Anda di halaman 1dari 8

Metodologi untuk Merancang Pengujian Pengendalian dan Pengujian

Substantif atas Transaksi


Metodologi untuk siklus penggajian dan personalia sama dengan siklus akuisisi dan
pembayaran:

Memahami pengendalian internal


Menilai risiko pengendalian yang direncanakan
Menentukan luas pengujian pengendalian
Merancang pengujian pengendalian serta pengujian substantif atas transaksi

Pengendalian internal untuk penggajian sangat terstruktur dan terkendali dengan baik
untuk mengelola pengeluaran kas, meminimalkan keluhan dan ketidakpuasan para karyawan,
serta meminimalkan kecurangan penggajian. Maka harus tersedia program akuntansi
penggajian terkomputerisasi yang berkualitas tinggi.

Umumnya perusahaan menggunakan jasa pengendalian internal organisasi jasa karena


program pemrosesan penggajian harus dimodifikasi setiap tahun terhadap perubahan skedul
pemotongan pajak.

Prosedur pengujian pengendalian dan pengujian substatntif atas transaksi merupakan alat
yang sangat penting untuk memverifikasi saldo akun dalam siklus penggajian dan personalia.
Pengujian tersebut ditekankan karena tidak adanya bukti pihak ketiga yang independen,
seperti konfirmasi untuk memverifikasi upah akrual, pajak penghasilan yang dipotong, pajak
penghasilan akrual, dan akun neraca lainnya.

Banyak audit menghadapi risiko salah saji yang material yang rendah dan minimal,
dengan tiga alasan:

Karyawanan kemungkinan besar akan mengajukan keluhan kepada manajemen jika


mereka dibayar terlalu rendah.
Semua transaksi penggajian secara tipikal seragam dan tidak rumit.
Transaksi penggajian merupakan subjek pemerintah negara bagian dan federal
menyangkut pemotongan pajak penghasilan, jaminan sosial, dan pajak pengangguran.

Memahami Pengendalian Internal Siklus Penggajian dan Personalia

Auditor harus memahami hal-hal berikut ini dalam memahami pengendalian internal
untuk siklus penggajian dan personali:

Pengendalian internal bervariasi dari perusahaan ke perusahaan, karena itu auditor harus
mengidentifikasi pengendalian, defisiensi yang signifikan, dan kelemahan yang material
untuk setiap organisasi.
Pengendalian yang akan digunakan oleh auditor untuk mengurangi penilaian risiko
pengendalian harus diuji dengan pengujian pengendalian.
Jika auditor melaporkan tentang keefektifan pengendalian internal terhadap pelaporan
keuangan, tingkat pemahaman pengendalian dan luas pengujian pengendalian harus
mencukupi untuk mencukupi menerbitkan opini tentang keefektifan pengendalian internal
terhadap pelaporan keuangan.
Pengujian substantif atas transaksi bervariasi tergantung pada risiko pengendalian yang
dinilai dan pertimbangan audit lainnya, seperti pengaruh penggajian terhadap persediaan.
Pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi akan digabungkan jika
memungkinkan dan dilaksanakan dengan cara senyaman mungkin dengan menggunakan
program audit format kinerja.

Berikut ini tabel untuk ikhtisar tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi, pengendalian
internal kunci, pengujian pengendalian, dan pengujian substantif atas transaksi untuk
penggajian:

Tujuan audit Pengendalian Internal Pengujian Pengujian


yang berkaitan Kunci Pengendalian Umum Substantif atas
dengan transaksi Transaksi Umum
Pembayaran Kartu waktu disetujui Memeriksa kartu Mereview jurnal
penggajian yang oleh penyelia waktu untuk indikasi penggajian, general
tercatat adalah persetujuan ledger, dan catatan
untuk pekerjaan Jam waktu digunakan Memeriksa kartu umum gaji yang
yang benar- untuk mencatat waktu waktu diperoleh
benar ada Mempertahankan file Mereview kebijakan menyangkut
(keterjadian) SDM yang memadai SDM jumlah yang besar
Perekrutan tenaga kerja Memeriksa file SDM atau tidak biasa
diotorisasi Membandingkan
Ada pemisahan tugas Mereview bagan cek yang
diantara SDM, organisasi, dibatalkan atau
pencatatan waktu, dan membahasnya dengan informasi setoran
pengeluran gaji karyawan, dan langsung dengan
mengamati tugas yang catatan SDM
sedang dilaksanakan Membandingkan
cek yang
Hanya karyawan yang Memeriksa printout dibatalkan dengan
ada dalam file data transaksi yang ditolak jurnal penggajian
komputer yang diterimaoleh komputer karena menyangkut nama,
ketika mereka memiliki nomor jumlah, dan
dimasukkan karyawan yang tidak tanggal
ada Memeriksa cek
Pengeluaran diotorisasi Memeriksa catatan yang dibatalkan
sebelum dikeluarkan penggajian untuk endorsment
menyangkut indikasi yang tepat
persetujuan
Transaksi Cek gaji telah Memperhitungkan Merekonsiliasi
penggajian yang dipranomori dan ukuran cek gaji pengeluaran dalam
ada telah dicatat diperhitungkan jurnal penggajian
(kelengkapan) Rekonsilias bank telah Membahas dengan dengan
direkonsiliasi secara karyawan dan pengeluaran pada
independen mengamati rekening bank
rekonsiliasi penggajian
Membuktikan
rekoonsiliasi bank
Transaksi Perhitungan dan jumlah Memeriksa indikasi Menghitung ulang
penggajian yang telah diverifikasi secara verifikasi internal jam yang
dicatat adalah internal digunakan dari
untuk jumlah kartu waku
waktu yang Total batch Memeriksa file total Membandingkan
benar-benar dibandingkan dengan batch untuk melihat tingkat upah
dikerjakan dan laporan ikhtisar tandatangan klerk dengan kontrak
pada tingkat komputer pengendali data, serikat pekerja,
upah yang membandingkan persetujuan oleh
sesuai, totalnya dengan dewan direksi, atau
pemotongan laporan ikhtisar sumber lainnya
pajak telah Tingkat upah, gaji, atau Memriksa catatan Menghitung ulang
dihitung dengan tingkat komisi penggajian pembayaran kotor
benar diotorisasi secara layak menyangkut indikasi
(keakuratan) otorisasi
Pemotongan termasuk Memeriksa file Mengecek
jumlah untuk asuransi otorisasi dalam file pemotongan
dan tabungan SDM dengan mengacu
penggajian, telah pada tabel pajak
diotorisasi secara layak dan formulir
otorisasi dalam file
SDM
Menghitung ulang
pembayaran bersih
Membandingkan
cek yang
dibatalkan atau
setoran langsung
dengan jurnal
penggajian
menyangkut
jumlahnya
Transaksi Isi file induk Memeriksa indikasi Menguji
penggajian telah penggajian telah verifikasi internal keakuratan klerikal
dimasukkan diverifikasi secara dengan
dengan benar internal memfooting jurnal
dalam file induk Total file induk Memeriksa laporan penggajian dan
penggajian dan penggajian telah total ikhtisar awal menelusuri posting
diikhtisarkan dibandingkan dengan yang menunjukkan ke general ledger
dengan benar total general ledger bahwa perbandingan serta payroll
(posting dan telah dilakukan master file
pengikhtisaran)
Transaksi Bagan akun yang Mereview bagan akun Membandingkan
penggajian telah memadai telah klasifiksi dengan
diklasifikasikan diguankan bagan akun atau
dengan benar Klasifiksi akun telah Memeriksa indikasi prosedur manual
(klasifikasi) diverifikasi secara verifikasi internal Mereview kartu
internal waktu karyawan
departemen dan
tiket pekerjaan
untuk penugasan
pekerjaan serta
menelusuri ke
distrubusi tenaga
kerja
Transaksi Prosedur memerlukan Memeriksa prosedur Membandingkan
penggajian telah pencatatan transaksi manual dan tanggal
dicatat pada sesegera mungkin mengamati kapan pembayaram yang
tanggal yang setelah penggajian pencatatan dilakukan tercatat dalam
benar dibayarkan jurnal penggajian
(penetapan Tanggal telah Memeriksa indikasi dengan tanggal
waktu diverifikasi secara verifikasi internal pada cek yang
internal dibatalkan dan
kartu waktu
Membandingkan
tanggal tanggal
pada tanggal cek
dengan tanggal cek
tersebut dicairkan
bank

Pengendalian kunci bagi siklus penggajian dan personalia untuk menilai risiko
pengendalian:

Pemisahan tugas yang memadai, penting untuk mencegah pembayaran berlebih dan
pembayaran kepada karyawan yang tidak ada atau fiktif. Pemrosesan penggajian harus
terpisah dari penerbitan pengeluaran gaji.
Otorisasi yang tepat, hanya departemen SDM yang boleh mengotorisasi untuk menambah
dan menghapus karyawan dari daftar penggajian atau mengubah tingkat upah serta
potongan.
Dokumen dan catatan yang memadai, catatan waktu harus memadai untuk mengakumulasi
biaya penggajian menurut pekerjaan atau penugasan.
Pengendalian fisik terhadap aset dan catatan, akses ke cek gaji yang belum ditandatangani
harus dibatasi. Cek harus ditandatangai oleh orang yang bertanggung jawab dan
penggajian harus didistribusikan oleh orang yang independen dari fungsi penggajian dan
pencatatan waktu.
Pengecekan yang independen atas kinerja, perhitungan penggajian harus diverifikasi
secara independen, termasuk perhitungan total batch dengan laporan ikhtisar.

Formulir dan Pembayaran Pajak Penggajian

Penyiapan formulir pajak penggajian, auditor harus mereview pengisian atau penyiapan
minimal salah satu jenis formulir pajak penggajian yang merupakan tanggung jawab klien.
Rekonsiliasi yang terinci atas infromasi yang ada pada formulir pajak dan catatan
penggajian mungkin diperlukan apabila auditor yakin bahwa SPT pajak telah disiapkan
secara tidak benar.
Pembayaran potongan pajak penghasilan dan pemotongan lainnya secara tepat waktu,
auditor harus menguji apakah klien telah memenuhi kewajiban hukumnya untuk
menyerahkan pembayaran semua pemotongan pajak penghasilan sebagai bagian dari
pengujian penggajian walaupun pembayaran biasanya dilakukan dari pengeluaran kas
umum. Pertama auditor harus menentukan persyaratan klien untuk menyerahkan
pembayaran. Setelah itu, auditor dapat menentukan apakah klien telah melakukan
pembayaran dalam jumlah yang benar secara tepat waktu dengan membandingkan
pengeluaran kas selanjutnya dengan catatan penggajian.

Persediaan dan Pertimbangan Kecurangan Penggajian

Hubungan antara penggajian dan penilaian persediaan, jika penggajian merupakan


kegiatan bagian yang signifikan dari persediaan maka klasifikasi akun penggajian yang
tidak tepat dapat mempengaruhi penilaian aset secara material. Jika tenaga kerja meruapak
bagian yang material dari penilaian persediaan, auditor harus menekankan pada pengujian
pengendalian internal terhadap klasifikasi transaksi penggajian yang tepat.
Pengujian atas karyawan yang tidak ada, untuk mendeteksi penggelapan auditor dapat
membandingkan nama pada cek yang dibatalkan dengan kartu waktu dan catatan lainnya
untuk mengetahui tanda tangan yang diotorisasi dan kelayakan endorsement. Untuk
mendeteksi karyawan yang tidak ada, auditor dapat menelusuri transaksi yang dicatat
dalam jurnal penggajian ke departemen SDM untuk menentukan apakah karyawan yang
telah benar-benar bekerja selama periode penggajian. Prosedur yang menguji apakah
karyawan yang telah berhenti ditangani dengan layak adalah memilih beberapa file
karyawan yang telah berhenti itu pada tahun berjalan dari catatan personalia untuk
menentukan apakah masing-masing menerima pesangon yang konsisten dengan kebijakan
perusahaan.
Pengujian atas kecurangan waktu, dapat dilakukan dengan merekonsiliasi total jam yang
dibayar menurut catatan penggajian dengan catatan jam kerja yang independen.
Laporan beban yang curang, merupakan prosedur tambahan sebagai bagian dari pengujian
penggajian dan personalia.
Metodologi untuk Merangcang Pengujian atas Rincian Saldo
Metodologi untuk memutuskan pengujian atas rincian saldo yang tepat bagi akun
kewajiban penggajian sama dengan akun neraca akuisisi dan pembayaran.

Mengidentifikasi Risiko Bisnis Klien yang Mempengaruhi Penggajian (Tahap I)

Risiko bisnis klien dapat terjadi pada kesepakatan kompensasi yang kompleks, yang
mencakup bonus dan rencana opsi saham serta kesepatan kompensasi yang ditangguhkan
lainnya.

Menetapkan Materialitas Kinerja dan Menilai Risiko Inheren (Tahap I)

Selain petensi kecurangan, risiko inheren umumnya rendah bagi semua tujuan audit
yang berkaitan dengan saldo. Jika sebagian besar transaksi melibatkan kas, ada risiko inheren
berupa kecurangan penggajian.

Menilai Risiko Pengendalian dan Melaksanakan Pengujian yang Terkait (Tahap I dan II)

Pembahasan mengenai penilaian risiko pengendalian dan pengujian pengendalian


serta pengujian substantif atas transaksi yang berhubungan dengan ikhtisar tujuan audit yang
berkaitan dengan transaksi, pengendalian kunci, pengujian pengendalian, dan pengujian atas
transaksi untuk penggajian.

Melaksanakan Prosedur Analitis (Tahap III)

Prosedur Analitis Salah Saji yang Mungkin


Membandingkan saldo akun beban penggajian Salah saji akun beban penggajian
dengan tahun-tahun sebelumnya (disesuaikan dengan
kenaikan tingkat upah dan kenaikan volume)
Membandingkan TKL sebagai persentase dari Salah saji TKL dan persediaan
penjualan langsung dengan tahun-tahun sebelumnya
Membandingkan beban komisi sebagai persentase Salah saji beban komisi dan
dari penjualan dengan tahun-tahun sebelumnya kewajiban komisi
Membandingkan beban pajak penggajian sebagai Salah saji beban pajak penggajian
persentase dari gaji dan upah dengan tahun-tahun dan kewajiban pajak penggajian
sebelumnya (disesuaikan dengan perubahan tarif
pajak)
Membandingkan akun pajak penggajian akrual Salah saji pajak penggajian akrual
dengan tahun-tahun sebelumnya dan beban pajak penggajian

Merancang dan Melaksanakan Pengujian atas Rincian Saldo untuk Akun Kewajiban dan
Beban (Tahap III)

Verifikasi akun kewajiban yang berkaitan dengan penggajian accrued payroll


expenses bersifat langsung jika pengendalian internal telah beroperasi secara efektif. Jika
auditor merasa puas bahwa transaksi penggajian telah dicatat dengan benar dalam jurnal
penggajian terkait telah disiapkan secara akurat serta pajak dibayar tepat waktu, pengujian
atas rincian saldo tidak akan menghabiskan banyak waktu.

Dua tujuan audit yang berkaitan dengan saldo utama dalam mengujia kewajibasn
penggajian:

1. Akrual dalam neraca saldo telah dinyatakan pada jumlah yang benar (keakuratan)
2. Transaksi dalam siklus penggajian dan personalia telah dicatat pada periode yang benar
(cutoff)

Akun kewajiban yang utama dalam siklus penggajian dan personalia:

Jumlah potongan dari gaji karyawan, dapat diuji dengan membandingkan saldo dengan
jurnal penggajian, formulir pajak penggajian yang dibuat pada periode selanjutnya, dan
pengeluaran kas periode selanjutnya.
Gaji dan upah akrual, terjadi setiap kali karyawan belum menerima upah yang telah
menjadi haknya selama beberapa hari atau jam terakhir hingga periode selanjutnya.
Setelah auditor menentukan kebijakan perusahaan untuk mengakrualkan upah dan
mengetahui bahwa hal tersebut konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya, prosedur audot
yang tepat untuk menguji cutoff dan keakuratan adalah menghitung ulang akrual klien.
Komisi akrual, hal pertama yang dilakukan adalah menentukan sifat perjanjian komisi dan
kemudian menguji perhitungannya berdasarkan perjanjian tersebut. Auditor harus
membandingkan metode untuk mengakrualkan komisi dengan tahun-tahum sebelumnya
demi tujuan kompensasi.
Bonus akrual, verifikasi atas akrual yang tercatat dapat dicapai dengan
membandingkannya dengan jumlah yang diotorisasi pada risalah rapat dewan direksi.
Pembayaran cuti liburan, cuti sakit, atau tunjangan akrual lainnya, kebijakan perusahaan
untuk mencatat kewajiban harus ditentukan pertama kali, setelah itu jumlah yang tercatat
harus dihitung ulang.
Pajak penggajian akrual, dapat diverfikasi dengan memeriksa formulir pajak yang
disiapkan pada periode selanjutnya untuk menentukan jumlah yang sudah harus dicatat
sebagai kewajiban pada tanggal neraca.
Pengujian atas rincian saldo untuk akun beban, pengujian tambahan yang ekstensif hanya
diperlukan apabila auditor mengungkapkan defisiensi yang signifikan dalam pengujian
kewajiban.
Kompensasi pejabat, auditor harus memverifikasi apakah total kompensasi pejabat
merupakan jumlah yang diotorisasi oleh dewan direksi, karena gaji dan bonusnya harus
dimasukkan dalam form 10-K SEC dan SPT PPh federal.
Komisi, total komisi dapat diverifikasi dengan mengalikan tingkat komisi untuk setiap
penjualan dengan jumlah penjualan dalam kategori tersebut.
Beban pajak penggajian, dapat diuji dengan merekonsiliasi total penggajian disetiap
formulir pajak penggajian dengan total penggajian untuk seluruh tahun, kemudian dihitung
ulang dengan mengalikan tingkat yang sesuai dengan penggajian kena pajak.
Total penggajian, pengujian yang dilakukan yaitu rekonsiliasi total beban penggajian
dalam general ledger dengan SPT PPh dan formulir W-2, dengan tujuan menentukan
apakah trasnsaksi penggajian dibebankan ke akun non penggajian atau sama sekali tidak
dicatat dijurnal penggajian.
Tenaga kerja kontrak, untuk mengurangi biaya penggajian banyak organisasi melakukan
kontrak dengan organisasi luar untuk menyediakan staf.

Tujuan Penyajian dan Pengungkapan

Auditor dapat menggabungkan prosedur audit yang berhubungan dengan keempat


tujuan penyajian dan pengungkapan dengan pengujian atas rincian saldo akun kewajiban dan
beban.