dampak negatif penerapan bioteknologi terdapat pada berbagai aspek kehidupan seperti etika
dan moral, lingkungan hidup, sosial dan ekonomi serta kesehatan. Seperti menyisipkan gen
makhluk hidup ke dalam makhluk hidup lainnya (transplantasi gen) dianggap sebagai
pelanggaran terhadap hukum alam dan sulit untuk diterima masyarakat.

Pada bayi tabung terdapat kadar yang berbeda. Bagi wanita muda berumur dua puluh tahun
(20 tahun) yang dilahirkan dengan proses bayi tabung, kadar darah embrionya adalah 76,0%.
Ini merupakan nilai yang lemah karena saat proses pembuahan, ia berada di luar rahim
selama satu jam atau kurang.

Padahal telah diketahui bahwa darah embrio bagi orang-orang dewasa tidak memiliki fungsi
apa-apa. Ditambah lagi, pencernaan yang terjadi di luar rahim menyebabkan peningkatan
kadar darah embrio tersebut menyebabkan peningkatan kadar darah embrio tersebut dalam
tubuh manusia.