Anda di halaman 1dari 9

Perkembangan Arsitektur

Dosen :

MAKALAH
ALIRAN ARSITEKTUR MODERN : BRUTALISME

DISUSUN OLEH :
NINING ANGRIANI
03420150060

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
2016/2017
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, dengan
ini saya panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat-Nya,
sehingga saya dapat menyelesaikan makalah Perkembangan Arsitektur dengan judul Aliran
Arsitektur Modern : Brutalisme.

Adapun makalah Perkembangan Arsitektur Aliran Arsitektur Modern : Brutalisme


ini telah diusahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan dari banyak pihak,
sehingga dapat memperlancar proses pembuatan makalah ini. Oleh sebab itu, saya juga ingin
menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu dalam pembuatan makalah ini.

Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah ini dapat diambil


manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca. Selain itu, kritik dan
saran dari pembaca kami tunggu untuk perbaikan makalah ini nantinya.

Makassar, 30 Desember 2016

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................................

DAFTAR ISI.......................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................

BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................................

BAB III PEMBAHASAN ..................................................................................................

BAB IV KESIMPULAN....................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

Arsitektur modern itu timbul karena adanya kemajuan dalam bidang teknologi yang
membuat manusia cenderung untuk sesuatu yang ekonomis, mudah dan bagus. Hal itu dapat
dilihat dari adanya penemuan penemuan seperti dinamit yang memudahkan manusia untuk
menggali lubang atau penggunaan mesin yang dapat mempercepat produksi dan menghemat
tenaga manusia. Tapi itu semua tidak membuat manusia senang karena penggunaanya yang
disalahgunakan, karena dinamit yang mestinya membantu manusia malah mencelakakan
manusia, yang memudahkan manusia malah menyulitkan manusia itu sendiri. Berarti apa
yang dibuat didalam jaman modern itu belum tentu bagus/masih ada kekurangannya.
Dikatakan masih ada kekurangannya karena yang diciptakan manusia itu pada dasarnya tidak
ada yang sempurna selain itu penggunaan yang disalah gunakan bisa membuat karya manusia
itu berbalik menjatuhkan manusia itu sendiri. Dasawarsa 1960-an adalah dasawarsa yang
ironik bagi perjalanan arsitektur modern. Dalam hal arsitektur telah menjadi sebuah corak
arsitektur yang sangat rasionalistik, saat dasawarsa ini merupakan momentumdi mana corak
arsitektur yang ilmiah tidak hanya mendapatkan tempat yang terhormat di sekolah dan
laboratorium arsitektur; dalam praktek arsitektur, langgam yang bercirikan geometrik
Platonik ini telah mampu mendunia. Bahkan, di Asia, Afrika dan Amerika Latin, langgam ini
menjadi ikon dan lambang bagi kemerdekaan dan kebebasan dari penjajahan, serta menjadi
alat bukti kemampuan bangsa-bangsa ini untuk sejajar dengan negara-negara maju. Di
Indonesia misalnya, Hotel Indonesia, Hotel Bali Beach dan Hotel Pelabuhan Ratu; lalu
kompleks Gelora Senayan dan rancangan Gedung Conefo yang sekarang menjadi Gedung
DPR-MPR adalah tanda-tanda jaman dari arsitektur modern di Indonesia. Tentu, slogan
Bentuk Mengikuti Fungsi menjadi sebuah rumusan universal bagi kegiatan merancang yang
dilakukan di nyaris semua sekolah arsitektur, tak peduli apakah slogan itu dimengerti dengan
benar ataukah sudah mengalami pembelokan dan penyempitan pengertian.

Di Eropa dan Amerika Serikat, semenjak awal dasawarsa ini telah ditandai oleh
berbagai gejolak sosial dan akademik, juga gejolak politik dan budaya. Berbagai demonstrasi
mahasiswa, demonstrasi masyarakat yang memprotes pebongkaran bangunan lama untuk
diganti dengan model gedung modern yang ternyata tak lebih estetik daripada bangunan lama
yang dibongkar; dan protes arsitek-arsitek muda yang merasakan bahwa masa belajar yang
pernah mereka jalani ternyata adalah masa belajar arsitektur yang terlalu mengekang
kebebasan kreatif dalam berarsitektur; akhirnya memunculkan ragam arsitektur yang dikenal
dengan sebutan ragam Brutalisme. Di samping Brutal yang berarti kurang ajar, sebutan
brutalisme ini juga dapat dimengerti sebagi sebutan yang berasal dari kata perancis brut
yang artinya adalah kasar, khususnya untuk wajah dari permukaan benda. Paul Rudolph dan
James Stirling dalam masa awal karier mereka adalah dua nama yang menandai ragam
brutalisme ini. Arsitektur modern sampai pada saat-saat akhirnya dengan hadirnya brutalisme
ini. Dan bagi Charles Jencks, peristiwa perobohan perumahan Pruitt Igoe dicatatnya sebagai
momentum dari matinya arsitektur modern. Sebagai karya arsitektur, bangunan ini sempat
mendapat penghargaan tertinggi di bidang arsitektur di AS; dan dalam penggunaannnya
perumahan ini mewakili kegagalan arsitektur modern dalam mengakomodasi kebutuhan
pemenuhan sosiologik, kultural dan humanistik dari para pengguna arsitektur.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Aliran Brutalisme, berasal dari beton brut (beton telanjang), yang dipakai oleh Le
Corbusier pada bangunan Unite dHabitation di Marseilles. Bangunan yang dibuat dengan
gaya seperti ini, yaitu menggunakan bahan bangunan yang kasar, seperti beton expose, batu
bata kasar dan bahan lain yang sejenis termasuk di dalam aliran ini. Brutalisme mengalami
dua fase, yaitu:

Brutalisme dalam artian sempit dalam lingkungan Smitthsons (Inggris), lebih


mementingkan etika dari pada estetika.
Internasional Brutalisme, disini lebih bertujuan pada estetika.

Brutalisme memulai suatu perancangnan dari kumpulan ruang yang kecil dan
terpisah serta dihubungkan dengan elemen-2 fungsional yang bebas dan dengan indah
dikembangkan ketika bergabung bersama. Bentuk keseluruhan dari bangunan merupakan
faktor yang menentukan, tetapi bagian-bagian individual dinyatakan dengan tegas dan teliti.
(tokohnya: Le Corbusier, Paul Rudolph, Michael Kallmenn, Eero Sarine, Kenzo Tange,
Stubbin).

Brutalisme adalah gaya arsitektur yang melahirkan pembaharu gerakan arsitek dan
berkembang pada tahun 1950 sampai tahun 1970. Awal gaya sebagian besar diilhami oleh
Arsitek Swiss, Le Corbusier ( khususnya Unit d'Habitation) dan Ludwig Mies van der Rohe.
Istilah brutalisme ini dimulai dari bahasa Prancis Bton brut, atau " beton mentah". Bangunan
brutalist pada umumnya dibentuk dengan membentur blockish, geometris, dan bentuk
berulang, dan sering juga mengulang bentuk tapi tanpa adanya ornamen. Tidak semua
bangunan brutalist dibentuk dari beton. Sebagai gantinya, bangunan dapat mencapai Mutu
brutalist melalui suatu bahan yang keras dengan penampilan bagunan dan material
strukturnya terbuat dari beton. Rumah pribadi Alison dan Peter Smithson'S dibangun dari
batu bata, dan Richard & Renzo Piano Center Pompidou sering dihormati sebagai arsitektur
brutalist dengan Bahan dan struktur bangunannya meliputi batu bata, kaca, baja, batu kasar.
Brutalism sebagai gaya arsitektur juga dihubungkan dengan suatu ideologi yang berupa
kayalan sosial yang cenderung untuk didukung oleh para perancangnya, terutama Alison dan
Peter Smithson. Kegagalan dalam merencanakan suatu desain merupakan hal hal positif bagi
para arsitektur Brutalist.

Brutalism memperoleh daya gerak besar di Inggris sepanjang abad pertengahan 20,
ketika keadaan ekonomis tertekan ( dan kerusakan WWII) masyarakat mencari konstruksi
murah. Haruslah dicatat, meskipun demikian, banyak arsitek memilih gaya brutalist
meskipun mereka mempunyai anggaran yang besar dalam membangun. Dan gaya ini terjadi
setelah perang dunia ke II di jerman.

Desain brutalist pada awalnya mendapatkan kritik sebagai gaya yang merusak
pemandangan dalam majalah home office edisi 50 gaya Quenn Anne dikatakan seperti
barang rongsokan. Sebab gaya ini snagat identik dengan beton. Bagaimanapun, gaya
brutalist pada Menara Trelick membuktikan bahwa gaya brutalist sangat populer di antara
para arsitek dan masyarakat. Pada waktunya, banyak struktur brutalisme menjadi lebih
dihargai oleh masyarakat karena keunikan mereka dan penampilan yang menyolok.

Di tahun terakhir, gaya bangunan brutalistme sudah mulai hilang dari ingatan
masyarakat. Dan masyarakat mulai menuju ke gaya pembaharu yang baru lahir menggantikan
gaya brutalisme sehingga banyak bangunan gaya brutalistme dirobohkan dan dibangun
menjadi gaya yang baru lagi.
BAB III

PEMBAHASAN

Contoh Bangunan Berarsitektur Brutalisme:

Gedung Leicester University Engineering, Inggris, 1959-1963

Leceister University

Berupa satu unit tetapi terdiri dari elemen-elemen geometris yang


berbeda bentuk satu dengan yang lain. Di tengah unit paling tinggi dan menonjol
dari lainnya berbentuk huruf L siku sama sisi, bertrap-trap semakin ke atas
semakin tipis, tangga dan lift dibuat terpisah-menempel pada bagian ini. Dari
luar terlihat seperti sebuah menara kembar.
Di sudut bawah siku huruf L terdapat hall cukup luas beratap kaca tinggi
seperti kristal dan miring sampai lantai bawah. Struktur kaca tersebut terbuat
dari kabel dan batang baja. Di sisi lain terdapat ruang-ruang lain tidak tinggi
beratap datar untuk teras. Adanya kontras dan tegangan antara bidang-bidang
massif dengan warna bata merah exposed dengan bidang-bidang kaca
memberikan daya tarik tersendiri.

BAB IV

KESIMPULAN

ARSITEKTUR BRUTALISME
DAFTAR PUSTAKA

Teori dan Gerakan Arsitektur