Anda di halaman 1dari 4

9

BAB : II
POKOK BAHASAN : Thermodinamika Statistik
SUB POKOK BAHASAN : Irreversibel dan Hasil Kesetimbangan
Interaksi Thermal antar Sistem Makroskopik
Interaksi Umum antar Sistem Makroskopik
PERKULIAHAN KE : V-VII
MINGGU KE/BULAN : III-IV/KEDUA
TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS : - mahasiswa dapat memahami proses
irreversibel dan hasil kesetimbangan
- mahasiswa dapat memahami interaksi
thermal antar sistem makroskopik
- mahasiswa dapat memahami interaksi umum
antar sistem makroskopik
10

Statistika Thermodinamika

Kesetimbangan Irreversibel dan The Attainment


Tinjau sistem terisolasi dengan jumlah state tersedia sistem dengan parameter
konstrain y1,y2,y3,yn. Dengan postulat dasar dalam keadaan kesetimbangan sistem
ditemukan pada salah satu state ini. Jika konstrain dihilangkan maka jumlah state tersedia
sistem meningkat sehingga f>i 1
Setelah itu sistem menduduki denga fraksi:
i
Pi 2
f
peluang distribusi kesetimbangan P(y) memenuhi jika antara interval y dan y+y sebanding
dengan jumlah state yang tersedia sistem
P y y 3
~
biasanya (y) mempunyai a very pronounced maksimum pada nilai y . Dan
kenyataannya jika beberapa konstrain dari sistem terisolasi dihilangkan, parameter sistem
menyesuaikan diri sehingga (y1,y2yn) mendekati maksimal.
(y1,y2yn) maksimal
Dalam sistem terisolasi, jika keadaan akhir penghilangan kontrain tidak dapat kembali ke
posisi semula maka disebut irreversibel (tak-terbalikkan), sedangkan jika dapat kembali ke
posisi semula disebut reversibel (terbalikan). Implikasinya jika f=i, distribusi sistem ke
seluruh state yang tersedia dengan peluang sama. Dan sistem reversibel dan selalu dalam
kesetimbangan.
Sedangkan jika f>i Distribusi sistem ke seluruh state yang tersedia dalam
representasi ensembel adalah a very improbable one. Sistem akan berubah dalam
waktu tertentu sampai keadaan setimbang akhir terbolehjadi dari distribusi uniform
sistem ke seluruh state yang tersedia tercapai.
Karena postulat dasar (a priori probability), setiap state mempunyai peluang yang
sama sehingga
P E C 0 E , dengan C=konstanta kesebandingan (bebas E)
untuk state berdekatan P E C E ' E 0 E
~
Nilai maks P(E) ekiuvalen maks logaritmanya pada E E
ln P 1 P
0
E P E
sehingga persamaan di atas ln P E ln C ln E ln ' E '
ln E ln ' E '
dan 1 0 , E~ ' E~ '
E E
ln 1
dengan E
E kT
1 S
sedang parameter T didefinisikan S k ln 4
T E
S S ' max 5
jika dua sistem berdekatan saling kontak thermal maka rerata akhir dari sistem tadi
~ ~ ~
Ef E dan E 'f E '
sedang parameter bernilai sama f f
'

Entropi S E f S E f S Ei S Ei dan S S ' 0


' ' ' '
6
11

Dalam bagian sebelumnya, kita temukan (ekiuvalen dengan, T k 1


mempunyai ciri-ciri sebagai berikut
a. Jika dua sistem dalam kesetimbangan diciri oleh nilai parameter yang sama, maka
sistem akan setimbang ketika kontak thermal dengan dengan yang lain.
b. Jika sistem diciri dengan parameter yang berbeda, maka mereka tidak berada dalam
kesetimbangan ketika kontak thermal dengan yang lain.
Sedangkan sistem akan berada dalam kesetimbangan jika kontak satu dengan yang lain jika
dan hanya jika mereka mempunyai suhu sama.
1 ln
7
kT E
ketergantungan (E) dilukiskan dengan E E f bentuk dalam logaritmanya adalah
ln E f E
ln f ln E konstanta . Bila E E~ E , maka E

E
dan kT
f
Interaksi thermal antar dua sistem akan sederhana jika salah satunya sangat besar
dibandingkan lainnya (memiliki derajat kebebasan lebih banyak). Jika A sistem yang besar
dan A sistem yang relatif lebih kecil, maka sistem A dikatakan heat reservoir atau heat
bath dengan sejumlah Q yang bisa diserap sistem yang kecil. Sehingga dapat dilukiskan:
' '
Q '
E '
8
Q'
sedangkan hasil perubahan entropinya S ' (untuk heat reservoir). 9
T'
~
Ekspansi ln(E) dalam deret Taylor sekitar E diperoleh

~ ln
ln E ln E E E
~ 1 2 ln
~
E E 10
E 2 E 2

~ ln 2 ln
bila E E , , maka
E E E
2

~
1
ln E ln E 2
2
11
Maks state pada '
dilukiskan dengan
~ 0 E E

1 ~
P E P E e 2 , 0 ' 12
* E 1
sedangkan fraksi lebar maksimal di P(E) adalah 13
E f
Interaksi Umum antar Sistem Makroskopik
Bila total jumlah keadaan hanya diciri oleh parameter luar x, dan turunannya
mempunyai nilai antara Y dan Y + Y maka total jumlah keadaan
E , x Y E , x 14
Y

maka total jumlah keadaan (E) yang energinya berubah dari nilai terkecil sampai nilai
E r
lebih besar E dinyatakan dengan menjumlahkan ke seluruh kemungkinan nilai Y ,
x
E, x E , x
E Y Ydx Y dx , dengan mendefinisikan
Y E E
12

1 E r
Y Y E , x Y X gaya umum 15
E , x Y x
untuk jumlah keadaan dengan parameter yang berbeda x sampai x + x, jumlah
keadaan yang berubah
E , x
dx E E E E 16
x E
ln
x 17
x
Kesetimbangan antar sistem yang berinteraksi
Tinjau dua sistem A dan A yang berinteraksi membentuk A 0 A A ' terisolasi,
maka E E ' E 0 konstan . Total jumlah keadaan yang tersedia fungsi E dan parameter
~
eksternal dengan nilai E E & x ~ x keadaan setimbang . Untuk proses quasistatik
dQ TdS dE dW 18
untuk keadaan kesetimbangan, S 0 S S ' dengan entropi maksimum serta
' dE p ' p ' dV 0 19
Meskipun panas dQ yang diserap dalam proses quasistatik infinitesimal bukan
dQ
deferensial eksak, besaran dS adalah deferensial eksak.
T
f f
dQ
S f S i dS independent of proses 20
i i
T
sehingga implikasi statistik entropi antara interval E dan E + E
S k ln 21
karena E maka S 0 jika E E 0 (ground state).
Sedangkan E E 0 bila T 0 sehingga S 0 jika T 0
Rumus-Rumus Statistik untuk menghitung besaran-besaran thermodinamik
ln 1 ln 1 ln
, x , p 22
E x V
S n
S
dS dE dx 23
E 1 x
1 S X S
, 24
T E T x

Daftar Pustaka

Chandler, D., 1987: Introduction to Modern Statistical Mechanics, Oxford University


Press, New York USA

Reif, F., 1988: Fundamentals of Statistical and Thermal Physics, McGraw-Hill, Inc.
Singapura

Sears, F.W., dan Salinger, G.L., 1982: Thermodynamics, Kinetics Theory and Statistical
Thermodynamics, 3th edition, Addison-Wesley Publishing Company, London UK