Anda di halaman 1dari 14

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Kanker kulit ialah suatu penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel
kulit yangtidak terkendali, dapat merusak jaringan di sekitarnya dan mampu menyebar
ke bagian tubuhyang lain Kanker kulit kelainan pada sel kulit yang disebabkan oleh
mutasi pada DNA sel, yang membuat pertumbuhan sel cepat, usia sel lebih panjang dan
sel kehilangan sifat dasarnya. Kanker kulit umumnya terjadi pada bagian kulit yang
sering terkena sinar matahari, namun kondisi ini juga dapat terjadi pada bagian kulit
yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sebenarnya kanker kulit tidak
diketahui secara pasti, namun faktor lingkungan dan sinar UV serta kebersihan diri dan
lingkungan merupakan faktor utama penyebab kanker kulit.Angka kejadian kanker kulit
lebih banyak terdapat pada orang dengan pola hidup yang tidak bersih dan sering
terpajang sinar matahari

Kanker kulit suatu penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel kulit
yang tidak terkendali, dapat merusak jaringan di sekitarnya dan mampu menyebar ke
bagian tubuh yang lain. Karena kulit terdiri atas beberapa jenis sel, maka kanker kulit
juga bermacam-macamsesuai dengan jenis sel yang terkena.Akan tetapi yang paling
sering terdapat adalah karsinomasel basal (KSB), karsinoma sel skuamosa (KSS) dan
melanoma maligna (MM). Karsinomasel basal dan karsinoma sel skuamosa seringkali
digolongkan ke dalam kanker kulit non melanoma.
Berdasarkan jenis sel yang diserang, kanker kulit dibagi menjadi dua jenis yaitu:

1. Melanoma. Ini merupakan kanker kulit yang terjadi pada bagian melanosit atau
sel-sel penghasil pigmen kulit. Kanker kulit melanoma merupakan kanker kulit
yang jarang terjadi, namun berbahaya.
2. Kanker kulit non-melanoma. Ini merupakan kanker kulit yang terjadi pada
jaringan kulit selain melanosit. Kanker kulit non-melanoma dibedakan menjadi
dua jenis sebagai berikut:
a. Karsinoma Sel Basal (Basal Cell Carcinoma, BCC), yaitu kanker kulit yang
terjadi pada bagian bawah epidermis. Kanker sel basal merupakan jenis
kanker non-melanoma yang paling umum terjadi pada manusia.
b. Karsinoma Sel Skuamosa (Squamous Cell Carcinoma, SCC), yaitu kanker
kulit yang terjadi pada bagian atas epidermis. Kanker sel skuamosa cukup
umum terjadi, namun frekuensinya tidak sebanyak kanker sel basal.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1.2.1 Apa definisi dari kanker kulit?
1.2.2 Apa etiologi kanker kulit?
1.2.3 Apa patofisiologi kanker kulit?
1.2.4 Apa klasifikasi kanker kulit?
1.2.5 Bagaimana manifestasi klinis kanker kulit?
1.2.6 Bagaimana pencegahan kanker kulit?
1.2.7 Bagaimana pemeriksaan diagnosik kanker kulit?
1.2.8 Bagaimana komplikasi kanker kulit?

1.3 TUJUAN
1.3.1 Untuk mengetahui definisi dari kanker kulit?
1.3.2 Untuk mengetahui etiologi kanker kulit?
1.3.3 Untuk mengetahui patofisiologi kanker kulit?
1.3.4 Untuk mengetahui klasifikasi kanker kulit?
1.3.5 Untuk mengetahui manifestasi klinis kanker kulit?
1.3.6 Untuk mengetahui pencegahan kanker kulit?
1.3.7 Untuk mengetahui pemeriksaan diagnosik kanker kulit?
1.3.8 Untuk mengetahui komplikasi kanker kulit?

1.4 MANFAAT
1.4.1 Agar kita dapat mengetahui definisi dari kanker kulit?
1.4.2 Agar kita dapat mengetahui etiologi kanker kulit?
1.4.3 Agar kita dapat mengetahui patofisiologi kanker kulit?
1.4.4 Agar kita dapat mengetahui klasifikasi kanker kulit?
1.4.5 Agar kita dapat mengetahui manifestasi klinis kanker kulit?
1.4.6 Agar kita dapat mengetahui pencegahan kanker kulit?
1.4.7 Agar kita dapat mengetahui pemeriksaan diagnosik kanker kulit?
1.4.8 Agar kita dapat mengetahui komplikasi kanker kulit?

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi
Kanker kulit adalah kelainan pada sel kulit yang disebabkan oleh mutasi pada
DNA sel, yang membuat pertumbuhan sel cepat, usia sel lebih panjang dan sel
kehilangan sifat dasarnya. Kanker kulit umumnya terjadi pada bagian kulit yang sering
terkena sinar matahari, namun kondisi ini juga dapat terjadi pada bagian kulit yang tidak
terkena sinar matahari secara langsung
2.2 Etiologi
Umumnya kanker kulit disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet sehingga
menyebabkan kerusakan DNA pada jaringan kulit. Sumber utama sinar ultraviolet
adalah sinar matahari yang terdiri dari tiga jenis yaitu :

Ultraviolet A (UVA)

Ultraviolet B (UVB)

Ultraviolet C (UVC)

Dari ketiga jenis sinar ultraviolet tersebut, yang paling berbahaya bagi kulit
adalah sinar UVC. Akan tetapi sinar UVC dapat diserap oleh atmosfer sebelum
mencapai tanah. UVA dan UVB dapat merusak sel-sel kulit, terutama yang berwarna
pucat, dan berpotensi menyebabkan kanker kulit. Sumber sinar UV buatan seperti
lampu UV dan tanning bed juga dapat menyebabkan kanker kulit.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kulit
adalah:
1. Memiliki kulit putih. Setiap orang, terlepas dari warna kulitnya, dapat menderita
kanker kulit. Namun kulit putih memiliki perlindungan terhadap sinar UV yang
lebih lemah dibandingkan dengan kulit yang lebih gelap. Kulit yang lebih gelap
memiliki jumlah melanin lebih banyak sehingga memliki perlindungan terhadap
sinar UV yang lebih kuat. Selain itu mudahnya terbentuk bintik-bintik pada kulit
menandakan kulit tersebut lebih rentan terkena kanker kulit.
2. Sering terpapar sinar matahari. Orang yang sering terpapar sinar matahari lebih
berisiko mengalami kanker kulit dibandingkan dengan mereka yang jarang
terpapar sinar matahari. Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan paparan
sinar matahari antara lain
3. Tinggal di daerah yang memiliki iklim cerah.
4. Tinggal di daerah yang lebih tinggi.
5. Tahi lalat. Orang yang memiliki banyak tahi lalat atau memiliki tahi lalat yang
abnormal (berukuran lebih besar dari biasanya) lebih berisiko terkena kanker
kulit dibandingkan dengan orang yang memiliki sedikit tahi lalat.
6. Usia. Orang dengan usia lanjut lebih mudah terkena kanker kulit dibandingkan
dengan anak-anak atau remaja.
7. Kulit yang pernah terbakar sinar matahari (sunburn). Kulit yang melepuh akibat
sinar matahari membuat kulit lebih berisiko terkena kanker kulit, terutama jika
pelepuhan kulit tersebut terjadi pada waktu anak-anak atau remaja.
8. Actinic keratosis. Pada orang dengan warna kulit cerah, pajanan sinar matahari
mudah menyebabkan terbentuknya bercak-bercak berupa penebalan kulit yang
bersisik pada daerah wajah, tangan, dan kepala. Kondisi ini merupakan pra
kanker, dan sangat berpotensi berubah menjadi kanker kulit.
9. Riwayat kanker kulit. Jika seseorang pernah mengalami kanker kulit dan
sembuh, ada kemungkinan bahwa kondisi yang sama akan muncul kembali.
10. Riwayat kanker kulit pada anggota keluarga. Seseorang berisiko tinggi terkena
kanker kulit jika memiliki saudara atau orang tua yang pernah menderita kanker
kulit.
11. Pelemahan sistem imun. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
memiliki risiko tinggi terkena kanker kulit. Termasuk juga penderita HIV/AIDS,
orang yang mengonsumsi obat imunosupresan, dan penerima transplantasi
organ.
12. Terapi radiasi. Penderita eksim atau jerawat yang diberikan terapi radiasi
memiliki risiko tinggi terkena kanker kulit, terutama kanker sel basal.
13. Paparan bahan kimia tertentu. Beberapa bahan kimia bersifat karsinogenik,
seperti arsenik, dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit.

2.3 Patofisiologi
Kanker kulit atau skin cancer berawal dari tumor jinak (tahi lalat, kista dll) dan
tumor ganas (kanker). Diantaranya ada keadaan yang disebut prakanker, yaitu penyakit
kulit yang dapat berubah menjadi ganas atau kanker kulit. Misalnya kemerahan karena
terkena arsen atau matahari, jaringan parut menahun, beberapa jenis benjolan yang
membesar perlahan, penyakit kulit karena penyinaran, beberapa jenis tahi lalat, bercak
keputihan dirongga mulut atau lidah dan kemaluan, tahi lalat besar yang sudah ada sejak
lahir dan lain-lain. Disamping itu terdapat juga keadaan yang disebut genodermatosis,
yaitu penyakit kulit yang disebabkan oleh karena kelainan gen yang dihubungkan
dengan keganasan. Contohnya penyakit xeroderma pigmentosum. Keadaan-keadaan
tersebut diatas ada kaitannya dengan kanker kulit
2.4 Klasifikasi
Kanker kulit secara umum dibagi atas dua golongan besar yaitu, non malenoma
maligna dan malenoma maligna. Non malenoma maligna terbagi menjadi dua yaitu
karsinoma sel basal (KSB) dan karsinoma sel skuamosa (KSS)
1. Non malenoma maligna
a. Karsinoma sel basal (KSB)
Basalioma atau karsinoma sel basal (KSB) merupakan kanker kulit yang
timbul dari lapisan sel basal epidermis atau folikel rambut.Kanker kulit jenis ini
tidak mengalami penyebaran (metastasis) ke bagian tubuh lainnya, tetapi sel
kanker dapat berkembang dan menyebabkan kerusakan jaringan kulit sekitarnya.
Karsinoma sel basal merupakan kanker kulit yang paling sering ditemukan
b. . Karsinoma sel skuamosa (KSS)
Karsinoma sel skuamosa merupakan proliferasi maligna yang timbul dari
dalam epidermis.Meskipun biasanya muncul pada kulit yang rusak karena sinar
matahari, karsinoma ini dapat pula timbul dari kulit yang normal atau lesi yang
sudah ada sebelumnya
Kanker ini merupakan permasalahan yang lebih gawat karena sifatnya
invasivedengan mengadakan metastase lewat system limfatik atau
darah.Metastase menyebabkan 75% kematian akibat dari karsinoma sel
skuamosa

2. Melanoma maligna
Melanoma maligna merupakan neoplasma maligna dengan terdapatnya melanosit
(sel-sel pigmen) dalam lapisan epidermis maupun dermis (dan kadang-kadang sel
subkutan).
Melanoma Maligna merupakan suatu jenis sel kanker kulit yang paling ganas dan
berasal dari system melanositik kulit. Biasanya menyebabkan metastasis yang luas
dalam waktu yang singkat, tidak saja melalui aliran limfe ke kelenjar regional, tetapi
juga menyebar melalui aliran darah kealat-alat dalam serta dapat menyebakan
kematian
Melanoma Maligna adalah tumor ganas kulit yang berasal dari melanosit dengan
gambaran berupa lesi kehitam-hitaman pada kulit
Klasifikasi melanoma maligna:
1. Melanoma superfisial
Melanoma dengan penyebaran superfisial terjadi pada setiap bagian tubuh
dan merupakan bentuk melanoma yang paling sering ditemukan. Melanoma ini
sering ditemukan serta ektremitas bawah.
2. Melanoma lentigo-maligna
Melanoma lentigo-maligna merupakan lesi berpigment yang tumbuh dengan
lambat pada daerah kulit yang terbuka,khususnya permukaan dorsal
tangan,kepala dan leher pada orang yang berusia lanjut.
3. Melanoma noduler
Melanoma noduler merupakan noul yang berbentuk sferis yang menyerupai
blueberry dengan permukaan yang relatife licin seta berwarna biru hitam yang
seragam. Melanoma noduler akan menginvasi langsung kedalam lapisan dermis
didekatnya (pertumbuhan vertikel) dan dengan demikian memiliki prognosis yang
buruk.

4. Melanoma akral-lentigonosa
Melanoma akral-lentigonosa merupakan bentuk melanoma yang terdapat
didaerah yang terlalu terpajar sinar mataharidan tidak terdapat difolikel rambut.
Jenis melanoma ini sering terdapat ditelapak kaki,telapak tangan, dasar kuku dan
membrane mukosa yang berkulit gelap.
2.5 manifestasi klinis
Kanker kulit umumnya terjadi pada daerah yang sering terkena sinar matahari
seperti pada kulit kepala, wajah, bibir, telinga, leher, dada, lengan, dan tungkai. Akan
tetapi pada beberapa kasus, kanker kulit juga dapat terjadi di daerah yang jarang
terkena sinar matahari seperti di telapak tangan dan kaki, bagian bawah jari, bahkan di
daerah genital. Kanker kulit dapat terjadi pada siapa saja, termasuk pada orang yang
memiliki warna kulit gelap. Gejala-gejala kanker kulit berbeda untuk tiap jenisnya.
Gambaran umumnya adalah sebagai berikut :
1. Karsinoma Sel Basal (BCC). BCC umumnya terjadi pada daerah yang sering
terkena sinar matahari seperti leher atau wajah. Gejala kanker sel basal di antaranya
adalah:
a. Benjolan lunak dan mengkilat pada kulit.
b. Lesi berbentuk datar pada kulit berwarna cokelat gelap atau cokelat kemerahan
seperti daging.
2. Karsinoma Sel Skuamosa (SCC). SCC juga pada umumnya terjadi di daerah kulit
yang terkena sinar matahari. Namun pada orang berkulit gelap, kanker sel
skuamosa sering terjadi pada kulit di bagian tubuh yang jarang terkena sinar
matahari. Gejala SCC secara umum adalah sebagai berikut.
a. Benjolan merah keras pada kulit.
b. Lesi pada kulit yang berbentuk datar dan bersisik keras seperti kerak.
3. Melanoma. Melanoma dapat tumbuh di bagian kulit manapun, baik di kulit normal
atau pada tahi lalat yang sudah ada yang berubah menjadi ganas. Pada laki-laki,
kanker melanoma biasanya muncul pada wajah dan badan. Sedangkan pada
perempuan, melanoma lebih sering muncul di tungkai bawah. Baik pada laki-laki
maupun perempuan, melanoma dapat muncul di bagian kulit yang tidak terkena
sinar matahari. Melanoma dapat dialami siapa saja terlepas dari warna kulitnya.
Pada orang berkulit gelap, melanoma umumnya terjadi pada telapak tangan atau
kaki dan bagian bawah jari tangan atau kaki. Gejala melanoma yang umumnya
terjadi adalah sebagai berikut:
a. Benjolan berwarna cokelat dengan bintik-bintik hitam pada benjolan tersebut.
b. Tahi lalat yang mengalami perubahan warna dan ukuran atau mengeluarkan
darah.
c. Munculnya lesi kecil pada kulit dengan tepi yang tidak beraturan, atau lesi
berwarna merah, putih, biru, serta biru kehitaman.

d. Munculnya lesi berwarna gelap pada telapak tangan, telapak kaki, ujung jari
tangan atau kaki.
e. Munculnya lesi berwarna gelap pada membran mukosa di dalam mulut, hidung,
vagina, atau anus
2.6 Pencegahan
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker
kulit:
1. Menghindari sinar matahari pada tengah hari. Langkah ini dapat dilakukan
dengan mengatur jadwal aktivitas di luar ruangan pada siang hari. Akumulasi
sinar UV yang mengenai kulit dalam jangka waktu lama dapat merusak kulit dan
menyebabkan kanker. Dengan menghindari sinar matahari pada waktu siang
hari, akumulasi sinar UV dapat dikurangi.
2. Menggunakan tabir surya secara rutin. Sunscreen atau tabir surya tidak dapat
menyerap seluruh jenis radiasi UV yang berbahaya, namun dapat mengurangi
efek buruk dan kerusakan pada kulit yang diakibatkan oleh sinar matahari.
3. Menggunakan pakaian yang dapat melindungi dari sinar matahari. Dikarenakan
tabir surya tidak dapat menyerap radiasi UV seluruhnya, menggunakan pakaian
yang menutupi badan, termasuk lengan dan kaki, dapat memberikan
perlindungan tambahan terhadap efek buruk sinar matahari. Selain itu, topi dan
kacamata hitam dapat memberikan perlindungan lebih bagi kepala dan mata dari
radiasi sinar matahari, terutama UVA dan UVB.
4. Menghindari penggunaan tanning bed. Tanning bed yang digunakan untuk
menggelapkan warna kulit memancarkan radiasi UV yang dapat berbahaya bagi
kulit.
5. Berhati-hati dalam menggunakan obat dengan efek samping terhadap kulit.
Beberapa jenis obat seperti antibiotik meningkatkan sensitivitas kulit terhadap
cahaya. Jika mengonsumsi obat dengan efek samping tersebut, hendaknya
mengurangi aktivitas di luar ruangan terutama pada tengah hari.
6. Melakukan pengecekan kulit secara rutin dan mengonsultasikan perubahan kulit
yang dirasa tidak wajar kepada dokter.
2.5 Pemeriksaan diagnostik
1. Laboratorium test dan Cuci darah.
Test lab dan pemeriksaan darah membantu mendiagnosa kanker. Sebagian
malignasi dapat merubah komposisi atau status hematologic
2. Biopsy jaringan
Hasil biopsy memastikan diagnosis melanoma. Spesimen biopsy yang diperoleh
dengan cara eksisi mengungkapkan informasi histologik mengenai tipe, taraf
invas dan ketebalan lesi. Biopsy insisi harus dilakukan jika lesi yang dicurigai
terlalu luas untuk dapat diangkat dengan aman tanpa pembentukan sikatriks
yang berlebihan Spesimen biopsy yang diperoleh dengan pemangkasan,
kuratasee atau aspirasi jarum dianggap bukan bukti histologik penyakit yang
dapat diandalkan.
3. Pemeriksaan darah, pemeriksaan sinar x, dan atau CT scan.
Untuk melanoma yang lebih dalam, pemeriksaan mungkin diindikasikan untuk
menemukan adanya metastase penyakit.Ini meliputi pemeriksaan darah,
pemeriksaan sinar x, dan atau CT scan.
2.6 Penatalaksanaan
1. Pembedahan eksisi yang dikombinasikan dengan cangkok kulit. Tujuannya
adalah untuk mengangkat sel-sel kanker dan mencegah agar tidak menyebar.
2. Pembedahan mikrografik Mohs (Mohs micrographic surgery/MMS). Metode ini
digunakan jika sel-sel kanker dikhawatirkan sudah menyebar atau terjadi pada
bagian kulit yang sangat penting, seperti pada daerah mata atau hidung. Dalam
bedah MMS, bagian tepi jaringan kanker diperiksa secara mikroskopis untuk
memastikan semua sel kanker sudah terbuang seluruhnya. Jika jaringan kanker
masih ada, pembedahan dilakukan kembali.
3. Kuretase. Metode pengobatan ini diterapkan pada kanker non-melanoma yang
berukuran sangat kecil. Di sini dokter akan melakukan pengerokan jaringan
kanker hingga tersisa jaringan yang sehat, kemudian melakukan pembakaran
(kauterisasi). Prosedur metode kuretase dapat dilakukan beberapa kali untuk
memastikan tidak ada sel kanker yang tersisa.
4. Krioterapi. Metode pengobatan kanker ini dilakukan dengan menggunakan suhu
dingin untuk mematikan sel-sel kanker pada stadium awal. Dalam krioterapi,
pasien akan diberikan nitrogen cair untuk membekukan jaringan kanker yang
menyebabkan terbentuknya koreng pada daerah tersebut. Setelah beberapa
minggu, koreng yang mengandung jaringan kanker kemudian akan terlepas
dengan sendirinya.
5. Krim antikanker. Krim antikanker digunakan untuk pengobatan jaringan kanker
yang hanya terdapat pada lapisan atas kulit, seperti kanker sel basal atau
penyakit Bowen. Terdapat dua jenis krim anti kanker yaitu:
a. Krim kemoterapi
b. Krim perangsang sistem imun
6. Terapi fotodinamis. Terapi ini digunakan untuk mengobati kanker sel basal,
penyakit Bowen, dan keratose asitinik. Terapi ini menggunakan krim tertentu
untuk membuat kulit kanker menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Setelah krim
digunakan, kulit disinari dengan cahaya berintensitas kuat untuk membunuh sel
kanker.
7. Radioterapi. Yaitu pengobatan melalui metode radiasi. Terapi ini dilakukan jika
pembedahan tidak bisa dilakukan atau kanker sudah menyebar secara luas.
8. Elektrokemoterapi. Ini merupakan metode kemoterapi yang lebih rumit, namun
lebih efektif. Elektrokemoterapi diterapkan jika metode pembedahan,
radioterapi, dan kemoterapi tidak bekerja secara efektif dalam menghilangkan
kanker. Elektrokemoterapi dilakukan dengan cara memberikan kemoterapi
kepada pasien secara intravena, yang diikuti dengan pemberian kejutan aliran
listrik menggunakan elektroda ke jaringan kanker. Aliran listrik akan
mempermudah obat kemoterapi untuk masuk ke dalam sel kanker sehingga sel
kanker menjadi lebih mudah dirusak. Metode ini biasanya dilaksanakan dengan
menggunakan anestesi total kepada pasien, meskipun pada beberapa kasus,
pasien hanya diberikan anestesi lokal. Prosedur elektrokemoterapi biasanya
berlangsung selama beberapa jam dan hasilnya dapat terlihat dalam enam
minggu.
2.7 Komplikasi
1. Kecacatan karena pembedahan terutama bila kanker kulit tersebut kambuh ada
wajah yang membutuhkan reseksi ulang, atau jika eksisi luas dibutuhkan seperti
halnya ada melanoma.
2. metastase penyakit ke otak biasanya fatal kecuali bila reseksi pembedahan masih
mungkin di lakukan. Serta dapat menimbulkan metastase tulang dan dapat
menimbulkan nyeri berat dan mengarah pada fraktur dan kompresi medulla
spinalis.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kanker kulit adalah penyakit dimana kulit kehilangan kemampuannya untuk
generasi dan tumbuh secara normal.Sel-sel kulit yang sehat secara normal dapat
membelah diri secara teratur untuk menggantikan sel-sel kulit mati dan tumbuh
kembali. Kanker kulit adalah jenis kanker yang terletak dipermukaan kulit,sehingga
mudah dikenali. Namun karena gejala awal yang ditimbul dirasakan tidak begitu
menganggu,sehingga penderita terlambat melakukan pengobatan.
Penyebab pasti dari kanker kulit belum ditemukan secara pasti, namun ada beberapa
factor resiko yang dapat menyebabkan timbulnya kanker kulit yaitu: Paparan Sinar
Ultraviolet (UV), Kulit Putih, Paparan Karsinogen, Genetik/Faktor Keturunan.
Ada beberapa kelainan kulit yang harus dicurigai sebagai kanker kulit yaitu :Benjolan
kecil yang membesar , Benjolan yang permukaannya tidak rata dan mudah berdarah,
Tahi lalat yang berubah warna, Koreng atau borok dan luka yang tidak mau sembuh,
Bercak kecoklatan pada orang tua, Bercak hitam ysng menebal pada telapak kaki dan
tangan

DAFTAR PUSTAKA

https://www.alodokter.com/kanker-kulit

https://www.scribd.com/document/178609225/Kanker-Kulit-XxX

http://doktersehat.com/kanker-kulit-3/

https://id.wikipedia.org/wiki/Kulit_manusia

http://ojs.unud.ac.id/index.php/eum/article/viewFile/4944/3740