Anda di halaman 1dari 6

Doktrin Taskhir Dalam Penciptaan Alam Semesta

Kata taskhir berasal dari kata sakhkhara yang berarti menundukan.Dalam al quran sering
kali disebutkan kata sakhkhara dimaksudkan untuk menggambarkan bahwa segala ciptaan allah
dilangit dan di bumi ditundukkan untuk mengikuti systemsunnatullah yang telah allah
tetapkan.Kerapian alam semesta yang demikian mengagumkan ini,menunjukkan bahwa segala
sesuatu dialam ini telah allah tundukkan.

Beberapa bukti keharusan taskhir adalah:


1. Allah lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari
langit,kemudian ia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi reski
untukmu,disini ditegaskan bahwa langit yang demikian agung ini,ditegakkan tanpa tiang,serta
bumi dengan segala isinya,semuanya tidak lain adalah reski bagi manusia.
2. Allah telah tundukan kendraan manusia di lautan.dia telah menundukkan bahtera
bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendaknya.benar manusia dengan
kemampuannya bisa membuat bahtera,tetapi bahtera tersebut allah lah yang menundukkannya
sehingga ia bisa terapung,bila allah berkehendak untuk menenggelamkannya tentu bahtera itu
akan tenggelam.
3. Sungai-sungai juga allah tundukkan,dan telah menunduk pula bagimu sungai-sunai,dan
batu-batu bila allah berkehendak memancarlah air sungai di antara batu-batu itu sungguh ada
yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya ada yang terbelah lalu keluarlah mata
air dari padanyan(al-baqarah:74).
4. Allah juga menundukkan matahari dan bulan,dan dia telah menundukkan pula bagimu
matahari dan bulan yang terus-menerus beredar.matahari dan bulan tersebut berputar pada
porosnya,begitu juga galaksi yang lain yang jumlahnya jutaan bahkan miliaran.jika semua itu
allah tidak tundukkan niscaya kehidupan di bumi sudah berakhir bahkan mungkin tidak ada sama
sekali,hanya sayangnya manusia selalu melalaikan hakikat ini.
5. Allah juga tundukkan siang dan malam,dan telah menunduk bagimu malam dan
siang.dengan adanya siang dan malam manusia bisa menjalani hidup ini dengan
seimbang,seandainya hidup ini siang saja atau malam saja,bisa dipastikan manusia akan
stress,karena manusia selalu menginginkan perubahan,ia tidak bisa hidup di satu titik saja.

a.Teori Penciptaan Alam Semesta


1. Steady state: kerapatan jagat raya adalah tetap/tidak berubah.galaksi baru yang tercipta akan
membuat jagat raya tampak sama tidak hanya dari tempat yang berbeda tapi juga sepanjang
masa.
2. Unsteady state(big bang):setiap galaksi bergerak saling menjauhi sehingga kerapatan jagat raya
lebih besar.Menurut kosmologi big bang system tata surya kita terbentuk 5 milyar tahun yang
lalu,bintang-bintang tertua diduga terbentuk 10 milyar tahun yang lalu.

b. Hubungan Manusia dengan Alam Semesta


Penciptaan manusia dan alam semesta termasuk salah satu isu sentral dalam bahasan
pemikiran keagamaan. Orientasi Penciptaan alam semesta termasuk kajian penting dalam bidang
sains yang bersifat empiris. Setidaknya ada tiga pertanyaan besar dalam mengkaji Manusia
dan Alam Semesta

Hakikat Manusia

a. Persepsi Tentang Manusia.


Konsep manusia dalam Islam termaktub dalam alquran dan hadits. Manusia diciptakan Allah
dari intisari tanah yang dijadikan nuthfah yang tersimpan dalam tempat yang kokoh. Nufhfah
dijadikan darah beku, darah beku jadi, mudghah dijadikan tulang, tulang dibalut dengan daging,
sehingga menjadi makhluk lain. Dalam hadits Bukhari-Muslim mengartikulasikan bahwa ruh
dihembuskan Allah SWT dalam janin setelah mengalami perkembangan 40 hari nuthfah, 40 hari
darah beku dan 40 hari mudghah.

b. Siapakah Manusia ?
Ada beberapa terminologi untuk mengungkapkan kodrat manusia : al-Insan, an-naas, al-ins.
Kata Insan berasal dari akar kata uns artinya jinak, harmonis dan nampak). Insan yang yang
berasal dari kata nasiya, artinya lupa. Insan yang berasal dari kata nasa artinya berguncang.

Deskripsi Al-Quran Tentang Manusia

a. Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang terdiri dari unsur materi dan immateri. Unsur
materi manusia seperti air, tanah, debu, tanah liat, sari pati tanah, sari pati air yang hina, tanah
hitam seperti tembikar. Dari berbagai perspektif ayat tersebut dapat dipahami bahwa unsur
materi yang menjadi asal kejadian manusia adalah dua unsur yaitu tanah dan air.
b. Manusia adalah makhluk Allah yang terdiri dari dimensi materi dan ruhani.
c. Manusia memiliki fitrah, yaitu adanya kecenderungan menuju jalan keimanan (tauhid).
d. Manusia dibekali dengan berbagai kelebihan.
e. Manusia memiliki kelemahan-kelemahan.

c. Tujuan Penciptaan Manusia


Tujuan fungsional antara manusia dan alam semesta adalah untuk menciptakan sinergi bagi
kemaslahatan manusia itu sendiri. Untuk itu, alam semesta diciptakan Allah bukan dengan main-
main dan tanpa tujuan. Karena manusia merupakan satu sub sistem dengan alam semesta sebagai
satu tujuan dan orientasi. Oleh karena itu, satu-satunya tujuan penciptaan manusia adalah untuk
beribadah. Ibadah berasal dari bahasa Arab, al-ibadah (yang menundukkan atau merendahkan
diri). Hakikat ibadah, terkandung 2 makna : al-ubudiyyah Lillah di dalam jiwa. semua aktivitas
hidup manusia hanya berorientasi kepada Allah.
Hakikat Alam Semesta

Alam semesta ( universe, kosmos, al-kaun) merupakan realitas yang dihadapi oleh manusia, yang
sampai kini baru sebagian kecil saja yang dapat diketahui dan diungkap oleh manusia. Bagi
seorang ilmuwan akan menyadari bahwa manusia diciptakan bukanlah untuk menaklukkan
seluruh alam semesta. Imam Syafii pernah berkata: [ kullama zaadanii ilman, zaadanii fahman
bijahli] setiap kali bertambah ilmuku, tambah tahu aku akan kebodohanku.

Faktor lain yang mendorong manusia untuk senantiasa meneliti alam semesta karena ada rasa
ingin tahu (curiosity) sehingga diwujudkan dalam bentuk bertanya dan berfikir.

a. Istilah Alam dalam Al-Quran

1. Istilah alam
Istilah alam yang kita pakai adalah alam semesta, jagat raya, universe (inggris), dalam bahasa
arab disebut alam. Istilah alam dalam al-quran datang dalam bentuk jamak [ alamiina], disebut
sebanyak 73 kali yang termaktub dalam 30 surat. Pemahaman kata alamin, bentuk jamak al-
quran tersebut mengandung berbagai interpretasi pemikiran bagi manusia. Bagi kaum teolog,
mendefenisikan alam sebagai segala sesuatu selain Allah. Bagi filosof Islam, alam
didefenisikan sebagai kumpulan maddat(materi) dan shurat (bentuk) yang ada di bumi dan di
langit. Sedangkan perspektif al-quran alam adalah kumpulan yang sejenis dari makhluk Tuhan
yang berakal atau memiliki sifat-sifat yang mendekati makhluk berakal.

Pemikiran Muhammad Abduh tentang alam sebagai berikut:

Al-Alamin adalah jamak dari alam yakni jamak muzakkar yang berakal. Yaitu setipa makhluk
Tuhan yang berakal atau mendekati sifat-sifat berakal; seperti alam manusia, hewan dan
tumbuhan.

Sepertinya, kriteria al-alamin yang dipaparkan Abduh tersebut dapat diterima , karena memang
pendidikan dan pemeliharaan Tuhan dapat di nalar pada alam yang hidup, makan dan
berkembang.

2. Tujuan memahami alam


Dalam al-quran terdapat penjelasan tentang alam semesta dan berbagai fenomenanya secara
eksplisit tidak kurang dari 750 ayat. Secara umum ayat-ayat ini memerintahkan manusia untuk
memperhatikan, mempelajari dan meneliti alam semesta. Dalam artian, al-quran bukanlah
ensiklopedi kealaman. Salah satu tujuannya secara eksplisit adalah bagaimana manusia
menyadari bahwa di balik tirai alam ini ada zat yang maha besar yaitu Allah SWT.
Bagi Muhammad Abduh, sebagaimana dituturkan dalam bukunya Risalah al-Tauhid, berikut ini:

Cobalah amati tumbuh-tumbuhan dan binatang yang lengkap kekuatan dan kesanggupannya
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Amati pula alam yang tidak mempunyai panca indera
seperti tumbuh-tumbuhan yang mampu menghirup makanan yang sesuai baginya. Coba
perhatikan bagaimana mungkin biji labu air yang ditanam di samping biji semangka pada kebun
yang sama, di sirami dengan air yang sama. Akan tetapi bisa berbeda rasa yaitu pahit dan manis.

3. Cara-cara memahami alam

Dalam al-quran dijelaskan cara-cara memahami alam. Salah satu cara memahami alam raya ini
dapat dilakukan lewat indera penglihatan, pendengaran, perasa, pencium dan peraba. Artinya,
semua alat utama ini dapat membantu manusia untuk melakukan pengamatan dan eksperimen.
Panca indera belumlah cukup atau satu-satunya jalan memahami alam, tetapi dibutuhkan lagi
yaitu penalaran atau akal. Di samping alat indera dan akal manusia, ada lagi cara lain yaitu
melalui wahyu dan ilham.

Agaknya, diagnosa A.rahman Djay dapat dibenarkan ketika ia mengatakan bahwa : Penyebab
kemunduran umat Islam, karena orang Islam tidak menempatkan porsi ilmu sesuai bidangnya,
seperti fenomena alam tidak ditempatkan pada bidang kajian sains dan tekhnologi.

KONSEP PENCIPTAAN ALAM SEMESTA MENURUT AL-QUR'AN DAN SAINS


MODERN

Kemukjizatan Al-Qur'an ditandai dengan keorisinilannya sejak diturunkan . Kitab suci ini
juga tidak dapat ditandingi oleh siapa pun di dunia ini hingga akhir zaman. Ia tidak akan lekang
dimakan pergeseran masa dan dapat diuji dari sudut mana pun juga. Sekarang pun, saat ilmu
pengetahuan berkembang pesat, ternyata Al-Qur'an sanggup menjawab tantangan sains modern.
Salah satu hal yang membuat takjub para ilmuwan adalah adanya persesuaian antara konsep
penciptaan alam semesta menurut Al-Qur'an dan sains (ilmu pengetahuan) modern. Dalam
pandangan sains modern, pada awalnya alam semesta ini masih berupa kabut gas yang panas dan
kemudian terpisah. Terpisahnya kabut gas ini merupakan proses awal terciptanya galaksi-galaksi.
Dari pecahan-pecahan kabut gas tersebut selanjutnya melalui proses evolusi terbentuk milyaran
matahari dengan planet-planetnya, termasuk bumi yang kita huni ini. Ilmuwan cerdas yang
pertama kali mengemukakan teori di atas bernama Laplace dari Perancis dan Immanue Kant dari
Jerman.
Meskipun demikian, ratusan tahun sebelum ilmuwan itu mengemukakan teorinya, Al-Qur'an
telah menyebutkan secara gamblang. sebagaimana tertulis dalam Surat Al Anbiya ayat 30: "Dan
apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya
dahulu adalah sesuatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan daripada air
Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga yang beriman?"
Teori alam semesta ini berasal dari kabut gas yang panas, dapat juga dibaca dalam surat Fushillat
ayat9-12.

Ada beberapa kesimpulan penting yang dapat kita petik dari ayat-ayat di atas, yaitu:
1. Disebutkan bahwa antara langit dan bumi (kosmos) semula merupakan satu kesatuan (ratg)
lalu mengalami proses pemisahan (fatg). Perlu ditegaskan di sini, bahwa fatg dalam bahasa Arab
artinya memisahkan dan ratg artinya perpaduan atau persatuan beberapa unsur untuk dijadikan
suatu kumpulan yang homogen.
2. Disebutkan adanya kabut gas (dukhan) sebagai materi penciptaan kosmos.
3. Disebutkan pula bahwa penciptaan kosmos (alam semesta) tidak terjadi sekaligus, tetapi secara
bertahap.
Apabila dikaitkan dengan sejumlah teori seputar terjadinya kosmos menurut sains modern, maka
konsep penciptaan semesta yang tertera dalam Al-Qur'an tidak dapat disangkal lagi
kebenarannya.
Adanya kumpulan kabut gas dan terjadinya pemisahan-pemisahan kabut gas tersebut atau
dikenal dengan proses evolusi terbentuknya alam semesta, sudah dipaparkan secara jelas oleh Al-
Qur'an jauh sebelum sains modern mengemukakannya.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah penjelasan tentang proses terciptanya alam semesta
menurut ilmu pengetahuan modern.
Semula alam semesta ini terdiri dari satu kumpulan gas, yakni gas hidrogen dan sedikit helium
yang berputar secara pelan. Itu terjadi pada zaman kuno, bermilyar-milyar tahun yang lalu.
Kumpulan gas tersebut kemudian menjasi potongan-potongan yang sangat besar dan banyak.
Ahli-ahli astrofisika (fisika bintang) memperkirakan tiap potongan tersebut besarnya satu milyar
sampai seratus milyar kali dari matahari. Sedangkan besarnya matahari sekitar 300.000 kali dari
bumi.
Al-Islam 3
Doktrin taskhir dalam Penciptaan alam

DISUSUN OLEH:

Audra Utari

140102052

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH RIAU


JURUSAN TEKNIK MESIN
TAHUN 2014-2015