Anda di halaman 1dari 12

I.

TOPIK PERCOBAAN
Kesetimbangan Reaksi Kimia

II. TUJUAN PERCOBAAN


1. Menunjukkan beberapa sistem kesetimbangan kimia akibat pengaruh

penambahan zat tertentu.


2. Mempelajari perubahan kesetimbangan kimia akibat pengaruh

penambahan zat tertentu.

III. DASAR TEORI


Reaksi yang berlangsung dalam dua arah disebut reaksi dapat balik.

Jika kecepatan ke kanan = kecepatan ke kiri, maka reaksi dikatakan dalam

keadaan setimbang, dan dinyatakan dengan tanda .


Beberapa macam kesetimbangan kimia :
1. Kesetimbangan dalam sistem homogen :
a. Kesetimbangan dalam sistem gas-gas
Contoh :
2 N2)5 (g) 4 NO2 (g) + O2 (g)
b. Kesetimbangan dalam sistem larutan-larutan
Contoh :
CH3COOH (aq) CH3COO- (aq) + H+ (aq)
2. Kesetimbangan dalam sistem heterogen
a. Kesetimbangan dalam sistem padat-gas
Contoh :
CaCO3 (s) CaO (s) + CO2 (g)
b. Kesetimbangan dalam sistem padat larutan
Contoh :
AgOH (s) + HCl (aq) AgCl (s) + H2O (l)

Kesetimbangan kimia yang terbentuk dapat terganggu oleh adanya

perubahan konsentrasi, suhu dan tekanan. Dalam praktikum ini akan


ditempatkan pengaruh zat terhadap perubahan konsentrasi (penggeseran

konsentrasi).
Misalnya ketika kita membakar bensin, pada pembakaran yang

sempurna akan terjadi reaksi kimia yang menghasilkan karbondioksida

(CO2) dan uap air (H2O). Reaksi ini akan berlangsung terus sampai

jumlah bensin yang ada habis, sementara gas CO2 dan uap air makin

bertambah. Reaksi tersebut dikatakan reaksi berkesudahan, sebab

meskipun produk CO2 dan H2O ditampung dalam satu wadah tidak akan

bereaksi membentuk bensin dan oksigen kembali. Reaksi seperti itu juga

disebut sebagai reaksi searah atau reaksi tidak dapat balik (irreversible).
Kita juga dapat melihat peristiwa serupa yang menunjukan reaksi

berkesudahan dalam kehidupan sehari-hari. Semua pembakaran bahan

bakar fuel (minyak bumi) merupakan reaksi berkesudahan. Reaksi korosi

pada logam juga termasuk contoh yang nyata. Mungkin akan

mempermudah bagi kita untuk mencirikan reaksi berkesudahan.

Diantaranya adalah zat-zat hasil reaksinya tidak dapat bereaksi kembali

membentuk zat pereaksi, dengan demikian reaksi pasti akan berhenti jika

salah satu atau semua reaktan habis.


Apakah ada reaksi yang dapat balik? dalam kehidupan sehari-hari

sulit menemukan reaksi yang dapat balik. Proses-proses alami umumnya

berlangsung searah, tidak dapat balik. Namun, di laboratorium maupun

dalam proses industri, banyak reaksi yang dapat balik. Reaksi yang dapat

balik kita sebut reaksi reversible. Diantaranya kita sebutkan dan jelaskan

pada contoh di bawah ini :


Jika campuran gas nitrogen dan hidrogen dipanaskan akan

menghasilkan gas amonia, dengan reaksi:


N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)
Sebaliknya, jika amonia (NH3) dipanaskan akan terurai membentuk

nitrogen dan hidrogen, dengan reaksi:


2NH3(g) N2(g) + 3H2(g)
Apabila diperhatikan ternyata reaksi pertama merupakan kebalikan

dari reaksi kedua. Kedua reaksi itu dapat digabung sebagai berikut :
N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)
Tanda () dimaksudkan untuk menyatakan reaksi dapat balik

(reversible). Reaksi ke kanan disebut reaksi maju, reaksi ke kiri disebut

reaksi balik. Pada reaksi dapat balik ini zat-zat hasil reaksi dapat bereaksi

kembali membentuk zat pereaksi, begitulah sebaliknya sehingga

komponen zat tidak pernah habis, hal inilah yang menjadi jawaban

mengapa reaksi dapat balik tidak pernah habis.


Banyak peristiwa di alam ini yang berlangsung reversible seperti

pada reaksi fotosintesa dan reaksi respirasi sebagai kebalikannya. Adanya

kedua reaksi tersebut menguntungkan bagi kehidupan di bumi, Sebab

keberadaan oksigen dan karbondioksida dapat saling terimbangi oleh

reaksi yang dapat balik. Apa yang terjadi jika Reaksi fotosintesa yang

melepas oksigen tidak diimbangi dengan reaksi respirasi yang melepas

karbondioksida?
Pada umumnya reaksi-reaksi kimia di laboratorium berlangsung

dalam arah bolak-balik (reversible), dan hanya sebagian kecil saja yang

berlangsung satu arah. Sebagai contoh aadalah reaksi pembentukan gas

ammonia NH3 dari gas H2 dan N2. Pada awal proses bolak-balik, reaksi

berlangsung ke arah pembentukan produk,


N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)
Segera setelah terbentuk molekul produk (NH3) maka terjadi reaksi

sebaliknya (reaksi 2), yaitu pembentukan molekul reaktan (gas N2 dan H2)

dari molekul produk (gas NH3).


2NH3(g) N2(g) + 3H2(g)
Reaksi 1 bermula dengan sangat cepat, tetapi makin lama

kecepatannya terus-menerus menurun, karena hydrogen dan nitrogen

makin berkurang jumlahnya. Di sisi lain reaksi 2 yang bermula sangat

lambat, terus-menerus naik kecepatannya karena banyaknya ammonia

bertambah. Akhirnya kecepatan kedua reaksi yang berlawanan menjadi

sama. Sekali laju reaks telah sama, selama temperatur dan tekanan tidak

berubah dan tidak ada zat yang ditambahkan atau diambil, maka

banyaknya hydrogen, nitrogen dan ammonia tidak berubah. Jumlah

masing-masing komponen tidak berubah terhadap waktu oleh karena itu

tidak ada perubahan yang dapat diamati terhadap waktu. Oleh karena itu

tidak ada perubahan yang dapat diamati atau diukur (sifat makroskopis

tidak berubah), reaksi seolah-olah telah berhenti. Keadaan seperti itu

disebut keadaan setimbang (kesetimbangan). Akan tetapi, percobaan

menunjukkan bahwa dalam keadaan setimbang reaksi tetap berlangsung

pada tingkat molekul (tingkat mikroskopis ).

IV. ALAT DAN BAHAN


A. ALAT

No. Nama Alat Ukuran Jumlah


1. Tabung reaksi kecil 1
2. Gelas Ukur kecil 1
3. Pipet tetes kecil 3
B. BAHAN

No. Nama Bahan Satuan Jumlah


1. Larutan CH3COOH 0,1 M 3 ml
2. Larutan CH3COONa 1M 180 tetes
3. Metyl Orange - 1 tetes

V. PROSEDUR KERJA
Isilah sebuah tabung reaksi dengan 3 ml larutan CH 3COOH

tambahkan satu tetes MO, catat warna larutan. Kemudian tambahkan tetes

demi tetes CH3COONa sambil dikocok, sampai warna larutan berubah.

Catat perubahan warnanya.

VI. DATA HASIL PENGAMATAN

No Langkah Percobaan Hasil Pengamatan

.
1. 3 ml larutan CH3COOH dimasukkan kedalam Larutan berwarna
tabung reaksi dengan menggunakan pipet tetes, bening
2. setelah diukur.
Larutan menjadi
3. 1 tetes MO dimasukkan ketabung reaksi dengna
merah muda.
menggunakan pipet tetes yang berbeda.
Lakukan 6 kali percobaan dengan penambahan Warna larutan
20 tetes larutan CH3COONa pada setiap berubah menjadi
percobaannya. kuning cerah.
a. Percobaan pertama
20 tetes pertama dimasukkan kedalam
No Langkah Percobaan Hasil Pengamatan

.
tabung reaksi Larutan berwarna
b. Percobaan kedua
kuning cerah
20 tetes kedua dimasukkan kedalam
semakin memudar
tabung reaksi
dari larutan
percobaan pertama.

Larutan berwarna
c. Percobaan ketiga kuning namun
20 tetes ketiga dimasukkan kedalam
semakin bening.
tabung reaksi Larutan berwarna
d. Percobaan keempat
kuning semakin
20 tetes keempat dimasukkan kedalam
bening.
tabung reaksi
Larutan berwarna
e. Percobaan kelima
20 tetes kelima dimasukkan kedalam kuning lebih bening
tabung reaksi dari percobaan
keempat.
f. Percobaan keenam
Larutan berwarna
20 tetes keenam dimasukkan kedalam
kuning dan
tabung reaksi
warnanya tidak jauh
berbeda dari
percobaan kelima.

VII. PEMBAHASAN, JAWABAN PERTANYAAN


Percobaan 1. Pengaruh Penambahan Ion Asetat Pada Reaksi

Setimbang Asam Asetat

Asam asetat adalah asam lemah, asam ini di dalam air sedikit terurai

menjadi ion-ionnya.
CH3COOH (aq) CH3COO- (aq) + H+ (aq)
Dengan adanya ion H+ yang berasal dari penguraian asam asetat,

maka indikator metyl Orange (MO) akan menunjukkan warna tertentu.

Penguraian ion H+ di dalam larutan dapat mengubah warna MO.

Caranya dengan menggeser letak kesetimbangan ke arah CH3COOH.

Perubahan ini bertujuan memperlihatkan penggeseran kesetimbangan

asam asetat dengan penambahan natrium asetar (CH3COONa).


Berdasarkan teori kestimbangan ada Pengaruh beberapa faktor

terhadap kesetimbangan sebagai berikut :


Pergeseran kesetimbangan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor

antara lain Sifat dasar pereaksi, temperatur, konsentrasi, tekanan dan

volume, penambahan zat lain (katalis). Namun dalam sub bab ini akan

lebih difokuskan pada tiga faktor saja yaitu pengaruh temperatur,

pengaruh konsentrasi, pengaruh tekanan dan volume.


Pengaruh konsentrasi
Perhatikan reaksi pembentukan ammonia berikut:
N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)
Jika gas N2 ditambah (konsentrasi N2 bertambah), berarti N2 diberi,

maka system reaksi akan memberi ke yang masih kurang yaitu produk,

sehingga reaksi akan bergeser ke kanan ( NH3 bertambah).


Jika gas H2 dikurangi (konsentrasi gas H2 diperkecil), berarti

H2diambil, maka system akan mengambil yang masih banyak yaitu

produk, sehigga reaksi bergeser ke kiri,(NH3 berkurang).


Sesuai dengan azas Le Chatelier (Reaksi = aksi) ,
Jika salah satu konsentrasi zat diperbesar, reaksi akan bergeser dari

arah zat tersebut


Jika salah satu konsentrasi za diperkecil, reaksi akan bergese kearah

zat tersebut.
Kaidah ini sangat berguna pada industry kimia yang melibatkan

reaksi-reaksi kesetimbangan. Agar produk yang dihasilkan sebanyak

mungkin maka pereaksi harus ditambah terus, sementara produk harus

terus dikurangi (diambil/dipisahkan). Sebagai contoh untuk

menghasilkan amonia NH3 sebyak-banyaknya maka bahan gas N2 dan

gas H2 harus disuplai terus dan produk ammonia dipisahkan.


Contoh :
Ion besi (III) (Fe3+) berwarna kuning jingga bereaksi dengan ion

tiosianat (SCN-) tidak berwarna membentuk ion tisianobesi (III) yang

berwarna merah darah menurut reaksi kesetimbangan berikut :


Fe3+(aq) + SCN-(aq) FeSCN2+(aq)
Kuning-jingga tidak berwarna merah-darah
Ke arah manakah kesetimbangan bergeser dan bagaimanakah

perubahan warna campuran jika :


1. ditambah larutan FeCl3 (ion Fe3+)
2. ditambah larutan KSCN (ion SCN-)
3. ditambah larutan NaOH (ion OH-)
4. Larutan diencerkan
Jawab :
Azas Le Chatelier : Reaksi = Aksi
1. Ditambah larutan FeCl3 (ion Fe3+)
Aksi : diberi ion Fe3+
Reaksi : ion Fe3+ memberi ke produk
Kesetimbangan : bergeser ke kanan (dari arah Fe3+)
Perubahan warna : bertambah merah (karena ion

FeSCN2+bertambah)
2. Ditambah KSCN
Aksi : diberi ion SCN-
Reaksi : ion SCN- memberi ke produk
Kesetimbangan : bergeser ke kanan (dari arah ion SCN-)
Perubahan warna : bertambah merah (karena ion FeSCN2+

bertambah)
3. Ditambah NaOH
Aksi : menambah ion OH -. Ion ini akan

mengikat ion Fe3+membentuk Fe(OH)3

yang sukar larut.Fe3+(aq) + 3OH-(aq)

Fe(OH)3(s)Jadi, penambahan ion OH-

sama dengan diambil ion Fe3+.


Reaksi : ion Fe3+mengambil produk
Kesetimbangan : bergeser ke kiri (menuju Fe3+)
4. Larutan diencerkan
Aksi : mengencerkan (memperbesar volume),

memperkecilkonsentrasi (jarak antar

partikel dalam larutan makin renggang.


Reaksi : memperbesar konsentrasi (menambah

jumlah partikel)
Kesetimbangan : bergeser ke kiri, ke arah yang jumlah

partikelnya lebih besar (setiap ion

FeSCN2+ dapat pecah menjadi dua ion,

yaitu Fe3+ dan SCN-).


Perubahan warna : memudar ( karena ion FeSCN2+

berkurang)

Sesuai dengan teori di atas dan percobaan yang kami lakukan,yaitu

mengenai Pengaruh Penamabahan Ion Asetat Pada Reaksi Setimbang

Asam Asetat . Dari percobaan ini kami mendapatkan bahwa ketika kita

menambahkan 1 tetes larutan metyl orange (MO), kedalam larutan

CH3COOH maka larutan yang semula berwarna bening akan berubah

menjadi warna merah. Kemudian apabila kita menambahkan 20 tetes


lagi larutan CH3COONa maka larutan yang tadi berwarna merah akan

berubah menjadi larutan berwarna kuning keemasan. Apabila hal ini

dilakukan sebanyak 8 kali percobaan maka warna larutan akan semakin

memudar, atau kembali ke warna bening yang sebelumnya. Hal ini

terjadi karena adanya pengaruh pergeseran dalam kesetimbangan .


CH3COOH (aq) CH3COO- (aq) + H+ (aq)
CH3CONa (aq) CH3COO- (aq) + Na+ (aq)
Dari reaksi dan hasil perubahan warna yang terjadi maka

pergeserannya ke arah produk atau kiri. Hal ini diakibatkan oleh adanya

ion positif yang dihasilkan dalam senyawa CH3COONa yaitu ion Na+.

Sehingga warnanya berubah menjadi bening atau kembali seperti warna

larutan CH3COOH.

A. JAWABAN PERTANYAAN
Pergeseran kesetimbangan yang terjadi setelah ditambahkan

CH3COONa ialah ke arah produk atau ke kiri. Hal ini terbukti dari

adanya perubahan warna dari merah menjadi kuning keemasan dan

sampai bening. Sama seperti warna larutan CH3COONa yang

semulanya bening. Hal ini disebabkan oleh ion Na+ yang dihasilkan

oleh larutan CH3COONa.

VIII. KESIMPULAN
Berdasarkan teori dan hasil percobaan yang kami lakukan, bahwa

pengaruh penambahan Ion Asetat pada Reaksi Setimbang Asam Asetat

dapat menyebabkan pergeseran letak kesetimbangan. Hal ini karena


pergeseran letak kesetimbangan ke arah produk atau kiri yaitu CH3COOH.

Perubahan ini memperlihatkan pergeseran kesetimbangan asam asetat

dengan penambahan natrium asetat (CH3COONa). Hal ini juga dapat

terbukti dengan percobaan yaitu terjadinya perubahan warna mulai dari

tidak berwarna (bening) ditambahkan Metyl Orange (MO) menjadi merah,

ditambahkan lagi CH3COONa menjadi kembali tidak berwarna (bening).

IX. DAFTAR PUSTAKA


Sumardjo Damin, (2008).Pengantar Kimia. Jakarta : EGC
Change, Raymond, (2005). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Jakarta :

Erlangga.
Petrucci, Ralp H, Dkk (2011). Kimia Dasar : Prinsip-Prinsip & Aplikasi

Modern.Jakarta : Erlangga.
http://id.wikipedia.org/wiki/Kesetimbangan/Reaksi Kimia

X. LAMPIRAN