Anda di halaman 1dari 32

TUGAS AKHIR SEMESTER

MAKALAH PENGANTAR ILMU POLITIK

Dosen Pengampu : Iswandi, SH, MH

OLEH :
KEMAS FAUZAN
B10014367

PRODI ILMU HUKUM


FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS JAMBI
2017
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur pemakalah panjatkan ke hadirat Allah SWT,
karena dengan berkat limpah rahmat dan karunia-Nya sehingga
pemakalah dapat menyusun makalah ini dengan baik.
Makalah ini dibuat dengan observasi dan bantuan dari
berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan
hambatan selama mengerjakan makalah ini. oleh karena itu
pemakalah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini.
Pemakalah menyadari karena masih banyak kekurangan
yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu pemakalah
mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang
dapat membangun pemakalah. Kritik dari pembaca sangat saya
harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Jambi, Mei 2017

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................... ii


DAFTAR ISI .............................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian .......................................................................... 2
B. Ruang Lingkup .................................................................. 2
C. Metode ............................................................................... 4
D. Konsep-konsep ................................................................... 6
E. Teori ................................................................................... 16

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ........................................................................ 23

DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I
PENDAHULUAN

Politik adalah proses pembentukan dan pembagian


kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses
pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini
merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang
berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu
politik.
Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara
konstitusional maupun nonkonstitusional. Di samping itu politik
juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:
politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk
mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan
pemerintahan dan negara
politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk
mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan
dan pelaksanaan kebijakan publik.
Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa
kunci, antara lain: kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik,
perilaku politik, partisipasi politik, proses politik, dan juga tidak
kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai
politik.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Ilmu politik merupakan ilmu yang mempelajari suatu segi
khusus dari kehidupan masyarakat yang menyangkut soal
kekuasaan. Secara umum ilmu politik ialah ilmu yang mengkaji
tentang hubungan kekuasaan, baik sesama warga Negara, antar
warga Negara dan Negara, maupun hubungan sesama Negara.
Yang menjadi pusat kajiannya adalah upaya untuk memperoleh
kekuasaan, usaha mempertahankan kekuasaan, penggunaan
kekuasaan tersebut dan juga bagaimana menghambat
penggunaan kekuasaan.
Ilmu politik mempelajari beberapa aspek, seperti :
a. Ilmu politik dilihat dari aspek kenegaraan adalah ilmu yang
mempelajari Negara, tujuan Negara, dan lembaga-lembaga
Negara serta hubungan Negara dengan warga negaranya dan
hubungan antar Negara.
b. Ilmu politik dilihat dari aspek kekuasaan adalah ilmu yang
mempelajari ilmu kekuasaan dalam masyarakat, yaitu sifat,
hakikat, dasar, proses, ruang lingkup, dan hasil dari
kekuasaan itu.
c. Ilmu politik dilihat dari aspek kelakuan politik yaitu ilmu yang
mempelajari kelakuan politik dalam sistem politik yang
meliputi budaya politik, kekuasaan, kepentingan dan
kebijakan.

B. Ruang Lingkup
Ruang lingkup ilmu politik menurut pemahaman kami adalah
batasan-batasannya dengan ilmu-ilmu sosial lainnya. Maka dapat
dipahami dengan menguraikan hubungan ilmu politik dengan
ilmu-ilmu tersebut.
1. Hubungan ilmu politik dengan ilmu sosiologi

2
Semua ilmu sosial pada dasarnya mempelajari kelakuan
manusia serta cara-cara manusia hidup serta bekerja sama.
Ilmu politik berhubungan erat sekali dengan ilmu sosiologi,
karena ilmu sosiologi mempelajari latar belakang, susunan
dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan
kelompok dalam masyarakat yang nantinya akan
mempengaruhi keputusan kebijaksanaan dalam ilmu politik.
Baik ilmu sosiologi maupun ilmu politik mempelajari negara.
Namun bagi ilmu politik negara merupakan obyek
penelitian pokok, sedangkan dalam sosiologi negara hanya
merupakan salah satu dari banyak asosiasi dan lembaga
pengendalian masyarakat.
2. Hubungan ilmu politik dengan ilmu antropologi
Antropologi mempelajari pengertian-pengertian dan teori-
teori tentang kedudukan serta peranan satuan-satuan sosial
budaya yang lebih kecil dan sederhana dalam masyarakat,
khususnya dalam menunjukkan perbedaan struktur sosial
serta pola-pola kebudayaan yang berbeda-beda pada tiap-tiap
masyarakat. Sedangkan ilmu politik lebih memusatkan pada
kekuasaan dan kebijakan dengan memahami struktur sosial
pada masyarakat.
3. Hubungan ilmu politik dengan ilmu ekonomi
Politik juga berhubungan erat dengan ilmu ekonomi,
dimana prinsip yang tercakup dalam ilmu ekonomi akan
diadopsi oleh ilmu politik yakni pengambilan kebijakan dalam
sistem politik yakni bertujuan untuk kemakmuran ekonomi
dalam pembangunan suatu masyarakat.
Seorang sarjana politik misalnya, dapat meminta bantuan
sarjana ekonomi tentang syarat-syarat ekonomis yang harus
dipenuhi guna memperoleh tujuan-tujuan politis tertentu,
khususnya yang menyangkut pembinaan kehidupan
demokrasi.
4. Hubungan ilmu politik dengan ilmu Psikologi

3
Psikologi sosial adalah pengkhususan psikologi yang
mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dan
masyarakat, khususnya faktor-faktor yang mendorong
manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok atau
golongan. Psikologi sosial mengamati kegiatan manusia dari
segi-segi ekstern (lingkungan sosial, fisik, peristiwa-peristiwa,
gerakan-gerakan massa) maupun dari segi intern (kesehatan
fisik perorangan, semangat, dan emosi).
Dengan demikian psikologi sosial mempengaruhi suatu
hasil keputusan dalam kebijaksanaan politik dan kenegaraan
dengan memperhatikan sikap dan tindakan-tindakan sosial
masyarakat yang melahirkan tuntutan-tuntutan terhadap
kebijakan politik suatu pemerintahan.
C. Metode
Seperti ilmu-ilmu sosial pada umumnya, dalam metode
penelitian yang digunakan untuk dalam ilmu politik pun
menyangkut metode induksi dan deduksi. Metode Induksi adalah
serangkaian strategi ataupun prosedur penarikan kesimpulan
umum yang diperoleh berdasarkan proses pemikiran-pemikiran
setelah mengkaji peristiwa-peristiwa yang bersifat khusus-khusus
atas fakta teoritis yang khusus ke yang umum. Yang termasuk
dalam metode induksi tersebut mencangkup metode.
1. Metode deskriptif adalah sebagai prosedur pengkajian
masalah-masalah politik untuk memberikan gambaran
terhadap kenyataan yang yang ada sekarang ini secara
akurat.
2. Metode analisis menekankan pada penelaahan secara
mendalam terhadap masalah-masalah politis yang di susun
secara sistematis dengan memperlihatkan hubungan fakta
satu dengan yang lainnya.
3. Metode evaluative merupakan serangkaian usaha penelaahan
fenomena politik yang bersifat menentukan terhadap fakta

4
yang dikumpulkan dengan dasar pada norma-norma ataupun
ide-ide yang abstrak.
4. Metode klasifikasi adalah metode yang melandaskan pada
penggolongan atau pengelompokan objek-objek secara
teratur yang masing-masing menunjukkan hubungan timbal
balik.
5. Metode perbandingan merupakan metode kajian politik yang
menitik beratkan pada studi persamaan dan perbedaan atas
dua objek telaahan, dengan maksud untuk memperdalam
maupun menambah pengetahuan tentang objek-objek kajian
politik.
Sedangkan metode deduksi adalah sebaliknya dari metode
induksi. Metode lainya banyak di gunakan dalam kajian ilmu
politik antara lain:
1. Metode filosofis, metode ini digunakan untuk meneliti
masalah-masalah politik langsung yang berhubungan dengan
kehidupan politik yang di teliti secara abstrak- akademis
teoretis. Dari ide yang abstrak itulah kemudian dibuat deduksi
tentang fenomena-fenomena yang di desain secara detail.
2. Metode yuridis atau legalitas, merupakan penekanan prosedur
penelitiannya terhadap asas-asas legal secara yuridis.
3. Metode historis, dalam metode ini penelitian ilmu politik
didasarkan pada kenyataan-kenyataan sejarah. Artinya,
tekanan dalam penelitian ini terutama terhadap segi latar
belakang, pertumbuhan dan perkembangan, hukum sebab
akibat, yang merupakan ciri khas ilmu sejarah.
4. Metode ekoomis, dalam penelitian ini ilmu politik di
sangkutpautkan secara melekat dengan aspek-aspek
ekonomi, baik itu melalui pendekatan marxisme, maupun non
marxisme.
5. Metode sosiologis, memandang bahwa kajian politik, lembaga-
lembaga politik di analogikan sebagai fenomena sosial
maupun organisme sosial. Karena itu dalam kajian sosiologis,
lembaga-lembaga politik dapat di rinci dalam semua individu

5
substratumnya. Dalam arti bahwa metode sosiologis
memandangnya dalam kajian politik tersebut sebagai
organisme sosial yang dinamis.
6. Metode psikologis, dalam penggunaannya kajian politik
banyak menggunakan dalil-dalil psikologi berbagai acuannya.
Aspek-aspek politik sering dilihatnya dari perspektif motif,
kepribadian pemimpin, maupun pihak-pihak yang
menentangnya, termasuk faktor-faktor penyebab terjadinya
suatu peristiwa politik.
Namun demikian, berbeda dengan The Liang Gie (1999:
116) bahwa beberapa metode penelitian ilmu politik yang
banyak digunakan adalah metode:
1. Metode obsevasi, diartikan secara luas karena pengertian
pengamatan tidak sekedar pengamatan langsung, tetapi juga
dapat tidak langsung terhadap phenomena politik.
2. Metode analitis, adalah suatu metode dengan serangkaian
tindakan dan pemikiran yang disengaja untuk menelaah
sesuatu hal yang secara mendalam dan terperinci terutama
dalam mengkaji bagian-bagian dari suatu totalitas.
3. Metode deskripsi, merupakan metode yang secara mendalam
memberikan gambaran politik terhadap kondisi realitasnya.
Dengan demikian, metode ini dapat di simpulkan sebagai
upaya memberikan gambaran realitas secara akurat
4. Metode klasifikasi, secara umum metode ini menggambarkan
adanya pengelompokan ataupun penggolongan objek kajian
secara teratur untuk memudahkan pencarian adanya
hubungan timbal balik. untuk memudahkan
pengelompokannya, biasanya terdapat aturan pokok yang
menurut Ciarke (Isaak, 1975: 42) mencakup:
a. Pengolongan harus masuk akal
b. Harus ada pengelompokan yang cukup untuk semua data
c. Harus tidak ada pengelompokan yang operlapping
d. Harus hanya ada satu basis penggolongan
5. Metode pengukuran, merupakan metode untuk
mengidentifikasi besar kecilnya objek atau phenomena yang

6
diteliti, baik yang menggunakan alat khusus maupun tidak.
metode ini dapat digunakan terhadap isi surat kabar, siaran
radio, ataupun menghitung secara cermat perkataan-
perkataan tertentu yang sering di ucapkan oleh para
pemimpin politik yang diteliti.
6. Metode perbandingan, merupakan metode yang dimaksudkan
untuk mengetahui perbedaan dan persamaan dari dua
peristiwa politik, Negara, kelompok, atau lebih. Dengan
demikian, dapat dianalisis dan diperdalam aspek-aspek yang
dikajinya.

D. Konsep-konsep
Di bawah ini dikemukakan konsep-konsep yang
diperkenalkan dan dikembangkan dalam pembelajaran ilmu
politik. Adapun konsep-konsep yang dimaksud, seperti
kekuasaan, kedaulatan kontrak social, Negara, pemerintah,
legitimasi, oposisi, system politik, demokrasi, pemilihan umum,
partai politik, desentralisasi, persamaan, demonstrasi, hak asasi
manusia, dan voting.
1. Kekuasaan
Konsep kekuasaan merujuk pada kemampuan seseorang
atau kelompok manusia untuk memengaruhi tingkah laku
seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah
laku itu sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang
memiliki kekuasaan tersebut (budiardjo, 2000:35). Dengan
demikian, konsep kekuasaan itu sangat luas karena setiap
manusia pada hakikatnya merupakan subjek dan sekaligus
sebagai objek dari kekuasaan itu. Missal presiden sekalipun harus
tunduk kepada undang undang yang berlaku.

7
Menurut Phillip (2000: 820), terdapat tiga sumber utama
yang menyebabkan dalam mendefinisikan kekuasaan itu selalu
ada perbedaan yang mendasar.
1. adanya perbedaan disiplin dalam ilmu ilmu social yang
menekankan perbedaan basis kekuasaan, missal kekayaan,
status, pengetahuan, karisma, kekuatan, dan otoritas.
2. Adanya perbedaan bentuk kekuasaan, seperti pengaruh,
paksaan, dan control.
3. Adanya perbedaan control penggunaan kekuasaan, tujuan
untuk individu atau masyarakat, tujuan politik atau ekonomi.
Begitupun mengenai diskusi diskusi pada tahun 1950, saat
itu kekuasaan didominasi oleh perspektif-perspektif yang saling
bertentangan yang ditawarkan oleh elite elit politik kekuasaan
dengan menekankan kekuasaan sebagai bentuk dominasi yang
dijalankan oleh suatu kelompok lain dengan keberadaan konflik
kepentingan fundamental. Dalam hal ini contohnya Parsons yang
menggunakan pendekatan structural fungsional, melihat
kekuasaan kapasitas untuk mencapai suatu tujuan sementara
Mills memandang kekuasaan sebagai suatu hubungan dimana
satu pihak menang atas yang lain.
2. Kedaulatan
Konsep kedaulatan dibagi menjadi 2 telaahan, dilihat dari
hokum tata Negara, konsep kedaulatan mengacu pada
kekuasaan pemerintahan yang tertinggi dan mutlak. Dilihat dari
hokum internaasional mengacu pada kemerdekaan suatu Negara
terhadap Negara Negara lain.
Kemudian, jika dilihat dari jenis dan bentuknya, ragam
kedaulatan itu dapat dibedakan menjadi 3 macam.
a. kedaulatan hukum
Dalam hukum tata Negara menyatakan bahwa hukum itu
berdaulat. Kedaulatan itu terlepas dari kedaulatan suatu
Negara. Negara harus tunduk pada kedaulatan hukum

8
walaupun tidak cocok dengan kehendak Negara. Adapun
totkoh ajaran kedaulatan hokum tersebut adalah dari belanda
hugo krabe.
b. Kedaulatan Negara
dalam hokum tata Negara menyatakan bahwa asas
kedaulatan mutlak terletak pada kekuasaan Negara yang
merupakan sumber hokum utama. Kehendak Negara tersebut
yang termuat dalam perundang undangan dan hokum
kebiasaan yang diakui dengan undang undang. Beberapa
totokoh ajaran ini adalah Kelsen, laband, jhering, jellinek.
c. Kedaulatan rakyat
Kedaulatan harus ada pada tangan rakyat. Implikasi dari
bentuk kedaulatan tersebut bahwa kekuasaan untuk membuat
perundang undangan harus dilakukan oleh rakyat dengan
perantaan dewan perwakilan rakyat. Sebagai sumber hokum
utama adalah undang undang. Dengan demikian, yang
berdaulat adalah kehendak rakyat atau kehendak umum
3. Kontrol Social
Konsep control social mengacu pada pengaturan tingkah
laku manusia oleh kekuatan social yang dilakukan di luar
pemerintahan untuk memelihara menurut hokum dan aturan itu
yang muncul dalam tiap tiap masyarakat dan institusi. Dengan
demikian, kontrak social merupakan doktrin bahwa pemerintahan
itu didirikan untuk dan oleh rakyat melandasi semua Negara
yang menyatakan dirinya demokratis. Kontak social itu
diperjuangkan sejak zaman Thomas Hobbess, Jhon Locke, dan JJ
Rouseau.
Hobbes yang baru saja mengalami kengerian perang
saudara, membayangkan masyarakat berada dalam sebuah
lingkungan alamiah yang anarkis, hidup dalam kekhawatiran
penyerangan yang membawa kematian. Akhirnya, orang orang
me mbuat perjanjian untuk menjamin pertdamaian. Kemudioan
Locke menggantikan toeri Hobess, teori ini bersifat damai dan

9
teratur, rakyat hokum moral dan alam, mengolah alam dan
kepemilikan.
Kontraktualisme selanjutnya dikembangkan oleh JJ Rousseau
yang berpendapat pemerintah pada mulanya adalah konspirasi
dari orang-orang kaya untuk melindungi kepemilikan mereka,
dalam kontak social yang ideal, individu dapat dengan bebas
mempertukarkan otonomi alamiah mereka dengan saham dalam
pemerintahan, hal itu dapat dicapai dengan demokrasi
partisipasi langsung. Kehendak bersama dengan demikian
mewakili hal hal yang terbaik.
4. Negara
Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik. Negara
adalah organisasi pokok dalam kekuasaan politik, Negara pun
merupakan alat dari masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk
mengatur hubungan manusia dalam masyarakat untuk
menertibnkan fenomena kekuasaan dalam masyarakat, sebab
manusia hidup dalam suasana kerja sama, sekaligus suasana
antagonistic yang penuh konflik. Negara meupakan organisasi
yang dalam suatu wilyah dapat memaksakan kekuasaannya
sevara sah terhadap semua golongan kekuasaan lainnya dan
dapat menetapakan tujuan tujuan kehidupan bersama tersebut.
Ada 2 tugas Negara yakni:
a. Mengendalikan dan mengatur gejala gejala kekuasaan yang
social ataupun bertentangan satu sama lain. Suapaya tidak
jadi antagonisme yang sangat berbahaya.
b. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan
golongan golongan kea rah tercapainya tujuan tujuan dari
masyarakat yang madani.
Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi
kemayarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan
kepada tujuan nasional konsep Negara tesebut hanya mengacu
pad a bentuk pemerintahan sipil khusunya yang berkembang di

10
eropa pada abad ke 16, model tersebut telah banyak ditiru
keberhasilan yang bervariasi. Negara adalah suatu struktur yang
abstrak dan impersonal dari jabatana yang di pelihara secara
kondisional dijalankan oleh individu individu tertentu setelah
revolusi 1688, Jhon Locke mempublikasikan two treatises of
government yang memperluas gambaran kekauan Negara yang
bersifat tidak toleran sebagaimana diberikan oleh hobbes. Ia
menertibkan pada kehendak umum komunitas warga Negara
yang ditujukan untuk kepentingan public yang berpendapat
bahwa republic merupakan kondisi yang diperlukan bagi
perdamaian abadi dan di revolusi prancis.
5. Pemerintah
Pemerintah dapat kita bagi menjadi 4 pengertian:
1. pemerintah mengacu pada proses memerintah, yakni
pelaksanaan oleh yang berwenang.
2. Istilah ini dapat juga dipakai untuk meyebut keberadaan prose
situ sendiri. Kepada kondisi seperti apa adanya aturan dan tata
aturan.
3. Pemerintah acapkali menduduki otorotas dalam masyarakat
atau lembaga, artinya kantor atau jabatan jabatan dalam
pemerintahan.
4. Istilah ini dapat pula mengacu kepada bentuk, metode dan
system pemerintahan dalam pemerintahan dan hubungan
antara yang memerintah dan yang diperintah.
Beberapa kecendrungan dalam pemerintahan yang
berdaulat pada masyarakat maju sekrang ini, paling tidak
memiliki 3 perangkat dinas yang terpisah, yakni
a. peran legislative untuk membuat peraturan peraturan
b. peran eksekutif yang kadang kadang dicampuradukan dengan
pemrintah bertanggung jwab menjalankan hokum itu dan
dalam masyarakat politik yang sudah maju memainkan peran
dominant dalam ususlan usulan peraturan yang baru,

11
c. peran yudikatif yang bertanggungjawab untuk menafsirkan
huhkum dan menerpkannya dalam masing masing kasus.
Kajian tentang pemerintahan sudah berubah, terutama sejak
prang dunia 2, karena sejalan dengan behavioralisme, kini
fokusnya bergeser bagaimana pemerintah beroperasi. Baik
lembaga lembaga formal maupun non formalnya.
6. legitimasi
legitimasi menunjuk pada keterangan yang mengesahkan
atau membenarkan bahwa pemegang kekuasaan maupun
pemerintahan adalah benar benar orang yang dinaksud (yang
secara hokum adalah sah). Legitimasi memegang peranan
penting dalam system kekuasaan, mengingat dengan legitimasi
yang di perolehnya tersebut dapat memudahkan ataupun
melancarkan suatu pengaruh kekuasaan yang dimilki seorang
maupun kelompok. Legitimasi tidak menjamin akan dapat
memuaskan para anggotanya yang terus menerus tanpa batas
dengan kemepimpinannya itu.
Dalam teori modern terdapat asumsi bahwa legitimasi harus
memilki gabungan cirri cirri otorotatif, hokum, perasaan,
mengikat atau kebenaran yang melekat pada sebuah tatanan
sebuah pemerintah atau Negara dianggap absah jika memiliki
hak hak untuk memerintah.
7. oposisi
oposisi merujuk pada kelompok partai atau kelompok
penentang terhadap pemerintah resmi yang mengkritik pendapat
maupuan kebijaksanaan politik golongan yang terkuasa.
Kehadiran oposisi tersebut memilki peranan yang penting dalam
pemerintahan demokratis, terutama berperan sebagai oposisi
yang sehat, merupakan penyeimbang maupun control terhadap
pemerintah yang berkuasa, jika ada saja terjadi penyimpangan.
Oposisi bukan hanya untuk mengawasi kekuasaan, tettapi
semacam Devil`s Advocat yang memainkan peran sebagai peran

12
yang menyelamatkan kita. Tragedy orde baru yang yang dialami
pemerintah inonesia bahwa oposisi dipandang sebgai setan tidak
pernah diaui sebagai advocate atau pembela.
8. System Politik
Konsep Sistem politik merupakan suatu istilah yang
mengacu pada semua proses dan institusi yang mengakibatkan
pembuatan kebijakan politik. Perjuangan persaingan kelompok
untuk menguasai secara politik adalah suatu aspek yang utama
dalam system politik. Secara sederhana dalam setiap system
politik akan mencakup:
a. fungsi integrasi dan adaptasi tehadap masyarakat, baik ke
luar maupun ke dalam.
b. penempatan nilai nilai berdasarkan kwewnangan
c. penggunaan kewenangan atau kekuasaan baik secara sah
maupun tidak sah.
Berbicara tentang system politik sama halnya tentang
berbicara tentang kehidupan politik masyarakat yang bersifat
inrastruktur dan dalm kehidupan politik pemerintah
9. Demokrasi
Demokrasi secara umum merupakan system pemerintah
yang segenap rakyatnya turut serta memerintah dengan
perantara wakilnya, namun ada juga yang menyatakan suatu
system politik dimana kebijaksanaan umum ditentukan atas
dasar mayoritas yang diawasi oleh wakil wakil yang di awasi
secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan pemilihan berkala
yang didasarkan atas prinsip persamaan politik.
Demokrasi sudah berjalan sejak zaman yunani kuno, dalam
karya Yunani Kuno yang berjudul Polis atau Negara kota.
Demokrasi adalah nama konstitusi. Aristoteles juga berpendapat
demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang tidak begitu
bernilai dan demokrasi memainkan peran yang relative kecil
dalam pemikiran politik saat itu. Menurut Poly bius menyatakan

13
bahwa suatu konstitusi yang merupakan campuran berimbang
dari elemen elemen monari, aristokrasi dan demokrasidapat
stabil. Saat itu demokrasi dianggap agresif yang tidak stabil
serta mengarah kepada tirani.
Demorasi merupakan slogan yang dapat menggoda karena
nampak menjanjikan dalam suatu bentuk pemerintahan yang
ideal, harmonis, dan mencintai kebebasan, prinsip demokrasi
senantiasa terus berubah, sejalan dengan perubahan
masyarakat.
Demokrasi sebagai suatu kekuatan orang banyak, namun
yang memberikan kontribusi besar terhadap konsep demokrasi
adalah revolsi prancis. Pada saat itulah demokrasi dianggap
nama baru bagi aliran republikanisme yang merupakan kritik
terhadap dominasi lemaa di Eropa.
10. Pemilihan Umum
Pemilihan umum adalah suatu kegiatan politik untuk
memilih atau mementukan orang orang yang duduk di dewan
legislative maupun eksekutif. Pemiliha umum juga masih diyakini
sebagai cara terbaik untuk memilih pejabat public,
penyelenggaraan pemilihan umum dapat dinyatakan sebagai
bagian yang tidak terpisahkan dan sebagai barometer dari
kehidpan demokrasi, terutama di negara Negara barat. Pemilihan
umum sekarang telah meluas, pada tahun 1975, hanya 33
negara du dunia yang tidak menyelenggarakan pemilihan unum
untuk memilih pemimpinnya.
Adapun fungsi-fungsi pemilihan umum menurut Rose dan
Mosawwir adalah:
a. menentukan pemerintahan secara langsung maupun tidak
langsung;
b. Sebagai wahana umpan balik antara pemilik suara dan
pemerintah;
c. Barometer dukungan rakyat terhadap penguasa;

14
d. Sarana rekrutmen politik;
e. Alat untuk mempertajam kepekaan pemerintah terhadap
tuntunan rakyat.
Unsur-unsur yang diperlukan dalam pemilihan umum
adalah:
a. Objek penilu, yaitu warga Negara yang menjadi pemimpinnya;
b. System kepartaian atau pola dukungan;
c. System pemilihan (elektoral system) yang menerjemahkan suara-
suara menjadi kursi jabatan di parlemen maupun pemerintahan.

11. Partai Politik


Partai politik mengacu kepada sekelompok manusia yang
terorganisasi secara stabil dengan tujuan merebut artau
mempertahankan penguasaan terhadap pemerintahan bagi
pimpinanan partainya dan berdasarkan penguasaan ini
memberikan kemanfaatan bagi para anggotanya, partai politik
adalah suatu kelompok yang terorganisasi dimana para
anggotanya memiliki orientasi, nilai-nilai, cita-cita, serta
perjuangan yang sama, menurut Schlesinger partai politik
adalah:
a. organisasi yang terlalu kecil untuk dapat membuat perubahan
yang realistis untuk memenangkan jabatan public terutama
posisi eksekutif.
b. Partai revolusioner yang bertujuan untuk menghilangkan
pemilihan yang kompetitif.
c. Kelompok yang memerintah dalam Negara otoriter lainnya yang
memilki satu partai.

12. Desentralisasi

15
Konsep Desentralisasi dalam ensiklopedi Indonesia
dikemukakan sebagai pemindahan hak-hak pengaturan dan
perintah dari badan badan penguasa atasan kepada yang lebih
rendah. Desentralisasi bukan system yang berdidir sendiri, tetapi
merupakan sesuatu rangkaian kesatuan dari suatu system yang
lebih besar. Konsep desentralisasi sering dikacaukan dengan
konsep-konsep dekonsentrasi maupun devolusi.
Desentralisasi merupakan proses kewenangan yang
diserahka pusat kepada daerah yang dapat dilakukan dengan
delegasi melalui pejabat di daerah.maupun dengan devolusi
kepada lembaga-lembaga otonomi daerah.
13. Persamaan
Konsep persamaan atau equality melekat pada beberapa
disiplin ilmu. Dalam ilmu matematika, istilah persamaan memiliki
makna bahwa persamaan sebagai sebuah konsep hubungan
yang kompleks, sifatnya bervariasi. Para ilmuwan social sejak
lama mencari validitas empiris atas arti persamaan tersebut.
Plato menyatakan bahwa kedudukan politik setiap orang secara
alamiah selalu berbeda. Christopher Jencks mengemukakan
bahwa persamaan tidak hadir bersama dengan sendirinya,
melainkan diupayakan atau dibuat. Ia menunjuk pada reformasi
pendidikan sebagai salah satu hal ditekankan. Melalui
pendidikan, seseorang dapat mengejar ketertinggalannya di
berbagai bidang.
14. Demontrasi
Konsep Demontrasi secara umum berarti memamerkan,
memperlihatkan, menunjukan dan membuktikan, namun dalam
ilmu politik merupakan tindakan sekelompok orang yang secara
beramai ramai menunjukan dukungan maupun protes kolektif,
baik itu ketidakpuasaan atau ketidaksetujuan, demontrasi dapat
berupa demontrasi konstitusional yang tertib dan rapi, bahkan
enak dipandang mata layaknya sebagai tontonan. Namun dapat

16
juga terjadi demontrasi yang anarkis dengan merusak saran
public maupun memusuhi sekelompok orang.
Teori Deprivasi Relatif adalah sebagai berikut:
a. deprivasi relative sebagai perubahan harapan dan kemampuan
untuk memenuhi harapan itu, bentuk deprivasi dapat dibedakan
berdasarkan pola-pola perubahan yakni:
1. deprivasi persisten, yaitu kemampuan yang secara konsatan
berada dibawah harapan.
2. deprivasi aspirasional, yaitu harapan naik kemampuan konstan.
3. deprivasi dekremental, yaitu dimana harapan konstan dan
kemampuan turun.
4. deprivasi progresif, yaitu terdapat kemampuan naik tetapi masih
lebih rendah dibandingkan harapan.
b. ada 3 bentuk factor yang memperantarai gerakan dan kekerasan
politik, yakni:
justifikasi normative untuk kekerasan
justifikasi kemanfaatan untuk kekerasan
c. keseimbangan antara sumber sumber daya koersip dan
institusioanal dari pemberontak vs Negara.

15. Hak Asasi Manusia


Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak yang
dimilki oleh semua manusia sesuai kondisi yang manusiawi. Oleh
karena itu hak hak tersbut bukan pemberian atau anugerah
Negara, HAM tidak lepas dari budaya masyarakat setempat dan
tidak dapat dipukul rata, seperti yang dianjurkan penganjur HAM
barat yang radikal. HAM tidak mencakup hal hal yang bersifat
sipil dan politik, tetapi juga hak hak ekonomi, social dan budaya.
Terjadi kontroversi antara Negara maju dan berkembang.
16. Voting (Pemungutan Suara)
Istilah voting atau pemungutan suara merujuk pada suatu
intrumen untuk mengekspresikan dan mengumpulkan pilihan

17
pilihan partai atau golongan serta calon dalam kelompok. Bangsa
Yunani kuno telah melakukan voting ini sejak ratusan tahun yang
lalu dengan memepatkan batu kerikil. Kebanyakan Negara barat
memberikan hak suara berasal dari pria dewasa dan wanita
dewasa.

Generalisasi
Generalisasi itu merupakan pernyataan antara dua konsep
atau lebih, pernyataan tersebut ada yang bersifat sederhana
maupun kompleks, kadang kadang dikenal dengan prinsip atau
hokum. Maka generalisasi generalisasi dalam ilmu politik sering
dikembangkan ditingkat pendidikan menengah berkaitan dengan
konsep yang telah dibahas sebelumnya seperti:
1. Negara
Jika pemimpin Negara menyalahgunakan kekuasaan untuk
melanggengkan demi kepentingan pribadi dengan berbagai
tindakan yang sewenang wenang, cepat atau lambat akan dating
gerakan masa untuk menurunkan pemimpin tersebut.
2. Kedaulatan Rakyat
Meletusnya Revolusi Prancis 1789 merupakan salah satu
hal penyebab dominant yang disebabkan raja Prancis berkuasa
secara absolute.
3. Kontrol Sosial
Dalam setiap pemerintahan, institusi masyarakat ataupun
pemerintah diperlukan suatsu control social untuk memudakhan
pengawasan jalannya suatu mekanisme perjanjian.
4. Negara
Adanya peraturan dan perundang undangan dalam
kehidupan bernegara, pada hakikatnya yang dimaksudkan untuk
menertibkan jalannya roda pemerintahan dengan tertib, aman
dan berkesinambungan.

18
5. Pemerintahan
Pemerintahan yang dictator sering menimbulkan suatu
gerakan masyarakat bangsa yang melakukan suatu revolusi yang
mengaarahkan perlawanan terhadap rezim lama kerika menekan
kebebasan dan mementang pembaruan.
6. Legitimasi
Pemerintahan Gusdur memiliki legitimasi untuk
maelaksanakan dukungan mayoritas dari berbagai elite politik
yang mendukungnya, hanya saja ia sering nyeleneh dan keras
kepala dengan seringnya melontarkan isu isu yang tidak prlu
maka gusdur turun secara tragis.
7. Oposisi
Tidak semua partai oposisi itu buruk karena oposisi pun
dapat menjadi penyeimbang dan control atas mekanisme
pemerintahan yang ada. Sebalinya tidak semua partai oposisi
baik karena partai oposisi dendam setelah kekalahan pemilihan
umum.
8. Sistem politik bagi pemerintahan yang menganut system politik

E. Teori-Teori
Teori politik merupakan enterprise dan jika ditelusuri akar-
akarnya memiliki silsilah yang panjang dan istimewa Ketika para
pendahulu berhenti memandang institusi-institusi sosial dan
politik karena mereka hanya dikeramatkan oleh tradisi
Sebagian teori telah memulai dengan konsepsi tentang sifat
manusia, dan mempertanyakan pengaturan politik serta sosial
apa yang akan mengisi dengan baik kebutuhan-kebutuhan dan
kepentingan-kepentingan umat manusia.
Teori politik tersebut pada abad ke-20 mengalami
perkembangan yang pesat, terutama setelah terpengaruh oleh
pemikiran positivisme. Sedangkan teori politik sebelumnya,

19
seperti Plato, Aristoteles, hingga Marx dan Mill berusaha
menggabungkan dalam keseluruhan terhadap dunia sosial dan
politik!/bominasi positivisme tersebut terletak pada klaim bahwa
tidak mungkin ada hubungan yang logis antara proposisi empiris
yang menjelaskan dunia apa adanya dan proposisi normatif yang
mengatakan bagaimana seharusnya kita bertindak. Penerimaan
terhadap klaim ini menyiratkan bahwa teori politik sebagaimana
dipahami secara tradisional, bertumpu pada kesalahan.
Kesalahan tersebut adalah menggabungkan sekaligus memberi
penjelasan hubungan sosial dan politik dengan rekomendasi
mengenai bagaimana hubungan-hubungan itu seharusnya.
Terdapat tiga bentuk penteorian dalam ilmu politik
1 . Teori Politik Empiris
Biasanya digunakan untuk mengacu kepada bagian-bagian
teoretis ilmu politik. Para ahli ilmu politik tertarik dalam
menjelaskan peristiwa-peristiwa politik tertentu, sekaligus
tertarik dalam mengembangkan teori-teori yang lebih luas dalam
satu payung politik.
2. Teori Politik Formal
Merupakan teori politik yang kadang-kadang dirasakan
tumpang-tindih dengan teori-teori sosial maupun teori-teori
pilihan publik (Miller, 2002: 787). Istilah ini meminjam dari
gagasan ilmu ekonomi tentang pelaku-pelaku rasional yang
berusaha mencapai tujuan-tujuannya, kemudian mencoba
mengembangkan model sistem politik dan seolah-olah mereka
tersusun dari pelaku-pelaku dalam berbagai peran politik (politisi,
birokrat, pemilih, dan lain-lain). Salah satu hasil yang sangat
terkenal mengenai investigasi ini adalab Teori Arrow (1963).
3. Teori Politik Normatif
Merupakan teori politik yang tetap paling dekat dengan
enterprise tradisional, sejauh ia berkenaan dengan justifikasi
institusi dan kebijakan politik (Miller, 2002: 797). Tujuannya

20
adalah meletakkan prinsip-prinsip otoritas, kebebasan, keadilan,
dan lain-lain. Kemudian, mengkhususkan pada tatanan sosial
macam apa yang paling memadai untuk memenuhi prinsip-
prinsip tersebut. Selain itu, tugas teori politik menurut
pandangan ini adalah
1. Tercapai sebagian karena menjelaskan prinsip-prinsip dasar itu
sendiri. Tugas ahli teori tersebut menurut pandangan ini
adalah menjelajah apa Bab 10 Ilmu Politik makna gagasan
kebebasan dan kemudian menerapkannya pada masalah-
masalah praktis.
2. Spektrum itu berdiri di mana mereka memihak kepada
beberapa bentuk fondasionalisme, di mana pandangan
tersebut adalah mungkin untuk menemukan landasan tujuan
dalam mendukung prinsip-prinsip politik yang mendasar.
Kelompok yang menonjol di sini adalah berbagai versi teori
politikkontraktarian. Kelompok ini berpendapat bahwa ada
seperangkat prinsip politik dasar yang semua orang rasional
akan sependapat terhadap kondisi tertentu yang sesuai.
Contoh politik demikian adalah teori keadilan John Rawls
(1971) yang memahami keadilan sebagai prinsip individu-
individu yang rasional akan menyepakatinya. Contoh serupa,
yaitu klaim Jurgen Hubermas (1971) yang menyatakan bahwa
norma-norma yang akan disetujui dalam situasi pembicaraan
yang ideal, di mana penindasan dan dominasi tidak ada, serta
partisipan mempengaruhi atau membujuk satu sama lain
secara,argumentatif (Miller, 2002: 798).
1. Teori Politik Kekuasaan Niccolo Machiavelli
Sebagaimana telah dicatat sebelumnya, teori politik
kekuasaan Niccolo Machiavelli dapat dilihat sebagai penanda
transisi dari dunia kuno ke modern yang sangat kontroversi.
Melalui karyanya yang berjudul The Prince tahun 1513, ia sering
dituduh gurunya kejahatan karena nasihat-nasihatnya yang

21
amoral seandainya bukan immoral, meskipun tulisan-tulisannya
muncul dalam bentuk ujaran-ujaran praktis, dipandang sebagai
sebuah kunci pembuka dari ilmu politik kontemporer. Machiavelli
dilahirkan pada tahun 1469 di kota Florence, sekarang Italia.
Machiavelli percaya bahwa rezim-rezim masuk ke dalam dua
tipe, yaitu kepangeranan atau principality dan republik.
Adapun isi dari teori Machiavelli (Skinner, 1985:4) sebagai
berikut.
a. Untuk melakukannya, seorang penguasa yang bijak hendaknya
mengikuti jalur yang dikedepankan berdasarkan kebutuhan,
kejayaan, dan kebaikan negara. Hanya dengan memadukan
machismo semangat keprajuritan, dan pertimbangan politik,
seorang penguasa barulah dapat memenuhi kewajibannya
kepada negara dan mencapai keabadian sejarah.
b. Penguasa bijak hendaknya memiliki hal-hal sebagai berikut.
1. Sebuah kemampuan untuk menjadi baik sekaligus buruk, baik
dicintai maupun ditakuti.
2. Watak-watak, seperti ketegasan, kekejaman, kemandirian, disiplin,
dan kontrol diri.
3. Sebuah reputasi menyangkut kemurahan hati, pengampunan, dapat
dipercaya, dan tulus.
c. Seorang pangeran harus berani untuk melakukan apa pun yang
diperlukan, betapa pun tampak tercela karena rakyat pada
akhirnya hanya peduli dengan hasilnya, yaitu kebaikan negara.

2. Teori Negara Berdaulat Jean Bodin


Jean Bodin hidup tahun 1530-1596, lahir di Anjou, Francis dari
keluarga kelas menengah yang kaya. la hidup pada masa
pertentangan agama yang sudah lama dan mencapai puncak
ketika terjadi pembunuhan St. Barthomew tahun 1572 yang

22
mengakibatkan Francis berada diambang kehancuran. Inti
teorinya adalah sebagai berikut.
a. Watak dan tujuan negara merupakan hal yang penting untuk
diketahui sebelum beralih pada cafa mencapai tujuan negara.
Orang yang tidak memahami tujuan dan tidak dapat menentukan
masalahnya dengan benar, tidak dapat berharap akan
menemukan cara-cara untuk meraihnya, sebagaimana orang
yang melepaskan ke udara dengan cara serampangan tidak akan
mengenai sasaran (Bodin, 1957).
b. Negara sebagai pemerintahan yang tertata dengan baik dari
beberapa keluarga serta kepentingan bersama mereka oleh
kekuasaan yang berdaulat. Terdapat empat unsur dalam negara,
yaitu tatanan yang benar ; keluarga ; kekuasaan yang berdaulat ;
tujuan bersama.
c. Keluarga merupakan unit dasar bagi negara, bukan individu.
Keluarga yang harmonis citra sejati dari commonwealth.
Sebagaimana dalam keluarga di mana tunduk pada perintah
ayah adalah penting bagi kesejahteraan keluarga, demikian pula
patuh pada penguasa adalah penting bagi stabilitas negara.
d. Ayah yang memiliki kekuasaan penuh dalam keluarga maka dalam
penguasacommonwealth harus memiliki yurisdiksi penuh
terhadap warga negaranya. Karena berkeluarga itu seperti
bernegara; hanya ada satu penguasa, satu pemimpin, dan satu
tuan. Jika beberapa orang memiliki otoritas, mereka akan
merusak tatanan dan menimbulkan bencana yang terus
berlanjut.
e. Elemen yang membedakan negara dari semua bentuk asosiasi
manusia lainnya adalah kedaulatan. Tidak boleh ada
commonwealth yang sejati tanpa kekuasaan yang berdaulat
menyatukan semua anggota-anggotanya.

23
4. Teori Kekuasaan Negara Terbatas John Locke
John Locke (1632-1704) dilahirkan di Wrington, Somerset. Inti
ajaran Locke pada hakikatnya sebagai berikut.
1. Manusia hidup pada awalnya adalah dalam kondisi alamiah
(state of nature),yaitu kondisi hidup bersama di bawah
bimbingan akal tanpa ada kekuasaan tertinggi di atas bumi yang
menghakimi mereka untuk berada dalam keadaan alamiah.
Dalam masyarakat prapolitik ini orang bebas, sederajat, dan
merdeka.
2. Setiap orang memiliki kemerdekaan alamiah untuk bebas
dari setiap kekuasaan superior di atas bumi dan tidak berada di
bawah kehendak atau otoritas legislatif manusia.
3. Meskipun keadaan alamiah adalah keadaan kemerdekaan,
ia bukan keadaan kebebasan penuh. la pun bukan masyarakat
yang tidak beradab, tetapi masyarakat anarki yang beradab dan
rasional. la tidak memiliki kemerdekaan untuk menghancurkan
dirinya atau apa yang menjadi miliknya.
4. Untuk menanggulangi kelemahan dalam hukum alam,
terdapat kebutuhan hukum yang mapan yang diketahui,
diterima, dan disetujui oleh kesepakatan bersama untuk menjadi
standar benar dan salah.
5. Individu tidak menyerahkan kepada komunitas tersebut
hak-hak alamiahnya yang substansial, tetapi hanya hak-hak
untuk melaksanakan hukum alam.
6. Hak yang diserahkan oleh individu tidak diberikan kepada
orang atau kelompok tertentu, tetapi kepada seluruh komunitas.
7. Kontrak adalah perjanjian untuk membentuk suatu
masyarakat politik. Ketika masyarakat itu telah terbentuk,
kemudian harus membentuk pemerintahan yang dilanjutkan
dengan membentuk lembaga-lembaga yang tepercaya untuk
mencapai tujuan pemerintahan tersebut.

24
8. Masyarakat politik adalah pembuat sekaligus pewaris
keputusan tersebut. Sebagai pembuat ia menetapkan batas-
batas kekuasaan, sedangkan sebagai pewaris ia adalah penerima
manfaat yang berasal dari pelaksanaan kekuasaan tersebut.
5. Teori Pemisahan Kekuasaan Baron de Montesquieu
Baron de Montesquieu (1689-1755) yang populer dikenal
Montesquieu, dilahirkan dari keluarga kaya raya kelas ningrat
(petite noblese), di Paris, Francis. Montesquieu lebih dikenal
sebagai Bapak Teori Pemisahan Kekuasaan , teori Montesquieu
ini dapat dikemukakan sebagai berikut.
a. Hukum dan institusi politik harus disesuaikan dengan lingkungan
-sejarah, geografi, dan iklim di mana orang tinggal. Tidak ada
aturan yang pasti dan tidak ada bentuk pemerintahan yang
berlaku bagi semua masyarakat (relativisme).
b. Bentuk pemerintahan yang paling tepat adalah pemerintahan
yang paling sesuai dengan karakter orang-orang yang mendiami
wilayah itu.
c. Dalam klasifikasi pemerintah, terdapat tiga jenis pemerintahan,
yakni republik, monarki, dan despotik. Republik dapat berupa
demokrasi ketika kedaulatan diserahkan kepada semua lembaga
kerakyatan, atau aristokrasi ketika kekuasaan tertinggi hanya
diserahkan sebagian anggota masyarakat. Monarki adalah
pemerintahan konstitusional oleh satu orang, sedangkan
despotisme adalah kekuasaan yang sewenang-wenang oleh satu
orang dimana tidak mentolerir intervensi keberadaan aristokrasi
atau beberapa kekuasaan perantara yang berdiri di antara
penguasa dan rakyat yang bertindak sebagai penengah.
d. Untuk menghindari ketegangan politik dan perang maka hukum
dibutuhkan, baik itu hukum bangsa-bangsa yang mengatur
hubungan antar bangsa atau negara merdeka, hukum sipil yang
mengatur hubungan antar individu- individu, dan hukum politik

25
yang mengatur dan menentukan hubungan antara penguasa
dengan rakyat.
e. Negara yang cocok untuk memaksimalkan kebebasan dan
menyeimbangkan persamaan adalah negara di mana kekuasaan
legislatif, eksekutif, dan yudikatif pemerintah dipisahkan sendiri-
sendiri sehingga hukum sipil dapat dibuat menurut kebutuhan
semua bagian masyarakat (Apter, 1996 : 86)
5. Teori Hak Pemilikan Legal Robert Nozick
Seperti yang dikatakan Nozick (1974: ix) Individu memiliki
hak dan terdapat hal-hal yang tidak seorang pun atau sebuah
kelompok pun boleh mencampurinya (tanpa melanggar hak itu)
. Sedemikian kuat dan luas jangkauan hak-hak ini. Karena orang
memiliki hak untuk menghabiskan sekalipun untuk
kepemilikannya menurut apa yang dianggap sesuai. Sedangkan
campur tangan pemerintah sama dengan pemaksaan kerja yang
merupakan sebuah pelanggaran, bukan atas efisiensi, tetapi atas
hak-hak moral dasar kita.
Dengan demikian, klaim pokok Nozick dapat dikemukakan:
Jika kita menganggap bahwa semua orang memiliki hak legal
(entiled) atas barang-barang yang sekarang dimilikinya maka
distribusi yang adil secara sederhana adalah distribusi yang
dihasilkan dari pertukaran bebas, (free exchanges) di antara
orang-orang . Semua distribusi yang timbul oleh pemerintah
secara bebas (free transfers) dari sebuah situasi yang adil
dengan sendirinya adalah adil. Namun, jika pemerintah berusaha
memajaki pertukaran tersebut dengan melawan kemauan orang
itu, berarti itu tidak adil, bahkan seandainya pajak tetap
dipergunakan untuk memberikan kompensasi bagi seseorang
yang harus menanggung biaya ekstra karena rintangan alamiah
yang tidak semestinya. Dengan demikian, satu-satunya
perpajakan yang sah adalah mengumpulkan penghasilan demi
memelihara latar belakang institusi-institusi yang diperlukan

26
untuk melindungi sistem pertukaran bebas, misalnya polisi
beserta jajaran penegak hukum lainnya dalam menegakkan
pertukaran bebas.
Terdapat tiga prinsip utama dalam entitlement theory (teori
hak pemilikan legal) sebagai berikut.
1. Prinsip transfer (principle of transfer) apa pun yang
diperoleh secara adil dapat ditransfer secara bebas.
2. Prinsip perolehan awal yang adil (principle of just initial
acquisition) penilaian tentang bagaimana orang pada awalnya
sampai memiliki sesuatu yang dapat ditransfer menurut
prinsip pertama.
3. Prinsip pembenaran ketidakadilan (principle of rectification
of injustice)bagaimana berhubungan dengan pemilikan
(holdings) jika hal itu diperoleh atau ditransfer melalui cara
yang tidak adil.
Rumus distribusi yang adil adalah Setiap orang memberikan
sesuai dengan pilihannya, dan setiap orang menerima sesuai
dengan apa yang dipilihnya atau from each as they choose, to
each as they are choose (Nozick, 1974:160)

27
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Ilmu politik merupakan ilmu yang mempelajari suatu segi
khusus dari kehidupan masyarakat yang menyangkut soal
kekuasaan. Secara umum ilmu politik ialah ilmu yang mengkaji
tentang hubungan kekuasaan, baik sesama warga Negara, antar
warga Negara dan Negara, maupun hubungan sesama Negara.
Yang menjadi pusat kajiannya adalah upaya untuk memperoleh
kekuasaan, usaha mempertahankan kekuasaan, penggunaan
kekuasaan tersebut dan juga bagaimana menghambat
penggunaan kekuasaan.

Ruang lingkup ilmu politik


1. Hubungan ilmu politik dengan ilmu sosiologi
2. Hubungan ilmu politik dengan ilmu antropologi
3. Hubungan ilmu politik dengan ilmu ekonomi
4. Hubungan ilmu politik dengan ilmu Psikologi

Metode Ilmu Politik


1. Metode deskriptif
2. Metode analisis
3. Metode evaluative
4. Metode klasifikasi
5. Metode perbandingan

28
DAFTAR PUSTAKA

Budiardjo, Miriam. 2008. Dasar-Dasar ilmu Politik. Jakarta : PT Gramedia


Pustaka Utama

Gatara, Asep Sahid dan Subhan Sofhian. 2012. Pendidikan


kewarganegaraan, Bandung : FOKUSMEDIA

Handoko, T. Hani. 2011. Manajemen. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta

Tjokroamidjojo, Bintoro. 1974. Pengantar Administrasi Pembangunan.


Jakarta : LP3ES

Referensi lain :
http://www.pengantarilmupolitik.blogspot.com/

29