Anda di halaman 1dari 2

H. WARIS BW 2.

Golongan II adalah orang tua (ayah dan ibu) dan saudara-saudara serta keturunan dari saudara-
1. Pengertian H. Waris saudaranya itu. Bagiannya adalah sedangkan keturunan dari saudara adalah 1/8.
Dalam hukum perdata, hukum waris diatur dalam Buku II Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, yang 3. Golongan III adalah keluarga dalam garis lurus ke atas sesudah bapak dan ibu. Bagiannya adalah
mengatur tentang hukum benda karena intinya hukum waris adalah mengatur hukum kebendaan. untuk kakek dan nenek dari pihak ayah yang selanjutnya masing-masing mendapat bagian sedangkan
*. Hukum Waris menurut A. Pitlo, yaitu :
Kumpulan peraturan yang mengatur hukum mengenai harta kekayaan, karena wafatnya seseorang, yaitu nenek dari pihak ibu bagiannya mendapat .
mengenai pemindahan kekayaan yang ditinggalkan oleh si mati dan akibatnya, dari pemindahan ini bagi 4. Golongan IV adalah keturunan dengan garis ke samping (paman dan bibi) baik dari pihak ayah
orangorang yang memperoleh baik dalam hubungan antara mereka, maupun dalam hubungan antara maupun ibu, keturunan paman dan bibi sampai derajat keenam dihitung dari orang yang meninggal
mereka dengan pihak ketiga tersebut. Bagiannya adalah 1/2.
*. Hukum Waris menurut Soebekti dan Tjitrosudibio, yaitu : *. Hak ahli waris
Hukum yang mengatur tentang apa yang harus terjadi dengan harta kekayaan seseorang yang meninggal
a). Hak Saisine Hak tersebut diatur dalam Pasal 833 ayat (1) KUH Perdata yang mengatakan bahwa :
dunia.
dgn sendirinya harta peninggalan pewaris akn mnjdi hak ahli waris
*. Hukum Waris menurut Wirjono Prodjodikoro:
Soal apakah dan bagaimanakah pelbagai hak dan kewajiban-kewajiban tentang kekayaan seseorang pada b). Hak Hereditatis Petitio dalam Pasal 834 dan Pasal 835, hak ini di berikan olh UU kpda ahli waris
waktu ia meninggal dunia akan beralih kepada orang lain yang masih hidup. utk berhak memiliki sepenuhnya atau sebagian dari harta peninggalan si pewaris.
*. Untuk terjadinya pewarisan harus memenuhi 3 unsur, yaitu : c). Hak untuk menuntut Bagian Warisan Hak ini diatur dalam Pasal 1066 KUHPerdata.
1. Pewaris adalah orang yang meninggal dunia meninggalkan harta kepada orang lain ;
2. Ahli waris adalah orang yang menggantikan pewaris di dalam kedudukannya terhadap warisan, baik d). Hak untuk Menolak Warisan Hak untuk menolak warisan diatur dalam Pasal 1045 Jo. 1051 KUH
untuk seterusnya maupun untuk sebagian; Perdata
3. Harta warisan adalah segala harta kekayaan dari orang yang meninggal *. Hak dan kewajiban ahli waris
*.Sifat hukum waris menurut BW 1. Hak Ahli Waris
1. Sistem pribadi. Yaitu ahli waris adalah perseorangan bukan kelompok ahli waris. Setelah terbukanya warisan ahli waris mempunyai hak atau diberi hak untuk menentukan sikapnya,
2. Sistem bilateral. Yaitu mewaris dari pihak ibu atau bapak. antara lain, menerima warisan secara penuh, menerima dengan hak untuk mengadakan pendaftaran harta
3. Sistem perderajatan. Yaitu ahli waris yang derajatnya lebih dekat dengan si pewaris menutup ahli waris peninggalan atau menerima dengan bersyarat, dan hak untuk menolak warisan.
yang lebih jauh derajatnya. 2. Kewajiban Ahli Waris
*. Macam pewarisan: Adapun kewajiban dari seorang ahli waris, antara lain, memelihara keutuhan harta peninggalan sebelum
a. pewarisan menurut UU karna kematian (abintestato) didasarkan atas hubungan darah dengan si pewaris harta peninggalan itu dibagi, mencari cara pembagian sesuai ketentuan, melunasi hutang hutang
atau para keluarga sedarah. pewaris jika pewaris meninggalkan hutang, dan melaksanakan wasiat jika pewarismeninggalkan wasiat.
b. pewarisan dgn wasiat (testamentair erfrecht) didasarkan atas wasiat *. syarat syarat untuk menjadi ahli waris pengganti adalah sebagai berikut :
*. Syarat-syarat dalam kewarisan - Orang yang digantikan tempatnya itu harus telah meninggal dunia terlebih dahulu dari si pewaris.
1. syarat sebagai pewaris Harus orang yang meninggal dunia (pasal 830 BW) - Orang yang sudah meninggal dunia itu meninggalkan keturunan .
2. Syarat Sebagai Ahli Waris : - Orang yang digantikan tempat itu tidak menolak warisan.
(a) Orang yang menjadi ahli waris harus mempunyai hak atas warisan si pewaris. Hak ini dapat *. Perbedaan antara yang tidak patut dan tidak cakap menerima harta warisan
timbul karena : a. tidak patut pembagianya berada dlm uu (abintestato), sedangkan tdk cakap berdasarkan testamen.
1. Adanya hubungan darah baik sah maupun luar kawin (Pasal 832 KUH Perdata) b. tidak patut mencoba utk mmbunuhpun tdk mndpt menerima warisan, sedangkan tidak cakap hanya
2. Pemberian malalui surat wasiat (Pasal 874 KUHPerdata) membunuh saja yg tdk dpt menerima warisan.
(b) Orang yang menjadi ahli waris harus sudah ada pada saat pewaris meninggal dunia (Pasal 836 c. tidak cakap batal jika ada ahli waris yg mengajukan pembelaan, sedangkan tidak patut batal dgn
KUH Perdata). Dengan pengecualian apa yang tercantum dalam Pasal 2 KUH Perdata, sendirinya.
(c) Orang yang menjadi ahli waris tidak masuk orang yang dinyatakan tidak patut (Pasal 838 KUH
Perdata) dan tidak cakap (Pasal 912 KUH Perdata) serta menolak warisan (Pasal 1058 KUH
Perdata)
*. Golongan-Golongan Ahli Waris H. WARIS ADAT
1. Golongan I adalah suami istri yang hidup terlama serta anak-anak dan keturunannya. Bagiannya 2. pengertian Hukum waris adat.
adalah untuk suami atau istri,anak-anak. Sedangkan keturunan dari anak (cucu) mendapat bagian 1/8.
hukum waris adat adalah norma yg menetapkan harta kekayaan baik yg materiel maupun yg inmateriel 3. dikenal sistem penggantian waris 3. tdk di kenal adanya penggantian waris
yg manakah dari seorang yg dpt diserahkan kpda keturunanya serta yg sekaligus juga mengatur saat, cara dan
proses peralihannya.
*. Sifat hukum waris adat 4. pembagiannya merupakan tindakan bersama, 4. bagian para ahli waris telah ditentukan

berpatokan dgn corak hukum adat bangsa negara indonesia khususnya komunal atau kebersamaan. berjalan secara rukun dlm suasana ramah tamah pembagian harta peninggalan menurut ketentuan

*. Pembagian harta peninggalan: dgn mmperhatikan keadaan khusus tiap waris tsb.
5. anak perempuan khususnya di jawa, apabila tdk 5. hanya menjamin kpd ank perempuan mndapat
merupakan suatu perbuatan dari pada para ahli waris bersama pembagian itu dilaksanakan dgn mufakat
ada ank laki dpt mnutup hak mendapat bagian bagian yg pasti dari harta peninggalan.
atau atas kehendak bersama dari para ahli waris.
harta peninggalan kakek-nenek, dan saudara org
*. Harta kekayaan keluarga merupakan harta peninggalan:
tuanya.
- barang kerabat atau family (harta bawaan dari pihak istri maupun suami atas peninggalan dari angota
keluarga secara fertikal)
*. Sistem kewarisan adat
- barang pusaka keramat (yakni barang yg di yakini akn membawa sebuah keberuntungan)
a. Sistem kewarisan individual
- barang somah/ barang keluarga (menentukan perbedaan hak waris antara anak dari pernikahan pertama,
Cirinya harta peninggalan dapat dibagi-bagikan di antara para ahli waris seperti dalam
kedua dan seterusnya)
- hutang (suatu kewajiban bagi org yg di tinggalkan utk membayarkan hutang si pewaris) masyarakat bilateral di Jawa.
- barang yg belum bebas dari hak pertuanan (tanah ulayat) b. Sistem kewarisan kolektif
- biaya menguburkan mayat. Cirinya harta peninggalan itu diwarisi oleh sekumpulan ahli waris yang bersama-sama
merupakan semacam badan hukum di mana harta tersebut, yang disebut harta pusaka, tidak
*. Perbedaan kewarisan adat dgn h.barat
boleh dibagi-bagikan pemiliknya di antara para ahli waris dimaksud dan hanya boleh dibagi-
Hukum Waris Adat Hukum Waris Barat bagikan pemakainya saja kepada mereka itu (hanya mempunyai hak pakai saja) seperti dalam
1. tdk mengenal adanya legitimate portie akan 1. mengenal hak tiap ahli waris atas bagian yg masyarakat matrilineal di Minangkabau.
tetapi menetapkan dasar persamaan hak. tertentu dari harta peninggalan. c. Sistem kewarisan mayorat
Ciri harta peninggalan diwaris keseluruhannya atau sebagian besar (sejumlah harta pokok
2. harta warisan tdk boleh di paksakan utk di bagi 2. menentukan adanya hak mutlak dari ahli waris
dari satu keluarga) oleh seorang anak saja, seerti halnya di Bali di mana terdapat hak mayorat
antara para ahli waris masing utk sewaktu menuntut pembagian harta
warisan anak laki-laki yang tertua dan di Tanah Semendo di Sumatera Selatan di mana terdapat hak
mayorat anak perempuan yang tertua.
*. Perbedaan kewarisan h.adat dgn h.islam *. Hak peninggalan yg tidak dpt di bagi
1. karena sifatnya yg tdk mungkin utk di bagi (barang milik kerabat)
Hukum Waris Adat H. Waris Islam
2. karena kedudukan hukumnya memang terkait pada suatu tempat atau jabatan tertentu.
1. harta warisan dpt bersifat tdk dpt di bagi / 1. tiap ahli waris dpt menuntut pembagian 3. karena belum bebas dari kekuasaan persekutuan hukum yg bersangkutan (tanah kasikopan)
pembagiannya di tunda utk waktu trtentu. 4. karena pembagiannya utk sementara waktu tertunda.
5. karena diwarisi olh seorang saja.
2. mmberikan kpd ank angkat hak nafkah dari 2. tdk dikenal pembagian harta bagi ank angkat
harta peninggalan org tua angkatnya.