Anda di halaman 1dari 19

Analisis Kebijakan Bisnis

The Costco Wholesale Corporation


Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Seminar Kebijakan Bisnis
Dosen Pengampu :
Hanifa Maulani Ramadhan, SAB, MAB.

Disusun Oleh :
Kelompok 7

PUSPITA AYU NINGTIAS 145030201111077


MOHAMMAD FAATHIR AL-HAKIM 145030201111084
STEVAN EVIRRIO 145030201111085
MUHAMMAD SETYOBUDI ANUGERAH 145030207111029

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI


PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2017
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dunia Bisnis selalu berusaha berkompetitif oleh para pelaku usahanya di
berbagai sektor, termasuk sektor usaha retail. Retail adalah perusahaan yang
menyediakan kebutuhan keseharian khususnya rumah tangga masyarakat. Dan
salah satu perusahaan Ritel raksasa dunia yang kuat adalah Costco Wholesale.
Costco Wholesale Corporation (Costco) adalah sebuah perusahaan gudang
dengan sistem membership yang berdedikasi untuk memberikan harga dan
kualitas barang bernerk terbaik kepada anggitanya. Dengan ratusan lokasi toko di
seluruh dunia, Costco menyediakan pilihan barang yang luas, kenyamanan yang
lebih dari masing-masing departemen dan jasa member eksekutif. Semaunya
disedasi untuk membuat costumer excitement para pelanggannya.
Costco mengalami pertumbuhan yang pesat , dimana dalam satu tahun
sejak didirikan toko ini telah memiliki sembilan cabang di lima negara bagiandan
melayani 200.000 anggotanya. Pada tahun 1985 Costco menjadi perusahaan Go
Publik yang kemudian Costco menjadi perusahaan pertama di Amerika yang dapat
mencapai penjualan hingga $1miliar dalam kurun waktu kurang dari 6 tahun.
Oktober 1993, Costco merger dengan Price Club dengan Jim Sinegal sebagai
CEO nya memimpin 206 lokasi Price Costco dengan total penjualan tahunan
sebesar $ 16 miliar dolar.
Kesuksesan Costco merupakan hal yang sangat menarik untuk dikaji.
Mengapa Costco dapat menjadi market leader di Industri Retail dunia
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Profil Perusahaan


Costco Wholesale Corporation (Costco) merupakan salah satu dari
beberapa perusahaan grosir raksasa terbesar yang membedakan dirinya dalam
menerapkan strategi yang unik dalam hal produksi, operasi dan pemasaran.
Pendiri Costco Wholesale adalah Jim Sinegal dan Jeff Brotman pada tahun 1983
yang beroperasi pertama kali di Seattle, pada tahun yang sama Walmart juga
membuka toko Sams Club dengan format membership yang sama.

Gambar : Logo Costco Wholesale


Setahun beroperasi Costco mampu berkembang menjadi 9 toko di 5 negara
melayani 200.000 anggota. Pada tahun 1985 Costco melakukan go public dan
menjadi perusahaan pertama di Amerika Serikat yang dapat mencapai penjualan
hingga $1 millar kurang dari 6 tahun. Oktober 1993, Costco merger dengan Price
Club dengan Jim Sinegal sebagai CEO nya memimpin 206 lokasi PriceCostco
dengan total penjualan tahunan sebesar $ 16 miliar dollar.
Pada tahun 2012 Costco memiliki total 598 toko di 40 negara bagian dan Puerto
Rico (433 lokasi), 9 provinsi di Kanada (82 lokasi), Inggris (22 lokasi), Korea (7
lokasi), Taiwan (8 lokasi), Jepang (11 lokasi), Australia (3 lokasi) dan 32 toko di
Mexico dengan joint venture kepemilikan 50 persen. Jumlah pendapatan tertinggi
diraih Costco pada akhir tahun 2011, laporan keuangan Costco membukukan
pendapatan sebesar $ 88,9 miliar dan total pendapatan bersih sebesar $ 1,46
miliar. Sekitar 25 juta rumah tangga dan 6,4 juta bisnis menjadi membership
Costco yang menghasilkan pendapatan $ 1,9 miliar dari membership fee. Dari
biaya keanggotaan, Costco mendapatkan pemasukan sebesar $1,9 miliar dan
penjualan annual dari setiap toko rata rata $146 juta lebih tinggi dari
kompetitornya Sams Club dengan penjualan $ 78 juta. Konsep penjualan dengan
membership yang dikembangkan Costco meniru model bisnis yang sudah
dilakukan sebelumnya oleh Price Club yang didirikan oleh Sol Price. Jim Sinegal
sendiri bekerja pada Sol Price sebelum mendirikan Costco dan menerapkan
konsep membership berdasarkan pengalaman-pengalaman selama bekerja di Price
Club.
Misi dari Costco adalah memberikan kualitas barang dan pelayanan
terbaik dengan harga semurah mungkin serta `pelayanan yang baik kepada
pelanggan dan menaati kode etik perusahaan yang terdiri dari memperhatikan
pegawai dan pelanggan, menghargai distributor, bermanfaat bagi shareholders,
dan bertanggung jawab pada warga sekitar dan lingkungan operasi bisnis Costco
di seluruh dunia.

2.1.1 Misi
Misi Costco pada bisnis retail adalah to continually provide our members
with quality goods and services at the lowest possible prices. Kemudian pada
tahun 2011, Brotman, Jim Sinegal, dan Craig Jelinekmemperluas misi Costco
menjadi the company will continue to pursue its mission of bringing the highest
quality goods and services at market as the lowest possible prices while providing
excellent consumer services and adhering to a strict code of ethics that includes
taking care our employees and members, respecting our suppliers, rewarding our
shareholders, and seeking to be responsible corporate citizens and environmental
stewards in our operation around the world.

2.1.2 Bisnis Model


Bisnis model yang digunakan Costco yang pertama, menaikkan volume
penjualan dan perputaran persediaan dengan cepat dengan caramenawarkanharga
rendah pada merekdan produk tertentu sesuai kategori sehingga distribusi barang
dagang menjadi lebih efisien. Kedua, menaikkan volume penjualan dan
perputaran persediaan dengan cepat dengan menjual dan menerima kas dari
persediaan sebelum membayar beberapa barang dagangan dari vendor.
2.1.3 Strategi Costco
Strategi Bisnis yang digunakan Costco sebagai berikut:
a. Pricing
Strategi ini menerapkan sistem harga rendah terhadap beberapa produk yang
sering diminta para pelanggan. Laba operasi Costco menjadi lebih besar
karena pendapatan yang diperoleh dari feepara member, tanpa pendapatan fee
besaran laba setelah pajak costco akan kecil
b. Product Selection,
Strategi barang dagangan yang disediakan untuk para member dengan pilihan
sekitar 3.600 item, yang 85% -nya merupakan produk bermerek dan
berkualitas kemudian 15% sisanya merupakan produksi dari perusahaan
sendiri dengan merek Kirkland Signature.
c. Treasure-Hunt Merchandising
Costco menyediakan barang-barnag tertentu (high-end or name-brand
product) yang kemudian dijual dengan harga yang lebih murah dari biasanya,
sehingga para member akan menunggu Costco memberikan discount yang
besar untuk item yang mereka inginkan.
d. Low Cost Emphasis
Costco menjaga biaya operasi seminimum mungkin agar mendapatkan harga
yang murah. Strategi ini menjadi elemen utama strategi costco dan kunci
untuk harga rendah.
e. Growth Strategy,
Strategi costco untuk meningkatkan penjualan pada toko-toko yang
ada sebesar 5 % atau lebih per tahun dan untuk membuka gudang tambahan,
baik domestik maupuninternasional. Pada tahun 2011, penjualan costco
meningkat 10%. Pada tahun sebelumnya costco membuka 14 dan 34 lokasi
baru di Amerika serikat, ekspansi itu dilakukan secara internasional.
Kemudian tahun 2011costco membuka 20 lokasi baru dan antara tahun 2011
2012 membuka 4 lokasi di Amerika serta 2 lokasi di Jepang
2.2 Analisis Keuangan

Berdasarkan data keuangan diatas dapat disimpulkan bahwa:


1. Penjualan Bersih

Penjualan bersih meningkat $2.407 atau 2% selama 2016. Ini disebabkan


karena adanya penjualan di gudang baru pada tahun 2015 dan 2016. Perubahan
dalam mata uang asing terhadap dollar AS berdampak negatif terhadap penjualan
bersih total yang berkurang sebesar $2.690, atau 237 poin dibanding tahun 2015.
Dampak negative itu terjadi pada hampir semua negara asing dimana kami
beroperasi, terutama Kanada sebesar $1.646, Mexico sebesar $550, dan UK
sebesar $224. Perubahan harga bensin juga berdampak negative terhadap
penjualan bersih sekitar $2.194, atau 193 poin, karena adanya penurunan harga
19% per gallon bensin.

2. Laba Keanggotaan

Kenaikan dalam laba keanggotaan disebabkan karena adanya anggota baru


dan warehouse baru sehingga meningkatkan jumlah pendapatan dari biaya
keanggotaan. Tetapi kenaikan ini sebagian diimbangi karena perubahan relative
mata uang asing terhadap dollar AS, yang berdampak negative terhadap turunnya
biaya keanggotaan sekitar %52 ditahun 2016.

3. Laba Kotor

Laba kotor ketika hanya mencakup penjualan produk utama (makanan,


makanan fresh, dll) mengalami kenaikan 13 poin, terutama disebabkan karena
kenaikan dalam kategori selain makanan segar.
Total laba kotor meningkat 26 poin disbanding 2015. Diluar adanya dampak dari
deflasi harga bahan bakar minyak pada penjualan bersih, laba kotor tetap naik
dibanding tahu 2015 sebesar 2,35%.

4. Beban

Beban didasarkan pada penjualan bersih mengalami kenaikan 33 poin


disbanding tahun 2015. Tetapi diiluar dampak dari deflasi harga minyak bumi,
beban mengalami kenaikan 10.20% atau 13 poin. Hal ini
disebabkan tingginya biaya pada enam basis operasi, yang
terutama disebabkan karena adanya modernisasi system
informasi, termasuk meningkatnya depresiasi pada tempat
proyek beroperasi (aktiva tetap) yang dikeluarkan oleh
pemerintah AS, dan tingginya biaya kompensasi saham untuk
empat basis operasi.
2.2.1 Analisis Rasio
Rasio Likuiditas
2016 2015
Current Ratio 0,977078 1,014511
Quick Ratio 0,401219 0,475905
Inveentory to net working
-25,123249 37,116666
captal
Cash Ratio 0,216950 0,290283

Berdasarkan tabel tersebut, jika standar rata-rata industri untuk current


ratio sebesar 2,00 atau 2 kali dalam satu periode (1 tahun) maka dapat
disimpulkan bahwa current ratio pada untuk 2 tahun terakhir kurang baik karena
tidak memenuhi syarat standar rata-rata industri. Begitu pula dengan hasil
perhitungan menggunakan Cash ratio yang masih jauh di bawah standar (0,5)
karena untuk membayar kewajiban masih memerlukan waktu untuk menjual
sebagian dari aktiva lancar lainnya. Dapat kita simpulkan dari rasio-rasio diatas
kinerja keuangan perusahaan masih dibawah standar.

2016 2015
Net profit margin 0,020013 0,0207231
Gross profit margin 0,133238 0,130242
ROI 0,071646 0,072962
ROE 0,196705 0,226900
Rasio Profitabilitas

Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa secara umum kinerja


perusahaan jika diukur dengan menggunakan beberapa rasio profitabilitas
menunjukkan performa yang kurang baik, sebab untuk 2 (dua) periode terakhir
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba, dibandingkan dengan tingkat
penjualan maupun modal yang digunakan memperoleh persentase yang semakin
turun pada tahun 2016 dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian
penurunan perolehan laba pada tahun 2016 tersebut disebabkan beberapa faktor
diantaranya adalah semakin tingginya beban perusahaan karena kenaikan pada
beban depresiasi dan administrasi sehingga mengakibatkan laba operasi turun,
padahal penjualan bersih tahun 2016 mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Rasio Solvabilitas

2016 2015
Debt to equity ratio 1,745508 2,109823
Debt to asset ratio 0,635768 0,678438

Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa hasil perhitungan rasio


solvabilitas dengan menggunakan rasio perbandingan utang dengan aktiva (debt
to Asset) menunjukkan kinerja yang cukup baik dari tahun lalu 2016. Hal ini
dibuktikan dengan turunnya nilai rata-rata perbandingan antara total utang dengan
total aktiva menjadi 0,63 yang berarti bahwa perbandingan tersebut hampir
seimbang yang menunjukkan bahwa total aktiva dapat menutupi atau menjamin
sepenuhnya total utang perusahaan baik itu utang jangka pendek maupun utang
jangka panjang.
Sama hanya dengan rasio perbandingan antara utang dengan modal (Debt
to Equity ratio) yang diperoleh dimana pada tahun 2015 diperoleh nilai rasio
sebesar 2,1 yang artinya bahwa perbandingan antara utang dengan modal yang
digunakan pada tahun tersebut berbanding 2,1 : 1,00 dan mengalami penurunan
pada tahun 2016 dimana rasio yang diperoleh sebesar 1,74 yang berarti bahwa
pada tahun tersebut perbandingan antara utang dengan modal yang digunakan
sebesar 1,74 : 1,00. Hal ini berarti bahwa antara utang dan modal yang digunakan
untuk mendanai perusahaan cukup berimbang.

2.3 Analisis Pemasaran


Sebagai Perusahaan Ritel terbesar di dunia Costco fokus pada ultra-low pricess
dengan konsentrasi pada segmentasi pembelian secara lingkup yang sempit dan
mempersempit rival untuk bisa masuk kedalam pasar seperti penjualan
menggunakan pasar ceruk dan umpan kail sehingga mampu memberikan
pelayanan optimal kepada pelanggan. Costco bekerja secara langsung dengan
produsen dan membeli produk dalam jumlah besar, yang mengurangi biaya dan
memotong jalur distribusi. Strategi Pemasaran yang coba diterapkan memeliki
aturan main yaitu :
- Aturan pemasaran dan promosi dibatasi, hanya dilakukan pada saat promo
spesial untuk pembukaan gudang baru, pemasaran menggunakan direct
mail ke member baru yang prospektif
- Aturan Pembelian Costco hanya membeli barang yang berkualitas, paling
banyak/laku dibeli masyarakat dan dengan harga termurah
Pengembangan Pola Pikir Strategi Pamasaran Costco berevolusi dan berpusat
menjadi :
- Marketing and Advertising; Costco telah dikenal dengan penjualan
barang dengan harga yang murah dan penawaran treasure-hunt nya.
Strategi ini masih tetap dijalankan oleh pihak perusahaan namun,
sebenarnya hanya dengan pengoptimalan Markting dan Advertising secara
langusng kepada konsumen memberikan impact yang besar terhadap
costumer retantion mereka. Kegiatan promosi dan pemasaran biasanya
dibatasi pada kupon bulanan kepada para pelanggan Costco yang dikirim
melalui e-mail.

- Website Sales; website meruapakan salah satu channel yang dinilai ampuh
untuk menyampaikan nilai suatu perusahan kepada para
konsumennya.Costco terkenal dengan menyediakan barang-barang dengan
harga yang sangat murah dalam prakteknya mereka tidak terlalu gencar
melakukan periklanan dan promosi. Costco melakukan penawaran terbatas
kepada pelanggan potensial mereka dengan mengirimkan e-mail langsung
untuk menjadi member serta berbagai tawaran menarik untuk mereka
ketika Costco membuka toko yang baru. Sebagian besar promosi Costco di
dapat dari word of mouth berdasarkan basis membership yang baru dalam
satu daerah.
- Costco menjalankan 2 website (www.costco.com dan www.costco.com)
menyediakan layanan pembelian online bagi member yang telah terdaftar.
Selain itu melalui website, member juga mendapatkan fasilitas layanan
yang tidak diperoleh dari warehouse store Costco.

- Supply Chain and Distribution; Costco memiliki hubungan dengan


banyak produsen sehingga Costco dapat membeli langsung barang
penjualannya ke pabrik, kemudian langsung menuju ke tempat
penyimpanan/gudang atau salah satu perusahaan cross-docking depot yang
menjadi titik temu distribusi antar toko-toko sekitar. Dengan demikian,
tidak ada pabrik diberikan persentase khusus akan barang-barang
persediaan Costco. Distribusi ini umumnya dilakukan dalam waktu kurang
dari 24 jam dengan volume pengiriman maksimal dan penanganan efisien.
Sampai tahun 2012, Costco memiliki 12 regional cross-docking depot di
Amerika Serikat, 4 depot di Kanada, dan 4 depot di berbagai lokasi
internasional lainnya.

- Costcos Membership Base and Member Demographics; Costco


menarik pelanggan dengan penawaran keanggotaan yang terdapat dua tipe
keanggotaan diantaranya: Business dan Gold Star (individual). Pelanggan
Costco merupakan orang-orang yang memiliki pendapatan yang cukup dan
tinggal di dekat lokasi Costco. Rata-rata income pertahun dari personal
member Costco adalah $75.000 dengan lebih dari 30% memiliki
pendapatan diatas $100.000.
- Warehouse Management; Manager gudang Costco didelegasikan atas
operasional toko sehingga memiliki kewenangan untuk mengawasi
kegiatan operasional di toko seperti layaknya seorang pemilik toko itu
sendiri yang bertanggung jawab untuk memunculkan ide baru mengenai
barang-barang apa saja yang akan dijual di store, mengatur susunan
produk berdasarkan tingkat ketertarikan konsumen, dan memaksimalkan
jumlah penjualan melalui lokasi dan susunan produk-produk tersebut.
Bauran Pemasaran 4 P:
Bauran Pemasaran :
Price : Costco menjual barang dengan harga yang rendah dengan biaya
operasi bila dibandingkan dengan oerusahaan ritel sejenis yang lebih
tinggi dan ekspansi. secara geografis sehingga para member akan mencari
momen saat Costco akan memberikan discount yang besar untuk item
yang mereka sediakan melalui strategi treasure hunt dan low cost
emphasis.
Place : Warehouse-style stores (Warehouse No.401 berlokasi di San
Diego), The Costco online store, dan The Costco mobile app.Semua
barang dan jasa perusahaan berada dalam gudang/toko. Cocstco juga
menerapkan dalam toko online dan mobile app dimana member bisa
melakukan pembeli melalui online store dan mobile app.
Product : Costco hanya menawarkan 3600 barang tertentu. Dari barang
tersebut sekitar 85% adalah barang merek ternama dan 15% sisanya
merupakan barang private label dengan nama Kirkland Signature.
Promotion : dengan menggunakan syrategi yang telah diterapkan seprti
Sales promotion, Direct marketing, Personal selling, dan Public relations,
Brand Awareness dan Brand Excitement, Costco menggunakan diskon
massal / grosir sebagai bentuk promosi penjualan untuk memikat
konsumen. Pelayanan kerja melalui email juga masih dipegang oleh
Costco, serta The Costco Connection, yang merupakan publikasi bulanan
yang mempromosikan produk yang tersedia di Costco gudang / toko.Di
sisi lain, personal selling terjadi ketika penjualan personil membujuk
pelanggan untuk membeli produk-produk tertentu di gudang. Costco
menggunakan public relations untuk meningkatkan (CSR) corporate dan
brand image-nya dengan melakukan sumbangan untuk pendidikan
(beasiswa).
Positioning : dilihat dari Visi Costco sebenarnya adalah positioning
terbesar perusahaan ini yaitu Menjadikan Costco sebagai Retail terbesar
dengan kualitas barang dan jasa yang bagus dengan harga yang serendah
mungkin
2.4 Analisis SDM

Biaya untuk gaji karyawan lebih kecil dibanding perusahaan sejenis,


karena jam operasional Costco yang lebih pendek. Tetapi banyak bentuk
kompensasi dan keuntungan yang diberikan perusahaan kepada para karyawannya
sehingga karyawan Costco merasa senang dalam bekerja sehingga kinerja,
produktifitas, dan loyalitas mereka pun tinggi. Sebagian besar posisi manajer
tingkat atas dalam perusahaan berasal dari rekruitmen secara internal, meskipun
Costco juga bersifat terbuka bagi pelamar-pelamar dari luar yang memang
memilki potensi dalam bidang retailer, asalkan mereka mau memulai segala
sesuatunya dari bawah seperti memulai dengan mengatur trolly belanja. Jumlah
karyawan Costco adalah sebagai berikut :

Costco memiliki karyawan full time dan part time dengan 13.800 jam
kerja. Karyawan full time harus melewati 3 bulan masa prohibition sebelum
menikmati benefit package. Sedangkan karyawan part time harus bekerja 6 bulan
sebelum menikmati benefit package. Benefit package meliputi : kesehatan badan
dan gigi., obat dapat dibeli di apotik Costco, penggantian $45 untuk kacamata
atau contact lensa, dana pension, sistem reimbursement bagi karyawan yang sudah
memiliki kualifikasi tertentu, jasa konseling pribadi, mendapatkan cuti 26 minggu
dengan digaji 60% dari gaji biasanya atau maksimum $1000 jika mengalami sakit
atau kecelakaan (walaupun sakit tersebut tidak disebabkan di tempat kerja),
asuransi hidup dan kecelakaan, pekerja dapat membeli saham Costco dipotong
dari gajinya, tanpa membayar komisi dan biaya, long term asuransi untuk
karyawan yang telah bekerja lebih dari 10 tahun.

Manajemen Costco yakin bahwa dengan memberikan gaji dan benefit


packages service yang baik kepada karyawannya, maka hal itu akan meningkatkan
produktifitas perusahaan. Dalam perencanaan sumber daya manusia disini melalui
pengembangan kepemimpinan karyawan. Jadi karyawan yang sudah melakukan
kinerja dengan cepat dan baik maka akan dipromosikan langsung menjadi
pemimpin pada saat itu. Jadi perusahaan tidak perlu mencari pemimpin dari luar.

Strategi dari perusahaan chotsco mengenai promosi karyawan menjadi


pemimpin yang berdasarkan kinerja dari karyawan tersebut. Hal itu juga
mengurangi biaya untuk merekrut pemimpin yang baru dan juga memotivasi
karyawan untuk selalu memberikan kinerja yang baik kepada perusahaan.

2.5 Analisis SIM

1. Opperarting Support System


Merupakan suatu system yang menghasilkan berbagai produk informasi untuk
keperluan internal dan eksternal yang menunjang kegiatan operasi
2. Entering the Internet Market / Website sales
Memiliki 2 website www.costco.com (di US) dan www.costco.ca(di Canada)
sehingga anggota dapat membeli barang yang mungkin tidak didapatkan di
toko. Penjualan melalui internet dapat dikatakan lebih effective dan
meningkatkan kompetisi di pasar internet. Website disini dapat dijadikan
media alternative untuk para member dengan mempermudah membeli produk
dengan kenyamanan untuk para pembeli. Contohnya adalah service dari
digital photo processing, travel information dan lain lain. Costcos online
photo center memungkinkan customer untuk mengupload foto dan kemudian
dicetak dan hasil cetak tersebut dapat diambil di lokasi Costco local. Costcos
e-commerce sales totaled $534 million in fiscal 2005 and $376 million in
fiscal 2004.
3. Enterprise collaboration system (ECS)
ECS merupakan system yang digunakan perusahaan,dalam hal ini konsumen
untuk berhubungan dengan perusahaan. Pelanggan dapat membeli barang di
website tersebut, termasuk barang yang mungkin tidak tersedia di toko.
4. Pihak manajemen menerapkan harga rendah dan sudah adanya program
trasure hunt shopping menjadikan Costco tidak perlu lagi membuat iklan
promosi yang mahal. Kegiatan promosinya secara umum terbatas pada direct
mail programs tentang produk produk tertentu kepada anggota yang sudah
ada. Keanggotaan Costco ada 3 macam yaitu : Executive, Gold Star, dan
Business.

2.6 Porter Five Force Model

New Market Entrants

- Hambatan yang tinggi untuk masuk ke pangsa pasar yang sama dengan
Costco.
- Keunggulan kompetitif (competitive advantage) yang dimiliki Costco
sangat tinggi.
- Ancaman dari pendatang baru rendah (low), karena dibutuhkan modal seta
model bisnis yang rumit untuk bisa meniru model bisnis yang dibangun
serta dimilki oleh Costco.
Competitive Rivalry
- Kompetisi yang tinggi karena Costco bukan hanya bersaing dengan bisnis
wholesale saja, namun juga pedagang yang menjual produk yang dijual
oleh Costco.
- Supply chain management (manajemen rantai pasokan) yang mudah untuk
ditiru membuat pesaing dapat menjadikan hal ini sebagai persaingan.
- Adanya pesaing yang dapat menjual lebih murah bisa membuat Costco
masuk ke dalam persaingan usaha.
Supplier Power
- Para supplier memiliki hubungan yang baik dengan Costco.
- Jumlah yang besar yang dipesan oleh Costco didapat dengan biaya yang
rendah atau biaya khusus.
- Supplier memiliki daya atau kekuatan yang rendah.
Buyer Power
- Daya tawar pembeli yang tinggi karena semua yang ditawarkan oleh
Costco merupakan barang yang dapat ditemukan di toko khusus produk
yang dicari dan juga para pesaingnya yang berada di industri yang sama.
- Switching cost rendah oleh konsumen karena banyaknya toko yang
menjual produk yang ditawarkan oleh Costco.
- Pelanggan memiliki mobilitas yang tinggi sehingga tidak ada effort lebih
untuk konsumen mencari pengganti produk yang ditawarkan oleh Costco.
Substitutes
- Banyak produk pilihan lain yang bukan hanya pada industry wholesale
seperti Costco, namun pedagang atau toko yang menjual khusus barang-
barang yang ditawarkan oleh Costco.
- Harga yang ditawarkan relatif sama.
- Switching cost rendah karena banyak toko yang menjual khusus produk-
produk di Costo sehingga barang subtitusi gampang ditemukan.

2.7 Analisis PESTLE


a Politik dan Hukum
Dalam mengekspasi bisnis retailnya, perusahaan retail Costco harus
mempertimbangkan masalah politik dan hukum yang berlaku di suatu
negara yang menyangkut peraturan, perpajakan dsb. Perusahaan harus
meyesuaikan aspek hukum yang berlaku di suatu negara agar bisa
menjalankan bisnis retailnya.
b Sosial
Dari segi sosial, setiap daerah dari satu daerah dengan daerah lain memiliki
kondisi sosial yang berbeda-beda seperti perilaku konsumen, gaya hidup,
kebudayaan dsb. Sewaktu perusahaan Costco mendirikan gerainya, Costo
harus mempertimbangkan hal-hal tersebut, jangan sampai perusahaan
mengalami kerugian karena salah menempatkan strategi dalam suatu
lingkungan yang berbeda dari yang lain.
c Ekonomi
Pertumbuhan, perkembangan dan tingkat konsumtif suatu daerah di setiap
negara memiiliki perbedaan. Hal ini juga merupakan faktor yang penting
dalam mempertimbangkan strategi apa yang harus diterapkan dalam sebuah
gerai Costco. Daya beli disetiap daerah di satu negara dengan negara lain
juga berbeda-beda, kebijakan dalam penentuan harga merupakan hal yang
cukup penting.
d Teknologi
Di era modernisasi saat ini, perkembangan akan teknologi semakin pesat
dan tumbuh dengan cepat. Teknologi dapat mengefisiensikan setiap kegiatan
yang dilakukan dalam proses produksi dan mempermudah dalam pelayanan
kepada konsumen. Setiap kompetitor dari Costco sendiri juga bersaing
untuk dapat melakukan inovasi teknologi untuk dapat memperkecil dan
meningkatkan kepuasaan pelayanan kepada konsumen. Faktor teknologi
menjadi sangat vital bagi setiap industri ritel, dan Costco juga harus
mempertimbangkan dan membuat strategi mengenai teknologi yang harus
diterapkan dalam perusahaannya.

2.8 Analisa SWOT


Strenghts
- Memiliki reputasi perusahaan wholesale yang menjual produk dengan
harga rendah dengan diskon.
- Merupakan perusahaan wholesale terbesar ketiga di Amerika Serikat dan
peringkat ketujuh di dunia
- Memiliki loyalitas pelanggan
- Memiliki kegiatan operasional yang efisien
Weaknesses
- Beban gaji yang dibayarkan kepada pekerja tinggi
- Margin harga yang rendah
- Anggaran Pemasaran kecil dibandingkan dengan pengecer diskon dan
pasar super
Opportunities
- Melakukan ekspansi secara internasional dengan baik
- Costco tidak memberikan presentase khusus bagi salah satu supplier untuk
persediaannya, sehingga membuka kesempatan untuk selalu menambah
produk dari pabrik dengan kualitaas terbaik maupun dari vendor lain
Threats
- Persaingan yang agresif antar para pesaing
- Isu politik serta kebijakan ekonomi yang terjadi terhadap toko di negara
lain
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa yang didapatkan, dapat disimpulkan bahwa
bisnis yang dilakukan oleh Costco memliki prospek bisnis yang cemerlang dan
umur bisnis yang cukup panjang. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan
perusahaan untuk melakukan ekspansi dan mempertahankan posisi bisnisnya baik
tingkat dosmetik maupun luar negeri (internasional). Perusahaan retail seperti
Costco juga memiliki tingkat perputaran uang yang cukup baik karena didukung
oleh tingkat konsumtif pelanggan Costco yang mendapat keuntungan dari harga
murah / diskon yang jauh lebih murah dibandingkan dengan perusahaan lainnya.
Perusahaan retail Costco menawarkan produk-produk dan pelayanan yang
berkualitas tinggi dan menawarkan nilai besar telah memungkinkan untuk
menarik basis pelanggan sebagai upaya costumer retention. Kodisi pemasaran dan
SDM Costco juga sangat bagus, hanya menawarkan 3600 barang tertentu
dibandingkan kompetitornya yang lebih dari 40.000 jenis barang ( 85% adalah
barang merek ternama dan 15% sisanya merupakan barang private label dengan
nama Kirkland Signature). Hal ini telah memungkinkan perusahaan untuk
meningkatkan pangsa pasar dan meningkatkan basis pelanggan selama bertahun-
tahun. Costco mempekerjakan sekitar 142,000 pekerja penuh dan paruh waktu,
termasuk pekerja musiman. Hingga September 2009 Costco telah mempunyai 55
juta anggota. Dalam hal ini, costco sangat mengurangi tingkat pengangguran dan
meningkatkan perekonomian suatu negara.
Selain itu Costco meiliki strategi yang sangat jitu dalam mempertahankan
pasar seperti Pricing, Product Selection, Treasure-Hunt Merchandising, Low Cost
Emphasis, Growth Strategy dinilai sangat efektif dan efisien bagi keberlanjutan
perusahaan retail.

Anda mungkin juga menyukai