Anda di halaman 1dari 1

1.

ANALISIS DIMENSI & KESEBANGUNAN

1.1. Pendahuluan
Bangunan hidraulik dapat didesain dengan menggunakan: teori murni, metoda empiris,
metoda semi-empiris, di mana formulasi matematis berdasarkan konsep teori dan didukung
dengan eksperimen, model fisik, dan model matematis
Pendekatan teori murni dalam teknik hidrolik hanya terbatas pada kasus-kasus aliran laminer,
seperti misalnya pada persamaan Hagen-Poisseille untuk gradien hidrolik pada aliran laminer
untuk fluida tak termampatkan (incompressible flow) dalam pipa melingkar. Metoda empiris
mendasarkan korelasi antar variabel yang diamati pada suatu sistem tertentu. Korelasi
tersebut hanya dapat dipakai untuk kondisi-kondisi yang setara dengan kondisi data
dikumpulkan. Karena ketidakmampuan untuk mengekspresikan interaksi fisik semua
parameter yang telibat dalam suatu sistem kedalam bentuk matematis, maka metoda empiris
masih dipakai. Salah satu contoh yang sangat dikenal adalah korelasi antara tinggi, kecepatan
angin, fetch, dan durasi dalam peramalan gelombang laut.
Contoh korelasi semi-empiris adalah persamaan Colebrook-White untuk faktor gesekan pada
aliran turbulen dalam pipa. Persamaan ini dikembangkan dari konsep teori dan eksperimen
yang didesain berdasarkan analisis dimensi. Persamaan ini berlaku untuk semua Newtonian-
Fluids.
Untuk setiap masalah, yang secara fisik dapat dimengerti tapi sulit untuk diekspresikan dalam
bentuk persamaan yang menjelaskan masalah tersebut, analisis dimensi menjadi alat yang
berguna untuk pemecahan masalah tersebut (Rajaratnam, 1989). Sesudah variabel-variabel
yang menjelaskan masalah tersebut, analisis dimensi merupakan alat bantu untuk
perancangan variabel-variabel tersebut menjadi parameter-parameter tak berdimensi yang
lebih kecil dan relatip lebih sederhana. Dengan beberapa ekperimen (fisik) dapat diketahui
hubungan antar parameter-parameter tak berdimensi sehingga solusi masalah tersebut dapat
ditentukan. Analisis dimensi merupakan dasar dalam perencanaan dan operasi model skala
yang dipakai untuk memprediksi kelakuan sistem dengan ukuran yang sebenarnya, yang
biasanya disebut prototip. Jenis model ini, yang biasanya setara secara geometris terhadap
prototipnya banyak dipakai tidak hanya dalam perencaaan bangunan-bangunan air, seperti
pompa, turbin, pelabuhan, pemecah gelombang, pekerjaan sungai dan pantai, spillway, dan
lain-lain, tapi juga dalam bidang aeronautika, automotipe dan lain-lain.
Walaupun pada akhir-akhir ini model matematis berkembang dengan cepat sejalan dengan
perkembangan perangkat keras dan lunak komputer yang begitu cepat dengan kapasitas besar
dan kecepatan tinggi, sehingga memungkinkan persamaan gerak maupun persamaan semi
empiris, seperti pada sistem jaringan perpipaan, aliran tidak tunak yang kompleks dapat
diselesaikan. Namun demikian, masih banyak kasus, khususnya di mana pola aliran lokal
tidak dapat dimodelkan secara matematis, model fisik tetap diperlukan.
Analisis dimensi memegang peranan penting dalam perencanaan dan pengoperasian suatu
eksperimen, khususnya dalam bidang mekanika fluida dan hidrolika. Tanpa teknik analisis
dimensi kemajuan eksperimen maupun perhitungan pada mekanika fluida akan terhambat.