Anda di halaman 1dari 2

Faktor penyebab TMD

Penyebab dari TMD tidak jelas, TMD biasanya melibatkan lebih dari satu gejala dan sangat
jarang terjadi karena satu penyebab. TMD disebabkan karena beberapa faktor berjalan
bersama, termasuk trauma pada rahang dan penyakit sendi (arthritis).
Gerinda gigi, kebiasaan bruksisme, dan ketegangan otot pada kepala atau leher telah
dibuktikan belum tentu merupakan penyebab TMD, tapi hal itu semua dapat memperparah
atau memperpanjang gejala TMD. Kebiasaan bruksisme dan ketegangan otot pada kepala
atau leher seringkali harus dikontrol untuk mengurangi dan penanganan gejala TMD.
Orang-orang dengan TMD harus mengetahui bahwa kelainan TMD bersifat kronis. Banyak
faktor seperti stres, kesehatan secara psikologi, dan stabilitas emosional dapat berpengaruh
pada seberapa parah atau seberapa panjang gejala TMD pada seseorang akan bertahan.
Karena tidak ada perawatan instan yang dapat menangani gejala TMD ini, penanganan yang
paling sukses untuk perawatan TMD adalah penanganan diri sendiri dan mengkontrol faktor-
faktor yang dapat memperparah kelainan TMD ini.

Faktor-faktor yang berkaitan dengan TMD


1. Trauma
Trauma secara langsung pada rahang telah terbukti berhubungan onset dari gejala TMD.
Trauma secara langsung pada rahang dapat terjadi dari pukulan pada rahang, hiperextension
atau overstretching pada rahang, dan pada beberapa kasus kompresi pada rahang. Lamanya
atau kekuatan yang berlebihan pada prosedur perawatan gigi, intubasi untuk anastesi umum,
dan prosedur bedah untuk mulut, kerongkongan, esofagus, dan perut dapat menjadi faktor
trauma pada TMJ.
2. Kebiasaan buruk
Kebiasaan seperti gerinda gigi, bruksisme, menggigit bibir, menggigit kuku, mengunyah
permen karet, dan postur yang abnormal dari rahang adalah sangat umum dan tidak terbukti
sebagai penyebab TMD, tapi berhubungan dengan TMD dan mungkin dapat membuat gejala
TMD bertambah parah dan kronis.
3. Oklusi
Oklusi gigi merupakan kestabilan gigi-gigi dalam gigitannya. Para ahli percaya bahwa
maloklusi dapat menyebabkan TMD, tapi penelitian akhir-akhir ini tidak mendukung teori
tersebut. Penelitian telah menunjukkan bahwa kebanyakan pasien dengan TMD mempunyai
oklusi yang normal dan mayoritas orang-orang dengan maloklusi tidak mengalami kelainan
TMD. Maloklusi seringkali merupakan faktor kontribusi yang dapat memperparah TMD tapi
tidak pernah menjadi faktor utama penyebab kelaianan TMD.
4. Psikologikal
Banyak pasien dengan TMD mengatakan bahwa gejala TMD timbul atau bertambah parah
ketika mereka mengalami depresi, ansietas, dan peningkatan stres emosional. Penelitian
menunjukkan bahwa banyak pasien dengan TMD meningkat gejalanya ketika mengalami
depresi, ansietas, dan peningkatan stres emosional. Kebanyakan pasien akan mengalami
peningkatan kebiasaan gerinda gigi dan bruksisme ketika mereka mengalami depresi,
ansietas, dan peningkatan stres emosional.
5. Penyakit TMJ
Beberapa tipe artritis akan terjadi pada TMJ seperti pada sendi yang lain. Osteoartritis sangat
umum terjadi pada usia lanjut. Penyakit- penyakit seperti panyakit parkinson, myasthenia
gravis, stroke, amyotropic lateral sclerosis (Lou Gehrigs disease) akan menyebabkan
pergerakan rahang yang tidak terkontrol. Penyakit seperti tetanus (lock jaw) akan
menyebabkan kontraksi rahang dan otot yang tidak terkontrol.
6. Lain-lain
Penggunaan obat dan medikasi preskripsi tertentu dapat mempengaruhi sistem saraf pusat
dan otot yang dapat mempengaruhi TMD.