Anda di halaman 1dari 9

TUGAS DESAIN PEMBELAJARAN KIMIA

LEMBAR KERJA SISWA

NAMA : IDA PUSPITA SARI TAMBUNAN

NIM : A1C113028

DOSEN PENGAMPU :

UNIVERSITAS JAMBI

2015
Penelitian pengembangan merupakan penelitian yang bertujuan untuk
mengembangkan pengetahuan, teori pendidikan yang sudah ada, atau menghasilkan suatu
produk dalam bidang pendidikan (Sukardjo & Lis Permana Sari, 2009: 65). Model
pengembangan terdiri atas 3 jenis yaitu model prosedural, model konseptual, dan model
teoritik.

Model prosedural merupakan model yang bersifat deskriptif, yaitu menggariskan


langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Model konseptual yaitu
model yang bersifat analitis yang memberikan komponen komponen produk yang akan
dikembangkan serta keterkaitan antar komponen, sedangkan model teoritik adalah model
yang menunjukkan hubungan perubahan antar peristiwa.

Pada pelaksanaan pembelajaran di ruang kelas secara sistematis dengan


memadukan penggunaan teknologi dan media, yaitu dengan menggunakan model desain
pembelajaran kimia yaitu model ASSURE. Model ASSURE menggunakan tahapan demi
tahap untuk dapat membuat perancangan pembelajaran yang dapat dilihat dari nama model
tersebut, yaitu ASSURE. Menurut Smaldino (2007:86) A yang berarti Analyze learners, S
berarti State standard and Objectives, S yang kedua berarti Select strategi, techology, media
and materials, U berarti Utilize technology, media and maerials , R berarti Require learner
participation dan E berarti Evaluated and revise. Adapun tahapan dari model ASSURE yaitu
sebagai berikut :

Model desain pembelajaran ASSURE


Langkah pertama : mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik pebelajar yang
disesuaikan dengan hasil belajar. Jawaban sementara terhadap identifikasi dan analisis ini
akan menjadi pemandu dalam mengambil keputusan saat merancang kegiatan pembelajaran.
Adapun yang harus diperhatikan adalah karakteristik umum, kompetensi dasar spesifik
seperti pengetahuan, kemampuan dan sikap serta memperhatikan gaya belajar.

Langkah kedua : standar dan tujuan pembelajaran yang spesifik unuk kegiatan yang
dilakukan seperti halnya memperjelas tujuan, perilaku yang diinginkan, kondisi dan kinerja
yang akan diamati dan tingkat pengetahuan yang akan dikuasai.

Langkah ketiga : memilih strategi, teknologi dan media serta materi dapat
membangun jembatan diantara ketiga titik tersebut dengan memilih stategi pengajaran,
teknologi dan media yang disesuaikan , serta memutuskan materi yang akan diberikan.

Langkah keempat : menggunaan teknologi, media dan materi untuk membantu


pebelajar mencapai tujuan belajar yang melibatkan guru sebagai fasilitator.

Lngkah kelima : partisipasi pebelajar agar efektif, pengajaran sebaikanya


mengharusan keterlibatan aktif secara mental. Guna untuk bisa menerapkan pengetahuan
ataupun kmampuan baru dan menerima upan balik yang pada prakteknya kemandirian
pebelajar, pengajaran yang dibantu komputer, kegiatan internet ataupun kerja kelompok.

Langkah keenam : mengevaluasi dan merevisi yang dampak pada kegiatan yang telah
berlangsung terhadap pebelajar. Pada penilaian sebaiknya tidak memeriksa tingkat dima
pebelajar dapat mencapai tujuan belajar, serta dapat memeriksa keseluruhan proses
pengajaran dan dampak penggunaan teknologi dan media. Hal ini dapat dicocokkan antara
tujuan belajar dan hasil belajar pebelajar .

Suhadi (2007: 45) mengemukakan bahwa didalam perangkat pembelajaran terdapat


sejumlah bahan, alat, media, petunjuk, dan pedoman yang akan digunakan dalam proses
pembelajaran. Maka perangkat pembelajaran itu adalah sekumpulan media atau sarana yang
digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas, atau serangkaian
perangkat yang harus dipersiapkan guru dalam menghadapi pembelajaran di kelas bai itu
berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) , Handout Serta Soal Evaluasi dan
Jawaban, Lembar Kegiatan Siswa (LKS) , dan Media Pembelajaran (Powerpoint).

Menurut Trianto (2010: 111) Lembar kerja siswa (LKS) adalah panduan siswa
yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah. Lembar
kegiatan dapat berupa panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif maupun
panduan untuk pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan
eksperimen atau demontrasi. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) memuat sekumpulan kegiatan
mendasar yang harus dilakukan oleh siswa untuk memaksimalkan pemahaman dalam
upaya pembentukan kemapuan dasar sesuai indikator pencapaian hasil belajar yang
harus ditempuh. Pengaturan awal dari pengetahuan dan pemahaman siswa diberdayakan
melalui penyediaan media belajar yang pada setiap kegiatan eksperimen sehingga situasi
belajar menjadi lebih bermakna, dan dapat terkesan dengan baik pada pemahaman siswa.
Karena bernuansa keterbatasan maka muatan materi setiap lembar kegiatan siswa
pada setiap kegiatannya diupayakan agar dapat mencerminkan hal itu. Komponen
komponen LKS meliputi judul eksperimen, teori singkat tentang materi, alat dan bahan,
prosedur eksperimen, data pengamatan serta pertanyaan, dan kesimpulan untuk bahan
diskusi. Pada penelitian pengembangan desain pembelajaran kimia ini akan membahas
tentang model desain pembelajaran kimia pada model ASSURE pada materi elektrolit dan
non elektrolit pada serangkaian perangkat pembelajaran berupa lembar kegiatan siswa (LKS).

LEMBAR KERJA SISWA

( LKS )

Mata Pelajaran : KIMIA

Materi pelajaran : Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

Nama :

Kelas :

Kelompok :

Petunjuk :

1. Bacalah langkah-langkah percobaan uji larutan elektrolit dan nonelektrolit di


bawah.
2. Lakukan percobaan sesuai dangan langkah-langkah tersebut.
3. Tulis hasil pengamatan pada tabel pengamatan yang telah tersedia.

TujuanPercobaan:

1. Mengetahuiperbedaan cirri-cirilarutanelektrolitdannonelektrolit
2. Mengamatigejala-
gejalapenghantararuslistrikberbagailarutandanmenyimpulkanhasilnya.

Langkah-langkah percobaan :

1. Rangkailah alat uji elektrolit seperti pada gambar di bawah ini


2. Masukkan kedua elektroda ke dalam larutan yang telah disediakan.
3. Catat perubahan yang terjadi kemudian tulis hasil pengamatan pada tabel pengamatan.
4. Lakukan percobaan pada poin nomor 2 untuk jenis larutan yang berbeda.
5. Tuliskan pengamatan andapadatabelberikut.

Tabel Pengamatan.

Pengamatan
Nyala Lampu Gelembung Daya Hantar
No. Jenis Larutan
Udara Listrik
1. garam dapur (NaCl) - ......... - ......... - ...........
- ......... - ......... - ...........
2. Larutan gula (C6H12O6)
- ......... - ......... - ...........
3. Larutan asam asetat (CH3COOH) - ......... - ......... - ...........
- ......... - ......... - ...........
4. Air aki (H2SO4)
5. Alkohol (C2H5OH)

Kesimpulan : . . . . .

Pertanyaan :

1. Berdasarkan hasil pengamatan anda, apakah semua larutan dapat menyalakan lampu ?
2. Larutan apa saja yang bisa menyalakan lampu ?
3. Larutan apa saja yang tidak dapat menyalakan lampu ?
4. Larutan apa saja yang menimbulkan gelembunh-gelembung udara ?
5. Berdasarkan pengamatan anda, golongkan larutan-larutan tersebut kedalam larutan
elektrolit dan nonelektrolit.
6. Kesimpulan apa yang dapat diperoleh dari percobaan ini ?

KUNCI JAWABAN LKS

Pengamatan
Nyala Lampu Gelembung Daya Hantar
No. Jenis Larutan
Udara Listrik
1. Larutan garam dapur (NaCl) - Terang - Banyak - Elektrolit kuat
- Tidak nyala - Tidak ada - Nonelektrolit
2. Larutan gula (C6H12O6)
- Tidak nyala - Sedikit - Elektrolit
3. Larutan asam asetat (CH3COOH) - Terang - Banyak
lemah
- Tidak nyala - Tidak ada
4. Air aki (H2SO4) - Elektrolit kuat
- Nonelektrolit
5. Alkohol (C2H5OH)

Jawaban :

1. Tidak.
Larutan yang dapat menyalakan lampu adalah larutan garam dapur dan air aki.
2. Larutan asam asetat, larutan gula dan alkohol
3. Larutan garam dapur, larutan asam asetat dan air aki.
4. Yang termasuk larutan elektrolit adalah larutan garam dapur, larutan asam asetat dan air
aki. Yang merupakan larutan nonelektrolit adalah larutan gula dan alkohol.
5. Dari hasil percobaan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
Larutan garam dapur dan air aki merupakan elektrolit kuat
Larutan gula dan alkohol merupakan Nonelektrolit
Larutan asam asetat merupakan elektrolit lemah
Larutan elektrolit kuat memiliki ciri-ciri lampu menyala terang dan banyak terdapat
gelembung udara.
Larutan elektrolit lemah memiliki ciri-ciri nyala lampu redup atau tidak menyala dan
sedikit terdapat gelembung udara.
Larutan nonelektrolit memiliki ciri-ciri lampu tidak menyala dan tidak terdapat
gelembung udara.

KESIMPULAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut:

1. Perangkat pembelajaran materi Elektrolit dan Nonelektrolit untuk SMA/MA kelas


X IPA telah berhasil dikembangkan menggunakan model prosedural seperti model
desain pembelajaran kimia ASSURE.

2. Kualitas perangkat pembelajaran berupa lembar kerja siswa (LKS) merupakan


panduan siswa yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau
pemecahan masalah gunanya sebagai panduan untuk latihan pengembangan aspek
kognitif maupun panduan untuk pengembangan semua aspek pembelajaran
dalam bentuk panduan eksperimen atau demontrasi.

3. Desain pembelajaran adalah praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan


isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara
guru dan peserta didik serta model ASSURE itu merupakan suatu model yang
merupakan sebuah formulasi untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau disebut
juga model berorientasi kelas.

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka peneliti memberikan saran sebagi
berikut :

1. Perlu diuji coba di lapangan untuk lebih lanjut mengetahui kualitas dan
kelayakan perangkat pembelajaran materi Elektrolit dan Nonelektrolit.

2. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai pengembangan perangkat


pembelajaran dengan materi yang lebih luas lagi.

3. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai pengembangan perangkat


pembelajaran dengan berbagai komponen yang lebih inovatif.

4. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai pengembangan perangkat


pembelajaran dengan reviewer yang lebih banyak sehingga perangkat
pembelajaran tersebut dapat memenuhi kriteria kualitas lebih baik lagi.

5. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai pengembangan perangkat


pembelajaran dengan materi yang lebih luas lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Smaldino, E Sharon, dkk, 2011. Teknologi Pembelajaran dan Media untuk Belajar,
diterjemahkan oleh arif rahman dari Istrukturional Technology And Media For Learning,
Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Suhadi. 2007. Petunjuk Perangkat pembelajaran. Surakarta : Universitas Muhammadyah.

Sukardjo dan Lis Permana Sari. 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan Kimia. Yogyakarta:
FMIPA UNY.
Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.