Anda di halaman 1dari 7

METODE PELAKSANAAN

PEKERJAAN : PEMBANGUNAN BANGUNAN PENGAMAN PANTAI AYONG


LOKASI : KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW
T. A. : 2011

I. PENDAHULUAN
Pekerjaan Pembangunan Bangunan Pengaman Pantai Ayong yang berada di
Kabupaten Bolaang Mongondow sangat perlu untuk dibuat mengingat Bangunan
Pengaman Pantai adalah untuk melindungi Masyarakat sekitar pantai dari abrasi
dan naiknya air laut yang berlebihan, pembangunan pengaman pantai dengan
memperkirakan keadaan cuaca pada kondisi yang normal maka pekerjaan ini
akan sesuai dengan waktu yang ditentukan dan akan sangat membantu
Masyarakat.

II. PEKERJAAN PERSIAPAN


Sebelum memulai suatu proyek tentunya kami akan menyiapkan segala sesuatu
kebutuhan yang diperluakan terutama keuangan, personil dan peralatan yang
diperlukan tentunya dengan mengkonsultasikan dengan Direksi Pengawas yang
terdiri dari :
a. Pekerjaan Pengukuran
b. Mobilisasi Peralatan Kerja dan Personil
- Teodolit & Waterpass
- Wheel Loader
- Excavator
- Molen & vibrator concrete
- Dump Truck
- Pompa air & genset
- Cetakan plat besi
c. Pembuatan dan pemasangan Papan Nama
d. Pengadaan Direksi keet dan perlengkapan sesuai Spesifikasi Teknis Bab VII
pasal 2.1
e. Pengadaan Gudang Materaial / barak kerja
f. Membuat Perencanaan : Jadwal Waktu Pelaksanaan, Jadwal pengadan
bahan, alat dan tenaga serta analisa teknis,
g. Semua material yang akan kami gunakan dalam pekerjaan ini akan
berpatokan pada spesifikasi teknis yang disyaratkan dan selalu meminta
persetujuan Direksi Pengawas dan Konsultan Pengawas.
h. Semua item pekerjaan khususnya yang menggunakan semen akan dilindungi
dari air baik air laut maupun air tawar (hujan, sungai).
III. TAHAP PELAKSANAAN PEKERJAAN
Kami akan menjelaskan/menguraikan bagian-bagian pekerjaan dan tahapan-
tahapan pelaksanaannya berdasarkan Jadwal Waktu Pelaksanaan Pekerjaan yaitu
sebagai berikut :

1. Pekerjaan Pembersihan
Semua lokasi pekerjaan akan kami bersihkan dari pohon-pohon, semak-
semak dengan akar-akarnya serta bahan lain yang mengganggu pelaksanaan
pekerjaan;

2. Pengukuran / Pemasangan Patok


Sebelum memulai pekerjaan kami akan mengadakan pengukuran kembali
(Uitzet) untuk mengecek kembali keadaan kemiringan pantai, posisi
bangunan pengaman, dan juga untuk menghitung volume mutual check awal
sehingga dalam pelaksanaan nantinya dalam pelaksanaan pekerjaan kami
laksanakan sesuai dengan parhitungan mutual check awal. Patok untuk
pengukuran kami pasang tidak lebih dari 50 m, sesuai dengan keadaan lokasi
pekerjaan;

3. Sebagai pelaksanaan awal kami akan segera mencetak Buis Buis Beton
tulang Segidelapan H = 1 dan 0,5 M diameter 1 M dengan karakteristik beton
K-225 akan menggunakan molen, vibrator concrete dan mal besi tebal 5 mm,
dimana penulangan besinya akan berpatokan pada gambar kerja yaitu
menggunakan besi dia.16 jarak 10cm untuk tulangan pokok dan besi dia.5
jarak 10cm untuk tulangan bagi. Permukaan dalam cetakan besi akan kami
beri minyak pelumas sebelum adukan beton diisi. Untuk memadatkan kami
gunakan vibrator concrete dan akan dilaksanakan pada setiap lapisan 25 cm.
Dan pengerjaanya harus pada permukaan rata, untuk mengeringkannya
memakan waktu sekitar lebih dari 3 minggu, dan sementara itu dilindungi dari
air laut/garam;

4. Selanjutnya Pekerjaan Galian Berpasir (2.097,76 M3) kami kerjakan menurut


ukuran dan ketinggian berdasarkan gambar atau petunjuk dari direksi dan
kami gunakan alat berat Excavator karena volumenya cukup besar.
Pekerjaan Galian Tanah ini akan dimulai bilamana keadaan dilapangan telah
siap yaitu, telah di pasang patok Bouplank;

5. Setelah buis beton mengeras sekitar lebih dari 3 minggu, selanjutnya kami
letakkan pada tempatnya di lokasi pekerjaan kami akan menggunakan alat
bantu tali penggantung dan alat ukur teodolit & waterpass, dan juga diangker
menggunakan besi dia.16 mm + pengikat (tentu setelah galian berpasir untuk
toe protection dilaksanakan untuk menghindari scouring). Sebelum
pemasangan Buis Beton ini, kami akan memasang terlebih dahulu Filter
Cloth/Geotextil tipe non woven, dimana setiap sambungan & ujung Geotextil
harus overlap. Didalam buis beton akan kami isi pasir kasar yang dari hasil
dari galian pasir sebelumnya selanjuntya diatas buis beton ini dan diantara
celah antar buis akan kami cor beton K-175 dengan tebal sesuai gambar
kerja.
6. Selanjutnya Pas. Batu Kosong dia. 20-30 cm (266 M3) kami kerjakan (setelah
pekerjaan galian berpasir). Dan pembentangan Filter Cloth/Geotextil tipe non
woven, dimana setiap sambungan & ujung Geotextil harus overlap. Pekerjaan
Batu Kosong ini terletak dibawah batu boulder. Ketinggian dan kemiringan
Tumpukan Batu Kosong akan kami berpatokan gambar kerja dan
permukaanya akan kami buat rata sesuai kemiringanya;

7. Setelah itu kami lanjukan pada pekerjaan Pasangan Batu Boulder (dia. > 1,00
m) 648,38 M3, bahan batu Boulder akan kami sesuaikan berdasarkan
spesifikasi teknis pasal 5.1. Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi,
dimana sebelum penggunaanya terlebih dahulu kami meminta persetujuan
Direksi Pengawas. Dalam melaksanaanya kami akan menumpuk Batu
boulder diatas tumpukan Pas. Batu Kosong dengan menggunakan alat berat
Excavator dengan kemiringan yaitu 1:2 dan rata;

8. Selanjutnya kami lakukan Timbunan Sirtu (188,86 M3), pelaksanaannya


setelah kami memasang buis beton segi delapan, timbunan sirtu dilakukan
dengan posisi tinggi timbunan dan kemiringanya adalah 1 : 15;

9. Setelah itu kami kerjakan pekerjaan Pas. Batu Belah 1:3 (3,27 M3),
pelaksanaannya kami akan mengikuti bouwplank yang ada dan atas
persetujuan direksi/pengawas, batu-batu kami atur/susun sedemikian rupa
dengan diberi perekat pada bagian antara batu yang satu dengan batu yang
lain dengan memperhatikan kerataan dan kelurusan. Untuk perekatnya kami
gunakan campuran yang sudah ditentukan pada gambar dan bestek
yaitu : Adukan semen + pasir yang telah mengeras tidak akan digunakan
lagi. Pemasanganya tidak kami kerjakan saat hujan dan sebelum mengeras
akan kami lindungi dari air dan hujan. Tangga ini akan kami plester dengan
campuran 1 : 3 (111,81 M2) dengan keterbalan 15 mm dimana sebelum
diplester pasangan batu akan disiram air.
IV. PEKERJAAN LAIN-LAIN
Untuk Administrasi dikonsultasikan dengan pemilik proyek agar segera mengurus
kelengkapan-kelengkapan yang diperlukan dari awal sampai selesai pekerjaan
100%. Seluruh kegiatan dalam pelaksanaan ini akan didokumentasikan sesuai
ketentuan dalam Spesifikasi Teknis dan dilakukan pada keadaan pekerjaan 0%,
pelaksanaan pekerjaan 50% (sementara) dan selesai pekerjaan 100%, guna
melengkapi dokumen-dokumen untuk Serah terima pekerjaan mulai dari serah
terima pekerjaan pertama sampai dengan serah terima pekerjaan kedua.
Setelah seluruh pekerjaan hampir selesai dilaksanakan, maka dilanjutkan
dengan finishing akhir untuk memperbaiki kekurangan serta kerusakan-
kerusakan yang terjadi selama pelaksanaan dan pembersihan akhir pada lokasi
pekerjaan.

V. PENUTUP
Demikian metode pelaksanaan ini kami buat untuk menjadi acuan dalam
pelaksanaan pekerjaan dilapangan dengan tidak mengesampingkan instruksi
dan petunjuk Pengguna Jasa sebagai pemilik pekerjaan dan pekerjaan tersebut
dapat selesai tepat sesuai rencana kerja dalam metode pelaksanaan dan analisa
teknis serta sesuai dengan Jadwal Umum Pelaksanaan Pekerjaan / Skema Kerja
yaitu selama 180 (Seratus Delapan Puluh) Hari kalender.

Tondano, 10 Februari 2011


PT. MELLINDO SEJATI JAYA

JUSTIATI TANGI
Direktur Utama
METODE PELAKSANAAN
PEKERJAAN : PEMBANGUNAN BANGUNAN PENGAMAN PANTAI AYONG
LOKASI : KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW
T. A. : 2011

Pekerjaan Pembangunan Bangunan Pengaman Pantai Ayong yang berada di Kabupaten Bolaang
Mongondow sangat perlu untuk dibuat mengingat Bangunan Pengaman Pantai adalah untuk
melindungi Masyarakat sekitar pantai dari abrasi dan naiknya air laut yang berlebihan, pembangunan
pengaman pantai dengan memperkirakan keadaan cuaca pada kondisi yang normal maka pekerjaan
ini akan sesuai dengan waktu yang ditentukan dan akan sangat membantu Masyarakat.

PEKERJAAN PERSIAPAN
Sebelum memulai suatu proyek tentunya kami akan menyiapkan segala sesuatu kebutuhan yang
diperluakan terutama keuangan, personil dan peralatan yang diperlukan tentunya dengan
mengkonsultasikan dengan Direksi Pengawas yang terdiri dari :
a. Pekerjaan Pengukuran
b. Mobilisasi Peralatan Kerja dan Personil
- Teodolit & Waterpass
- Wheel Loader
- Excavator
- Molen & vibrator concrete
- Dump Truck
- Pompa air & genset
- Cetakan plat besi
c. Pembuatan dan pemasangan Papan Nama
d. Pengadaan Direksi keet dan perlengkapan sesuai Spesifikasi Teknis Bab VII pasal 2.1
e. Pengadaan Gudang Materaial / barak kerja
f. Membuat Perencanaan : Jadwal Waktu Pelaksanaan, Jadwal pengadan bahan, alat dan
tenaga serta analisa teknis,
g. Semua material yang akan kami gunakan dalam pekerjaan ini akan berpatokan pada
spesifikasi teknis yang disyaratkan dan selalu meminta persetujuan Direksi Pengawas dan
Konsultan Pengawas.
h. Semua item pekerjaan khususnya yang menggunakan semen akan dilindungi dari air baik
air laut maupun air tawar (hujan, sungai).

TAHAP PELAKSANAAN PEKERJAAN


Kami akan menjelaskan/menguraikan bagian-bagian pekerjaan dan tahapan-tahapan pelaksanaannya
berdasarkan Jadwal Waktu Pelaksanaan Pekerjaan yaitu sebagai berikut :
1. Pekerjaan Pembersihan
Semua lokasi pekerjaan akan kami bersihkan dari pohon-pohon, semak-semak dengan
akar-akarnya serta bahan lain yang mengganggu pelaksanaan pekerjaan;
2. Pengukuran / Pemasangan Patok
Sebelum memulai pekerjaan kami akan mengadakan pengukuran kembali (Uitzet) untuk
mengecek kembali keadaan kemiringan pantai, posisi bangunan pengaman, dan juga
untuk menghitung volume mutual check awal sehingga dalam pelaksanaan nantinya dalam
pelaksanaan pekerjaan kami laksanakan sesuai dengan parhitungan mutual check awal.
Patok untuk pengukuran kami pasang tidak lebih dari 50 m, sesuai dengan keadaan lokasi
pekerjaan;
3. Sebagai pelaksanaan awal kami akan segera mencetak Buis Buis Beton tulang
Segidelapan H = 1 dan 0,5 M diameter 1 M dengan karakteristik beton K-225 akan
menggunakan molen, vibrator concrete dan mal besi tebal 5 mm, dimana penulangan
besinya akan berpatokan pada gambar kerja yaitu menggunakan besi dia.16 jarak 10cm
untuk tulangan pokok dan besi dia.5 jarak 10cm untuk tulangan bagi. Permukaan dalam
cetakan besi akan kami beri minyak pelumas sebelum adukan beton diisi. Untuk
memadatkan kami gunakan vibrator concrete dan akan dilaksanakan pada setiap lapisan
25 cm. Dan pengerjaanya harus pada permukaan rata, untuk mengeringkannya memakan
waktu sekitar lebih dari 3 minggu, dan sementara itu dilindungi dari air laut/garam;
4. Selanjutnya Pekerjaan Galian Berpasir (2.097,76 M3) kami kerjakan menurut ukuran dan
ketinggian berdasarkan gambar atau petunjuk dari direksi dan kami gunakan alat berat
Excavator karena volumenya cukup besar. Pekerjaan Galian Tanah ini akan dimulai
bilamana keadaan dilapangan telah siap yaitu, telah di pasang patok Bouplank;
5. Setelah buis beton mengeras sekitar lebih dari 3 minggu, selanjutnya kami letakkan pada
tempatnya di lokasi pekerjaan kami akan menggunakan alat bantu tali penggantung dan
alat ukur teodolit & waterpass, dan juga diangker menggunakan besi dia.16 mm + pengikat
(tentu setelah galian berpasir untuk toe protection dilaksanakan untuk menghindari
scouring). Sebelum pemasangan Buis Beton ini, kami akan memasang terlebih dahulu
Filter Cloth/Geotextil tipe non woven, dimana setiap sambungan & ujung Geotextil harus
overlap. Didalam buis beton akan kami isi pasir kasar yang dari hasil dari galian pasir
sebelumnya selanjuntya diatas buis beton ini dan diantara celah antar buis akan kami cor
beton K-175 dengan tebal sesuai gambar kerja.
6. Selanjutnya Pas. Batu Kosong dia. 20-30 cm (266 M3) kami kerjakan (setelah pekerjaan
galian berpasir). Dan pembentangan Filter Cloth/Geotextil tipe non woven, dimana setiap
sambungan & ujung Geotextil harus overlap. Pekerjaan Batu Kosong ini terletak dibawah
batu boulder. Ketinggian dan kemiringan Tumpukan Batu Kosong akan kami berpatokan
gambar kerja dan permukaanya akan kami buat rata sesuai kemiringanya;
7. Setelah itu kami lanjukan pada pekerjaan Pasangan Batu Boulder (dia. > 1,00 m) 648,38
M3, bahan batu Boulder akan kami sesuaikan berdasarkan spesifikasi teknis pasal 5.1.
Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi, dimana sebelum penggunaanya terlebih
dahulu kami meminta persetujuan Direksi Pengawas. Dalam melaksanaanya kami akan
menumpuk Batu boulder diatas tumpukan Pas. Batu Kosong dengan menggunakan alat
berat Excavator dengan kemiringan yaitu 1:2 dan rata;
8. Selanjutnya kami lakukan Timbunan Sirtu (188,86 M3), pelaksanaannya setelah kami
memasang buis beton segi delapan, timbunan sirtu dilakukan dengan posisi tinggi
timbunan dan kemiringanya adalah 1 : 15;
9. Setelah itu kami kerjakan pekerjaan Pas. Batu Belah 1:3 (3,27 M3), pelaksanaannya kami
akan mengikuti bouwplank yang ada dan atas persetujuan direksi/pengawas, batu-batu
kami atur/susun sedemikian rupa dengan diberi perekat pada bagian antara batu yang satu
dengan batu yang lain dengan memperhatikan kerataan dan kelurusan. Untuk perekatnya
kami gunakan campuran yang sudah ditentukan pada gambar dan bestek yaitu :
Adukan semen + pasir yang telah mengeras tidak akan digunakan lagi. Pemasanganya
tidak kami kerjakan saat hujan dan sebelum mengeras akan kami lindungi dari air dan
hujan. Tangga ini akan kami plester dengan campuran 1 : 3 (111,81 M2) dengan
keterbalan 15 mm dimana sebelum diplester pasangan batu akan disiram air.

PEKERJAAN LAIN-LAIN
Untuk Administrasi dikonsultasikan dengan pemilik proyek agar segera mengurus kelengkapan-
kelengkapan yang diperlukan dari awal sampai selesai pekerjaan 100%. Seluruh kegiatan dalam
pelaksanaan ini akan didokumentasikan sesuai ketentuan dalam Spesifikasi Teknis dan dilakukan pada
keadaan pekerjaan 0%, pelaksanaan pekerjaan 50% (sementara) dan selesai pekerjaan 100%, guna
melengkapi dokumen-dokumen untuk Serah terima pekerjaan mulai dari serah terima pekerjaan
pertama sampai dengan serah terima pekerjaan kedua.
Setelah seluruh pekerjaan hampir selesai dilaksanakan, maka dilanjutkan dengan finishing akhir untuk
memperbaiki kekurangan serta kerusakan-kerusakan yang terjadi selama pelaksanaan dan
pembersihan akhir pada lokasi pekerjaan.

Demikian metode pelaksanaan ini kami buat untuk menjadi acuan dalam pelaksanaan pekerjaan
dilapangan dengan tidak mengesampingkan instruksi dan petunjuk Pengguna Jasa sebagai pemilik
pekerjaan dan pekerjaan tersebut dapat selesai tepat sesuai rencana kerja dalam metode pelaksanaan
dan analisa teknis serta sesuai dengan Jadwal Umum Pelaksanaan Pekerjaan / Skema Kerja yaitu
selama 180 (Seratus Delapan Puluh) Hari kalender.

Bolmut, 10 Februari 2011

CV. PANTAI UTARA

RONNY WATUNG
Direktur