Anda di halaman 1dari 2

PENGOBATAN SECARA KOMPREHENSIF

TERHADAP PASIEN YANG SECARA EKSTENSIF


RESISTEN TERHADAP OBAT ANTI TUBERKULOSIS

Latar Belakang

Pasien yang secara ekstensif resisten terhadap Obat Anti Tuberkulosis sudah dilaporkan di 45
negara, termasuk negara dengan sumber penelitian yang terbatas dan negara yang memilki
beban yang tinggi terhadap penyakit ini. Dalam jurnal ini dideskripsikan manajemen dari
pasien yang secara ekstensif resisten terhadap Obat Anti Tuberkulosis dan hasil pengobatan di
antara pasien yang ditunjuk secara pribadi rawat jalan di Peru.

Metode Peneitian

Sekitar 810 pasien yang di tunjuk secara bebas untuk terapi individu, termasuk terapi obat,
operasi, manajemen penyuluhan, dan nutrisi serta support psikososial. Mereka menguji dari
651 pasien isolasi yang ekstensif resisten terhadap Obat Anti Tuberkulosis dan
mengembangkan regimen yang meliputi 5 obat atau lebih untuk mereka yang di isolasi
karena infeksi namun tidak resisten.

Hasil Penelitian

Dari 651 pasien yang di uji, 48 orang (7,4%) sudah sangat resisten(ekstensif) terhadap Obat
Anti Tuberkulosis; sisanya 603 pasien tergolong Multi-drug Resistent terhadap Obat Anti
Tuberkulosis. Pasien yang sangat resisten (ekstensif) ini menjalani pengobatan yang lebih
ekstensif dari yang lain(rata-rata[SD] jumlah regimen, 4.21.9 vs 3.21.6; P<0.001) dan
yang di isolasi resisten terhadap beberapa obat ( jumlah obat, 8.41.1 vs 5.31.5; P<0.001).
Tidak satupun dari pasien tersebut yang juga terinfeksi oleh virus HIV(Human
Immunodeficiency Virus). Pasien yang sangat resisten(ekstensif) terhadap Obat Anti
Tuberkulosis menerima perharinya, terapi yang di awasi dengan rata-rata 5.31.3 obat-
obatan. Seperti cycloserine, obat yang bisa diinjeksi, dan sebuah fluoroquinolone. Dua puluh
sembilan pasien ini (60.4%) diterapi secara komplit atau telah sembuh dari tuberkulosis, dan
dibandingkan dengan pasien yang Multi-drug Resistant 400 orang yang sembuh (66.3%)
(P=0.36).

Kesimpulan

Pasien yang resisten secara ekstensif terhadap Obat Anti Tuberkulosis dapat di obati jika
tidak terjangkit virus HIV melalui rawat jalan, bahkan pada mereka yang sudah menerima
berbagai macam terapi untuk Tuberkulosis (TBC).