Anda di halaman 1dari 17

BAB II

PEMBAHASAN

A. Struktur Organisasi Perusahaan

MUHAMMAD FADHIL

(KETUA)

M. REZKI ALFANDI

(WAKIL KETUA ASPEK


PRODUKSI I)

RIAT SUSANTO

(WAKIL KETUA ASPEK


PRODUKSI II)

FEBRI AIDIRA

(WAKIL KETUA ASPEK


PEMASARAN )

SAFTA PRILIKA G.

(WAKIL KETUA ASPEK


EKONOMI )

B. Profil Perusahaan
Menjelaskan tentang ;
1. Jenis Usaha
Usaha yang ingin kami dirikan adalah budidaya jambu air madu deli hijau dan menjualnya
langsung
2. Nama Perusahaan
Deli Fresh Store
3. Lokasi
JL. Sakuntala, Pekanbaru Riau
C. Aspek Produksi
a. Perawatan ( exclusive and secret)
1. Siapkan bahan-bahan untuk penanaman jambu air madu deli hijau : polibag 20 cm dan 60 cm,
media tanam, bibit asal stek ukuran 40 cm, ajir. Polibag dapat diganti dengan pot plastik, semen
atau drum. Polibag 20 cm untuk penanaman awal, polibag 60 cm untuk penanaman lanjutan.
2. Masukkan media tanam berupa campuran tanah berpasir dan pupuk kandang hasil ferementasi
dengan perbandingan 1:3. Tanah dapat diganti dengan kompos steril. Pupuk kandang dianjurkan
asal kotoran sapi atau kambing. Saat tanaman memasuki umur produksi (7 bulan pasca panen)
dan siap dibuahkan, diganti dengan pupuk kandang asal kotoran unggas supaya buah yang
dihasilkan lebih baik tekstur dan rasanya.
3. Isi sepertiga bagian polibag lalu masukkan bibit di bagian tengah, selanjutnya tutup bibit dengan
media. Tancapkan ajir sebagai penopang bila diperlukan.
4. Lakukan pemangkasan untuk membentuk tajuk sehingga terbentuk pola 1-3-7-13, 1 cabang
utama 3 cabang primer 7 cabang sekunder 13 cabang tersier. Pemangkasan pertama pada umur 4
bulan setelah dipindah di pot, selanjutnya setiap 3 bulan lakukan pemangkasan penyeimbang.
5. Pemupukan lanjutan berupa pupuk organik dan seminim mungkin pupuk anorganik. Setiap bulan
tambahkan 1 kg pupuk kandang.
6. Pengairan secara irigasi tetes dengan frekuensi 1 kali sehari saat tanaman berumur 0-7 bulan.
Memasuki umur produksi 2 kali sehari pada musim kemarau 3 kali selama masing-masing 15
menit atau setiap tanaman mendapat 2-3 liter penyiraman.
7. Penjarangan bunga dengan cara membuang bunga bagian tengah supaya besar buah maksimal
dan buah tidak saling bergesekan.
8. pembungkusan buah saat pentil yakni 14-15 hari setelah bunga menjadi buah menggunakan
plastik putih transparan untuk menghindari lalat buah. Panen saat kondisi buah terlihat penuh,
cuping dipantat buah sudah maksimal.

Perawatan buah (kendala dan cara mengatasi jambu madu deli hijau)

Kendala Solusi
Rasa tidak manis dan bergabus -Siram tanaman secara rutin 2 kali sehari saat
tanaman berbunga dan berbuah. Seminggu sebelum
panen hentikan penyiraman
-Untuk memaniskan, berikan pupuk yang
mengandung Mg misal MgSO4 (Garam inggris).
-usakan cahaya tak masuk kedalam sela-sela
tanaman sehingga buah ikut berfotosintesis
-tekstur bergabus (heart rot) diatasi dengan
memberikan borax (H3BO3)
Serangga dan lalat buah -Lakukan pembungkusan pada hari ke 14-16 setelah
penyerbukan atau buah sebesar lengkeng
Buah terbakar -hindari pemakaian pembungkus transparan
-hindari memangkas tajuk saat tanaman berbuah agar
buah tetap ternaungi daun
Buah pecah -hindari tanaman kekurangan air, sehingga pengairan
harus rutin saat tanaman berbuah
-Pumupukan tidak berlebihan lebih baik sedikit tapi
rutin
Buah rontok -Gunakan pupuk P dan K hindari urea dan Za.
-Buah dipertahankan maksimal 4 buah perdompolan
-buat beberapa lubang di pembungkus
Buah terserang hama, penyakit, atau organisme -Semprot dengan pestisida setiap minggu. Namun 2
pengganggu lain minggu menjelang panen, penyemprotan dan
pemberian pestisida di hentikan

b. Media Tanam
Komposisi media tabulampot yaitu pasir, tanah merah, pupuk kandang (kotoran ayam),
sekam kosong (1 : 3 : 3 : 3) di tambah pupuk makro-mikro, jika untuk masa vegetatif
( pertumbuhan) N lebih tinggi dari pada P dan K, sedangkan untuk masa generatif ( berbuah)
P dan K nya lebih tinggi dari pada N. Untuk mendapatkan pH yang ideal tambahkan juga
dolomitek, karena menggunakan pupuk kandang, jika perlu gunakan nematisida untuk
menghambat berkembang biaknya nematoda (cacing kecil perusak akar ). Agar pembusukan
lebih cepat gunakan EM4, Jika kotoran ayam baru diangkat dari kandang, media yang kita
buat baru akan bisa di pakai sekitar 14 hari, atau indikasi yang bisa kita lihat adalah aroma
bau dan panas sudah tidak ada pada media tanam yang kita buat (Yandianto, 2003).

c. Pot
Pot yang digunakan pada tabulampot di bagi menjadi 2 bagian, yang pertama masa pertumbuhan
atau bisa juga dengan menggunakan polybag dan yang kedua untuk masa dewasa (berbuah).Tanaman di
pindahkan kedalam pot yang berukuran lebih besar. Pemindahan yang dilakukan diharapkan tidak merusak
akar, sehingga tidak mengakibatkan tanaman menjadi mati (Yandianto, 2003).

d. Tahapan Pelaksanaan Mencangkok :


Menurut Prahasta (2009), bahan bahan yang diperlukan dalam mencangkok, yaitu pohon
induk, pisau yang tajam atau pisau silet, kantong plastik, tanah bercampur pupuk gembur,
gunting tumbuhan, satu meter tali rafiah dan dibagi menjadi dua bagian, kapas dan air bersih,
serta desinfektan untuk tumbuhan.
Pilih cabang atau ranting yang tidak terlalu tua atau terlalu muda, dengan ukuran sebesar ibu jari.
Pilihlah tanaman yang kuat, produktif, dan tahan terhadap hama penyakit untuk di cangkok. Ini
penting karena tanaman baru nantinya akan memiliki karakter yang sama dengan tanaman induk nya,
dengan diameter 2 cm.

Kuliti batang hingga bersih sepanjang 5 - 10 cm, cara mengulitinya hati hati, tidak boleh merusak
jaringan penting pada dahan pohon tersebut,

Basahi kapas dengan air bersih dan bersihkan bagian dahan yang dikuliti. Kambiumnya dibersihkan
sampai bersih, lalu diangin anginkan. Basahi kapas dengan desinfektan tumbuhan agar dahan tidak
terinfeksi oleh bakteri dan virus.

Gunakan media tumbuh campuran tanah + pupuk kandang (2 : 1).

Tutup hasil karatan dengan media yang telah disediakan, kemudian bungkus dengan plastik atau
sabut kelapa dan ikat pada bagian pangkal dan ujungnya. Bila menggunakan plastik, lubangi plastik
terlebih dahulu. Caranya adalah plastik membungkus dahan bagian bawah, kemudian isi plastik
tersebut dengan tanah gembur. Bungkus dengan plastik kedua seperti membungkus permen. Lalu,
ikat kedua ujung dengan tali rafiah hingga membungkus seluruh dahan pohon yang dikuliti.

Lakukan penyiraman secara rutin bila kering atau tidak ada hujan, hal ini bertujuan untuk menjaga
kelembaban tanah.

Setelah keluar akar (umur 2-3 bulan), hasil cangkokan bisa dipotong dan dipindahkan ke polibag.
Potonglah bagian bawah cangkokan dan sebaiknya menggunakan gergaji supaya tidak merusak
parakarannya.

Dengan hati hati, buanglah pembungkusnya. Masukkan akar ke dalam air, lalu ditanamankan.

Siram hasil cangkokan dan letakkan ditempat teduh dan lembab. Untuk mengurangi penguapan,
sebagian cabang dipotong dengan menyisakan satu atau dua cabang saja.

Setelah batang sudah kuat, tanaman jambu biji bisa di pindahkan ke dalam pot.

e. Pemangkasan
Pemangkasan yang dilakukan, akan menghasilkan tabulampot yang terlihat cantik dan kokoh. Yang
perlu perhatikan yaitu sewaktu ingin melakukan pemangkasan adalah mengetahui karakter tanamannya,
tanaman mempunyai karakter (percabangan ) yang berbeda. Dengan dilakukannya pemangkasan yang benar
tanaman akan terlihat cantik dan kokoh, Bagian yang di pangkas berbeda-beda tergantung maksud dari
pemangkasan tersebut, ada yang bertujuan untuk memberi kesan kokoh pada tanaman, agar supaya cepat
berbuah, dan untuk perawatan saja. Pemangkasan bisa dilakukan dari bibit tanaman, karena bisa bentuk
sesuai dengan keinginan (Yandianto, 2003).

f. Penyiraman
Air merupakan penyusun utama pada tubuh tanaman, air berfungsi sebagai pelarut dan media reaksi
biokimia, media transport nutrisi, mengatur pembelahan dan pembentukan sel, bahan baku fotosintesis, dan
menjaga agar suhu tanaman tetap konstan, karena itulah keberadaan air sangat di butuhkan oleh tanaman.
Kelebihan air pada pot juga tidak baik, karena akar dapat busuk dan akan menggangu pertumbuhan
tanaman. Agar tabulampot tidak mengalami kekurangan atau kelebihan air, terlebih dahulu harus mengetahui
karakter media tamam dan kepadatan akar pada pot. Kepadatan akar pada pot bisa menambah frekuensi
penyiraman, ganti pot yang lebih besar ketika tanaman sudah besar (Yandianto, 2003).
Penyiraman adalah salah satu faktor tabulampot akan terlihat cantik, indah dan berbuah. Penyiraman dapat
dilakukan satu atau dua kali sehari, tergantung dengan keadaan tanaman. Tanaman yang baru di pot, ukuran
pot, keporousan media tanaman (daya ikat media terhadap air), umur tanaman (padat tidaknya akar pada
pot), cuaca dan karakteristik tanaman bisa berpengaruh pada volume dan frekuensi menyiram. Penyiraman
juga bisa mengendalikan hama, dengan menyiram batang dan daun tanaman (Yandianto, 2003).

g. Pemupukan
Karena terbatasnya media tanam pada tabulampot, pemupukan sangat berperan
penting untuk pertumbuhan tanaman. Pemupukan pertama lakukan pada waktu awal
tanaman ditanam pada pot, campur dengan media, gunakan pupuk osmokot/gandasil
(slowrealees 6 bulan). Tahun pertama (masa pertumbuhan) gunakan pupuk yang seimbang,
NPK (15;15;15), lakukan satu bulan sekali dengan dosis untuk pot 40 cm 1/3 genggam dan
pot 60 cm 1/2 genggam orang dewasa. Jika umur tanaman telah dewasa dan siap untuk
berbuah, gunakan NPK (10 : 30 : 30) yang mempunyai kandung fospor dan kalium yang lebih
tinggi. Fosfor dan kalium yang terkandung merangsang pembentukan bunga dan buah.
Gunakan pupuk NPK seimbang kembali setelah panen buah, ini berguna untuk memperbaiki
struktur tanaman. Penggunaan pupuk yang langsung di aplikasikan ke pot (di tabur) akan
lebih efektif jika menggunakan pupuk daun (disemprot) (Yandianto, 2003).

h. Zat Pengatur Tumbuh


Zat pengatur tumbuh (ZPT) adalah bahan kimia yang dapat memberi pengaruh menghentikan,
mempercepat atau merubah proses pertumbuhan tanaman (Yandianto, 2003). Hormon yang sering disebut
juga fitohormon merupakan sekumpulan senyawa organik, baik yang terbentuk secara alami maupun buatan.
ZPT dalam kadar sangat sedikit mampu menimbulkan reaksi atau tanggapan baik secara biokimia, fisiologis
maupun morfologis, yang berfungsi untuk mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, maupun pergerakan
taksis tanaman atau tumbuhan baik dengan mendorong, menghambat, atau mengubahnya. Kadar kecil
yang dimaksud berada pada kisaran satu milimol per liter sampai satu mikromol per liter. ZPT berbeda
dengan undur hara atau nutrisi tanaman, baik dari segi fungsi, bentuk, maupun senyawa penyusunnya
(Rajan, 2007).

i. Hama dan Penyakit


Hama adalah sejenis hewan yang merusak tanam tanaman. Hewan sebagai hama tanaman dapat
dibedakan jenis, yaitu : serangga ( insek ), ulat, siput, tikus, dan lain lain. Diantara sekian banyak hama
tanaman sebagian besar terdiridari serangga atau insek, misalnya : belalang ( Dissosteira carolin ) , kutu
loncat ( Psylla alni ), jangkrik ( Gryllus assimilis ), ulat daun ( handeuleum Doleschallia polibete), siput atau
keong darat ( Amphidromus perversus ), tikus ( Mus musculus) dan lain- lain. Tidak semua serangga itu
adalah hama. Ada kalanya serangga justru membasmi hama karena makanannya adalah serangga. Serangga
yang membunuh hama disebut predator (Yandianto, 2003).
Serangan hama pada tanaman pot tidak sehebat serangan hama pada tanaman pertanian. Hal ini mengingat
pot pada umumnya tidak banyak dan ada kalanya di simpan di dalam ruangan. Meskipun demikian hama
memang harus diberantas karena sangat merugikan. Karena serangan hama pada tanaman pot tidak sebesar
serangannya terhadap tanaman ladang, maka dalam batas- batas tertentu tidak perlu digunakan pestisida
( racun pembasmi hama) atau insektisida (racun pembasmi serangga) (Yandianto, 2003).

D. Aspek Pemasaran
Agropintar adalah kegiatan rekreatif yang memperkaya, memperluas, dan mengembangkan wawasan
seseorang lewat pertanian yang diperoleh dengan nyaman dan aman. Kegiatan Agropintar juga merupakan
kegiatan yang mengajarkan tata cara budidaya pertanian serta memberikan informasi penting akan
pengetahuan di bidang pertanian. Agar segala usia dapat menikmati Agropintar ini maka kemasannya
disesuaikan dengan usia dan jenjang pendidikan serta minat wisatawan.
Pasar utama Kebun Wisata Pasirmukti adalah siswa-siswi sekolah khususnya dan masyarakat pada
umumnya yang ingin mengetahui dan mempelajari tentang pertanian.Dengan adanya Agropintar ini maka
pengunjungatau wisatawan tertarik untuk mengunjungi Kebun Wisata Pasirmukti serta dapat menambah
wawasan mereka khususnya di bidang pertanian.
Bauran pemasaran (marketing mix) merupakan alat bagi pemasar yang terdiri atas berbagai unsur
suatu program pemasaran yang perlu dipertimbangkan agar implementasi strategi pemasaran dan
positioning yang ditetapkan dapat berjalan sukses. Peran fungsi pemasaran adalah mencapai sasaran
perusahaan dengan menghasilkan penjualan produk / jasa yang menguntungkan di pasar sasaran. Strategi
fungsional pemasaran harus menjadi pedoman para pengambil keputusan (manajer pemasaran) dalam
menentukan siapa akan menjual apa, dimana, kepada siapa, berapa banyak, dan bagaimana caranya (Pearce
dan Robinson, 1997).
Menurut Pearce dan Robinson (1997) strategi ini biasanya meliputi empat komponen : produk,
harga, tempat (distribusi) dan promosi. Bauran pemasaran pada produk barang yang dikenal selama ini,
berbeda dengan bauran pemasaran untuk produk jasa.Hal ini terkait dengan perbedaan kerakteristik jasa dan
barang. Bauran pemasaran produk barang mencakup 4P :product price, place dan promotion. Beberapa buku
terbaru menambahkan bauran pemasaran menjadi 6 :product, price, promotion, market, entry dan
pengelolaan pelanggan.
Market entry lebih kepada sasaran market atau segmen yang dituju, apakah untuk semua orang, siapa
saja, kapan saja dan dimana saja bisa menjadi target pasar, (undifferenciated market) atau termasuk segmen
terpilih (differeciated market) . Sedangkan untuk bidang jasa, keempat hal tersebut (4P :product, proce,
promotion, place) masih dirasa kurang mencukupi. Para pakar pemasaranmenambahkan tiga unsur
lagi :poeple, process, dan customer service (Lupiyoadi dan Hamdani, 2006).
Ketiga hal ini terkait dengan sifat jasa dimana tahapan operasi hingga konsumsi merupakan suatu
rangkaian yang tidak dapat dipisahkan serta mengikutsertakan konsumen serta pemberi jasa secara langsung,
dengan kata lain terjadi interaksi langsung antara keduanya (meski tidak untuk semua jenis jasa).
Empat komponen strategi fungsional pemasaran (marketing mix strategy) 4P menurut Pearce dan Robinson
(1997) maka dapat disusun beberapa hal yang menjadi kunci dalam pemasaran strategi fungsional :
a. Produk atau Jasa
- produk / jasa mana yang diutamakan
- produk / jasa mana yang paling banyak berkontribusi terhadap profitabilitas
- apa citra produk / jasa yang ingin ditonjolkan
- apa kebutuhan konsumen yang akan dipenuhi oleh produk / jasa
- apa perubahan yang akan mempengaruhi orientasi pelanggan
b. Harga
- apa yang diutamakan dalam bersaing dalam harga
- dapatkah perusahaan menawarkan diskon atau modifikasi harga yang lain
- apa kebijakan penetapan harga yang dimiliki memiliki standar nasional atau ada pengawasan
regional
- mana segmen harga yang dibidik ( tinggi, menengah, rendah, sedang dsb)
- berapa marjin laba kotor perusahaan
- apa perusahaan menekankan penetapan harga berdasarkan biaya / permintaan atau
persaingan
c. Tempat
- berapa tingkat liputan pasar yang dibutuhkan
- adakah daerah geografis prioritas
- apa saluran permintaan yang utama
- bagaimana sasaran, struktur dan manajemen saluran
- perlukah manajer pemasaran mengubah tingkat kebergantungan pada distributor, perwakilan
penjualan, dan penjual langsung
- bagaimana organisasi penjualan yang diinginkan
- apakah armada penjualan diorganisasi menurut wilayah, pasar atau produk

d. Promosi
- apa saja prioritas dan rancangan promosi yang utama
- mana prioritas dan rancangan iklan / komunikasi yang terkait dengan berbagai produk, pasar dan
wilayah
- media apa yang paling konsisten dengan strategi pemasaran keseluruhan
Sedangkan secara lebih khusus di bidang jasa, menurut Lupiyoadi dan Hamdani (2006), sebagai suatu
bauran, unsur-unsur tersebut (7 unsur di bidang jasa) saling mempengaruhi satu sama lain sehingga bila
salah satu tidak tepat pengorganisasiannya akan mempengaruhi strategi pemasaran secara keseluruhan.
Menurut Lupiyoadi dan Hamdani (2006), unsur bauran pemasaran terdiri dari 7 hal :
a. Product (produk) : jasa seperti apa yang ingin ditawarkan.
b. Price (harga) : bagaimana strategi penentuan harga.
c. Promotion (promosi) : bgaimana promosi yang harus dilakukan.
d. Place (tempat) : bagaimana sistem penyampaian jasa yang akan diterapkan.
e. Poeple (orang) : jenis kualitas dan kuantitas orang yang akan terlibat dalam pemberian jasa.
f. Process (proses) : bagaimana proses dalam operasi jasa tersebut.
g. Customer service (layanan konsumen) : tingkat jasa yang bagaimana yang akan diberikan kepada
konsumen.

i. Produk (Product)
Selnes (1993) mendefinisikan konsep produk yang berkaitan dengan reputasi produk sebagai persepsi
dari kualitas barang atau jasa yang berhubungan dengan nama produknya. Dalam konteks yang lebih luas,
reputasi produk seringkali dikaitkan dengan image.Kepuasan pelanggan dan loyalitas. Menurut Heide dan
John (1992) kualitas produk merupakan norma (norms) antara dua pihak yaitu penjual dan pembeli sehingga
kemampuan untuk memberikan produk dengan kualitas yang diharapkan akan mempengaruhi kepuasan
pengguna produk. Sedangan konsep Kennedy, et al (2001) menyatakan bahwa kualitas produk berhubungan
dengan kepercayaan terhadap tenaga penjual dan perusahaan. Dari kaca mata pemasaran jasa, produk
merupakan keseluruhan konsep objek atau proses yang memberikan sejumlah nilai kepada konsumen
(Lupiyoadi dan Hamdani, 2006). Yang perlu diperhatikan dalam produk adalah konsumen tidak hanya
membeli fisik dari produk itu saja tetapi membeli manfaat dan nilai dari produk tersebut yang disebut the
offer.Terutama pada produk jasa yang kita kenal tidak menimbulkan beralihnya kepemilikan dari penyedia
jasa kepada konsumen.Yang dimaksud dalam pembahasan produk jasa di sini adalah total produk. Total
produk terdiri atas:
Produk inti (core product), merupakan fungsi inti dari produk tersebut.
Produk yang diharapkan (expected product).
Produk tambahan (augmented product)
Produk potensial (potential product)
Tiga unsur selain core product di atas merupakan unsur yang potensial untuk jadi nilai tambah bagi
konsumen sehingga produk tersebut berbeda dengan produk yang lain. Pemasar harus dapat
mengembangkan nilai tambah dari produknya selain keistimewaan dasarnya, supaya dapat dibedakan dan
bersaing dengan produk lain, dengan kata lain memiliki citra sendiri.

ii. Penentuan Harga (Price)


Abdul Muhmin (2002) memandang harga bukan hanya merupakan bentuk nominal namun lebih
cenderung diarahkan pada elemen-elemen program pemasaran seperti harga jual produk, diskon, rebate dan
sistem pembayaran yang diterapkan kepada pengguna produk. Bagi pelanggan harga merupakan hal yang
penting karena mampu membuat pelanggan dari pasar industri memperoleh keuntungan. Biong (1993)
mengatakan bahwa produk yang mampu memberikan keuntungan, harga jual yang kompetitif, dan skema
pembayaran yang lunak akan memungkinkan pengguna memperoleh margin keuntungan yang lebih tinggi.
Strategi penentuan harga (pricing) sangat signifikan dalam pemberian nilai kepada konsumen dan
mempengaruhi citra produk, serta keputusan konsumen untuk membeli.
Penentuan harga juga berhubungan dengan pendapatan dan turut mempengaruhi
penawaran atau saluran pemasaran.Akan tetapi hal terpenting adalah keputusan dalam
penentuan harga harus konsisten dan strategi pemasaran secara keseluruhan (Lupiyoadi dan
Hamdani, 2006). Dalam memutuskan strategi

penentuan harga juga harus diperhatikan tujuan dari penentuan harga itu sendiri, antara lain:
Bertahan.
Memaksimalkan laba.
Memaksimalkan penjualan.
Gengsi atau prestis.
Pengembalian atas investasi (return of investment - ROI).
Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan harga adalah:
1. positioning(pemosisian) jasa.
2. sasaran perusahaan.
3. tingkat persaingan.
4. siklus hidup jasa.
5. elastisitas permintaan.
6. struktur biaya.
7. sumber daya yang digunakan.
8. kondisi ekonomi secara umum
9. kapasitas jasa.
Metode dalam penentuan harga antara lain:
1. penentuan harga biaya-plus (cost-plus pricing)
2. penentuan harga tingkat pembelian (rate of return pricing)
3. penentuan harga paritas persaingan (competitive parity pricing)
4. penentuan harga rugi (loss leading pricing)
5. penentuan harga berdasarkan nilai (value-based pricing)
6. penentuan harga relasional (relationship pricing)

iii. Tempat / Sistem Penyampaian Jasa (Place)


Tempat dalam jasa merupakan gabungan antara lokasi dan keputusan atas saluran distribusi, dalam hal
ini berhubungan dengan bagaimana cara penyampaian jasa kepada konsumen dan dimana lokasi yang
strategis. Lokasi berarti berhubungan dengan dengan dimana perusahaan harus bermarkas dan melakukan
operasi atau kegiatannya. Dalam hal ini ada tiga jenis interaksi yang mempengaruhi lokasi, yaitu:
Konsumen mendatangi pemberi jasa (perusahaan): apabila keadaannya seperti ini maka menjadi
sangat penting. Perusahaan sebaiknya memilih tempat yang dekat dengan konsumen sehingga mudah
dijangkau, dengan kata lain harus strategis.
Pemberi jasa mendatangi konsumen: dalam hal ini lokasi tidak terlalu penting tetapi yang harus
diperhatikan adalah penyampain jasa harus tetap berkualitas.
Pemberi jasa dan konsumen tidak bertemu secara langsung: berarti penyedia jasa dan konsumen
berinteraksi melalui sarana tertentu seperti telepon, computer, atau surat. Dalam hal ini lokasi
menjadi sangat tidak penting selama komunikasi antara kedua pihak terlaksana dengan baik.
Penyampaian jasa (saluran distribusi) juga dapat melalui organisasi maupun orang lain. Dalam penyampaian
jasa ada tiga pihak yang terlibat, yaitu:
1. penyedia jasa
2. perantara
3. konsumen

iv. Promosi (Promotion)


Hal yang perlu diperhatikan dalam promosi adalah pemilihan bauran promosi (promotion mix). Bauran
promosi terdiri atas:
iklan (advertising)
penjualan perorangan (personel selling)
promosi penjualan (sales promotion)
hubungan masyarakat (public relation)
informasi dari mulut ke mulut (word of mouth)
surat pemberitahuan langsung (direct mail)
Pemasar dapat memilih sarana yang dianggap sesuai untuk mempromosikan jasa mereka. Beberapa hal
yang perlu diperhatikan dalam kesuksesan promosi :
1. Identifikasi audiens dan target : berkaitan dengan segmentasi pasar.
2. Menentukan tujuan promosi : apakah untuk menyampaikan informasi, mempengaruhi atau
mengingatkan.
3. Pengembangan pesan yang disampaikan : berkaitan dengan isi pesan (apa yang harus disampaikan),
struktur pesan (bagaimana penyampaian pesan secara logis), gaya pesan (menciptakan bahasa yang
kuat), sumber pesan (siapa yg menyampaikan).
4. Pilihan bauran komunikasi : komunikasi personal atau nonpersonal.

v. Orang / Sumber Daya Manusia (People)


Dalam hubungannya dengan pemasaran jasa, maka orang berfungsi sebagai penyedia
jasa sangat mempengaruhi kualitas jasa yang diberikan terutama dalam hal sistem
penyampaian jasa. Keputusan dalam orang ini berarti berhubungan dengan seleksi.,
pelatihan, motivasi, dan manajemen sumber daya manusia. Untuk mencapai kualitas terbaik
maka pegawai harus dilatih untuk menyadari pentingnya pekerjaan mereka yaitu memberikan
konsumen kepuasan dan memenuhi kebutuhannya.Orang dalam pemasaran jasa terkait
erat dengan pemasaran internal, merupakan interaksi setiap katyawan dan departemen
dalam suatu perusahaan sebagai konsumen internal atau pemasok internal.Tujuannya untuk
mendorong orang dalam kinerja memberikan kepuasan kepada konsumen. Terdapat empat
kriteria peranan atau pengaruh aspek orang yang mempengaruhi konsumen :

Contactors : berintaraksi langsung dengan konsumen dalam frekuensi yang cukup sering dan sangat
mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli.
Medifiers : tidak secara langsung mempengaruhi konsumen tetapi cukup sering berhubungan (contoh
: resepsionis).
Influencers : mempengaruhi konsumen dalam keputusan untuk membeli tetapi tidak secara langsung
kontak dengan konsumen.
Isolateds : tidak secara langsung ikut serta dalam bauran pemasaran dan juga tidak sering bertemu
dengan konsumen (contoh : bagian administrasi, SDM, bagian pemrosesan data).

vi. Proses (Process)


Proses merupakan gabungan semua aktivitas, umumnya terdiri dari prosedur, jadwal pekerjaan,
mekanisme, aktivitas, rutinitas dimana jasa dihasilkan dan disampaikan kepada konsumen. Proses dibedakan
dalam dua cara, yaitu :
Kompleksitas (complexity), berhubungan dengan langkah-langkah tahapan proses.
Keragaman (devergence), berhubungan dengan adanya perubahan dalam langkah-langkah atau
tahapan proses.
Sehubungan dengan dua cara di atas terdapat empat alternatif mengubah proses yang dapat dipilih oleh
pemasar :
1. Mengurangi keragaman, berarti terjadi pengurangan biaya, peningkatan produktivitas dan
kemudahan distribusi.
2. Menambah keragaman, berarti memperbanyak kustomisasi dan fleksibilitas dalam produksi yang
dapat mengakibatkan naiknya harga.
3. Mengurangi kompleksitas, cenderung lebih terspesialisasi.
4. Menambah kompleksitas, lebih cenderung ke penetrasi pasar dengan cara menambah jasa yang
diberikan.

vii. Layanan Konsumen (Customer Service)


Layanan konsumen (customer service) pada pemasaran jasa dilihat sebagai hasil dari kegiatan distribusi
dan logistik, dimana pelayanan diberikan kepada konsumen untuk mencapai kepuasan.Layanan konsumen
meliputi aktivitas untuk memberikan kegunaan waktu dan tempat termasuk pelayanan pratransaksi, saat
transaksi, dan pasca transaksi. Kegiatan pratransaksi atau sebelum transaksi akan turut mempengaruhi
kegiatan transaksi dan setelah transaksi, karena itu kegiatan pendahuluannya harus sebaik mungkin sehingga
konsumen memberikan respon yang positif dan menunjukkan loyalitas yang tinggi. Strategi layanan
konsumen menurut Chistopher Lovelock mencakup :
Identifikasi misi jasa.
Penentuan sasaran dari layanan konsumen.
Perumusan strategi layanan konsumen.
Implementasi
Dari semua unsur-unsur bauran pemasasran di atas, maka yang harus lebih diperhatikan dalam
pengembangannya adalah :
1. Konsistensi, berhubungan dengan keserasian / kecocokan secara logis dan penggunaannya antara
unsur sati dengan unsur lainnya dalam bauran pemasaran.
2. Integrasi, terdapat hubungan yang harmonis di antara unsur-unsur dalam bauran
pemasaran.
3. Leverage (pengungkit), hal ini berhubungan dengan pengoptimalan kinerja tiap unsur
bauran pemasaran secara lebih profesional sehingga lebih mendukung bauran
pemasaran untuk mendapatkan daya saing.
E. Rincian Biaya

Keterangan Investasi Penyusutan Tahun I Tahun II Tahun III Tahun IV

A. investasi

Bibit 200 tanaman @Rp25.000 Rp5.000.000 Rp500.000/tahun Ro500.000 Ro500.000 Rp500.000 Rp500.000

Polibag II (umur 2 bulan)uk. 70cm x


Rp1.400.000 Rp280.000/tahun Ro280.000 Rp280.000 Rp280.000 Rp280.000
70cm 200 buah @Rp7000

Pompa air 1buah @Rp1.000.000 Rp1.000.000 Rp200.000/tahun Rp200.000 Rp200.000 Rp200.000 Rp200.000

Sprayer 1 buah @Rp350.000 Rp350.000 Rp70.000/tahun Rp70.000 Rp70.000 Rp70.000 Rp70.000

Bak penampung air 1 buah


Rp1.000.000 Rp100.000/tahun Rp1000.000 Rp100.000 Rp100.000 Rp100.000
@Rp1.000.000

Jaringan pipa penyiraman Rp1.200.000/tahu


Rp12.000.000 Rp1.200.000 Rp1.2000.000 Rp1.2000.000 Rp1.200.000
@Rp12.000.000 n

Keranjang panen 2 buah @Rp30.000 Rp60.000 Rp12.000/tahun Rp.12.000 Rp12.000 Rp12.000 Rp12.000

Cangkul 2 buah @Rp50.000 Rp100.000 Rp20.000/tahun Rp20.000 Rp20.000 Rp20.000 Rp20.000

Golok 2 buah @Rp50.000 Rp100.000 Rp33.350/tahun Rp33.350 Rp33.350 Rp33.350 Rp33.350

Saung tinggal penjaga Rp3.000.000 Rp600.000/tahun Rp600.000 Rp600.000 Rp600.000 Rp600.000

Pembungkus buah untuk 180 pohon


Rp1.350.000/tahu
(masa pakai 2 tahun/6 kali bungkus) Rp2.700.000 Rp1.350.000 Rp1.350.000 Rp1.350.000 Rp1.350.000
n
@Rp15.000

Total investasi Rp26.710.000

Penyusutan pertahun Rp4.365.350


B. Biaya produksi

1. persiapan lahan 6
Rp300.000
HK @Rp50.000/HK
2. penanaman dalam
polibag 2 HK Rp100.000
@Rp50.000/HK
3. tanaga pekerja
perawatan 1 orang x
Rp12.000.000 Rp12.000.000 Rp12.000.000 Rp12.000.000
12 bulan
@Rp1.000.000/bulan
4. polibag I (awal
tanam) 200 buah Rp150.000
@Rp750
5. media tanam I
(pupuk tanam pasir,
natah, dan sekam
Rp1.000.000 Rp1.000.000 Rp1.000.000 Rp1.000.000
mentah)10
kg/polibag x 200
polibag @Rp500/kg
6. media tanam II
(pupuk kandang
ayam umur 6 Rp1.000.000 Rp1.000.000 Rp1.000.000 Rp1.000.000
bualan)10 kg/polibag
@Rp500/kg
7. Pupuk NPK 3
karung Rp375.000 Rp375.000 Rp375.000 Rp375.000
@Rp125.000/karung
8. Pupuk PK 3 karung
Rp375.000 Rp375.000 Rp375.000 Rp375.000
@RP125.000/karung

9. Pupuk cair 7 botol


Rp175.0000 Rp175.0000 Rp175.0000 Rp175.0000
@Rp25.000/botol

10. Insektisida 2 botol


Rp100.000 Rp100.000 Rp100.000 Rp100.000
@Rp50.000/botol

11. Akarisida 2 botol


Rp100.000 Rp100.000 Rp100.000 Rp100.000
@Rp50.000/botol

12. Furadan/curater 4 kg
Rp48.000 Rp48.000 Rp48.000 Rp48.000
@Rp 12.000/kg

13. Listrik 12 bulan


Rp1.200.000 Rp1.200.000 Rp1.200.000 Rp1.200.000
@Rp100.000/bulan

14. Perekat perata 1 liter


Rp30.000 Rp30.000 Rp30.000 Rp30.000
@Rp30.000/liter

15. Sewa lahan pertahun


Rp1.000.000 Rp1.000.000 Rp1.000.000 Rp1.000.000
@Rp1.000.000

C. Pasca panen
Wadah dan plastik
pembungkus
Rp642.000 Rp1.606.500 Rp3.213.000
untuk 05 kg buah
@Rp350/buah
Total biaya produksi Rp22.318.350 Rp22.410.950 Rp23.374.850 Rp24.981.350

D. Pendapatan
Panen (kg) 918 2.295 4.590
Penerimaan dengan
Rp22.950.000 Rp57.375.000 Rp114.750.000
harga @Rp25.000/kg

E. Keuntungan dan
kerugian
Keuntungan sejak
tahun ke-4
Rp22.318.350 Rp539.050 34.000.150 89.768.650
Rp89.768.650/tahun
atau Rp7.480.720

Asumsi :

Tanamn sehat yang diproduksi 90% x 200 pohon = 180 pohon


Tingkat kerusakan panen 15%
Tahun ke-4 dst diproduksi stabil 30 kg perpohon

Pertimbangan usaha :

BEP ( Break Even Point )


BEP untuk volume produksi
BEP = biaya produksi : harga rata-rata
Rp 22.318 .350+ Rp22.410 .950+23.374 .850+24.981 .350
= Rp 25.000

= Rp3.723,42

Titik balek modal tercapai bila biaya produksi mencapai 3.723 kg yakni diyahun ke-4 produksi
*HK : Hari Kerja

Cataan : data diperoleh dari beberapa pekebun di Sumatera Utara pada 2014 dan diolah

BEP untuk harga produksi


BEP = total biaya produksi : total produksi
= Rp 93.05.500 : 7.803 kg
=11.929/kg
Titik balek modal tercapai bila harga buah Rp11.929/kg

Rasio biaya pendapatan (R/C)


(R/C) = pendapatan kotor : total biaya
= Rp195.075.000 : Rp93.085.500
= 2,09
Setiap biaya sebesar Rp1,00 diperoleh Rp2,09
Net Present Value NPV) = asumsi r = bunga bank 12% pertahun
NPV = I0 + I1/(1+r) + I2/(1+r)2 + I3/(1+r)3 I = pendapatan
22.318 .350 539.050 34.000 .150 89.768.650
+ + +
= (1+ 0.12) (1+ 0,12) ( 1+0,12 ) 2 ( 1+0,12 ) 3

= 69.163.208
NPV > 0, sehingga usaha budidaya jambu madu layak diusahakan dengan asumsi bunga sebesar 12%
pertahun

F. Kesimpulan

Berdasarkan perhitungan yang telah saya lakukan untuk budidaya jambu air madu deli hijau dengan
modal investasi sebesar Rp.26.710.000, dan biaya produksi tahun I yaitu Rp. 22.318.350, tahun II yaitu
Rp.22.410.950, tahun III yaitu Rp.23.374.850, dan tahun IV yaitu Rp.24.981.350 maka pada tahun pertama
dan berturut-turut keuntungan kami membudidayakan dan jika kami berhasil menjual dengan tahun berturut-
turut dimulai tahun II 918, 2295, dan 4590 kg buah seharga Rp 25000/buah, maka dapat diperkirakan saya
akan mendapatkan total laba tahun II, III, IV yaitu sebesar Rp 539.050., Rp.34.000.150, Rp.89.768.650

G. Saran

Saran untuk mahasiswa lain yang ingin membuat proposal pendirian usaha, tetapkanlah dengan
benar dan sungguh-sungguh usaha apa yang yang akan anda buat dan pangsa pasar manakah yang akan anda
tuju dan termasuk cara budidaya tanaman tersebut. Dan juga perlu diperhatikan keakuratan estimasi biaya-
biaya yang dibutuhkan akan dapat memperoleh laba yang maksimal.

Daftar Pustaka

Majalah Trubus edisi 535

https://carapetunjukbudidaya.blogspot.co.id/2013/07/aspek-pemasaran-agribisnis-pertanian.html