Anda di halaman 1dari 5

METODE PROBLEM SOLVING DALAM UPAYA MEMBENTUK

KARAKTER KERJA KERAS (ETOS KERJA, DAYA SAING, OPTIMIS,


INOVATIF DAN PRODUKTIF) DALAM UPAYA SISWA MEMAHAMI
PELAJARAN KIMIA
(ACTION PLAN LOMBA INOVASI PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA)
Oleh: FITHRI INDAWAHYUNI, M.Si
NIP. 19710712 200502 2 002 / NUPTK. 7044 7496 5130 0003

A. Latar Belakang Masalah


Mata pelajaran kimia adalah salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit dipahami oleh
sebagian besar siswa. Hal ini menyebabkan pengaruh besar terhadap minat dan cara belajar
siswa. Saat ini penulis bertugas mengajar kimia di kelas XI IPA-1 SMA Negeri 1 Tebing
Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai. Di kelas ini, penulis merasa kesulitan dalam
mengajarkan pelajaran kimia. Setelah beberapa lama diamati, ada beberapa kondisi yang
terjadi di kelas tersebut diantaranya: pertama, sebagian siswa tidak matang dalam pemilihan
jurusan, hanya berasumsi bahwa anak IPA keren dan semisalnya tanpa mempertimbangkan
kemampuan pribadinya. Ini diperparah oleh ambisi orang tua untuk menyekolahkan anaknya
ke fakultas tertentu tanpa mempedulikan kemampuan anak. Hal kedua adalah dasar
pemahaman konsep IPA dan matematika sangat lemah kemungkinan kurang dimaksimalkan
pada jenjang pendidikan sebelumnya. Kondisi ini cukup menyulitkan penulis dalam memberi
pemahaman pelajaran kimia. Kurangnya motivasi dan dasar pemahaman terhadap konsep
ilmu akan membuat siswa acuh dengan pelajarannya. Beberapa kasus siswa banyak yang
tidak melaksanakan tugas yang diberikan guru mapel. Untuk memberikan sanksi adakalanya
guru terbentur dengan aturan yang melarang siswa diberi hukuman yang mengandung unsur
kekerasan. Selama ini penulis memberikan sanksi kepada siswa yang tidak mengerjakan
tugas dengan meminta siswa tersebut menyalin kembali tugas tersebut sebanyak 3, 5 atau 10
kali. Dengan memberikan sanksi seperti itu penulis berharap sambil menyalin siswa sedikit
banyaknya akan terlatih. Akan tetapi penulis merasa cara ini kurang mampu memotivasi
siswa. Tugas tambahan yang dilakukan siswa masih lahir dari keterpaksaan, bukan berasal
dari motivasi dari diri sendiri. Untuk mengantisipasi hal ini, maka penulis berkeinginan
merumuskan aturan-aturan dalam pembelajaran kimia yang disusun oleh siswa sendiri
dengan perumusan menggunakan metode problem solving. Penulis berharap dengan metode
problem solving ini, semua bentuk penghargaan dan sanksi lebih didasari oleh kesadaran
siswa sehingga berdampak langgeng dalam diri siswa.

B. Inovasi yang Ditawarkan

Pada kegiatan diskusi yang dilaksanakan oleh seluruh siswa, semua siswa diharapkan ikut
berpartisipasi. Adapun deskripsi pelaksanaannya sebagai berikut:
1. Guru menyampaikan pengertian, motivasi dan arah tujuan diskusi.
2. Masing-masing siswa diberi kesempatan mengeluarkan isi hatinya selama mengikuti
pembelajaran kimia. Guru tidak boleh membatasi pernyataan siswa.
3. Siswa diberikan kesempatan untuk memberikan pendapatnya bagaimana solusi atas
masalahnya.
4. Siswa lain boleh menanggapi dan memberi sanggahan atau persetujuannya.
5. Semua siswa memutuskan apa yang harus dilakukan jika ada peraturan atau tugas
yang dilanggar dan apa yang harus dilakukan untuk menambah pemahaman
pembelajaran kimia.
6. Dengan cara ini diharapkan semua bentuk sanksi, penghargaan dilaksanakan dari hati
nurani siswa tanpa ada unsur keterpaksaan.

C. Tujuan

Tujuan yang ingin penulis capai dalam inovasi ini adalah adanya perubahan sikap dari siswa
didik dalam mempelajari pelajaran kimia. Karakter kerja keras yaitu memiliki etos kerja,
daya saing, optimis, inovatif dan produktif diharapkan dapat tumbuh sebagai bentuk revolusi
mental dalam diri siswa. Dengan adanya perubahan sikap dan perilaku peserta didik ini,
penulis berharap perubahan hasil belajar siswa juga akan mengalami peningkatan.
D. Manfaat

Manfaat yang didapat dari inovasi karakter bangsa ini adalah:


1. Memberikan masukan kepada pihak sekolah dalam rangka inovasi karakter bangsa
dalam menumbuhkan karakter kerja keras (etos kerja, daya saing, optimis, inovatif,
dan produktif).

2. Bagi guru mata pelajaran lainnya diharapkan menjadi salah satu strategi alternatif
dalam meningkatkan menumbuhkan karakter siswa.

3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi guru SMA untuk
dapat mengaplikasikannya dalam proses pembelajaran di kelas.

4. Bagi peneliti lain sebagai masukan dalam pengembangan pembelajaran di SMA guna
meningkatkan penumbuhan karakter serta mutu dan hasil belajar siswa.
5. Bagi siswa diharapkan akan menjadikan karakter kerja keras yang dicapai terus
diterapkan dalam kehidupan di masa depan mereka.

E. Sumber Daya Pendukung

Dalam penelitian ini, sumber daya yang sangat dibutuhkan adalah guru dan siswa sebagai
sumber daya manusia. Jika nanti ada usulan siswa untuk membentuk les pelajaran tambahan
sebagai cara untuk meningkatkan pemahaman, ada kemungkinan ini juga akan
membutuhkan dana yang akan dibicarakan dengan siswa dan pemegang kebijakan di sekolah.
F. Alur Pikir dan Strategi Implementasi

Etos kerja keras siswa lemah

Hasil belajar kognitif siswa rendah

Menyusun strategi/
Problem Solving

Penerapan Strategi

Evaluasi
G. Simpulan

Etos kerja keras yang kurang dalam mempelajari mata pelajaran kimia di kelas XI-IPA 1
SMAN 1 Tebing Tinggi Serdang Bedagai 1 Tebing Tinggi menyebabkan nilai hasil belajar
kimia siswa rendah. Hal ini menyebabkan penulis berusaha mencoba menerapkan solusi yang
didasari atas kerelaan siswa menjalankannya, bukan semata aturan yang dibuat oleh guru.
Aturan tanpa kerelaan dan kesadaran akan membuat siswa mematuhi aturan tersebut
sementara saja, tidak permanen dan berkelanjutan. Dengan metode problem solving yang
ditawarkan penulis berharap masalah kelemahan etos kerja keras dalam diri siswa dapat
diatasi dengan kesadaran dari diri siswa dan pemberian sanksi tidak mengandung unsur
kekerasan serta hasil belajar kimia dapat ditingkatkan.

Tebing Tinggi, 30 Maret 2017


Fithri Indawahyuni, M.Si