Anda di halaman 1dari 7

TATA CARA dan URUTAN PERAYAAN EKARISTI: Roh Kudus. Umat membuat tanda salib dan menjawab Amin.

TANDA SALIB menyatakan 2 pengakuan iman


Bagian 1 : RITUS PEMBUKA - Tanda Keselamatan kita, yakni Salib Kristus, Kekuatan dan
kemegahan orang Kristen terletak pada salib Tuhan kita
Bertujuan mempersatukan umat yang berkumpul danmempersiapkan Yesus Kristus (Gal 6:14)
umat untuk mendengarkan sabda Allah dan merayakan Ekaristi - Mengenang pembaptisan kita, dengan menyebut Allah Tritunggal.
dengan layak. Oleh karena itu setiap kita membuat tanda salib sebenarnya
Ritus pembuka terdiri atas beberapa bagian : menghubungkan kita dengan Sakramen Baptis
1. Perarakan masuk (berdiri): 4. Salam : Imam menyampaikan salam dengan mengatakan Tuhan
Tujuan untuk membuka misa, membina kesatuan umat,
sertamu dan umat menjawab Dan sertamu
mengantar masuk misteri iman sesuai dengan masa liturgi,
juga, menyatakan bahwa Tuhan hadir di tengah-tengah umat yang
mengiringi perarakan imam beserta pembantunya
2. Pendupaan & Penghormatan Altar : hadir.

Imam (mewakili umat) menghormati altar dengan mencium altar. 5. Pengantar : Imam mengarahkan umat kepada inti bacaan, liturgi

Pendupaan diadakan untuk hari-hari besar / hari khusus. Imam yang akan dirayakan saat itu.

mengisi dupa & memberkati dengan membuat 6. Tobat (berlutut) : umat menyampaikan penyesalan dan

tanda salib. Pendupaan itu untuk penghormatan pada Sakramen pertobatan atas dosa dan kesalahan pada Tuhan dan

Mahakudus, reliqui salib/patung Tuhan, bahan sesama. Ada beberapa rumusan pernyataan tobat, salah satunya

persembahan, Kitab Injil, lilin paskah, imam dan jemaat. Saya mengaku kapada Allah yang Maha Kuasa

3. Tanda Salib : Imam mulai perayaan ekaristi dengan membuat dan kemudian imam memberikan ABSOLUSI / PENGAMPUNAN

tanda salib Dalam (Demi) nama Bapa dan Putra dan dengan menjawab Semoga Allah yang Mahakuasa
mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke
hidup yang kekal. Absolusi / Pengampunan ini
tidak memiliki kuasa yang sama dengan pengampunan pada perjanjian lama dan berpuncak pada Yesus yang di wartakan dalam
Sakramen Tobat. Injil.
7. Tuhan Kasihanilah: seruan / litani untuk mohon belas kasih 2. Mazmur Tanggapan (duduk)
Tuhan, yang diteladankan dua orang buta yang di Merupakan tanggapan umat atas Sabda Allah yang baru diwartakan.
sembuhkan Yesus (lih Mat 9:27). Biasanya dinyanyikan yang diilhami oleh Allah
8. Kemuliaan (berdiri): madah untuk memuji dan memuliakan sendiri karena diambil dari Kitab Mazmur dan umat menyanyikan
Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus. dibagian refren.
9. Doa Pembukaan : diawali dengan waktu hening untuk menyadari 3. Bacaan Kedua (duduk)
kehadiran Tuhan, mengungkapan permohonan Bacaan Kedua biasanya diambil dari tulisan / surat di perjanjian
kita dalam hati, kemudian Imam menggabungkan seluruh doa baru, misalnya salah satu surat Rasul Paulus dll.
dengan ujud doa pada misa tersebut. Bacaan kedua mewartakan iman akan Yesus menurut konteks Gereja
Bagian 2 : LITURGI SABDA Perdana. Bacaan kedua bertujuan
Terbagi menjadi 2 struktur : Allah yang bersabda dan Umat yang mempersiapkan umat pada puncak perayaan sabda yakni Injil.
menanggapi. Merupakan dialog perjumpaan antara 4. Alleluya / Bait Pengantar Injil (berdiri)
Allah yang bersabda dan umat yang menanggapi (mazmur Tujuan untuk mempersiapkan umat untuk mendengarkan bacaan
tanggapan) Injil, umat menyanyikan ALLELUYA artinya
1. Bacaan Pertama (duduk) Terpujilah Tuhan, yang mengingatkan pujian atas Tuhan yang
Bacaan Pertama diambil dari Kitab Suci Perjanjian Lama. Bacaan bangkit / Paskah. Semua umat berdiri sebagai
pertama ada hubungannya dengan Injil hari itu ; ungkapan hormat pada Sabda Allah.
tujuannya memberi latar belakang sehingga menambah pengertian/ 5. Injil (berdiri)
pemahaman sejarah keselamatan Allah dari Merupakan puncak Liturgi Sabda. Gereja percaya bahwa Kristus
"hadir dalam sabda-Nya, karena Ia sendirilah yang
bersabda ketika Kitab Suci dibacakan di gereja". Oleh karena itu, sebelumnya.
bacaan injil mempunyai beberapa keistimewaan : 8. Doa Umat (berdiri)
Dibacakan oleh imam / diakon dan umat berdiri. Adalah doa seluruh umat beriman bukan hanya untuk kepenting diri
Injil di hormati dengan pendupaan (untuk hari raya/ pesta) sendiri dan kelompok, melainkan doa untuk
Sebelum bacaan injil ada dialog antara imam & umat : "Tuhan seluruh Gereja semesta. Biasanya doa umat mencakup : doa bagi
sertamu dan umat menjawab Dan sertamu juga. Gereja, negara dan pemimpin masyarakat, bagi
Kemudian Imam berkata, "Inilah Injil Yesus Kristus menurut orang-orang dengan kepentingan khusus dan bagi kepentingan umat
(Lukas / Matius / Markus /Yohanes) dan umat paroki. JIka di beri waktu hening, kita pun
menjawab Dimuliakanlah Tuhan, sambil membuat TANDA dapat mendoakan doa kita dalam hati. Ditiap doa umat menjawab
SALIB di kening, bibir dan hati dengan ibu jarinya, kita Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan."
bisa ungkapkan dalam hati SabdaMu, ya Tuhan kami pikirkan dan Biasanya doa dibuka & ditutup oleh imam / prodiakon, kemudian
renungkan (tanda salib dikening), kami wartakan tiap doa didoakan oleh lector/pembaca.
(tanda salib dimulut), dan kami resapkan dalam hati (tanda salib Bagian 3 : LITURGI EKARISTI
didada/hati). 1. PERSEMBAHAN (duduk)
6. Homili (duduk) A. Kolekte
Homili dimaksudkan untuk mewartakan dan mendalami sabda Allah Persembahan umat diwujudkan dalam KOLEKTE (pengumpulan
/ misteri iman yang bertolak dari bacaan / tema uang). Kolekte bukan bertujuan untuk membebani
yang baru dibacakan, dengan bahasa / situasi umat yang dihadapi umat / memperkaya gereja / memperkaya imam. Kolekte adalah
saat ini sehingga dapat memperteguh iman umat. bentuk partisipasi umat bukan hanya untuk
7. Syahadat Doa Aku Percaya (berdiri) keperluan roti dan anggur yang akan di ubah menjadi Tubuh dan
Merupakan pernyataan iman seluruh umat, sekaligus meng-AMIN Darah Kristus, tapi yang lebih utama adalah
kan bacaan dan homili yang telah kita dengarkan
UNGKAPAN SYUKUR atas kebaikan Allah. Uang hasil kolekte - Imam mengawali dengan "Tuhan bersamamu." Dan di jawab Dan
dipakai untuk berbagai keperluan gereja dan kepedulian sertamu juga
kita terhadap orang miskin. - Imam mengajak untuk lebih fokus / mengarahkan perhatikan/hati
Selama kantong kolekte diedarkan, Imam mempersiapkan altar, kita seluruhnya kepada misteri iman : Marilah
mendoakan persembahan yang ada di altar agar mengarahkan hati kepada Tuhan, umat menjawab Sudah kami
pantas diterima Tuhan, Imam berdoa agar diriNya pantas untuk arahkan
mempersembahkan Tubuh dan Darah Kristus sambil - Imam mengundang umat untuk bersyukur kepada Tuhan Marilah
membasuh tangan tanda penyucian. bersyukur kepada Tuhan Allah kita, umat
B. Doa Persiapan Persembahan menjawab : "Sudah kami arahkan."
Selanjutnya Imam mengajak umat untuk berdoa Semoga Sesudah dialog, imam melanjutkan dengan doa intinya pujian
persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan syukur dan memuji karya agung Allah yang
keselematan kita serta seluruh umat yang kudus dan umat menyelamatkan manusia
menjawab "Amin atas Doa Persiapan Persembahan dan B. Menyanyikan / menyerukan KUDUS : menyatakan betapa luar
berlutut / berdiri untuk mengikuti Doa Syukur Agung. biasanya Allah kita "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan,
2. DOA SYUKUR AGUNG (berlutut) Allah segala kuasa, surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu."
Doa Syukur Agung (disingkat DSA) adalah puncak perayaan Misa C. Mendoakan Doa Syukur Agung (berlutut).
dan inti iman kita. DSA merupakan suatu doa syukur Dalam TPE ada 10 jenis Doa Syukur Agung dan dipilih salah satu
dan pengudusan. Bagian-bagian yang paling penting dalam Doa sesuai dengan tema perayaan). Doa Syukur Agung
Syukur Agung ialah: diucapkan oleh imam saja. Bagian-bagian dari Doa Syukur Agung:
A. Prefasi (berdiri) : artinya doa yang mengiringi kurban, sebagai - Diawali doa permohonan agar Roh Kudus menguduskan roti dan
bentuk ucapan syukur atas seluruh karya anggur
penyelamatan Nya.
- Bagian terpenting : kisah institusi dan konsekrasi, yaitu perubahan mendoakan para leluhur yang sudah meninggal agar mendapatkan
roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah pengampunan dosa & kehidupan kekal.
Kristus secara transsubstansial. Kisah ini mengutip ucapan dan - Doa Syukur Agung ditutup dengan Doksologi, yaitu pujian kepada
tindakan Yesus pada Perjamuan Terakhir yaitu Allah, Imam mengangkat piala dan hosti sambil
"Terimalah dan makanlah. Inilah TubuhKu yang diserahkan bagimu" mengucapkan "Dengan pengantaraan Kristus, bersama Dia dan
dan "Terimalah dan minumlah. Inilah piala dalam DIa, bagi-Mu, Allah Bapa yang mahakuasa,
darahKu, darah perjanjian baru dan kekal yang ditumpahkan bagimu dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan
dan semua orang demi pengampunan kekal. kemuliaan sepanjang segala masa" dan umat berkata
Lakukanlah ini untuk mengenangkan Aku." Di situ Kristus "Amin".
mempersembahkan Tubuh dan Darah-Nya dalam rupa roti 3. BAPA KAMI (berdiri)
dan anggur, dan memberikannya kepada para rasul untuk dimakan Kita mempersiapkan diri untuk makan dan minum di meja
dan diminum, Kalimat "Lakukanlah ini untuk perjamuan Tuhan dengan kata-kata yang diajarkan oleh
mengenangkan Aku", yang menjadi dasar terselenggaranya Yesus "Berilah kami rejeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan
Perayaan Ekaristi hingga saat ini. kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah
- Setelah konsekrasi diucapkan/dinyanyikan anamnesis, menyatakan kepada kami
tiga misteri iman Kristen: kematian Kristus, 4. DOA DAMAI (berdiri)
kebangkitan Kristus dan kedatanganNya kembali. Komuni (dari bahasa Latin 'communio' = persekutuan) adalah
- Dilanjutkan dengan doa dengan ujud khusus: bagi arwah, para sumber rekonsiliasi serta persekutuan kita dengan
orang kudus, pimpinan gereja mulai paus, uskup, Tuhan dan dengan seluruh umat, oleh karena itu sebelum menerima
imam hingga umat biasa. Ini kelebihan orang katolik dibandingkan komuni, Imam mengajak umat berjabat tangan
orang kristen, yaitu Gereja Katolik selalu kepada umat di sekeliling kita sebagai tanda damai & cinta kasih,
sambil menyanyikan lagu Salam Damai.
5. PEMECAHAN ROTI diiringi Anak Domba Allah (berlutut) - Umat dapat menerima komuni dalam satu rupa atau dua rupa
Imam memecahkan Hosti diiringi dengan lagu Anak Domba Allah. dalam kesempatan khusus. Ajaran iman Gereja
Pemecahan roti menandakan bahwa umat beriman yang banyak itu Katolik mengajarkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara satu
menjadi satu (1 Kor 10:17) karena menyambut rupa (hanya menerima Hosti) maupun dua rupa
komuni dari roti vang satu, yakni Kristus sendiri, yang wafat dan (menerima Hosti dan Anggur).
bangkit demi keselamatan dunia. - Pembagi komuni akan mengucapkan "Tubuh Kristus" dan
6. KOMUNI penerima komuni menjawab "Amin" dengan sikap
- Komuni diawali dengan Imam mengangkat tinggi hosti dan piala hormat.
anggur yang telah dikonsekrasikan sambil - Setelah umat menerima komuni, umat kembali ke tempat duduk
mengucapkan "Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dan berdoa secara pribadi. Isi doa pribadi dapat
dunia. Berbahagialah kita yang diundang ke berupa ucapan syukur & memuji Tuhan karena Tuhan hadir &
perjamuannya" dan umat menjawab "Ya Tuhan, saya tidak pantas tinggal dalam hidup kita, permohonan agar dengan
Tuhan datang pada saya, tapi bersabdalah saja kehadiran Tuhan, kita semakin di beri kekuatan dan dibimbing
maka saya akan sembuh", kemudian Imam berkata "Tubuh dan terang Roh Kudus. (Lihat Buku Puji Syukur no 211)
Darah Kristus", dan ditanggapi oleh umat dengan 7. DOA SESUDAH KOMUNI (berlutut)
berkata "Amin". Kalimat ini mengutip kalimat tanda iman dari Untuk menyempurnakan permohonan umat Allah, dan sekaligus
perwira kapernaum yang memohon penyembuhan menutup seluruh ritus komuni, imam memanjatkan
dari Yesus (lihat Mat 8:8). Iman ini pula yang kita teladani, dengan doa sesudah komuni. Dalam doa ini imam mohon, agar misteri yang
menerima Tubuh Kristus, kita pun disembuhkan! sudah dirayakan itu menghasilkan buah.
- Imam menerima komuninya, kemudian memberikannya Bagian 4 : RITUS PENUTUP
prodiakon, putra altar, putri sakristi dan kemudian kepada 1. PENGUMUMAN (duduk)
umat lainnya. 2. BERKAT & PENGUTUSAN (berlutut)
Imam memberi berkat dengan menyerukan Tritunggal Mahakudus Perutusan merupakan konsekwensi dari seluruh perayaan. Setelah
sambil memberi berkat - Bapa, Putera dan Roh mendengarkan firman Tuhan, mengamininya,
Kudus - kita membuat tanda salib. kitapun dipanggil untuk mewartakannya melalui hidup sehari-hari.
Kemudian imam mengakhiri Misa dengan berkata: "Marilah pergi! 3. PERARAKAN (berdiri)
Kita diutus" dan kita jawaban liturgi, "Amin". Seluruh umat memberi hormat kepada altar. Imam dan para pelayan
meninggalkan ruang altar