Anda di halaman 1dari 2

ABSTRAK

Wa Ode Sardiana. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian


Kusta di Desa Mola Selatan Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten
Wakatobi (dibimbing oleh Irwan Amar dan Wa Ode Azfari Azis).
Penyakit kusta merupakan penyakit kronik yang masih menjadi
masalah di negara berkembang. Desa Mola Selatan merupakan daerah
endemik tinggi kusta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan
antara faktor-faktor yang dicurigai berhubungan dengan kejadian kusta di
desa Mola Selatan Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten
Wakatobi.
Metode penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan
menggunakan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional).
Subjek penelitian ini adalah penduduk desa Mola Selatan dengan jumlah
populasi 342 orang. Pemilihan sampel dengan Simple Random Sampling
menghasilkan sampel sebanyak 184 orang, dengan perincian yaitu 25
orang yang sudah terdiagnosis kusta dan 159 orang yang belum pernah
melakukan diagnosa. Instrumen dalam penelitian berupa kuesioner, dan
rollmeter. Analisis data menggunakan uji Chi-square.
Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara personal hygiene
(p=0,001); tingkat pengetahuan (p=0,009); dan ada hubungan antara jarak
rumah (p=0,008) dengan kejadian kusta.
Diharapkan kepada pihak Puskesmas Wangi-Wangi Selatan untuk
memberikan penyuluhan yang menyeluruh dan berkelanjutan kepada
masyarakat desa Mola Selatan dalam upaya peningkatan pengetahuan
mengenai kusta yang meliputi gejala dan cara penularan, pengobatan
maupun pencegahan. Untuk masyarakat sebaiknya mengikuti
penyuluhan tentang kusta dan dapat berperan serta dalam upaya
pencegahan dan penanggulangan kusta yang telah diupayakan oleh
pemerintah. Sedangkan bagi penderita kusta diharapkan lebih
meningkatkan personal hygiene, khususnya dalam penggunaan alat
pribadi (pemakaian handuk, sabun, sisir dan peralatan pribadi lainnya),
serta rutin untuk melakukan pengobatan.

Kata Kunci: Kusta, Tingkat Pengetahuan, Personal Hygiene, Jarak Rumah

7
ABSTRACT

Wa Ode Sardiana. "Factors Associated with Leprosy incident in the


village of South Mola Southern District of Wangi-Wangi Wakatobi" (guided
by Irwan Amar and Wa Ode Azfari Azis).
Leprosy is a chronic disease that is still a problem in developing
countries. South Mola village is a high endemic area of leprosy. The
purpose of this study to determine the relationship between the factors
suspected of being associated with the incidence of leprosy in the village
of South Mola Southern District of Wangi-Wangi Wakatobi.
The research method was quantitative research using the scheme
would cross sectional study (cross-sectional). The subjects were residents
of South Mola village with a population of 342 people. Selection of the
sample with simple random sampling resulted in a sample of 184 people,
with details of 25 people who are diagnosed with leprosy and 159 people
who have never had a diagnosis. Instruments in the form of a
questionnaire research, and rollmeter. Data analysis using chi square test.
The results showed no relationship between personal hygiene (p =
0.001); level of knowledge (p = 0.009); there is a relationship between the
and distance house (p = 0.008) and the incidence of leprosy.
It is expected that the health center Wangi Wangi-South to provide
comprehensive and sustainable education to people in rural South Mola in
an effort to increase knowledge about leprosy which include symptoms
and modes of transmission, treatment and prevention. To the public
should follow the education about leprosy and can participate in
prevention and control of leprosy have been pursued by the government.

Keywords: Leprosy, Level of Knowledge, Personal hygiene, Distance


House