Anda di halaman 1dari 9

REPUBLIK INDONESIA

KEBIJAKAN DAK TAHUN 2018


- Direktur Otonomi Daerah Bappenas -
REGULASI TERKAIT KEBIJAKAN DAK
REPUBLIK INDONESIA

DEFINISI DAK SESUAI UU No.33/2004


Dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada Daerah tertentu
dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan Daerah
dan sesuai dengan Prioritas Nasional

Pasal 292 Ayat (4) dan (5) UU No.23/2014


Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang perencanaan
pembangunan nasional mengoordinasikan usulan kegiatan khusus sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) dengan Menteri, kementerian yang menyelenggarakan urusan
pemerintahan bidang keuangan, dan gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat untuk
ditetapkan dalam rencana kerja Pemerintah Pusat sebagai kegiatan khusus yang akan
didanai DAK dan (5) Kegiatan khusus yang telah ditetapkan dalam rencana kerja
Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (4) menjadi dasar pengalokasian
DAK...
HASIL PEMETAAN AWAL DUKUNGAN DAK DALAM
REPUBLIK INDONESIA
PENCAPAIAN PRIORITAS NASIONAL

Hasil pemetaan awal dukungan Identifikasi bidang, menu,


DAK dalam pencapaian 1. Pendidikan Vokasi dan kegiatan yang akan
Prioritas Nasional dengan 2. Peningkatan Kesehatan Ibu dan
Anak didukung melalui sumber
menggunakan Prinsip Dasar 3. Pencegahan dan Penanggulangan pembiayaan Transfer
DAK Penyakit Daerah (DAK) masih
4. Penyediaan Perumahan Layak dalam pembahasan
Pendidikan 5. Air Bersih dan Sanitasi
6. Pengembangan 3 Kawasan
DAK Tahun 2018
Pariwisata (dari 10)
Kesehatan 7. Pengembangan 5 Kawasan diarahkan agar terbatas,
Ekonomi Khusus (KEK) (dari 10) fokus, dan mendukung
Perumahan & Permukiman 8. Pengembangan 3 Kawasan Industri langsung target-target
9 (KI) (dari 14) nasional
Pengembangan Dunia Usaha dan 16 9. Perbaikan Iklim Investasi dan
Prioritas Pariwisata Program Penciptaan Lapangan Kerja
Nasional Prioritas 10. EBT dan Konservasi Energi
Ketahanan Energi 11. Pemenuhan Kebutuhan Energi
12. Peningkatan Produksi pangan
Dari 10 PN, hanya 9 Ketahanan Pangan 13. Pembangunan sarana dan
Dari 30 PP, hanya 16 prasarana pertanian (termasuk
yang dapat didukung yang dapat didukung
oleh DAK irigasi
Penanggulangan Kemiskinan oleh DAK 14. Pemenuhan Kebutuhan Dasar
15. Pengembangan Sarana dan
Infrastruktur, Konektivitas, dan
Kemaritiman Prasarana Transportasi (darat,
laut, udara, dan inter-moda)
Pembangunan wilayah 16. Pembangunan Wilayah Perbatasan
dan Daerah Tertinggal
Arah Kebijakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2018
REPUBLIK INDONESIA

Terdapat penambahan 4 bidang DAK


DAK TA.2018 Reguler baru yaitu Air Minum dan Sanitasi
untuk mendukung pemenuhan target
DAK REGULER DAK AFIRMASI DAK PENUGASAN pelayanan dasar (SPM) serta Pasar dan
Tujuan: Untuk penyediaan pelayanan dasar Tujuan: Mempercepat pembangunan Tujuan: Mendukung Pencapaian Prioritas Jalan untuk mendukung ketersediaan
sesuai UU No. 23 Tahun 2014 tentang infrastruktur dan pelayanan dasar yang Nasional Tahun 2018 yang menjadi sarpras dalam mendukung pencapaian
Pemerintahan Daerah dengan target fokus pada Lokasi Prioritas (Kecamatan) kewenangan Daerah dengan lingkup Program Presiden Ekonomi Berkeadilan.
pemenuhan Standar Pelayanan Minimal pada Kab/Kota yang termasuk kategori kegiatan yang spesifik serta lokasi
(SPM) dan mendukung ketersediaan sarana daerah perbatasan, kepulauan, tertinggal, prioritas tertentu. Terdapat penambahan 3 bidang DAK
dan prasarana untuk pencapaian Program dan transmigrasi (Area/Spatial Based). Afirmasi baru yaitu Pendidikan, Air
Presiden Ekonomi Berkeadilan Minum, dan Sanitasi, untuk menunjang
1. Pendidikan 10. Pariwisata 1. Kesehatan (Puskesmas) 1. Pendidikan (SMK) pelayanan dasar di wilayah afirmasi, menu
dimungkinkan sama dengan DAK Reguler,
2. Kesehatan dan 11. Jalan 2. Perumahan dan Permukiman 2. Kesehatan (RS Rujukan dan RS
tetapi lokasinya dikunci.
KB Pratama)
3. Air Minum 3. Transportasi 3. Air Minum Selain 8 bidang DAK Penugasan Eksisting
4. Sanitasi Tahun 2017, terdapat penambahan 1
4. Pendidikan 4. Sanitasi
bidang DAK dari Kementerian Lingkungan
5. Perumahan dan 5. Air Minum 5. Jalan Hidup dan Kehutanan yang sebelumnya
Permukiman berada di bawah Bidang DAK Penugasan
6. Pasar 6. Sanitasi 6. Irigasi Irigasi dan Sanitasi Tahun 2017. Pemisahan
bidang DAK dilakukan agar implementasi
7. IKM 7. Pasar kegiatan dapat berlangsung lebih baik
dibandingkan tahun 2017.
8. Pertanian 8. Energi Skala Kecil
Terdapat bidang bidang yang
9. Kelautan dan 9. Lingkungan Hidup dan kemungkinan sama atau terdapat di lebih
Perikanan Kehutanan dari 2 jenis DAK, namun berbeda dalam
4
fokus menu kegiatan dan lokasinya.
LANGKAH PENYEMPURNAAN KEBIJAKAN DAK FISIK TAHUN 2018 :
REPUBLIK INDONESIA PENGUSULAN DAK FISIK TAHUN 2018 MELALUI APLIKASI E-PLANNING

Sesuai dengan arahan Bapak Presiden RI


mengenai Satu usulan dengan menggunakan
teknologi informasi, telah dirintis pengembangan
aplikasi e-planning untuk pengusulan DAK Fisik
Tahun 2018;
Aplikasi ini dirancang untuk menjadi satu portal
pengusulan DAK Fisik dari pemerintah daerah
yang dapat diakses oleh seluruh stakeholder
(lintas K/L dan lintas Pemerintah Daerah) yang
merupakan bagian dari sistem e-planning secara
keseluruhan yang dipergunakan dalam
penyusunan RKP Tahun 2017.
Pada tanggal 11 - 21 April 2017 akan dilakukan
Sosialisasi Aplikasi e-planning DAK di Bappenas
dengan mengundang Bappeda dan DPKAD
Prov/Kab/Kota

5
REPUBLIK INDONESIA
Pembagian Peran dalam e-planning DAK
No. Instansi Peran dalam e-planning DAK
1. Pemerintah Kab/Kota Mengusulkan proposal dan data teknis DAK Tahun 2018
Menyampaikan data realisasi DAK Tahun 2015,2016 dan 2017
2. Pemerintah Provinsi Mengusulkan proposal dan data teknis DAK Tahun 2018
Memberikan rekomendasi terhadap usulan Pemerintah Kab/Kota
Menyampaikan data realisasi DAK Tahun 2015,2016 dan 2017
3. Kementerian PPN/ Melakukan verifikasi terhadap kesesuaian antara usulan pemerintah daerah dengan lokasi
Bappenas prioritas
Melakukan penilaian tehadap usulan pemda berdasarkan kriteria kesesuaian dengan Lokasi
Prioritas dan target PN
4. Kementerian Keuangan Melakukan verifikasi terhadap usulan Pemda
Melakukan penilaian terhadap usulan pemerintah daerah dengan mempertimbangkan
kapasitas fiskal daerah dan negara
Mengalokasikan DAK per-daerah sesuai hasil penilaian usulan
5. Kementerian Dalam Melakukan verifikasi terhadap kesesuaian dengan urusandaerah (merupakan urusan daerah
Negeri sesuai UU No.23 Tahun 2014)
5. K/L (teknis) Melakukan verifikasi terhadap usulan Pemda sesuai dengan kebijakan dan target DAK 2018
yang telah dirancang
Melakukan penilaian terhadap usulan pemerintah daerah
REPUBLIK INDONESIA

Pusat/ Pusat
e-Proposal APBN/Musrenbang
Daerah?

Daerah
ALUR PENGUSULAN DAK
DAK/ Non
DAK?
Non DAK APBD non DAK/
sumber lainnya
2018 MELALUI e-planning
DAK
Isi Data Realisasi Masuk Data Teknis Belum
DAK DAK
Selesai
Selesai
Isi Data Teknis Wajib mengisi Masuk Pemetaan e-Proposal di-Tambah Masuk Usulan DAK Verfikasi Bangda
dan Opsional Bidang data teknis DAK 2018 ke DAK Tahun 2018 Kemendagri
wajib?

Tidak Menambahk
Simpan Isi Data Pendukung Isi Update Data an e-
Proposal? Verfikasi dan Scoring
Bappeda Provinsi

Ya
Upload Scan Surat
Belum Sudah Isi Selesai Pengantar yg telah
Print Surat Pengantar Isi e-Proposal Baru
Data dittd Kepala Daerah End (Long List)
dan Rekapitulasi
Realisasi dan cap basah serta
Rekapitulasi
RANCANGAN JADWAL PROSES PENYUSUNAN KEBIJAKAN DAK TA. 2018
REPUBLIK INDONESIA

RAPIM
Penentuan Trilateral Meeting Konsolidasi dan Uji Coba Sistem Sosialisasi Rancangan
Penetapan Prioritas Penyampaian Proposal Penilaian Proposal Usulan
Bidang DAK DAK E-Planning untuk Proposal DAK Awal Kebijakan DAK Forum Konfirmasi
Nasional oleh Daerah DAK
20 Februari 2017 Minggu Ke-1 Bersama Pusat-Daerah
Desember 2016 23 Maret 2017 April-Mei 2017 Mei-Juni 2017
30-31 Maret 2017 April 2017 Juli-Agustus 2017
Tujuan:
Tujuan: Konfirmasi hasil
Tujuan: Tujuan: Tujuan:
Tujuan: Tujuan: Tujuan: Penerimaan proposal penilaian proposal
Finalisasi sistem e- Sosialisasi arah Menilai proposal usulan
Penetapan PN, PP, dan Membahas dan Membahas dan usulan sekaligus usulan DAK kepada
planning sebagai portal kebijakan, bidang, dan DAK berdasarkan format
KP untuk tahun 2018 menyepakati menyepakati melakukan verifikasi awal daerah, serta
utama pengusulan menu kegiatan kepada penilaian (lokasi prioritas,
Peran: arah kebijakan kebijakan sasaran, terkait kelengkapan pembahasan menu dan
proposal DAK oleh daerah sekaligus kriteria teknis, serta
Bappenas dan Bidang DAK menu, lokasi proposal (rekapitulasi lokus DAK Peran:
Daerah bimbingan teknis rekomendasi menu dan
Tahun 2018 prioritas, dan usulan, usulan per Bappenas, Kemenkeu,
Peran: kepaada Pemda Peran: lokus) yang telah
Peran: kriteria teknis bidang, dan data teknis) dan K/L Teknis, DPD
Bappenas, Kemenkeu. Bappenas, Kemenkeu, ditetapkan dalam Trilateral
Bappenas DAK melalui sistem e-planning Meeting DAK
dan K/L Teknis
(Melalui RAPIM) Peran: Peran: Peran: Rakor Pusat
Bappenas, Bappenas, Kemenkeu, Bappenas, Kemenkeu, dan
Kemenkeu, dan dan K/L Teknis Agustus 2017
K/L Teknis
K/L Teknis Tujuan:
Penyesuaian Lokus
Penyusunan Kegiatan, menu dengan
Penetapan Perpres Rancangan Awal Juknis Pagu Indikatif
Penetapan Perpres Rapat Paripurna
Juknis Rakor Pusat II Peran:
Pagu Alokasi DAK DPR RI dan Juklak
Bappenas, Kemenkeu,
Desember 2017 November 2017 Oktober 2017 Okt 2017 Sept 2017 dan K/L Teknis
Sidang DPOD terkait
Tujuan: Rapat Panja TKDD Kebijakan DAK
Tujuan: Tujuan: Tujuan:
Tujuan:
Alokasi ditetapkan yang Penyampaian hasil Penyesuaian Lokus Penyusunan draft awal Sept 2017 Agustus 2017
Penetapan dan Kegiatan, menu dengan
akan memuat alokasi, pembahasan petunjuk teknis Tujuan: Tujuan:
Sosialisasi Petunjuk Pagu Definitif per Daerah
menu, dan lokus prioritas pelaksanaan DAK Pembahasan Materi Penyampaian kebijakan DAK
Teknis DAK Tahun 2018 Peran: Peran:
Peran: berdasarkan hasil TKDD dalam RUU APBN 2018 sebelum dibahas
kepada daerah Bappenas, Kemenkeu, dan DPR RI, Bappenas, Bappenas, Kemenkeu, kesepakatan dalam TM fan Nota Keuangan bersama legislatif
Peran: K/L Teknis Kemenkeu, dan K/L dan K/L Teknis Peran:
DAK Peran:
Bappenas, Kemenkeu, Teknis DPOD, Kemendagri, Bappenas,
Peran: DPR RI, Bappenas &
dan K/L Teknis Bappenas, Kemenkeu, dan Kemenkeu Kemenkeu, dan K/L Teknis
K/L Teknis 8
REPUBLIK INDONESIA

TERIMA KASIH