Anda di halaman 1dari 39

Home Civil Engineering Perhitungan Dimensi Saluran

Perhitungan Dimensi Saluran


9 Comments Civil Engineering
Dalam perencanaan saluran drainase ada 4 tahap yang harus dilalui, masing - masing tahap
tersebut yaitu; (1) Analisa Hidrologi, dalam analisa hidrologi ini urutan yang harus
dilaksanakan adalah melakukan persiapan, survey pengumpulan data primer dan sekunder,
Pemilihan dan penyusunan data yang digunakan, melakukan analisa debit rencana, uji atas
analisa yang telah dilakukan, Penentuan debit rencana. (2) Perhitungan Hidrolika, analisa
hidrolika dilakukan untuk menganalisa tipe, dimensi dan posisi saluran sehubungan dengan
pengaliran sejumlah volume air tertentu dalam waktu tertentu. (3) Parameter Desain Yang
Digunakan. (4) Perencanaan Saluran Samping (Side Ditch), Sistim drainase pada
umumnya dan penampang / bentuk saluran pada khususnya dapat merupakan beberapa
alternative / pilihan, basil akhir desain yang dipilih akan Iangsung dituangkan dalam gambar
rencana.

Perhitungan desain dimensi saluran akan dijabarkan sebagai berikut:


Perhitungan dimensi saluran dapat didownload gratis disini

Related Posts:

Faktor Penyebab Utama Kerusakan Jalan


Nilai Tambah Corak Budaya pada Jembatan

Inovasi Pelat Precast Pada Rehabilitasi Jembatan Rangka Baja

Jembatan Bentang Panjang Indonesia Part2


Bentuk dan Dimensi Saluran Terbuka
A. Bentuk Saluran

Dalam menentukan bentuk dan dimensi saluran yang akan digunakan

dalam pembangunan saluran baru maupun dalam kegiatan perbaikan

penampang saluran yang sudah ada, salah satu hal penting yang perlu

dipertimbangkan adalah ketersediaan lahan. Mungkin di daerah pedesaan

membangun saluran dengan kapasitas yang besar tidak menjadi masalah karena

banyaknya lahan yang kosong, tapi di daerah perkotaan yang padat tentu bisa

menjadi persoalan yang berarti karena terbatasnya lahan. Oleh karena itu,

penampang saluran drainase perkotaan dan jalan raya dianjurkan mengikuti

penampang hidrolis terbaik, yaitu suatu penampang yang memiliki luas terkecil

untuk suatu debit tertentu atau memiliki keliling basah terkecil dengan hantaran

maksimum. Dimensi saluran harus mampu mengalirkan debit rencana atau

dengan kata lain debit yang dialirkan harus sama atau lebih besar dari debit

rencana. Untuk mencegah muka air ke tepi (meluap) maka diperlukan adanya

tinggi jagaan pada saluran, yaitu jarak vertikal dari puncak saluran ke

permukaan air pada kondisi debit rencana.


Bentuk penampang saluran pada muka tanah umumnya ada beberapa

macam antara lain; bentuk trapesium, empat persegi panjang, segitiga,

setengah lingkaran. Beberapa bentuk saluran dan fungsinya dijelaskan pada

tabel berikut ini;

Tabel bentuk-bentuk umum saluran terbuka dan fungsinya

Selain bentuk-bentuk yang tertera dalam tabel, masih ada bentuk-bentuk

penampang lainnya yang merupakan kombinasi dari bentuk-bentuk tersebut,


misalnya kombinasi antara empat persegi panjang dan setengah lingkaran, yang

mana empat persegi panjang pada bagian atas yang berfungsi untuk

mengalirkan debit maksimum dan setengah lingkaran pada bagian bawah yang

berfungsi untuk mengalirkan debit minimum.

B. Persamaan yang Digunakan untuk Menghitung Dimensi Saluran

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa bentuk saluran ada berbagai macam

dan yang akan dibahas persamaannya dibatasi hanya pada bentuk empat

persegi panjang dan trapesium.

1. Persamaan pada bentuk saluran empat persegi panjang


2. Persamaan pada bentuk saluran trapesium

C. Contoh Perhitungan

Soal 1 !
Saluran drainase berbentuk empat persegi panjang dengan kemiringan dasar

saluran 0,015, mempunyai kedalaman air 0,45 meter dan lebar dasar saluran

0,50 meter, koefisien kekasaran Manning n= 0,010. Hitung kecepatan aliran

dalam saluran, jika debit rencana sebesar 1,25 m 3/det ?


Diketahui :
n = 0,010
S = 0,015
Q = 1,25 m3/det
h = 0,45 m
B = 0,50 m
Ditanyakan : V .........?
Penyelesaian :
Soal 2 !
Saluran drainase berbentuk trapesium dengan kemiringan dinding saluran m= 1,

mempunyai kedalaman air 0,65 meter, lebar dasar 1,25 meter, koefisien

kekasaran Manning n = 0,010. Hitung kemiringan dasar saluran jika debit yang

mengalir sebesar 3,10 m3/det ?


Diketahui :
m=1
h = 0,65 m
B = 1,25 m
n= 0,010
Q = 3,10 m3
Ditanya : S ..........?
Penyelesaian :

Soal 3 !
Saluran drainase sekunder berbentuk trapesium mengalirkan debit sebesar 2,3

m3/det. Kemiringan dasar saluran 1 : 5000. Dasar saluran mempunyai koefisien

kekasaran n = 0,012. Tentukan dimensi tampang saluran yang paling ekonomis ?

Diketahui :
Q = 2,3 m3/det
S = 1 : 5000
n = 0,012
Ditanyakan : dimensi penampang yang ekonomis ?
Penyelesaian :

Bentuk trapesium yang paling ekonomis adalah setengah heksagonal, dengan


jari-jari hidraulik setengah dari kedalaman air.
Sumber :

Wesli,Ir.,2008, Drainase Perkotaan, Graha Ilmu, Yogyakarta


Pemindahan Tanah Mekanis (PTM) atau Alat-alat Berat

Umum
Pada umumnya setiap pekerjaan pembangunan sipil apabila diperhitungkan
masalah efisiensi waktu dan efektifitas kegiatan pada proyek yang berskala
besar, maka perlu dilakukan dengan cara mekanis atau dengan menggunakan
bantuan tenaga mesin atau peralatan.

Peralatan berat biasanya digunakan untuk :

Penggalian, pengupasan, pembongkaran, dan penimbunan.

Perataan atau penyebaran.

Pembuatan profil permukaan.

Pemindahan atau pengangkutan.

Pemadatan.

Untuk mencapai tingkat efisiensi dan efektifitas pekerjaan perlu dilakukan


perencanaan secara cermat dan teliti yang dilakukan oleh orang yang
mempunyai keahlian, pengalaman yang baik dan memiliki kemampuan
manajerial. Sasaran utama proyek adalah bagaimana dapat melakukan efisiensi
terhadap biaya, mutu, dan waktu (BMW).

Dalam pelaksanaan pekerjaan PTM yang perlu diperhatikan :


1. Perhitungan volume pekerjaan
a. Volume tanah (tanah asli, tanah lepas, tanah padat)
b. Jenis tanah.

2. Spesifikasi pekerjaan
a. Jenis pekerjaan (galian, timbunan, lean clearing, stripping, pemadatan)
b. Hasil pekerjaan.

3. Pemilihan jenis peralatan atau alat yang digunakan


a. Jenis dan tipe alat
b. Kapasitas alat
c. Kemampuan dan suku cadang alat

4. Perencanaan sumber daya manusia (SDM) = man power.

5. Mobilisasi peralatan

6. Perencanaan metode kerja


a. Organisasi pelaksanaan
b. Prosedur operasi kerja
c. Prosedur perawatan peralatan
d. Prosedur keselamatan kerja
e. Prosedur pelaporan administrasi dan keuangan

7. Sarana pendukung di lapangan


a. Sistim perawatan alat-alat barat
b. Sistim logistik perawatan
c. Sistim komunikasi dan informasi kerja

Pengertian Dasar PTM


Pekerjaan PTM adalah suatu pekerjaan dimana sejumlah volume tanah tertentu
dipindahkan dengan bantuan alat-alat mekanis. Pekerjaan ini melibatkan banyak
variable yang perlu dimengerti dan dipahami, antara lain pengertian terhadap
tanah.

Yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan pemindahan tanah mekanis (PTM) yang
berhubungan dengan sifat fisik tanah antara lain:

Berat jenis dan volume tanah.


Tingkat kekerasan

Tingkat kohesifitas

Bentuk tanah

Tingkat kepadatan

Gradasi tanah

Kadar air

Liquid limid, plastis limid, dan plestis indeks

Pengertian Dasar Pengoperasian Alat


Ada tiga hal perlu diperhatikan dalam manajemen alat-alat berat.

Kepemilikan Alat

Kepemilikan alat merupakan investasi bagi suatu perusahaan baik dengan cara
menyewa atau membeli.
Kemampuan Kerja Alat

Adalah kemampuan alat dalam melakukan kegiatan mengeruk menggusur,


mengangkut, atau memindahkan tanah dari satu tempat ke tempat lain yang
diukur dengan satu satuan waktu (m 3 /jam)

a. Kapasitas kerja alat : kemampuan kerja satu kali operasi

b. Produksi kerja alat : kemampuan kerja dalam satu jam

Perhitungan Biaya Operasi Alat.

1. Kemampuan produksi dipenganruhi oleh :


a. Pengaruh ketinggian.
b. Pengaruh temperatur
c. Pengaruh tekanan udara
d. Keadaan tanah yang dikerjakan
e. Percepatan alat.

2. Biaya pengoprasian alat berat dipengaruhi oleh :


a. Factor harga alat, umur alat, bunga modal, asuransi, dan nilai sisa.
b. Biaya operasi dipengaruhi oleh penggunaan bahan bakar, pelumas, perbaikan sukucadang ,
dan operator
c. Biaya mobilisasi alat

Persiapan Pekerjaan PTM

1. Survei lapangan (site Survey)


Hal- hal yang perlu dilakukan dalam survey lapangan, antara lain

a. Keadaan lapangan
b. Kondisi tenaga kerja

c. Kondisi transportasi dan akomodasi.

2. Perencanaan

Berdasarkan hasil survey lapangan, dapat dibuat rencana kerja yang akan
menjadi acuan kerja yang meliputi

a. Persiapan kerja

b. Struktur organisasi proyek

c. Penentuan metode dan prosedur kerja

d. Jadwal kerja (time schedule)

e. Penentuan jenis, type dan kombinasi peralatan yang akan dipergunakan

f. Penentuan jumlah alat-alat berat dan tenaga kerja yang akan digunakan

g. System logistik dan maintenance

3. Pelaksanaan Pekerjaan

Pada tahap pelaksanaan pekerjaan merupakan tahapan yang menentukan


terhadap keberhasilan dari sasaran yang hendak dicapai oleh tim manajemen
proyek, yang perlu diperhatikan dalam memulai pelaksanaan pekerjaan adalah

a. Penentuan starting point (penentuan titik dimulainya pekerjaan)

b. Analisa terhadap keadaan lokasi dari peta topografi yang ada

c. Pengaturan pentahapan areal yang akan dikerjakan

d. Pengaturan dan pembuatan jalan akses bagi lalu lintas alat-alat berat,
sehingga tidak terjadi hambatan

e. Pengamanan lokasi dari orang-orang yang tidak berkepentingan dengan


pekerjaan

f. Pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pekerjaan.

Klasifikasi Alat
Alat berat dapat dikategorikan kedalam beberapa klasifikasi. Klasifikasi tersebut
adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat berat.
Klasifikasi Fungsional Alat Berat.
Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut
berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat
dibagi atas berikut ini.
a. Alat Pengolah Lahan
Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus
dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Jika pada lahan masih
terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan
dengan menggunakan dozer. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas
dapat digunakan scraper. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya
rata selain Dozer dapat digunakan juga motor grader.
b. Alat Penggali
Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. Beberapa alat berat digunakan
untuk menggali tanah dan batuan. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front
shovel, backhoe, dragline, dan clamshell.
c. Alat Pengangkut material.
Crane termasuk didalam kategori alat pengangkut material karena alat ini dapat
mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara
horizontal pada jarak jangkauan yang relative kecil. Untuk pengangkutan
material lepas dengan jarak tempuh yang relative jauh, alat yang digunakan
dapat berupa belt, truck, dan wagon. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu
memuat material ke dalamnya.
d. Alat pemindahan material
Yang termasuk dalam kategori ini adalah yang biasanya tidak digunakan sebagai
alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat
kealat yang lain. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material.
e. Alat Pemadat.
Jika pada suatu lahan dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu
dilakukan pemadatan. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan lapangan
terbang dan jalan, baik itu jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur
maupun perkerasan kaku. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping
roller, pneumatic tire, compactor, dan lain-lain.
f. Alat Pemroses Material.
Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk
dan ukuran yang diinginkan. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan
bergradasi, semen, beton, dan aspal. Yang termasuk di dalam alat ini adalah
stone crusher. concrete batch plant dan asphalt mixing plant.
g. Alat Penempatan Akhir Material.
Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan
material pada tempat yang telah ditentukan. Di ternpat atau lokasi ini material
disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah
ditentukan. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader,
asphalt paver, motor grader, dan alat pemadat.
Klasifikasi Operasional Alat Berat
Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke
tempat lain atau tidak dapat digerakkan atau statis. Jadi klasifikasi alat
berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini :

1. Alat dengan Penggerak, merupakan bagian dari alat berat yang


menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. Bentuk dari alat
penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet. Sedangkan
belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt.

2. Alat Statis, yang termasuk dalam kategori ini adalah tower crane, batching
plant, baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant.

1.6 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Alat Berat


Pemilihan alat berat dilakukan pada tahap perencanaan, dimana jenis,
jumlah, dan kapasitas alat merupakan faktor-faktor penentu. Tidak setiap alat
berat dipakai untuk setiap proyek konstruksi, oleh karena itu pemilihan alat berat
yang tepat sangatlah diperlukan. Apabila terjadi kesalahan dalam pemilihan alat
berat maka akan terjadi keterlambatan di dalam pelaksanaan, biaya proyek yang
membengkak, dan hasil yang tidak sesuai dengan rencana.
Di dalam pemilihan alat berat, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan sehingga
kesalahan dalam pemilihan alat. dapat dihindari. Faktor-faktor tersebut antara lain
sebagai berikut :
1. Fungsi yang harus dilaksanakan. Alat berat dikelompokkan berdasarkan
fungsinya, seperti untuk menggali, mengangkut, meratakan permukaan, dan
lain-lain.
2. Kapasitas peralatan. Pemilihan alat berat didasarkan pada volume total atau
berat material yang harus diangkut atau dikerjakan. Kapasitas alat yang dipilih
harus sesuai sehingga pekerjaan dapat diselesaikan pada waktu yang telah
ditentukan.
3. Cara operasi. Alat berat dipilih berdasarkan arah (horizontal maupun vertikal)
dan jarak gerakan, kecepatan, frekuensi gerakan, dan lain-lain.
4. Ekonomi. Selain biaya investasi atau biaya sewa peralatan, biaya operasi dan
pemeliharaan merupakan faktor penting di dalam pemilihan alat berat.
5. Jenis proyek. Ada beberapa jenis proyek yang umumnya menggunakan alat
berat. Proyek-proyek tersebut antara lain proyek gedung, pelabuhan, jalan,
jembatan, irigasi, pembukaan hutan, dam, dan sebagainya.
6. Lokasi proyek. Lokasi proyek juga merupakan hal lain yang perlu diperhatikan :
dalam pemilihan alat berat. Sebagai contoh lokasi proyek di dataran tinggi
memerlukan alat berat yang berbeda dengan lokasi proyek di dataran rendah.
7. Jenis material yang akan dikerjakan dapat mempengaruhi alat berat yang akan dipakai.
Tanah dapat dalam kondisi padat, lepas, keras, atau lembek.
8. Kondisi lapangan. Kondisi dengan medan yang sulit dan medan yang baik merupakan faktor
lain yang mempengaruhi pemilihan alat berat.

Alat Berat Pada Proyek Proyek Konstruksi


Pada setiap proyek ada keunikan/kehususan dimana tidak semua alat berat perlu
dipakai di proyek tersebut. Jenis-jenis proyek yang pada umumnya menggunakan
alat berat adalah proyek gedung, pelabuhan, jalan, dam, irigasi, pengerukan dan
lain-lain.
1. Proyek Gedung
Alat berat yang umum dipakai di proyek - proyek gedung adalah alat tiang
pancang (pile driving), alat penggali (backhoe) , crane , truck mixer, car mix,
concrete batching plant, Concrete pump, stone crusher. Alat pemadat juga sering
digunakan untuk memadatkan tanah di sekitar basement.
2. Proyek Jalan
Alat berat yang umum dipakai pada proyek jalan baik jalan aspal maupun jalan
beton pada umumnya menggunakan alat gali (excavator), dump truck, dozer,
motor grader, alat pemadat ( vibrating roller, Tandem roller, Pneumatic tire
roller), loader, air compressor, asphalt mixing plant, asphalt finesher, asphalt
distributor/sparyer, air compressor, concrete baching plant, truck mixer, concrete
pump, trailler, dan stone crusher.
3. Proyek Jembatan
Alat berat yang digunakan untuk proyek jembatan antara lain adalah alat
pemancangan tiang pondasi, dump truck, alat penggali, crane, truck mixer,
concrete mixer atau concrete batching plant, alat pemadat vibrating roller, dan
lain-lain.

4. Proyek Irigasi
Alat berat yang digunakan untuk proyek irigasi antara lain adalah alat penggali,
truck, concrete mixer, Loader, Bulldozer, Motor Grader, alat pemadat, dan lain-
lain.
5. Proyek Dam
Proyek dam pada umumnya menggunakan alat penggali tanah, crane, truck,
concrete mixer truck, alat pemadat tanah, Ioader, bulldozer, grader. Alat
penggali tanah yang umum dipakai untuk proyek dam berupa backhoe atau front
shovel. Concrete mixer digunakan untuk mencampurkan bahan pembuatan
beton yang dipakai untuk pembuatan dinding penahan tanah.

6. Proyek Pengerukan
Proyek pengerukan pada umum menggunakan alat pengeruk misalnya grab
dredger, bucket dredger, dipper dredger, rock cutter, suction dredger, clamshell
dredger, sand pump, excavator, whell loader, bulldozer dan dump truck.
Is Punya Dunia maya

Selasa, 16 April 2013


CONTOH SOAL PEMINDAHAN TANAH MEKANIS ( PTM )

1. Faktor yang berpengaruh dalam pelaksanaan pekerjaan pemindahan tanah


mekanis adalah:
Perhitungan Volume Pekerjaan
Perhitungan volume pekerjaan dalam pekerjaan pemindahan tanah secara
mekanis perlu diperhatikan terhadap ketelitiannya terutama terhadap kondisi
tanah tersebut seperti :
a. Volume Tanah
Dikenal ada 3 macam jenis volume tanah yang berkaitan dengan
pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis atau menggunakan alat berat :
Volume dalam keadaan tanah asli dialam (bank measure volume)
Volume dalam keadaan tanah lepas (loose measure volume) tanah
yang telah digali dari kondisi alamnya dan siap diangkut.
Volume tanah yang telah dipadatkan (compaction measure
volume),
yakni volume tanah yang telah mengalami
perlakuan pemadatan secara mekanis.
Ketiga macam volume ini memiliki koefisien-koefisien tersendiri sesuai
denganjenis dari tanah tersebut, seperti pasir, tanah liat dan sebagainya
sehingga didalam menghitung volume tanah perlu dipahami apakah tanah
tersebut temasuk dalam kategori tanah dalam keadaan asli, lepas atau telah
dipadatkan.
b. Jenis Tanah
Pada kenyataannya tanah memiliki banyak jenis, dimana setiap jenis
tanah memiliki nilai kembang dan susut (swelling dan shkrinkage) serta memiliki
karakteristik yang berlainan seperti tanah kohesif dan non kohesif. Setip jenis
tanah ini mempunyai cara tersendiri atau peralatan tersendiri untuk
mengerjakannya.
Kelalaian dalam menentukan kategori dan jenis tanah akan membawa
konsekwensi terhadap perhitungan dan menentukan peralatan yang akan
dipergunakan, untuk memahami lebih dalam kasus ini akan dibahas secara
tersendiri.

Spesifikasi Pekerjaan
Yang perlu diperhatikan terhadap spesifikasi pekerjaan adalah :
Jenis pekerjaan : Galian, Timbunan, Land Clearing, Stipping atau
Pemadatan, jenis pekerjaan ini baru jelas.
Hasil pekerjaan, terutama yang menyangkut hasil akhir dari pekerjaan,
seperti kemiringan, tingkat kepadatan, tinggi timbunan, kadalaman
galian, jarak angkut atau jarak pemindahan tanah dan sebagainya,

Pemilihan Jenis Peralatan atau Alat Yang dipergunakan, meliputi :


Jenis dan type alat
Kapasitas alat
Kemampuan alat
Suku cadag alat.
Pemilihan alat-alat yang akan digunaan harus disesuaikan dengan jenis
pekerjaan dan karkteristik lain keadaan tanah.

Perencanaan Sumber Daya Manusia/SDM (Man Power)


dalam melakukan pekerjaan tanah dengan alat berat diperlukan perencanaan
sumber daya yang benar-benar baik dan mencapai sasaran. Apalagi bila
mengingat lokasi pekerjaan berada didaerah pedalaman atau jauh dari kota
besar dimana untuk mencari tenaga kerja terampil dan berpengalaman akan
sulit dilakukan. Selain itu perlu dipikirkan pula mekanisme pengawasan tenaga
pendukung dalam upaya memperlancar jalannya kegiatan pekerjaan.

Mobilisasi Peralatan.
Pelaksanaan mobilisasi peralatan perlu mendapat perhatian khusus, terutama
bila aplikasi pekerjaan berada ditempat yang jauh (di daerah pedalaman) seperti
misalnya di Sumatera, Kalimantan atau di Indonesia Bagian Timur. Pada lokasi
tersebut banyak fasilitas jalan dan jembatan yang kurang memadai, peralatan
penunjang seperti trailer pengangkut, ferry penyeberangan antar pulau yang
belum tersedia sehingga perlu direncanakan dan disiapkan dari awal.

Perencanaan Metode Kerja.


Metode kerja merupakan persyaratan utama yang perlu direncanakan secara
matang hal ini berkaitan dengan efisiensi dan efektivitas pekerjaan. Perencanaan
metode kerja ini meliputi :
Organisasi pelaksanaan
Prosedur operasi kerja
Prosedur perawatan peralatan
Prosedur keselamatan kerja
Prosedur pelaporan administrasi dan keuangan.
Metode kerja ini harus disosialisasikan kepada semua pihak yang terlibat, agar
semua aparat atau petugas mengetahui wewenang, hak dan tanggung jawab
nasing-masing.

Sarana Pendukung di Lapangan.


Sarana pendukung di lapangan merupakan sarana yang cukup strategis pada
pekerjaan pemindahan tanah yang menggunakan alat berat, sehingga perlu
perencanaan secara matang terhadap :
System perawatan alat-alat berat
System logistic peralatan (spare part, bahan bakar maupun konsumsi pekerja.
System komunikasi dan informasi kerja.
Ketujuh butir diatas hendaknya direncanakan dan dipikirkan secara matang dan
terperinci. Kesalahan dalam menentukan salah satu perencanaan berarti akan
terjadi pemborosan. Sebagai contoh operator alat-alat berat yang digunakan ,
bila ternyata operator mempunyai kemampuan yang rendah, (ketrampilan
kurang, disiplin rendah dan malas) mungkin pelaksanaan pekerjaan akan
berjalan lambat. Hal ini akan berakibat sasaran proyek akan mustahil dapat
tercapai dengan baik.
Kepemilikan Alat
Dalam manajemen alat-alat berat perlu dipikirkan bagaimana kepemilikan alat
tersebut diperoleh. Karena kepemilikan alat merupakan investasi bagi suatu
perusahaan baik dengan cara menyewa atau membeli, penjelasan tentang
kepemilikan alat akan dibahas dalam bab tersendiri.

Kemampuan Kerja Alat


Kemampuan kerja alat adalah kemampuan dalam melakukan kegiatan,
mengeruk, menggusur, mengangkut, atau memindahkan tanah dari suatu
tempat ke tempat lain yang diukur dengan satu satuan waktu (M3/jam).
Dalam menetukan kemampuan kerja alat perlu dibedakan penegertian antara :
a. Kapasitas Kerja Alat,
Kapasitas kerja alat adalah kemampuan alat dalam melakukan pekerjaan seperti
mengeruk, menggusur, mengangkut dan memindahkan tanah dalam satu kali
operasi atau satu siklus, diukur dalam (M3/siklus).
b. Produksi Kerja Alat
Produksi kerja alat adalah kemampuan kerja alat dalam melakukan pekerjaan
seperti mengeruk, menggusur, memindahkan atau mengangkut tanah dari satu
tempat ketempat lain, diukur dalam 1 satu jam kerja (M3/jam).

Perhitungan Biaya Operasi Alat.


Untuk mendapatkan gambaran mengenai proses analisa biaya pekerjaan
pemindahan tanah secara mekanis perlu diperhatikan mengenai permasalahan-
permasalahan yang ada. Hal ini akan mempermudah adanya penegrtian
terhadap factor-faktor yang ikut menentukan dalam analisa biaya tersebut. Oleh
karena itu perlu dilakukan terlebih dahulu perhitungan terhadap tingkat produksi
alat dan biaya pengoperasian alat tersebut yang tergantung dari :
a. Kemampuan Berproduksi.
Kemampuan produksi alat berat tergantung dari kondisi lapangan dimana alat
tersebut bekerja, kondisi lapangan yang berat akan menghambat manuver alat
tersebut sehingga akan menurunkan tingkat produksinya.
Selain hambatan hambatan seperti yang telah dijelaskan diatas, terdapat
hambatan lainnya seperti :
Pengaruh ketinggian
Pengaruh temperature
Pengaruh tekanan udara
Leadaan tanah yang akan dikerjakan
Percepatan alat.
Selain hambatan dan kodisi lapangan, kondisi alat beratpun mungkin akan
menjadi hambatan, misalnya alat tersebut baru atau bekas dan juga mengenai
metode pelaksanaan kerja yang dilakukan.
b. Biaya Pengoperasian Alat Berat,
Biaya pengopersian alat berat tergantung dari biaya kepemilikan alat dan ini
dipengaruhi oleh :
Factor harga alat, umur alat (life time), bunga, modal, assuransi dan nilai sisa
pakai atau depresiasi.
Biaya operasi yang dipengaruhi oleh penggunaan bahan baker, pelumas,
perbaikan, suku cadang dan biaya operator.
Biaya mobilisasi alat.
Perhitungan produksi alat berat sangat mempengaruhi Rencana Anggaran Biaya,
sehingga dituntut pemahaman dalam perhitungan yang benar-benar teliti.
Sehingga kesimpulan yang dapat ditarik ialah bahwa peralatan akan berdaya
guna atau berhasil guna tinggi, bila peralatan tersebut menghasilkan produksi
yang tinggi dengan biaya serendah mungkin.
Untuk mencapai sasaran tersebut maka diperlukan tahapan kerja yang disusun
secara cermat dan saling berkaitan, hal ini untuk menghindari terjadinya
persoalan atau masalah yang menjurus pada pemanfaatan dana yang tidak
bermanfaat atau tidak mencapai sasaran
2. Faktor keterkaitan Alat,Waktu,dan mutu adalah:

Alat

Merupakan fasilitas yang utama dalam pekerjaan sebuah proyek baik yang besar
maupun kecil, keterkaitatan alat yang di gunakan dalam proses pembangunan
proyek jalan yaitu
- Excavator
- Bulldozer
- Tande roller
- Asphalt finisher

Waktu

Adalah yang di perlukan untuk membangun sebuah proyek jalan di perlukan


jangka waktu yang panjang sehingga proyek jalan tersebut dapat selesai tepat
waktu

Mutu

Adalah suatu peninjauan terakhir bagi sebuah proyek yang telah selesai dan
dapat di pergunakan dalam jangka waktu yang telah di rencanakn atau lebih..

3. 10,75 ton
4. Di ketahui :

Kapasitas Bucket : 0.90

Faktor efisiensi Alat : 0.84

Cycle Time : 1.50 m3

Kapasitas munjung :10.32

Factor bucket :0.90

Efisiensi alat :0.84

Cycle time :1.50

Jenis : wheel loader caterpillar 992 C

Di Tanya :
1. Hitunglah produksi Wheel Loader perjam
2. Tentukan jumlah wheel loader yang di perlukan untuk menyelesaikan 1 m3
Jawab:

a. Produksi Wheel Loader perjam:


Rumus :
Jenis :
b. jumlah loader
waktu muat n x cms
n=4
= 4 x 1.50 = 2
Perkiraan jumlah wheel loader yang di butuhkan
Jika efisiensi kerja alat kerja loader sama dengan 0.83, maka jumlah dump truck
yang di perlukan adalah
M = M x 0.84 = 4.70 x 0.84 = 3.94 di bulatkan 4 unit.

5. Penyelesaian:
Dik: e = 1, 2
e = 0, 7
v = 2500 m
Dit: v = ..?
Jawab:
V1 =v2
V2 = (e-e) x V
= (1, 2- 0, 7) x 2500
= 1250 m
v = V-V1
=2500-1250
=1250 m

TEKNIK ILMU KITA

Kami senang Situ senang

Senin, 15 Desember 2014


CONTOH SOAL MANAJEMEN PERALATAN KONSTRUKSI
CONTOH PERMASALAHAN
SUATU PEKERJAAN REKLAMASI ATAU PENIMBUNAN DENGAN
MENGGUNAKAN PASIR URUG
HARUS DILAKUKAN PADA SUATU DAERAH CEKUNGAN. BAHAN TIMBUNAN
HARUS DIDATANGKAN DARI LUAR PROYEK DENGAN JARAK 25 KM, DARI
JARAK TERSEBUT 5 KM DIANTARANYA HARUS MELEWATI DAERAH
PERKOTAAN, VOLUME URUGAN DENGAN SEBESAR 44.500 M3, JALAN
AKSES KE LOKASI PENIMBUNAN MERUPAKAN JALAN YANG DIPERKERAS
NAMUN TIDAK DI ASPAL, BERARTI KONTRAKTOR TIDAK PERLU
MEMPERBAIKI JALAN TERSEBUT LAMA PEKERJAAN YANG DIBERIKAN
ADALAH 3 BULAN ATAU 90 HARI KALENDER. PADA BULAN PERTAMA
TERDAPAT 4 HARI MINGGU DAN 1 HARI LIBUR NASIONAL, PADA BULAN
KEDUA TERDAPAT 5 HARI MINGGU DAN PADA BULAN KETIGA TERDAPAT
4 HARI MINGGU. DIPERKIRAKAN PADA KETIGA BULAN TERSEBUT AKAN
TERJADI HUJAN SELAMA 3 HARI DAN 2 HARI SETELAH HUJAN, JALAN KE
LOKASI PENGAMBILAN TANAH BARU DAPAT DILEWATI OLEH DUMP
TRUCK. KONTRAKTOR SELAMA HARI LIBUR TIDAK DIPERKENANKAN
UNTUK MELAKUKAN OPERASI, PEKERJAAN MALAM TIDAK
DIPERKENANKAN, JAM KERJA PER HARI ADALAH 8 JAM.

Kondisi serta faktor-faktor :


Faktor konversi volume untuk tanah pasir adalah keadaan padat 1 ,
keadaan lepas = 1,17 dan
asli 1,05
Peralatan yang akan digunakan :
a. Hidrolik Excavator PC 200.
Kapasitas produksi = 0.70 m3
Faktor bucket = 0,8
Faktor efisiensi = 0,60
Waktu siklus = Gali 10 detik, swing 2 x 5 detik, dumping 5 detik

b. Alat angkut Dump Truck


Kapasitas Produksi = 5.00 m3(q)
Faktor Bucket (K) = 1.00
Faktor efisiensi(E) = 0,80
Kecepatan rata-rata :
Dalam kota : Isi = 20 Km/Jam, kosong = 30 Km/jam
Luar Kota : Isi = 40 km /jam , kosong = 60km/jam
Waktu Siklus = Loading 4 menit, Dumping dan manuver = 2 min
c. Bulldozer
Kapasitas produksi = 4,38
Faktor Efisiensi = 0,60
Jarak Dorong = 30 m
Kecepatan rata-rata : Maju/dorong = 2,77 km/jam, Mundur = 7,14
km/jam
Ganti persneling = 0,10 menit.
Hitung : Analisa Produksi Alat, Kebutuhan Alat dan Site Out Put
Jawab :
Volume Pekerjaan 44.500 m3
Volume tanah asli atau yang harus dikeruk = 44.500 x 1,05 = 46.725
m3.
Waktu pelaksanaan = 90 hari - 4 - 1 5 4 3 x 2 = 90 20 = 70 hari
kerja efektif.
a. Alat yang bekerja di pengeruk / gali dan muat (excavator PC 200)
Kapasitas produksi (ql) = 0,70 m3
Faktor Bucket (K) = 0.80
Faktor Efisiensi (E) = 0,60
Waktu Siklus (Cm) = 10 + 2 x 5 + 5 = 25 detik
Produksi persiklus = q = ql x K = 0,70 x 0,80 = 0,56 m3
Produksi per jam = Q = q x 3600xE = 0,56 x 3600 x 0,6 = 48,384
m3/Jam atau Q = 48 m3/jam cm 25
Produksi per hari = 48 x 8 jam = 384 m3/hari
Jam kerja yang dibutuhkan adalah 46725 : 48 m3/jam = 973 jam
Waktu kerja adalah 70 hari atau 70 x 8 = 560 jam kerja
Sehingga excavator yang dibutuhkan = 973 : 560 = 1,74 atau 2 unit
Produksi 2 excavator = 384 x 2 = 768 m3 (padat)
Site out put volume pasir lepas = 768 x 1,17 = 898 m3
b. Alat angkut (Dump Truck)
Kapasitas produksi .
(q) = 5.00 m3
Faktor bucket (K) = 1.00
Faktor Efisiensi (E) = 0.80
Waktu tempuh jarak 5 km dengan kecepatan rata-rata
Dalam kota Kosong = 30 km/jam
Isi = 20 km/jam
Waktu tempuh Kosong = 5/30 x 60 = 10 menit
Isi = 5/20 x 60 = 15 menit.
Luar kota Kosong = 60 km/jam
Isi = 40 km/jam
Jarak tempuh 20 km
Waktu tempuh Kosong = 20/60 x 60 = 20 menit
Isi = 20/40 x 60 = 30 menit
Jadi Waktu siklus adalah :
Loading = 4 menit
Dumping & Manuver = 2 menit
Kecepatan isi 15 + 30 = 45 menit
Kecepatan kosong 10 + 20 = 30 menit
Jadi (Cm) = 81 menit
atau 1 jam = 21 menit.

Produksi persiklus = q = 5, 00 x 1 = 5,00 m3

Produksi per jam = Q = q x 60 x E = 5 x 60 x 0,80 = 2.963 atau 3


m3/Jam. Cm 81
Produksi Dump Truck per hari = 3 x 8 = 24 m3 / hari
Site Out Put = 898 m3/hari
Jadi kebutuhan dump truck untuk melayani excavator = 898 : 24 = 37,
42 atau 38 unit.
Cadangan 2 unit . Total dump truck yang dibutuhkan = 40 unit.

C. Bulldozer(perataan tanah) yang digunakan mesin gerak langsung


tongkat tunggal
Kapasitas produksi (q) = 4,38 m3
Faktor efisiensi (E) = 0,70
Kecepatan rata- rata maju (F) = 2.77 km/jam = 47 m/min
Kecepatan mundur (R) = 7.14 km/jam = 119 m/min
Jarak gusur 30 meter
Over persneling (z) = 0,10 menit
Waktu siklus (Cm) = D/F + D/R+z = 30/47 + 30/119 m + 0,10 = 0,99
atau 1,00 menit.

Produksi Bulldozer = q x 60 x E x 1,17 = 4,38 x 60 x 0,60 x 1.17 =


184.49 m3/jam cm 1
q x 60 x E x 1.17 = 4,38 x 60 x 0,60 x 1.17
Produksi bulldozer per hari 185 x 8 = 1.480 m3

Jumlah bulldozer yang dibutuhkan = 768 : 1.480 = 0, 518 atau 1 unit.

Kisaran Nilai Huruf Mutu

>80-100 A

>75-80 B+

>69-75 B
>60-69 C+

>55-60 C

>50-55 D+

>44-50 D

0-44 E

Hasil penilaian akhir matakuliah dinyatakan dengan Huruf Mutu (HM) dan
Angka Mutu (AM) seperti tertera pada tabel berikut :
Huruf Mutu Angka Mutu Golongan Kemampuan
A 4 Sangat Baik
B+ 3,5 Antara Sangat Baik dan
Baik
B 3 Baik
C+ 2,5 Antara Baik dan Cukup
C 2 Cukup
D+ 1,5 Antara Cukup dan Kurang
D 1 Kurang
E 0 Gagal

a.

1. Penilaian hasil ujian suatu mata kuliah dilakukan oleh masing-


masing dosen (atau tim dosen) dengan menggunakan Huruf Mutu
(HM) dan Angka Mutu (AM) sebagai berikut :
Nilai angka Huruf Mutu Angka Mutu Gabungan Kemampuan

> 80 - 100 A 4 Sangat Baik

> 75 - 80 B+ 3,5 Antara Sangat dan Baik

> 69 - 75 B 3 Baik

> 60 - 69 C+ 2,5 Antara Baik dan Cukup

> 55 - 60 C 2 Cukup

> 50 - 55 D+ 1,5 Antara Cukup dan Kurang

> 44 - 50 D 1 Kurang

0 - 44 E 0 Gagal

2. Nilai akhir bagi mata kuliah yang diampu oleh lebih dari satu
dosen merupakan nilai gabungan dari semua dosen yang
digabungkan oleh dosen koordinatornya.

3. Nilai akhir mata kuliah merupakan gabungan nilai tugas terstruktur


dan/atau tugas mandiri, nilai ujian tengah semester dan nilai ujian
akhir. Selanjutnya nilai akhir ditentukan dengan kriteria butir (1).

c. Program Doktor
Untuk menilai prestasi mahasiswa dalam kegiatan akademik, digunakan
ketentuan sebagai berikut :

2. Penilaian hasil ujian suatu mata kuliah diserahkan sepenuhnya kepada


masing-masing dosen pengampu mata kuliah Sistem penilaiannya adalah A,B+,
B,C+,C,D+,D dan E ; di mana A = 4; B+ = 3,5 ; B = 3; C+ =2,5 ; C = 2; D+ = 1,5
;D = 1 dan E = 0 (gagal).
Yudisium Sarjana.

1. Seorang mahasiswa dapat dinyatakan lulus ujian tugas akhir program


sarjana bila telah memenuhi persyaratan seperti tersebut pada BAB IIIC
dan tidak melampaui maksimum masa studi 7 (tujuh) tahun.

2. Predikat.
Prezdikat kelulusan terdiri dari 3 tingkat yaitu memuaskan, sangat
memuaskan dan dengan pujian yang dinyatakan pada transkrip akademik.
Indek prestasi kumulatif (IPK) sebagai dasar menentukan predikat
kelulusan adalah :

1. IPK 2,00 2,75 : Memuaskan

2. IPK 2,76 3,50 : Sangat Memuaskan


3. IPK 3,51 4,00 : Cumlaude (Dengan Pujian)
Predikat kelulusan dengan pujian ditentukan juga dengan
memperhatikan masa studi maksimum, untuk program sarjana
maksimum 5 tahun sedangkan untuk alih program (n+ 0,25 )
tahun. Dalam penentuan cumlaude fakultas dapat menetapkan
aturan dengan memperpendek masa s

CONTOH PERMASALAHAN
SUATU PEKERJAAN REKLAMASI ATAU PENIMBUNAN DENGAN
MENGGUNAKAN PASIR URUG
HARUS DILAKUKAN PADA SUATU DAERAH CEKUNGAN. BAHAN TIMBUNAN
HARUS DIDATANGKAN DARI LUAR PROYEK DENGAN JARAK 25 KM, DARI
JARAK TERSEBUT 5 KM DIANTARANYA HARUS MELEWATI DAERAH
PERKOTAAN, VOLUME URUGAN DENGAN SEBESAR 60000 M3, JALAN
AKSES KE LOKASI PENIMBUNAN MERUPAKAN JALAN YANG DIPERKERAS
NAMUN TIDAK DI ASPAL, BERARTI KONTRAKTOR TIDAK PERLU
MEMPERBAIKI JALAN TERSEBUT LAMA PEKERJAAN YANG DIBERIKAN
ADALAH 4 BULAN ATAU 120 HARI KALENDER. PADA BULAN PERTAMA
TERDAPAT 4 HARI MINGGU DAN 1 HARI LIBUR NASIONAL, PADA BULAN
KEDUA TERDAPAT 5 HARI MINGGU DAN PADA BULAN KETIGA TERDAPAT
4 HARI MINGGU dan PADA BULAN KE EMPAT 4 HARI MINGGU
.DIPERKIRAKAN PADA KEEMPAT BULAN TERSEBUT AKAN TERJADI HUJAN
SELAMA 4 HARI DAN 2 HARI SETELAH HUJAN, JALAN KE LOKASI
PENGAMBILAN TANAH BARU DAPAT DILEWATI OLEH DUMP TRUCK.
KONTRAKTOR SELAMA HARI LIBUR TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK
MELAKUKAN OPERASI, PEKERJAAN MALAM TIDAK DIPERKENANKAN, JAM
KERJA PER HARI ADALAH 8 JAM.

Kondisi serta faktor-faktor :


Faktor konversi volume untuk tanah pasir adalah keadaan padat 0.99 ,
keadaan lepas = 1,1 dan ASLI 1,
Peralatan yang akan digunakan :
a. Hidrolik Excavator PC 200.
Kapasitas produksi = 0.80 m3
Faktor bucket = 0,9
Faktor efisiensi = 0,78
Waktu siklus = Gali 12 detik, swing 2 x 5 detik, dumping 6 detik

b. Alat angkut Dump Truck


Kapasitas Produksi = 6.00 m3(q)
Faktor Bucket (K) = 1.00
Faktor efisiensi(E) = 0,80

Kecepatan rata-rata :

Dalam kota : Isi = 30 Km/Jam, kosong = 40 Km/jam


Luar Kota : Isi = 50 km /jam , kosong = 70km/jam
Waktu Siklus = Loading 5 menit, Dumping dan manuver = 2 min
c. Bulldozer
Kapasitas produksi = 4,38
Faktor Efisiensi = 0,80
Jarak Dorong = 30 m
Kecepatan rata-rata : Maju/dorong = 3.5 km/jam, Mundur = 8.2 km/jam
Ganti persneling = 0,10 menit.
Hitung : Analisa Produksi Alat, Kebutuhan Alat dan Site Out Put
Jawab :
Volume Pekerjaan 60000 m3
Volume tanah asli atau yang harus dikeruk = 60000 x 1 = 60000 m3.
Waktu pelaksanaan = 120 hari - 4 - 1 5 4 4- 4 x 2 = 120 26 = 94
hari kerja efektif.
a. Alat yang bekerja di pengeruk / gali dan muat (excavator PC 200)
Kapasitas produksi (ql) = 0,80 m3
Faktor Bucket (K) = 0.90
Faktor Efisiensi (E) = 0,78
Waktu Siklus (Cm) = 12 + 2 x 5 + 6 = 28 detik
Produksi persiklus = q = ql x K = 0,80 x 0,90 = 0,72 m3
Produksi per jam = Q = q x 3600xE = 0,72 x 3600 x 0,78 = 72
m3/Jam atau Q = 72 m3/jam cm 28
Produksi per hari = 72 x 8 jam = 576 m3/hari
Jam kerja yang dibutuhkan adalah 60000 : 72 m3/jam = 833 jam
Waktu kerja adalah hari atau 94 x 8 = 752 jam kerja
Sehingga excavator yang dibutuhkan = 833 : 752 = 1.10 unit
Atau 2 unit
Produksi 2 excavator = 576 x 2 = 1152 m3 (padat)
Site out put volume pasir lepas = 1152 x 1,1 = 1267.20 m3
b. Alat angkut (Dump Truck)
Kapasitas produksi .
(q) =6.00 m3
Faktor bucket (K) = 1.00
Faktor Efisiensi (E) = 0.80
Waktu tempuh jarak 5 km dengan kecepatan rata-rata
Dalam kota Kosong = 40 km/jam
Isi = 30 km/jam
Waktu tempuh Kosong = 5/40 x 60 = 8 menit
Isi = 5/30 x 60 = 10 menit.
Luar kota Kosong = 70 km/jam
Isi = 50 km/jam
Jarak tempuh 20 km
Waktu tempuh Kosong = 20/70 x 60 = 17 menit
Isi = 20/50 x 60 = 24 menit
Jadi Waktu siklus adalah :
Loading = 5 menit
Dumping & Manuver = 2 menit
Kecepatan isi 10 + 24 = 34 menit
Kecepatan kosong 8 + 17 = 25 menit
Jadi (Cm) = 66 menit
atau 1 jam = 6 menit.

Produksi persiklus = q = 6, 00 x 1 = 6,00 m3

Produksi per jam = Q = q x 60 x E = 6 x 60 x 0,80 = 4.36


m3/Jam. Cm 66
Produksi Dump Truck per hari = 4.36 x 8 = 34.88 m3 / hari
Site Out Put = 1267.20 m3/hari
Jadi kebutuhan dump truck untuk melayani excavator = 1267.20 : 34.88
= 36.33 atau 37 unit.
Cadangan 2 unit . Total dump truck yang dibutuhkan = 39 unit.
C. Bulldozer(perataan tanah) yang digunakan mesin gerak langsung
tongkat tunggal
Kapasitas produksi (q) = 4,38 m3
Faktor efisiensi (E) = 0,80
Kecepatan rata- rata maju (F) = 3.5 km/jam = 58 m/min
Kecepatan mundur (R) = 8.2 km/jam = 137 m/min
Jarak gusur 40 meter
Over persneling (z) = 0,10 menit
Waktu siklus (Cm) = D/F + D/R+z = 40/58 + 40/137 m + 0,10 = 1,07
atau 1,07 menit.

Produksi Bulldozer = q x 60 x E x 1,17 = 4,38 x 60 x 0,80 x 1.1 = 216


m3/jam cm 1.07
q x 60 x E x 1.17 = 4,38 x 60 x 0,80 x 1.1
Produksi bulldozer per hari 216 x 8 = 1728 m3

Jumlah bulldozer yang dibutuhkan =1152: 1728 = 0, 66 atau 1 unit.