Anda di halaman 1dari 63

LAPORAN

PRAKTEK KERJA LAPANGAN

PROSES COATING PADA COVER MODEL SEM B-057 000A


DENGAN MENGGUNAKAN POWDER PAINT
DI PT. NAGANO DRILUBE INDONESIA, BATAM

Disusun Oleh:
KHAIRUL
BP. 1401011009
III B PRODUKSI

DOSEN PEMBIMBING :
DR ELVIS ADRIL , ST.,MT

JURUSAN TEKNIK MESIN


POLITEKNIK NEGERI PADANG
2017

1
LEMBARAN PENGESAHAN KAMPUS
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
DI PT. NAGANO DRILUBE INDONESIA
Jl. Kenanga Lot 290, Batam, Kepri 29433
Telp: (0778) 612022, (0778) 612038 Fax: (0778) 612030

PROSES COATING PADA COVER MODEL SEM B-057 000A DENGAN


MENGGUNAKAN POWDER PAINT DI PT. NAGANO DRILUBE
INDONESIA, BATAM

Oleh :
KHAIRUL
BP.1401011009

Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini telah di periksa dan disetujui oleh:

Kepala Konsentrasi Dosen Pembimbing

Drs. Mulyadi,ST,MT DR ELVIS ADRIL ST.,MT


NIP.19640706 198903 1 003 NIP.19640303 199003 1 001

Ketua Jurusan Kepala Prodi Teknik Mesin

Hanif,ST.,MT Sir Anderson,ST.,MT


NIP.19710902 199802 1 001 NIP.19720818 200003 1 002

2
LEMBARAN PENGESAHAN PERUSAHAAN
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
DI PT. NAGANO DRILUBE INDONESIA
Jl. Kenanga Lot 290, Batam, Kepri 29433
Telp: (0778) 612022, (0778) 612038 Fax: (0778) 612030

PROSES COATING PADA COVER MODEL SEM B-057 000A DENGAN


MENGGUNAKAN POWDER PAINT
DI PT. NAGANO DRILUBE INDONESIA, BATAM

Oleh :
KHAIRUL
BP.1401011009

Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini telah di periksa dan disetujui oleh:

Pembimbing Industri I Pembimbing Industri II

Vepta Adi Cahyono Kokok Haryono

HR Manager Manager

3
Saymara Dastanta Sembiring
Bungaran Darwin H. Togatorop

SURAT KETERANGAN
DARI PERUSAHAAN/INDUSTRI
TEMPAT PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Nama Perusahaan/Industri : PT. NAGANO DRILUBE INDONESIA

Alamat : Jl. Kenanga Lot 290, Batamindo Industial Park


Muka Kuning
Kav.8, Batam,Kepri 29433, Indonesia

Telepon/Fax : (0778) 612022, (0778) 612038 / (0778) 612030

Bergerak dalam bidang : Lubricant Coating, Insulation Coating and


Cleaning

Menyatakan bahwa Mahasiswa :

Nama : KHAIRUL

4
No. Bp : 1401011009

Telah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dari tanggal 6 Februari 2017
sampai dengan tanggal 6 April 2017 dengan hasil pada daftar nilai.

Batam, 6 April 2017

HR Manager

Saymara Dastanta Sembiring

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadiran ALLAH SWT, yang
telah memberikan rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dengan baik. Pembuatan Laporan Akhir
Praktek Kerja Lapangan ini diajukan sebagai salah satu syarat nilai semester enam
bagi mahasiswa/mahasiswi tingkat III (tiga) di Politeknik Negeri Padang, serta
sebagai salah satu bahan pertanggung jawaban atas kegiatan yang dilakukan di
tempat pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan. Pada kesempatan ini, penulis
melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan pada salah satu perusahaan
coating yaitu PT. NAGANO DRILUBE INDONESIA yang bertempat dijalan
Kenanga Lot 290 Batam, Kepri.
Di PT. NAGANO DRILUBE INDONESIA ini, penulis ditempatkan secara
bertahap, mulai dari proses washing, masking hingga kebagian coating produk
customer. Penulis juga ditempatkan sebagai operator mesin-mesin industri seperti
Washing Machine, Hidrocarbon Machine, Anealing Machine, Blasting Machine,
Powder Coating, Conveyor Machine dan Buffing Machine yang mana pada bagian

5
ini penulis ikut serta dalam memproses produk-produk customer. Adapun Judul
laporan yang penulis akan bahas yaitu, PROSES COATING PADA COVER
MODEL SEM B-057 000A DENGAN MENGGUNAKAN POWDER PAINT
DI PT. NAGANO DRILUBE INDONESIA, BATAM.
Dimana isi dan laporan ini merupakan hasil analisa yang dilakukan penulis
selama melaksanakan kegiatan praktek kerja lapangan di PT. NAGANO
DRILUBE INDONESIA. Penyusunan laporan ini tidak lepas dari bimbingan dan
bantuan berbagai pihak, baik secara moril maupun materil. Oleh karena itu,
penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada ALLAH SWT yang telah
mengizinkan penulis menyelesaikan Laporan Akhir PKL. Ucapan terima kasih
kepada orang tua, kakak, adik dan keluarga tercinta yang selalu memberikan
dukungan kepada penulis dan Pihak Industri yang telah banyak membantu penulis
dalam melaksanakan PKL ini, yaitu :

1. Mr.Homma selaku General Manager di PT. Nagano Drilube Indonesia.


2. Bapak Saymara Dastanta Sembiring selaku HRD/factory Manager.
3. Bapak Bungaran Darwin H. Togatorop selaku Enginer Manager.
4. Bapak Idris selaku Engineering Supervivor.
5. Bapak Abusama selaku Quality asst manager.
6. Bapak Dain Ronal Barus selaku Stor Delivery.
7. Bapak Koko selaku Production charge sekaligus Pembimbing Industri di
PT. Nagano Drilube Indonesia.
8. Bapak Sofian Anshary selaku Engineering Change
9. Bapak Syafrizal selaku Leader Coating.
10. Ibuk Ayu Hanie selaku Leader Inspection.
11. Ibuk Yurma selaku Leader Masking.
12. Semua staf dan karyawan PT. Nagano Drilube Indonesia yang tidak bisa
penulis sebutkan namanya satu-persatu yang telah membantu penulis
menyelesaikan Laporan PKL ini.

6
Dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak kampus yang
telah memberikan ilmu dan bimbingan kepada penulis selama mengikuti
perkuliahan :

1. Bapak Aidil Zamri,ST.,MT selaku Direktur Politeknik Negeri Padang.


2. Bapak Hanif,ST.,MT selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri
Padang.
3. Bapak Rakiman ST.,MT selaku Sekretaris Jurusan Teknik Mesin Politeknik
Negeri Padang.
4. Bapak Sir Anderson ST,MT selaku Ketua Prodi Jurusan Teknik Mesin
Politeknik Negeri Padang.
5. Bapak Drs Mulyadi ST,MT selaku Ketua Konsentrasi Produksi Jurusan Teknik
Mesin Politeknik Negeri Padang
6. Bapak DR Elvis Adril ST.,MT selaku Dosen Pembimbing Praktek Kerja
Lapangan Penulis di Politeknik Negeri Padang.
7. Seluruh Staf Pengajar dan Karyawan Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri
Padang
8. Rekan-rekan Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin yang telah memberikan
dukungan semangat kepada Penulis dan kepada semua rekan-rekan saya
selama melaksanakan Praktek di PT. NAGANO DRILUBE INDONESIA.
9. Serta seluruh pihak yang telah membantu penulis baik secara langsung
maupun tidak langsung yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Semoga amal baik Bapak dan Ibu serta seluruh pihak yang membantu
penulis dalam melaksanakan PKL dan penyusunan laporan akhir ini mendapatkan
balasan dan pahala sebesar besarnya dari ALLAH SWT.

Penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya, apabila dalam pelaksanaan


praktek kerja lapangan di PT. NAGANO DRILUBE INDONESIA terjadi
kesalahan dalam bekerja atau proses industri.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih banyak


terdapat kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik

7
dan saran yang bersifat membangun sebagai bahan masukan untuk penulis pada
masa yang akan datang agar menjadi lebih baik.

Akhir kata, penulis mengharapkan laporan ini dapat bermanfaat bagi


Penulis khususnya dan bagi Pembaca pada umumnya.

Batam, 6 April 2017


Penulis,

KHAIRUL
Bp. 1401011009

DAFTAR ISI

LAPORAN.............................................................................................................i
PRAKTEK KERJA LAPANGAN..........................................................................i
LEMBARAN PENGESAHAN KAMPUS...........................................................ii
LEMBARAN PENGESAHAN PERUSAHAAN................................................iii
SURAT KETERANGAN DARI PERUSAHAAN/INDUSTRI TEMPAT
PRAKTEK KERJA LAPANGAN........................................................................iv
KATA PENGANTAR............................................................................................v
DAFTAR ISI.......................................................................................................viii
DAFTAR GAMBAR.............................................................................................x
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................1
1.1 Latar Belakang...............................................................................................1
1.2 Batasan Masalah............................................................................................2

8
1.3 Tujuan dan Manfaat Praktek Kerja Lapangan...............................................2
1.3.1 Tujuan Praktek Kerja Lapangan...............................................................2
1.4 Manfaat Kerja Praktek...................................................................................3
1.4.1 Bagi Mahasiswa.......................................................................................3
1.4.2 Bagi Perusahaan.......................................................................................3
1.5 Tempat dan Waktu.........................................................................................3
1.5.1 Tempat......................................................................................................3
1.5.2 Waktu.......................................................................................................3
1.6 Metodologi....................................................................................................4
1.7 Sistematika Penulisan....................................................................................4
BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN.....................................................6
2.1 Sejarah PT. Nagano Drilube Indonesia..........................................................6
2.2 Struktur Organisasi PT. NAGANO DRILUBE INDONESIA....................14
2.3 Kebijakan Lingkungan dan Sasaran Mutu PT. Nagano Drilube Indonesia.18
2.3.1 Kebijakan Lingkungan...........................................................................18
2.3.2 Sasaran Mutu..........................................................................................18
2.4 Tata Tertib PT. Nagano Drilube Indonesia..................................................18
2.4.1 Peraturan untuk setiap Karyawan...........................................................18
2.4.2 Larangan yang tidak boleh dilanggar oleh setiap Karyawan.................19
2.5 Tindakan Disiplin........................................................................................20
BAB III PELAKSANAAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN DI
PT.NAGANO DRILUBE INDONESIA..............................................................21
3.1 Minggu I...................................................................................................21
3.2 Minggu II....................................................................................................21
3.3 Minggu III...................................................................................................22
3.4 Minggu IV...................................................................................................22
3.5 Minggu V.....................................................................................................23
3.6 Minggu VI...................................................................................................23
3.7 Minggu VII..................................................................................................24
3.8 Minggu VIII.................................................................................................24
3.9 Minggu IX...................................................................................................24
BAB IV PEMBAHASAN CARA PENGCOATINGAN COVER SEM.............25

9
B-057 000A DENGAN MENGGUNAKAN POWDER PAINT DI PT.
NAGANO DRILUBE INDONESIA, BATAM...................................................25
4.1 Powder Coating...........................................................................................25
4. 2 Peralatan dan Bahan Penyusun Powder Coating.....................................27
4. 2.1 Peralatan............................................................................................27
4.2.2 Bahan Penyusun Powder Coating.....................................................31
4. 3 Jenis-Jenis Powder Coating.....................................................................33
4. 4 Metode Pengcoatingan Menggunakan Powder........................................34
4.5 Komponen Utama Mesin Powder Coating..................................................35
4. 6 Prinsip Kerja Mesin Powder Coating.......................................................37
4. 7 Cara Pengcoatingan Cover Model Sem B-057 000A dengan Menggunakan
Powder Paint......................................................................................................39
BAB V PENUTUP..............................................................................................48
5.1 Kesimpulan..............................................................................................48
5.2 Saran.........................................................................................................49
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................50

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1.1 PT. Nagano Drilube Indonesia.........................................................6


Gambar 2.1.2 Logo PT. Nagano Drilube Indonesia.................................................7
Gambar 2.1.3 ISO 9001...........................................................................................8
Gambar 2.1.4 Global Manufacturing.......................................................................9
Gambar 2.1.5 Produk-Produk Coating...................................................................11
Gambar 2.1.6 Mesin-Mesin Precoating Dan Coating Di PT. NDI.........................13
Gambar 4.1.7 Powder Coating...............................................................................25
Gambar 4.2.1.8 Mesin Powder Coating COLO 800 Intelligent............................27
Gambar 4.2.1.9 Spray Gun Sprint WAGNER........................................................27
Gambar 4.2.1.10 Powder Container.......................................................................28

10
Gambar 4.2.1.11 Air Gun.......................................................................................28
Gambar 4.2.1.12 Pinset..........................................................................................28
Gambar 4.2.1.13 Senter..........................................................................................28
Gambar 4.2.1.14 Cutter..........................................................................................29
Gambar 4.2.1.15 Gantungan S...............................................................................29
Gambar 4.2.1.16 Hand Glove................................................................................29
Gambar 4.2.1.17 Sekop Powder Coating...............................................................29
Gambar 4.2.1.18 Filter Powder Coating................................................................30
Gambar 4.2.1.19 Thicness Meter Sanko................................................................30
Gambar 4.2.1.20 Masker........................................................................................30
Gambar 4.5.21 Control Unit..................................................................................35
Gambar 4.5.22 Spray Gun......................................................................................36
Gambar 4.5.23 Powder Container..........................................................................36
Gambar 4.5.24 Powder Injector.............................................................................37
Gambar 4.5.25 Accessories....................................................................................37
Gambar 4.6.26 Prinsip kerja mesin powder coating COLO 800 Intelligent.........38
Gambar 4.7.27 Cover Model Sem B-057 000A...................................................39
Gambar 4.7.28 Penyusunan material didalam basket............................................40
Gambar 4.7.29 Pengangkatan material ke Tank -1................................................40
Gambar 4.7.30 Pengeringan material di Tank-4....................................................40
Gambar 4.7.31 Material Sem B-057 pada posisi Top dan Bottom Area................41
Gambar 4.7.32 Persiapan sebelum masking..........................................................41
Gambar 4.7.33 Material di masking pada posisi bottom area................................41
Gambar 4.7.34 Pemasangan screw tipe 1 (1,2) pada posisi depan........................42
Gambar 4.7.35 Pemasangan screw tipe 2 (3,4) pada posisi depan........................42
Gambar 4.7.36 Pemasangan kawat penggantung...................................................42
Gambar 4.7.37 Proses menghidupkan mesin powder coating...............................44
Gambar 4.7.38 Pengaturan ketebalan pengcoatingan............................................44
Gambar 4.7.39 Tombol Pengaturan Penampangan................................................44
Gambar 4.7.40 Material yang akan di Coating......................................................45
Gambar 4.7.41 Pengcoatingan Material Area Bottom...........................................45
Gambar 4.7.42 Pengcoatingan Material Area Samping.........................................45

11
Gambar 4.7.43 Pengcoatingan Material Area Depan.............................................46
Gambar 4.7.44 Material Standby pada gantungan conveyor.................................46
Gambar 4.7.45 Material Masuk Ke Oven Conveyor.............................................47
Gambar 4.7.46 Material After Coating Dan Heating.............................................47

DAFTAR LAMPIRAN

12
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu kurikulum yang


wajib dilaksanakan oleh setiap Mahasiswa Program Studi D-3 Jurusan Teknik
Mesin Politeknik Negeri Padang. Dengan dilaksanakannya Praktek Kerja
Lapangan ini diharapkan agar Mahasiswa dapat menganalisa dan
memecahkan permasalahan yang terjadi didunia industri dan mampu
menumbuhkan ide-ide baru dalam penyelesaiannya.
Dalam pelaksanaan praktek kerja lapangan di PT. Nagano Drilube
Indonesia, penulis ditempatkan pada bagian Pengcoatingan Cover Model Sem
B-057 000A, dimana pengcoatingan ini menggunakan powder sebagai bahan
utamanya. Berdasarkan hasil pelaksanaan praktek kerja lapangan dari tanggal
6 Februari 2017 sampai 6 April 2017, penulis menemukan bahwa
pengcoatingan menggunakan bubuk atau powder ini merupakan proses
pelapisan yang kuat dan tahan lama dibandingan pelapisan menggunakan
wetpaint (cat basah). Pelapisan menggunakan powder adalah salah satu
langkah utama dalam Pemeliharaan (Maintenance) terhadap permukaan
logam guna mencegah terjadinya korosi. Cover Model Sem B-057 000A ini
diaplikasikan pada box panel listrik. Produk ini tidak digunakan di indonesia
melainkan di exsport ke luar negri. Pengcoatingan menggunakan Powder ini
juga termasuk kedalam ilmu bahan dimana logam-logam yang mudah
berkorosi akan diberi perlindungan berupa lapisan menggunakan powder.
Oleh karena itu kemampuan akademis yang dimiliki oleh penulis diharap
mampu merespon secara akurat setiap objek permasalahan yang ada pada
ruang lingkup pekerjaan yang dijalani. Dengan pemikiran tersebut Penulis
memilih PT. NAGANO DRILUBE INDONESIA, yang bergerak dalam
bidang Lubricant Coating dan Insulation Coating.

1
1.2 Batasan Masalah

Mengingat luasnya permasalahan yang terjadi di PT. Nagano Drilube


Indonesia tentang Coating. Maka Penulis memfokuskan batasan masalah
yang terjadi sesuai dengan pengamatan dan praktek yang Penulis lakukan
sebagai berikut :
Cara Pengcoatingan pada Cover Model Sem B-057 000A dengan
Menggunakan Powder Paint di PT. Nagano Drilube Indonesia, Batam.

1.3 Tujuan dan Manfaat Praktek Kerja Lapangan

1.3.1 Tujuan Praktek Kerja Lapangan


a. Tujuan Instruksional Umum
Tujuan kami melakasanakan Praktek Kerja Lapangan ini pada dasarnya
adalah:
1. Sebagai masukan bagi Mahasiswa dalam mempelajari kaidah-
kaidah yang berlaku menurut teori di bangku kuliah dan praktek di
lapangan.
2. Membentuk sikap professional sebagai calon ahli madya untuk
dapat menghadapi dunia kerja.
3. Untuk memenuhi tuntutan kurikulum yang berlaku di Jurusan
Teknik Mesin Politeknik Negeri Padang.

b. Tujuan Instruksional Khusus


1. Mahasiswa mempelajari dan memahami proses precoating, coating
hingga quality control pada Cover Model Sem B-057 000A.
2. Mahasiswa mampu memperbaiki kerusakan yang terjadi pada
Mesin Powder Coating dan mencegah terjadinya kegagalan dalam
pengcoatingan.
3. Mahasiswa memahami Prinsip Kerja Mesin Powder Coating.
4. Mahasiswa mengetahui Cara Pengcoatingan Cover Model Sem
B-057 000 A sesuai Intruksi Kerja Industri.

2
1.4 Manfaat Kerja Praktek

1.4.1 Bagi Mahasiswa


1. Sebagai latihan bagi Mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja dan
membentuk pribadi yang mandiri dan mampu mengaktualisasikan diri
dalam sejumlah aktifitasnya dengan dunia kerja .
2. Membentuk diri untuk menjadi pemimpin yang bijak dalam
menanggapi suatu permasalahan serta mampu mencari cara terbaik
untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.
3. Membina keahlian tidak dalam salah satu bidang kerja tetapi lebih
fleksibel terhadap sejumlah keahlian yang menuntut kita untuk dapat
belajar dan mampu mengaplikasikannya.

1.4.2 Bagi Perusahaan


1. Dapat memanfaatkan bantuan tenaga Mahasiswaselama Pelaksanaan
PKL.
2. Memperkenalkan perusahaan pada masyarakat umum melalui
kerjasama antara pihak perusahaan dengan perguruan-perguruan tinggi.
3. Memperoleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang Potensial untuk
perusahaan.
4. Merupakan perwujudan nyata peran perusahaan dalam mengembangkan
bidang pendidikan.

1.5 Tempat dan Waktu

1.5.1 Tempat
Adapun tempat pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan yaitu PT.
NAGANO Drilube Indonesia, Jl. Kenanga Lot.290, Batamindo Industrial
Park Muka Kuning Kav.8, Batam, Riau 29433, Indonesia.

1.5.2 Waktu
Adapun waktu Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan yaitu dimulai dari
tanggal 6 Februari 2017 6 April 2017.

3
1.6 Metodologi

Adapun Metodologi yang digunakan penulis dalam mencari dan


memperoleh data yang di perlukan dalam menyusun laporan ini adalah :

1. Observasi
Yaitu metode yang dilakukan dengan langsung terlibat dalam kegiatan di
lingkungan kerja tersebut. Metode ini dilakukan dengan alasan agar dapat
memahami langsung permasalahan yang terjadi di lapangan sehingga
memudahkan dalam penulisan laporan dan pemecahan masalah.

2. Wawancara
Yaitu dengan metode bertanya. Wawancara dilakukan terhadap pimpinan,
leader, teknisi dan karyawan yang ada di lingkungan kerja di mana penulis
melakukan kerja praktek. Metode ini dilakukan sebagai tambahan informasi
didalam melakukan Kerja Praktek. Penulis dapat mengajukan pertanyaan
secara terperinci serta meminta penjelasan mengenai apa saja yang
berhubungan dengan bahan untuk menyusun laporan ini.

3. Studi Kepustakaan
Yaitu metode yang digunakan dengan cara mencari dan membaca
literatur yang ada kaitannya dengan pokok bahasan. Metode ini dilakukan
dengan alasan untuk memperjelas metode pertama dan kedua.

1.7 Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan penulisan Laporan Praktek Kerja Lapangan ini,


penulis menyusun sistematika penulisan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan Latar Belakang , Tujuan, Manfaat, Batasan
Masalah, Metode Penulisan Laporan, dan Sistematika Penulisan.

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

4
Bab ini berisi tentang Profil dan Sejarah Singkat Perusahaan,
Lokasi Perusahaan, Struktur Organisasi, dan Tata Tertib.

BAB III PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN


Bab ini berisi rincian segala kegiatan yang dilakukan selama
Praktek Kerja Lapangan.

BAB IV PEMBAHASAN
Bab ini menjelaskan berbagai bahan yang akan di ulas dalam
laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL).

BAB V PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran dari Laporan Praktek
Kerja Lapangan.

BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

5
2.1 Sejarah PT. Nagano Drilube Indonesia

Gambar 2.1.1 PT. Nagano Drilube Indonesia

PT. NAGANO DRILUBE INDONESIA merupakan Perusahaan Jepang


yang bergerak dibidang Lubricant Coating dan Insulating Coating. PT.
Nagano Drilube Indonesia mulai berdiri sejak Mei 1996 yang bertempat di
Jalan Kenanga Lot 290, Batamindo Industrial Park, Mukakuning Kota Batam,
Kepulauan Riau. Sejak berdirinya PT. Nagano Drilube Indonesia telah
memberikan peran yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan pasar
Internasional di Asia Tenggara maupun dunia.
PT. NDI secara konsisten mengkhususkan diri dalam pelayanan Coating
Core Case, Cover(A-5), IRT Chute, Arbor Core, Top Cover, ADF Reflector,
Open Cover, Cover Side, Core Sankyo, STX, Cover Sem B-057 dan komponen
lainnya. Dengan kecanggihan teknologi yang dimiliki oleh PT. Nagano
Drilube Indonesia memungkinkan untuk memberikan solusi khusus untuk
berbagai jenis lapisan isolasi listrik baik komponen yang permukaannya
metalik maupun plastik, karet, keramik dan lain-lainnya.
PT. Nagano Drilube Indonesia merupakan perusahaan Manufacturing
Sector yang berada dibawah naungan Iguchi Group. Iguchi Group sendiri

6
memiliki empat Sector Utama yaitu Manufacturing Sector, Energy Sector,
Hotel Sector and Recreation Sector. Pada Manufactur Sector terdapat tiga
Perusahaan Besar yaitu Nagano yang bergerak dibidang Coating, Neotec yang
bergerak dibidang Header Proccessing dan Yajima yang bergerak dibidang
Ultraprecision Machining.

Gambar 2.1.2 Logo PT. Nagano Drilube Indonesia

Alamat PT. Nagano Drilube :

- Headguarters
NAGANO DRILUBE CO, LTD 8688-5 OAZA NAKAMINOWA,
MINOWA-MACHI, KAMINAGUN, NAGANO-KEN 399-4601
JAPAN.
Telp. 0265-79-8259, Fax : 0265-79-8831

- Sales Office
NAGANO DRILUBE SINGAPORE PTE, LTD 10 ANSONROAD 25-05
INTERNATIONAL, PLAZA SINGAPORE 079903.
Telp.65-6323-0491, Fax. 65-6323-6451

Dengan kebijakan lingkungan dan sasaran mutu yang dimiliki oleh PT.
Nagano Drilube Indonesia memunkinkan perusahaan ini akan terus
berkembang dibidangnya dan menghasilkan produk-produk yang berkualitas.
Menghasilkan produk-produk yang berkulitas tinggi merupakan tujuan utama
yang harus diwujudkan oleh PT. Nagano Drilube Indonesia guna menjaga
kepuasan dan kepercayaan Customer. Untuk mewujudkan itu PT. Nagano
Drilube Indonesia selalu menggadakan meeting sebelum melakukan proses
produksi agar prosedur untuk menghasilkan produk yang berkulitas tercapai.

7
Perusahaan ini dengan komitmen dan kesepakatan antara manajemen dan
karyawannya berhasil mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008 Tentang
Manajemen Mutu.

Gambar 2.1.3 ISO 9001

PT. Nagano Drilube telah berkembang menjadi perusahaan besar yang


tersebar diseluruh penjuru Dunia. Salah satunya adalah PT. Nagano Drilube
Indonesia yang bergerak dibidang Coating yang terus berkembang dan
memenuhi kebutuhan pasar Asia Tenggara. PT.Nagano Drilube Indonesia
memiliki pengalaman dan keahlian untuk menghasilkan produk mencapai 5
juta buah per bulannya. Untuk mewujudkan itu PT. Nagano Drilube Indonesia
melengkapi kebutuhan Produksinya seperti : Mesin Hidrocarbon, Washing
Machine, Mesin Conveyor, Mesin Powder Coating, Anealing Machine,
Pneuma Blasting, Oven Box/Consule dan mesin buffing. Sehingga proses
produksi pun dapat tercapai dengan baik dan berkulitas tinggi. Dengan
terwujudnya kulitas produk yang tinggi memberikan kepercayan yang
maksimal kepada customer.

8
Gambar 2.1.4 Global Manufacturing

Adapun Customer PT. Nagano Drilube Indonesia yaitu :


PT Toshiba TEC ( Singapore ) PT E-Tech Manufacturing Indonesia.
PT Nissin Kogyo Batam ( Batam ) PT Seagate ( Singapore )
PT Hantong Precision MFG ( Batam ) PT Sony Sdn. Bhd ( Malaysia )
PT Takamori Indonesia( Batam ) PT Exas ( Batam )
PT Japan Servo Batam ( Batam ) PT MEM ( Singapore )
PT Nidec Sankyo ( Singapore ) PT Panasonic Shikoku Electronic Btm
PT Soode (Johor) Sdn.Bhd ( Malaysia ) PT Sanyo Precision Batam
PT Sinometal Stamping Technology Btm PT Amtek Engineering Batam
PT Indonesia G-Shank Precision PT Venturindo ( Batam )
PT Patlite Indonesia ( Batam ) PT E-Tech Manufacturing Indonesia.

Dengan kepercayaan yang besar yang diberikan Customer kepada


PT.Nagano Drilube Indonesia maka jumlah produk-produk yang akan di
coating pun semakin banyak ragam dan fungsinya. Produk-produk yang
dihasilkan dari proses pengcoatingan antara lain yaitu Core Case, Cover(A-5),
IRT Chute, Arbor Core, Top Cover, ADF Reflector, Open Cover, Cover Side,
Core Sankyo, STX, Cover Sem B-057 dan komponen lainnya.dan komponen
lainnya.

Contoh produk-produk yang di coating di PT Nagano Drilube


Indonesia.

9
Model: SEM B-091

Model : SEM B-057

Model: Core Case

Model: Cover(A-5)

Model : ADF Reflector Y294 Model: ADF Reflector Y710

Model: SEM B-90 Model: Arbor Core

10
Gambar 2.1.5 Produk-Produk Coating

Mesin-mesin yang digunakan di PT. Nagano Drilube Indonesia :

Mesin Annealing Mesin Conveyor

Mesin Pneuma Blasting


Mesin Hidrocarbon

11
Mesin Powder Coating

Mini Drying Furnace

Washing Machine Coating Robot

Mesin Buffing Mesin Oven Box consule

Gambar 2.1.6 Mesin-Mesin Precoating Dan Coating Di PT. NDI

12
2.2 Struktur Organisasi PT. NAGANO DRILUBE INDONESIA

Futakata
President
Director

Homma
General Manager

Saymara
Factory Manager

Etis Bungaran
Purch/PPC Prod/enginer
Manager
Manager
Abusama

QualityAsst.Manager IQC, In

procces QC

Yuni Vernalisa Mulkan Dain Vepta Idris


Sales HR/GA Sekurity Stor Delivery Prod/charge Engineering
Marketing Accounting Supervisor Supervisor

13
Lase Shanti Kokok
Quality PPC Staff Prod/charge
Control

Nurmindo Lexin Susi Yurma Lasupani Safrizal Sofian


accaunting HR/GA Inspectio OGI PPC staff Prod/ Engineeri
Chage Chage n rework Packing change ng change

Untuk mengelola setiap proses dan kegiatan yangBasir


berlangsung padaWoro
PT
Cating Wosing
dan annealin
NAGANO DRILUBE INDONESIA ada 5 departemen yang mengaturnya yaitu:
1. Departemen Quality Engenering

Departemen ini mempunyai dua section yaitu Quality Ansurance dan


Engenering :
a. Quality Ansurance
Mempunyai satu pekerjaan yaitu pengecekan pada produk yang
baru datang dari pelanggan, dimana pengecekan itu dilakukan untuk
melihat apakah pada produk ini masuk ke area produksi. section ini di
bawah naungan satu orang manager dan satu orang staff serta leader dan
beberapa operator.

b. Engenering Section
Bertugas untuk melakukan perawatan dan perbaikan untuk semua
mesin yang ada di perusahaan.Jadi team inilah yang harus menjaga kondisi
mesin tetap berjalan dengan baik sehingga bisa mengimbangi kebutuhan
produksi.
2. Pre-Masspro
Team ini bertugas untuk melakukan berbagai testing dan analisa
untuk suatu produk yang baru dari costumer,dalam hal ini melakukan
banyak analisa terutama untuk dimensi karena perusahaan bergerak di

14
bidang pelapisan sudah menjadi suatu keharusan pengukuran ketebalan cat
pada lapisan produk ini haruslah diukur. Karena semua produk yang
diproses di produksi harus melalui proses testing oleh team ini. Bila mana
sudah menemukan hasil yang akurat sesuai dengan ketentuan dari
costumer maka team ini akan memberikan suatu keterangan dari hasil
analisa kepada costumer. Apabila customer sudah menyetujui hasil tersebut
selanjutnya akan di serahkan ke produksi untuk di proses serta memberikan
instruksi kerja untuk produk tersebut.

3. Departemen production

Departemen Produksi mempunyai 3 section yaitu :


a. Section Arrangement / Rework
Section ini yang akan mengatur dan menempatkan semua produk
akan di lapisi oleh cat pada net atau tempat produk tersebut. Baik masalah
permukaan yang akan di cat dan juga menghitung jumlah yang akan di
proses, dan semua itu harus di record pada form yang sudah di sediakan
untuk semua model. Sementara itu rework yaitu proses untuk perbaikan
pada produk yang mengalami kerusakan.
b. Section Precoating
Section Precoating yang dimaksud disini adalah mengadakan suatu
proses awal sebelum produk dari costumer masuk ke proses pelapisan. Di
sini ada banyak proses yang harus di lalui seperti :

1. Washing yaitu pencucian produk dari adanya kotoran minyak


dan bahan lainnya yang bisa menyebabkan proses pelapisan tidak
sempurna misalnya, cat tidak menempel pada produk tersebut.

2. Blasting, produk tersebut disemprot dengan media yaitu glass


beads yang berbentuk seperti pasir halus khusus yang disertai tekanan
angin agar kotoran yang tertinggal terlepas dan merubah permukaan

15
menjadi kasar sehingga pelapisan menjadi sempurna. Tekanan anginnya
adalah 0,25 bar, kecepatan roda penggeraknya 40/second,dan tekanan
glass beadnya 1,15 bar.

3. Buffing, yaitu proses meratakan permukaan material yang


berguna agar nantinya pada saat produk telah selesai di coating tidak
terdapat benjolan-benjolan atau adanya permukaan yang tidak rata.

4. Annealing yaitu produk di bakar mencapai suhu 800 derajat


celcius untuk mengurangi kadar air dan untuk menambah daya tahan atau
karakteristik produk ini menjadi lebih bagus. Proses ini bisa berlangsung
sampai dengan 10 jam dengan menggunakan pembakaran memakai heater.

c. Section Coating
Melakukan proses pelapisan pada produk-produk yang datang dari
costumer, diproses inilah diadakan pelapisan untuk permukaan produk, di
sini para operator melakukan pengecekan sebelum masuk proses
diantaranya kekentalan cat,warna cat,ketebalan cat pada permukaan
produk,karakteristik cat dan sebagainya. Setelah semuanya dilakukan dan
menemukan dimensi yang cocok sesuai standart yang mengacu kepada
instruksi kerja dari team engenering maka diadakan proses normal.
4. Departemen PPC ( Purchasing Production Control )
Section ini punya tugas untuk mendatangkan barang dari costumer
untuk di kerjakan oleh produksi, di samping itu juga PPC bertugas untuk
melakukan pemesanan barang-barang atau alat-alat yang di pakai untuk
melakukan aktivitas di semua section seperti : masker,sarung tangan, kertas
pasir,dan juga bahan cat, semical yang di pakai section produksi untuk
pelapisan produk dari costumer. PPC juga bertugas melakukan pengiriman
produk yang sudah siap diadakan proses pelapisan.
5. Departemen Administrasi
Departemen administrasi ada dua section yaitu :
1. General Affairs

16
Bertugas mengatur seluruh karyawan baik urusan kontrak kerja,
kesehatan karyawan, pengupahan, penyedian uniform dan semua
permasalahan yang ada dalam karyawan.
2. Finance Acccount
Bertugas untuk mengatur segala keuangan baik untuk membayar
karyawan membayar semua pemesanan barang yang dilakukan PPC
departemen dan juga mengadakan pengecekan inventaris perusahaan
sekaligus mengadakan audit tahunan untuk inventaris perusahaan.
Departemen ini di bawahi oleh PT .Nagano Drilube Indonesia Singapura.
Section ini juga mengadakan pembayaran upah karyawan melalui bank-
bank yang sudah di tentukan termasuk kepada penyalur tenaga kerja yang
masuk kepada perusahaan PT. Nagano Drilube Indonesia dan juga
membayar gaji untuk tenaga asing yang ada di perusahaan ini.
2.3 Kebijakan Lingkungan dan Sasaran Mutu PT. Nagano Drilube
Indonesia

2.3.1 Kebijakan Lingkungan


PT. Nagano Drilube Indonesia adalah salah satu perusahaan Jepang
bergerak dibidang pelapisan yang bertujuan menjadi yang terbaik di
bidangnya dengan memproduksi dan mendistribusikan hasil produk yang
bermutu, menjamin kepuasaan pelanggan dan karyawan serta pelayanan
prima. Sehingga untuk mewujudkan itu dibuatlah kebijakan lingkungan
yaitu :

PT.Nagano Drilube Indonesia Berkomitmen untuk Menghasilkan Produk


Berkualitas yang Mementingkan Aspek-apek Lingkungan sesuai dengan
Persyaratan Pelanggan

2.3.2 Sasaran Mutu


Index kepuasan pelanggan harus lebih dari 88 %.
Kurang dari 500 ppm(Part Pert Million) jumlah yang ditolak dalam
pengecekan pada pelanggan.
Untuk mendapatkan 100 % target pengiriman.
Kurang dari 3 % kerusakan produksi.

17
2.4 Tata Tertib PT. Nagano Drilube Indonesia

2.4.1 Peraturan untuk setiap Karyawan


1. Mentaati ketentuan jam kerja.
2. Melakukan check in pada waktu masuk kerja dan check out pada
waktu pulang kerja.
3. Melaksanakan tugas/pekerjaan dengan sebaik-baiknya, penuh
pengabdian, kesadaran, ikhlas dan bertanggung jawab.
4. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik perusahaan
dengan sebaik-baiknya, serta menjaga pemborosan waktu dan
material.
5. Mengenakan seragam serta perlengkapan lainnya yang sudah
diberikan oleh perusahaan.
6. Bertindak dan bersikap tegas, tetapi adil dan bijaksana terhadap
bawahannnya.
7. Menjadi dan memberikan contoh serta teladan yang baik terhadap
bawahannya.
8. Selalu menggunakan atau membawa kartu tanda pengenal Karyawan
(ID Card).
9. Bersikap sopan, jujur dan selalu mentaati perintah atasan dalam
melakukan pekerjaannya serta selalu meningkatkan efisiensi dan
produktifitas kerja untuk menciptakan ketenangan kerja, keharmonisan
dan memelihara ketertiban dalam perusahaan.
10. Selalu menggunakan alat-alat keselamatan kerja dan selalu mencegah
terjadinya tindakan atau keadaan yang dapat menimbulkan bahaya.

2.4.2 Larangan yang tidak boleh dilanggar oleh setiap Karyawan


1. Lebih dari 5 (lima) kali tidak masuk kerja.
2. Meninggalkan perusahaan atau pekerjaannya selama jam kerja
dan/atau pulang cepat tanpa ijin atasan.
3. Memegang produk dengan tangan kosong atau hand gloves kotor.
4. Menggunakan alat-alat perusahaan tanpa ijin atasan yang berwenang
dan menyerahkan tugas kerja kepada orang lain tanpa persetujuan
atasan.

18
5. Menjalankan kendaraan perusahaan secara kebut-kebutan/tidak
mengindahkan sopan santun baik di jalan raya, maupun di area PT.
Nagano drilube Indonesia.
6. Berkumpul di tempat mesin absensi sebelum jam pulang kerja.
7. Mabuk, memakai obat bius atau narkotika atau obat terlarang lainnya.

2.5 Tindakan Disiplin

1. Setiap Karyawan yang melakukan pelanggaran peraturan dan tata


tertib perusahaan dapat dikenakan pemotongan gaji pokok,uang
transport dan uang makan serta tindakan hukuman disiplin.
2. Tingkatan hukuman disiplin (tindakan disipliner) meliputi ;
a. Teguran lisan
b. Peringatan tertulis I (pertama)
c. Peringatan tertulis II (kedua)
d. Peringatan tertulis III (ketiga) / Pemutusan hubungan kerja

19
BAB III
PELAKSANAAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
DI PT.NAGANO DRILUBE INDONESIA

1.1 Minggu I

NO Hari / Tanggal / Waktu Kegiatan Praktek Kerja Lapangan


1 Senin, 6 Februari 2017 Pengenalan Profil Perusahaan, Tata Tertib dan
Pkl.07.30-16.30 WIB Proses Kerja di PT.Nagano Drilube Indonesia
2 Melakukan perbaikan dan pembersihan
Selasa, 7 Februari 2017
K3(Keselamatan Kesehatan Kerja) dan
Pkl.07.30-16.30 WIB
Membantu proses packing ADF.
3 Membantu proses arrangement yaitu narabe
Rabu, 8 Februari 2017 core case ketempat basket serta membantu dan
Pkl.07.30-16.30 WIB mempelajari cara mengoperasikan Annealing
machine.
4 Membantu proses packing ADF reflector Y151
Kamis, 9 Februari 2017
dan Y710 serta membantu proses inspection
Pkl.07.30-16.30 WIB
yaitu pelepasan tape masking ADF reflector
5 Membantu dan mempelajari proses washing
Jum`at, 10 Februari 2017
machine serta pengenalan machine Pneuma
Pkl.07.30-17.00 WIB
Blasting dan cara pengoperasiannya.

3.2 Minggu II

NO Hari / Tanggal / Waktu Kegiatan Praktek Kerja Lapangan


1 Operator Washing Machine pada produk Core
Case, Arbor core dan membantu proses
Senin,13 Februari 2017
Arrangement pada pemasangan tape masking,
Pkl.07.30-16.30 WIB
screw dan kawat penggantung pada produk G-
SHANK SEM B-056.
2 Selasa, 14 Februari 2017 Membantu dan mempelajari proses coating
Pkl.07.30-16.30 WIB pada produk COVER SEM B-090 dengan

20
menggunakan powder coating. Mengoperasikan
Mesin Pneuma Blasting pada produk STX.
3 Rabu, 15 Februari 2017 LIBUR PILKADA.
Pkl.07.30-16.30 WIB
4 Membantu dan mempelajari proses Buffing
Kamis, 16 Februari 2017 pada produk OPEN COVER THOSIBA serta
Pkl.07.30-16.30 WIB membantu proses inspection yaitu
pengamplasan pada produk ADF reflector.
5 Membantu proses packing pada ADF reflector
Jum`at, 17 Februari 2017
dan proses inspection pada produk COVER
Pkl.07.30-17.00 WIB
SEM B-057.
3.3 Minggu III

NO Hari / Tanggal / Waktu Kegiatan Praktek Kerja Lapangan


1 Membantu proses Arrangement pada produk
Senin,20 Februari 2017 STX dan ADF Reflector. Mengoperasikan
Pkl.07.30-16.30 WIB mesin Pneuma Blasting dan Washing Machine
untuk produk IRT Thosiba.
2 Mengoperasikan Annealing Machine dan
Selasa, 21 Februari 2017
Mempacking ADF Serta mempelajari proses
Pkl.07.30-16.30 WIB
coatingan pada produk Open Cover Thosiba.
3 Mengoperasikan Annealing Machine pada
Rabu, 22 Februari 2017
produk Core Case Takamori, dan membantu
Pkl.07.30-16.30 WIB
proses buffing Open Cover Thosiba.
4 Kamis, 23 Februari 2017 Membantu proses Arrangement pada produk
Pkl.07.30-16.30 WIB G-SHANK COVER SEM B-056 dan B-090.
5 Membantu proses Arrangement yaitu
Jum`at, 24 Februari 2017 penyusunan core case ketempat basketnya.Dan
Pkl.07.30-17.00 WIB tryning melakukan Powder Coating untuk
produk G-HANK SEM B-057.

3.4 Minggu IV

NO Hari / Tanggal / Waktu Kegiatan Praktek Kerja Lapangan


1 Senin, 27 Februari 2017 Mengoperasikan Washing Machine pada
Pkl.07.30-16.30 WIB produk Sem B-056 dan B-057. Serta melakukan

21
kalibrasi tekanan disetiap mesin-mesin.
2 Selasa, 28 Februari 2017 Membantu proses inspection pada produk
Pkl.07.30-16.30 WIB Cover sem B-057 sebanyak 200 pcs.
3 Melakukan packing dengan plastik serta
memasukkan kedalam Delivery Box untuk
Rabu, 1 Maret 2017
produk Cover Sem B-057 serta mempelajari
Pkl.07.30-16.30 WIB
pengcoatingan ADF reflector dengan
menggunakan Wetpaint
4 Membantu proses Arrangement yaitu
pemasangan screw, tape masking dan kawat
Kamis, 2 Maret 2017 penggantung pada produk sem B- 090.
Pkl.07.30-16.30 WIB Mempelajari cara pengoperasian mesin coating
otomatis pada pengcoatingan produk ADF
Reflector Y710.
5 Mengoperasikan Mesin Annealing dan Washing
Machine untuk produk Arbor Core dan Core
Jum`at, 3 Maret 2017
Case. Serta membantu proses inspection yaitu
Pkl.07.30-17.00 WIB
pelepasan tape masking pada produk STX dan
mempackingnya kedalam plastik khusus.

3.5 Minggu V

NO Hari / Tanggal / Waktu Kegiatan Praktek Kerja Lapangan


1 Melakukan Powder Coating dan Consule pada
Senin, 6 Maret 2017
IRT Chute. Membantu proses Arrangement pada
Pkl.07.30-16.30 WIB
produk G-SHANK SEM B- 090.
2 Melakukan Powder Coating pada produk G-
Selasa, 7 Maret 2017
SHANK SEM B-090 . Melanjutkan proses
Pkl.07.30-16.30 WIB
Arrangement pada produk G-SHANK.
3 Rabu, 8 Maret 2017 Mempelajari proses pengcoatingan manual ADF
Pkl.07.30-16.30 WIB Reflector Y562 dan Y294.Mempelajari proses
powder coating pada produk STX. Serta
melakukan Powder Coating dan Consule pada
IRT Rhop Chute. Membantu proses Arrangement

22
pada produk G-SHANK SEM B- 090.
4 Melakukan Powder Coating dan Consule pada
Kamis, 9 Maret 2017
IRT Rhop Chute. Membantu proses Arrangement
Pkl.07.30-16.30 WIB
pada produk G-SHANK SEM B- 090.
5 Melakukan Powder Coating pada produk G-
Jum`at, 10 Maret 2017 SHANK SEM B-090 dan IRT Chute .
Pkl.07.30-17.00 WIB Melanjutkan membantu proses Arrangement
pada produk G-SHANK SEM B- 090.

3.6 Minggu VI

NO Hari / Tanggal / Waktu Kegiatan Praktek Kerja Lapangan


1 Tryning pengcoatingan pada produk G-SHANK
Senin,13 Maret 2017
SEM B-057. Melakukan pengcoatingan ADF
Pkl.07.30-16.30 WIB
reflector Y294 pada produk SINOMETAL.
2 Tryning pengcoatingan pada produk G-SHANK
Selasa, 14 Maret 2017
SEM B-057. Membantu proses Arrangement
Pkl.07.30-16.30 WIB
pada produk G-SHANK SEM B- 090.
3 Membantu di tempat pengcoatingan yaitu
penyusunan produk G-SHANK SEM B-090 yang
Rabu, 15 Maret 2017 keluar dari mesin conveyor kedalam basket.
Pkl.07.30-16.30 WIB Membantu proses inspection yaitu pelepasan
screw, kawat penggantung dan tape masking
pada produk G-SHANK SEM B-057.
4 Membantu proses inspection yaitu pelepasan
screw, kawat penggantung dan tape masking
Kamis, 16 Maret 2017
pada produk G-SHANK SEM B-090 dan SEM
Pkl.07.30-16.30 WIB
B-091.Dan melakukan narabe pada produk ADF
reflector.
5 Melakukan Powder Coating dan Karayaki/
Jum`at, 17 Maret 2017
pembakaran IRT Rhop Chute Asm sebanyak 200
Pkl.07.30-17.00 WIB
Pcs.
3.7 Minggu VII

NO Hari / Tanggal / Waktu Kegiatan Praktek Kerja Lapangan

23
1 Senin, 20 Maret 2017 IZIN
Pkl.07.30-16.30 WIB
Selasa, 21 Maret 2017 Bimbingan Laporan PKL oleh Pembimbing
Pkl.07.30-16.30 WIB Industri.
3 Rabu, 22 Maret 2017 Bimbingan Laporan PKL oleh Pembimbing
Pkl.07.30-16.30 WIB Industri.
4 Kamis, 23 Maret 2017 Bimbingan Laporan PKL oleh Pembimbing
Pkl.07.30-16.30 WIB Industri.
5 Jum`at, 24 Maret 2017 Bimbingan Laporan PKL oleh Pembimbing
Pkl.07.30-17.00 WIB Industri.

3.8 Minggu VIII

NO Hari / Tanggal / Waktu Kegiatan Praktek Kerja Lapangan


1 Melakukan Powder Coating pada Open Cover
Senin,27 Maret 2017
Thosiba, G-Shank dan Narabe Open Cover dan
Pkl.07.30-16.30 WIB
G-Shank After Coating.
2 Selasa, 28 Maret 2017 LIBUR PASKAH
Pkl.07.30-16.30 WIB
3 Rabu, 29 Maret 2017 Membantu proses screening yaitu Fitting dan
Pkl.07.30-16.30 WIB flatness pada material Core Case.
4 Kamis, 30 Maret 2017 Membantu proses screening yaitu Fitting dan
Pkl.07.30-16.30 WIB flatness pada material Core Case.
5 Membantu proses screening yaitu Fitting dan
Jum`at, 31 Maret 2017
flatness pada material Core Case. Serta cleaning
Pkl.07.30-17.00 WIB
pada material Cover A-5.
3.9 Minggu IX

NO Hari / Tanggal / Waktu Kegiatan Praktek Kerja Lapangan


1 Membantu proses Arrangement yaitu
Senin,3 April 2017
pemasangan tape masking pada material ADF
Pkl.07.30-16.30 WIB
reflector Y562.
2 MembantuprosesArrangementyaitu pemasangan
Selasa, 4 April 2017 tape masking pada material ADF reflector Y562.
Pkl.07.30-16.30 WIB dan narabe kedalam basket pada material Core
Case.
3 Rabu, 5 April 201 Membantu proses Arrangement yaitu

24
pemasangan tape masking pada material ADF
Pkl.07.30-16.30 WIB
reflector Y562.
4 Kamis, 6 April 2017 Pengesahan laporan PKL oleh Perusahaan,
Pkl.07.30-16.30 WIB Penyerahan Nilai PKL oleh Pihak Industri,
BAB IV
PEMBAHASAN CARA PENGCOATINGAN COVER SEM
B-057 000A DENGAN MENGGUNAKAN POWDER PAINT DI
PT. NAGANO DRILUBE INDONESIA, BATAM

4.1 Powder Coating

Gambar 4.1.7 Powder Coating


Dalam kehidupan sehari hari kita mengenal teknik atau cara pengecatan.
Biasanya kita menggunakan cat basah atau wetpaint untuk melakukan pengecatan.
Namun pada era 1967 tepatnya di Australia telah ditemukan teknologi pengecatan
yang menggunakan bubuk atau powder, yang kemudian hari kita kenal sebagai
Teknologi Powder Coating. Dengan ditemukannya teknologi pengecatan yang
menggunakan Powder ini, maka didapatkan hasil pengecatan yang jauh lebih kuat
dan tahan lama serta sangat menghemat proses produksi. Sistem pengecatan
Powder coating tidak mempergunakan bahan cair / pengencer yang biasa
dilakukan pada cat konvensional.

25
Powder Coating umumnya dipakai untuk melapisi permukaan logam
seperti besi dan aluminium. Untuk mencapai daya rekat yang maksimal maka
sebelum dilakukan pengecatan, Objek benda yang akan diproses dengan Powder
Coating ini terlebih dahulu dibersihkan dari segala bentuk kotoran termasuk
minyak dan debu dengan tujuan untuk mengurangi kegagalan dalam proses
coating (pelapisan).

Coating ( pelapisan ) adalah proses untuk melapisi bahan dasar dengan maksud
untuk melindungi material dari kontak langsung dengan lingkungan (ketahanan
korosi), memperindah permukaan dan mendapatkan sifat mekanik permukaan.

Sedangkan yang dimaksud dengan Powder Coating adalah sebuah serbuk


yang sekaligus sebagai cat warna utama yang terbuat dari partikel partikel halus,
pigmen dan bahan bahan lainnya yang diberi muatan elektrostatis dan
disemprotkan pada permukaan objek / logam yang sudah dihubungkan dengan
ground, dengan perbedaan muatan elektrostatis tersebut, serbuk yang telah
disemprotkan akan menempel pada permukaan logam dan setelah menutup
sempurna, objek dipanaskan dalam ruangan oven hingga temperature 150 - 210C.
Pada temperature tinggi serbuk yang menempel pada logam akan melumer dan
sekaligus menutupi permukaan logam sesuai dengan warna serbuk yang dipakai,
finishing powder coating dapat berupa permukaan yang glossy atau dove
tergantung jenis serbuk / powder yang dipakai.

Perbedaan utama antara cat cair konvensional dan powder coating


adalah bahwa powder coating tidak memerlukan pelarut untuk menjaga bagian
binder dan filler dalam bentuk suspensi cair. Lapisan ini biasanya diterapkan
elektrostatik dan kemudian dipanaskan untuk memungkinkan agar serbuk
mengalir dan membentuk lapisan. Pengcoatingan menggunakan powder ini
merupakan proses pelapisan non logam dimana permukaan benda yang dilapisi
terbuat dari bahan non logam.

26
4. 2 Peralatan dan Bahan Penyusun Powder Coating

4. 2.1Peralatan
Mesin Powder Coating
Spesifikasi Mesin :

Merek COLO
Type COLO 800 Intelligent
Powder Coating System
Voltage 220 VAC
Made in China

Gambar 4.2.1.8 Mesin Powder Coating COLO 800


Intelligent

Spray Gun

27
Gambar 4.2.1.9 Spray Gun Sprint WAGNER

Powder Container

Gambar 4.2.1.10 Powder Container

Airgun

Gambar 4.2.1.11 Air Gun

Pinset Khusus Powder Coating

Gambar 4.2.1.12 Pinset

Senter

28
Gambar 4.2.1.13 Senter

Cutter

Gambar 4.2.1.14 Cutter

Gantungan S

Gambar 4.2.1.15 Gantungan S

Hand Glove

Gambar 4.2.1.16 Hand Glove

Sekop Powder Coating

29
Gambar 4.2.1.17 Sekop Powder Coating

Filter Powder Coating

Gambar 4.2.1.18 Filter Powder Coating

Thicness Meter Sanko

Gambar 4.2.1.19 Thicness Meter Sanko

Masker

Gambar 4.2.1.20 Masker

30
4.2.2 Bahan Penyusun Powder Coating

Hal yang menentukan sifat-sifat suatu coating (pelapisan) adalah


komposisi dari coating (pelapisan) itu sendiri. Umumnya coating (pelapisan)
mengandung empat bahan dasar, yaitu pengikat (binder), aditif, solven dan
pigmen (zat pewarna). Sangatlah penting bagi formulator untuk memahami fungsi
dari bahan-bahan dasar ini dan mengetahui bagaimana mereka saling berinteraksi :

1. Binder (pengikat)

Binder (pengikat) berfungsi sebagai pengikat antar komponen coating


dan juga bertanggung jawab terhadap gaya adhesi coating terhadap substrat.
Terdapat banyak binder yang telah dikenal, diantaranya alkyd, vinyl, resin
alam, epoxy dan urethane. Hal yang perlu diketahui tentang binder adalah
bagaimana mereka mengalami curing. Pada umumnya binder dapat
mengalami curing dengan dua cara. Pertama adalah melalui evaporasi solven.
Binder yang mengalami curing seperti ini disebut binder thermoplastik atau
non-covertible. Kedua adalah lewat reaksi kimia selama atau setelah proses
pengecatan. Binder ini dikenal sebagai binder thermosetting. Selain itu, hal yang
harus dipahami dari binder adalah viskositas. Karena merupakan komponen
utama dalam coating, viskositas binder sangat menentukan viskositas coating.
Faktor utama yang menentukan viskositas binder adalah berat molekularnya.
Polimer yang mempunyai berat molekul tinggi akan lebih viskos dari pada berat
molekul rendah. Ada dua cara untuk mengontrol viskositas suatu coating, yaitu
dengan memvariasi berat molekul binder atau dengan menambahkan sejumlah
solven.

2. Aditif

Aditif adalah senyawa-senyawa kimia yang biasanya ditambahkan


dalam jumlah sedikit, namun sangat mempengaruhi sifat-sifat coating
(pelapisan). Bahan-bahan yang termasuk aditif adalah surfaktan, alat anti
endapan (antisettling agent), alat pencampur (coalescing agents), alat tahan

31
pengulitan (anti-skinning agents), katalis, defoamers, penyerapan cahaya
ultraviolet (ultraviolet light absorbers), alat dispersi, bahan pengawet
(preservatives), pengering (driers) dan plastisizers.

3. Solven

Kebanyakan coating (pelapisan) memerlukan solven untuk melarutkan


binder dan memodifikasi viskositas. Hal penting yang harus diperhatikan
dalam penentuan solven adalah kemampuannya dalam melarutkan binder dan
komponen coating (pelapisan) yang lain. Prinsip kelarutan sangatlah
sederhana, yaitu like dissolves like Artinya solven polar akan melarutkan
senyawa yang polar juga. Selain itu laju penguapan solven juga perlu
diperhatikan. Solven yang mempunyai tekanan uap tinggi sehingga menguap
dengan cepat disebut fast atau hot solvent, sedangkan yang lambat disebut
slow solvent. Laju penguapan mempengaruhi sifat -sifat coating (pelapisan)
dan beberapa cacat dapat disebabkan karena ketidakcocokan dalam pemilihan
solven. Jika solven menguap terlalu cepat, coating (pelapisan) tidak cukup
waktu untuk membentuk lapisan halus dan kontinu.

Fungsi umum solvent :

Memudahkan aplikasi dan dapat mengurangi biaya

Pengendalian laju penguapan

Meningkatkan kualitas film

Memperhalus dan mempertangguh film

2. Pigmen (zat pewarna)

Zat pewarna (pigmen) merupakan pemberi warna dari coating


(pelapisan). Selain berfungsi dalam hal estetika, Zat pewarna (pigmen) juga
mempengaruhi ketahanan korosi dan sifat fisika dari coating (pelapisan) itu
sendiri. Zat pewarna (pigmen) dapat dikelompokkan menjadi pigmen organik
dan anorganik. Pigmen anorganik contohnya adalah titanium dioksida dan
besi oksida. TiO2 merupakan pigmen putih yang paling banyak digunakan,

32
biasanya untuk coating eksterior. TiO2 mempunyai indeks refleksi yang tinggi dan
stabil terhadap sinar ultraviolet dari sinar matahari yang dapat mendegradasi
pelapisan pengikat (binder coating). FeO2 merupakan pigmen merah yang
digunakan untuk pelapisan awal (coating primer) ataupun topcoat. Terdapat
juga ekstender pigmen yang memberikan sedikit pengaruh terhadap warna dan
ketahanan korosi namun banyak mempengaruhi sifat -sifat coating seperti
kekentalan, aliran, kekerasan dan permeabilitas. Contohnya adalah kalsium
karbonat, kaolin, talc dan barium sulfat (barytes).

Keempat bahan ini lah yang sangat penting dalam menentukan kulalitas
dari Powder Coating, Komposisi bahan yang digunakan di PT. Nagano Drilube
Indonesia berasal dari Kantor Pusat PT. Nagano Drilube yang berada di Jepang.
Pencampuran bahan penyusun Coating ini sangat dirahasiakan oleh PT. Nagano
mengingat persaingan antara sesama bisnis Pengcoatingan. Pengadukan Powder
Coating dengan Wetpaint Coating sebenarnya hampir sama, tetapi ada bahan yang
rahasia yang tidak boleh dipublikasikan pada pengadukan komposisi Powder.

4. 3 Jenis-Jenis Powder Coating

Pelapisan dengan menggunakan Powder telah banyak berkembang sesuai


dengan kebutuhan di industri-industri Otomotif, Elektronik dan lain-lainya.

Sehingga telah dikembangkan pelapisan menggunkan Powder menjadi 2 jenis


yang tersedia untuk melapisi permukaan suatu benda kerja:

1. Thermo Plastic : Material bubuk ini akan mengalami pencairan jika benda kerja
mendapat perlakuan panas. Jenis pengcoatingan ini akan mengalami pencairan
pada hasil pengcoatingan mendapatkan suhu 70-80 C, permukaan akan
mengalami gelembung terlebih dahulu sebelum mencair secara keseluruhan.
2. Thermosetting : Merupakan bahan yang kuat dan tidak akan mencair kembali
walaupun benda kerja mendapat perlakuan panas. Jenis Termosetting ini lah yang
digunakan untuk melapisi permukaan suatu besi maupun alumunium yang ada di
PT. Nagano Drilube Indonesia. Salah satu pengujian panas yang dilakukan adalah
Boiling Test, dimana benda yang telah dicoating akan direbus melalui tungku

33
pemanas dengan suhu 70-80C selama 5 menit. Setelah test ini akan membuktikan
apakah pengcoatingan menghasilkan kualitas bagus atau tidak.

Selama proses pengovenan, reaksi kimia silang akan terjadi karena dipicu oleh
temperatur oven, temperatur yang digunakan dalam pengovenan Cover Sem B-
057 000A ini adalah 150-210C, suhu ini lah yang standar digunakan untuk
pengeringan pada pengcoatingan yang menggunakan bubuk. Oleh karena reaksi
kimia itulah yang memberikan banyak sifat unggul pada pelapisan atau
pengecatan dengan menggunakan powder. Pengecatan atau pelapisan dengan
menggunakan metode pengecatan kering ini sering di gunakan/diaplikasikan pada
benda yang terbuat dari aluminium atau besi.

4. 4 Metode Pengcoatingan Menggunakan Powder

Metode Pengcoatingan menggunakan Powder terbagi menjadi 2 :

Pencelupan : Benda yang akan di lapisi dicelupkan kedalam bak yang


berisi powder coating yang telah diberi muatan elektrostatik. Sehingga serbuk atau
powder akan secara otomatis menempel pada benda yang dicelupkan atau
dicoating.

Penyemprotan : Powder coating yang telah diberi muatan elektrostatik


tersebut di semprotkan kepada objek yang akan dilapisi. Serbuk yang
disemprotkan akan menempel kebagian benda coating. Metode inilah yang
digunakan untuk melakukan pengcoatingan Cover Sem B-057 000A di PT.
Nagano Drilube Indonesia.

Setelah benda melalui salah satu proses tersebut, kemudian benda yang
telah terlapisi powder coating dimasukkan kedalam oven, tujuannya untuk
melelehkan dan menyatukan partikel serbuk/bubuk sehingga membentuk lapisan-
lapisan yang halus yang melapisi objek atau benda yang dicoating.

34
4.5 Komponen Utama Mesin Powder Coating

1. Control Unit

Control Unit adalah salah satu bagian dari CPU yang bertugas untuk
memberikan arahan / kendali / kontrol terhadap operasi yang dilakukan di bagian
ALU (Arithmetic Logical Unit) di dalam CPU tersebut. Control unit pada Mesin
Powder Coating berfungsi untuk mengatur kecepatan, tekanan dan jumlah powder
yang keluar pada Spray Gun Mesin Powder. Adapun Tugas Utama dari CU adalah
sebagai berikut:

Mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output.


Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama.
Mengambil data dari memori utama kalau diperlukan oleh proses.
Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau
perbandingan logika serta mengawasi kerja.
Menyimpan hasil proses ke memori utama.

Gambar 4.5.21 Control Unit


2. Spray Gun

Berfungsi sebagai alat penyemprot powder pada permukaan benda coating,


dimana bubuk tersebut akan keluar melalui injector pada spray gun atas dorongan
tekanan udara yang telah diatur oleh control unit, udara bertekanan masuk melalui
powder injector menuju powder container, pada saat spray gun ditekan maka
bubuk powder yang ada di dalam powder container akan terhisap keluar dan
powder pun akan melekat pada objec coating karna ada arus listrik atau bubuk
tersebut memiliki sifat elektrostatis.

35
Gambar 4.5.22 Spray Gun
3. Powder Container

Powder Container merupakan tabung yang digunakan untuk cat powder


atau tempat penampungan powder. Powder Container memiliki landasan atau alas
yang terbuat dari gabus padat yang berguna untuk pengkabutan oleh udara yang
bertekanan. Pengkabutan yang terjadi didalam Powder Container berbentuk
seperti air mendidih.

Gambar 4.5.23 Powder Container


4. Powder Injector

Injector pada mesin powder coating berfungsi sebagai pengkabut powder,


pengkabutan terjadi pada saat udara masuk melalui slang Dosage air, dari slang ini
udara akan masuk melalui pipa container menuju powder container, didalamya
terjadi pengkabutan udara dengan powder. Kemudian slang feed air akan
melakukan pengumpanan udara agar powder yang dikabutkan tadi akan terhisap
keatas menuju injector, injector akan melakukan penyemprotan menuju spray gun.

36
Gambar 4.5.24 Powder Injector
5. Maintenance Unit

Berfungsi sebagai penampung uap air yang masuk kedalam powder


container agar powder berada dalam keadaan kering atau tidak lembab,
Mantenance Unit akan menyerap uap air dari udara yang masuk kedalam powder
container.

Gambar 4.5.25 Accessories


4. 6 Prinsip Kerja Mesin Powder Coating

Mesin Powder Coating COLO 800 Intelligent adalah mesin yang


digunakan untuk melakukan pengecatan dengan menggunakan bahan dari powder
atau bubuk. Yang mana powder ini bisa dimuati listrik statis. Prinsip kerja dari
mesin Powder Coating COLO 800 Intelligent dapat di lihat pada blok diagram
berikut:

37
Control Unit
Switching
Regulator

Line PLN 220V 50Hz

Angin Output Powder yang


Input sudah dimuati listrik
Kompresor
statik

Maintenan Spray Gun


e Unit

Powder
Injector

Powder
Container

Gambar 4.6.26 Prinsip kerja mesin powder coating COLO 800 Intelligent

38
4. 7 Cara Pengcoatingan Cover Model Sem B-057 000A dengan
Menggunakan Powder Paint.

Gambar 4.7.27 Cover Model Sem B-057 000A


Cover Model Sem B-057 000A adalah sebuah produk dari customer
PT. G-SHANK PRECISION INDONESIA yang dikirim ke PT.NAGANO
DRILUBE INDONESIA untuk dilakukan proses pengcoatingan. Produk ini akan
dilakukan proses pengcoatingan pada bagian-bagian tertentu, sesuai dengan
permintaan dari customer yang bersangkutan.
Cover Model Sem B-057 000A ini digunakan pada box panel listrik,
namun produk ini tidak dipasarkan di Indonesia melainkan di exsport ke luar
negeri.
Berikut ini adalah proses pengcoatingan pada Cover Model Sem B-057
000A dengan menggunakan powder paint sebagai berikut :

Proses Precoating
Proses precoating adalah proses persiapan awal yang harus dilakukan agar
kualitas dari produk yang akan dicoating memiliki kualitas yang tinggi.
Proses Washing dengan menggunakan Washing Machine
Washing yaitu pencucian produk dari adanya kotoran minyak dan bahan
lainnya yang bisa menyebabkan proses pelapisan tidak sempurna misalnya, cat
tidak menempel pada produk tersebut. Proses pewashingan sendiri menggunakan
cairan Trichloroethylene (AL) merupakan cairan kimia yang berasal dari Jepang.

Langkah-langkah proses washing dengan menggunakan washing machine:

39
1. Narabe atau susun material tersebut kedalam basket/ keranjang untuk di
washing.

Gambar 4.7.28 Penyusunan material didalam basket


2.Angkat basket/keranjang tersebut dengan menggunakan crane, kemudian
masukan ke Tank 1.

Gambar 4.7.29 Pengangkatan material ke Tank -1


3.Setelah selesai pencucian di Tank -1 selama 5 menit, lanjutkan ke Tank -2 dan
seterusnya sampai ke Tank-4.

Gambar 4.7.30 Pengeringan material di Tank-4


Proses Masking Cover Sem B-057 000A

40
Masking yaitu proses pemasangan baut dan penutupan bagian-bagian yang
tidak boleh dilakukan pengcoatingan, bagian ini harus tertutup rapat dan bersih
dari powder coating.

Langkah-langkah masking Cover Sem B-057 000A

Gambar 4.7.31 Material Sem B-057 pada posisi Top dan Bottom Area

1. Sebelum bekerja pakailah Sarung Tangan atau Finger Coat.

Gambar 4.7.32 Persiapan sebelum masking

2.Letakkan material pada posisi bottom menghadap keatas Tempelkan tape


masking yg berdiameter 10 mm diatas 4 buah area masking menggunakan pinset.
usahakan menempatkan masking pas ditengah2 masking area.

Gambar 4.7.33 Material di masking pada posisi bottom area


3. Balik material pada posisi depan. Masukkan 3 buah ring kedalam screw tipe 1
(p=15mm) seperti pada gambar a, kemudian masukkan screw kedalam area
masking , seperti pada gambar b, lalu putar screw sehingga pas menutupi area

41
lubang masking seperti pada gambar c. Lakukan langkah ini untuk area masking 1
& 2 seperti pada gambar b dibawah.

Gambar 4.7.34 Pemasangan screw tipe 1 (1,2) pada posisi depan


4.Material pada posisi depan, Masukkan screw tipe 2 (p=50mm) pada lubang
masking area 3 & 4. Saat memutar screw pada lubang masking, jangan sampai
melewati bagian tepi lubang area belakang, seperti pada gambar b, supaya screw
mudah dilepaskan setelah proses coating.

Gambar 4.7.35 Pemasangan screw tipe 2 (3,4) pada posisi depan


5. Kaitkan kawat penggantung pada screw area 3 & 4 seperti pada gambar
dibawah. Kaitan harus berada diujung atas screw seperti pada gambar a & b,
supaya tidak terjadi scratch.

Gambar 4.7.36 Pemasangan kawat penggantung


Proses Coating
Coating ( pelapisan ) adalah proses untuk melapisi bahan dasar

42
(substrate) dengan maksud untuk melindungi material dari kontak
langsung dengan lingkungan(ketahanan korosi), memperindah permukaan
dan mendapatkan sifat mekanik permukaan.
Sedangkan yang dimaksud dengan Powder Coating adalah sebuah serbuk
yang sekaligus sebagai cat warna utama yang terbuat dari partikel
partikel halus, pigmen dan bahan bahan lainnya yang diberi muatan
elektrostatis dan disemprotkan pada permukaan objek / logam yang sudah
dihubungkan dengan ground, dengan perbedaan muatan elektrostatis
tersebut, serbuk yang telah disemprotkan akan menempel pada permukaan
logam dan setelah menutup sempurna, objek dipanaskan dalam ruangan
oven hingga temperature 150 210C. Namun untuk produk cover sem B-
057 ini temperature settingnya yaitu 180C
Powder coating pada umumnya menggunakan sebuah spray gun
yang bersifat menghidupkan medan magnet pada bubuk cat sehingga dapat
menempel dengan sempurna. Cara penyemprotan pada umumnya sama
dan juga membutuhkan kualitas angin yang baik. Kualitas angin yang baik
adalah angin yang bersifat bersih dan kering karena angin yang baik akan
mempengaruhi kualitas pengecatan dan umur daripada spray gun tersebut.
Spray gun untuk powder coating umumnya memiliki harga yang mahal
karena kompleksitas yang dimiliki sehingga perawatan terhadap alat
sangatlah penting.
Pada temperature tinggi serbuk yang menempel pada logam akan melumer
dan sekaligus menutupi permukaan logam sesuai dengan warna serbuk
yang dipakai, finishing powder coating dapat berupa permukaan yang
glossy, dove maupun berbentuk orange skin tergantung jenis serbuk /
powder yang dipakai.

Langkah-langkah proses pengcoatingan Cover Sem B-057 000A :

43
1. Tekan tombol ON yang ada pada Control Unit tersebut

Gambar 4.7.37 Proses menghidupkan mesin powder coating


2. Atur control unit sesuai spesifikasi thickness material , dengan deretan
pengaturan

Gambar 4.7.38 Pengaturan ketebalan pengcoatingan


3. Tekan tombol pengaturan : untuk penampangan

Gambar 4.7.39 Tombol Pengaturan Penampangan

4. Gantung material pada hanger yang telah tersedia. Kemudian semprot


seluruh permukaan material menggunakan air gun.

44
Gambar 4.7.40 Material yang akan di Coating
5. Lakukan pengcoatingan pada area bottom secara merata (dengan arah
pengcoatingan searah jarum jam), pengcoatingan dilakukan sebanyak
3 kali lapisan pada satu sisi permukaan.

Gambar 4.7.41 Pengcoatingan Material Area Bottom


6. Kemudian lakukan pengcoatingan pada area sisi samping material
keempat sisinya (atas, samping kanan, bawah, dan samping kiri)
dengan searah jarum jam secara merata.

45
Gambar 4.7.42 Pengcoatingan Material Area Samping
7. Balik material, Lakukan pengcoatingan pada area top(depan) dengan
perlakuan yang sama pada area bottom(searah jarum jam).

Gambar 4.7.43 Pengcoatingan Material Area Depan


8. Jika telah selesai melakukan pengcoatingan , pindahkan material
tersebut kegantungan mesin conveyor(hunger).

46
Gambar 4.7.44 Material Standby pada gantungan conveyor

9. Tekan tombon ON yang ada pada Mesin Oven Conveyor maka proses
heating dimulai .Proses Heating oven conveyor ini bertujuan agar
powder paint yang disemprot ke material tersebut dapat benar-benar
merekat dengan baik. Lama proses Heating oven conveyor ini yaitu
sekitar 30-40 menit dengan suhu didalam oven conveyor 150 210C.

Gambar 4.7.45 Material Masuk Ke Oven Conveyor

47
10. Setelah selesai melakukan proses heating, selanjutnya material tersebut
dibawa ke inspection room untuk melepaskan masking, kawat
penggantung serta screwnya.

Gambar 4.7.46 Material After Coating Dan Heating

BAB V
PENUTUP

5.1Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat Penulis ambil dari Praktik Kerja


Lapangan di PT. Nagano Drilube Indonesia yaitu:
1. Didalam dunia kerja sangat membutuhkan arti profesionalitas dari sosok
Mahasiswa. Dengan melaksanakan Praktek Kerja Lapangan ini mahasiswa dapat
mengerti dan memahami tuntutan pekerjaan yang akan dihadapi dalam didunia
kerja nantinya.

48
2. Dalam dunia kerja yang nyata, tanggung jawab, loyalitas, kerja sama, dan
profesionalitas dari seorang karyawan sangat dibutuhkan.
3. Proses pelapisan menggunakan powder ini memerlukan rangkaian yang begitu
kompleks agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas baik. Mulai dari
proses Washing , Buffing, Annealing, Blasting, Quality control, hingga produk
sampai ke perusahaan customer harus menghasilkan kualitas yang bagus.
1. Washing yaitu pencucian produk dari adanya kotoran minyak dan bahan lainnya
yang bisa menyebabkan proses pelapisan tidak sempurna misalnya, cat tidak
menempel pada produk tersebut.
2. Blasting, produk tersebut disemprot dengan media yaitu glass beads yang
berbentuk seperti pasir halus khusus yang disertai tekanan angin agar kotoran
yang tertinggal terlepas dan merubah permukaan menjadi kasar sehingga
pelapisan menjadi sempurna. Tekanan anginnya adalah 0,25 bar, kecepatan roda
penggeraknya 40/second,dan tekanan glass beadnya 1,15 bar.
3.Buffing, yaitu proses meratakan permukaan material yang berguna agar nantinya
pada saat produk telah selesai di coating tidak terdapat benjolan-benjolan atau
adanya permukaan yang tidak rata.
4. Powder Coating adalah proses pelapisan suatu logam dengan menggunakan bubuk
yang bermuatan listrik atau elekrtostatis, dimana pengcoatingan dengan
menggunakan bubuk ini jauh lebih kuat dari pengecatan biasanya yang
menggunakan cat basah.
5. Pelapisan menggunakan Powder Coating sangat membutuhkan perlakukaan yang
betul-betul komplek agar mendapatkan hasil yang berkualitas tinggi.
6. Pelapisan powder Coating harus terhindar dari korosi, minyak pelumas dan
kotoran lainya sebelum dilakukan pengcoatingan.
7. Melakukan Perawatan preventif untuk setiap mesin merupakan tindakan utama
dalam menjaga umur mesin dan mempelancar proses produksi.
8. Cover Model Sem B-057 000A ini di aplikasikan pada box panel listrik. Produk
ini tidak digunakan di indonesia melainkan di exsport ke luar negri
9. Melakukan pelapisan menggunakan powder coating terhadap permukaan logam
merupakan penerapan dari ilmu bahan dan langkah pemeliharaan (maintenance)
terhadap korosi.

5.2 Saran

49
1. Pentingnya melakukan perawatan preventive pada mesin-mesin industri
secara berkala.
2. Keselamatan dalam bekerja adalah hal yang paling utama dalam dunia
kerja.
3. Pentingnya melakukan penataan tata letak pabrik guna mempelancar
proses Industri.
4. Menerapkan kerja 5S secara rutin.
5. Mewajibkan setiap pekerja untuk memakai Alat Pelindung Diri dalam
bekerja.
6. Memberikan pelatihan atau training khusus bagi operator-operator setiap
mesin yang digunakan.
7. Meningkatkan kualitas setiap produk pengcoatingan.

DAFTAR PUSTAKA

Company Profile PT. Nagano Drilube Indonesia, 2017


NDI Organization Chart PT. Nagano Drilube Indonesia, 2017
NDI - 4WI - 02(23-05) Detail Screw & Masking SEM B-057
NDI-4WI-81(00) Operational Guideline Of Powder Coating
NDI-4WI-80(00) Operational Preparation Of Powder Coating
NDI-4WI-17 (21-06) Powder Paint Filtering & Storage
NDI - 4WI - 02(23-07) Inprocess & Oqc Inspection Sem B-057
NDI-4WI-86(00) Cara Pengoperasian Oven Conveyor
NG Sample After Coating Cover Sem B-057
Departemen pada PT Nagano Drilube Indonesia
Powder Coating Manual Book
Equipment Engineering PT. Nagano Drilube Indonesia

50
LAMPIRAN-LAMPIRAN

51