Anda di halaman 1dari 3

Interferometer febry-perot

Sejarah:

Percobaan interferensi pertama kali dilakukan oleh Thomas Young pada


tahun 1801. dalam percobaan yang menjelaskan bahwa difraksi merupakan
gejala penyebaran arah yang dialami oleh seberkas gelombang cahaya
ketika melalui suatu celah sempit di bandingkan dengan ukuran panjang
gelombangnya. Jika pada difraksi tersebut berkas gelombangnya melalui dua
celah sempit maka ketika dua gelombang atau lebih tersebut bertemu atau
berpadu dalam ruang medan-medan tersebut akan salin menambahkan
dengan megikuti prinsip superposisi. Pada percobaan Young hanya
menjelaskan pola interferensinya saja dan dapata membuktikan bahwa
cahaya merupakan gelombang.

Setelah percobaan Young, A. Michelson mendesain dan menciptakan sebuah


interferometer dengan prinsip yang sama digunakan oleh Young.
Interferometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur panjang
gelombang atau perubahan panjang gelombang dengan ketelitian yang
sangat tinggi berdasarkan penentuan garis-garis interferensi. A.Michelson
mendesain sebuah interferometer yang bertujuan untuk membuktikan
adanya ether, dimana setiap ether ini merupakan medium yang digunakan
untuk penjalaran cahaya, tetapi tidak terbukti. Seiring dengan
perkembangan, interferometer Michelson dipergunakan untuk menemukan
panjang gelombang cahaya, menentukan jarak yang sangat pendek serta
untuk mengamati medium optik.

Bersamaan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, interferometer


mengalami perkembangan pesat seperti percobaan yang dilakukan oleh
Marie Paul Auguste Charles Fabry (1867-1945) dan Jean Baptiste Gaspard
Gustave Alfred Perot (1863-1925). Dimana kedu tokoh tersebut melakukan
penelitian mengenai interferometer dengan mendesain ulang dari
interferometer Michelson secara signifikan berupa interferometer Fabry-
Perot. Rancangan dasar dari desain ini adalah terdapat dua plat dengan
permukann sejajar dan jarak kedua plat dapat diubah serta memiliki
permukaan yang memantulkan sebagian sinar.

Prinsip kerja aplikasi hologram:


Secara umum, hologram merupakan sebuah proses penampilan gambar
yang terbentuk akibat terbentuknya pola pencampuran sinar ketika dua sinar
laser bertumbuk pada satu permukaan holograf. Salah satu dari sinar
tersebut dinamakan Reference Beam yaitu sinar yang tidak memantul pada
objek, sedangkan sinar yang lain disebut Object Bea karena memantul dan
mengenai objek. Sedangkan untuk mengetahui prinsip kerja dari masing-
masing hologram, simaklah penjelasan untuk asing-masing tipe hologram di
bawah ini.

Transmission Hologram memerlukan sinar seragam seperti sinar laser


sebagai sumber cahaya dalam pembentukan gambar rekonstruksi dari suatu
objek.

sinar laser dibagi menjadi dua oleh Beam Splitter. Beam splitter ini
merupakan sebuah kaca yang bersifat setengah cermin dan setengah lensa.
Sinar yang dipisah oleh beam splitter dibagi menjadi dua, yaitu reference
beam dan object beam. Reference beam diarahkan langsung pada
permukaan holograf. Sedangkan sinar yang lain yaitu object beam, diarahkan
pada objek dan dipantulkan menuju permukaan holograf. Percampuran
antara reference beam dan object beam pada permukaan holograf dapat
menghasilkan gambar rekostruksi yang dapat dilihat pada sisi holograf yang
tidak terkena sinar atau sisi yang berlawanan dari permukaan holograf yang
dikenai sinar.

Prinsip kerja interferometer febry-perot:

Dalam interferometer Febry-Perot memanfaatkan adanya pemantulan


berulang yang memperkuat area dimana efek interferensi konstruktif dan
destruktif terjadi sehingga frinji-frinji yang terbentuk lebih jelas.
Inteferometer Febry-Perot terdiri dari Laser He-Ne Ne yang digunakan
sebagai sumber cahaya monokromatik, Convex Lens, Movable Mirror akan
merefleksikan berkas cahaya dari satu sumber (laser HeNe) menuju satu
titik pada layar. Bedafase kedua berkas sama, karena sumber cahaya berasal
dari satu sumber. Dengan mengubah panjang lintasan salah satu berkas,
maka akan di dapatkan bedafase relative dari kedua berkas. Perubahan
lintasan dari pergeseran salah satu cermin (movable mirror), hal ini akan
menyebabkan pola interferensi yang dibentuk akan berubah pula. Dan
Adjustable Mirror (M2) yang mempunyai prinsip kerja merefleksikan dan
mentransmisikan cahaya hingga terlihat pola interferensinya. Dengan
memutar M2 sehingga pola interferensi yang terbentuk akan terlihat pola
gelap terang (frinji) pada layar pengamatan, frinji ke dua dari pusat ditandai
sebagai acuan menghitung jumlah frinji (N) dan harus menunjukan variasi
jumlah frinji terhadap posisi mikrometer, sehingga akan menunjukkan
perbedaan lintasan/pergeseran cermin sesungguhnya dari tiap perubahan
frinji.

Manfaat interferometer febry-perot:

Interferometric aperture sintetis radar (InSAR) adalah teknik radar digunakan dalam geodesi
dan penginderaan jauh.

Elektronik pola spekel interferometri (ESPI), juga dikenal sebagai TV holografi, menggunakan
deteksi video dan rekaman untuk menghasilkan gambar dari objek yang di atasnya
ditumpangkan pola pinggiran yang mewakili perpindahan dari objek antara rekaman.

interferometri hologram adalah teknik yang menggunakan holografi untuk memantau deformasi
kecil dalam implementasi panjang gelombang tunggal.

tomografi koherensi optik (OCT) adalah teknik pencitraan medis menggunakan rendah
koherensi interferometri untuk memberikan visualisasi tomografi mikrostruktur jaringan
internal.

Angle-resolved low-coherence interferometri (a / LCI) menggunakan cahaya tersebar untuk mengukur


ukuran benda subselular, termasuk inti sel