Anda di halaman 1dari 31

LAMPIRAN

DAFTAR RISIKO GENERIK DI LINGKUNGAN KANWIL DJP

Risiko Deskripsi Opsi


Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
1. Penerimaan Operasional Tingkat kepatuhan Wajib Pajak tidak Januari - Juni/ Realisasi Mengurangi Rapat koordinasi secara berkala
pajak negara Wajib Pajak patuh Juli - penerimaan pajak kemungkinan atau dapat juga insidental tingkat
yang optimal rendah Desember tidak sesuai target terjadinya risiko Kanwil DJP maupun KPP.
2. Tingkat Operasional Wajib Pajak tidak 1. Wajib Pajak tidak Januari - Juni/ Tingkat Mengurangi a. Meningkatkan kualitas interaksi
kepatuhan patuh puas atas Juli - penyampaian SPT kemungkinan dengan Wajib Pajak, melalui
Wajib Pajak pelayanan Desember Tahunan Wajib terjadinya risiko kegiatan peningkatan kapasitas
yang tinggi perpajakan Pajak rendah pegawai seperti pelatihan
communication and negotiation
skill.
b. Meningkatkan kualitas
lingkungan pelayanan, dengan
cara memperbaiki sarana dan
prasarana di TPT ataupun
tempat pelayanan lainnya.
c. Meningkatkan hasil kualitas
layanan, dengan cara selalu
melakukan perbaikan yang
terus menerus (continuous
improvement ) dengan
mendapatkan informasi alasan
ketidakpuasan Wajib Pajak
sehingga dapat dilakukan
perbaikan, caranya dengan
menyebarkan kuesioner secara
berkala.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
2. Kurangnya d. Melakukan sosialisasi secara
pemahaman langsung kepada Wajib Pajak
Wajib Pajak akan mengenai ketentuan
hak, kewajiban, perpajakan, hak dan kewajiban
dan manfaat perpajakan, manfaat pajak bagi
pajak negara, atau bila perlu
pemberian materi APBN yang
didalamnya dapat
menggambarkan peranan
penting sektor perpajakan
dalam APBN.

3. Tingkat e. Meningkatkan kegiatan


kepercayaan kehumasan untuk membangun
masyarakat yang citra positif DJP, misalnya
rendah melakukan kegiatan sadar
pajak, pekan pajak, atau bakti
sosial secara simpatik disertai
dengan strategi publikasi di
radio atau media cetak lokal.

4. Lemahnya f. Melakukan evaluasi kegiatan


pengawasan dan pengawasan dan penegakan
penegakan hukum dalam bentuk misal di
hukum Seksi Waskon/Seksi
Penagihan/Fungsional
Pemeriksa melakukan rapat
intern membahas kegiatan
peningkatan efektivitas
pengawasan dan penegakan
hukum.
3. Peningkatan Operasional Kurangnya 1. Rendahnya Januari - Juni/ Tingkat kepuasan 1. Mengurangi a. Menyelenggarakan IHT atau
efektivitas kualitas pelayanan kompetensi SDM Juli - Wajib Pajak kemungkin- mengusulkan pegawai di
pelayanan, di bidang Desember rendah an terjadinya bidang pelayanan untuk
penyuluhan, pelayanan risiko mengikuti pelatihan dalam
dan humas rangka peningkatan hard
competency pegawai.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
2. Tidak b. Menyelenggarakan IHT atau
memadainya mengusulkan pegawai di
fasilitas teknologi bidang pelayanan untuk
informasi untuk mengikuti pelatihan dalam
pelayanan rangka peningkatan soft
competency pegawai.
3. Tidak efektifnya c. Meningkatkan pengawasan
pengawasan atasan.
atasan
4. Letak KPP yang d. Melakukan coaching kepada
jauh dari wilayah pegawai di bidang pelayanan.
kerjanya
5. Beban kerja yang e. Menyusun jadwal pegawai front
tidak sebanding line yang bertugas di TPT dan
dengan kuantitas help desk.
pegawai
6. Ketentuan tidak f. Melakukan pengecekan berkala
aplikatif karena terhadap kesiapan perangkat
terkendala kondisi keras dan perangkat keras
geografis yang digunakan di bidang
pelayanan.

2. Mengurangi a. Memastikan bahwa pengaduan


dampak Wajib Pajak ditangani secara
terjadinya tepat.
risiko b. Merencanakan dan melakukan
kegiatan-kegiatan yang
meningkatkan image positif
institusi DJP di masyarakat.

c. Melakukan survei berkala atas


kualitas pelayanan yang telah
diberikan kepada Wajib Pajak.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
d. Merencanakan dan melakukan
kegiatan dalam rangka
menjaga hubungan baik
dengan pihak media cetak dan
media elektronik.
4. Peningkatan Fraud Kolusi antara 1. Kelemahan Januari - Juni/ Tingkat 1. Mengurangi a. Melakukan kegiatan penguatan
efektivitas petugas di bidang sistem terkait Juli - kepercayaan kemungkin- integritas pegawai Kanwil
pelayanan, pelayanan dan pelayanan kepada Desember Wajib Pajak an terjadinya DJP/KPP.
penyuluhan, Wajib Pajak. Wajib Pajak rendah risiko
dan humas.
2. Rendahnya b. Melakukan kegiatan penguatan
integritas pegawai integritas keluarga dari pegawai
di bidang Kanwil DJP/KPP.
pelayanan

c. Melakukan sosialisasi kepada


Wajib Pajak tentang
Transformasi DJP.
d. Mengusulkan perbaikan SOP
yang dinilai memberi peluang
terjadinya kolusi dengan Wajib
Pajak.
e. Merotasi Wajib Pajak yang
diawasi oleh AR secara berkala
sehingga Wajib Pajak tidak
hanya diawasi oleh pegawai
yang sama selama bertahun-
tahun.
f. Meningkatkan pengawasan
atasan terhadap perilaku,
kebiasaan, maupun gaya hidup
pegawai.
g. Meningkatkan pengawasan
antar sesama pegawai.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
2. Mengurangi a. Memastikan bahwa setiap
dampak pengaduan Wajib Pajak
terjadinya ditangani dengan baik.
risiko
b. Menindaklanjuti setiap
pengaduan masyarakat sesuai
prosedur penanganan
pengaduan.
c. Memastikan bahwa moral
pegawai Kanwil DJP/KPP tidak
turun.
5. Peningkatan Operasional Tidak efektifnya 1. Tingkat Januari - Juni/ Tingkat kepuasan 1. Mengurangi a. Menyelenggarakan IHT atau
efektivitas penanganan kepedulian yang Juli - Wajib Pajak kemungkin- rapat pembinaan untuk
pelayanan, pengaduan terkait rendah akan Desember rendah an terjadinya meningkatkan pemahaman
penyuluhan, pelayanan pentingnya suatu risiko pegawai di bidang pelayanan
dan humas pengaduan bagi bahwa pengaduan itu dapat
perbaikan berakibat negatif tetapi juga
pelayanan dapat memberikan manfaat
positif bagi organisasi.

2. Rendahnya b. Menyelenggarakan IHT


pemahaman dan/atau mengusulkan pegawai
terhadap prosedur untuk mengikuti pelatihan
penanganan dalam rangka meningkatkan
pengaduan terkait soft compentency pegawai.
pelayanan

3. Rendahnya c. Meningkatkan pengawasan


pengawasan atasan.
atasan
2. Mengurangi a. Melakukan langkah-langkah
dampak perbaikan terhadap apa yang
terjadinya diadukan atau dikeluhkan oleh
risiko Wajib Pajak.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
b. Melakukan pembinaan
terhadap SDM yang melakukan
kelalaian atau kesalahan.

c. Memberikan informasi yang


jelas kepada para pegawai
melalui kegiatan rapat,
mengenai hal-hal terkait
pengaduan Wajib Pajak.
6. Peningkatan Operasional Rendahnya 1. Perencanaan Januari - Juni/ Efektivitas 1. Mengurangi a. Melakukan perencanaan
efektivitas kualitas penyuluhan tidak Juli - penyuluhan tidak kemungkin- terbaik sebelum melakukan
pelayanan, penyuluhan tepat Desember meningkat an terjadinya kegiatan penyuluhan tatap
penyuluhan, risiko muka dengan Wajib Pajak.
dan humas
2. Rendahnya b. Melakukan perencanaan
kompetensi SDM terbaik sebelum melakukan
di bidang kegiatan talk show.
penyuluhan

c. Melakukan konsinyering atau


rapat untuk mendapatkan
masukan dari berbagai pihak
mengenai konsep dan materi
penyuluhan.
d. Melakukan survei dan evaluasi
berkala mengenai efektivitas
materi penyuluhan dalam
bentuk iklan yang telah
terpublikasi.
e. Mengusulkan atau mengikutkan
SDM di bidang penyuluhan
pada pelatihan untuk
meningkatkan soft skill
pegawai.
f. Menyelenggarakan IHT dalam
rangka peningkatan hard skill.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
2. Mengurangi a. Menentukan jadwal pegawai
kemungkin- help desk.
an terjadinya
risiko
b. Menyampaikan informasi
mengenai saluran komunikasi
yang dapat digunakan oleh
masyarakat/Wajib Pajak.
c. Melakukan (apabila
memungkinkan) penyuntingan
atas rekaman talk show.
7. Peningkatan Strategi dan Rendahnya 1. Perencanaan Januari - Juni/ Tingkat 1. Mengurangi a. Melakukan perencanaan
efektivitas Kebijakan kualitas strategi Juli - kepercayaan kemungkin- terbaik untuk kegiatan
pelayanan, kehumasan kehumasan tidak Desember masyarakat an terjadinya kehumasan.
penyuluhan, tepat rendah risiko
dan humas
2. Kurangnya b. Menyelenggarakan IHT
kompetensi SDM dan/atau mengusulkan pegawai
di bidang untuk mengikuti pelatihan
kehumasan dalam rangka peningkatan soft
skill.
c. Melakukan survei dan evaluasi
berkala secara langsung atau
tidak langsung untuk
mengetahui tingkat
kepercayaan masyarakat
terhadap institusi DJP.
d. Melakukan rapat untuk
mengevaluasi rencana dan
pelaksanaan strategi
kehumasan.
e. Melakukan rapat koordinasi
berkala yang melibatkan SDM
di bidang kehumasan dari
KPDJP, Kanwil DJP, dan KPP.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
2. Mengurangi a. Melakukan rapat koordinasi
dampak khusus yang melibatkan SDM
terjadinya di bidang kehumasan dari
risiko KPDJP, Kanwil DJP, dan KPP
apabila terjadi pemberitaan
negatif terhadap institusi DJP.

b. Menjalankan prosedur
komunikasi internal dan
eksternal yang ada atau yang
telah direncanakan apabila
terjadi pemberitaan negatif
terhadap institusi DJP.
c. Menindaklanjuti dan memberi
tanggapan terhadap
pengaduan atau penyampaian
kekecewaan masyarakat yang
termuat di media massa.

8. Optimalisasi Operasional Data yang dapat Instansi/Asosiasi/Unit Januari - Juni/ Jumlah Mengurangi Melakukan sosialisasi dan
pelaksanaan digunakan penyedia data tidak Juli - penambahan kemungkinan koordinasi dengan instansi
ekstensifikasi sebagai dasar menjalankan Desember Wajib Pajak terjadinya risiko pemerintah, lembaga, asosiasi pada
kegiatan kewajiban terdaftar tidak wilayah unit kerja masing-masing
ekstensifikasi penyampaian data sesuai target terkait pemberian data dan informasi
perpajakan tidak yang terkait yang berkaitan dengan perpajakan.
optimal perpajakan ke DJP
9. Optimalisasi Operasional Tindak lanjut 1. Belum adanya Januari - Juni/ Jumlah Mengurangi a. Membuat usulan SOP kegiatan
pelaksanaan Wajib Pajak Baru SOP pengawasan Juli - penerimaan pajak dampak pengawasan atas tindak lanjut
ekstensifikasi tidak optimal atas tindak lanjut Desember dari Wajib Pajak terjadinya risiko WP hasil ekstensifikasi sesuai
Wajib Pajak hasil baru terdaftar tidak dengan ketentuan terkait
ekstensifikasi sesuai dengan dengan Manajemen SOP DJP
target dan/atau membuat kebijakan
bagi unit vertikal dibawahnya
terkait tata cara pengawasan
atas tindak lanjut WP hasil
ekstensifikasi.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
2. Terdapat Wajib b. Melakukan penertiban
Pajak hasil administrasi bagi WP yang
ekstensifikasi memiliki lebih dari satu NPWP
yang tidak untuk diusulkan penghapusan
potensial dan melakukan verifikasi
berdasarkandata dan informasi
perpajakan yang dimiliki atau
diperoleh DJP dalam rangka
penghapusan NPWP dan/atau
pencabutan pengukuhan PKP
secara jabatan untuk WP/PKP
yang tidak potensial.

10. Optimalisasi Operasional Kepatuhan Wajib Pemahaman Wajib Januari - Juni/ Jumlah Wajib Mengurangi Kegiatan pembinaan dapat
pelaksanaan Pajak baru rendah Pajak Baru akan hak Juli - Pajak Baru yang kemungkinan dilakukan dalam bentuk pemberian
ekstensifikasi dan kewajibannya Desember memasukkan SPT terjadinya risiko konsultasi, sosialisasi dan
masih rendah tidak sesuai target penyuluhan perpajakan.Sedangkan
kegiatan edukasi dapat
dilaksanakan melalui Kelas
Pengisian SPT dan simulasi
penghitungan pajak terutang.

11. Optimalisasi Fraud Kolusi antara 1. Kelemahan Januari - Juni/ Tingkat 1. Mengurangi a. Melakukan kegiatan penguatan
pelaksanaan petugas sistem dalam Juli - kepercayaan kemungkin- integritas pegawai Kanwil
ekstensifikasi ekstensifikasi pelaksanaan Desember Wajib Pajak an terjadinya DJP/KPP.
dengan Wajib kegiatan rendah risiko
Pajak/calon Wajib ekstensifikasi
Pajak
2. Kurangnya b. Melakukan sosialisasi kepada
integritas petugas Wajib Pajak baru atau
ekstensifikasi masyarakat tentang
Transformasi DJP.
c. Mengusulkan perbaikan SOP
yang dinilai memberi peluang
terjadinya kolusi dengan Wajib
Pajak.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
d. Meningkatkan pengawasan
antar sesama pegawai.
2. Mengurangi a. Memastikan bahwa setiap
dampak pengaduan Wajib Pajak
terjadinya ditangani dengan baik.
risiko
b. Kanwil DJP/KPP berkoordinasi
dengan Direktorat P2Humas
dan pihak terkait di Kanwil DJP
untuk menentukan upaya
meminimalisir dampak yang
ditimbulkan.

12. Peningkatan Operasional Pemanfaatan data Kurangnya Januari - Juni/ Jumlah himbauan Mengurangi a. Pelatihan tematik misal
efektivitas Approweb oleh kompetensi AR dalam Juli - kepada Wajib kemungkinan pelatihan analisis data
pengawasan Account menganalisis dan Desember Pajak sebagai terjadinya risiko Approweb, optimalisasi
Representative memanfaatkan data hasil tindak lanjut penggunaan internet dalam
tidak optimal approweb dalam pemanfaatan data rangka penggalian potensi
rangka penggalian Approweb tidak
potensi sesuai target

b. Mengusulkan AR untuk
mengikuti pelatihan jika ada
penawaran atau mengundang
pihak terkait dari Kantor Pusat
untuk melakukan IHT terkait
penggunaan Approweb.
c. Membentuk forum AR baik di
tingkat KPP maupun Kanwil
DJP sebagai wadah tukar
informasi dan pengalaman
sesama AR dengan melakukan
pertemuan secara berkala.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
13. Peningkatan Operasional Benchmark 1. Kurangnya Januari - Pengawasan Mengurangi a. Pelatihan tematik misal
efektivitas Behavioral Model kompetensi Maret/ Juli - terhadap Wajib kemungkinan pelatihan analisis laporan
pengawasan (BBM) tidak dibuat pegawai dalam September Pajak Badan terjadinya risiko keuangan, pelatihan
dan/atau tidak membuat BBM melalui penggalian penyusunan benchmark, dan
dimutakhirkan potensi tidak pelatihan penggunaan alat
efektif bantu dalam penyusunan.
2. Data Wajib Pajak b. Meminta ke KPP untuk
tidak valid melakukan verifikasi data yang
dinilai kurang dalam bentuk
surat permintaan verifikasi data.
14. Peningkatan Operasional Himbauan 1. Data (Approweb) Januari - Juni/ Jumlah Mengurangi a. Melakukan analisis dan
efektivitas pembetulan SPT yang digunakan Juli - pembetulan SPT kemungkinan menelaah draft surat himbauan
pengawasan Tahunan tidak sebagai dasar Desember Tahunan tidak terjadinya risiko oleh Kasi Waskon dan/atau
optimal himbauan tidak sesuai dengan Kepala Kantor untuk
valid target memastikan bahwa data yang
digunakan sebagai dasar
himbauan sudah valid.

2. Kurangnya b. Meningkatkan hard


kompetensi competency AR yaitu
Account pemahaman mengenai teknis
Representative perpajakan, pemahaman
dalam melakukan dokumen perpajakan (SPT,
analisis data SSP, Faktur Pajak, dll),
potensi Wajib pelatihan tematik terkait
Pajak penggalian potensi misalnya
pemahaman approweb,
pelatihan pemanfaatan data
dari internet dalam penggalian
potensi, pelatihan analisis
laporan keuangan, dll.

c. Meningkatkan soft competency


AR yaitu peningkatan
kemampuan berkomunikasi
dengan orang lain
(communication skill ),
negotiation skill , dll.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
d. Membentuk forum AR di tingkat
KPP maupun Kanwil serta
melakukan pertemuan rutin
dalam saling berbagi
pengalaman, ide, saran ketika
terdapat kendala dalam
pelaksanaan kegiatan
penggalian potensi.

15. Peningkatan Fraud Kolusi antara 1. Kelemahan Januari - Juni/ Tingkat 1. Mengurangi a. Melakukan kegiatan penguatan
efektivitas Account sistem dalam Juli - kepercayaan kemungkin- integritas pegawai Kanwil
pengawasan Representative pelaksanaan Desember masyarakat an terjadinya DJP/KPP.
dan Wajib Pajak pengawasan dan rendah risiko
konsultasi
2. Kurangnya b. Melakukan sosialisasi kepada
integritas Account Wajib Pajak baru atau
Representative masyarakat tentang
Transformasi DJP.

c. Mengusulkan perbaikan SOP


yang dinilai memberi peluang
terjadinya kolusi dengan Wajib
Pajak.
d. Meningkatkan pengawasan
antar sesama pegawai.

2. Mengurangi a. Memastikan bahwa setiap


dampak pengaduan Wajib Pajak
terjadinya ditangani dengan baik.
risiko
b. Kanwil DJP/KPP berkoordinasi
dengan Direktorat P2Humas
dan pihak terkait di Kanwil DJP
untuk menentukan upaya
meminimalisir dampak yang
ditimbulkan.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
16. Peningkatan Operasional Kualitas hasil 1. Kurangnya Januari - Juni/ Pengawasan Mengurangi a Meningkatkan hard
efektivitas pemeriksaan tidak kompetensi Juli - terhadap Wajib kemungkinan competency Pemeriksa Pajak
pengawasan optimal Pemeriksa Pajak Desember Pajak tidak efektif terjadinya risiko yaitu pemahaman mengenai
teknis perpajakan, pemahaman
dokumen perpajakan (SPT,
SSP, Faktur Pajak, dll),
pelatihan tematik terkait teknik
pemeriksaan, akuntansi
perpajakan, pelatihan analisis
laporan keuangan, dll.

2. Jangka waktu b Meningkatkan soft competency


pemeriksaan tidak Pemeriksa Pajak yaitu
sesuai standar peningkatan kemampuan
berkomunikasi dengan orang
lain (communication skill ),
negotiation skill , dll.

c membuat Rencana
Pemeriksaan (Audit Plan) atas
setiap pemeriksaan terdapat
target jangka waktu
penyelesaian pemeriksaan
(sampai dengan LHP).
d Agar membuat lembar
pengawasan
penyelesaianpemeriksaan
pajak (routing slip ) untuk
memudahkan pengawasan atas
pemenuhan jangka waktu
sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
17. Peningkatan Fraud Kolusi antara 1. Kelemahan Januari - Juni/ Tingkat 1. Mengurangi a. Melakukan kegiatan penguatan
efektivitas Pemeriksa Pajak sistem Juli - kepercayaan kemungkin- integritas pegawai Kanwil
pengawasan dan Wajib Pajak pemeriksaan Desember masyarakat an terjadinya DJP/KPP.
pajak kepada instansi risiko
DJP rendah
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
2. Kurangnya b. Melakukan sosialisasi kepada
integritas Wajib Pajak baru atau
Pemeriksa Pajak masyarakat tentang
Transformasi DJP.
c. Melakukan pengawasan
melekat (waskat) atas
pelaksanaan prosedur atau
tahapan pemeriksaan.
d Meningkatkan pengawasan
antar sesama Pemeriksa Pajak.

2. Mengurangi a. Memastikan bahwa setiap


dampak pengaduan Wajib Pajak
terjadinya ditangani dengan baik.
risiko
b. Melakukan respon yang baik
atas setiap masukan maupun
keluhan Wajib Pajak yang
diperiksa berdasarkan formulir
kuesioner pemeriksaan dengan
berkoordinasi dengan Kantor
Pusat DJP ataupun Kanwil
DJP.

18. Peningkatan Operasional Tindakan 1. Perlawanan dari Januari - Juni/ Pencairan piutang Mengurangi a. Melakukan persiapan yang baik
efektivitas penagihan aktif Wajib Pajak Juli - pajak tidak optimal kemungkinan saat akan melakukan
penegakan tidak maksimal Desember terjadinya risiko penyampaian Surat Paksa atau
hukum Surat Perintah Melakukan
Penyitaan, termasuk dengan
melakukan koordinasi dengan
pihak terkait.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
2. Penatausahaan b. Meningkatkan soft
piutang pajak compentency juru sita dengan
tidak optimal memberikan pelatihan
bagaimana cara berkomunikasi
yang baik dengan Wajib Pajak
ketika melakukan penagihan
sehingga dapat diterima
dengan baik oleh Wajib Pajak
(communication skill ).

3. Kurangnya c. Meningkatkan kemampuan


kompetensi bernegosiasi (negotiation skil l)
petugas juru sita yang dapat bermanfaat
penagihan pada saat juru sita melakukan
proses penagihan aktif.

d. Melakukan tertib adiministrasi


dengan cara melakukan (1)
penataan berkas penagihan, (2)
menyusun Laporan Rutin
Piutang Pajak, (3) melakukan
Rekonstruksi dan Pemetaan
Data piutang Pajak, (4)
membenahi prosedur migrasi
berkas Wajib Pajak Pindah.
e. Menjaga keandalan atau
validitas dokumen piutang
pajak, antara lain dengan
melakukan pemantauan atas
pengendalian pelaksanaan
rekonsiliasi data pembayaran
pajak, melakukan pemindaian
dokumen sebelum
pemberkasan, melakukan
validasi terhadap input
pelunasan tunggakan.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
f. Meningkatkan hard
competency juru sita yaitu
dengan memberikan pelatihan
teknis pelaksanaan penagihan
aktif, dokumen-dokumen terkait
penagihan, teknis penggunaan
sistem informasi terkait
penagihan.

g. Meningkatkan soft
compentency juru sita dengan
memberikan pelatihan
bagaimana cara berkomunikasi
yang baik dengan Wajib Pajak
ketika melakukan penagihan.
sehingga dapat diterima
h. dengan
Coachingbaik oleh
oleh Wajibdalam
atasan Pajak
pelaksanaan tugas penagihan.

19. Peningkatan Fraud Kolusi antara 1. Kelemahan Januari - Juni/ Tingkat 1. Mengurangi a. Melakukan kegiatan penguatan
efektivitas petugas sistem di bidang Juli - kepercayaan kemungkin- integritas pegawai Kanwil
penegakan penagihan pajak penagihan Desember Wajib Pajak an terjadinya DJP/KPP.
hukum dan Wajib Pajak rendah risiko
2. Kurangnya b. Melakukan kegiatan penguatan
integritas petugas integritas keluarga dari pegawai
penagihan Kanwil DJP/KPP.

c. Melakukan sosialisasi kepada


Wajib Pajak tentang
Transformasi DJP.

d. Mengusulkan perbaikan SOP


yang dinilai memberi peluang
terjadinya kolusi dengan Wajib
Pajak.
e. Meningkatkan pengawasan
atasan terhadap perilaku,
kebiasaan, maupun gaya hidup
pegawai.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
f. Meningkatkan pengawasan
antar sesama pegawai.

2. Mengurangi a. Memastikan bahwa setiap


dampak pengaduan Wajib Pajak
terjadinya ditangani dengan baik.
risiko
b. Menindaklanjuti setiap
pengaduan masyarakat sesuai
prosedur penanganan
pengaduan.

c. Memastikan bahwa moral


pegawai Kanwil DJP/KPP tidak
turun.
20. Peningkatan Operasional Kualitas hasil 1. Kurangnya Januari - Juni/ Laporan Mengurangi a. Meningkatkan hard
efektivitas pemeriksaan bukti kompetensi Juli - pemeriksaan bukti kemungkinan competency Pemeriksa Bukti
penegakan permulaan tidak pemeriksa bukti Desember permulaan yang terjadinya risiko Permulaan yaitu terkait
hukum optimal permulaan ditingkatkan ke pemahaman mengenai teknis
penyidikan tidak perpajakan, pemahaman
sesuai target dokumen perpajakan (SPT,
SSP, Faktur Pajak, dll),
pelatihan tematik terkait teknik
atau standar pemeriksaan bukti
permulaan, akuntansi
perpajakan, pelatihan analisis
laporan keuangan.

2. Kualitas data b. Meningkatkan soft


rendah compentency Pemeriksa Bukti
Permulaan yaitu pemahaman
bagaimana memiliki
kemampuan berkomunikasi
yang baik dengan Wajib Pajak
atau pihak-pihak terkait ketika
melakukan pemeriksaan bukti
permulaan (communication
skill ).
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
c. Memastikan bahwa setiap
tahapan pengembangan dan
analisis IDLP, kegiatan intelijen
perpajakan dan pengamatan
dilakukan dengan baik dan
sesuai dengan standar atau
ketentuan.

d. Melakukan sosialisasi terkait


kewajiban memberikan data
sebagimana diatur dalam Pasal
35 KUP sehingga dapat
memberikan pemahaman pihak
ketiga yang ada hubungannya
dengan Wajib Pajak untuk
memberikan data yaitu
keterangan atau bukti yang
diminta Direktorat Jenderal
Pajak.
21. Peningkatan Operasional Kualitas 1. Kurangnya Januari - Juni/ Realisasi Mengurangi a. Meningkatkan hard
efektivitas penyidikan tidak kompetensi Juli - penyidikan tidak kemungkinan competency Pemeriksa Bukti
penegakan optimal Penyidik Pajak Desember sesuai target terjadinya risiko Permulaan yaitu terkait
hukum pemahaman mengenai teknis
perpajakan, pemahaman
dokumen perpajakan (SPT,
SSP, Faktur Pajak, dll),
pelatihan tematik terkait teknik
atau standar pemeriksaan bukti
permulaan, akuntansi
perpajakan, pelatihan analisis
laporan keuangan.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
2. Kualitas data b. Meningkatkan soft
rendah compentency Pemeriksa Bukti
Permulaan yaitu pemahaman
bagaimana memiliki
kemampuan berkomunikasi
yang baik dengan Wajib Pajak
atau pihak-pihak terkait ketika
melakukan pemeriksaan bukti
permulaan (communication
skill ).

c. Memastikan bahwa setiap


tahapan pengembangan dan
analisis IDLP, kegiatan intelijen
perpajakan dan pengamatan
dilakukan dengan baik dan
sesuai dengan standar atau
ketentuan.

d. Melakukan sosialisasi terkait


kewajiban memberikan data
sebagimana diatur dalam Pasal
35 KUP sehingga dapat
memberikan pemahaman pihak
ketiga yang ada hubungannya
dengan Wajib Pajak untuk
memberikan data yaitu
keterangan atau bukti yang
diminta Direktorat Jenderal
Pajak.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
22. Peningkatan Operasional Berkas perkara 1. Kurangnya Januari - Juni/ Jumlah sprindik Mengurangi a. Meningkatkan hard
efektivitas penyidikan tidak kompetensi Juli - yang berkas kemungkinan competency Pemeriksa Bukti
penegakan memenuhi syarat Penyidik Pajak Desember perkaranya terjadinya risiko Permulaan yaitu terkait
hukum untuk diteruskan diserahkan ke pemahaman mengenai teknis
ke kejaksaan kejaksaan tidak perpajakan, pemahaman
sesuai target dokumen perpajakan (SPT,
SSP, Faktur Pajak, dll),
pelatihan tematik terkait teknik
atau standar pemeriksaan bukti
permulaan, akuntansi
perpajakan, pelatihan analisis
laporan keuangan.

2. Kualitas data b. Meningkatkan soft


rendah compentency Pemeriksa Bukti
Permulaan yaitu pemahaman
bagaimana memiliki
kemampuan berkomunikasi
yang baik dengan Wajib Pajak
atau pihak-pihak terkait ketika
melakukan pemeriksaan bukti
permulaan (communication
skill) .

c. Memastikan bahwa setiap


tahapan pengembangan dan
analisis IDLP, kegiatan intelijen
perpajakan dan pengamatan
dilakukan dengan baik dan
sesuai dengan standar atau
ketentuan.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
d. Melakukan sosialisasi terkait
kewajiban memberikan data
sebagimana diatur dalam Pasal
35 KUP sehingga dapat
memberikan pemahaman pihak
ketiga yang ada hubungannya
dengan Wajib Pajak untuk
memberikan data yaitu
keterangan atau bukti yang
diminta Direktorat Jenderal
Pajak.

23. Peningkatan Fraud Kolusi antara 1. Kelemahan Januari - Juni/ Tingkat 1. Mengurangi a. Melakukan kegiatan penguatan
efektivitas penyidik pajak sistem terkait Juli - kepercayaan kemungkin- integritas pegawai Kanwil
penegakan dengan Wajib pemeriksaan bukti Desember Wajib Pajak an terjadinya DJP/KPP.
hukum Pajak pemulaan dan rendah risiko
penyidikan
2. Kurangnya b. Melakukan kegiatan penguatan
integritas Penyidik integritas keluarga dari pegawai
Pajak Kanwil DJP/KPP.

c. Melakukan sosialisasi kepada


Wajib Pajak tentang
Transformasi DJP.
d. Mengusulkan perbaikan SOP
yang dinilai memberi peluang
terjadinya kolusi dengan Wajib
Pajak.
e. Meningkatkan pengawasan
atasan terhadap perilaku,
kebiasaan, maupun gaya hidup
pegawai.
f. Meningkatkan pengawasan
antar sesama pegawai.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
2. Mengurangi a. Memastikan bahwa setiap
dampak pengaduan Wajib Pajak
terjadinya ditangani dengan baik.
risiko
b. Menindaklanjuti setiap
pengaduan masyarakat sesuai
prosedur penanganan
pengaduan.
c. Memastikan bahwa moral
pegawai Kanwil DJP/KPP tidak
turun.
24. Peningkatan Operasional Kualitas hasil 1. Keputusan Januari - Juni/ Penegakan hukum Mengurangi a. Meningkatkan hard
efektivitas penyelesaian keberatan tidak Juli - tidak efektif kemungkinan competency pegawai yaitu
penegakan keberatan tidak tepat Desember terjadinya risiko pemahaman mengenai teknis
hukum optimal penyelesaian permohonan
keberatan, dokumen-dokumen
terkait keberatan, jangka waktu
penyelesaian permohonan
keberatan, dsb.

2. Penyelesaian b. Meningkatkan soft


keberatan tidak compentency pegawai yaitu
tepat waktu pemahaman bagaimana
memiliki kemampuan
berkomunikasi yang baik
dengan Wajib Pajak atau pihak-
pihak terkait dalam
menyelesaikan proses
permohonan keberatan
(communication skill) .
25. Peningkatan Fraud Kolusi antara 1. Kelemahan Januari - Juni/ Tingkat 1. Mengurangi a. Melakukan kegiatan penguatan
efektivitas Penelaah sistem Juli - kepercayaan kemungkin- integritas pegawai Kanwil
penegakan Keberatan dengan Desember Wajib Pajak an terjadinya DJP/KPP
hukum Wajib Pajak rendah risiko
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
2. Kurangnya b. Melakukan kegiatan penguatan
integritas pegawai integritas keluarga dari pegawai
Kanwil DJP/KPP.

c. Melakukan sosialisasi kepada


Wajib Pajak tentang
Transformasi DJP.
d. Mengusulkan perbaikan SOP
yang dinilai memberi peluang
terjadinya kolusi dengan Wajib
Pajak.
e. Meningkatkan pengawasan
atasan terhadap perilaku,
kebiasaan, maupun gaya hidup
pegawai.
f. Meningkatkan pengawasan
antar sesama pegawai.

2. Mengurangi a. Memastikan bahwa setiap


dampak pengaduan Wajib Pajak
terjadinya ditangani dengan baik.
risiko
b. Menindaklanjuti setiap
pengaduan masyarakat sesuai
prosedur penanganan
pengaduan.
c. Memastikan bahwa moral
pegawai Kanwil DJP/KPP tidak
turun.
26. Penataan Operasional Tidak 1. Perencanaan Januari - Juni/ Target persentase 1. Mengurangi a. Memastikan bahwa rencana
struktur dijalankannya mitigasi risiko Juli - capaian IKU kemungkin- mitigasi risiko disusun secara
organisasi rencana mitigasi tidak tepat Desember mitigas risiko tidak an terjadinya tepat.
yang efektif risiko di Kanwil tercapai risiko
DJP/KPP
2. Rendahnya b. Memastikan terlaksananya
pemahaman SDM pemantauan pelaksanaan
akan pentingnya mitigasi risiko triwulanan oleh
melakukan UKI dan dijalankannya
mitigasi risiko rekomendasi UKI.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
3. Terdapat keadaan c. Meningkatkan pengawasan
atau kondisi yang atasan.
menyebabkan
mitigasi risiko
tidak dapat
dilakukan d. Menyelenggarakan IHT
dan/atau mengusulkan pegawai
untuk mengikuti pelatihan
dalam rangka meningkatkan
pemahaman SDM Kanwil
DJP/KPP mengenai penerapan
manajemen risiko DJP.

2. Mengurangi a. Melakukan koordinasi (dalam


dampak kegiatan rapat) untuk
terjadinya melakukan identifikasi
risiko mengenai risiko-risiko apa saja
yang telah terjadi dan apa
dampak atau kerugian yang
b. Melakukan upaya perbaikan
atau recovery terhadap kondisi
atau keadaan akibat suatu
kejadian (risk event) .
c. Memastikan dijalankannya
rekomendasi pimpinan atau
pejabat yang berwenang yang
terkait dengan upaya recovery.

27. Penataan Operasional Tidak 1. Rekomendasi Januari - Juni/ Tidak tercapainya 1. Mengurangi a. Memastikan bahwa selama
struktur ditindaklanjutinya hasil pemeriksaan Juli - IKU penyelesaian kemungkin- pelaksanaan kegiatan
organisasi temuan Aparat tidak sesuai Desember temuan APIP an terjadinya pegawasan/pemeriksaan oleh
yang efektif Pengawasan dengan ketentuan (persentase risiko APIP, dokumen dan penjelasan
Intern Pemerintah dan aturan tindaklanjut atas yang dibutuhkan oleh APIP
(APIP) pelaksanaan yang temuan dapat dipenuhi sesuai
berlaku Itjen/BPK/BPKP) ketentuan.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
2. Hambatan b. Memastikan bahwa dilakukan
birokrasi dalam semacam closing conference
permintaan dan sesaat sebelum APIP
penyampaian menyelesaikan jadwal
tindak lanjut pengawasan/pemeriksaan di
objek pemeriksaan untuk
mengetahui hal-hal apa saja
yang akan menjadi temuan
APIP.
3. Organisasi dan c. Melakukan koordinasi dengan
tata kerja di pihak-pihak yang berkewajiban
lingkungan unit menindaklanjuti temuan APIP.
terperiksa sudah
berubah d. Memastikan bahwa
rekomendasi APIP yang terkait
perbaikan proses bisnis telah
ditindaklanjuti dengan
semestinya.
2. Mengurangi a. Melakukan koordinasi dengan
dampak Unit Kepatuhan Internal (UKI)
terjadinya Kanwil DJP, Direktorat KITSDA
risiko dan/atau Bagian Kepegawaian
KPDJP untuk mengetahui
langkah-langkah apa yang
dapat dilakukan terhadap
temuan APIP di Kanwil
DJP/KPP yang belum tuntas.

b. Menjalankan langkah-langkah
sesuai prosedur terkait dengan
kepegawaian apabila
pegawai/pejabat yang terkait
dengan temuan APIP telah
pensiun atau berhalangan
tetap.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
28. Sistem Operasional Kesalahan data 1. Adanya data Januari - Juni/ Sistem Mengurangi a. Menyampaikan himbauan
manajemen pada aplikasi terkait pegawai Juli - manajemen kemungkinan kepada seluruh pegawai untuk
yang handal SIKKA yang tidak diinput Desember menjadi tidak terjadinya risiko melakukan pemutakhiran data.
handal
b. Melakukan verifikasi atas surat
pernyataan kebenaran
pemutakhiran data
kepegawaian dari masing-
masing pegawai.
2. Kekurangtelitian c. Meningkatkan pengawasan
petugas dalam atas perubahan data pegawai
menginput data misalnya data kenaikan
pangkat dengan membuat
checklist.
29. Peningkatan Operasional Rendahnya 1. Adanya Januari - Juni/ Kapasitas Mengurangi a. Meningkatkan efektivitas
kapasitas penyelesaian perubahan Juli - lembaga tidak kemungkinan perencanaan kegiatan dan
lembaga kegiatan dalam kebijakan Desember meningkat terjadinya risiko anggaran.
DIPA
2. Terdapat b. Melakukan rapat persiapan dan
penugasan lain koordinasi sebelum melakukan
dalam waktu yang kegiatan.
bersamaan

30. Peningkatan Operasional Rendahnya Perencanaan Januari - Juni/ Kapasitas 1. Mengurangi a. Membuat perencanaan
kapasitas pegawai yang dalam Juli - lembaga tidak kemungkin- diklat/IHT yang baik dan
lembaga memenuhi standar penyusunan Desember meningkat an terjadinya komprehensif.
jamlat rencana diklat/IHT risiko
kurang
komprehensif

b. Melakukan monitoring
pemenuhan target jamlat
seluruh pegawai secara berkala
melalui aplikasi SIKKA.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
2. Mengurangi Menyusun dan mengusulkan revisi
dampak kegiatan dan anggaran.
terjadinya
risiko

31. Peningkatan Fraud Kolusi dalam 1. Kelemahan Januari - Juni/ Kegiatan dalam Mengurangi a. KPA/Kepala Unit Kerja
kapasitas penggunaan sistem Juli - DIPA dan kemungkinan memastikan bahwa PPK,
lembaga anggaran Desember penyerapan DIPA terjadinya risiko Pejabat Pengadaan, dan
tidak optimal Panitia/Pejabat Penerima Hasil
Pekerjaan yang dipilih adalah
sesuai dengan persyaratan
yang telah ditetapkan di
Perpres Nomor 70 Tahun 2012.
.
2. Kurangnya b. Setiap proses pengadaan
integritas pegawai barang dan/atau jasa, PPK,
Pejabat Pengadaan, dan
Panitia/Pejabat Penerima Hasil
Pekerjaan dan Penyedia
Barang dan/atau Jasa harus
menandatangani Pakta
Integritas.
c. Meningkatkan pengawasan
atasan pada setiap tahapan
penyelesaian pengadaan atau
kegiatan DIPA yang rawan
terjadi kolusi.
d. Mengoptimalkan pengendalian
gratifikasi dalam proses
penggunaan anggaran sesuai
dengan Surat Edaran Menteri
Keuangan Nomor SE-
10/MK.01/2013 tentang
Program Pengendalian
Gratifikasi di Lingkungan
Kementerian Keuangan.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
32. Peningkatan Fraud Kecurangan 1. Kelemahan Januari - Juni/ Kapasitas Mengurangi a. Mengoptimalkan peranan UKI
kapasitas pegawai terkait sistem Juli - lembaga tidak kemungkinan di Kanwil DJP/KPP dengan
lembaga dengan aturan Desember meningkat terjadinya risiko melakukan pemantauan
disiplin kepatuhan pegawai melalui
mekanisme sidak.
2. Kurangnya b. Melakukan sosialisasi atas
integritas pegawai peraturan terkait aturan jam
kerja dan disiplin pegawai
kepada seluruh pegawai.
c. Meningkatkan pengawasan
atasan kepada seluruh pegawai
dalam pemanfaatan jam kerja.

d. Meningkatkan pengawasan
ketika menyusun Laporan
Bulanan Ketertiban Pegawai
dengan membandingkan
dengan keluaran data mentah
mesin presensi.
33. Peningkatan Operasional Tingginya tingkat 1. Penelitian Januari - Juni/ Perekaman SPT 1. Mengurangi a. Menentukan jadwal dan jumlah
Penyelesaian pengembalian kelengkapan SPT Juli - tidak optimal kemungkin- petugas yang bertanggung
Pengemasan SPT dari (sebelum Desember an terjadinya jawab menerima dan mengecek
dan PPDDP/KPDDP diterbitkan LPAD) risiko SPT dengan memperhatikan
Perekaman tidak optimal jumlah kebutuhan personil.
SPT
2. Rendahnya b. Mengingatkan petugas untuk
pengawasan melakukan paraf pada LPAD
atasan sehingga dapat diketahui SPT
yang telah dicek dan yang
belum dicek kelengkapannya.
c Memastikan bahwa SPT yang
tidak lengkap, ditindaklanjuti
sesuai dengan prosedur
penerimaan SPT, sebelum
dikirimkan ke PPDDP/KPDDP.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
d. Memastikan bahwa pegawai
yang lalai atau tidak teliti
menerima informasi mengenai
berapa jumlah SPT yang
dikembalikan oleh
PPDDP/KPDDP sebagai akibat
kelalaian dan ketidaktelitian
yang bersangkutan.

2. Mengurangi a. Menindaklanjuti SPT yang


dampak kembali dari PPDDP/KPDDP
terjadinya sesuai prosedur kerja.
risiko
b. Segera merekam SPT yang
telah dilengkapi atau
mengirimkan kembali kepada
PPDDP/KPDDP.
34. Peningkatan Operasional Perekaman SPT 1. Tidak cermatnya Januari - Juli Jumlah SPT yang 1. Mengurangi a. Meningkatkan pemahaman
Penyelesaian Tahunan dan petugas direkam tidak tepat kemungkin- pegawai akan pentingnya
Pengemasan Masa tidak tepat perekaman SPT waktu banyak an terjadinya ketelitian dan kecermatan
dan waktu risiko pegawai dalam melakukan
Perekaman perekaman data SPT, melalui
SPT rapat pembinaan.
2. Menu sistem b. Segera memberitahukan
informasi permasalahan sistem informasi
perekaman SPT kepada Direktorat TIP,
tidak dapat Direktorat TTKI, tembusan
digunakan Bidang Duktekkon Kanwil DJP.

3. Tidak c. Melakukan coaching


ditemukannya perekaman SPT kepada
dokumen SPT pegawai yang baru ditugaskan
walaupun SPT melakukan perekaman SPT.
tersebut telah
diterima
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
4. Rendahnya d. Segera memberitahukan
pengawasan permasalahan sistem informasi
atasan kepada Direktorat TIP,
Direktorat TTKI, tembusan
Bidang Duktekkon Kanwil DJP.

5. Tidak efektifnya e. Melakukan pengecekan secara


koordinasi antar berkala atas jumlah SPT yang
seksi di KPP masuk dan membandingkan
dalam dengan fisik SPT.
menindaklanjuti
SPT tidak lengkap
f. Melakukan monitoring jumlah
SPT yang masuk dan status
perekaman SPT secara
berkala, misalnya per minggu,
disertai print screen status
perkembangan perekaman
SPT.
g. Mengirimkan SPT Tahunan
milik KPP lain dengan segera.

h. Melakukan rapat koordinasi


berkala yang antara lain
memonitor perkembangan
tindak lanjut atas SPT yang
tidak lengkap.
Risiko Deskripsi Opsi
Sasaran Kategori
No Apa yang Penyebab Kapan konsekuensi Penanganan Usulan Mitigasi
UPR risiko
mungkin terjadi terjadinya terjadinya risiko Risiko
2. Mengurangi a. Membentuk satuan tugas
dampak perekaman SPT apabila
terjadinya diperlukan.
risiko
b. Memastikan bahwa SPT yang
belum direkam dapat
teridentifikasi keberadaan fisik
SPT dan apa penyebabnya
belum direkamnya SPT
tersebut.
c. Memastikan bahwa SPT yang
belum lengkap ditindaklanjuti
sesuai prosedur.
d. Menghubungi Wajib Pajak
apabila fisik SPT tidak
diketemukan untuk
mendapatkan salinan SPT.