Anda di halaman 1dari 6

Surveilans dan Penanganan

Hepatitis
Puskesmas Sumedang Selatan

No Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit : 17 September
2016
Halaman :
Kabupaten Hj. Ilah Siti Harmilah, S.Kep., Ners
Sumedang NIP. 19670820 198803 2 008

1. Pengertian - Surveilans adalah serangkaian kegiatanyang dilakukan


secara sistematis (pengumpulan data dan informasi
,pengolahan dan analisa di lokasi kejadian
- Kasus Hepatitis adalah penyakit hati akibat virus hepatitis
A yang dapat menyebabkan kesakitan ringan sampai berat.
Hepatitis menyebar secara fecal oral ketika seseorang
menkonsumsi makanan atau minuman yang
terkontaminasi tinja orang yang terinfeksi virus
hepatitis A
Timbulnya penyakit ini berhubungn dengan sanitasi
yang buruk dan rendahnya kebiasaan hygiene personal
seperti cuci tangan.
Seperti umumnya penyakit virus ,penderita hepatits A
sebagian besar mengalami penyembuhan sendiri (self
limiting desease) dengan kematian sangat kecil 0,1
0,3 %
Hepatitis A setring timbul baik sporadis maupun
sebagai suatu epidemi dan periode waktu sampai 2 bln.

2. Tujuan - Untuk identifikasi daerah resiko tinggi ;


Menegakan diagnosa
Memastikan terjadi KLB
Menentukan kasus tambahan serta kelompok rentan
- Upaya pengobatan penderita untuk mencegah komplikasi
yang berat serta sekaligus menghilangkan sumber
penularan.
3. Kebijakan SK Kep Puskesmas No 445 / 039/ PKM/ IX/ 2016

4. Referensi - UU no 4 tahun 1984 tentang wabaha penyakit menular


- PP No 40 tahun 1991 tentang penanggulangan wabah
penyakit menular.
- Permenkes nomor 1501/Mentri/ Per/X/2010 tentang jenis
penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan wabah
dan upaya penanggulangan
- Buku pedoman Epidemiologi Penyakit oleh Seksi P2P
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang tahun 2014 ( Edisi
Surveilans dan Penanganan
Hepatitis
Puskesmas Sumedang Selatan

No Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit : 17 September
2016
Halaman :
Kabupaten Hj. Ilah Siti Harmilah, S.Kep., Ners
Sumedang NIP. 19670820 198803 2 008

revisi thn 2011 ).


- Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
021/Menkes/SK/I/2011 tentang rencana strategis
Kementrian Kesehatan tahun 2010 2014.
- Peraturan Menteri kesehatan nomor
940/MENKES/PER/VIII/2004 tentang sistem
kewaspadaan dini Kejadian luar biasa.

5. Prosedur Prosedur tetap persiapan petugas:


- Alat tulis
- Formulir W1
- Formulir W2
- Form STP KLB
- Form STP sentinel
- Tensimeter
- Termometer
- Senter
- Timbangan berat badan
- Blangko resep
- Kartu penderita
- Form Rujukan
- Stop Wacth
- Blangko pelacakan

6. Langkah-langkah Sebelumnya beritahu pasen ,orang tua pengantar setiap jenis


pemeriksaan yang akan dilakukan
- Anamnesa ;
Nama pasen
Nama orang tua
Pekerjaan orang tua
Umur
Alamat
Riwayat penyakit dahulu
Riwayat penyakit sekarang
- Pemeriksaan
Petugas memeriksa K/U pasen (baik,sadar,gelisah atau
rewel)
Petugas mengukur suhu badan penderita
Surveilans dan Penanganan
Hepatitis
Puskesmas Sumedang Selatan

No Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit : 17 September
2016
Halaman :
Kabupaten Hj. Ilah Siti Harmilah, S.Kep., Ners
Sumedang NIP. 19670820 198803 2 008

Petugas menghitung nadi penderita dalam 1 mnt


Petugas menghitung respirasi selama 1 mnt
Petugas memeriksa apakah ada demam ,sakit
kepala,lelah,kehilangan napsu makan ,perut
kembung,mual muntah , urine berwarna gelap, dan
jaundice (kekuningan pada kulit dan bagian putih
mata ).
Petugas memeriksa apakah ada gejala lain/komplikasi
lain
- Petugas menentukan diagnosis.
Kasus probable berdasarkan gejala klinis yang
mendukung kearah hepatitis dan pemeriksaan
laboratorium Billirubine Urine +.
Kasus konfirmasi yaitu ditemukannya anti bodi Igm
terhadap virus hepatitis A(Igm anti HAV)pada serum
sebagai pertanda yang bersangkutan menderita
penyakit akut.
Meningkatnya titer antibodi spesifik 4x atau lebih
dalam pasangan serum ,anti bodi dapat dideteksi
dengan RIS atau ELISA.

- Petugas memberikan pengobatan


Tidak ada pengobatan spesipik hanya pengobatan suportif
dan menjaga keseimbangan nutrisi.Penderita
membutuhkan istirahat yang cukup serta makanan rendah
lemak.

- Petugas memberikan penyuluhan tentang PHBS.

- Melakukan pencatatan pelaporan


Langkah-langkah sistem kewaspadaan dini Hepatitis A:
- Pelacakan epidemiologi ditemukannya lebih dari satu
penderita dalam satu klaster dengan gejala klinis hepatitis
A ( demam,sakit kepala, lelah, napsu makan menurun,perut
kembung,mual dan muntah yang diikuti dengan jaundice
,air kencing berwarna gelap dll) merupapakan sinyal
dugaan terjadi KLB hepatitis A.
- Mengetahui besaran masalah(jumlah kasus)
Surveilans dan Penanganan
Hepatitis
Puskesmas Sumedang Selatan

No Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit : 17 September
2016
Halaman :
Kabupaten Hj. Ilah Siti Harmilah, S.Kep., Ners
Sumedang NIP. 19670820 198803 2 008

- Petugas melakukan Identifikasi faktor resiko;penyebab dan


cara penularan,misal kelompok penduduk ,kepadatan,
hunian rumah dan perilaku ,kebiasaan masyarakat dsb.
(identifikasi populasi yang beresiko).
Bila sumber penularan adalah air maka dilakukan
desinfeksi sumber air tsb.
Bila akibat pangan yang terkontaminasi maka
dilakukam perbaikan hygiene sanitasi dan pengamanan
pangan.Sumber penularan tersebut diisolasi sampai di
yakini tidak mengandung virus.
- Menggambarkan karateristik KLB variabel waktu,tempat
dan orang.
- Melakukan tindakan penanggulangan KLB hepatitis yaitu
dengan melakukan tata laksana kasus guna pengendalian
dan pencegahan untuk menekan serendah mungkin angka
kesakitan.
Penemuan kasus
Setiap kasus yang ditemukan di catat dalam formulir
PE KLB
Pencarian kasus tambahan dan identifikasi kontak
Pencatatan dan pelaporan; Setiap kasus hepatitis yang
ditemukan baik yang berasal dari dalam dan luar
wilayah kerja dicatat dan dilaporkan sebagai KLB.Juga
ke dalam laporan rutin lainnya ke Dinas Kesehatan.
Pendokumentasian laporan rutin dan lap KLB
Petugas menindak lanjuti penyebab masalah guna
memutus rantai penularan dengan perbaikan sanitasi
juga pengamanan makanan.
Pengobatan kepada penderita yang ditemukan
Analisa data
Tabulasi data kasus hepatitis menurut
bulan,desa.kelompok umur dan status
immunisasi,grafik trend kasus hepatitis setiap bulan
dan tahun.
Membuat grafik kasus hepatitis berdasarkan gol umur.
Membuat spot map kasuhepatitis berdasarkan desa
Penyuluhan PHBS dan cara inaktivasi virus hepatitis
A:
Surveilans dan Penanganan
Hepatitis
Puskesmas Sumedang Selatan

No Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit : 17 September
2016
Halaman :
Kabupaten Hj. Ilah Siti Harmilah, S.Kep., Ners
Sumedang NIP. 19670820 198803 2 008

1.Pemanasan pada suhu 85 o C selama 1 mnt


2.Sterilisasi dengan otoklaf pada suhu 121 oC selama
20
mnt
3.Radiasi ultra violet pada 1,1 w pada kedalaman 0,9
cm
selama 1 mnt
4.Sterilisasi dengan formalin 8 % selama 1 mnt pada
suhu 25 o C
5. Desinfeksi dengan larutan potasium permanganat 30
mg/ltr selama 5 mnt
6. Desinfeksi dengan larutan iodine 3 mg /ltr selama 5
mnt.
7. Desinfeksi dengan larutan klorin bebas residu 2-2,5
mg/ltr selama 15 mnt.
8. Desinfeksi dengan larutan mengandung klorin (3-10
mg) /ltr .larutan sodium hipoklorit pada suhu 20 OC
selama 5-15 mnt.

Pemantauan wilayah yang terkena KLB hepatitis


secara terus menerus selama 1 bln
Petugas melakukan diseminasi informasi
Mendiskusikan hasil kajian data tersebut dengan
pimpinan puskesmas dan program yang terkait pada
pertemuan berkala puskesmas.
Petugas melakukan monitoring dan evaluas dilakukan
secara aktif yaitu melalui supervisi dan secara pasif
melalui laporan kegiatan.
Bagan Alir
7.

8. Hal-hal yang Apabila muncul sekelompok orang (cluster) menderita hepatitis A


Surveilans dan Penanganan
Hepatitis
Puskesmas Sumedang Selatan

No Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit : 17 September
2016
Halaman :
Kabupaten Hj. Ilah Siti Harmilah, S.Kep., Ners
Sumedang NIP. 19670820 198803 2 008

harus maka kewaspadaan perlu ditingkatkan karena akan bermunculan


diperhatikan kasus2 lain sampai kurang lebih 2 bln sejak kasus pertama.
9. Unit terkait - Balai Pengobatan Puskesmas
- Laboratorium
- Rumah sakit umum
10. Dokumen terkait - Formulir pelacakan kasus hepatitus A
- Laporan W1
- Laporan W2 migguan
- Laporan STP KLB
Laporan STP Sentinel

11. Rekaman Histori