Anda di halaman 1dari 6

1) Leasing, anjak piutang, pembiayaan konsumen, usaha kartu kredit

adalah kegiatan-kegiatan pembiayaan. Coba jelaskan apa yang


dimaksud dengan kegiatan pembiayaan dan apa bedanya dengan
kegiatan Perbankan?
Jawab :
Kegiatan Pembiayaan : badan usaha yang melakukan kegiatan
pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang dana dan/atau barang
modal.

BANK LEMBAGA PEMBIAYAAN

Hanya menyediakan modal Menyediakan modal dan barang


modal
Dapat menarik dana langsung dari
Tidak dapat menarik dana
masyarakat melalui Giro, Deposito,
langsung dari masyarakat.
dan Tabungan

2) Perusahaan-perusahaan apa saja yang dapat melakukan kegiatan


pembiayaan tersebut?
Jawab : Melalui KEPRES No.61 Tahun 1988 tentang Lembaga
Pembiayaan dibuka peluang kegiatan usaha, yakni; Sewa Guna
Usaha (Leasing), Modal Ventura, Perdagangan Surat Berharga, Anjak
Piutang, Usaha Kartu Kredit, dan Pembiayaan Konsumen.
Diberikan kepada 3 badan usaha, yaitu:
a) Bank
b) Lembaga Keuangan Bukan Bank Badan usaha yang melakukan
kegiatan dibidang keuangan yang secara langsung atau tidak
langsung menghimpun dana dengan cara mengeluarkan surat
berharga dan menyalurkannya kedalam masyarakat guna
membiayai investasi berbagai perusahaan.
c) Perusahaan Pembiayaan Badan usaha diluar Bank dan lembaga
keuangan bukan Bank yang khusus didirikan untuk melakukan
pembiayaan.
3) Leveraged Leasing merupakan suatu teknik khusus dalam suatu
financial leasing. Jelaskan situasi khusus apakah yang menyebabkan
harus digunakannya teknik leveraged leasing?Siapa saja peserta
dalam suatu kegiatan leveraged leasing itu dan apa peranannya
masing-masing?
Jawab :
- Situasi khusus yang menyebabkan digunakannya Leveraged
Leasing adalah ketika suatu Badan Usaha memerlukan modal
yang sangat besar bagi investasinya akan tetapi kapasitas untuk
memperoleh keuntungan sangat kecil.
- Pihak-pihak dalam leveraged leasing adalah;
a. Packager/Underwriter pihak ketiga yang memprakarsai suatu
kontrak leverage. Tugasnya membuka pembicaraan dengan
peserta lain. Packager adalah mereka yang ahli dan
mengetahui seluk beluk leasing serta akibat-akibatnya di
bidang perpajakan. Selain membuka pembicaraan, packager
juga bertugas memberi nasihat kepada para pihak, atas
jasanya tersebut packager memperoleh fee.
b. Lesee pihak yang ingin mengadakan investasi atas alat
produksi/barang modal yang harganya sangat tinggi melalui
suatu leverage leasing
c. Peserta penyedia modal sendiri/equity participant
Dalam leverage leasing dana yang dibutuhkan dibedakan
menjadi 2;
1. Equity Capital modal yang disediakan oleh perusahaan-
perusahaan pembiayaan/leasing/yang disediakan lessor
20-40%. Equity Capital disediakan oleh beberapa
perusahaan leasing yang disebut participant, mereka inilah
yang disebut lessor karena terdiri dari beberapa badan
usaha maka untuk memudahkan tugas mereka
mengadakan suatu perjanjian yang disebut trust agreement
untuk mewakili mereka selaku lessor. Trust ini disebut
owner trusted.
2. Dana dari pihak ketiga, 60-80%, money lender
(Bank/Lembaga keuangan lain) tidak hanya satu bank.
Untuk memudahkan kerja sama antar bank, maka mereka
mengadakan suatu perjanjian yang disebut trust agreement
untuk membentuk trustee. Mereka diwakili oleh satu
trustee namanya Indenture Trustee.
d. Pabrikan/distributor
4) Factoring merupakan cara untuk menjamin stabilitas cash flow suatu
perusahaan. Jelaskan apa yang dimaksud dengan factoring dan
mengapa lembaga ini dapat menjamin cash flow? Uraikan bagaimana
mekanisme suatu International Factoring?
Jawab :
- Factoring adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian
atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka
pendek dari transaksi perdagangan dalam/luar negeri.
Dikatakan dapat menjamin cash flow suatu perusahaan karena
melalui kegiatan pembiayaan ini dimungkinkan terjadinya
peralihan utang dari perusahaan client ke perusahaan anjak
piutang.
- Mekanisme International Factoring
1. Eksportir mengadakan transaksi perdagangan importir di
negara lain yang transaksinya tak tunai.
2. Berdasarkan transaksi dagang antar negara tersebut, eksportir
mempunyai hak tagih kepada importir yang ada di negara
lain.
3. Karena eksportir butuh likuiditas, ia menghubungi perusahaan
lokal untuk melakukan likuiditas, perusahaan ini disebut local
factor
4. Jika local factor setuju atas permohonan tersebut, maka dibuat
perjanjian anjak piutang, eksportir sebagai client
5. Setelah perjanjian anjak piutang ditanda tangani, client harus
menyerahkan dokumen-dokumen mengenai transaksi dagang
tersebut pada local factor
6. Local factor akan melakukan pembayaran 80-90% nilai
tagihan pada client
7. Local factor akan menghubungi perusahaan anjak piutang
yang ada di negeri importir
8. Oversea factor diberi kuasa oleh local factor untuk menagih
utang piutang kepada importir jika sudah jatuh tempo. Local
factor serahkah dokumen-dokumen tersebut pada oversea
factor. Setelah jatuh tempo, oversea factor menagih pada
importir yang akan membayar 100% dari nilai tagih tersebut.
Tagihan tersebut dikurangi dengan komisi penagihan pada
oversea factor, sisanya diberikan pada local factor.
5) Sebutkan ciri-ciri sewa guna dengan hak opsi dan sewa guna tanpa
hak opsi! Sewa dengan hak opsi dapat merupakan suatu cara untuk
memberikan kredit sekaligus cara untuk berinvestasi. Jelaskan arti
pernyataan tersebut dan jelaskan kepentingan siapa pemberian kredit
dan investasi dilakukan!
Jawab :
- Financial Lease
1. Risiko ekonomis atas obyek leasing sepenuhnya ada pada
lesee oleh karena itu leseelah yang harus:
Memelihara obyek lease atas biayanya sendiri
Mengganti dan memperbaiki jika ada suku cadang
yang rusak/aus
Menyimpan obyek lease itu sedemikian rupa seolah-
olah benda itu merupakan miliknya
Mengasuransikan benda tersebut atas biayanya sendiri
dan menunjuk lessor sebagai pihak yang berhak
menerima ganti rugi jika terjadi evenement.
2. Selama perjanjian berlangsung hak milik atas barang tersebut
ada pada lessor tetapi lessor tidak menanggung risiko
ekonomis atas barang tersebut.
3. Perjanjian ini tidak dapat diputuskan sewaktu-waktu sebelum
lessor memperoleh penggantian atas jumlah yang telah
dikeluarkannya untuk membeli barang tersebut ditambah
dengan sejumlah bunga dan keuntungan
4. Lessee wajib membayar harga lease pada waktu-waktu yang
telah disepakati dan komponen harganya adalah angsuran
untuk harga barang + keuntungan untuk lessor + bunga untuk
lessor
5. Pada akhir masa lease lessee diberikan hak opsi untuk
membeli obyek lease tersebut berdasarkan nilai sisa atau
melease kembali barang tersebut dengan harga lease yang
lebih rendah.
- Operational Leasing
1. Risiko atas barang modal sepenuhnya ditanggung oleh lessor.
Karena lessor yang menanggung risiko ekonomis maka lessor
wajib untul :
Memelihara barang dan memperbaiki jika ada kerusakan
atas biayanya sendiri
Mengganti suku cadang yang rusak atau aus
Mengasuransikan barang tersebut atas biayanya sendiri
dan berhak menerima ganti rugi jika terjadi evenement
2. Kontrak bisa diputus sewaktu-waktu
3. Kontrak lease hanya meliputi sebagaian kecil saja dari umut
ekonomis barang tersebut
4. Selama perjanjian berlangsung pemilik benda tetap lesor dan
lessee hanya berhak untuk memakainya saja
5. Kontrak operational lease hanya mungkin diadakan untuk alat
produksi yang mudah laku saja sebab perkembangan nilai
benda semacam itu dapat diperhitungkan dan untuk
penjualannya tersedia pasar barang bekas yang luas
6. Untuk benda-benda bergerak kontrak operational lease
lazimnya ditawarkan oleh pabrikan atau distributornya saja
sebab merekalah yang mempunyai keahlian dan peralatan
yang dibutuhkan untuk merawat benda-benda tersebut
7. Pada akhir masa lease, obyek lease harus dikembalikan pada
lessor