Anda di halaman 1dari 25

Laporan PSD - Fourier Analysis

UPLOADED BY

Lyla Susanti

https://www.academia.edu/15750915/Laporan_PSD_-_Fourier_Analysis

Pengertian Transformasi Fourier Diskrit Perbandingan Fast Fourier


Transform
15:54:00

TEKNOLOGI

Pengertian Transformasi Fourier - Proses penting dalam pemrosesan sinyal digital adalah
menganalisis suatu sinyal input maupun output untuk mengetahui karakteristik sistem fisis tertentu
dari sinyal. Proses analisis dan sintesis dalam domain waktu memerlukan analisis cukup panjang
dengan melibatkan turunan dari fungsi, yang dapat menimbulkan ketidaktelitian hasil analisis.
Analisis dan sintesis sinyal akan lebih mudah dilakukan pada domain frekuensi, karena besaran
yang paling menentukan suatu sinyal adalah frekuensi. Oleh karena itu, untuk dapat bekerja pada
domain frekuensi dibutuhkan suatu formulasi yang tepat sehingga proses manipulasi sinyal sesuai
dengan kenyataan. Salah satu teknik untuk menganalisis sinyal adalah mentransformasikan (alih
bentuk) sinyal yang semula analog menjadi diskrit dalam domain waktu, dan kemudian diubah ke
dalam domain frekuensi.

Transformasi Fourier adalah suatu model transformasi yang memindahkan sinyal domain spasial
atau sinyal domain waktu menjadi sinyal domain frekuensi. Di dalam pengolahan suara,
transformasi fourier banyak digunakan untuk mengubah domain spasial pada suara menjadi
domain frekuensi. Analisa-analisa dalam domain frekuensi banyak digunakan seperti filtering.
Dengan menggunakan transformasi fourier, sinyal atau suara dapat dilihat sebagai suatu objek
dalam domain frekuensi.

Transformasi Fourier Diskrit

Transformasi Fourier Diskrit (Discrete Fourier Transform - DFT) adalah prosedur yang paling
umum dan kuat pada bidang pemrosesan sinyal digital. DFT memungkinkan untuk menganalisis,
memanipulasi, dan mensintesis sinyal dengan cara yang tidak mungkin dilakukan dalam
pemrosesan sinyal analog Lyons, Richard G. 1997. Understanding Digital Signal Processing. Prentice
Hall PTR... Meskipun sekarang digunakan dalam hampir setiap bidang teknik. Aplikasi yang
menggunakan DFT terus berkembang sebagai utilitas yang menjadikan DFT lebih mudah untuk
dimengerti. Karena itu, pemahaman yang kuat tentang DFT adalah wajib bagi siapa saja yang
bekerja di bidang pemrosesan sinyal digital.

DFT merupakan prosedur matematika yang digunakan untuk menentukan harmonik atau
frekuensi yang merupakan isi dari urutan sinyal diskrit. Urutan sinyal diskrit adalah urutan nilai
yang diperoleh dari sampling periodik sinyal kontinu dalam domain waktu. DFT berasal dari fungsi
Transformasi Fourier X(f) yang didefinisikan:

Dalam bidang pemrosesan sinyal kontinu, Persamaan 2.1 digunakan untuk mengubah fungsi
domain waktu kontinu x(t) menjadi fungsi domain frekuensi kontinu X(f). Fungsi X(f)
memungkinkan untuk menentukan kandungan isi frekuensi dari beberapa sinyal dan menjadikan
beragam analisis sinyal dan pengolahan yang dipakai di bidang teknik dan fisika. Dengan
munculnya komputer digital, ilmuwan di bidang pengolahan digital berhasil mendefenisikan DFT
sebagai urutan sinyal diskrit domain frekuensi X(m), dimana:

Meski lebih rumit daripada Persamaan 2.2, Persamaan 2.3 lebih mudah untuk dipahami.
Konstanta j = 1 hanya membantu membandingkan hubungan fase di
dalam berbagai komponen sinusoidal dari sinyal. Nilai N merupakan parameter penting
karena menentukan berapa banyak sampel masukan yang diperlukan, hasil domain frekuensi dan
jumlah waktu proses yang diperlukan untuk menghitung N-titik DFT. Diperlukan N-perkalian
kompleks dan N-1 sebagai tambahan. Kemudian, setiap perkalian membutuhkan N-perkalian riil,
sehingga untuk menghitung seluruh nilai N (X(0), X(1), , X(N-1)) memerlukan N2 perkalian. Hal
ini menyebabkan perhitungan DFT memakan waktu yang lama jika jumlah sampel yang akan
diproses dalam jumlah besar.

Fast Fourier Transform

Meskipun DFT memainkan peranan yang penting sebagai prosedur matematis untuk menentukan
isi frekuensi dari urutan domain waktu, namun sangat tidak efisien. Jumlah titik dalam DFT
meningkat menjadi ratusan atau ribuan, sehingga jumlah- jumlah yang dihitung menjadi tidak
dapat ditentukan. Pada tahun 1965 sebuah makalah diterbitkan oleh Cooley dan Tukey
menjelaskan algoritma yang sangat efisien untuk menerapkan DFT Cooley, J. & Tukey, J. 1965.
An Algorithm for the Machine Calculation of Complex Fourier Series. Mathematics of Computation. pp.
297-301.. Algoritma yang sekarang dikenal sebagai Fast Fourier Transform (FFT). Sebelum
munculnya FFT, seribu titik DFT membutuhkan waktu begitu lama untuk melakukan perhitungan
yang pada saat itu masih terbatas pada komputer-komputer berspesifikasi rendah. Gagasan
Cooley dan Tukey, dan perkembangan industri semikonduktor menjadikan jumlah N-titik DFT
semisal 1024- titik, dapat dilakukan dalam beberapa detik saja pada komputer berspesifikasi
rendah Lyons, Richard G. 1997. Understanding Digital Signal Processing. Prentice Hall PTR..

Meskipun telah banyak bermacam-macam algoritma FFT yang dikembangkan, algoritma FFT
radix-2 merupakan proses yang sangat efisien untuk melakukan DFT yang memiliki kendala pada
ukuran jumlah titik dipangkatkan dua. FFT radix-2 menghilangkan redundansi dan mengurangi
jumlah operasi aritmatika yang diperlukan. Sebuah DFT 8-titik, harus melakukan N2 atau 64
perkalian kompleks. Sedangkan FFT melakukan (N/2)log2N yang memberikan penurunan yang
signifikan dari N2 perkalian kompleks. Ketika N = 512 maka DFT memerlukan 200 kali perkalian
kompleks dari yang diperlukan oleh FFT.
Gambar Perbandingan jumlah perkalian kompleks DFT dengan FFT Lyons, Richard G. 1997.
Understanding Digital Signal Processing. Prentice Hall PTR.

FFT beroperasi dimulai dengan menguraikan (dekomposisi) sinyal domain waktu titik N ke N sinyal
domain waktu hingga masing-masing terdiri dari satu titik. Selanjutnya menghitung N frekuensi
spektrum yang berkorespondensi dengan N sinyal domain waktu. Terakhir, spektrum N disintesis
menjadi spektrum frekuensi tunggal.

Gambar Diagram Alir FFT Smith, Steven W. 1997. The Scientist and Engineer's Guide to Digital
Signal Processing. (Online) http://www.dspguide.com (20 Februari 2013).

Dalam proses dekomposisi diperlukan tahapan Log2N. Sebagai contoh, sinyal 16 titik (24)
memerlukan 4 tahapan, sinyal 512 titik (29) membutuhkan 9 tahap, sinyal 4096 titik (212)
membutuhkan 12 tahapan. Dalam Gambar1, sinyal 16 titik terurai melalui empat tahap yang
terpisah. Tahap pertama memisahkan sinyal 16 titik menjadi dua sinyal masing-masing terdiri dari
8 titik. Tahap kedua menguraikan data menjadi empat sinyal terdiri dari 4 titik. Pola ini berlanjut
sampai sinyal N terdiri dari satu titik. Dekomposisi digunakan setiap kali sinyal dipecah menjadi
dua, yaitu sinyal dipisahkan menjadi sampel genap dan sample ganjil.
Gambar1 Contoh dekomposisi sinyal domain waktu yang digunakan di FFT Smith, Steven W.
1997. The Scientist and Engineer's Guide to Digital Signal Processing. (Online)
http://www.dspguide.com (20 Februari 2013).

Setelah dekomposisi, dilakukan Pengurutan Pembalikan Bit (Bit Reversal Sorting), yaitu menata
ulang urutan sampel sinyal domain waktu N dengan menghitung dalam biner dengan bit membalik
dari kiri ke kanan. Asumsi N adalah kelipatan dari 2, yaitu N = 2r untuk beberapa bilangan bulat
r=1, 2, dst. Algoritma FFT memecah sampel menjadi dua bagian yaitu bagian genap dan bagian
ganjil.

Tabel Pengurutan Pembalikan Bit


Persamaan 2.2 dibagi menjadi bagian ganjil dan bagian genap sebagai berikut:

Karena rumusan yang didapat panjang, sehingga digunakan notasi standar untuk
menyederhanakannya. Didefenisikan WN = 2/ yang merepresentasikan nth root of unity.
Persamaan 2.4 dapat ditulis:

Sintesis domain frekuensi membutuhkan tiga perulangan. Perulangan luar menjalankan tahapan
Log2N (setiap tingkat mulai dari bawah dan bergerak ke atas).
Perulangan bagian tengah bergerak melalui masing-masing spektrum frekuensi individu dalam
tahap sedang dikerjakan (masing-masing kotak pada setiap tingkat). Dalam pemrosesan sinyal
digital dikenal istilah butterfly. Butterfly digunakan untuk menggambarkan peruraian (decimation)
yang terjadi. Karena tampilannya yang bersayap maka disebut butterfly. Butterfly adalah elemen
komputasi dasar FFT, mengubah dua poin kompleks menjadi dua poin kompleks lainnya. Ada dua
jenis peruraian, peruraian dalam waktu (decimation in time-DIT) dan peruraian dalam frekuensi
(decimation in frekuensi-DIF). Gambar dari butterfly dasar untuk kedua jenis peruraian tersebut
dapat dilihat pada Gambar 3 dan Gambar 4

Gambar 3 FFT butterfly dasar untuk peruraian dalam waktu Lyons, Richard G. 1997.
Understanding Digital Signal Processing. Prentice Hall PTR.

Gambar 4 FFT butterfly dasar untuk peruraian dalam frekuensi sintesis butterfly Lyons, Richard G.
1997. Understanding Digital Signal Processing. Prentice Hall PTR.

Perulangan paling dalam menggunakan butterfly untuk menghitung poin dalam setiap spektrum
frekuensi (perulangan melalui sampel dalam setiap kotak). Gambar 5 menunjukkan implemetasi
FFT dari empat spektrum dua titik dan dua spektrum empat titik. Gambar 5 terbentuk dari pola
dasar pada Gambar 3 berulang-ulang.
Gambar 5 FFT sintesis butterfly Lyons, Richard G. 1997. Understanding Digital Signal Processing.
Prentice Hall PTR.
http://www.landasanteori.com/2015/10/pengertian-transformasi-fourier-diskrit.html (tgl 02)

by ade sanjaya

48266956-Tugas-matlab-terakir

UPLOADED BY

Adam Shidqul Aziz


Membuat Sinyal Fenoma Gibbs Matlab
- ON 08.07

Fenomena Gibb

Gibbs fenomena fenomena Gibbs (juga dikenal sebagai efek Gibbs): Ketika dipilih, semakin
banyak jumlah item dalam gelombang disintesis dari puncak muncul mendekati sinyal asli
dari titik diskontinuitas. Bila Anda memilih jumlah item besar, karena nilai puncak cenderung
konstan, kurang lebih sama dengan total nilai 9% melompat. Fenomena ini disebut fenomena
Gibbs. kalau masih bingung langsung ke implementasi saja ya . Berikut implementasinya bisa
dicoba di rumah.

a. Bangkitkan sebuah sinyal sinus

Source code:

clc;

clear;

t=-3:6/1000:3;

N=input('Jumlah sinyal: ');

c0=0.5;

w0=pi;

xN=c0*ones(1,length(t));

for n=1:2:N

theta=((-1)^((n-1)/2)-1)*pi/2;

xN = xN + 2/n/pi*cos(n*w0*t +theta);

end

plot(t,xN)
xlabel('waktu')

ylabel('x(t)')

Hasil

b. Jalankan lagi program anda, dengan cara memberi jumlah masukan sinyal yang berbeda,
misalnya 3, 5, 7 dan 100.
N= 3 N=5

N=7 N=100

Keterangan Percobaan diatas didapati semakin banyak jumlah masukan signal maka semakin
membentuk persegi. Dan jika sinyal membentuk persegi maka sinyal mendekati sempurna
atau mendekati sinyal aslinya.

c. Dari percobaan tersebut didapatkan, Sinyal persegi terbentuk dari pernjumlahan sinyal
sinus, semakin banyak sinyal sinus yang dijumlahkan gelombang yang terbentuk semakin
mendekati gelombang persegi.

http://sayfudinblogz.blogspot.co.id/2015/04/membuat-sinyal-fenoma-gibbs-matlab.html
Modulasi Sinyal
Posted Februari 25, 2011 by Fahmizal in Sinyal dan Isarat. Tagged: Amplitude modulation (AM), Amplitude shift keying
(ASK), Frequency modulation (FM), Frequency shift keying (FSK), Fungsi Modulasi, Jenis-jenis modulasi analog, Jenis-
jenis modulasi digital, Modulasi adalah, Modulasi Digital, Modulasi Sinyal, Pengertian Modulasi, Phase shift keying
(PSK), Pulse Amplitude Modulation (PAM), Teknik modulasi analog, Teknik modulasi digital, Tujuan Modulasi.12
Komentar

15 Votes

Pengertian Modulasi
Modulasi adalah proses pencampuran dua sinyal menjadi satu sinyal. Biasanya sinyal yang dicampur
adalah sinyal berfrekuensi tinggi dan sinyal berfrekuensi rendah. Dengan memanfaatkan karakteristik
masing-masing sinyal, maka modulasi dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal informasi pada
daerah yang luas atau jauh. Sebagai contoh Sinyal informasi (suara, gambar, data), agar dapat dikirim
ke tempat lain, sinyal tersebut harus ditumpangkan pada sinyal lain. Dalam konteks radio siaran, sinyal
yang menumpang adalah sinyal suara, sedangkan yang ditumpangi adalah sinyal radio yang disebut
sinyal pembawa (carrier). Jenis dan cara penumpangan sangat beragam. Yaitu untuk jenis
penumpangan sinyal analog akan berbeda dengan sinyal digital. Penumpangan sinyal suara juga akan
berbeda dengan penumpangan sinyal gambar, sinyal film, atau sinyal lain.
Tujuan Modulasi
Transmisi menjadi efisien atau memudahkan pemancaran.
Masalah perangkat keras menjadi lebih mudah.
Menekan derau atau interferensi.
Untuk memudahkan pengaturan alokasi frekuensi radio.
Untuk multiplexing, proses penggabungan beberapa sinyal informasi untuk disalurkan secara
bersama-sama melalui satu kanal transmisi.
Fungsi Modulasi
Sinyal informasi biasanya memiliki spektrum yang rendah dan rentan untuk tergangu oleh noise.
Sedangakan pada transmisi dibutuhkan sinyal yang memiliki spektrum tinggi dan dibutuhkan modulasi
untuk memindahkan posisi spektrum dari sinyal data, dari pita spektrum yang rendah ke spektrum
yang jauh lebih tinggi. Hal ini dilakukan pada transmisi data tanpa kabel (dengan antena), dengan
membesarnya data frekuensi yang dikirim maka dimensi antenna yang digunakan akan mengecil.
Gelombang pembawa berbentuk sinusoidal
c(t) = Ac cos(2 fct + c )
Parameter parameter dari gelombang tersebut yang dapat dimodulasi adalah :
Amplitudo, Ac untuk modulasi amplitudo
Frekuensi, fc atau c = 2 fc t untuk modulasi frekuensi
Phasa, c untuk modulasi fasa.
Amplitudo, Frekuensi, Phase
Amplitudo
Nilai maksimum dari besaran elektrik (mis voltage) dari gelombang
Frekuensi
Jumlah cycle yang dihasilkan dalam satu detik (cycles per second atau Hertz)
Phase
Gelombang A dengan phase 00
Gelombang B dengan selisih phase -900 (lebih lambat) terhadap A
Gelombang C dengan selisih phase +900 (lebih cepat) terhadap A
Jenis-jenis modulasi analog
Amplitude modulation (AM)
Frequency modulation (FM)
Pulse Amplitude Modulation (PAM)
1. Amplitude modulation (AM)
Modulasi jenis ini adalah modulasi yang paling simple, frekwensi pembawa atau carrier diubah
amplitudenya sesuai dengan signal informasi atau message signal yang akan dikirimkan. Dengan kata
lain AM adalah modulasi dalam mana amplitude dari signal pembawa (carrier) berubah
karakteristiknya sesuai dengan amplitude signal informasi. Modulasi ini disebut juga linear
modulation, artimya bahwa pergeseran frekwensinya bersifat linier mengikuti signal informasi yang
akan ditransmisikan.

2. Frequency modulation (FM)


Modulasi Frekwensi adalah salah satu cara memodifikasi/merubah Sinyal sehingga memungkinkan
untuk membawa dan mentransmisikan informasi ketempat tujuan. Frekwensi dari Sinyal Pembawa
(Carrier Signal) berubah-ubah menurut besarnya amplitude dari signal informasi. FM ini lebih tahan
noise dibanding AM.
3. Pulse Amplitude Modulation (PAM)
Basic konsep PAM adalah merubah amplitudo signal carrier yang berupa deretan pulsa (diskrit) yang
perubahannya mengikuti bentuk amplitudo dari signal informasi yang akan dikirimkan ketempat
tujuan. Sehingga signal informasi yang dikirim tidak seluruhnya tapi hanya sampelnya saja (sampling
signal).

Modulasi Digital
Teknik modulasi digital pada prinsipnya merupakan variant dari metode modulasi analog.
Teknik modulasi digital :
Amplitude shift keying (ASK)
Frequency shift keying (FSK)
Phase shift keying (PSK)
https://fahmizaleeits.wordpress.com/2011/02/25/modulasi-sinyal/
TUGAS SISTEM DAN SINYAL

PCM atau Pulse Code Modulation adalah sebuah A/D converter yang dapat merubah snyal analog
menjadi sinyal digital, proses perubahan sinyal analog menjadi sinyal digital dapat digambarkan
sebagai berikut :
Fungsi kode pulza (PCM) :
1. Coder (Konverter A/D) :
Mengubah sinyal analog (dengan frekwensi suara 300 - 3400 Hz) menjadi sinyal digital 64

Kbit/s.
2. Multiplexing :
Menggabungkan 30 kanal sinyal digital 64 kbps paralel menjadi satu deretan sinyal unipolar

2048 Kbit/s NRZ.


3. Line Coding :
Mengubah sinyal unipolar 2048 Kbps NRZ menjadi sinyal bipolar 2048 Kbps HDB-3..

APPLIKASI PCM - 30
1. Menghubungkan Sentral Analog dengan Multiplex Digital Order Tinggi
2. Menghubungkan Sentral Analog dengan Sentral Analog
3. Menghubungkan Sentral dengan RK
4. Menghubungkan Sentral Digital dengan Perangkat Transmisi Analog
5. Menghubungkan Terminal Data dengan Perangkat Multiplex digital Order Tinggi

Frame rate = 8000 sample/detik * 8 bits * 32 = 2,048 Mbps

Orang biasanya menyebut rate 2 Mbps saja

Timeslot 0 untuk keperluan sinkronisasi

Timeslot 16 untuk signaling.

Kesimpulan :
MODULASI KODE PULSA (pcm) mengacu pada sistem di mana nilai-nilai standar dari
GELOMBANG terkuantisasi (dijelaskan dalam paragraf berikut) ditandai dengan serangkaian kode
pulsa. Ketika pulsa adalah decode, mereka menunjukkan nilai-nilai standar dari gelombang
terkuantisasi asli. -Kode tersebut mungkin biner, di mana simbol untuk setiap elemen terkuantisasi
akan terdiri dari pulsa dan ruang: terner, dimana kode untuk setiap elemen terdiri dari salah satu
dari tiga jenis nilai yang berbeda (seperti pulsa positif, pulsa negatif, dan ruang ), atau n-ary, di
mana kode untuk setiap elemen terdiri dari beberapa nay (n) dari nilai-nilai yang berbeda. Diskusi
ini akan didasarkan pada sistem pcm biner. Semua sistem pulsa-modulasi dibahas sebelumnya
memberikan metode untuk mengubah bentuk gelombang analog ke bentuk gelombang digital
(pulsa yang terjadi pada interval diskrit, beberapa karakteristik yang bervariasi sebagai fungsi
kontinu dari gelombang analog). Seluruh rentang amplitudo (frekuensi atau fasa) nilai dari
gelombang analog dapat sewenang-wenang dibagi menjadi serangkaian nilai-nilai standar. Setiap
pulsa dari pulsa kereta [angka 2-48, view (B)] mengambil nilai standar nilai aktual terdekat bila
termodulasi. Gelombang modulasi dapat direproduksi setia, seperti yang ditunjukkan dalam
pandangan (C) dan (D). Rentang amplitudo telah dibagi menjadi 5 nilai standar dalam tampilan
(C). Setiap pulsa diberikan apapun standar nilai terdekat nilai aktual sesaat. Dalam pandangan
(D), rentang amplitudo yang sama telah dibagi menjadi 10 level standar. Kurva pandang (D) adalah
pendekatan lebih dekat dari gelombang modulasi, view (A), daripada kurva terkuantisasi 5-tingkat
dalam tampilan (C). Dari ini Anda akan melihat bahwa semakin besar jumlah tingkat standar yang
digunakan, semakin dekat gelombang terkuantisasi mendekati aslinya. Ini juga yang dibuktikan
dengan fakta bahwa jumlah tak terbatas tingkat standar duplikat persis kondisi nonquantization
(bentuk gelombang analog yang asli).

II. MODULASI DELTA.

Modulasi Delta merupakan salah satu dari beberapa macam modulasi digital yang

merupakan suatu teknik konversi sinyal analog to digital yang digunakan untuk transmisi

informasi suara. Modulasi Delta merupakan sebuah teknik modulasi dimana suatu sinyal

analog dapat dikodekan dalam digit (bit) . Modulasi Delta merupakan salah satu sistem

berbasis Pulse Code Modulation (PCM). Prinsip kerja Modulasi Delta adalah pengiriman

deretan pulsa-pulsa dengan lebar tetap, yang polaritasnya menunjukkan apakah keluaran

integrator harus naik atau turun pada masing-masing pulsa. Keluaran dibuat naik atau

turun oleh suatu langkah yang tetap pada masing-masing pulsa. Modulator Delta

membandingkan isyarat analog dan successive isyarat hasil Digital to Analog Converter

(DAC) dan mentransmisikannya dengan 1 bit saja. Rangkaian Modulator Delta terdiri

atas beberapa blok rangkaian yaitu pembanding, encoder ( D-Flip flop ), integrator

diskret yang merupakan untai staircase generator dan pembangkit clock. Agar dapat

dipancarkan lewat media udara keluaran Modulator Delta dimasukkan modulator


FSK dan pemancar FM.
Dalam elektronik , modulasi adalah proses yang berbeda-beda satu atau lebih sifat-sifat periodik
frekuensi tinggi gelombang , yang disebutsinyal pembawa, sehubungan dengan sinyal modulasi. Hal
ini dilakukan dengan cara yang sama sebagai musisi dapat memodulasi nada (gelombang periodik)
dari alat musik dengan variasi yang volume , waktu dan pitch . Tiga parameter utama dari bentuk
gelombang periodik yang amplitudo ("volume"), yang fase ("timing") dan frekuensi ("pitch"), yang
semuanya dapat dimodifikasi sesuai dengan sinyal frekuensi rendah untuk mendapatkan termodulasi
sinyal. Biasanya frekuensi tinggi sinusoida gelombang digunakan sebagai sinyal pembawa , tetapi
pulsa gelombang persegi kereta juga dapat terjadi.

Dalam telekomunikasi , modulasi adalah proses menyampaikan sinyal pesan, misalnya aliran bit
digital atau sinyal audio analog, di dalam sinyal lain yang dapat ditularkan secara fisik. Modulasi
gelombang sinus digunakan untuk mentransformasikan baseband sinyal pesan kepassband sinyal,
untuk frekuensi rendah contoh sinyal audio menjadi sinyal frekuensi radio (RF sinyal). Dalam
komunikasi radio, sistem kabel TV atau telepon diaktifkan jaringan publik misalnya, sinyal-sinyal
listrik hanya dapat ditransfer melalui spektrum frekuensi passband terbatas, dengan spesifik (non-nol)
atas frekuensi cutoff dan bawah. Modulasi pembawa gelombang sinus memungkinkan untuk
menyimpan konten frekuensi sinyal dipindahkan sedekat mungkin dengan frekuensi tengah (biasanya
frekuensi pembawa) dari passband tersebut.

Sebuah alat yang melakukan modulasi dikenal sebagai modulator dan perangkat yang melakukan
operasi kebalikan dari modulasi dikenal sebagai demodulator (kadang-
kadang detektor atau demod). Sebuah perangkat yang dapat melakukan operasi adalah
sebuah modem(modulator-demodulator).
TUJUAN

Tujuan modulasi digital adalah untuk mentransfer digital bit stream melalui
analog bandpass saluran , misalnya melalui jaringan telepon diaktifkan umum (di
mana bandpass filtermembatasi rentang frekuensi antara 300 dan 3400 Hz), atau melalui pita
frekuensi radio terbatas .

Tujuan dari modulasi analog adalah untuk mentransfer analog baseband (atau lowpass ) sinyal,
misalnya sinyal audio atau sinyal TV, melalui bandpass analog saluran , misalnya pita frekuensi radio
yang terbatas atau jaringan kabel saluran TV.

Modulasi analog dan digital memfasilitasi pembagian frekuensi multiplexing (FDM), dimana
menyampaikan informasi rendah beberapa sinyal ditransfer secara bersamaan selama fisik medium
bersama sama, menggunakan saluran passband terpisah.

Tujuan dari metode modulasi digital baseband, juga dikenal sebagai line coding , adalah untuk
mengalihkan aliran bit digital melalui baseband saluran, biasanya disaring non-kawat tembaga
seperti bus serial atau kabel jaringan area lokal .

Tujuan metode modulasi pulsa adalah untuk mentransfer narrowband sinyal analog, misalnya
panggilan telepon melalui pita lebar saluran baseband atau, dalam beberapa skema, sebagai bit
stream di atas yang lain transmisi digital sistem.
Dalam synthesizer musik, modulasi dapat digunakan untuk mensintesis bentuk gelombang dengan
spektrum nada yang diinginkan. Dalam hal ini frekuensi carrier biasanya dalam urutan yang sama atau
jauh lebih rendah dari gelombang modulasi. Lihat misalnya sintesis modulasi
frekuensi atau modulasi cincin

III.DERAU DALAM SISTEM KOMUNIKASI .

Derau atau yang sering dikenal dengan noise merupakan sebuah sinyal yang tidak diinginkan dalam
system komuniksi atau sebuah informasi. Komponen elektronika pada dasarnya terbuat dari
bahanbahan yang memiliki muatan listrik. Muatan listrik ini ada karena pergerakan elektron dalam
komponen. Noise mengacu pada sinyal listrik acak yang tidak bias diprediksi, yang dihasilkan oleh
sumber alam, baik internal maupun eksternal (dari luar sistem). Ada satu macam noise yang selalu
hadir dalam setiap sistem komunikasi, yaitu thermal noise.

Thermal noise selalu hadir dengan alasan bahwa pada suatu temperatur di atas nol absolute

(0K), energi termal/panas

menyebabkan partikel bergerak secara acak (random motion). Gerakan acak dari partikel bermuatan,
seperti elektron, pada suatu konduktor menghasilkan arus atau tegangan acak yang

menghasilkan thermal noise. Dengan kata lain, materi penyusun, perubahan suhu, perubahan muatan
listrik adalah penyebab utama derau. Dalam sistem komunikasi, sinyal selalu mengalami degradasi
(penurunan) mutu. Degradasi ini, selain diakibatkan oleh noise, juga berasal dari distorsi dan inter-
ferensi yang bias mengubah bentuk sinyal. Walaupun konta-minasi sinyal bisa terjadi pada tiap elemen
komunikasi, tapi konvensi standar menyatakan bahwa secara

keseluruhan penyebab itu ditimpakan pada kanal. Distorsi adalah gangguan pada bentuk gelombang
karena system memberi respon yang tidak tepat terhadap sinyal itu sendiri. Distorsi linear bisa
diperbaiki dengan menggunakan filter khusus yang disebut equalizer. Interferensi adalah kontaminasi
oleh sinyal lain yang berasal dari pemancar lain, power lines, switching circuit dan sebagaianya.
Interferensi paling sering terjadi dalam sistem radio. Radio Frequency Interference (RFI) juga muncul
dalam media kabel jika kabel transmisi tersebut atau rangkaian penerima menangkap sinyal yang
diradiasikan dari suatu sumber yang dekat. Mengapa dalam system komunikasi sebuah noise ingin
dihilangkan? Alasan mengurangi derau

antara lain :

1. Meningkatkan sensitifitas rangkaian untuk mendeteksi sinyal yang diinginkan dalam

sebuah penerima (receiver)

2. Mengurangi konten harmonis dan fasa derau dalam pemancar (transmitter)

3. Meningkatkan perbandingan sinyal dan derau (signal to noise ratio)

Berdasarkan sumbernya, noise bisa dibedakan menjadi dua katagori :

1. Noise internal adalah noise yang dibangkitkan oleh komponen-komponen dalam

sistem komunikasi.

2. Noise eksternal, dihasilkan oleh sumber di luar system komunikasi. Ada dua macam

noise eksternal yaitu noise buatan manusia (man made noise) dan noise alami (ekstra

terrestrial) Noise yang paling besar pengaruhnya dalam system komunikasi adalah
thermal noise.

Noise ini selalu menyertai sinyal informasi. Noise ini mempunyai distribusi energi yang seragam

pada seluruh spektrum frekuensi. Gambar 8.1 di bawah merupakan gambaran efek noise terhadap
sebuah sinyal sinus yang

mengakibatkan sinyal asli menjadicacat (distorsi).

Derau atau yang biasa disebut noise adalah suatu sinyal gangguan yang bersifat akustik (suara),
elektris, maupun elektronis yang hadir dalam suatu sistem (rangkaian listrik/ elektronika) dalam
bentuk gangguan yang bukan merupakan sinyal yang diinginkan.

Sumber derau dapat dikelompokkan dalam tiga kategori:

1. Sumber derau intrinsic yang muncul dari fluktuasi acak di dalam


suatu sistemfisik seperti thermal dan shot noise.

2. Sumber derau buatan manusia seperti motor, switch, elektronika digital.

3. Derau karena gangguan alamiah seperti petir dan bintik matahari.


Jenis-jenis Derau:

Correlated noise: hubungan antara sinyal dan noise masuk dalam kategori ini. Karena itu, correlated
noise hanya muncul saat ada sinyal.
Uncorrelated noise: noise yang dapat muncul kapanpun, saat terdapat sinyal maupun tidak ada sinyal.
Uncorrelated noise muncul tanpa memperhatikan adanya sinyal atau tidak. Noise dalam kategori ini
dapat dibagi lagi menjadi dua kategori umum, yaitu :
1. Eksternal Noise: Adalah noise yang dihasilkan dari luar alat atau sirkuit. Noise tidak disebabkan
olehkomponen alat dalam sistem komunikasi tersebut. Ada 3 sumber utama noise eksternal:
a. Atmospheric noise: Gangguan elektris yang terjadi secara alami, disebabkan oleh hal hal yang
berkaitan dengan atmosfer bumi. Noise atmosfer biasanya disebut juga static electricity. Noise jenis
ini bersumber dari kondisi elektris yang bersifat alami, seperti kilat dan halilintar. Static electricity
berbentuk impuls yang menyebar ke dalam energi sepanjang lebar frekuensi

b. Ekstraterrestrial noise: Noise ini terdiri dari sinyal elektris yang dihasilkan dari luar atmosfer bumi.
Terkadang disebut juga deep-space noise. Noise ekstraterrestrial bisa disebabkan oleh Milky
Way,galaksi yang lain, dan matahari.Noise ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu solar dan cosmic
noise:

Solar noise: Solar noise dihasilkan langsung dari panas matahari. Ada dua bagian solar noise, yaitu saat
kondisi dimana intensitas radiasi konstan dan tinggi, gangguan muncul karena aktivitas sun-
spot dan solar flare-ups. Besar gangguan yang jarang terjadi ini (bersifat sporadis) bergantung pada
aktivitas sun spot mengikuti pola perputaran yang berulang setiap 11 tahun.

Cosmic noise: Cosmic noise didistribusikan secara kontinu di sepanjang galaksi. Intensitas noise
cenderung kecil karena sumber noise galaksi terletak lebih jauh dari matahari. Cosmic noise sering
juga disebut black-body noise dan didistribusikan secara merata di seluruh angkasa.

c. Man-made noise: Secara sederhana diartikan sebagai noise yang dihasilkan manusia. Sumber utama
dari noise ini adalah mekanisme spark-producing, seperti komutator dalam motor elektrik, sistem
pembakaran kendaraan bermotor, alternator, dan aktivitas peralihan alat oleh manusia (switching
equipment). Misalnya, setiap saat di rumah, penghuni sering mematikan dan menyalakan lampu
melalui saklar, otomatis arus listrik dapat tiba-tiba muncul atau terhenti. Tegangan dan arus listrik
berubah secara mendadak, perubahan ini memuat lebar frekuensi yang cukup besar. Beberapa
frekuensi itu memancar/menyebar dari saklar atau listrik rumah, yang bertindak sebagai miniatur
penghantar dan antena.
Noise karena aktivitas manusia ini disebut juga impulse noise, karena bersumber dari aktivitas on/of
yang bersifat mendadak. Spektrum noise cenderung besar dan lebar frekuensi bisa sampai 10 MHz.
Noise jenis ini lebih sering terjadi pada daerah metropolitan dan area industri yang padat
penduduknya, karena itu disebut juga industrial noise.

2. Internal Noise:Internal noise juga menjadi faktor yang penting dalam sistem komunikasi. Internal
noise adalah gangguan elektris yang dihasilkan alat atau sirkuit. Noise muncul berasal dari komponen
alat dalam sistem komunikasi bersangkutan. Ada 3 jenis utama noise yang dihasilkan secara internal,
yaitu:
1. Thermal noise: Thermal noise berhubungan dengan perpindahan elektron yang cepat dan acak dalam
alatkonduktor akibat digitasi thermal.
Perpindahan yang bersifat random ini pertama kali ditemukan oleh ahli tumbuh-tumbuhan, Robert
Brown, yang mengamati perpindahan partikel alami dalam penyerbukan biji padi.
Perpindahan random elektron pertama kali dikenal tahun 1927 oleh JB. Johnson di Bell Telephone
Laboratories. Johnson membuktikan bahwa kekuatan thermal noise proporsional
dengan bandwidth dan temperatur absolut.

Secara matematis, kekuatan noise adalah:

N = kekuatan noise (noise power)


-23
K = Boltzmanns proportionality constant (1.38 10 joules per Kelvin)
T = Temperatur absolute
B = bandwidth

2. Shot noise: noise jenis ini muncul karena penyampaian sinyal yang tidak beraturan pada keluaran
(output) alat elektronik yang digunakan, seperti pada transistor dua kutub. Pada alat elektronik,
jumlah partikelpembawa energi (elektron) yang terbatas menghasilkan fluktuasi pada arus
elektrik konduktor. Shot noise juga bisa terjadi pada alat optik, akibat keterbatasan foton pada alat
optik. Pada shot noise, penyampaian sinyal tidak bergerak secara kontinu dan beraturan, tapi bergerak
berdasarkan garis edar yang acak. Karena itu, gangguan yang dihasilkan acak dan berlapis pada sinyal
yang ada. Ketika shot noise semakin kuat, suara yang ditimbulkan noise ini mirip dengan
butir logam yang jatuh di atas genteng timah.
Shot noise tidak berlaku pada kawat logam, karena hubungan antar elektron pada kawat logam dapat
menghilangkan fluktuasi acak.
Shot noise disebut juga transistor noise dan saling melengkapi dengan thermal noise.
Penelitian shot noise pertama kali dilakukan pada kutub positif dan kutub negatif tabung pesawat
vakum (vacuum-tube amplifier) dan dideskripsikan secara matematis oleh W. Schottky tahun 1918.
3. Transit-time noise: Arus sinyal yang dibawa melintasi sistem masukan dan keluaran pada alat
elektronik, (misalnya dari penyampai (emitter) ke pengumpul (collector) pada transistor)
menghasilkan noise yang tidak beraturan dan bervariasi. Inilah yang disebut dengan transit-time
noise. Transit- time noise terjadi pada frekuensi tinggi ketika sinyal bergerak
melintasi semikonduktor dan membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk satu perputaran sinyal.
Transit time noise pada transistor ditentukan oleh mobilitasdata yang dibawa, bias tegangan,
dankonstruksi transistor. Jika perjalanan data tertunda dengan frekuensi yang tinggi saat perlintasan
semikonduktor, noise akan lebih banyak dibandingkan dengan sinyal aslinya.
Derau dapat memberikan efek gangguan pada sistem komunikasi dalam 3 area:

1. Derau menyebabkan pendengar tidak mengerti dengan sinyal asli yang disampaikan atau bahkan tidak
mengerti dengan seluruh sinyal
2. Derau dapat menyebabkan kegagalan dalam sistem penerimaan sinyal.
3. Derau juga mengakibatkan sistem yang tidak efisien
Diposting 1st May 2012 oleh vikay sigupay
http://vsigupay.blogspot.co.id/2012/05/tugas-sistem-dan-sinyal.html

KOMPUTER GRAFIK

UPLOADED BY

Maulana Adli

Informasi
Berbagi informasi tentang segala hal positif

Memahami Makna Discrete Fourier Transform


with 9 comments
Kuliah di bidang teknik bagi sebagian orang sangat menjemukan. Dijejali dengan rumusan-
rumusan yang bentuk simbolnya pun tak menarik. Semakin diperhatikan semakin mata
terasa berat dan bantal siap menanti. Tak terkecuali memahami Discrete Fourier Transform.
Segala macam transformasi, seperti namanya mempunyai arti pengubahan. Dalam hal ini
implementasinya adalah mengubah dari kawasan waktu menjadi kawasan frekuensi.
Transformasi tersebut dapat dilakukan pada suatu sistem atau fungsi maupun terhadap
suatu sinyal. DFT mengubah sinyal atau sistem dari kawasan waktu ke kawasan frekuensi.
Tujuan segala macam transformasi adalah tersebut adalah untuk mempermudah
analisisnya.

Perbedaan DFT dengan DTFT (discrete time Fourier Transform) adalah pada evaluasi
frekuensi yang terbatas. Jadi DFT sendiri sebenarnya adalah DTFT dalam implementasi nyata
karena keterbatasan piranti pemroses, memori dan piranti lainnya. Pada prakteknya DFT
sendiri dikerjakan oleh suatu pemroses baik itu komputer atau DSP dengan algoritma yang
dinamakan Fast Fourier Transform (FFT). Algoritma FFT sendiri ada berbagai macam. Oleh
karena FFT adalah implementasi penerapan DFT maka antara FFT dan DFT sering dianggap
sama dan dapat dipertukarkan.

DFT yang dikenakan pada sinyal akan menghasilkan spektrum frekuensi yang terdiri dari
spektrum magnitude dan spektrum fasa yang menunjukan hubungan antara magnitude,
fasa dengan frekuensi. Artinya kita dapat melihat komponen penyusun sinyal tersebut dari
magnitude sinyal pada rentang frekuensi. Begitu juga dengan fasenya. Misalnya digunakan
untuk analisis suara manusia maka kita dapat melihat sebenarnya suara kita memyunyai
magnitude besar pada frekuensi berapa saja, yang menunjukkan dominan frekuensi dari
suara kita.
Analisis ini juga dapat digunakan untuk mengamati suara dengan deraunya. Jika suara kita
yang direkam berasama suara derau periodis (misal bunyi tut), maka dengan mudah kita
dapat mengamati pada frekuensi berapa derau tersebut untuk kemudian dapat merancang
filter untuk menghapus derau tersebut.
Penerapan DFT pada tanggapan cuplik satuan suatu sistem akan menghasilkan tanggapan
frekuensi yang terdiri dari tanggapan magnitude dan tanggapan fase. Hal ini berguna untuk
analisis suatu filter, bagaimana respon filter tersebut secara frekuensi. Tentu sebagai anak
elektro sudah tidak asing lagi dengan low pass, high pass, band pass dan band rejected
filter. Penamaan tersebut adalah dilihat dari tanggapan frekuensi filter.

Untuk mendapatkan gambaran yang jelas mari kita liat betapa indahnya suara kita dengan
cara berikut:
1. Rekam suara anda dengan recorder pada laptop anda. Silahkan bersuara yang termerdu.
Simpan dalam format dot wav.
2. Copy file tersebut dan pastekan pada folder kerja Matlab
3. Bukalah Matlab anda dan baca suara tersebut taruh dalam suatu variabel dengan perintah
wavread
misal: A=wavread(suara_merduku.wav)
4. Lihat ukuran matrik A denngan perintah size(A). Kalau ukurannya nx2 maka ambil
B=A(:,1), kalau ukurannya 2xn maka ambil B=(1,:). Ini Hanya mengambil salah satu
komponen suara saja (membuat mono suara stereo)
5. Ketikkan pada command window matlab anda sptool maka akan muncul window baru
untuk analisis sinyal dan filter
6. Klik file, import, from workspace, pilih variabel B dan klik tanda panah untuk import dan
beri nama suaraku
7. Sekarang kita sudah mendapati suara kita pada tool Matlab tersebut.
8. Klik pada suaraku, kemudian klik create pada spektral maka anda sudah mendapati
bentuk suara anda dalam kawasan frekuensi. Silahkan diamati sendiri dengan sumbu y
adalah magnitude dalam linear atau desibel, sumbu x adalah frekuensi ternormalisasi
(kalikan frekuensi pencupliknya maka akan didapati frekuensi sebenarnya, frekuensi
recorder bawaan windows adalah 44.100 Hz)
Ditulis oleh:
Dhidik Prastiyanto
https://dhidik.wordpress.com/2009/05/09/memahami-makna-discrete-fourier-transform/