Anda di halaman 1dari 97

LAPORAN MAGANG

PELAKSANAAN PERAN DINAS PARIWISATA DAN


KEBUDAYAAN DALAM MENINGKATKAN DAYA TARIK
PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KOTA BATU

PELAKSANAAN MAGANG

DI

DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KOTA BATU

TANGGAL 4 JULI SD 2 SEPTEMBER 2016


Oleh :

Alfida Dawam Nurlita (135030101111175)


Misfasuri (135030101111147)
Alfi Zulfanada (135030101111098)

JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIK

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2017

i
ii
iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah


melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
Laporan Magang yang dilaksanakan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota
Batu dengan judul Pelaksanaan Peran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
dalam Meningkatkan Daya Tarik Pariwisata Kota Batu . Laporan Magang
ini merupakan tugas akhir kelompok yang diajukan untuk memenuhi syarat dalam
memperoleh gelar Sarjana Ilmu Administrasi Publik pada Fakultas Ilmu
Administrasi Universitas Brawijaya Malang. Penulis menyadari bahwa
penyusunan Laporan Magang ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan
dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis
menyampaikan ucapan terimakasih kepada yang terhormat:

1. Bapak Prof. Dr. Bambang Supriyono, MS. Selaku Dekan Fakultas Ilmu
Administrasi Universitas Brawijaya
2. Bapak Dr. MR Khairul Muluk selaku Ketua Jurusan Ilmu Administrasi
Publik Universitas Brawijaya.
3. Bapak Imam Hanafi, Dr., M.Si, MS selaku Dosen Pembimbing Magang
yang telah meluangkan waktu untuk membimbing dan mengarahkan
penulis dalam menyusun laporan magang ini.
4. Bapak Sinal Abidin, S.Sos,. MM selaku Kepala Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kota Batu.
5. Bapak Bambang Supriyanto, SE, MM selaku Kepala Bagian Promosi &
Pemasaran Wisata.
6. Bapak Mulyo Adji, Bckn selaku Seksi Bimbingan dan Pelatihan.
Demikian kesempurnaan Magang ini, saran dan kritik yang sifatnya
membangun sangat penulis harapkan. Semoga Laporan Magang ini bermanfaat
dan dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pihak yang membutuhkan.

Malang,24 November 2016

Penulis

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...i

LEMBAR PERSETUJUAN..ii

TANDA PENGESAHAN.iii

KATA PENGANTAR...iv

DAFTAR ISI..vi

DAFTAR TABELvii

DAFTAR GAMBAR...viii

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Tujuan & KegiatanMagang........3

1.3 Manfaat Kegiatan Magang.....4

BAB II RENCANA KEGIATAN

2.1 Jumlah Peserta6

2.2 Tempat & Waktu Pelaksanaan Magang.....6

2.3 Metode Pelaksaan Magang....6

2.4 Jadwal Kegiatan.7

2.5 Pembagian Kerja8

2.6 Rencana Kegiatan...8

BAB III HASIL KEGIATAN

3.1 Gambaran Umum LokasiMagang11

3.2 Bidang-bidang Kegiatan...31

3.3 Bentuk-bentuk Dukungan36

3.4 Hambatan-hambatan38

v
BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Peran Pemerintah dalam Meningkatkan Daya Tarik Wisata di Kota Batu..39

4.2 Grand Strategi Pengembangan Objek Daya Tarik Wisata (ODTW)...52

4.3 Temuan GAP antara Teori & Praktik..54

4.4 Rekomendasi Perbaikan...65

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan..67

5.2 Saran....68

DAFTAR PUSTAKA..70

vi
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Jam Kerja di Instansi Waktu Bulan Ramadhan...7


Tabel 2.2 Jam Kerja di Instansi Hari Biasa.7
Tabel 2.3 Rencana Kegiatan Magang.9
Tabel 3.1 Indikator, Strategi, dan Kebijakan.14
Tabel 3.2 Bidang Kegiatan Magang Alfida Dawam Nurlita..30
Tabel 3.3 Bidang Kegiatan Magang Misfasuri..32
Tabel 3.4 Bidang Kegiatan Magang Alfi Zulfanada..34
Tabel 4.1 Kerangka Kerja Empat Langkah Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kota Batu....52

vii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3. 1 Struktur Organisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan


Kota Batu........................................................................................17

viii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang dapat dikembangkan dan


dapat memberikan kontribusi besar bagi suatu daerah atau negara. Selain itu,
pariwisata juga dapat memberikan suatu lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan
mengurangi tingkat pengangguran.Seiring dengan perkembangan zaman tidak
dapat dipungkuri bahwa sudah menjadi kebutuhan sekunder bagi setiap orang
untuk melakukan kegiatan wisata.Semakin padatnya aktivitas yang dilakukan
seseorang akan berimbas pada besarnya kebutuhan untuk mendapatkan hiburan
yang menyenangkan untuk melepaskan penat dari rutinitas sehari-hari ataupun
sekedar berkumpul bersama keluarga.Sektor pariwisata merupakan suatu industri
yang sangatpotensial.Industri pariwisata merupakan industri keduasetelah minyak
bumi (Spillane, 1987:40).Pariwisata dapatdikatakan sebagai katalisator dalam
pembangunan karena memberikan kontribusi terhadap perekonomian di negara
yangdikunjungi wisatawan.Kedatangan wisatawanmancanegara pada suatu
Daerah Tujuan Wisata (DTW)memberikan kemakmuran dan kesejahteraan
bagipenduduk setempat.Pariwisata adalah suatu gejala sosialyang sangat
kompleks, yang menyangkut manusiaseutuhnya dan memiliki berbagai aspek,
sosiologis,psikologis, ekonomis, ekologis dan sebagainya.Aspek yangmendapat
perhatian paling besar dan hampir merupakan satu-satunya aspek yang dianggap
penting ialah aspekekonomisnya (Soekadijo, 1997:25).

Pengembangan industri pariwisata tidak sulit untuk dilakukan, karena


modal utamanya adalah keindahan alam.Salah satu daerah di Indonesia yang
memiliki modal keindahan alam adalah Kota Batu.Kondisi alam Kota Batu yang
indah dan tempat wisata yang disuguhkan Kota Batu mampu menjadikan Kota
Batu sebagai Kota wisata di Jawa Timur.Kota Batu awalnya adalah sebuah
Kecamatan bagian dari Kabupaten Malang. Pada 2001 Kota Administratif Batu
(KOTATIF Batu) berubah status menjadi Pemerintahan Kota berdasarkan

1
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Batu
yang disahkan oleh Presiden Republik Indonesia tanggal 21 Juni 2001. Pada 17
Oktober 2001 Kota Batu diresmikan menjadi Daerah Otonom yang terpisah dari
Kabupaten Malang. Kota Batu memiliki tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Batu,
Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Junrejo serta terdiri dari 19 desa serta 5
Kelurahan. Dengan kondisi geografis Kota Batu yang sebagian besar terdiri dari
pegunungan, dan kondisi udara yang sejuk serta panorama alam yang indah, tidak
heran apabila banyak wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi dan menikmati
Kota Batu.Sumber daya wisata yang dimiliki oleh Kota Batu cukup beragam dan
dapat dengan mudah ditemui karena lokasinya yang relatif berdekatan.Hal ini
semakin diperkuat setelah pemerintah kota Batu dengan gencar mencanangkan
kota Batu sebagai kota pariwisata.

Kota batu memiliki kekayaan wisata yang beranekaragam untuk


ditawarkan mulai dari wisata argo, wisata alam, wisata rekreasi, wisata sejarah,
dan wisata religi. Kota Batu sendiri saat ini telahdicanangkan oleh pemerintah
sebagai Kota Pariwisata karena banyaknya sector pariwisata dan kawasan yang
sangat mendukung.Perhatian pemerintah padapengembangan obyek wisata
kontemporer atau modern yang kini sudah cukup berkembang mulai dikurangi
dan dialihkan pada pengembangan konsep wisata pedesaanKonsep wisata
pedesaan adalah pengembangan dari suatu desa yang memiliki potensi wisata
yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti alattransportasi atau
penginapan yang berasal dari masyarakat setempat.

Berdasarkan definisi tersebut maka desa wisata merupakan pengembangan


sebuahdesa yang memiliki potensi alam atau lingkungan serta kebudayaan yang
memilikipotensi wisata dengan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas untuk
mendukungkemajuan desa dan meningkatkan kesejahteraan serta pemberdayaan
masyarakatsetempat.Saat ini terdapat 12 Desa Wisata yang berada di Kota Batu
danbeberapa desa yang menjadi desa penopang wisata. Berdasarkan hal tersebut
maka sangat penting adanya peran dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam
mendukung mendukungpembangunan kepariwisataan di Kota Batu serta

2
dibutuhkankan peran serta dari masyarakat setempat agar konsep desa wisata di
Kota Batu dapat berjalan dengan baik, sehinggatujuan dari program dapat
tercapai.

Pemerintah Kabupaten/Kota selalu berupaya meningkatkan peran


sertamasyarakat dalam pembangunan kepariwisataan nasional dengan berbagai
upayapemberdayaan (empowerment), agar masyarakat dapat berperan lebih aktif
danoptimal serta sekaligus menerima manfaat positif dari kegiatan
pembangunanyang dilaksanakan untuk peningkatan kesejahteraan
masyarakat.Pemberdayaanmasyarakat dalam konteks pembangunan
kepariwisataan dapat didefinisikansebagai upaya penguatan dan peningkatan
kapasitas, peran dan inisiatifmasyarakat sebagai salah satu pemangku
kepentingan, untuk berpartisipasi danberperan aktif sebagai subjek atau pelaku
maupun sebagai penerima manfaatdalam pembangunan kepariwisataan secara
berkelanjutan (Renstra Dit.Pemberdayaan Masyarakat, 2010).

Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Kota Batu dalam mengembangkan


potensi yang dimiliki sebagai kota wisata yang menyediakan berbagai macam
sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas pariwisata. Potensi yang
dikembangkan oleh Pemerintah Kota Batu tersebut akan berdampak pada
peningkatan perekonomian daerah dan peningkatan APBD. Oleh karena itu
diperlukan peran dan fungsi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam
meningkatkan daya tarik wisata yang ada pada kota Batu sehingga para
pengunjung lebih merasa nyaman untuk berkunjung di Kota Batu. Berdasarkan
permasalahan di atas, peneliti mengambil judul laporan Peran Dinas Pariwisata
dan Kebudayaan dalam Meningkatkan Daya Tarik Pariwisata dan
Kebudayaan di Kota Batu

1.2 Tujuan dan Kegiatan Magang

Pelaksanaan kegiatan KKN/Magang ini dimaksudkan untuk memperoleh


manfaat yang sebesar-besarnya bagi semua pihak, baik bagi mahasiswa
sendiri, lembaga perguruan tinggi, maupun bagi pihak instansi selaku obyek

3
pelaksanaan dari kegiatan ini, adapun tujuan yang ingin kami capai tersebut
adalah :

a) Tujuan Umum
1. Untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dalam bentuk
mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh ke dalam dunia nyata,
sekaligus untuk mewujudkan salah satu misi Fakultas Ilmu Administrasi
yaitu meningkatkan kualitas dan kuantitas pelaksanaan Tri Dharma
Perguruan Tinggi

2. Untuk menambah wawasan, dengan melaksanakan Magang ini


mahasiswa diharapkan mendapatkan gambaran kerja yang sesungguhnya
dan juga mendapatkan pengalaman yang selama ini belum dapat
diperoleh selama di bangku perkuliahan.

b) Tujuan Khusus
1. Sebagai wahana untuk mengaplikasikan teori dan ketrampilan praktis
yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan ke dalam praktek di
dunia kerja yang sesungguhnya.
2. Sebagai sarana untuk membandingkan antara teori yang pernah
diperoleh dengan praktek kerja yang sesungguhnya, apakah teori yang
telah diterima di bangku perkuliahan telah sesuai dengan
penerapannya, dan untuk mengetahui apakah kurikulum yang
diberikan telah sesuai dengan kebutuhan dunia kerja pada saat
sekarang ini.
3. Untuk dijadikan sebagai bekal dalam mempersiapkan diri terjun ke
dalam masyarakat dan dunia usaha yang sesungguhnya.
4. Untuk menambah wawasan praktis yang terdapat pada instansi terkait
sehingga mahasiswa mendapat gambaran realita kerja yang
sesungguhnya
1.3 Manfaat Kegiatan Magang

4
a) Bagi Instansi
1. Sebagai salah satu sarana penghubung antara pihak instansi dengan
Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang.

2. Sebagai penyumbang saran bagi pengembangan kinerja pegawai di


Kantor Ketahanan pangan Kota Malang di masa mendatang.

b) Bagi Mahasiswa

1. Dapat mengetahui implementasi ilmu yang telah diterima di


perkuliahan dengan kenyataan yang ada di lapangan.

2. Melatih mental mahasiswa dalam memasuki dunia kerja nyata.

3. Meningkatkan serta memperdalam keterampilan dan kreatifitas diri


dalam lingkungan yang sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki.

4. Menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman selaku generasi


yang di didik untuk siap terjun langsung di masyarakat khususnya di
lingkungan kerja.

5
BAB II

RENCANA KEGIATAN

2.1 Jumlah Peserta

Peserta magang pada bagian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu terdiri
dari :

1. Alfida Dawam Nurlita (135030101111175)


2. Misfasuri (135030101111147)
3. Alfi Zulfanada (135030101111098)
2.2 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Magang
Kegiatan magang direncanakan dan dilaksanakan :
1. Tempat Pelaksanaan Magang
Nama Instansi : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu
Alamat : Block Office Pemkot Batu blok A lantai 2, Jl.
Panglima Sudirman Kota Batu

2. Waktu Pelaksanaan Magang


Tanggal : 4 Juli - 2 September 2016
2.3 Metode Pelaksanaan Magang

Selama pelaksanaan kegiatan magang, metode yang digunakan adalah


partisipatif dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang di berikan.Sedangkan
dalam rangka meyusun laporan magang pengumpulan data yang dilakukan
melalui observasi dan dokumentasi.

1. Observasi

Merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan pengamatan


langsung terhadap objek yang menunjang penulisan laporan, objek tersebut
adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Batu. Dalam penyusunan laporan,

6
kelompok magang terjun secara langsung terhadap kegiatan di Dinas Pariwisata
dan Kebudayaan Kota Batu dalam pelaksanaan kegiatan magang.

2. Diskusi

Agar semakin menambah ilmu dan wawasan yang bisa didapat saat
melakukan magang.Maka tidak jarang pula melakukan diskusi dengan Kepala
Sub Bagian Bidang maupun staff dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota
Batu.Hal ini sangat bermanfaat, terutama untuk data laporan magang.

3. Dokumentasi

Dokumentasi yang digunakan berkaitan dengan struktur organisasi,


peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Kota Batu, dan hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan penelitian.

2.4 Jadwal Kegiatan


Pelaksanaan KKN/Magang dimulai tanggal 4 Juli 2016 dan berakhir pada
tanggal 2 September 2016.Kegiatan tersebut disesuaikan pada hari dan jam kerja
yang berlaku pada instansi yang bersangkutan yaitu pada Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kota Batu. Adapun jam kerja yang berlaku pada instansi tersebut
baik saat Bulan Ramadhan maupun hari biasa, dapat dilihat pada tabel berikut
ini, yaitu :
Tabel 2.1
Jam Kerja di Instansi Waktu Bulan Ramadhan
No Hari Kerja Jam Kerja Jam Istirahat

1 Senin s/d Kamis 08.00 15.30 12.00 13.00

2 Jumat 08.00 14.30 11.45 12.30

3 Sabtu dan Minggu LIBUR

Sumber : Data Hasil Olahan Penulis (2016)

Tabel 2.2

7
Jam Kerja di Instansi Hari Biasa
No Hari Kerja Jam Kerja Jam Istirahat

1 Senin s/d Kamis 08.00 16.00 12.00 13.00

2 Jumat 08.00 15.00 11.45 12.30

3 Sabtu dan Minggu LIBUR

Sumber : Data Hasil Olahan Penulis (2016)

2.5 Pembagian Kerja


Selama melaksanakan kegiatan magang di Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kota Batu, pembagian kerja dilakukan di 2 (dua) tempat, yaitu:
Bidang Promosi dan Pemasaran Pariwisata dan Bidang Pengembangan SDM
Pariwisata.
1. Alfida Dawam N, Misfasuri, Alfi Zulfanada

Bagian Promosi dan Pemasaran melaksanakan tugas pokok pendataan dan


pemetaan data informasi mengenai promosi pariwisata Kota Batu.

2. Alfida Dawam N, Misfasuri, Alfi Zulfanada

Bagian Pengembangan SDM Parawisata melaksanakan tugas pokok pendataan


dan pemetaan data informasi potensi dan pengembangan sumberdaya manusia
pariwisata di Kota Batu.

2.6 Rencana Kegiatan


Rencana kegiatan magang adalah suatu program yang kami susun sebelum
peserta magang melaksanakan kegiatan magang disuatu instansi.Dengan
menyusun rencana kegiatan, diharapkan dapat memperlancar dan mempermudah
dalam melaksanakan kegiatan magang.Rencana kegiatan ini juga merupakan
pedoman bagi peserta magang.Sedangkan untuk pelaksanaannya di lapangan,
sangat memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan dan penyesuaian.Hal ini
disebabkan karena saran dari pembimbing magang maupun pegawai pengampu
yang telah ditunjuk oleh lembaga atau instansi tempat kami melaksanakan

8
magang. Sehubungan dengan hal tersebut, kami mempunyai rencana kegiatan
magang di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu, yaitu sebagai berikut :

Tabel 2.3

Rencana Kegiatan Magang


Output Penanggung Jawab
No. Program Tujuan
(Detail)
1. Rapat atau Mempersiapkan Semua Alfida Dawam
koordinasi rutin pelaksanaan kegiatan Nurlita
kegiatan dan berjalan sesuai Misfasuri
evaluasi kegiatan tujuan Alfi Zulfanada

2. Sosialisasi Untuk mengenal Mengetahui Alfida Dawam


pegawai dan ruang lingkungan Nurlita
lingkup organisasi kerja Misfasuri
Dapat memperoleh Alfi Zulfanada
ketrampilan dan
pengalaman. Lebih
dari itu, diharapkan
dengan
kemampuan atau
kapasitas yang
dimiliki
mahasiswa dapat
memberikan
kontribusi yang
positif.

3. Membantu Dapat memperoleh Memberikan Alfida Dawam


pelaksanaan ketrampilan dan kontribusi Nurlita
operasional pengalaman. Lebih positif dalam Misfasuri
Dinas dari itu, diharapkan perencanaan Alfi Zulfanada
Pariwisata dan dengan kemampuan maupun
Kebudayaan atau kapasitas yang pelaksanaan
Kota Batu dimiliki mahasiswa
dapat memberikan
kontribusi yang
positif.

9
4. Pelaksanaan Untuk mengetahui Mengetahui Alfida Dawam
analisis kinerja Dinas sejauh mana Nurlita
Pariwisata dan kualitas kinerja Misfasuri
Kebudayaan Kota dalam Alfi Zulfanada
Batu,selain itu juga meningkatkan
meminta data baik daya Tarik
primer maupun wisata Kota
sekunder untuk Batu
kelengkapan laporan
magang
Sumber : Data hasil olahan penulis (2015)

10
BAB III

HASIL KEGIATAN

3.1 Gambaran Umum Lokasi Magang


3.1.1 Latar Belakang Lokasi Magang

Kota Batu secara geografis terletak pada 7o 44' 8o 26 Lintang Selatan


dan122o 17' 122o 57' Bujur Timur.Kota ini terletak 15 km sebelah barat Kota
Malang, berada di jalur Malang-Kediri dan Malang-Jombang.Kota Batu
berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan di
sebelah utara serta dengan Kabupaten Malang di sebelah timur, selatan, dan
barat.Wilayah kota ini berada di ketinggian 680-1.200 meter dari permukaan laut
dengan suhu udara rata-rata 15-19 derajat Celsius. Sebagai layaknya Wilayah
Pegunungan yang wilayahnya subur, Batu dan sekitarnya juga memiliki
PanoramaAlam yang indah dan berudara sejuk, tentunya hal ini akan menarik
minatmasyarakat lain untuk mengunjungi dan menikmati Batu sebagai
kawasanpegunungan yang mempunyai daya tarik tersendiri. Untuk itulah di awal
abad 19 Batu berkembang menjadi daerah tujuan wisata, khususnya orang-orang
Belanda, sehingga orang-orang Belanda itupun membangun tempat-tempat
Peristirahatan (Villa) bahkan bermukim di Batu. Situs dan bangunan-bangunan
peninggalan Belanda atau semasa Pemerintahan Hindia Belanda itupun masih
berbekas bahkan menjadi aset dan kunjungan Wisata hingga saat ini.Sejak jaman
Belanda, Batu memang sudah diprediksi menjadi tempat peristirahatan yang
nyaman tetapi Batu masih berupa kecamatan yang berada pada wilayah
Kabupaten Malang. Batu memiliki potensi yang lebih dari 31 kecamatan yang ada
di Kabupaten Malang serta 40% menunjang Pendapatan Asli Daerah dari
Kabupaten Malang dan pada saat menjadi Kecamatan Batu setiap yang menjadi
camat selalu renes dikarenakan Batu ini adalah daerah potensi yang lebih yang
tepatnya di Provinsi Jawa Timur.
Pada tanggal 6 Maret 1993 Kecamatan Batu berubah menjadi Kota
Administratif Batu, kota yang dipersiapkan untuk berubah menjadi pemerintahan
Kotamadya/ Kota yang berdiri sendiri. Berawal dari 1 kecamatan yaitu Kecamatan

11
Batu dipecah menjadi 3 kecamatan yaitu Kecamatan Batu, Kecamatan Bumiaji,
dan Kecamatan Junrejo. Walikota Administratif Batu tidak berhak membuat Perda
(Peraturan Daerah) karena masih belum adanya DPR. Pada saat Batu menjadi
Kota Administratif hampir 80% mayoritas masyarakat yaitu sebagai petani, dan
untuk mewujudkan sebagai Kotamadya harus disiapkan Rumah Sakit type C dan
Batu sudah mempunyai Rumah Sakit tersebut. Pada tanggal 17 Oktober 2001
Kota Administratif Batu berubah menjadi Pemerintahan Kota Batu. Dinas
Pariwisata belum muncul pada saat Kota Administratif Batu, akan tetapi pada saat
menjadi Pemerintahan Kota Batu barumulai muncul dan terdapat 110 pegawai
yang mendorong pemerintah untuk mendorong terbentuknya Dinas Pariwisata.
Peran Dinas Pariwisata mulai muncul.Dinas Pariwisata sebelumnya berubah
ubah mulai :
1. Dinas Pariwisata Perhubungan dan Kebudayaan (hanya sebagai draft)
2. Dinas Informasi Pariwisata
3. Dinas Pariwisata
4. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Sampai pada akhirnya ditetapkanlah nama Dinas Pariwisata danKebudayaan
dan sudah 7 kepala dinas yang menjabat. Walikota yang pertama yaitu Bapak
Imam Kabul, dan walikota yang kedua hingga sekarang yaitu Bapak Edy
Rumpoko sebagai 2 kali menjabat sebagai walikota terpilih. Walikota terpilih
telah membuat visi yaitu Pengembangan Pariwisata Religius hingga Shining
Batu.Dalam Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu terdapat banyak bagian
bagian yang salah satunya yaitu bagian SDM yang fungsinya merubah attitude
masyarakat Batu umumnya.
3.1.2 Lokasi Instansi
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu, Block Office Pemkot Batu
blok A lantai 2, Jl. Panglima Sudirman Kota Batu
3.1.3 Visi Misi Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kota Batu
a. Visi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

12
Untuk mensukseskan pembangunan ada pun visi dari dinas kebudayaan dan
pariwisata Kota Batu adalah: Terwujudnya Kota Batu Sebagai Kota
Kepariwisataan Internasional.
b. Misi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Untuk membantu perwujudan dan tercapainya visi yang telah disepakati
diperlukan adanya dukungan dari misi. Adapun beberapa misi dari Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batu adalah :
1) Meningkatkan kualitas dan kuantitas produk pariwisata yang berwawasan
lingkungan
2) Meningkatkan SDM yang berkompetensi yang mampu bersaing di tingkat
global
3) Mengembangkan Desa/Kelurahan menjadi Desa Wisata yang berbasis
potensi dan masyarakat
4) Membangun hubungan kerjasama yang baik dengan stakeholder pariwisata
baik di tingkat regional, nasional dan internasional
5) Melakukan promosi pariwisata secara kontinyu baik secara regional,
nasional, maupun internasional.
3.1.4 Tujuan dan Sasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu
a. Tujuan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batu

Adapun yang menjadi tujuan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota
Batu adalah:

1) Meningkatkan kualitas dan kuantitas produk pariwisata yang berwawasan


lingkungan
2) Meningkatkan kompetisi pelaku wisata
3) Mengembangkan desa wisata
4) Melakukan kerja sama dengan stakeholder pariwisata
5) Melakukan promosi pariwisata
b. Sasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batu

Adapun yang menjadi sasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batu
adalah:

13
1) Kepuasan wisatawan terhadap pelayanan produk pariwisata
2) Kepuasan wisatawan terhadap pelayanan pelaku wisata
3) Kesejahteraan masyarakat desa meningkatkan persan serta stakeholder
pariwisata dalam menjual dan memanfaatkan potensi wisata
4) Meningkatkan kunjungan wisata
3.1.5 Indikator, Strategi & Kebijakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Kota Batu

Setelah melakukan penjabaran atau pelaksanaan dan misi-misi yang telah


ada, diperlukan indikator, strategi dan kebijakan untuk melaksanakan misi
yang di sepakati bersama adapun indikator, strategi dan kebijakan Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batu adalah :

Tabel 3.1 Indikator, Strategi, dan Kebijakan

Misi 1 : Meningkatkan Kualitas Dan Kuantitas Produk Pariwisata Yang


Berwawasan Lingkungan
Indikator Strategi Kebijakan
- Angka ketidak puasan - Produk pariwisata - Sosialisasi
wisatawan yang berkualitas pengusaha wisata
- Angka sertifikasi - Produk pariwisata - Pelatihan pengusaha
kualitas produk wisata yang bertambah wisata
- Cakupan kajian seni - Pemantauan penilaian,
- Cakupan fasilitas seni pembinaan terhadap
- Jumlah benda, situs, produk wisata.
dan kawasan cagar - Mengembangkan produk
budaya yang di lestarikan wisata.
- Jumlah obyek wisata
Misi 2: Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Yang
Berkompetensi Yang Mampu Bersaing Di Tingkat Global
Indikator Strategi Kebijakan
- Angka pelaku wisata - Sumber daya - Sosialisasi dan pelatihan

14
yang bersertifikat manusia (SDM) SDM pariwisata yang
- Angka pelaku wisata pariwisata yang terpadu.
yang menguasai bahasa terlatih - Melakukan kompetisi
asing antar pelaku wisata.
- Rasio masyarakat sadar - Melakukan evaluasi dan
wisata tinjauan lapangan
- Rasio kunjungan
wisatawan asing
- Angka pemanfaatan
pramuwisata

Misi 3 : Mengembangkan Desa/Kelurahan Menjadi Desa Wisata Yang


Berbasis Potensi Dan Masyarakat
Indikator Strategi Kebijakan
- Jumlah desa wisata - Masyarakat desa - Pelatihan dan
- Angka kunjungan wisata yang sadar akan pembinaan pokdarwis
wisatawan di desa wisata potensi desanya dan dalam rangka penerapan
- Angka pertumbuhan memanfaatkannya menejemen desa wisata
usaha jasa pariwisata yang professional dan
unik terhadap desa wisata akuntabel.
- Rasio masyarakat desa - Sosialisasi dan
wisata yang terlatih pelatihan terhadap
masyarakat desa wisata
berdasarkan potensi
yang ada di desa
tersebut.
- Meningkatkan fasilitas
desa wisata.
Misi 4 : Membangun Hubungan Kerjasama Yang Baik Dengan
Stakeholder Pariwisata Baik Di Tingkat Regional, Nasional Dan

15
Internasional
Indikator Strategi Kebijakan
- Jumlah kontrak - Terjalinnya kerjasama - Menjalin kerja sama
kerjasama antara antar stakeholder antar stakeholder
stakeholder di tingkat pariwisata pariwisata tingkat
regional regional, nasional,
- Jumlah kontrak maupun internasional
kerjasama antar - Berpartisipasi dalam
stakeholder di tingkat even
nasional -event regional,
- Jumlah kontrak nasional, maupun
kerjasama antar internasional.
stakeholder di tingkat
internasional
- Jumlah kontrak
kerjasama antara
stakeholder dan
kelompok seni budaya
- Cakupan tempat
- Cakupan organisasi
Misi 5 : Melakukan Promosi Pariwisata Secara Kontinyu Baik Secara
Regional, Nasional, Maupun Internasional
Indikator Strategi Kebijakan
-Angka kunjungan - Pemanfaatan - Menggunakan berbagai
wisatawan - Jumlah berbagai media media promosi.
media promosi promosi secara efektif - Mengadakan event
- Cakupan gelar seni dan efisien tahunan.
- Misi kesenian - Mengemas evet local
sehingga layak untuk
konsumsi masyarakat

16
internasional
- Memanfaatkan potensi
local dalam rangka
promosi.
Sumber: Renstra Disbudpar 2012-2017

3.1.6 Struktur Organisasi


Struktur organsasi merupakan suatu kerangka yang menunjukan hubungan
kerja antara bagian satu dengan bagian yang lain, sehingga jelas kedudukan,
wewenang, dan tanggung jawabnya. Pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Kota Batu terdiri dari : Kepala Dinas, Sekteriatan yang terdiri dari Sub Bag.
Pemograman dan pelaporan, Sub Bag. Keuangan, Sub Bag. Umum dan
Kepegawaian serta didukung oleh beberapa bidang antara lain : Bidang
Pengembangan Produk Pariwisata, Bidang Promosi dan Pengembangan
Pariwisata, Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, dan Bidang
Kebudayaan serta didukung oleh kelompok jabatan fungsional yang satu sama
lainnya di hubungkan dengan garis komando dan garis koordinasi.
Gambar 3. 1 Struktur Organisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota
Batu

17
3.1.7 Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Tugas Pokok Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Batu adalah adalah
membantu Walikota dalam menyelenggarakan Pemerintahan Daerah di
bidang Kepariwisataan. Berdasarkan Peraturan Walikota BatuNOMOR 45
Tahun 2013 tentang Penjabaran Fungsi dan Tugas Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan kota Batu, dengan uraian fungsi sebagai berikut:
1. Kepala Dinas:
a. Mempunyai tugas merencanakan, merumuskan kebijakan, membina
administrasi dan teknis, mengkoordinasikan, mengendalikan, serta
mengevaluasi penyelenggaraan program dan kegiatan di bidang pariwisata
dan kebudayaan.
b. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
mempunyai fungsi :
1. Perumusan kebijakan, pengendalian, pengevaluasian rencana strategis
dan rencana kerja di bidang pariwisata dan kebudayaan;
2. Perumusan dan penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP), target
capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM), Standar Pelayanan Publik
(SPP), dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM);
3. perencanaan dan pengendalian anggaran;
4. pengendalian urusan administrasi Dinas;
5. pembinaan pengembangan produk pariwisata;
6. pembinaan promosi dan pemasaran pariwisata;
7. pembinaan pengembangan sumber daya manusia pariwisata;
8. pembinaan pengembangan kebudayaan, tradisi, perfilman, kesenian,
sejarah, dan purbakala.
9. penyelenggaraan urusan pariwisata dan kebudayaan, serta pelayanan
umum sesuai dengan lingkup tugas;
10. pelaksanaan koordinasi dan kerja sama bidang pariwisata dan
kebudayaan di antara SKPD di lingkungan Pemerintah Daerah dan
instansi terkait;

18
11. penilaian dan pengendalian terhadap pelaksanaan program dan
kegiatan; dan
12. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
2. Sekretariat
a. Mempunyai tugas merumuskan rencana kerja Dinas, mengendalikan
administrasi keuangan, menyusun laporan pertanggungjawaban pelaksanaan
program dan kegiatan Dinas, melaksanakan pembinaan ketatalaksanaan dan
ketatausahaan Dinas.
b. Dalam melaksanakan tugasnya, Sekretariat memiliki fungsi :
1) perumusan rencana kerja Sekretariat;
2) pembinaan penyusunan rencana strategis dan rencana kerja Dinas;
3) pengendalian urusan ketatalaksanaan dan ketatausahaan Dinas;
4) pengendalian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)
Dinas;
5) pembinaan dan pengembangan pegawai;
6) pengendalian data informasi hasil kegiatan Dinas dan informasi lainnya
terkait layanan publik secara berkala melalui web site Pemerintah Daerah;
7) pengendalian Standar Operasional Prosedur (SOP), target capaian Standar
Pelayanan Minimal (SPM), Standar Pelayanan Publik (SPP), dan Indeks
Kepuasan Masyarakat (IKM); dan
8) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
c. Sekretariat membawahi 3 sub bagian yaitu :
1) Sub Bagian Program dan Pelaporan :
a) Mempunyai tugas menyusun rencana strategis dan rencana kerja Dinas,
laporan pertanggungjawaban pelaksanaan program dan kegiatan.
b) Dalam melaksanakan tugasnya, Sub Bagian Program dan Pelaporan
memiliki fungsi:
(1) penyusunan rencana program kegiatan Sub Bagian;

19
(2) penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja)
Dinas;
(3) penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas;
(4) penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), target capaian
Standar Pelayanan Minimal (SPM), Standar Pelayanan Publik (SPP)
dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM);
(5) penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(LAKIP);
(6) penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
(LPPD);
(7) pengelolaan data informasi hasil kegiatan Dinas dan informasi
lainnya terkait layanan publik secara berkala melalui web site
Pemerintah Daerah;
(8) pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan Sub Bagian;
(9) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
2) Sub Bagian Keuangan
a) Mempunyai tugas mengelola anggaran dan administrasi keuangan
Dinas.
b) Dalam melaksanakan tugasnya, Sub Bagian Keuangan memiliki
fungsi :
(1) penyusunan rencana program kegiatan Sub Bagian;
(2) pelaksanaan verifikasi SPP;
(3) penyiapan Surat Perintah Membayar;
(4) pelaksanaan akuntansi keuangan Dinas;
(5) penyusunan laporan keuangan Dinas;
(6) penyusunan administrasi dan teknis pembayaran gaji dan
tunjangan pegawai serta penghasilan lainnya yang ditetapkan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan;
(7) pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan Sub Bagian;

20
(8) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
3) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
a) Mempunyai tugas mengelola ketatalaksanaan dan ketatausahaan,
meliputi administrasi umum dan kepegawaian, urusan rumah tangga,
barang milik daerah, perpustakaan, dan kearsipan.
b) Dalam melaksanakan tugasnya, Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
memiliki fungsi :
(1) penyusunan rencana program kegiatan Sub Bagian;
(2) pengelolaan administrasi umum dan ketatalaksanaan;
(3) pengelolaan kearsipan dan perpustakaan;
(4) pengelolaan kehumasan dan keprotokolan;
(5) pengelolaan rumah tangga dan barang milik daerah;
(6) pengelolaan administrasi kepegawaian;
(7) pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan Sub Bagian;
(8) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
3. Bidang Pengembangan Produk Pariwisata
a. Mempunyai tugas merencanakan, membina, mengkaji, mengendalikan dan
mengevaluasi program dan kegiatan pengembangan produk pariwisata.
b. Dalam melaksanakan tugasnya, Bidang Pengembangan Produk Pariwisata
memiliki fungsi:
1) perumusan rencana kerja Bidang;
2) penyusunan pedoman teknis program kegiatan pengembangan produk
pariwisata;
3) pembinaan potensi usaha kepariwisataan;
4) pengkajian rekomendasi ijin di bidang pengembangan usaha sarana
pariwisata, usaha jasa pariwisata, objek, dan daya tarik wisata, serta
rekreasi dan hiburan umum;
5) pembinaan usaha sarana pariwisata, usaha jasa pariwisata, dan objek
serta daya tarik wisata;

21
6) pelaksanaan kerja sama dengan instansi terkait di bidang usaha sarana
pariwisata, usaha jasa pariwisata, objek dan daya tarik wisata serta
rekreasi dan hiburan umum;
7) pembinaan sarana prasarana pariwisata untuk menunjang daya tarik
wisata;
8) pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan Bidang;
9) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
c. Bidang Pengembangan Produk Pariwisata membawahi 3 seksi yaitu :
1) Seksi Obyek dan Daya Tarik Pariwisata
a. Mempunyai tugas menyusun rencana, mengolah data, membina,
memfasilitasi, monitoring, dan evaluasi pengembangan objek dan
daya tarik pariwisata.
b. Dalam melaksanakan tugasnya, Seksi Obyek dan Daya Tarik
Pariwisata memiliki fungsi :
(1) penyusunan rencana program kegiatan Seksi;
(2) pendataan dan pemetaan informasi potensi daya tarik wisata,
atraksi wisata, serta tempat rekreasi dan hiburan umum;
(3) pelaksanaan fasilitasi pembinaan teknis pengembangan objek
dan daya tarik wisata, atraksi wisata, serta tempat rekreasi dan
hiburan umum;
(4) pelaksanaan fasilitasi teknis kerja sama pengusahaan objek dan
daya tarik wisata, serta rekreasi dan hiburan umum;
(5) pelaksanaan fasilitasi pembinan teknis penataan dan pelestarian
lingkungan bagi usaha objek dan daya tarik wisata, serta tempat
rekreasi dan hiburan umum;
(6) pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan Seksi;
(7) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang
Pengembangan Produk Pariwisata sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
2) Seksi Usaha Jasa dan Sarana Pariwisata

22
a) Mempunyai tugas menyusun rencana, mengelola data, membina,
memfasilitasi, monitoring, dan evaluasi usaha jasa dan sarana
wisata.
b) Dalam melaksanakan tugasnya, Seksi Usaha Jasa dan Sarana
Pariwisata memiliki fungsi :
(1) penyusunan rencana program kegiatan Seksi;
(2) pendataan dan pemetaan data informasi usaha akomodasi,
usaha makanan dan minuman penunjang pariwisata,
jasaangkutan wisata, sarana wisata, kawasan wisata, dan usaha
jasa pariwisata;
(3) penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria (NSPK)
usaha jasa pariwisata;
(4) pelaksanaan fasilitasi pembinaan teknis usaha akomodasi,
usaha makanan dan minuman penunjang pariwisata, jasa
angkutan wisata, sarana wisata, kawasan wisata, dan usaha jasa
pariwisata;
(5) penyusunan rekomendasi persyaratan administrasi dasar
klasifikasi hotel dan restoran usaha makanan dan minuman
penunjang pariwisata, jasa angkutan wisata, sarana wisata,
kawasan wisata, dan usaha jasa pariwisata;
(6) pelaksanaan fasilitasi pembinaan kerja sama kemitraan usaha
akomodasi, usaha makanan dan minuman, jasa angkutan
wisata, sarana wisata, kawasan wisata, dan usaha jasa
pariwisata;
(7) pelaksanaan fasilitasi pengembangan sarana pariwisata untuk
menunjang daya tarik wisata;
(8) pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan Seksi;
(9) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang
Pengembangan Produk Pariwisata sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
4. Bidang Promosi dan Pemasaran Pariwisata

23
a. Mempunyai tugas merencanakan, membina, mengkaji, mengendalikan,
dan mengevaluasi program dan kegiatan di bidang promosi dan pemasaran
pariwisata.
b. Dalam melaksanakan tugasnya, Bidang Promosi dan Pemasaran Pariwisata
memiliki fungsi :
1) perumusan rencana kerja Bidang;
2) penyusunan pedoman teknis operasional kegiatan promosi, pemasaran,
dan kerja sama kebudayaan dan pariwisata;
3) perumusan Rencana Induk Pengembangan pariwisata (RIPP) skala
daerah;
4) pembinaan pengembangan sistem informasi pariwisata;
5) pengkajian kerja sama internasional pengembangan destinasi wisata;
6) pembinaan pameran/event kebudayaan dan pariwisata;
7) pengendalian pusat pelayanan informasi pariwisata;
8) perumusan branding (merek) dan tagline (slogan) pariwisata;
9) pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan Bidang;
10) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
c. Bidang Promosi dan Pemasaran Pariwisata membawahi 3 seksi yaitu :
1. Seksi Informasi dan Analisa Pasar
a) Mempunyai tugas menyusun rencana, mengelola data,
menganalisis, membina, monitoring, dan evaluasi program
kegiatan informasi pariwisata dan analisa pasar pariwisata.
b) Dalam melaksanakan tugasnya, Seksi Informasi dan Analisa Pasar
memiliki fungsi :
(1) penyusunan rencana program kegiatan Seksi;
(2) pendataan dan pemetaan data informasi pariwisata dan analisa
pasar periwisata;
(3) penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata (RIPP);
(4) pengelolaan teknis menejemen sistem informasi pariwisata;
(5) pengelolaan pusat pelayanan informasi pariwisata;

24
(6) penyusunan analisis pasar kebudayaan dan pariwisata;
(7) pelaksanaan fasilitasi pengembangan potensi pasar pariwisata
baik dalam maupun luar negeri;
(8) pengelolaan survey potensi budaya dan pariwisata;
(9) pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan Seksi;
(10)pelaksanaan tugas lain yang di berikan oleh Kepala Bidang
Promosi dan Pemasaran Pariwisata sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
2. Seksi Promosi dan Kerja Sama
a. Mempunyai tugas menyusun rencana, mengelola data,
menganalisis, membina, monitoring dan evaluasi program kegiatan
promosi kepariwisataan dan Kerja Sama pariwisata dan
kebudayaan.
b. Dalam melaksanakan tugasnya, Seksi Promosi dan Kerja Sama
memiliki fungsi:
(1) penyusunan rencana program kegiatan Seksi;
(2) pendataan dan pemetaan data informasi pariwisata lokal dan
unggulan serta kerja sama pemasaran wisata;
(3) penyusunan pedoman teknis pengembangan promosi dan
destinasi wisata;
(4) pelaksanaan fasilitasi kerja sama regional, nasional dan
internasional pengembangan destinasi wisata;
(5) pengelolaan teknis kegiatan pameran/event budaya dan
pariwisata;
(6) pengelolaan teknis administrasi penetapan branding (merek)
pariwisata dan tagline (slogan) pariwisata;
(7) pelaksanaan fasilitasi program pertukaran budaya dan
pariwisata;
(8) pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan Seksi;

25
(9) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang
Promosi dan Pemasaran Pariwisata sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
5. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata
a. Mempunyai tugas merencanakan, membina, mengkaji, mengendalikan,
dan mengevaluasi program dan kegiatan pengembangan sumber daya
manusia di bidang pariwisata.
b. Dalam melaksanakan tugasnya, Bidang Pengembangan Sumber Daya
Manusia Pariwisata memiliki fungsi :
1) perumusan rencana kerja Bidang;
2) penyusunan pedoman teknis operasional kegiatan pengembangan
sumber daya manusia pariwisata;
3) pembinaan pengembangan sumber daya manusia pariwisata;
4) penyusunan standarisasi kompetensi profesi di bidang pariwisata;
5) pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan usaha
pariwisata;
6) penyusunan teknis kerja sama dengan instasi terkait di bidang
pengembangan sumber daya manusia pariwisata;
7) pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan Bidang;
8) pelaksanaan tugas lain yang di berikan oleh Kepala Dinas sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
c. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata membawahi 3
seksi :
1) Seksi Bimbingan dan Pelatihan
a) Mempunyai tugas menyusun rencana, mengelola data,
menganalisis, membina, monitoring, dan evaluasi program
kegiatan pengembangan sumber daya manusia kepariwisataan.
b) Dalam melaksanakan tugasnya, Seksi Bimbingan dan Pelatihan
memiliki fungsi:
(1) penyusunan rencana program kegiatan Seksi;

26
(2) pendataan dan pemetaan data informasi potensi dan
pengembangan sumber daya manusia pariwisata;
(3) pelaksanaan fasilitasi pembinaan teknis lembaga yang
bergerak di bidang kepariwisataan;
(4) pelaksanaan fasilitasi pembinaan teknis sanggar, organisasi,
dan pelaku seni dan budaya;
(5) pelaksanaan fasilitasi pembinaan teknis kompetensi profesi
sumber daya manusia di bidang kepariwisataan;
(6) pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan Seksi;
(7) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang
Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
2) Seksi Peran Serta Masyarakat
a) Mempunyai tugas menyusun rencana, mengelola data,
menganalisis, membina, monitoring, dan evaluasi program
kegiatan pengembangan pariwisata.
b) Dalam melaksanakan tugasnya, Seksi Peran Serta Masyarakat
memiliki fungsi :
(1) penyusunan rencana program kegiatan Seksi;
(2) pendataan dan pemetaan data informasi potensi peran serta
masyarakat dalam pengembangan kepariwisataan;
(3) pelaksanaan fasilitasi pembinaan program masyarakat sadar
wisata;
(4) pelaksanaan fasilitasi pembinaan teknis pengembangan sumber
daya masyarakat pariwisata;
(5) pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan Seksi;
(6) pelaksanaan tugas lain yang di berikan oleh Kepala Bidang
Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
6. Bidang Kebudayaan

27
a. Mempunyai tugas merencanakan, membina, mengkaji, mengendalikan,
dan mengevaluasi program dan kegiatan bidang kebudayaan.
b. Dalam melaksanakan tugasnya, Bidang Kebudayaan memiliki fungsi :
1) perumusan rencana kerja Bidang;
2) penyusunan pedoman teknis operasional kegiatan kebudayaan,
kepurbakalaan, nilai tradisional, kesenian dan sejarah;
3) penyusunan teknis kerja sama regional, nasional dan internasional di
bidang kebudayaan, kepurbakalaan, nilai tradional, kesenian, perfilman
dan sejarah;
4) pembinaan inventarisasi dan dokumentasi di bidang kebudayaan,
kepurbakalaan, nilai tradisional, kesenian, perfilman dan sejarah;
5) pembinaan lembaga kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan
lembaga adat;
6) pengendalian perawatan dan pengamanan aset/benda kesenian, Benda
Cagar Budaya (BCB), dan situs warisan budaya;
7) pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan Bidang;
8) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
c. Bidang Kebudayaan membawahi 3 seksi :
1) Seksi Sejarah dan Kepurbakalaan
a) Mempunyai tugas menyusun rencana, mengelola data, membina,
monitoring, dan evaluasi program kegiatan pembinaan dan
perlindungan nilai-nilai sejarah dan kepurbakalaan.
b) Dalam melaksanakan tugasnya, Bidang Kebudayaan memiliki
fungsi :
(1) penyusunan rencana program kegiatan Seksi;
(2) pendataan dan pemetaan data informasi peninggalan sejarah,
kepurbakalaan dan budaya daerah;
(3) penyusunan pedoman penelitian arkeologi dan pengelolaan
museum;

28
(4) pengelolaan data inventarisasi dan dokumentasi sumber dan
publikasi sejarah dan kepurbakalaan;
(5) pelaksanaan fasilitasi pemberian penghargaan tokoh yang
berjasa terhadap pengembangan sejarah;
(6) pengelolaan sistem informasi geografi sejarah;
(7) pengelolaan Benda Cagar Budaya (BCB) situs warisan budaya
daerah dan hasil pengangkatan peninggalan bawah air;
(8) pelaksanaan fasilitasi pembinaan teknis pemahaman nilai
kepurbakalaan bagi masyarakat;
(9) pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan Seksi;
(10) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang
Kebudayaan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
2) Seksi Nilai-Nilai Tradisional
a) Mempunyai tugas menyusun rencana, mengelola data, membina,
monitoring, dan evaluasi program kegiatan perlindungan nilainilai
tradisional daerah.
b) Dalam melaksanakan tugasnya, Seksi Nilai-Nilai Tradisional
memiliki fungsi:
(1) penyusunan rencana program kegiatan Seksi;
(2) pendataan dan pemetaan data informasi potensi pengembangan
nilai-nilai tradisional daerah;
(3) pelaksanaan fasilitasi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual
(HKI) bidang kebudayaan;
(4) pelaksanaan fasilitasi pembinaan teknis terhadap lembaga
kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan lembaga
adat;
(5) pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan Seksi;
(6) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang
Kebudayaan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
3) Seksi Kesenian dan Perfilman

29
a) Mempunyai tugas menyusun rencana, mengelola data, membina,
monitoring, dan evaluasi program kegiatan pembinaan dan
perlindungan nilai-nilai kesenian dan perfilman di daerah.
b) Dalam melaksanakan tugasnya, Seksi Kesenian dan Perfilman
memiliki fungsi:
(1) penyusunan rencana program kegiatan Seksi;
(2) pendataan dan pemetaan data informasi potensi
pengembangan kesenian dan perfilman;
(3) pelaksanaan fasilitasi kegiatan festival kesenian, pameran dan
lomba di bidang kesenian;
(4) pengelolaan administrasi ijin usaha pembuatan film,
pengedaran film, penjualan dan penyewaan film (VCD, DVD),
pertunjukan film (bioskop), pertunjukan film keliling,
penayangan film melalui media elektronik, dan tempat
hiburan;
(5) pengawasan film dan rekaman video yang beredar, perusahaan
persewaan dan penjualan rekaman video;
(6) pengelolaan administrasi ijin pengiriman dan penerimaan
delegasi asing di bidang kesenian dan rekomendasi pengiriman
misi kesenian dalam rangka kerja sama luar negeri;
(7) pengelolaan aset/benda kesenian;
(8) pelaksanaan fasilitasi pembinaan teknis pengelolaan pusat
kegiatan kesenian;
(9) pelaksanaan fasilitasi perumusan kriteria sistem pemberian
penghargaan/anugerah bagi insan/lembaga yang berjasa di
bidang kesenian;
(10) pengelolaan teknis administrasi penetapan Nomor Induk
Kesenian bagi seniman dan organisasi kesenian;
(11)pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan Seksi;
(12) pelaksanaaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang
Kebudayaan sesuai dengan tugas dan fungsinya

30
3.2 Bidang-bidang Kegiatan

Selama melaksanakan kegiatan magang di Dinas Pariwisata dan


Kebudayaan Kota Batu, kelompok kami ditempatkan di dua bagian.Bagian
pertama yaitu bagian Promosi dan Pemasaran Pariwisata.Bagian kedua yaitu pada
bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata.Kedua bagian
tersebutlebih ditekankan pada pengenalan bidang-bidang yang ada di Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu, pengenalan pegawai dan praktik kerja.
Kegiatan magang yang dilakukan setiap harinya selalu fleksibel, yaitu mengikuti
tugas yang ada setiap harinya, seperti pengarsipan surat-menyurat, distribusi
dokumen ke semua bagian di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu,
membantu desain grafisdan mengikuti kegiatan kantor lainnya.

Tabel 3.2

Bidang Kegiatan : Alfida Dawam Nurlita ( Bagian Promosi & Pemasaran


Pariwisata dan Bagian Pengembangan SDM Pariwisata )

Pukul
No Hari & Tanggal Jenis Kegiatan yang Dilakukan
Datang Pulang
01 Senin, 4 Juli 2016 08.00 16.00 Apel pagi dan Perkenalan magang
pertama
02 Selasa, 5 Juli 2016 08.00 12.00 Penempatan di bagian promosi
03 Senin, 18 Juli 2016 08.00 16.00 Mempelajari Tupoksi bagian Promosi &
pemasaran wisata
04 Selasa, 19 Juli 08.00 16.00 Mempelajari kegiatan kerja bagian
2016 promosi
05 Rabu, 20 Juli 2016 08.00 16.00 Mempelajari dokumen terkaiat kegiatan
promosi wisata
06 Kamis, 21 Juli 08.00 16.00 Diberikan tugas Pak Bambang selaku
2016 kabag promosi dan pemasaran wisata
07 Jumat, 22 Juli 08.00 16.00 Menyiapkan Brosur dan kelengkapan
2016 promosi ke Jambi
08 Senin, 25 Juli 2016 08.00 16.00 Wawancara ke Pak Roy selaku seksi
informasi dan analisis pasar
09 Selasa, 26 Juli 08.00 16.00 Membantu membuat Surat Undangan
2016 Kegiatan
10 Rabu, 27 Juli 2016 08.00 16.00 Menyiapkan Brosur dan kelengkapan
promosi ke Medan
11 Kamis, 28 Juli 08.00 16.00 Membantu menyusun laporan perjalanan
2016 dinas

31
12 Jumat, 29 Juli 08.00 16.00 Menyusun laporan perjalanan dinas
2016
13 Senin, 1 Agustus 08.00 16.00 Penempatan ke Bagian Pengembangan
2016 SDM Pariwisata
14 Selasa, 2 Agustus 08.00 16.00 Mempelajari Tupoksi bagian
2016 Pengembangan SDM
15 Rabu, 3 Agustus 08.00 16.00 Mempelajari kegiatan yang terdapat pada
2016 Bagian Pengembangan SDM Pariwisata
16 Kamis, 4 Agustus 08.00 16.00 Pengarahan dari Pak Adji selaku Seksi
2016 Bimbingan dan Pelatihan
17 Jumat, 5 Agustus 08.00 16.00 Wawancara ke Pak Adji mengenai tugas
2016 Pengembangan SDM Pariwisata
18 Senin, 8 Agustus 08.00 16.00 Meminta data ke TU untuk kelengkapan
2016 tugas
19 Selasa, 9 Agustus 08.00 16.00 Membantu membuat undangan kegiatan
2016 Gerakan Sadar Wisata
20 Rabu, 10 Agustus 08.00 16.00 Mempersiapkan Kegiatan Gerakan Sadar
2016 Wisata
21 Kamis, 11 Agustus 05.30 12.00 Mengikuti Kegiatan Gerakan Sadar
2016 Wisata
22 Jumat, 12 Agustus 08.00 16.00 Mengevaluasi dan melaporkan kegiatan
2016 Sadar Wisata

23 Senin, 15 Agustus 08.00 16.00 Merekap data anggota & struktur


2016 pokdarwis
24 Selasa, 16 agustus 08.00 16.00 Membantu mengevaluasi program
2016 pembinaan anggota pokdarwis
25 Rabu, 17 Agustus 08.00 16.00 Mengikuti upacara Kemerdekaan
2016
26 Kamis, 18 Agustus 08.00 16.00 Mengikuti Kegiatan 17 Agustus di dinas
2016
27 Jumat, 19 Agustus 08.00 16.00 Memabantu mendata tempat penginapan
2016 /hotel
28 Senin, 22 Agustus 08.00 16.00 IZIN KRS
2016
29 Selasa, 23 Agustus 08.00 16.00 IZIN KRS
2016
30 Rabu, 24 Agustus 08.00 16.00 Pengarahan dari Bu Elok tentang laporan
2016 magang
31 Kamis, 25 Agustus 08.00 16.00 Mengumpulkan data untuk laporan
2016 magang
32 Jumat 26 Agustus 08.00 16.00 Melengkapi laporan magang untuk dinas
2016
33 Senin, 29 Agustus 08.00 16.00 Menyusun laporan magang untuk dinas
2016

32
34 Selasa, 30 Agustus 08.00 16.00 Menyusun laporan magang untuk dinas
2016
35 Rabu, 1 September 08.00 16.00 Revisi laporan magang untuk dinas
2016
36 Kamis, 2 08.00 16.00 Menyerahkan laporan magang dan
September 2016 Perpisahan

Tabel 3.3

Bidang Kegiatan : Misfasuri ( Bagian Promosi & Pemasaran Pariwisata dan


Bagian Pengembangan SDM Pariwisata )

Pukul
No Hari & Tanggal Jenis Kegiatan yang Dilakukan
Datang Pulang
01 Senin, 4 Juli 2016 08.00 16.00 Apel pagi dan Perkenalan magang
pertama
02 Selasa, 5 Juli 2016 08.00 12.00 Penempatan di bagian promosi
03 Senin, 18 Juli 2016 08.00 16.00 Mempelajari Tupoksi bagian Promosi &
pemasaran wisata
04 Selasa, 19 Juli 08.00 16.00 Mempelajari kegiatan kerja bagian
2016 promosi
05 Rabu, 20 Juli 2016 08.00 16.00 Mempelajari dokumen terkaiat kegiatan
promosi wisata
06 Kamis, 21 Juli 08.00 16.00 Diberikan tugas Pak Bambang selaku
2016 kabag promosi dan pemasaran wisata
07 Jumat, 22 Juli 08.00 16.00 Menyiapkan Brosur dan kelengkapan
2016 promosi ke Jambi
08 Senin, 25 Juli 2016 08.00 16.00 Wawancara ke Pak Roy selaku seksi
informasi dan analisis pasar
09 Selasa, 26 Juli 08.00 16.00 Membantu membuat Surat Undangan
2016 Kegiatan
10 Rabu, 27 Juli 2016 08.00 16.00 Menyiapkan Brosur dan kelengkapan
promosi ke Medan
11 Kamis, 28 Juli 08.00 16.00 Membantu menyusun laporan perjalanan
2016 dinas
12 Jumat, 29 Juli 08.00 16.00 Menyusun laporan perjalanan dinas
2016
13 Senin, 1 Agustus 08.00 16.00 Penempatan ke Bagian Pengembangan
2016 SDM Pariwisata
14 Selasa, 2 Agustus 08.00 16.00 Mempelajari Tupoksi bagian
2016 Pengembangan SDM
15 Rabu, 3 Agustus 08.00 16.00 Mempelajari kegiatan yang terdapat pada
2016 Bagian Pengembangan SDM Pariwisata
16 Kamis, 4 Agustus 08.00 16.00 Pengarahan dari Pak Adji selaku Seksi
2016 Bimbingan dan Pelatihan

33
17 Jumat, 5 Agustus 08.00 16.00 Wawancara ke Pak Adji mengenai tugas
2016 Pengembangan SDM Pariwisata
18 Senin, 8 Agustus 08.00 16.00 Meminta data ke TU untuk kelengkapan
2016 tugas
19 Selasa, 9 Agustus 08.00 16.00 Membantu membuat undangan kegiatan
2016 Gerakan Sadar Wisata
20 Rabu, 10 Agustus 08.00 16.00 Mempersiapkan Kegiatan Gerakan Sadar
2016 Wisata
21 Kamis, 11 Agustus 05.30 12.00 Mengikuti Kegiatan Gerakan Sadar
2016 Wisata
22 Jumat, 12 Agustus 08.00 16.00 Mengevaluasi dan melaporkan kegiatan
2016 Sadar Wisata

23 Senin, 15 Agustus 08.00 16.00 Merekap data anggota & struktur


2016 pokdarwis
24 Selasa, 16 agustus 08.00 16.00 Membantu mengevaluasi program
2016 pembinaan anggota pokdarwis
25 Rabu, 17 Agustus 08.00 16.00 Mengikuti upacara Kemerdekaan
2016
26 Kamis, 18 Agustus 08.00 16.00 Mengikuti Kegiatan 17 Agustus di dinas
2016
27 Jumat, 19 Agustus 08.00 16.00 Memabantu mendata tempat penginapan
2016 /hotel
28 Senin, 22 Agustus 08.00 16.00 IZIN KRS
2016
29 Selasa, 23 Agustus 08.00 16.00 IZIN KRS
2016
30 Rabu, 24 Agustus 08.00 16.00 Pengarahan dari Bu Elok tentang laporan
2016 magang
31 Kamis, 25 Agustus 08.00 16.00 Mengumpulkan data untuk laporan
2016 magang
32 Jumat 26 Agustus 08.00 16.00 Melengkapi laporan magang untuk dinas
2016
33 Senin, 29 Agustus 08.00 16.00 Menyusun laporan magang untuk dinas
2016
34 Selasa, 30 Agustus 08.00 16.00 Menyusun laporan magang untuk dinas
2016
35 Rabu, 1 September 08.00 16.00 Revisi laporan magang untuk dinas
2016
36 Kamis, 2 08.00 16.00 Menyerahkan laporan magang dan
September 2016 Perpisahan

34
Tabel 3.4

Bidang Kegiatan : Alfi Zulfanada ( Bagian Promosi & Pemasaran Pariwisata


dan Bagian Pengembangan SDM Pariwisata )

Pukul
No Hari & Tanggal Jenis Kegiatan yang Dilakukan
Datang Pulang
01 Senin, 4 Juli 2016 08.00 16.00 Apel pagi dan Perkenalan magang
pertama
02 Selasa, 5 Juli 2016 08.00 12.00 Penempatan di bagian promosi
03 Senin, 18 Juli 2016 08.00 16.00 Mempelajari Tupoksi bagian Promosi &
pemasaran wisata
04 Selasa, 19 Juli 08.00 16.00 Mempelajari kegiatan kerja bagian
2016 promosi
05 Rabu, 20 Juli 2016 08.00 16.00 Mempelajari dokumen terkaiat kegiatan
promosi wisata
06 Kamis, 21 Juli 08.00 16.00 Diberikan tugas Pak Bambang selaku
2016 kabag promosi dan pemasaran wisata
07 Jumat, 22 Juli 08.00 16.00 Menyiapkan Brosur dan kelengkapan
2016 promosi ke Jambi
08 Senin, 25 Juli 2016 08.00 16.00 Wawancara ke Pak Roy selaku seksi
informasi dan analisis pasar
09 Selasa, 26 Juli 08.00 16.00 Membantu membuat Surat Undangan
2016 Kegiatan
10 Rabu, 27 Juli 2016 08.00 16.00 Menyiapkan Brosur dan kelengkapan
promosi ke Medan
11 Kamis, 28 Juli 08.00 16.00 Membantu menyusun laporan perjalanan
2016 dinas
12 Jumat, 29 Juli 08.00 16.00 Menyusun laporan perjalanan dinas
2016
13 Senin, 1 Agustus 08.00 16.00 Penempatan ke Bagian Pengembangan
2016 SDM Pariwisata
14 Selasa, 2 Agustus 08.00 16.00 Mempelajari Tupoksi bagian
2016 Pengembangan SDM
15 Rabu, 3 Agustus 08.00 16.00 Mempelajari kegiatan yang terdapat pada
2016 Bagian Pengembangan SDM Pariwisata
16 Kamis, 4 Agustus 08.00 16.00 Pengarahan dari Pak Adji selaku Seksi
2016 Bimbingan dan Pelatihan
17 Jumat, 5 Agustus 08.00 16.00 Wawancara ke Pak Adji mengenai tugas
2016 Pengembangan SDM Pariwisata
18 Senin, 8 Agustus 08.00 16.00 Meminta data ke TU untuk kelengkapan
2016 tugas
19 Selasa, 9 Agustus 08.00 16.00 Membantu membuat undangan kegiatan
2016 Gerakan Sadar Wisata
20 Rabu, 10 Agustus 08.00 16.00 Mempersiapkan Kegiatan Gerakan Sadar

35
2016 Wisata
21 Kamis, 11 Agustus 05.30 12.00 Mengikuti Kegiatan Gerakan Sadar
2016 Wisata

22 Jumat, 12 Agustus 08.00 16.00 Mengevaluasi dan melaporkan kegiatan


2016 Sadar Wisata

23 Senin, 15 Agustus 08.00 16.00 Merekap data anggota & struktur


2016 pokdarwis
24 Selasa, 16 agustus 08.00 16.00 Membantu mengevaluasi program
2016 pembinaan anggota pokdarwis
25 Rabu, 17 Agustus 08.00 16.00 Mengikuti upacara Kemerdekaan
2016
26 Kamis, 18 Agustus 08.00 16.00 Mengikuti Kegiatan 17 Agustus di dinas
2016
27 Jumat, 19 Agustus 08.00 16.00 Memabantu mendata tempat penginapan
2016 /hotel
28 Senin, 22 Agustus 08.00 16.00 IZIN KRS
2016
29 Selasa, 23 Agustus 08.00 16.00 IZIN KRS
2016
30 Rabu, 24 Agustus 08.00 16.00 Pengarahan dari Bu Elok tentang laporan
2016 magang
31 Kamis, 25 Agustus 08.00 16.00 Mengumpulkan data untuk laporan
2016 magang
32 Jumat 26 Agustus 08.00 16.00 Melengkapi laporan magang untuk dinas
2016
33 Senin, 29 Agustus 08.00 16.00 Menyusun laporan magang untuk dinas
2016
34 Selasa, 30 Agustus 08.00 16.00 Menyusun laporan magang untuk dinas
2016
35 Rabu, 1 September 08.00 16.00 Revisi laporan magang untuk dinas
2016
36 Kamis, 2 08.00 16.00 Menyerahkan laporan magang dan
September 2016 Perpisahan

3.3 Bentuk-bentuk Dukungan

Dalam pelaksanaan magang ini terdapat beberapa bentuk dukungan yang


diberikan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu. Bentuk-bentuk
dukungan yang diberikan tersebut adalah sebagai berikut:

36
1. Sikap pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu yang ramah
Pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu memberikan sikap
yang baik dengan menerima kedatangan peserta magang dengan sangat baik
sehingga dalam proses magang dapat berjalan dengan lancar dan
memberikan rasa nyaman karena telah memiliki hubungan kinerja yang
dekat dan baik. Selain itu, mereka tidak keberatan untuk memberikan kami
bantuan saat kami mengalami kesulitan dalam melakukan diskusi.
2. Hubungan antar pegawai dengan peserta magang yang baik
Pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu memiliki sikap baik
sehingga membuat hubungan peserta magang dengan pegawai menjadi
erat.Pegawai di Dinas Pariwsata dan Kebudayaan tersebut selalu
berkomunikasi dua arah dengan peserta magang dan bersedia membantu saat
ada hal yang belum dipahami sehingga hubungannya pun baik antara peserta
magang dengan pegawai.Tidak hanya itu, sharing juga tidak dilakukan dalam
pembicaraan seputar laporan magang saja, sering pula diberikan nasihat-
nasihat dan masukan untuk mempersiapkan hal-hal mengenai pembekalan
setelah lulus.
3. Keterbukaan pegawai kantor dalam memberikan pengarahan saat magang
Pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan senang hati dan sangat
terbuka membantu untuk memberikan informasi dan data-data sekunder
maupun primer untuk disusun dalam bagian pembahasan laporan magang.
Data primer yaitu dengan bersedianya Bapak Bambang
SupriyantoselakuKabag Promosi & Pemasaran Wisata serta BapakMulyo
Adjiselaku Seksi Bimbingan dan Pelatihan Pengembangan SDM Pariwisata
dalam memberikan keterangan mengenai seputar Peran Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan dalam meningkatkna daya Tarik wisata Kota Batu. Begitu juga
data sekunder yang diberikan yaitu meliputi struktur organisasi, profil dan
Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu
beserta data-data lain.

37
3.4 Hambatan- Hambatan

Pada pelaksanaan magang pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota


Batu, terdapat beberapa hambatan yang secara tidak langsung mempengaruhi
aktivitas peserta magang. Berikut ini merupakan hambatan yang dialami oleh
peserta magang:
1. Kurangnya penjelasan dan pengarahan secara terperinci dalam pemberian
tugas oleh pegawai menyebabkan hasil kerja yang dilakukan tim penulis
masih kurang baik dan menimbulkan permintaan pengarahan yang
berulang-ulang.
2. Terlalu banyaknya peserta magang yang diterima oleh Dinas Pariwisita
dan Kebudayaan Kota Batu membuat tim penulis belum maksimal dalam
bekerja karena terbatasnya tempat dan pekerjaan yang dikerjakan.
3. Kurangnya sumber data yang dapat diakses di website resmi Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu maupun data tertulis terutama
mengenai informasi umum berkaitan dengan Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kota Batu.

38
BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Peran Pemerintah dalam Meningkatkan Daya Tarik Wisata di Kota Batu
4.1.1 Program Kerja atau Kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Kota Batu
a. Bagian Promosi dan Pemasaran Pariwisata

Ada beberapa kegiatan dalam bidang promosi dan pemasaran pariwisata


yang sudah di laksanakan.Beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan dalam
bidang promosi dan pemasaran pariwisata Dinas Pariwisata Kota Batu yaitu:

1. Batu Night Carnival (BNC)


Kota Batu menyelenggarakan festival spektakuler bertajuk Batu Night
Carnival (BNC), yang di gelar malam hari pada tanggal 28 Agustus
2016.Kegiatan ini merupakan bagian kegiatan bidang Promosi Pariwisata di Kota
Batu. Tempat kegiatan akan dipusatkan di sepanjang jalan Sultan Agung yang
pesertanya adalah pelaku pariwisata yang ada di Kota Batu dan juga masyarakat
luas.
Sedangkan konsep kegiatan Batu Night Carnival ini adalah sebuah
pertunjukan kolosal yang akan melibatkan banyak talenta dan pelaku seni di Kota
batu. Pertunjukan juga akan dihiasi dengan tata cahaya spektakular. Yang paling
penting dan menarik dari Batu Night Carnival ini adalah bahwa dari semua
peserta karnaval akan dibebani sebuah tema yang di usung, dan semuanya harus
saling berkaitan sehingga terbentuk sebuah cerita. Dengan mengusuing sebuah
tema dan jalan cerita yang di usung oleh masing-masing peserta diharapkan
penonton tidak akan hanya mendapatkan suguhan tampilan peserta yang bisa jadi
terputus di tengah jalan akan tetapi ada rasa penasaran terhadap jalan cerita
sampai pada peserta terakhir. Rencananya karnaval akan didukung juga dengan
pertunjukan vidio mapping sebagai pelengkap cerita, ini yang jadi pembeda dari
festival lainnya, tujuannya agar kemegahan acara tersebut diharapkan bisa
mendatangkan banyak wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu. Karnaval ini

39
juga tidak hanya akan menghibur, tetapi juga mendidik masyarakat. Masyarakat
akan disuguhi pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga ada
pengetahuan baru yang akan dibawa oleh penonton.
2. Festival Brantas

Untuk pertama kali dan akan menjadi agenda di tahun-tahun berikutnya,


Bidang Promosi dan Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota batu
melaksanakan kegiatan Karnaval di Sungai Brantas (Carnival on the River) yang
di gelar masyarakat kelurahan Sisir Kecamatan Batu, Kota Batu dalam rangka
memperingati Hari Bumi dan agenda Festival Brantas, yang di laksanakan pada
tanggal 23 April 2016. Festival Brantas 2016 diwujudkan masyarakat Desa
Sisir, Kota Batu sebagai bentuk kecintaan mereka terhadap lingkungannya.

Para peserta karnaval mengenakan aneka macam kostum unik. Mulai dari
pakaian kantong plastik bekas, pakaian sayur mayur, pakaian dari compact disk
bekas, hingga pakaian semarak fashion festival. Para peserta karnaval harus
turun ke sungai untuk melakukan persiapan karnaval. Sebelum naik ke perahu,
mereka harus mengenakan pelampung seperti peserta rafting. Dengan menaiki
perahu karet, para peserta ini menelusuri Sungai Brantas sejauh lima kilometer.
Di titik sungai tertentu, para peserta ini bersama-sama melepaskan 2.000 bibit
ikan untuk melestarikan ekosistem sungai.Tidak hanya dari Kelurahan Sisir saja,
peserta Carnival on the River ini juga berasal dari 24 desa dan kelurahan di Kota
Batu. Selain melakukan karnaval dan pelepasan bibit ikan, masyarakat dan
peserta karnaval juga di ajak memungut sampah di sepanjang aliran Sungai
Brantas yang masuk wilayah Kelurahan Sisir dan sekitarnya.

Tujuan di adakannya kegiatan ini semoga menjadi aksi nyata bahwa


masyarakat Kota Batu memiliki kepedulian terhadap Kota Batu sebagai kota
pariwisata internasional. Karena dengan lingkungan yang bersih, wisatawan
juga nyaman berada di Kota Batu. Selain itu juga, Sungai Brantas menghidupi
sembilan kabupaten/kota di jawa timur sehingga harus di jaga kebersihannya.
Edukasi warga menjadi poin utama. Perilaku utuk tidak buang sampah,
pengolahannya, menjaga keasrian lingkungan hingga menjadikan kondisi sungai

40
Brantas kembali seperti yang dulu. Bukan kebetulan, kawasan Batu adalah area
hulu Sungai brantas. Bahkan titik nol Brantas berada di Dusun Sumber Brantas.

3. X-treme Challenge
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu melaksanakan kegiatan X-
treme Challenge yang dilaksanakan pada tanggal 30 april 2016. OTOPLUS turut
mensupport event KWB X-Treme Challenge 2016 Competition hasil kolaborasi
antara Kota Wisata Batu (KWB) dan NSO World selaku o=organizer, an juga
ITN Drag Bike 2016 Burn Your Speed olahan Fakultas Mesin S1 Institut
Teknologi Nasional (ITN) Malang. Bersama dengan PT MPM Distributor
selaku main dealer sepeda motor Honda di Jatim, OTOPLUS turut men-support
Road To Honda Modif Contest (HMC) yang di gelar bersamaan dengan Honda
Dream Cup.
Bagi OTOPLUS, Kota Batu dan Malang punya positioning yang strategis
karena disinilah gaya hidup otomotif dengan segala pendukungnya tumbuh
subur. Karena alasan itulah, sebagai media yang menyasar lifestyle dan
otomotif, OTOPLUS membuka pintu lebar-lebar bagi komonitas, organizer, dan
bahkan Pemkot dan Pemkab setempat untuk semakin menggairahkan Kota Batu
dan Malang.Semangat yang di usung OTOPLUS ini rupanya bagai gayung yang
bersambut.Wali Kota Batu menyatakan siap kapan saja mendukung event
OTOPLUS di kotanya. Bambang Supriyanto, Kepala Bidang Promosi dan
Pemasara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu menuturkan bahwa
kegiatan KWB X-Treme Challenge 2016 Competition ini bakal menjadi agenda
rutin Kota Wisata Batu. Untuk evet selanjutnya, kami akan mengelola konsep
lebih matang sehingga makin menarik untuk di gelar di lokasi halaman Kantor
Walikota Batu ini. Sebab kami ingin membuktikan pariwisata Kota Batu bukan
sekedar menjual alam, tapi juga kegiatan untuk anak muda yang tujuannya demi
untuk memajukan wisata dan industri otomotif serta kreatif.
4. Batu Ramadhan

Pemerintah Kota batu pada Ramadhan 2016, untuk pertama kalinya


mengadakan Pasar Murah Ramadhan dan Bazar Produk Kreatif 1437H.

41
Kegiatan seperti ini sebelumnya belum perna ada. Pasar Ramadhan yang di
kemas dengan Pasar Murah, ditujukan untuk meringankan beban masyarakat
Kota Batu, dimana mendekati Bulan Ramdhan harga-harga beberapa kebutuhan
pokok cenderung naik. Selain itu pada kesempatan ini juga dipamerkan produk-
produk kreatif dari masyarakat Kota Batu. Melalui Pasar Murah Ramadhan Kota
Batu tahun 2016 ini, menghimbau masyarakat supaya berpartisipasi dalam
memanfaatkan moment pasar ramdhan. Pasar Murah Ramdhan sendiri diadakan
di Depan Kantor Balaikota Among Tani Kota Batu. Di buka oleh Wakil
Walikota Batu Punjul S. Diikuti oleh masyarakat umum yang berasal dari Kota
Batu dan Instansi yang ada di Kota Batu. Jumlah stand sebanyak 47 unit
terpusat di area pameran pasar murah dan 9 unit tenda di depan Balaikota Batu.
Pada kesempatan ini juga wali Kota Batu, juga menyerahkan 5 unit kendaraan
untuk 5 Puskesmas di Kota Batu.

Peserta pasar murah ini didukung oleh beberapa swalayan retail yang ada di
kota batu, seperti Matahari, Hypermart, Indomaret, Alfamart, Batu Paradise dan
Jatim Park Group. Sedangkan dari perbankan yang ikut mendukung kegiatan ini
dalah dari, BI, Bank Jatim dan Cimb Niaga. Pada kesempatan ini selain ingin
mendekatkan diri dengan masyarakat juga melayani penukaran uang baru.
Pengobatan gratis juga ada di acara Pasar Murah Ramadhan Kota Batu
didukung oleh Dinas Kesehatan Kota Batu. Pemerintah Kota Batu melalui
Wakil Walikota Batu, menghimbau masyarakat supaya ikut berpartisipasi
memanfaatkan moment ini. Masyarakat diperbolehkan untuk membeli beberapa
kebutuhan pokok dengan harga murah, tentunya lebih rendah daripada yang ada
dipasaran.Detail event ini dalah: 1. Sembako murah, 2. Pakaian Murah, 3. Tukar
uang kecil, 4. Jajanan lebaran, 5. Pengobatan gratis, 6. Tiket murah dari Jatim
Park Group. Pasar Murah ini baru dilakukan tahun ini selama batu berdiri sejak
2002 lalu. Sehingga kegiatan ini nantinya akan dijadikan agenda tahun
pemerintah Kota Batu.

b. Bagian Pengembangan SDM Pariwisata

42
Program Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam meningkatkan daya
tarik wisata di Kota Batu yaitu melalui beberapa kegiatan tujuannya untuk
menindaklanjuti atau membreakdone kegiatan dari pemerintah kota, salah satu
tugas yang di lakukan pada di bidang pengembangan SDM pariwisata yaitu:

1. Melaksanakan kegiatan sertifikasi di bidang tenaga kerja housekeeping. Jadi


ada semacam kegiatan bintek dan pelatihan sertifikasi tenaga kerja
housekeeping (pembersih atau penata kamar) yang telah di laksanakan di
Hotel Kapitajaya pada tanggal 30-31 mei 2016, yang pesertanya terdapat 40
orang. Program kegiatan dinas tersebut berkerja sama dengan lembaga
sertifikasi profesi dalam hal ini NSP pariwisata nasional merupakan lembaga
yang di tunjuk di bawah kewenangan BNSP pusat pada nasional Sertifikasi
profesi. Sedangkan BNSP sendiri tempatya di surabaya, dari peserta 40
orang tersebut yang lulus hanya 39 orang sedangkan yang tidak lulus hanya
1 orang karena tidak disiplinnya melakukan kagiatan bintek ataupun
pelatihan sertifikasi tersebut. Binteknya dilaksanakan sehari pada tanggal 30
sedangkan pelatihan sertifikasi di laksanakan pada tanggal 31. Maksud dan
tujuannya dilaksanakan pelatihan sertifikasi adalah :
1. Agar tenaga kerja di bidang pariwisata khususnya bidang
housekeeping sejauh mana mereka berkopeten di dalam melaksanakan
tugasnya. Misalnya cara menata kamar, bagaimana mereka dengan
target menata kamar itu dengan rentang waktu tidak terlalu lama cukup
dengan waktu 2-3 menit selesai, jadi tenaga kerjanya harus profesional.
2. Mencetak supaya sumber daya manusia di bidang tenaga housekeeping
perhotelan profesional di bidangnya, jadi tenaga kerja tersebut harus
profesional di bidangnya.
3. Untuk menopang daya saing atau membekali dirinya dalam rangkah
untuk menghadapi persaingan pangsa pasar tunggal, jadi persaingan
pangsa pasar tunggal itu nanti di tingkat ASEAN atau masyarakat
ekonomi asean (MEA) akan belomba-lomba untuk saling bersaing.
Bagaimana tugas Dinas Pariwisata secara sinergis dalam hal ini
menatadan menindak lanjuti program Kementrian

43
Pariwisata.Kementrian Pariwista menargetkan bahwa di dalam
Undang-undang wisata nomor 10 tahun 2009 bahwa industri
pariwisata yang ada di Indonesia termasuk hotel, pelaku-pelaku wisata,
tenaga kerja di bidang pariwisataadalah wajib bersertifikasi, jadi tidak
harus tenaga kerjanya saja yang harus di latih untuk mendapatkan
sertifikasi tetapi pihak pengelola atau lembaga yang bergerak di bidang
pariwisatanya harus juga bersertifikasi. Misalnya hotel, hoteluntuk
menuju bintang harus di uji dulu sertifikasinya karena dalam undang-
undang wisata pasal 14 nomor 10 tahun 2009 bahwa setiap usaha di
bidang pariwisata terdapat 13 kriteria usaha di bidang pariwisata mulai
obyek wisata sampai Spa itu wajib bersertifikasi.
2. Untuk menghadapi tantangan dan peluang pangsa pasar tersebut tenaga
kerja Indonesia harus siap karena perlu diketahui bahwa tenaga kerja asing
bisa masuk ke Indonesia meskipun tidak ada perjanjian atau komitmen
bersama diantara negara-nagara ASEAN karena penandatanganan emboyu
baik itu dibidang tenaga kerja perdagangan, industri pariwisata maupun
yang lain-lain sudah komitmen. Lulus dari sertfikasi itu sudah menjadi
prasyarat mutlak, karena bagaimana sumberdaya manusia kita yang sama
sekalibergerak dibidang usaha tenaga kerja yang bisa membekali di
bidangnya, profesional, dan kompoten dibidangnya. Karena nanti orang
malaysia bisa mendirikan hotel di Batu itu tidak bisa di tolak karena
tenaga kerjanyaorang luar negeri itu sudah profesional.Sementara kita
yang masih harus membutuhkan tenaga kerja, yang harus memperkejakan
tenaga kerja dalam negeri tapi tidak berkompetenkita akan kalah untuk
membekali itu. Sedangkan dalam penyerahan sertifikasi kepada 39 orang
yang sudah lulus sertifikasi tersebut Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
mengundang Walikota dan mengundang 100 orang satu di antaranya
adalah JMnya karna dari tenaga kerja housekeeping-housekeeping itu ada
HRD dan punyak salah satu JM itu di undang semua,beberapa kepala
dinas termasuk dinas tenaga kerja, perindustrian, pendidikan, termasuk

44
anggota BRI. Dengan harapan agar mereka mengerti bahwa kita telah
melaksanakan tugas.
3. Kemudian ada kegiatan pemberdayaan Pokdarwis dan pelaku wisata. Yang
di laksakan di Flores Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur,
yang dilaksanakan 3 hari mulai pada tanggal 31 agustus - 1,2 september,
jumlah peserta 25 orang dari pelaku sendiri (dari dinas SDM sendiri) ada
sekitar 15-20 orang sisanya dari dinas lain.tujuannya adalah untuk
mempelajari strategi kebijakan pemerintah daerah setempat yang
barangkali bisa diterapkan di kota batu, supaya ada semacam korelasi
program selanjutnya. Adapun alasan bidang pengembangan SDM
pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan memilih study di Flores
yaitu:
1. Flores termasuk pulau komodo yang merupakan distinasi
bintaran-bintaran nasional, jadi acuannya supayasejauh
manapenerapan kalau sudah menjadi perencanaan di tingkat
bintaran nasional seperti obyek yang ada di dalam pulau komodo
itu selain borobudur, pulau samusir dan lain sebagainya.
Distinasinya itu yang dilakukan itu sasarannya.
2. Kemudian ada pertemuan dengan dinas pariwisata setempat atau
beberapa staff dalam bentuk getering ( pertemuan)
membicarakan tentang visi-misi kota batu serta perencanaan
penataan program kota batu baik mulai dari batu beramal
sebelum jadi pemerintah kota, sampai saat ini sudah 15 tahun
karena batu sendiri sudah tidak asing lagi dalam melanjutkan
sebagai kota wisata, dan banyak beberapa hal positif yang bisa
kita adopsi termasuk pertemuan-pertemuan dengan pengelola-
pengelola cagar budaya di Batu.
3. Kemudian ada semacam pertemuan dengan pengelola-pengelola
investor setempat yang intinya untuk melakukan
kesepakatantentang perjanjian dalam rangka saling

45
mempromosikan Flores dan sebaliknya pihak pemerintah
setempat bisa merundingkan lagi tapi nanti syaratnyaharus detail.
4. Kemudian ada program lagi di bidang SDM adalah kegiatan pemilihan
duta wisata kangmas dan nimas tahun 2016, kegiatan pemilihan duta
wisata kangmas dan nimas itu dilakasanakan 1 tahun sekali dan diadakan
di walikota. Calon yang di ambil adalah 10 pasang untuk pemilihan duta
wisata. Tujuan diadakannya pemilihan duta wisata kangmas dan nimas
adalah untuk mempromosikan tentang adanya potensi wisata baik dari
dalam daerah maupun luar daerah, dan tugasnya memberikan informasi
kepada wisatawa tentang pentingnya promosi di kota batu dan di luar
daerah.
4.1.2 Strategi Program Kerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
a. Bagian Promosi dan Pemasaran Produk
Strategi program kerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam
mempromosikan dan memasarkan produk pariwisata yaitu melalui :
1. Periklanan
Promosi pariwisata kota Batu yang dilakukan lewat media cetak
yaitu melalui majalah pariwisata, surat kabar Jawa Pos, pemasangan
baliho di jalan, pembuatan brosur dan leaflet. Iklan ini dilakukan
secara terus menerus dan pada saat-saat tertentu kegiatan promosi akan
lebih intensif dilakukan misalnya pada momen-momen hari raya ( Idul
Fitri, Natal, Imlek, dan lain-lain), libur nasional, perayaan-perayaan
hari nasional, adanya kemunculan tempat atau wahana wisata baru.
Sedangkan pada media elektronik menggunakan website di internet
dengan alamat http://www.shinning.batu.com, lewat jejaring sosial
seperti facebook dan twitter, serta websiteresmi dari masing-masing
obyek wisata. Berbagai informasi diberikan dalam website, seperti
sejarah, fasilitas yang ada di kota Batu, produk yang ditawarkan, harga
tiket masuk, dan video serta foto perjalanan kegiatan pariwisata.
2. Promosi Penjualan

46
Promosi pariwisata kota Batu yang dilakukan lewat promosi
penjualan yaitu dengan memberikan potongan harga masuk yang
dilakukan pada waktu-waktu tertentu seperti saat ulangtahun di salah
satu obyek wisata, memberikan penawaran paket wisata yang bila
dihitung secara akumulatif akan lebih murah bagi wisatawan yang
ingin berkunjung, mengirimkan brosur mengenai penawaran obyek
wisata ke hotel, biro perjalanan, dinas pariwisata daerah lain, serta
mengikuti kegiatan pameran wisata seperti Majapahit fair, Gebyar
Wisata dan Budaya Nusantara Expo dan kegiatan pameran pariwisata
lainnya.

3. Event

Promosi pariwisata kota Batu yang dilakukan lewat


penyelenggaraan event yaitu dengan mengadalan Batu Night Carnival
(BNC), Festival Brantas, X-treme Challenge, Batu Ramadhan, Vidio
Competion, Batu Baiktibalader, Festival Barat Nuah, Readi
Competion.

4. Word of Mouth Marketing

Promosi pariwisata kota Batu yang dilakukan lewat bauran Word of


Mouth Marketing yaitu berupa aktivitas langsung oleh segenap jajaran
yang terkait dalam bidang pariwisata dalam mempromosikan
pariwisata kota Batu dan juga obyek wisatanya kepada orang-orang
yang ditemui, saudara, keluarga, teman, dan juga kenalan.

b. Bagian Pengembangan SDM Pariwisata


Strategi program kerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam
meningkatkan kapasitas pengembangan SDM pariwisata dilakukan
dengan cara sebagai berikut :
1. Membangun SDM dalam hal ini masyarakat sebagai pelaku wisata
dengan melalui sosialisasi masyarakat yang dilakukan oleh
kelembagaan sosial beserta perangkat desa, tujuannya untuk

47
memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait potensi yang
dimiliki, ekonomi kreatif, kesenian dan kebudayaan yang akan
dikembangkan di desa tersebut, membahas mengenai manfaat,
peluang, prospek perkembangan dan peningkatan pendapatan
melalui desa wisata. Kegiatan ini terprogram dua minggu sekali
melalui musyawarah, rembug desa yang bertempat di balai desa
atau rumah di setiap kepala dusun.
2. Membangun SDM melalui pendidikan, dan pelatihan serta
pembinaanterkait potensi yang dimiliki untuk mengembangkan
kemampuan SDMdalam hal kerajinan dan kesenian agar
kedepannya muncul inovasi dankreatifitas lain yang dapat
mengembangkan potensi tersebut sehinggaberpeluang banyak
wisatawan yang berkunjung. Pendidikan, pelatihanterkait dengan
pengolahan produk, motif, bentuk-bentuk kerajinan atausouvenir,
promosi dan pemasaran produk selain itu juga pelatihan
terkaitkesenian yang dilakukan secara intensif, setelah itu
melakukanpendampingan terhadap pelaku-pelaku wisata tersebut.
3. Membangun SDM melalui pembentukan pemandu wisata dengan
menjalin kerjasama dengan stakeholder-stakeholder untuk
menunjang kepariwisataan, membangun SDM agar memberikan
pelayanan yang optimal, sistem pelayanan administratif wisata
yang teratur untuk mempermudah pengunjung. Strategi
inidilakukan untuk mencapai standarisasi pelayanan minimal
kesenian dankerajinan dengan tujuan promosi desa wisata.
4. Membangun SDM melalui pemberdayaan masyarakat lokal,
berbagai macam program-program pemberdayaan dalam rangka
mengembangkan kemampuan masyarakat. Pemberdayaan
diklasifikasikan dari bidang pertanian, bidang keahlian masyarakat
seperti industri ekonomi kreatif, industri pengolahan makanan,
kesenian dan kebudayaan lokal.

48
4.1.3 Implementasi Pelaksanaan Program Kerja atau Kegiatan
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu
a. Bagian Promosi dan Pemasaran
Implementasi pelaksanaan kegiatan yang di lakukan bidang
Promosi dan pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu
sejauh ini sudah cukup bervariasi serta memiliki perencanaan yang
baik serta di respon positif oleh masyarakat. Bidang promosi dan
pemasaran dinas pariwisata dan kebudayaan kota batu terutama di
dalam industri wisata, bidang promosi memegang peranan penting
dalam memberikan informasi kepada calon wisatawan mengenai
potensi pariwisata. Bauran promosi merupakan salah satu komponen
bauran pemasaran yang memegang peranan penting dalam proses
pencapaian tujuan yang diharapkan. Promosi yang efektif akan mampu
mempengaruhi persepsi wisatawan terhadap nilai produk yang
ditawarkan oleh pihak penyedia jasa pariwisata sekaligus lebih efisien
dalam penggunaan anggaran promosi. Promosi bagi instansi yang
bergerak di bidang pariwisata bertujuan untuk memperkenalkan,
menginformasikan, membujuk, dan mempengaruhi calon wisatawan
untuk mau berkunjung serta menjaga agar wisatawan selalu ingat dan
berkeinginan untuk melakukan kunjungan kembali. Sebelum
menetapkan pilihan mengenai media promosi apa yang akan
digunakan perlu diperhatikan beberapa faktor sehingga akan didapat
media promosi yang tepat sasaran, efektif, san sesuai dengan
kebutuhan dan kemampuan.
Untuk kedepannya penerapan dalam bidang promosi dan
pemasaran kota batu harus lebih mencapai sasaran karena kegiatan
tujuan utama bidang promosi dan pemasaran dinas pariwisata dan
kebudayaan kota batuyaitu menginformasikan, mempengaruhi dan
membujuk, serta mengingatkan konsumen sasaran tentang perusahaan
dan bauran pemasarannya. Promosi ini dilakukan sebagai usaha untuk
memperbesar daya tarik objek wisata serta menginformasikan atau

49
memberitahukan objek-objek dan antraksi wisata yang ada. Dengan
seringnya melakukan promosi maka diharapkan akan merangsang
kunjungan wisatawan, diawali dengan komonikasi persuasi untuk
membangkitkan perhatian dan pada akhirnya berlanjut menjadi minat
untuk berkunjung. Materials promotion seperti tourism map,
guidebook, calender of event, brosur, leaflet, internet adalah sebagian
material promosi yang digunakan untuk mempromosikan potensi
pariwisata kota batu. Karena kegiatan kota batu sejauh ini masih
kurang tersebar dan belum manjangkau langsung pangsa pasar
potensial yang berada di luar areal jawa timur. Pengguna elektronik
dalam melakukan kegiatan promosi juga terkesan belum dimanfaatkan
secara maksimal oleh para pelaku pariwisata kota batu. Kurang
efektifnya promosi pariwisata yang dilakukan kota batu berimbas
kepada mi nimnya tingkat pengetahuan konsumen terhadap potensi
pariwisata kota batu, selain itu juga pemilihan media promosi yang
kurang tepat hanya akan menghabiskan anggaran promosi.
b. Bagian Pengembangan SDM Pariwisata

Implementasi pelaksanaan kegiatan pengembangan di bidang SDM


yaitu merencanakan kedepannya bagaimana mereka punya tanggung
jawab besar, misalnya kalau mereka di tunjuk sebagai duta wisata
mereka bener-bener harus siap, bagaimana mereka bisa
mempromosikan batu sebagai kota wisata dengan kelebihan dan
kekurangannya, karena duta bisa di sebut dengan wakil, jadi wakil
harus tau betul berbicara tentang kota batu, termasuk strateginya
bagaimana mengubah daerah menjadi tempat wisata, harus tau
bagaimana sejarahkota batu, termasuk keberhasilan-keberhasilan yang
diraih dalam layanan pemetaan kota, karena setiap tamu atau
wisatawan yang datang ke kota batu tidak menuntut melihat obyek
wisatanya saja tetapi ada banyak hal-hal lain yang di tanyakan di luar
itu. Selain itu, calon yang menjadi pemandu wisata harus punyak

50
lisensi yaitu harus sopan, santun, tabah, tau wawasan perkembangan
kedepannya pariwisata kota batu.

Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan bidang pengembangan SDM


dinas pariwisata dan kebudayaan kota batu tidak berhenti sampaidisini
, karena kegiatan itu tetep akan di evaluasi, karena bentuk evaluasi itu
adalah untuk mengukur potensi mereka yang ikut berpartisipasi dalam
kegiatan yang dilaksanakan oleh bidang pengembangan SDM dinas
pariwisata dan kebudayaan kota batu. Terutama pada peserta calon
pemilihan duta wisata kota batu, apakah sudah betul-betul siapdengan
kegiatan yang sudah direncanakan.

4.1.4 Masalah atau Hambatan dalam implementasi pelaksanaan


Program Kerja atau Kegiatan Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kota Batu

a. Hambatan Bidang Promosi dan Pemasaran Pariwisata


1. Kegiatan promosi yang dilakukan Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kota Batu sejauh ini sudah cukup bervariasi serta
memiliki perencanaan yang baik, akan tetapi dalam
pelaksanaannya masih terkesan setengah-setengah. Hal itu
disebabkan masih kurangnya komitmen dari pemerintah daerah
dalam hal pemberian dana yang cukup dalam kegiatan promosi
khususnya. Sehingga persoalan dana seringkali menjadi faktor
penghambat dalam melakukan kegiatan periklanan karena
besarnya dana yang dibutuhkan khususnya dalam melakukan
kegiatan periklanan melalui media televisi.
2. Masalah penganggaran dalam menyiapkan data pariwisata
dengan menggunakan Teknologi Informasi. Dalam membangun
sarana dalam merepresentasikan, menyimpan dan memelihara
data pariwisata menggunakan media internet membutuhkan
biaya yang cukup besar. Biaya ini bukan hanya dari segi

51
pembelian perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi juga
biaya penyiapan informasi pariwisata yang tepat dan relevan.
Setelah penyiapan dilakukan, juga diperlukan biaya untuk
pemeliharaan, mengingat data pariwisata sangat dinamis
sehingga membutuhkan penanganan yang seksama.
3. Belum efektifnya promosi dan pemasaran pariwisata, terutama
dalam pemilihan media promosi yang belum dapat menjangkau
semua lapisan masyarakat secara tepat hal ini ditandai dengan
masih minimnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai
sektor pariwisata Kota Batu.
b. Hambatan Bidang Pengembangan SDM Pariwisata
1. Kurang adanya dukungan dari Pemerintah Kota terkait
pemberianfasilitas pendanaan, pengadaan pelatihan dan
pembinaan maupunpendampingan untuk mengembangkan
kemampuan dan keahlianmasyarakat.
2. SDM yang kurang memiliki kompetensi dalam penguasaan
bahasa asing.
3. Latar belakang pendidikan para pegawai yang tidak berasal dari
bidang pariwisata
4. Sarana prasarana umum dan infrastruktur penunjang
pengembangan potensi masih minim,
4.2 Grand Strategi Pengembangan Objek Daya Tarik Wisata (ODTW)
Analisis SWOT digunakan sebagai acuan atau pedoman bagi Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu menjalankan tugas pokok dan
fungsinya dalam pembangunan dan pengembangan kepariwisataan yang
nantinya tertuang pada kegiatan selama kurun waktu 5 (lima) tahun
mendatang. Analilis SWOT disusun atas kerjasama seluruh Bidang dan
Bagian Tata Usaha Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu dalam
melaksanakan kegiatan yang memuat garis-garis besar pembangunan dan
pengembangan urusan pariwisata dan kebudayaan yang meliputi Bidang
Pengembangan Produk Pariwisata, Bidang Promosi dan Pemasaran

52
Pariwisata, Bidang Pengembangan SDM Pariwisata, serta Bidang
Kebudayaan.Dalam meningkatkan daya Tarik wisata Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan menggunakan kerangka inovasi nilai kerja empat langkah.
Menurut Kim dan Mouborgne (2014:31) inovasi nilai merupakan
batu pijak dari strategi samudera biru.Inovasi nilai memberikan penekanan
setara pada nilai dan inovasi.Nilai tanpa inovasi cenderung berfokus pada
penciptaan nilai dalam skala besar, sesuatu yang meningkatkan nilai tapi
tidak memadai untuk membuat unggul secara menonjol di pasar.Inovasi
tanpa nilai cenderung bersifat mengandalkanteknologi, pelopor pasar, atau
futuristis, dan sering membidik sesuatu yang belum siap diterima dan
dikonsumsi oleh pembeli.Inovasi nilai yang diciptakan dengan
menggunakan kerangka kerja empat langkah yang terdiri dari reduce,
eliminate, raise, createadalah dengan mengidentifikasi faktor-faktor apa
saja yang harus dikurangi, dihapuskan, ditambah, dan diciptakan dalam
pengembangan pariwisata di Kota Batu. Faktor yang dihapuskan berkaitan
dengan parkir liar, sikap acuh masyarakat dalam membuang sampah pada
tempat yang telah disediakan, kriminalitas, dan kejahatan.Faktor yang
dikurangi adalah fasilitas dan infrastruktur jalan yang rusak, serta dalam
merekrut pegawai pariwisata yang berasal dari luar Kota Batu.Selanjutnya
adalahfaktor yang harus ditambah adalah rest area, penerangan jalan,
eventpariwisata, seminar dan penyuluhan kepariwisataan. Faktor yang
diciptakan adalah berkaitan dengan munculnya berbagai jenis pariwisata
modern yang menarik, promo wisata dan event pariwisata.
Tabel 4.1 Kerangka Kerja Empat Langkah Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kota Batu
MENGHAPUSKAN MENINGKATKAN
Tarif parkir liar Rest area
Budaya mebuang sampah Penerangan Jalan
sembarangan Pusat oleh-oleh
Sikap acuh masyarakat Event pariwisata nasional dan

53
Kriminalitas internasional
Seminar dan penyuluhan bagi pelaku
usaha
Seminar dan penyuluhan bagi para
pengelola desa
MENGURANGI MENCIPTAKAN
Fasilitas jalan menuju lokasi Pariwisata modern
pariwisata yang harus dikurangi LinkageSystemantar obyek wisata.
dengan memperbaikinya Wisata olahraga paralayang Gunung
Merekrut pegawai dari luar wilayah Banyak
Kota Batu harus dikurangi Omah kayu
Wisata paket hemat (PAHE)
Diskon bagi wisatawan yang berulang
tahun
Pusat Informasi Pariwisata (PIP) unik
Alun-alun modern
Feriswhel
Promo ulang tahun walikota Batu
Sumber : Hasil penelitian di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu

4.3 Temuan Gap antara Teori dan Praktik


1. Teori Administrasi
Studi administrasi public dapat dipahami dari berbagai konteks, pendekatan
dan persepektif keilmuan yang digunakan.Sudut pandang tersebut melahirkan
arti dan makna administrasi public yang berbeda. Selebihnya adams
(Zauhar,2001;2) mengatakan bahwaadministrasi (public) adalah kemampuan
untuk mengkoordinasikan berbagai macam energy social yang sering kali
bertentangan satu sama lain dalam suatu organism yang bulat pada
sedemikianrupa sehingga energy-energi yang ada dapat bergerak sebagai
komponen dari satu Kata administrasi berasal dari kata administration (to
administer). Kata to

54
administer dapat berarti to manage (mengelola) dan to direct (menggerakkan).
Iniberarti administrasi merupakan kegiatan mengelola atau menggerakkan.
Menurut Arthur Grager, administrasi adalah fungsi tata penyelenggaraan
terhadap komunikasi dan pelayanan warkat suatu organisasi. Sedangkan
menurut George Terry administrasi adalah perencanaan, pengendalian, dan
pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta penggerakkan mereka yang
melaksanakannya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Ahli
administrasi sepakat menyatakan bahwa terdapat delapan unsur
dalam administrasi, diantaranya adalah :
Organisasi
Organisasi adalah wadah dimana segenap alat tubuh tersusun dengan
teratur yang bergerak dan bekerja masing-masing sesuai dengan tugasnya.
Aktivitas-aktivitas dalam organisasi antara lain, penyusunan bentuk dan
pola kerjasama, pembagian wewenang masing-masing pelaksana,
menentukan tugas pekerjaan orang-orang yang tergabung dalam kesatuan
kerja tertentu.
Manajemen
Manajemen adalah aktivitas menggerakkan segenap orang dan
mengarahkan semua fasilitas yang dipunyai oleh sekelompok orang yang
bekerjasama untuk mencapai tujaun tertentu. Adapun faktor-faktor dalam
manajemen adalah (5M) : Man, Money, Motode, Market, Material, dan
Machine.
Komunikasi
Komunikasi adalah penyampaian pesan yang mengandung macam-macam
keterangan dari seseorang kepada orang lain dalam suatu organisasi
tertentu dan dalam rangka usaha kerjasama untuk mencapai tujuan
organisasi tersebut. Syarat komunikasi antara lain adalah adanya berita
atau warta, ada sumber berita, terjadi dalam setiap usaha kerjasama
sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Pegawai

55
Pegawai adalah suatu kegiatan yang mengurus tenaga kerja
manusia.Kepegawaian meliputi penerimaan, penempatan, pembimbingan,
peningkatan, dan pemberhentian.
Keuangan
Keuagan adalah kegiatan yang berkaitan dengan biaya dalam suatu
organisasi. Pengelolaan keuangan dimulai dari sumber biaya diperoleh,
cara penggunaan uang, dan cara mempertanggungjawabkan secara sah dan
efisien.
Perbekalan
Adalah kegiatan yang mengurus barang-barang perbekalan yang dapat
membantu terlaksananya suatu kegiatan dari sekelompok orang untuk
mencapai tujuan tertentu.Pengurusan barang-barang perbekalan mulia dari
menentukan berapa banyak barang yang dibutuhkan, pemakaian barang,
pemeliharaan, dan penyingkiran.
Ketatausahaan
Ketatausahaan adalah suatu kegiatan penataan atau pengaturan
bahanketerangan mulai dari menghimpun, mencatat bahan-bahan
keterangan sampai dengan mengelola, megadakan, mengirim, dan
menyimpan bahan-bahan keterangan
Humas
Humas adalah suatu aktivitas yang berusaha untuk menjaga hubungan baik
atau jalinan baik antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lain,
atau dengan pihak di luar organisasi.

Teori administrasi dalam organisasi publik seperti Dinas Pariwisata dan


Kebudayaan Kota Batu pasti menerapkan teori administrasi, dimana beberapa
unsure administrasi seperti manajemen, pegawai, humas, ketatausahaan,
keunagan, dan pegawai ada dalam menunjang setiap kegiatan yang dilakukan.
Tidak terlepas dalam bidang promosi & pemasaran produk pariwisata serta
pengembangan SDM pariwisata dimana segala unsure yang ada dalam teori
administrasi teraplikasikan dalam praktek didunia pekerjaan seperti Dinas

56
Pariwisata dan Kebudayaan. Antara teori dan pratek kerja dilapangan selaras,
namun ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan teori dan terkadang bersifat
lebih fleksible.Oleh Karena itu aturan yang ada tidak bersifat kaku

2. Teori Peran Pemerintah


Peran pemerintah menurut Pitana dan Gayatri (2005:95), mengemukakan
pemerintah daerah memiliki peran untuk mengembangkan potensi pariwisata
daerahnya sebagai :
a. Motivator, dalam pengembangan pariwisata, peran pemerintah daerah
sebagai motivator diperlukan agargeliat usaha pariwisata terus berjalan.
Investor, masyarakat, serta pengusaha di bidang pariwisata merupakan
sasaran utama yang perlu untuk terus diberikan motivasi agar perkembangan
pariwisata dapat berjalan dengan baik.
b. Fasilitator, sebagai fasilitator pengembangan potensi pariwisata peran
pemerintah adalah menyediakan segala fasilitas yang mendukung segala
program yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.Adapun
pada prakteknnya pemerintah bisa mengadakan kerja sama dengan berbagai
pihak, baik itu swasta maupun masyarakat.
c. Dinamisator, dalam pilar good governance, agar dapat berlangsung
pembangunan yang ideal, maka pemerintah, swasta dan masyarakat harus
dapat bersinergi dengan baik. Pemerintah daerah sebagai salah satu
stakeholder pembangunan pariwisata memiliki peran untuk mensinergiskan
ketiga pihak tersebut, agar diantaranya tercipta suatu simbiosis mutualisme
demi perkembangan pariwisata.

Berdasarkan teori yang disampaikan oleh Pitana Gayatri (2005:95) Dinas


Pariwisata dan Kebudayaan memiliki peran untuk mengembangkan bidang
pariwisata sebagai berikut :

1. Fasilitator
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu sebagai kepanjangan tangan
dari pemerintah daerah bertanggung jawab memfasilitasi masyarakat untuk

57
bersama mengembangkan pariwisata sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan
masyarakat dalam hal sarana prasarana yang mendukung efektivitas program atau
kegiatan. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan bisa berupa fisik maupun non
fisik.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dalam menjalankan fungsinya
sebagai fasilitator Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu sudah
memfasilitasi dalam bentuk fisik, tetapi dalam bentuk non fisik seperti fasilitas
pembinaan dan perhatian terhadap kegiatan-kegiatan pengembangan pariwisata
sudah dilakukan walaupun masih kurang optimal. Apabila dikaitkan dengan
indikator ketercapaian peran sebagai fasilitator seharusnya Dinas Pariwisata dan
kebudayaan Kota Batu harus bisa menyediakan segala fasilitas yang mendukung
segala program yang diadakan oleh Dinas. Salah satunya adalah fasilitas
pembinaan dan pengembangan pelaku masyarakat, namun hal ini belum dilakukan
secara efektif oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu dikarenakan
kendalanya adalah anggaran dan SDM Dinas Pariwisata yang minim.Walaupun
sebenarnya untuk pengembangan pariwisata yang dibutuhkan tidak hanya fasilitas
namun dukungan dan partisipasi dari seluruh stakeholder terkait. Namun satu hal
yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi pariwisata yang ada di Kota Batu adalah
permasalahan perijinan, baik itu perijinan usaha bidang pariwisata seperti hotel,
rumah makan maupun restoran telah dikelola melalui satu atap yaitu Dinas
Perijinan Kota Batu. Hal tersebut menjadi keunggulan dari pihak pemerintah Kota
Batu karena bisa mengurangi praktek korupsi, apalagi masalah perijinan yang
riskan terhadap praktek korupsi.
2. Implementor
Sebagai pemerintah, Dinas pariwisata dan kebudayaan tentu memiliki
tanggung jawab yang besar demi terlaksananya semua program kerja dan
menjalankan tugas dan fungsinya dalam bidang pariwisata. Namun tidak
sepenuhnya peran itu dapat diserahkan kepada swasta maupun masyarakat.Karena
adakalanya tugas tertentu hanya bisa dilakukan oleh pemerintah. Berbagai
program kerja yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu
untuk pengembangan pariwisata di Kota Batu dilakukan atas dasar instruksi dari

58
Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif maupun dari Pemerintah Kota Batu.
Hal tersebut menjadi suatu kewajiban karena memang merupakan mandat yang
harus dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu.Namun
selain melaksanakan kegiatan atau program yang menjadi instruksi dari
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
juga perlu melakukan inovasi program maupun kegiatan dalam rangka
pengembangan pariwisata. Namun, hingga saat ini berdasarkan penelitian Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu hanya menjalankan program dan kegiatan
yang menjadi tugas pokok dan fungsinya tanpa ada inovasi dari Dinas Pariwisata
dan Kebudayaan.
3. Motivator
Dalam membangun pariwisata berbasis masyarakat di Kota Batu, peran
pemerintah daerah sebagai motivator diperlukan agar masyarakat dapat sadar akan
pentingnya pariwisata, selain itu untuk stakeholder lain seperti swasta peran
motivator diperlukan agar geliat usaha di bidang pariwisata terus berjalan dan
meningkatnya jalinan kerja sama yang baik antara seluruh stakeholder. Untuk
membangun pariwisata berbasis masyarakat atau community based tourism maka
yang perlu ditingkatkan adalah peran motivator agar dapat memberikan
pemahaman secara komperehensif kepada masyarakat maupun swasta. Dinas
perlu berperan aktif dan agresif untuk memainkan peran motivator demi
terbangunnya pariwisata berbasis masyarakat di Kota Batu.
Pariwisata bisa dikatakan sebagai suatu industri, maka didalamnya akan
sangat butuh dukungan dari investor atau pengusaha swasta serta masyarakat.
Investor sebagai pemilik modal bisa menanamkan modalnya di objek-objek
wisata, pengusaha swasta bisa mengembangkan usahanya dan memberdayakan
masyarakat lokal sebagai tenaga kerja untuk pengembangan usahanya.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, pemerintah daerah melalui Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan kotaBatu telah melakukan beberapa upaya untuk
memotivasi masyarakat maupun pihak swasta agar bisa bekerja sama dengan baik
membangun pariwisata di Kota Batu. Namun apabila dilihat dari indikator
ketercapaian suatu peran motivator, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota

59
Batubelum menjalankan peran motivator secara efektif.Hal tersebut bisa terlihat
dari kegiatan-kegiatan untuk memotivasi para pelaku wisata hanya bersifat
momentum dan insidental, sehingga hasil yang diharapkan yaitu kesadaran
pariwisata pelaku wisata Kota Batu belum memberikan hasil yang maksimal.
4. Dinamisator
Peran dinamisator merupakan upaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Kota Batu untuk mewujudkan good tourism governance. Peran Dinas sebagai
pemerintah daerah yang bertanggung jawab dalam bidang kepariwisataan sangat
menentukan pengembangan kepariwisataan di Kota Batu ke depannya. Kerjasama
maupun keterlibatan pihak swasta dan masyarakat dalam bidang pariwisata perlu
difasilitasi oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota
Batu. Karena sudah dipastikan Dinas tidak bisa berjalan sendiri dan bekerja
sendiri untuk mengembangkan pariwisata di Kota Batu tanpa campur tangan
stakeholder yang ada yaitu swasta dan masyarakat. Kegiatan pariwisata bersifat
sistemik dan pelaksanaannya tidak bisa dilaksanakan secara terpisah, sehingga
mau tidak mau memang harus ada sinergitas antar stakeholder yang ada.
Keterlibatan masyarakat dan swasta juga sangat penting dalam dalam
penyusunan suatu regulasi dalam konteks wilayah ini adalah Peraturan daerah
atau Perda.Keterlibatan masyarakat dan swasta dalam perencanaan dan
penyusunan peraturan daerah masih minim.Mereka lebih dilibatkan dalam tahap
pelaksanaan karena memang pelaku wisata atau swasta maupun masyarakat
merupakan objek dari kebijakan yang dibuat.
Hubungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu dengan seluruh
stakeholder baik itu masyarakat maupun swasta secara umum dikatakan belum
cukup baik karena ternyata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu belum
bisa merangkul seluruh stakeholder untuk bisa berpartisipasi aktif dalam
pengembangan pariwisata di Kota Batu terutama dalam hal pembuatan kebijakan.
3. Teori Pelayanan Publik
Penggunaan istilah pelayanan publik (public service) di Indonesia
dianggap memiliki kesamaan arti dengan istilah pelayanan umum atau
pelayanan masyarakat.Oleh sebab itu ketiga istilah tersebut dipergunakan

60
bersamaan dan tidak memiliki perbedaan yang mendasar. Pelayanan berfungsi
sebagai sebuah sistem yang menyediakan apa yang dibutuhkan oleh
masyarakat.
Berkaitan dengan pelayanan, ada dua istilah yang perlu diketahui, yaitu
melayani dan pelayanan. Pengertian melayani adalah membantu menyiapkan
(mengurus) apa yang diperlukan seseorang sedangkan pengertian pelayanan
adalah Usaha melayani kebutuhan orang lain (Kamus Besar Bahasa Indonesia,
1995). Menurut Sianipar (Rewansyah;2011;52) pelayanan adalah cara
melayani, membantu menyiapkan, mengurus dan menyelesaikan
keperluan/kebutuhan individu/seseorang atau sekelompok orang, artinya objek
yang dilayani adalah individu, pribadi dan kelompok organisasi. Sedangkan
menurut luthans bahwa konsep pelayanan public merupakan sebagai proses
menunjuk kepada segala upaya pencapaian tujuan tertentu. Sedangkan
menurut Moenir sebagaimana dikutip oleh Tangkilisan (2005), pelayanan
adalah proses pemenuhan kebutuhan melalui aktivitas orang lain secara
langsung. Pelayanan yang diperlukan manusia pada dasarnya ada dua jenis,
yaitu layanan fisik yang sifatnya pribadi sebagai manusia dan layanan
administratif yang diberikan oleh orang lain selaku anggota organisasi, baik
itu organisasi massa atau negara.Jadi, dapat disimpulkan bahwa pelayanan
adalah usaha untuk melayani kebutuhan orang lain.
Menurut UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik adalah
kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan
pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga
negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang
disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.
Berdasarkan uraian diatas, maka untuk mewujudkan pemerintahan yang
baik dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik,
maka yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu
adalah dengan cara membangun fasilitas pariwisata untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat dalam bidang Pariwisata. Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kota Batu dalam hal memberikan pelayanan menjadi tolok ukur

61
yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan dan acuan penilaian
kualitas pelayanan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang
berkualitas, cepat, mudah, terjangkau, dan terukur.
Melalui birokrasi urasan pemerintahan di jalankan menyangkut masalah
masyarakat luas. Dalam hal ini, sesuatu yang diberikan oleh birokrasi tersebut
tidaklah lain yaitu sebuah pelayanan, atau yang disebut dengan pelayanan
publik. Di Indonesia sendiri Negara berkewajiban melayani setiap warga
negara dan penduduk untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya dalam
kerangka pelayanan publik yang merupakan amanat Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945, membangun kepercayaan masyarakat
atas pelayanan publik yang dilakukan penyelenggara pelayanan publik
merupakan kegiatan yang harus dilakukan seiring dengan harapan dan
tuntutan seluruh warga negara dan penduduk tentang peningkatan pelayanan
publik, sebagai upaya untuk mempertegas hak dan kewajiban setiap warga
negara dan penduduk serta terwujudnya tanggung jawab negara dan korporasi
dalam penyelenggaraan pelayanan publik, diperlukan norma hukum yang
memberi pengaturan secara jelas, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas
dan menjamin penyediaan pelayanan publik sesuai dengan asas-asas umum
pemerintahan dan korporasi yang baik serta untuk memberi perlindungan bagi
setiap warga negara dan penduduk dari penyalahgunaan wewenang di dalam
penyelenggaraan pelayanan publik. Undang-undang yang mengatur terkait
pelayanan publik adalah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang
Pelayanan Publik.Dalam Undang-Undang Pelayanan Publik terdapat
pengertian, yaitu pelayanan publik merupakan kegiatan atau rangkaian
kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai atas barang,
jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara
pelayanan publik. Undang-Undang pelayanan publik ini berasaskan pada
kepentingan umum, adanya kepastian hukum, adanya kesamaan hak, adanya
keseimbangan hak dan kewajiban, keprofesionalan, partisipatif, persamaan
dalam perlakuan/tidak diskriminatif, keterbukaan, akuntabilitas, fasilitas dan
perlakuan khusus bagi kelompok rentan, ketepatan waktu dan kecepatan,

62
kemudahan dan keterjangkauan dan bertujuan agar batasan dan hubungan
yang jelas tentang hak, tanggung jawab, kewajiban, dan kewenangan seluruh
pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pelayanan publik, menjalankan
sistem penyelenggaraan pelayanan publik yang layak sesuai dengan asas-asas
umum pemerintahan dan korporasi yang baik dalam penyelenggaraan
pelayanan publik sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan
memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi masyarakat dalam
mendapatkandengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara
dan penduduk penyelenggaraan pelayanan public.
Dengan kata lain pelayanan publik atau pelayanan umum dapat
didefinisikan sebagai segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang
publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan
dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah di Pusat, di Daerah, dan di lingkungan
Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, dalam rangka
upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan
ketentuan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan organisasi yang
menyelenggarakannya, pelayanan publik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.Pelayanan publik atau pelayanan umum yang diselenggarakan oleh
organisasi privat, adalah semua penyediaan barang atau jasa publik
yangdiselenggarakan oleh swasta, seperti misalnya rumah sakit swasta,
PTS, perusahaan pengangkutan milik swasta.
2.Pelayanan publik atau pelayanan umum yang diselenggarakan oleh
organisasi publik. Dalam hal ini dapat dibedakan menjadi dua lagi, yaitu:
Yang bersifat primer adalah semua penyediaan barang/jasa
publik yang diselenggarakan oleh pemerintah yang di dalamnya
pemerintah merupakan satu-satunya penyelenggara dan
pengguna/klien mau tidak mau harus memanfaatkannya.
Misalnya adalah pelayanan di kantorimigrasi, pelayanan penjara
dan pelayanan perizinan.
Yang bersifat sekunder, adalah segala bentuk penyediaan
barang/jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah, tetapi

63
yang di dalamnya pengguna/klien tidak harus
mempergunakannya karena adanya beberapa penyelenggara
pelayanan.

Ada lima karakteristik yang dapat dipakai untuk membedakan ketiga jenis
penyelenggaraan pelayanan publik tersebut, yaitu:

1. Adaptabilitas layanan. Ini berarti derajat perubahan layanan sesuai dengan


tuntutan perubahan yang diminta oleh pengguna.
2. Posisi tawar pengguna/klien. Semakin tinggi posisi tawar pengguna/klien,
maka akan semakin tinggi pula peluang pengguna untuk meminta
pelayanan yang lebih baik.
3. Tipe pasar. Karakteristik ini menggambarkan jumlah penyelenggara
pelayanan yang ada, dan hubungannya dengan pengguna/klien.
4. Lokus kontrol. Karakteristik ini menjelaskan siapa yang memegang
kontrol atas transaksi, apakah pengguna ataukah penyelenggara
pelayanan.Sifat pelayanan.Hal ini menunjukkan kepentingan pengguna
atau penyelenggara pelayanan yang lebih dominan.
Berdasarkan teori-teori yang telah dikemukakan di atas tersebut, penulis
kemudian menemukan gap antara teori dengan kondisi nyata di lapangan atau
pada prakteknya. Gap tersebut diantaranya:
1. Dari sisi manajemen di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu
masih terdapat kekurangan. Dalam hal terlihat dari kurang maksimalnya
pemanfaatan waktu dari sebagian besar pegawai, yang dikarenakan oleh
tidak merata dan tepatnya pembagian tugas dari masing-masing pegawai
tersebut. Dengan kata lain cukup banyak waktu yang terbuang oleh
aktifitas di luar tanggung jawab pegawai dan banyak yang menganggur.
2. Unsur pelatihan dalam bidang pengembangan SDM pariwisata Kota Batu
masih perlu tingkatkan. Hal ini tercermin dari masih kurang optimalnya
pelatihan yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota
Batu, karena anggaran untuk melakukan pelatihan masih kurang.

64
3. Masih belum optimalnya tingkat kedisiplinan dari sebagian pegawai Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu, yang hal ini terlihat dari segi
kehadiran, dan secara khusus atau lebih terlihat adalah selalu terjadinya
keterlambatan dari sebagian pegawai saat masuk kerja dan saat kembali
bekerja setelah waktu istirahat.

4.4 Rekomendasi Perbaikan

1. Dikaitkan dengan indikator ketercapaian peran sebagai fasilitator


seharusnya Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kota Batu harus bisa
menyediakan segala fasilitas yang mendukung segala program yang
diadakan oleh Dinas. Salah satunya adalah fasilitas pembinaan dan
pengembangan pelaku masyarakat dan tidak hanya berupa fasilitas,
dukungan dan partisipasi seluruh stakeholder juga sangat dibutuhkan
dalam pembinaan dan pengembangan pelaku masyarakat.
2. Dikatikan dengan indikator ketercapaian peran sebagai implementor,
seharusnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu melakukan
inovasi dalam melaksanakan program kerja atau kegiatan yang dilakukan
dalam pengembangan pariwisata.
3. Dikaitkan dengan indikator ketercapaian peran sebagai motivator, perlu
ditingkatkan peran motivator agar dapat memberikan pemahaman secara
komperehensif kepada masyarakat maupun swasta. Dinas perlu berperan
aktif dan agresif untuk memainkan peran motivator demi terbangunnya
pariwisata berbasis masyarakat di Kota Batu.
4. Dikaitkan dengan indikator ketercapaian peran sebagai dinamisator, Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan perlu menjalin hubungan baik dengan seluruh
stakeholder baik itu masyarakat maupun swasta secara umum untuk bisa
berpartisipasi aktif dalam pengembangan pariwisata di Kota Batu terutama
dalam hal pembuatan kebijakan.
5. Dari sisi manajemen di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu perlu
memaksimalkan pemanfaatan waktu dari sebagian besar pegawai dan

65
perlu pengkajian ulang dalam pembagian tugas dari masing-masing
pegawai secara merata.
6. Unsur pelatihan dalam bidang pengembangan SDM Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kota Batu masih perlu ditingkatkan.
7. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan perlu mengoptimalkan tingkat
kedisiplinan dari sebagian pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Kota Batu, dari segi kehadiran, dan secara khusus dari segi keterlambatan
dari sebagian pegawai saat masuk kerja dan saat kembali bekerja setelah
waktu istirahat.

66
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya mengenaiPeran


Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam Meningkatkan Daya Tarik Pariwisata
dan Kebudayaan di Kota Batu.Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
Implementasi pelaksanaan kegiatan yang di lakukan bidang Promosi dan
pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu sejauh ini sudah cukup
bervariasi serta memiliki perencanaan yang baik serta di respon positif oleh
masyarakat.Karena keterlibatan masyarakat dan swasta membantu pengembangan
kepariwisataan di Kota Batu.

Meskipun pelaksanaan kegiatan yang dilakukan bidang promosi dan


pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu sejauh ini memiliki
perencanaan yang baik tetapi masih ada masalah atau hambatan di dalam
pelaksanaan program kerja atau kegiatan bidang promosi dan bidang SDM yaitu,
seperti masih kurangnya komitmen dari peerintah daerah dalam hal pemeberian
dana yang cukup dalam kegiatan promosi khususnya. Sehingga persoalan dana
seringkali menjadi factor penghambat dalam melakukan kegiatan periklanan
khusunya kegiatan periklanan melalui media televisi dan belum efektifnya
promosi dan pemasaran pariwisata, terutama dalam pemilihan media promosi
yang belum dapat menjangkau semua lapisan masyarakat secara tepat hal ini
ditandai dengan masih minimnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai
sektor pariwisata Kota Batu. Sedangakan dari masalah atau hambatan yang terjadi
di dalam bidang SDM yaitu kurang adanya dukungan dari Pemerintah Kota terkait
pemberian fasilitas pendanaan, pengadaan pelatihan dan pembinaan maupun
pendampingan untuk mengembangkan kemampuan dan keahlian
masyarakat.SDM yang kurang memiliki kompetensi dalam penguasaan bahasa
asing.Serta sarana prasarana umum dan infrastruktur penunjang pengembangan

67
potensi masih minim sehingga dalam pelaksanaannya masih terkesan setengah-
setengah.

5.2 Saran

1. Untuk kedepannya penerapan dalam bidang promosi dan pemasaran kota


batu harus lebih mencapai sasaran karena kegiatan tujuan utama bidang
promosi dan pemasaran dinas pariwisata dan kebudayaan kota batuyaitu
menginformasikan, mempengaruhi dan membujuk, serta mengingatkan
konsumen sasaran tentang perusahaan dan bauran pemasarannya. Promosi
ini dilakukan sebagai usaha untuk memperbesar daya tarik objek wisata
serta menginformasikan atau memberitahukan objek-objek dan antraksi
wisata yang ada. Dengan seringnya melakukan promosi maka diharapkan
akan merangsang kunjungan wisatawan, diawali dengan komonikasi
persuasi untuk membangkitkan perhatian dan pada akhirnya berlanjut
menjadi minat untuk berkunjung.

2. Kerja sama dengan berbagai pihak terutama dengan media massa yang
selama ini telah terjalin harus di tingkatkan. Puhak-pihak tersebut
merupakan mitra utama dalam menjalankan kegiatan promosi pariwisata
kota batu.

3. Fasilitas sarana dan prasarana yang ada di kota batu harus tetap terjaga
sebaik mungkin agar wisatawan merasa nyaman ketika melakukan
perjalanan wisata ke kota batu. Hal ini penting untuk menjaga citra positif
kota Batu sebagai kota wisata dimata wisatawan.

68
DAFTAR PUSTAKA

Alfi, Alhuda. 2015. Strategi Pengembangan Pariwisata Kota Batu Dalam


Perspektif Entrepreneurial Government ( Studi Pada Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kota Batu (Online),
http://administrasipublik.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jap/article/view/
766

Akbar, Wildan. 2015. Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah Kota


Batu. (Online), https://www.scribd.com/doc/257727973/Rencana-Induk-
Pengembangan-Pariwisata-Daerah-Kota-Batu

Hidayah. 2011. Peranan pembangunan sektor pariwisata dalam peningkatan


pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batu.
(Online),http://library.um.ac.id/free-
contents/index.php/pub/detail/peranan-pembangunan-sektor-pariwisata-
dalam-peningkatan-pendapatan-asli-daerah-pad-kota-batu-feny-novianti-
nur-hidayah-47801.html

Jay. 2008. Peranan Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Kawasan Pariwisata


Kota Batu Malang. (Online),
http://melayuonline.com/ind/article/read/805/peranan-pemerintah-daerah-
dalam-pengembangan-kawasan-pariwisata-kota-batu-malang-

Mayang, Wida. 2012. Analisis Brandinf Kota Wisata Batu Studi Pada
Masyarakat Kota Wisata Batu. (Online),
http://www.academia.edu/4091500/ANALISIS_INTERNAL_BRANDIN
G_KOTA_WISATA_BATU_STUDI_PADA_MASYARAKAT_KOTA_
WISATA_BATU_

Ninda, Rahmadian. 2013. Dinas Pariwisata Kota


Batu.(Online),https://www.scribd.com/doc/242169215/Dinas-Pariwisata-
Kota-Batu. Diakses 10 Juli 2016

69
Slamet. 2014. Strategi Competitive Advantage untuk Membangun City Branding
Kota Batu Sebagai Kota Wisata. (Online),
http://www.academia.edu/20378966/Strategi_Competitive_Advantage_unt
uk_Membangun_City_Branding_Kota_Batu_Sebagai_Kota_Wisata

70
LAMPIRAN-LAMPIRAN

71
LAMPIRAN I DOKUMENTASI

72
Gambar 1.Wawancara dengan Kasubag Pengembangan SDM pariwisata

Gambar 2 Mendata Jumlah Hotel Di Kota Batu

73
Gambar 3 Menyiapkan Surat Untuk Kegiatan Gerakan Sadar Wisata &
Aksi Sapta Pesona

Gambar 4 Panitia Gerakan Sadar Wisata & Aksi Sapta Pesona di Desa Bumi
aji Batu

74
Gambar 5 Foto bersama Penari Acara Gerakan Sadar Wisata & Aksi Sapta
Pesona

75
Gambar 6 Foto Bersama Bapak Mulyo Adji (Ketua Pelaksana Acara
Gerakan Sadar Wisata & Aksi Sapta Pesona)

Gambar 7 Menginput Data Desa Wisata

76
Gambar 8 Foto Bersama Bapak Mulyo Adji (Pembimbing Magang di
Instansi)

77
Gambar 9 Foto Bersama Anggota Kelompok di Dinas Pariwisata
& Kebudayaan Kota Batu

Gambar 10 Foto Bersama Anggota Kelompok di Depan Balaikota


Among Tani Kota Batu

78
LAMPIRAN II
SURAT-SURAT

79
1. Formulir Pendaftaran Pelaksanaan Magang

80
2. Surat Pengantar Kegiatan Magang

81
3. Daftar Kehadiran dan Kegiatan Mahasiswa di Tempat Magang
A. Alfida Dawam Nurlita

82
83
B. Misfasuri

84
85
C. Alfi Zulfanada

86
87
4. Absensi Mahasiswa Magang

88
5. Surat Keterangan Telah Melakukan Kegiatan Magang

89