Anda di halaman 1dari 8

PRACTICAL REPORT

RESPON MAKHLUK HIDUP TERHADAP SUATU


SIMULTAN

Created by:

Lutfi Yunial Ismi (12315244008)


Wulan Ambar Pratiwi (12315244017)
Fella Aryani (12315244025)

JURUSAN PENDIDIKAN IPA INTERNASIONAL


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2012
RESPON MAKHLUK HIDUP TERHADAP SUATU SIMULTAN
A. Tujuan
1. Memberikan contoh perilaku pada hewan
2. Membandingkan macam perilaku akibat berbagai macam simultan

B. Setting kegiatan
Bentuk kegiatan :
1. Desain eksperimen atau observasi
2. Melakukan eksperimen atau observasi
3. Merekam ataupun mencatat hasil eksperimen atau observasi

Objek :

Jenis hewan kucing

Langkah-langkah :

1. memilih kucing sebagai objek pengamatan


2. Merekam perilaku kucing tanpa memberikan simultan
3. Merekam perilaku kucing dengan memberikan simultan
4. mencatat hasil eksperimen atau observasi, dan membandingkan bentuk respon yang
muncul
5. menganalisa hasil yang diperoleh dan melakukan studi referensi untuk membuat suatu
simpulan
C. Dasar Teori

Perilaku adalah aktivitas yang timbul karena adanya stimulus dan respon atau
tanggapan, serta dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung(Sunaryo, 2004).
Perilaku baru terjadi apabila ada sesuatu yang diperlukanuntuk menimbulkan reaksi
atau disebut rangsangan. Rangsangan tertentuakan menghasilkan reaksi atau perilaku
tertentu. Dalam mengamati perilaku, kita cenderung untuk menempatkan diri pada
organisme yang kita amati, yakni dengan menganggap bahwa organisme tadi melihat dan
merasakan seperti kita. Ini adalah antropomorfisme (Y: anthropos = manusia), yaitu
interpretasi perilaku organisme lain seperti perilaku manusia. Semakin kita merasa
mengenal suatu organisme, semakin kita menafsirkan perilaku tersebut secara
antropomorfik.

Seringkali suatu perilaku hewan terjadi karena pengaruh genetis (perilaku bawaan
lahir atau innate behavior), dan karena akibat proses belajar atau pengalaman yang dapat
disebabkan oleh lingkungan. Pada perkembangan ekologi perilaku terjadi perdebatan antara
pendapat yang menyatakan bahwa perilaku yang terdapat pada suatu organisme merupakan
pengaruh alami atau karena akibat hasil asuhan atau pemeliharaan, hal ini merupakan
perdebatan yang terus berlangsung. Dari berbagai hasil kajian, diketahui bahwa terjadinya
suatu perilaku disebabkan oleh keduanya, yaitu genetis dan lingkungan (proses belajar),
sehingga terjadi suatu perkembangan sifat.

Innate merupakan perilaku atau suatu potensi terjadinya perilaku yang telah ada di
dalam suatu individu. Perilaku yang timbul karena bawaan lahir berkembang secara
tetap/pasti. Perilaku ini tidak memerlukan adanya pengalaman atau memerlukan proses
belajar, seringkali terjadi pada saat baru lahir, dan perilaku ini bersifat genetis (diturunkan).

Jenis prilaku yang terdapat pada hewan ada dua macam, yaitu:
Perilaku bawaan (Innate Behaviour)
Perilaku yang dikendalikan secara genetik. Jenis-jenis dari prilaku bawaan adalah
gerakan refleks yang merupakan bentuk sederhana dari prilaku bawaan dan insting yang
merupakan bentuk kompleksnya.
Perilaku hasil pembelajaran (Learned Behaviour)
Perilaku hasil pembelajaran berdasarkan pengalaman yang didapatkan organisme
dan menghsilkan perubahan perilaku. Perilaku ini tidak dibedakan dari jenis gen pada
organisme. Pembelajaran di dapatkan melalui adaptasi pada perubahan.
Pemetaan pada otak mengindikasikan kesamaan umum pengaturan pada kebanyakan otak
dan kemungkinan-kemungkinan bahwa setiap pengalaman akan direkam di dalam memori.
Meskipun sudah menunjukan perilaku pembelajaran pada organisme yang cukup mudah,
perilaku ini umumnya terdapat pada organisme yang memiliki sistem saraf yang lebih
kompleks.

Kucing, Felis silvestris catus, adalah sejenis karnivora. Kucing yang garis keturunannya
tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam,
manx, sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi.
Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia, sisanya adalah kucing dengan
keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.
Masa kehamilan atau gestasi pada kucing berkisar 63 hari. Anak kucing terlahir buta dan tuli.
Mata mereka baru terbuka pada usia 8-10 hari. Anak kucing akan disapih oleh induknya pada
usia 6-7 minggu dan kematangan seksual dicapai pada umur 10-15 bulan. Kucing dapat
mengandung 4 janin sekaligus karena rahimnya memiliki bentuk yang khusus dengan 4 bagian
yang berbeda.

Kucing biasanya memiliki berat badan antara 2,5 hingga 7 kilogram dan jarang melebihi 10 kg.
Bila diberi makan berlebihan, kucing dapat mencapai berat badan 23 kg. Tapi kondisi ini amat
tidak sehat bagi kucing dan harus dihindari. Dalam penangkaran, kucing dapat hidup selama 15
hingga 20 tahun, kucing tertua diketahui berusia 36 tahun. Kucing peliharaan yang tidak
diperbolehkan keluar rumah dan disterilkan dapat hidup lebih lama (mengurangi risiko
perkelahian dan kecelakaan). Kucing liar yang hidup di lingkungan urban modern hanya hidup
selama 2 tahun atau bahkan kurang dari itu.

Sering kali kucing menunjukkan perilaku memilih makanan. Hal ini dikarenakan mereka memiliki organ
pembau khusus di langit-langit mulutnya yang disebut sebagai organ vomeronasal atau organ Jacobson.
Ketika organ ini terstimulasi oleh suatu jenis makanan tertentu, kucing akan menolak makanan selain
makanan itu.

kucing adalah hewan pemburu, mereka berevolusi dari leluhur pemburu dan telah tertanam
dalam gen mereka kalau mereka pada dasarnya pemburu. Mereka berevolusi untuk bertahan
hidup dengan menangkap mangsa. Karakteristik ini bisa dilihat dari bentuk fisiknya, gerakannya
yang diam, pandangan malam, giginya yang tajam, kumisnya yang mendeteksi arus udara,
getaran, dan benda padat semuanya merupakan karakteristik predator.

Pada zaman Mesir Kuno, peran kucing menjadi begitu penting sampai-sampai ia diangkat
menjadi hewan suci. Dengan sejarah evolusi yang mendukung kemampuan berburu tersebut,
masuk akal bila berbagai perilakunya dijelaskan secara evolusioner. Jadi berikut penjelasan
beberapa perilaku kucing:

Kucing mengeong sebagai sinyal sosial kepada sesama kucing. Sinyal sosial ini bisa
berupa pertanda kalau ia butuh bantuan, merasa senang, atau merasa puas.
Kucing tidur rata-rata 16 jam sehari. Hal ini untuk mencharge tubuhnya untuk berburu.
Ketika berburu, kucing menggunakan energi secara mendadak, besar-besaran, dan cepat
agar dapat menangkap buruan secara efisien.
Sebagai persediaan makanan. Seperti halnya anjing, ketika kenyang namun masih ada
makanan, kucing akan menguburnya agar tidak diambil hewan lain.
Kucing menunjukkan eksistensi dirinya sebagai individu. Tindakan menatap matanya
langsung adalah tanda konflik dan kucing dapat marah walaupun tatapan itu sebentar.
Orang asing yang baunya tidak dikenal kucing harus menghindari kontak mata agar tidak
memberi sinyal konflik.
Kucing memukul lembut pada tubuh anda yang dikiranya payudara ibunya. Sang ibu
adalah tempat bernaung dan berlindung bagi sang anak kucing. Dengan memukul lembut
payudara ibunya, sang kucing dapat menghisap asi sang ibu. Ini menjelaskan mengapa
kucing yang manja umumnya kucing yang masih kecil.
Kucing punya kelenjar yang terangsang ketika mereka menyentuhkan bulunya. Itulah
feromon atau bau khas kucing sebagai penanda individu. Manusia juga punya bau yang
dapat dicium kucing. Jika kucing mencium bau manusia di tubuhnya, bau
karakteristiknya sendiri dapat tertutupi. Bau manusia begitu tajam sehingga mengalahkan
bau sang kucing sendiri. Sang kucing tidak terima ini dan segera menjilati bulunya agar
bau manusia hilang dan baunya kembali. Tidak heran begitu anda memeluknya terlalu
lama, ia akan segera lari dan membasuh dirinya.
Kucing mengibas-ngibaskan ekornya kekiri dan kekanan,
berarti kucing itu sedang marah atau merasa tidak nyaman.
Kucing mengaruk-garukkan kukunya ke mebel, sandal, cover speaker atau benda lain,
berarti dia sedang mengasah kukunya,
Telinga kucing anda bergerak ke depan,
berarti si kucing sedang excited dan gembira..
Kucing betina anda menguling-gulingkan badannya di tanah,
artinya si kucing cewek sedang birahi.
Kucing anda menjilati dirinya sendiri,
artinya si kucing sedang mandi.
D. Hipotesis6
E. Tabel Pengamatan

No Jenis Hewan Tidak diberi simultan Diberi simultan


1. Kucing Menjilati Dipegang
badannya ekornya mau
Jalan-jalan menggigit
Mengibas- Diberi
ibaskan ekornya makan
Menggesekkan
mendekati
telinga
makanannya
Dipegang
kepala dan
badan diam
ditempat dan
nurut
Jika didekati
manusia
mengeong

F. Pembahasan
Pada praktikum yang berjudul Respon Makhuk Hidup Terhadap Simultan yang
dilakukan pada hari Jumat tanggal 7 desember 2012 memiliki tujuan yaitu memberikan
contoh perilaku pada hewan dan membandingkan macam perilaku akibat berbagai
macam simultan. Pada praktikum in kami menggunakan objek pengamatan yang berupa
hewan kucing. Alat dan bahan yang digunakan yaitu kamera, alat tulis dan kucing.
Langkah pertama yang dilakukan adalah merekam perilaku tanpa memberikan stimulan.
Pada pengamatan ini perilaku kucing yang terjadi yaitu kucing suka berjalan-jalan ini
dimaksudkan buat olahraga. Kemudian kucing suka menjilati badannya artinya kucing
sedang mandi. Kucing mandi dengan cara menjilati badannya dikarenakan kucing takut
dengan air. Selanjutnya kucing suka mengibas-ibaskan ekornya kekanan dan kekiri, hal
ini disebabkan kucing sedang marah atau tidak nyaman dengan lingkungannya.
Kemudian telinga kucing bergerak kedepan dan kebelakang, hal ini berarti si kucing
sedang senang dan gembira.
Langkah kedua adalah merekam kucing dengan memberikan simultan kepadanya.
Simultan ini berupa diberi sentuhan, yang pertama yaitu dipegang ekornya, yang terjadi
kucing tersebut marah dan mau mencakar praktikan yang sedang memegang ekornya. Hal
ini dikarenakan dia merasa terganggu dengan perlakuan seperti itu. Kemudian saat diberi
makan, dia mendekati makanan tersebut dikarenakan

Kucing adalah hewan yang lazim berada di sekeliling kita, baik berupa kucing rumahan
maupun kucing liar

Seperti hewan yang lainnya, kucing memiliki perilaku bawaan dan perilaku belajar.

Dalam pengamatan ini, praktikan mengamati perilaku dari kucing peliharaan sebab
kucing peliharaan baik secara langsung maupun tidak langsung pasti akan memiliki
perilaku-perilaku tertentu yang diajarkan oleh pemiliknya sehingga dapat dibandingkan
antara perilaku bawaan dan perilaku belajarnya. kucing memiliki sifat bawaan yang tidak
dapat dihilangkan yang merupakan sifat yang diturunkan dari induknya, seperti jika
bertemu dengan kucing lain mereka akan bertengkar, jika merasa diganggu mereka akan
melindungi diri dengan cara mencakar, mereka akan mencari perabot untuk dicakar-cakar
(mengasah kukunya), mereka akan cenderung bosan bila berada terlalu lama di dalam
rumah, dan kucing menghabiskan waktu dengan tidur yang panjang untuk menghemat
energinya.

Adanya perilaku belajar dari kucing tersebut karena adanya perilaku yang dapat dibentuk
oleh pengalaman di lingkungan. Ditandai oleh norma reaksi yang sangat luas. Pemiliknya
telah mengajarkan hal-hal tertentu secara berulang-ulang dan terus-menerus pada kucing
sejak kecil, sehingga ada memori yang sangat kuat yang dapat diingat dan dilakukan oleh
kucing.

Hal tersebut (perilaku belajar) didukung dengan lingkungan tempat kucing tersebut
tinggal. Kucing hanya akan mendapatkan proses belajar dari pemiliknya tanpa
dipengaruhi oleh lingkungan luar yang mengarah pada menguatnya perilaku bawaan.
Setiap hewan mempunyai potensi untuk dilatih sebab mereka mempunyai kemampuan
untuk mempelajari suatu hal meskipun hanya secara terbatas. Hal tersebut sesuai dengan
komposisi otaknya.

Meskipun kucing tersebut dapat dilatih, tapi tetap saja perilaku-perilaku bawaan yang
didapat dari sang induk akan tetap ada, karena sifat-sifat tersebut merupakan sifat yang
diturunkan secara genetis. Dan sifat-sifat bawaan merupakan sifat yang secara langsung
dibutuhkan untuk bertahan hidup.