Anda di halaman 1dari 2

ABSTRAK

HUBUNGAN ANKLE BRACHIAL INDEX DENGAN KEJADIAN KAKI


DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RSUD ULIN
BANJARMASIN BULAN JULI AGUSTUS 2012

Indra T. Budianto

Diabetes melitus dalam perjalanan penyakitnya bisa mengalami komplikasi kaki


diabetik dan peningkatan risiko amputasi ekstremitas bawah. Gangguan sirkulasi
arteri pada ekstremitas bawah dapat diukur dengan Ankle Brachial Index (ABI).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan ABI dengan kejadian kaki
diabetik pada pasien diabetes melitus di RSUD Ulin Banjarmasin bulan Juli
Agustus 2012. Metode penelitian ini menggunakan survei observasional analitik
dengan pendekatan cross-sectional menggunakan uji chi-square dengan tingkat
kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien diabetes melitus
dengan kaki diabetik yang memiliki nilai ABI yang buruk adalah 26 (43,33%)
orang dan yang memiliki nilai ABI yang baik adalah 34 (56,67%) orang,
sedangkan pasien diabetes melitus tanpa kaki diabetik yang memiliki nilai ABI
yang buruk adalah 6 (10%) orang dan yang memiliki nilai ABI yang baik adalah
54 (90%) orang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan
bermakna antara ABI dengan kejadian kaki diabetik (p = 0,000, POR = 6,882, IK
95% = 2,568-18,447). Nilai ABI yang buruk (nilai ABI 0,9) pada pasien
diabetes melitus dapat meningkatkan risiko kejadian kaki diabetik sebanyak 7 kali
daripada normal. Dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan risiko terjadinya
kaki diabetik pada pasien DM yang memiliki nilai ABI buruk di RSUD Ulin
Banjarmasin bulan Juli Agustus 2012.

Kata-kata kunci: Ankle Brachial Index, kaki diabetik, diabetes melitus


ABSTRACT

CORRELATION BETWEEN ANKLE BRACHIAL INDEX AND THE


INCIDENCE OF DIABETIC FOOT ULCER IN DIABETES MELLITUS
PATIENTS IN RSUD ULIN BANJARMASIN IN JULY AUGUST 2012
Indra T. Budianto

Diabetes mellitus, in its course, might develop complications such as diabetic foot
ulcer and an increased risk of lower extremity amputations. The impaired arterial
circulation in the legs could be measured by Ankle Brachial Index (ABI). The aim
of this research is to analyze the relationship between ABI and the incidence of
diabetic foot ulcer in diabetic patients in RSUD Ulin Banjarmasin in July
August 2012. The method of this research uses an analytic observational survey
with cross-sectional approach using chi-square test with 95% confidence level.
The result has showed that diabetic patients with diabetic foot ulcer who had
unfavourable ABI values were 26 (43.33%) subjects and those who had
favourable ABI values were 34 (56.67%) subjects, whereas diabetic patients
without diabetic foot ulcer who had unfavourable ABI values were 6 (10%)
subjects and those who had favourable ABI values were 54 (90%) subjects. Data
analysis has indicated that there has been a significant relationship between ABI
and the incidence of diabetic foot ulcer (p = 0.000, POR = 6.882, 95% CI =
2.568-18.447). An unfavourable ABI values (ABI values 0,9) in diabetes
mellitus patients could have improved the incidence of diabetic foot ulcer as 7
times up to normal. It was concluded that there was an increased risk of diabetic
foot ulcer in diabetic patients who had unfavourable ABI values in RSUD Ulin
Banjarmasin in July August 2012.
Keywords: Ankle Brachial Index, diabetic foot ulcer, diabetes mellitus

ii