Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PERJALANAN DINAS

1. Dasar Penugasan : 445/ /PKM-O/ IV/2017, Tgl 10 April 2017


2. Nama Petugas : 1.dr Desemiyeti Ngatriany
Nip : 19771229 201001 2 010
2.Popy Laturake S.Kep
Nip : 19810403 200604 2 018
3. Theresia Ermy Wodo, Amd.Kep
Nip. 19830721 200502 2 003
3. Tujuan Perjalanan dinas : Melakukan Kegiatan Kesehatan dan Keselamatan
Kerja
4. Tanggal Perjalanan Dinas : 10 April 2017
5. Maksud Perjalanan Dinas : Pemeriksaan Tempat Kerja
[

6. Pejabat yang di temukan : Agustinus Nabuasa


( Penerima Pelayanan)
7. Hasil Kunjungan :
1. Proses Pelaksanaan : Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dapat
terlaksana dengan baik secara menyeluruh
2. Permasalahan yang di temukan :
Pemilik usaha masih belum memberikan pelayanan K3 yang baik dan benar
baik terhadap karyawannya maupun terhadap pengunjung di tempat
usahanya ,hal ini di sebabkan karna:
1) Rendahnya pengetahuan oleh pemilik usaha tentang pentingnya K3.
2) Keterbatasan modal oleh pengusaha sebagai penyebab tidak
disediakannya alat pelindung diri (APD) baik kepada karyawan
maupun terhadap pengunjung.
3. Tindak Lanjut :
Mengadakan pendekatan dengan pengusaha Yang bersangkutan agar
dapat melaksanakan program K3 dengan baik dan benar,antara lain :
1) Perencanaan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) yang
terkoordinasi.
2) Melakukan penilaian dan tindak lanjut pelaksanaan keselamatan
kerja
3) Menjaga kebersihan lingkungan kerja
4) Menggunakan fasilitas yang memadai.
5) Mengontro fungsi dan kelayakan alat-alat yang di gunakan secara
berkala.
6) Menggunakan alat perlindungan diri (APD) dalam bekerja
7) Melakukan penilaian dan tindak lanjut pelaksanaan kesehatan kerja.

8. Kesimpulan.
Berdasarkan hasil kunjungan di tempat usaha,di temukan sebagian kecil
karyawan/pekerja yang dalam melakukan kegiatan industry tidak menggunakan alat
perlindungan diri (APD),hal ini di sebabkan karna rendahnya pemahaman pihak
pengusaha tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3),sehingga
tidak di sediakan alat perlindungan diri (APD) baik yang di khususkan kepada
karyawan maupun kepada pengunjun,padahal keslamatan dan keselamatan kerja
(K3) sangat di perlukan dan harus di selenggarakan dalam setiap kegiatan
industry,karena penyakit dating tidak terduga dan tanpa di harapkan.Penarspan K3
ini harus di lakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku,di
antaranya UU No.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dan UU Nomor 36 tahun
2009 tentang kesehatan.

9. SARAN :
Di harapkan kepada pengusaha agar menerapkan program K3 dengan baik dan
benar,mengingat keselamatan dan kesehatan setiap orang menjadi prioritas dalam
melaksanakan pekerjaan.
Oesao, 10 April, 2017
Yang Melapor,

dr. Desemiyety Ngatriany


Nip. 19771229 201001 2 010

Popy Laturake, S.Kep


Nip. 19810403 200604 2 018

Theresia Ermy Wodo, Amd.Kep


Nip. 19830721 200502 2 003

LAPORAN PERJALANAN DINAS

1. Dasar Penugasan : 445/ /PKM-O/ IV /2017, Tgl 13 April 2017


2. Nama Petugas : 1.dr. Desemiyeti Ngatriany
Nip : 19771229 201001 2 010
2. Popy Laturake S.Kep
Nip : 19810403 200604 2 018
3. Tujuan Perjalanan dinas : Melakukan Kegiatan Kesehatan dan Keselamatan
Kerja
4. Tanggal Perjalanan Dinas : 13 April 2017
5. Maksud Perjalanan Dinas : Pembinaan dan Pemantauan Kesehatan Kerja
6. Pejabat yang di temukan : Agustinus Nabuasa
( Penerima Pelayanan)
7. Hasil Kunjungan :
a. Proses Pelaksanaan : memeberikan arahan dan bimbingan tentang
kesehatan dan keselamatan kerja kepada pemilik usaha dan karyawan ditempat
usaha mereka masing-masing. Arahan dan bimbingan kesehatan dan
keselamtan kerja tersebut diresponi dengan baik.
[

b. Permasalahan yang ditemukan :


1) Pemilik usaha belum pernah mengikuti sosialisasi tentang
kesehatan dan keselamatn kerja
2) Masih ditemukan banyak karyawan yang dalam melakukan
kegiatan industry ditempat kerja mereka tidak menggunakan alat
perlindungan diri ( APD ), karena tidak disediakan oleh pihak
pemilik usaha.
3) Kondisi ruang kerja tidak memenuhi syarat kesehatan, masih
ditemukan keadaan tempat kerja yang kotor, banyak debu, panas,
dan zat kimia ada dimana-mana.
c. Tindak Lanjut :
1) Menyarankan kepada pemilik usaha untuk dapat melibatkan diri
dalam setiap kegiatan sosialisasi yang berhubungan dengan
kesehatan dan keselamatan kerja.
2) Menyarankan kepada pemilik usaha untuk menyediakan alat
perlindungan diri kepada para karyawannya agar mereka dapat
terhindar dari kecelakaan kerkja.
3) Menyarankan kepada para karyawan agar selalu menggunakan alat
perlindungan diri dalam melakukan pekerjaan mereka.
4) Menyarankan kepada pemilik usaha untuk memperhatikan
kesehatan lingkungan ditempat usahanya, dengan cara tidak
membiarkan sampah sisa produksi berserakan ditempat usaha
mereka.

8. Kesimpulan :
dari hasil pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kesehatan dan
keselamatan kerja, ditemukan tempat usaha tidak disertai sarana dan prasarana
kesehatan dan kesehatan kerja. Masih ditemukan juga lingkungan tempat usaha
yang kotor, banyak sampah yang berserakan ditempat usaha, tidak tersedia
peralatan perlindungan diri. Permasalahan tersebut kebanyakan disebabkan karena
kurangnya pengetahuan tentang pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja, serta
kurangnya modal bagi pengusaha dalam menyediakan sarana prasarana yang
berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan kerja.
9. Saran :
Karena kesehatan dan keselamatan kerja ( K3 ) sangat penting bagi karyawan
selama bekerja, sehinggah diharapkan kepada :
1. Pemilik usaha
a. mengikuti sosialisasi atau pelatihan tentang kesehatan dan
keselamatan kerja baik yang diselengarakan oleh pihak pemerintah
maupun pihakm suwasta, serta dapat membangun hubungan
kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam hak terciptanya
kesehatan dan keselamatan kerja serta kesehatan lingkungan.
b. menyediakan alat perlindungan diri kepada para karywannya, dan
menyediakan tempat pembuangan limbah sisah produksi yang layak
dan memenuhi syarat-syarat kesehatan lingkungan.
c. mengharuskan kepada para karyawan untuk selalu mengutamakan
kesehatan dan keselamatn kerja dalam melakukan pekerjaan
ditempat kerjanya.
d. memasang spanduk yang berisikan tentang kesehatan dan
keselamatan kerja ditempat usahanya.
2. para karyawan
a. Selalu menggunakan alat-alat perlindungan diri selama berada
ditempat kerja
b. Membuang sampah sisa produksi pada tempat yang disediakan khusus
untuk pembungan sampah.

Oesao, 13 April 2017


Yang Melapor,

dr. Desemiyety Ngatriany


Nip. 19771229 201001 2 010

Popy Laturake, S.Kep


Nip. 19810403 200604 2 018