Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

TEGANGAN, ARUS, DAYA LISTRIK

DAN RANGKAIAN RLC

OLEH

NAMA : JOYCE ERSANDY NABUT

TEKNIK INFORMATIKA

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

(STIMIK) KUPANG

2016
1. TEGANGAN LISTRIK
Tegangan listrik adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam
rangkaian listrik, dan dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur
energi potensial dari sebuah medan listrik yang mengakibatkan adanya aliran
listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensial
listriknya, suatu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah,
rendah, tinggi atau ekstra tinggi. Secara definisi tegangan listrik
menyebabkan objek bermuatan listrik negatif tertarik dari tempat bertegangan
rendah menuju tempat bertegangan lebih tinggi. Sehingga arah arus listrik
konvensional di dalam suatu konduktor mengalir dari tegangan tinggi menuju
tegangan rendah.
Alat yang dipergunakan untuk mengukur besar tegangan listrik, antara
lain: voltmeter, dan osiloskop. Voltmeter bekerja dengan cara mengukur arus
dalam sirkuit ketika dilewatkan melalui resistor dengan nilai tertentu. Sesuai
hukum Ohm, besar tegangan sebanding dengan besar arus untuk nilai
resistansi sama. Prinsip kerja potensiometer adalah menimbang tegangan
yang diukur dengan tegangan yang sudah diketahui besarnya dengan
menggunakan sirkuit jembatan. Sedang osiloskop bekerja dengan cara
menggunakan tegangan yang diukur untuk membelokkan elektron di layar
monitor, sehingga di layar akan tercipta grafik dari elektron yang telah
dibelokkan. Grafik ini sebanding dengan besar tegangan yang diukur.
Tegangan menunjukkan kekuatan gaya yang menyebabkan perubahan
bentuk benda. Tegangan (stress) didefinisikan sebagai perbandingan antara
gaya yang bekerja pada benda dengan luas penampang benda. Secara
matematis dituliskan:

= F/A
: Tegangan (N/m2)

F : gaya (Newton)

A : luas (m2)
Tegangan (dalam hukum Ohm ditulis dengan simbol E ada juga yang V)
diukur dengan satuan volt (V). Adanya perbedaan potensial atau tegangan
dapat menyebabkan arus listrik mengalir melalui suatu penghantar yang
menghubungkan antara satu titik yang berpotensial tinggi (+) ke titik lain
yang berpotensial rendah (-). Berikut adalah tabel yang menjelaskan tentang
tegangan dan satuannya.

Dalam hukum ohm tegangan dapat dicari dengan cara mengkalikan


antara arus dan hambatan.

V = I x R.

Macam-macam Tegangan
Ditinjau dari arah gaya dalam yang terjadi, tegangan diklasifikasikan menjadi
2 jenis, yaitu :

a) Tegangan normal yakni tegangan yang terjadi karena pengaruh dari gaya
normal.

b) Tegangan tangensial yakni tegangan yang terjadi karena pengaruh gaya


tangensial.

Sedangkan menurut jenis pembebanan yang diberikan, tegangan


diklasifikasikan menjadi:

a) Tegangan Normal
Tegangan normasl terjadi akibat adanya reaksi yang diberikan pada
benda. Jika gaya dalam diukur dalam N, sedangkan luas penampang dalam
m2, maka satuan tegangan adalah N/m2 atau dyne/cm2.
b) Tegangan Tarik
Tegangan tarik pada umumnya terjadi pada rantai, tali, paku keling, dan
lain-lain. Rantai yang diberi beban W akan mengalami tegangan tarik yang
besarnya tergantung pada beratnya.
c) Tegangan Tekan
Tegangan tekan terjadi bila suatu batang diberi gaya F yang saling
berlawanan dan terletak dalam satu garis gaya. Misalnya, terjadi pada
tiang bangunan yang belum mengalami tekukan, porok sepeda, dan batang
torak.
d) Tegangan Geser
Tegangan geser terjadi jika suatu benda bekerja dengan dua gaya yang
berlawanan arah, tegak lurus sumbu batang, tidak segaris gaya namun
pada penampangnya tidak terjadi momen. Tegangan ini banyak terjadi
pada konstruksi. Misalnya: sambungan keling, gunting, dan sambungan
baut. Tegangan geser terjadi karena adanya gaya radial F yang bekerja
pada penampang normal dengan jarak yang relatif kecil, maka
pelengkungan benda diabaikan. Tegangan geser bekerja di sepanjang atau
sejajar bidang, yang ditunjukkan dengan simbol . Dengan demikian
perbedaan antara tegangan geser dan tegangan normal adalah didasarkan
pada arahnya. Tegangan geser berbeda dengan tegangan tarik maupun
tegangan tekan, karena tegangan geser disebabkan oleh gaya yang bekerja
sepanjang atau sejajar dengan luas penahan gaya, sedangkan tegangan
tarik atau tegangan tekan disebabkan oleh gaya yang tegak lurus terhadap
luas bidang gaya. Tegangan geser terjadi apabila beban terpasang
menyebabkan salah satu penampang benda cenderung mengelincir pada
penampang yang bersinggungan. Tegangan geser dapat dibagi menjadi
dua, apabila ditinjau dari banyaknya geseran bidang yang terjadi yakni
geser tunggal dan geser ganda. Dalam geser ganda, masing-masing gaya
geser sama dengan setengah dari beban total yang disalurkan, artinya
V=P/2. Tegangan geser langsung merupakan tegangan yang dihasilkan
oleh aksi langsung dari gaya-gaya dalam upaya memotong bahan.
tegangan geser langsung terjadi pada desain sambungan yang
menggunakan baut, sendi, paku keling, kunci, las, atau lem. Tegangan
geser secara tidak langsung apabila elemen struktur mengalami tarik, torsi,
dan lentur. Sifat dari tegangan geser yakni apabila tegangan geser pada
muka yang berhadapan (dan sejajar) dari suatu elemen sama besar dan
berlawanan arah. Dan apabila tegangan geser di muka yang bersebelahan
(dan tegak lurus) dari suatu elemen sama besar dan mempunyai arah
sedemikian sehingga tegangan-tegangan tersebut saling menuju atau saling
menjauhi garis perpotongan kedua muka tersebut.
Apabila tegangan geser dijabarkan dalam rumus, maka tegangan geser
akan menjadi :

= V/A

dimana :

= tegangan geser (N/m2)

V = gaya geser (newton)

A = luas (m2)

e) Tegangan Lengkung
Tegangan lengkung pada batang rocker arm. Tegangan lengkung adalah
tegangan yang diakibatkan karena adanya gaya yang menumpu pada titik
tengah suatu beban sehingga mengakibatkan benda tersebut seakan-akan
melengkung. Sedangkan rumus untuk tegangan lengkung ini adalah :
b = Mb/Wb

dimana:

Mb = momen lengkung

Wb = momen tahanan lengkung

f) Tegangan Puntir
Tegagan puntir sering terjadi pada poros roda gigi dan batang-batang
torsi pada mobil, juga saat melakukan pengeboran. Jadi, merupakan
tegangan trangensial. Tegangan puntir merupakan tegangan yang
diakibatkan oleh gaya putar. Tegangan puntir sering terjadi pada poros
roda gigi dan batang torsi pada mobil, juga saat melakukan pengeboran.
Jadi, merupakan tegangan tangensial. Benda yang mengalami beban puntir
akan menimbulkan tegangan puntir sebesar :

t = Wp/Mt

dimana :

Mt = momen puntir (torsi)

Wp = momen tahanan polar (pada puntir)

2. ARUS LISTRIK
Arus Listrik didefinisikan sebagai jumlah muatan listrik yang mengalir
tiap satuan waktu. Proses terjadinya muatan yang berpindah atau mengalir
tersebut disebabkan karena adanya perbedaan potensial antara dua titik
sehingga muatan akan berpindah. Sementara definisi listrik yang digunakan
pada umumnya adalah muatan yang berpindah atau mengalir pada suatu
penghantar listrik atau rangkaian listrik dalam satu satuan waktu. Biasanya arus
memiliki satuan A (Ampere) atau dalam rumus terkadang ditulis I. Arus listrik
merupakan gerakan kelompok partikel bermuatan listrik dalam arah
tertentu. Arah arus listrik yang mengalir dalam suatu konduktor adalah dari
potensial tinggi ke potensial rendah (berlawanan arah dengan gerak elektron).
Satu ampere sama dengan 1 couloumb dari elektron melewati satu titik pada
satu detik. Pada kasus ini, besarnya energi listrik yang bergerak melewati
konduktor (penghantar). Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau
penghantar listrik lainnya. Pada zaman dulu, Arus konvensional didefinisikan
sebagai aliran muatan positif, sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik
itu dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang
sebaliknya.
Arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar atau rangkaian listrik
dinotasikan dengan huruf I dan dapat dituliskan dalam rumus :

Dimana:
I = arus listrik (Ampere ; A)
Q = jumlah muatan (Couloumb ; C)
t = waktu (second ; s)
Dari rumus tersebut dapat diketahui satuan arus listrik adalah C/s atau
Ampere (A).
Sedangkan secara umum, arus listrik yang mengalir pada suatu waktu tertentu
adalah:
Dengan demikian dapat ditentukan jumlah total muatan yang dipindahkan pada
rentang waktu 0 hingga t melalui integrasi:

Sesuai dengan persamaan di atas, arus listrik adalah besaran skalar karena baik
muatan Q maupun waktu t merupakan besaran skalar.

Arus listrik memiliki dua jenis: arus bolak balik, atau AC, dan arus searah,
atau DC. Kedua jenis memiliki kegunaan spesifik mereka sendiri dalam hal
pembangkit listrik dan penggunaan, meskipun AC adalah jenis yang lebih umum
digunakan di rumah. Perbedaannya adalah bahwa arus searah hanya mengalir
dalam satu arah, sementara arus bolak balik beralih arah arus dengan cepat.
a) Arus Listrik Bolak-Balik
Arus bolak balik yang lebih sering disebut dengan arus AC
(Alternating Current) adalah arus listrik yang jalanya bolak-balik dari
ujung penghantar satu ke ujung penghantar yang lain. Ada pula yang
mengatakan bahwa arus listrik bolak-balik adalah arus 2 (dua) fasa, karena
pada arus listrik ini terdapat arus listrik yang berfasa positif dan ada yang
berfasa negatif. Arus listrik AC dilambangkan seperti gelombang sinus
( ~ ).
Arus AC merupakan arus listrik yang umum dipakai di rumah-
rumah. Jadi arus listrik yang bersumber dari PLN dan masuk kerumah
kalian itu adalah arus AC dengan tegangan standar 220 Volt. Selain
listrik dari PLN, kita juga bisa menjumpai arus listrik bolak balik ini
pada perangkat sound sistem yang mengarah ke loudspeaker. Karena
sebenarnya sinyal suara yang dikirim dari power Amp ke Speaker
adalah berupa arus AC. Arus AC dapat berasal dari pembangkit listrik
atau generator AC, gelombang elektromagnet, dan yang paling
sederhana adalah getaran membran pada microphone yang merupakan
bentuk perubahan getaran suara menjadi sinyal listrik yang berupa arus
AC. Jika didalami lebih jauh lagi arus AC banyak sekali dipakai dalam
teknik sinyal komunikasi seperti pemancar dengan frequensi tinggi,
audio sistem, dan lain-lain.
b) Arus Listrik Satu Arah
Arus searah ini lebih sering dikenal dengan arus DC (Direct
Current), atau arus langsung. Dikatakan arus langsung karena jalanya
arus listrik dari positif menuju kearah negatif. Ada juga yang
mengatakan kalau arus DC adalah arus rata, karena besarnya tegangan
listrik selalu tetap dan berada diatas titik 0 (nol) Volt. Arus searah
diberi lambang sama dengan ( = ).
Arus listrik searah diakai pada perangkat elektronika yang
membutuhkan tegangan listrik yang stabil sepeti kalkulator,
handphone, microchip, komputer, dan masih banyak lagi. Arus searah
memiliki dua kutup yang pasti (tidak berubah-ubah seperti arus AC)
sehingga dalam pemasanganya harus cermat dan tidak boleh terbalik
karena akan merusak perangkat yang digunakan. Arus searah dapat
bersumber dari generator DC, Batu baterai, Accu, maupun pembangkit
tegangan lain yang menghasilkan tegangan DC seperti sel surya.
Dalam teknik elektronika Arus DC dikategorikan dalam teknik arus
lemah dan arus AC masuk dalam kategori arus kuat. Karena pada
umunya kita bermain dengan arus DC dengan tegangan dibawah 100
Volt, sedangkan tegangan AC umunya diatas 220 Volt bahkan hingga
ribuan Volt Arus Diam (Statis) Sebagai tambahan, kedua macam arus
listrik diatas termasuk dalam jenis listrik dinamis. Karena arus listrik
mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah meskipun ada yang
secara bolak-balik dan ada yang secara langsung. Namun kalian juga
harus tahu bahwa ada sebuah arus listrik yang termasuk dalam jenis
arus diam (Statis).

3. DAYA LISTRIK
Daya Listrik atau Electrical Power adalah jumlah energi yang diserap atau
dihasilkan dalam sebuah sirkuit/rangkaian. Sumber Energi seperti Tegangan listrik
akan menghasilkan daya listrik sedangkan beban yang terhubung dengannya akan
menyerap daya listrik tersebut. Dengan kata lain, Daya listrik adalah tingkat
konsumsi energi dalam sebuah sirkuit atau rangkaian listrik. Kita mengambil
contoh Lampu Pijar dan Heater (Pemanas), Lampu pijar menyerap daya listrik
yang diterimanya dan mengubahnya menjadi cahaya sedangkan Heater mengubah
serapan daya listrik tersebut menjadi panas. Semakin tinggi nilai Watt-nya
semakin tinggi pula daya listrik yang dikonsumsinya. Sedangkan berdasarkan
konsep usaha, yang dimaksud dengan daya listrik adalah besarnya usaha dalam
memindahkan muatan per satuan waktu atau lebih singkatnya adalah Jumlah
Energi Listrik yang digunakan tiap detik. Berdasarkan definisi tersebut,
perumusan daya listrik adalah seperti dibawah ini :
P=E/t

Dimana :

P = Daya Listrik

E = Energi dengan satuan Joule


t = waktu dengan satuan detik

Dalam rumus perhitungan, daya listrik biasanya dilambangkan dengan huruf


P yang merupakan singkatan dari Power. Sedangkan Satuan Internasional (SI)
Daya Listrik adalah Watt yang disingkat dengan W. Watt adalah sama dengan satu
joule per detik (Watt = Joule / detik)
Satuan turunan Watt yang sering dijumpai diantaranya adalah seperti dibawah ini:

1 miliWatt = 0,001 Watt

1 kiloWatt = 1.000 Watt

1 MegaWatt = 1.000.000 Watt

Rumus umum yang digunakan untuk menghitung Daya Listrik dalam


sebuah Rangkaian Listrik adalah sebagai berikut :

P = V x I atau P = I2R P = V2/R

Dimana :

P = Daya Listrik dengan satuan Watt (W)

V = Tegangan Listrik dengan Satuan Volt (V)

I = Arus Listrik dengan satuan Ampere (A)

R = Hambatan dengan satuan Ohm ()

4. RANGKAIAN RLC
Rangkaian RLC adalah rangkaian yang terdiri dari resistor, induktor,dan
kapasitor, dihubungkan secara seri atau paralel. RLC menjadi simbol listrik biasa
untuk ketahanan, induktansi dan kapasitansi masing-masing. Rangkaian ini
membentuk osilator harmonik dan akan beresonansi hanya dalam cara yang sama
sebagai rangkaian LC.
Perbedaan dari rangkaian ini terlihat dari resistor, yang di mana setiap
osilasi disebabkan di sirkuit akan mati dari waktu ke waktu jika tidak terus
berjalan dengan sumber. Ini efek dari resistor yang disebut redaman. Resistensi
dari beberapa resistor tidak dapat di hindari di sirkuit nyata, bahkan jika resistor
tidak secara khusus dimasukkan sebagai komponen. Sebuah sirkuit LC murni
adalah suatu ideal yang benar-benar hanya ada dalam teori. Untuk rangkaian RLC
seri yang menggunakan arus AC, maka arus listrik akan mendapat hambatan dari
R, L dan C. Hambatan tersebut dinamakan Impedansi (Z). Impedansi merupakan
gabungan secara vektor dari XL, XC dan Ryang besarannya dilihat dari satuan Z.

Ada berbagai macam jenis RLC untuk sirkuit ini. Sehingga rangkaian ini
paling banyak digunakan dalam berbagai jenis rangkaian osilator. Rangkaian yang
terpenting adalah untuk tuning, seperti di penerima radio atau televisi, di mana
digunakan untuk memilih rentang frekuensi yang sempit dari gelombang radio
ambien. Rangkaian RLC ini sering di sebut sebagai sirkuit disetel. Sebuah
rangkaian RLC dapat digunakan sebagai band-pass filter atau band-stop filter.
Tuning aplikasi, misalnya contoh dari band-pass filter. Filter RLC digambarkan
sebagai sirkuit kedua-order, yang berarti bahwa setiap tegangan atau arus pada
rangkaian dapat digambarkan dengan persamaan diferensial orde kedua dalam
analisis rangkaian. Tiga elemen penting dalam rangkaian ini dapat di
kombinasikan dalam sejumlah topologi yang berbeda. Semua tiga elemen secara
seri atau ketiga elemen secara paralel adalah rangkain sederhana dalam konsep
dan yang paling mudah untuk menganalisa. Namun demikian, pengaturan lain,
beberapa dengan kepentingan praktis di sirkuit nyata.
Rangkaian RLC dapat membentuk sebuah sistem persamaan diferensial
orde kedua atau bisa juga dua persamaan diferensial orde pertama, dimana
persamaan diferensial tersebut diselesaikan secara simultan. Berikut adalah rumus
frekwensi resonansi dari rangkaian RLC yang harus anda ketahui.

Dalam rangkaian RLC, kita mengenal dua jenis bagiannya yakni rangkaian
RLC seri dan rangkaian RLC paralel. Perbedaan dari kedua rangkaian tersebut
tentunya terletak pada penyusunan komponen resistor, induktor, dan kapasitornya,
dimana yang satu dipasang secara seri, dan yang satunya lagi dipasang secara
paralel. Perbedaan model pemasangan tersebut bukan tanpa maksud. Terdapat
beberapa perbedaan hasil yang ditampilkan oleh kedua rangkaian tersebut. Berikut
ini adalah penjabaran lebih lanjut mengenai rangkaian RLC seri dan rangkaian
RLC paralel secara lebih lengkap.
a) Rangkaian RLC Seri

Rangkaian seri RLC adalah rangkaian elektronika yang tersusun atas


resistor, induktor, dan kapasitor yang dihubungkan secara seri, dengan sumber
tegangan bolak-balik atau tegangan AC. Pada rangkaian RLC seri, hambatan arus
tegangan sefase, induktor tegangan mendahului arus, serta kapasitor tagangan
didahului arus.
b) Rangkaian RLC Paralel

Rangkaian seri RLC adalah rangkaian elektronika yang tersusun atas resistor,
induktor, dan kapasitor yang dihubungkan secara paralel, dengan sumber tegangan
bolak-balik atau tegangan AC. Pada rangkaian RLC paralel, terjadi pembagian
arus listrik dari sumber menjadi tiga, yakni mengarah ke resistor, induktor, dan
kapasitor.