Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM

ILMU PEMULIAAN TERNAK

Disusun oleh :

Nama NPM

1. Tuniyati 200110150027

2. Reza Nurul Hidayat 200110150131

3. Fadhli Rohman 200110150137

4. Faisal Muhammad Rizal 200110150138

5. Maulani Ulil Maghfiroh 200110150189

6. Yoga Muchamad Yusup 200110150269

Kelompok 7 Kelas E

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2017

1
LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN
LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM ILMU PEMULIAAN TERNAK
TAHUN AKADEMIK 2017

Disusun oleh :

Nama NPM Tanda Tangan


................................
1. Tuniyati 200110150027
..
................................
2. Reza Nurul Hidayat 200110150131
..
................................
3. Fadhli Rohman 200110150137
..
4. Faisal Muhammad ................................
200110150138
Rizal ..
5. Maulani Ulil ................................
200110150189
Maghfiroh ..
6. Yoga Muchamad ................................
200110150269
Yusup ..

Telah diterima dan disyahkan oleh Dosen Mata Kuliah Ilmu


Pemuliaan Ternak pada tanggal

Menerima dan mngesyahkan


Dosen Kelas Mata Kuliah Ilmu Pemuliaan Ternak

Ir. Drs. Nono Suwarno, MP


19590129 198603 1 001

KATA PENGANTAR

2
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat

serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan

sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktikum Ilmu

Pemuliaan Ternak. Kemudian shalawat beserta salam kita

sampaikan kepada Nabi besar kita Nabi Muhammad SAW yang

telah memberikan pedoman hidup yakni Al-Quran dan sunnah

untuk keselamatan umat di dunia.

Laporan Praktikum ini merupakan salah satu tugas mata

kuliah Ilmu Pemuliaan Ternak dengan judul Pendugaan Nilai

Ripitabilitas. Selanjutnya kami mengucapkan terima kasih yang

sebesar-besarnya kepada Ir. Drs. Nono Suwarno, MP. selaku

dosen mata kuliah Ilmu Pemuliaan Ternak dan kepada segenap

pihak yang telah memberikan bimbingan serta arahan selama

pembuatan laporan praktikum ini.

Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan

semoga dalam pembuatan makalah-makalah berikutnya dapat

lebih baik. Aamiin.

Sumedang, 19 Maret
2017

Penyusun

3
DAFTAR ISI

Halaman
Halaman Judul ................................................... i
Halaman Pengesahan ................................................
ii
Kata Pengantar ................................................... iii
Daftar Isi ................................................... iv
Daftar Tabel ................................................... v

Praktikum 2 : Pendugaan Nilai Ripitabilitas


1. Pendahuluan ........................................... 1
2. Tujuan Praktikum ............................................ 2
3. Tinjauan Kepustakaan .......................................
3
4. Metode Praktikum ............................................ 6
5. Hasil dan Pembahasan ......................................
7
6. Keismpulan ............................................ 9
7. Daftar Pustaka ............................................ 10

4
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Pengamatan data hasil 3 kali


pengukuran lemak susu dari 8 ekor
kerbau murah. Dugaan nilai repitabilitas
dan standar errornya. .................................. 12
Tabel 2. Tabel Sidik Ragam .................................. 12

5
I
PENDAHULUAN

Peternakan merupakan kegiatan yang berdasarkan tentang

pemeliharaan hewan ternak, dengan tujuan mendapatkan laba

sebanyak banyaknya. Ternak satu dengan ternak lain akan

berbeda dalam hal produksinya, dalam hal ini konsep genetika

sangatlah penting demi mendapatkan keturunan dari tetua yang

memiliki kelebihan dalam hal produksinya. Konsep penurunan

sifat dari tetua merupakan dasar bagi pemuliaan agar keturunan

dari ternak tersebut akan mempertahankan atau melebihi sifat

teutanya.

Ripitabilitas atau daya ulang berguna untuk mengetahui

daya ulang terhadap sifat sifat yang muncul beberapa kali

selama hidup dari ternak seperti produksi susu, jumlah anak

sekelahiran, berat anak saat disapih, produksi telur, tebal

kerabang telur, berat telur, produksi wol, jarak anak, lama estrus,

bobot lahir, bobot sapih, bobot umur satu tahun dan sebagainya.

Konsep ripitabilitas hampir sama dengan konsep korelasi

fenotipe, dalam analisis statistik dapat diartikan sebagai korelasi

atau kemiripan antara catatan (Dalton, 1980). Bedanya dengan

korelasi merupakan hubungan keeratan dalam sifat yang sama

ataupun sifat yang berlainan, seperti korelasi produksi susu

dengan kadar lemak atau produksi susu dengan laktasi pertama

dengan laktasi kedua dan contoh sifat lainnya, sedangkan

2
ripitabilitas dikatakan bagaimana seekor hewan akan mengulang

sifat yang sama selama hidupnya. Dua konteks ini hampir sama,

demikian pula kadang-kadang ripitabilitas sering diasumsikan

sama dengan heritabilitas, padahal heritabilitas merupakan

kemampuan bagaimana suatu sifat akan diturunkan terhadap

generasi yang akan datang.

II
TUJUAN PRAKTIKUM

Tujuan dari praktikum Ilmu Pemuliaan Ternak Pendugaan Nilai


Ripitabilitas adalah:
a. Untuk mengetahui pengertian dari ripitabilitas.
b. Untuk mengetahui analisis heritabilitas dengan pola regresi

3
III
TINJAUAN KEPUSTAKAAN

Ripitabilitas atau daya ulang, merupakan suatu konsep


dasar untuk mengetahui daya ulang terhadap sifat-sifat yang
muncul beberapa kali selama hidup ternak, misalnya produksi
susu, produksi telur, tebal kerabang telur, berat telur, produksi
wol, jumlah anak sekelahiran, jarak beranak, bobot lahir, bobot
sapih, dan sebagainya. Rumusan nilai ripitabilitas adalah meliputi
semua pengaruh genetik, ditambah pengaruh lingkungan yang
bersifat permanen (Warrick, dkk. 1983).
Menurut Mc Dowell (1972) menyatakan bahwa ripitabilitas
adalah suatu fraksi dari ragam fenotipik yang disebabkan oleh
adanya perbedaan yang tetap dari individu-individu. Besarnya
nilai ripitabilitas berkisar antara 0 dan 1 dan selalu lebih besar
atau sama dengan nilai heritabilitas karena nilai ripitabilitas
dipengaruhi oleh lingkunga permanen (rh) (Hardjosubroto,
1994).
Konsep ripitabilits hampir sama denagn konsep koelasi
fenotif, dalam analisis statistik adalah bentuk korelasi antar

4
catatan (Dalton, 1980). Bedanya dengan korelasi merupakan
hubungan keeratan dalam sifat yang sama ataupun sifat yang
berlainan, seperti korelasi produksi susu denagn kadar lemak
atau produksi susu pada laktasi pertama dengan yang kedua dan
contoh sifat lainnya. Sdangkan ripitabilitas dikatakan bagaimana
seekor ternak akan mengulangi sifat yang sama selama
hidupnya. Dua konteks ini hampir sama, demikian pula kadang
kadang ripitabilitas sering sering diasumsikan sama dengan
heritabilitas, padahal heritabilitas merupakan kemampuan
bagaimana suatu sifat akan diturunkan terhadap generasi yang
akan datang.
Rumusan nilai ripitabilitas adalah meliputi semua pengaruh
genetik, ditambah pengaruh lingkungan yang akan bersifat
permanen (Warwick dkk, 1983), Dimana pengaruh permanen
adalah semua pengaruh yang bukan bersifat genetik, tetapi
mempengaruhi produktivitas seekor hewan selama hidupnya,
seperti pengaruh penyakit, gizi dari induk dan sebagainya
(Hardisubruto, 1994).
Menurut Falconer (1993), dalam analisis ripitabilitas
pengulkuran dilakukan lebih dari satu kali untuk sifat yang sama
pada setian individu, sehingga raggam fenotipiknya dapat dibagi
kedalam dua ragam yaitu ragam dalam individu dan ragam antar
individu. Ragam dalam individu merupakan ragam lingkungan
yang natural merupakan bagian dari ragam yang dilakuakan
unutk ripitabilitas dan bukan merupakan teori genetik, karemna
lingkunga tersebut bukan genetik dan hal in hanya merupakan
ragam. Dalam beberapa pengengertian praktek untuk analisis
pemulianan hal ini erpukan ragam lingkungan bersama, yang
dinotasikan sebagai ragam lingkungan temporer (V ES), raga mini

5
munculdalam ragam individu yang bentuknya kadang-kadang
karena pengaruh tempat (lokasi). Ragam ligkungan permanen
(VEG) ragam yang terjadi menyebar diantara komponen individu,
bentuknya permanen dan disebabkan bukan karena pengaruh
tempat.
Ratio korelasi diatara pengukuran berulang dari individu
yang sama diketahui sebagai ripitabilitas. Jadi bagian ragam
fenotipik dapat diekspresikan sebagai ripitabilitas menjadi dua
komponen yaitu VG + VEG, dan rumus ripitabilitasnya adalah:
V G +V EG
r=
Vp

Adapun komponen variansnya :


Total fentipik = Vp
Antar individu = VG + VEG
Dalam individu = VES
Diamana : VEG = Varians environment eneral (lingkungan
permanen)
VEs = varians Environtment special (lingkungan
temporer)
Vp = VG + VEG + VES

Model ragam genetiknya


Sumber VA VD VAA VAD VDD VEG VES
2w 1 1 1 1 1 1 0
2E 0 0 0 0 0 0 1

Komponen ragam 2w, karena mempunyai nilai perbedaan


diantara individu, sementara 2E menunjukkan perbedaan

6
diantara pengukuran dalam individu, komponen ragam 2w
diestimasikan sebagai semua ragam, genetik dan bagian dari
ragam lingkungan khusus terhadap individu, sehingga rumus
ripitabilitasnya :
V G +V EG 2
r= = 2 w2
Vp w + E

Model analisis statistiknya adalah pola rancangan acak lengkap,


berdasarkan kemiripan antar catatan individu dengan intraclass
korelasi. Model statistiknya: Random model.
Ykm = + k + ekm
Dimana: Ykm = respon observasi
= rata-rata populasi
k = Pengaruh individu ke-k-th
ekm = simpangan lingkungan karena pengaruh ke-m-th
dalam individu

IV
METODE PRAKTIKUM

1. Penjelasan materi dan prosedur praktikum oleh dosen


pengampu.

7
2. Mengerjakan soal berkaitan dengan menghitung
ripitabilitas suatu sifat.

V
HASIL DAN PEMBAHASAN

8
5.1 Hasil Pengamatan
Tabel 1. Pengamatan data hasil 3 kali pengukuran lemak
susu dari 8 ekor kerbau murah. Dugaan nilai repitabilitas
dan standar errornya.

1 2 3 4 5 6 7 8
1 7.60 7,41 7,41 7,03 6,84 6,84 6,46 6,08 55,67
2 7.60 8,71 8,36 7,22 7,41 6,84 7,22 6,84 59,66
3 7,98 7,98 7,41 7,41 7,60 6,84 7,03 7,03 59,28
23,1 23,5 23,1 21,6 21,2 20,5 20,7 19,9 174,
8 6 8 6 5 2 1 5 61
2 179, 185, 179, 156, 159, 140, 143, 133, 1274
x
20 34 71 46 45 36 28 17 ,97
n = 8, k= 3, N= 24

( 174,61 )2
1. FK = =127,36
24

2. JK Total 1274,971270,36=4,61

3. JKW 1274,721270,36=4,36

4. JKE 4,614,36=0,25

Tabel 2. Tabel Sidik Ragam


Sumber
Db JK KT Komponen
Keragaman
Antar Individu 7 4,36 0,623

Dalam Individu 16 0,25 0,016


Total 24 4,61

9
2
E=0,016
5.
2w =0,20
6.
2w 0,20
2 2
= =0,93
7. w + w 0,20+0,016

8. S.E (r) =
2(1r)2 [ 1+ ( k 1 ) r ]
k ( k1 )( n1)

= 2(10,93)2 [ 1+ ( 31 ) 0,93 ]
3 ( 31 ) (81)
0,26
=

5.2 Pembahasan
Ripitabilitas adalah konsep yang erat hubungannya dengan
heritabilitas dan berguna untuk sifat-sifat yang muncul beberapa
kali dalam hidupnya seperti produksi susu, jumlah anak
kelahiran, atau berat anak yang disapih. Reapatabilitas juga
merupakan bagian dari ragam total susatu populasi yang
disebabkan oleh perbedaan-perbedaan antar individu yang
bersifat permanen (Warwick, 1983).
Perhitungan hasil pengamatan menunjukan bahwa 3 kali
ukuran lemak susu dari kerbau murrah diperlukan data dari
masing masing sapi 1-8 dengan masing-masing perlakuan
dilakukan tiga kali. Didapatkan hasil perhitungan 26 % dari
ragam pengukuran lemak susu. Pengukuran ini dilakukan lebih
dari dua kali, artinya paling mudah diukur dari analisa sidik
ragam sebagai korelasi dalam kelas. Korelasi kelas adalah
korelasi antar semua pasangan yang dimungkinkan.
Analisa dari sidik ragam sendiri menunjukkan bahwa kira-
kira 93% dari ragam dalam pengukuran lemak yang disebabkan
perbedaan individu. Repeatabilitas juga dapat dihitung dari

10
regresi data pengukuran yang lebih akhir terhadap pengukuran
sebelumnya.

VI
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan di atas, maka


dapat ditarik kesimpulan berupa:
1. Ripitabilitas adalah konsep yang erat hubungannya dengan
heritabilitas dan berguna untuk sifat-sifat yang muncul
beberapa kali dalam hidupnya.
2. Hasil pengamatan masing-masing perlakuan dilakukan tiga
kali. Didapatkan hasil perhitungan 26 % dari ragam
pengukuran lemak susu. Analisa dari sidik ragam sendiri
menunjukkan bahwa kira-kira 93% dari ragam dalam
pengukuran lemak yang disebabkan perbedaan individu.

11
DAFTAR PUSTAKA

Dalton, D.C. 1980. An Introduction to Practical Animal Breeding.


2nd ed. English Language Book Society. New York.
Falconer, R.D. and T.F.C. Mackay. 1996. Introduction to
Quantitative Genetics. Longman. Malaysia.
Hardjosubroto. 1994. Aplikasi Pemuliabiakan Ternak di Lapangan.
PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta
McDowell, R.E. 1972. Improvement Of Livestock Production In
Warm Climates. W. E. Freeman and Company, San Fransisco.
Warwick, E. J., J. Maria Astuti, Wartomo Hardjosubroto. 1990.
Pemuliaan Ternak. Gadjah Mada University Press.
Yogyakarta.

12

Anda mungkin juga menyukai