Anda di halaman 1dari 10

Sistem Pendukung Keputusan (TOPSIS) STMIK Budi Darma Medan

TOPSIS
(Technique for Order Performance by Similarity to Ideal Solution)

TOPSIS didasarkan pada konsep dimana alternatif terpilih yang terbaik tidak hanya memiliki jarak
terpendek dari solusi ideal positif, tepepi juga memiliki jarak terpanjang dari solusi ideal negatif
(Hwang, 1981)(Zeleny, 1982).

Konsep ini banyak digunakan pada beberapa model MADM karena konsepnya sederhana dan
mudah dipahami, komputasinya efisien, dan memiliki kemampuan untuk mengukur kinerja
alternatif.

Langkah-langkah penyelesaian masalah MADM dengan TOPSIS:


Membuat matriks keputusan yang ternormalisasi;
Membuat matriks keputusan yang ternormalisasi terbobot;
Menentukan matriks solusi ideal positif & matriks solusi ideal negatif;
Menentukan jarak antara nilai setiap alternatif dengan matriks solusi ideal positif & matriks
solusi ideal negatif;
Menentukan nilai preferensi untuk setiap alternatif.

Rating kinerja alternatif A1 pada setiap kriteria C1 yang ternormalisasi :


X ij
rij =

m 2
i =1
X ij

dengan i = 1,2, ,m dan j = 1,2,, n

Solusi ideal positif dan solusi ideal negatif dapat ditentukan berdasarkan rating bobot
ternormalisasi (y):
y ij = wi rij
A + = ( y1+ , y 2+ ,...., y n+ )
A = ( y1 , y 2 ,..., y n )

dengan i = 1,2, ,m dan j = 1,2,, n

Dengan:

Oleh : Tonni Limbong, S.Kom,M.Kom 1


Sistem Pendukung Keputusan (TOPSIS) STMIK Budi Darma Medan

Jarak antara alternatif Ai dengan solusi ideal positif dirumuskan sebagai:

Di+ = +
n
j =1
( y i y ij ) 2

Jarak antara alternatif Ai dengan solusi ideal negatif dirumuskan sebagai:

Di = 2
n
j =1
( y ij y i )

Nilai preferensi untuk setiap alternatif (Vi) diberikan sebagai berikut:


Di+
Vi =
Di + Di+
Contoh:
Suatu perusahaan di Kota Medan ingin membangun sebuah gudang yang akan digunakan sebagai
tempat untuk menyimpan sementara hasil produksinya.

Ada 3 lokasi yang akan menjadi alternatif, yaitu:


A1 = Tanjung Morawa,
A2 = Belawan,
A3 = Pancur Batu

Ada 5 kriteria yang dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan, yaitu:


C1 = jarak dengan pasar terdekat (km),
C2 = kepadatan penduduk di sekitar lokasi (orang/km2);
C3 = jarak dari pabrik (km);
C4 = jarak dengan gudang yang sudah ada (km);
C5 = harga tanah untuk lokasi (x1000 Rp/m2).

Tingkat kepentingan setiap kriteria, juga dinilai dengan 1 sampai 5, yaitu:


1 = Sangat rendah,
2 = Rendah,
3 = Cukup,
4 = Tinggi,
5 = Sangat Tinggi.

Pengambil keputusan memberikan bobot preferensi sebagai: W = (5, 3, 4, 4, 2)

Oleh : Tonni Limbong, S.Kom,M.Kom 2


Sistem Pendukung Keputusan (TOPSIS) STMIK Budi Darma Medan

Nilai Bobot Kepentingan dari Tiap Kota :

A1 = Tanjung Morawa 4 4 5 4 4
A2 = Belawan 3 3 4 5 3
A3 = Pancur Batu 5 4 4 4 4

Kasus
Penyelesaian dengan mempergunakan metode TOPSIS

Menentukan matriks keputusan ternormalisasi :

Dan seterusnya sampai X5, sehingga diperoleh matriks sebagai berikut:

Menentukan matriks keputusan yang ternormalisasi terbobot :

Dan seterusnya sehingga diperoleh matriks Y :

Oleh : Tonni Limbong, S.Kom,M.Kom 3


Sistem Pendukung Keputusan (TOPSIS) STMIK Budi Darma Medan

Menentukan matriks solusi ideal positif :

Menentukan matriks solusi ideal negatif :

Menentukan jarak antara nilai terbobot setiap alternatif terhadap solusi ideal positif :

Oleh : Tonni Limbong, S.Kom,M.Kom 4


Sistem Pendukung Keputusan (TOPSIS) STMIK Budi Darma Medan

Menentukan jarak antara nilai terbobot setiap alternatif terhadap solusi ideal negatif :

Menentukan nilai preferensi untuk setiap alternatif :

V1 memiliki nilai terbesar, sehingga alternatif yang


dipilih adalah alternatif A1 (Tanjung Morawa).

SOAL LATIHAN :
Suatu institusi perguruan tinggi akan memilih seorang karyawannya untuk
dipromosikan sebagai kepala Laboratorium Komputer.

Ada empat kriteria yang digunakan untuk melakukan penilaian, yaitu:


C1 = tes pengetahuan (wawasan) sistem informasi : Sangat baik
C2 = praktek instalasi jaringan : Baik
C3 = tes kepribadian : Baik
C4 = tes Manjemen Server : Cukup

Pengambil keputusan memberikan bobot untuk setiap kriteria sebagai berikut :


C1 = 35%; C2 = 25%; C3 = 25%; dan C4 = 15%. Total : 100%

Oleh : Tonni Limbong, S.Kom,M.Kom 5


Sistem Pendukung Keputusan (TOPSIS) STMIK Budi Darma Medan

Bobot untuk Kriteria:


Nilai NILAI BOBOT Keterangan Bobot Kriteria
TEST KRITERIA
80 100 35% 5 Sangat Baik Tertinggi
60 79 25% 4 Baik
40 59 15% 3 Cukup
20 - 39 5% 2 Buruk
0 - 19 0% 1 Sangat Buruk Terendah

Bobot dari Kriteria adalah


Nilai W = [ 5, 4, 4, 3]

Tabel nilai alternatif di setiap kriteria:

Alternatif Kriteria NILAI UJIAN / TEST


C1 C2 C3 C4 C1 C2 C3 C4
Alex 4 5 4 4 70 80 77 65
Harvei 5 4 4 5 83 67 72 80
Berto 4 4 4 4 78 72 75 79
Paska 4 5 5 4 79 82 80 67
Zekson 5 4 4 4 82 79 79 78
Mhd Iqbal 5 4 4 4 80 77 77 77
Yasir 4 5 5 4 79 81 80 69

Oleh : Tonni Limbong, S.Kom,M.Kom 6


Sistem Pendukung Keputusan (TOPSIS) STMIK Budi Darma Medan

Penyelesaian:
Menentukan Matriks Ternormalisasi

Oleh : Tonni Limbong, S.Kom,M.Kom 7


Sistem Pendukung Keputusan (TOPSIS) STMIK Budi Darma Medan

Oleh : Tonni Limbong, S.Kom,M.Kom 8


Sistem Pendukung Keputusan (TOPSIS) STMIK Budi Darma Medan

Hasil Matriks Ternormalisasi:

Menentukan Matriks ternormalisaso terbobot:

Oleh : Tonni Limbong, S.Kom,M.Kom 9


Sistem Pendukung Keputusan (TOPSIS) STMIK Budi Darma Medan

Hasil Matriks ternormalisasi terbobot:

Menentukan Matriks solusi Ideal Positif (A+)


Y1 + = Max {2..12047163, 2..12047163, 1.6963773, 1.6963773, 2..12047163, 2..12047163,
1.6963773} = 2.12047163
Y2 + = Max {1.6963773, 1.35710184, 1.35710184, 1.6963773, 1.35710184, 1.35710184,
1.6963773} = 1.696773
Y3 + = Max {1.3571, 1.3571, 1.3571, 1.696376, 1.3571, 1.3571, 1.696376 } = 1.696376
Y4 + = Max {1.017825, 1.272282, 1.017825, 1.017825, 1.017825, 1.017825, 1.017825}= 1.272282

A+ = {2.12047163, 1.696773, 1.696376, 1.272282}

Menentukan Matriks solusi Ideal Negati(A-)


Y1 - = Max {2..12047163, 2..12047163, 1.6963773, 1.6963773, 2..12047163, 2..12047163,
1.6963773} = 1.6963773
Y2 - = Max {1.6963773, 1.35710184, 1.35710184, 1.6963773, 1.35710184, 1.35710184,
1.6963773} = 1.35710184
Y3 - = Max {1.3571, 1.3571, 1.3571, 1.696376, 1.3571, 1.3571, 1.696376 } = 1.3571
Y4 - = Max {1.017825, 1.272282, 1.017825, 1.017825, 1.017825, 1.017825, 1.017825}= 1.017825

A- = {1.6963773,1.35710184,1.3571,1.017825}

Menentukan jarak antara nilai terbobot setiap alternatif terhadap solusi ideal positif:
(2.12047163 2.12047163) 2 + (1.6963773 1.696773) 2 +
D1+ =
(1.3571 1.696376) 2 + (1.017825 1.272282) 2

Oleh : Tonni Limbong, S.Kom,M.Kom 10