Anda di halaman 1dari 27

TUGAS TERSTRUKTUR

MATA KULIAH ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

PENGAMATAN POSYANDU LANSIA

OLEH :

AYU FITRIASTUTI G1B012017

RENDY MANUHUTU G1B012056

JUNANI LINGGAR REKNO ASIH G1B012070

IKHA SOLIKHA G1B012079

ANGGITA PURNAMASARI G1B012085

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN

JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT

PURWOKERTO

2012
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan

karunia-Nya saya masih di beri kesempatan untuk menyelesaikan tugas Makalah Ilmu

Kesehatan Masyarakat, dalam mengikuti pelaksanaan posyandu lansia di masyarakat. Tidak

lupa saya ucapakan terima kasih kepada:

1. Ibu Siti Nurhayati selaku dosen mata kuliah Ilmu Kesehatan Masyarakat yaitu yang

telah memberikan pembelajaran untuk mengikuti pelaksanaan posyandu lansia di

masyarakat.

2. Pihak-pihak yang tidak dapat Penulis sebutkan satu persatu yang telah turut

membantu sehingga karya ilmiah ini dapat terselesaikan ddengan baik dalam waktu

yang tepat.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat lebih memahami posyandu, yang kami

sajikan berdasarkan pengamatan secara langsung. Walaupun dalam pembuatan Makalah ini

sempat mengalami kesulitan, namun dengan kerja keras, kesabaran dan terutama pertolongan

dari Allah SWT, alhamdulillah akhirnya Makalah ini dapat terselesaikan. Semoga Makalah

ini mudah dipahami oleh para pembaca dan dapat bermanfaat untuk Mahasiswa, Pelajar, dan

Umum. Dan semoga Makalah ini lebih memberi Ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih

luas kepada pembaca. Walaupun Makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kami

mohon untuk saran dan kritikannya. Terima kasih.

Purwokerto, Nopember 2012

Penulis
DAFTAR ISI
Kata pengantar i

Daftar Isi ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah 1


B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan Masalah 2
D. Manfaat Penelitian 3
E. Metode Penelitian 4

BAB II PEMBAHASAN

A. Profil Umum Posyandu 6

B. Kegiatan yang Diselenggarakan 8

C. Tingkat Pencapaian Program Posyandu di Tahun 2011 9


D. Permasalahan yang Dialami dalam Penyelenggaraan Posyandu 10

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan 12
B. Saran 13

DAFTAR PUSTAKA 14

LAMPIRAN 15
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pos Pelayanan Kesehatan Terpadu (Posyandu) adalah kegiatan kesehatan dasar yang

diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Jadi,

Posyandu merupakan kegiatan swadaya dari masyarakat di bidang kesehatan dengan

penanggung jawab kepala desa. A.A. Gde Muninjaya (2002:169) mengatakan : Pelayanan

kesehatan terpadu (yandu) adalah suatu bentuk keterpaduan pelayanan kesehatan yang

dilaksanakan di suatu wilayah kerja Puskesmas. Tempat pelaksanaan pelayanan program

terpadu di balai dusun, balai kelurahan, RW, dan sebagainya disebut dengan Pos pelayanan

terpadu (Posyandu). Konsep Posyandu berkaitan erat dengan keterpaduan. Keterpaduan

yang dimaksud meliputi keterpaduan dalam aspek sasaran, aspek lokasi kegiatan, aspek

petugas penyelenggara, aspek dana dan lain sebagainya. (Departemen kesehatan, 1987:10).

Posyandu dimulai terutama untuk melayani balita (imunisasi, timbang berat badan)

dan orang lanjut usia (Posyandu Lansia), dan lahir melalui suatu Surat Keputusan Bersama

antara Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri), Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Kepala Badan

Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Ketua Tim Penggerak (TP)

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan dicanangkan pada sekitar tahun 1986.

Legitimasi keberadaan Posyandu ini diperkuat kembali melalui Surat Edaran Menteri Dalam

Negeri dan Otonomi Daerah tertanggal 13 Juni 2001 yang antara lain berisikan Pedoman

Umum Revitalisasi Posyandu yang antara lain meminta diaktifkannya kembali Kelompok

Kerja Operasional (POKJANAL) Posyandu di semua tingkatan administrasi pemerintahan.


Penerbitan Surat Edaran ini dilatarbelakangi oleh perubahan lingkungan strategis yang terjadi

demikian cepat berbarengan dengan krisis moneter yang berkepanjangan.

Dalam kunjungan posyandu kita mengunjungi posyandu lansia. Lanjut usia (lansia)

adalah orang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas yang mempunyai hak yang sama

dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan ber-negara (UU RI No 13 tahun 1998).

Menurut WHO (World Health Organization) membagi masa usia lanjut sebagai

berikut:

a. Usia 45-60 tahun, disebut middle age (setengah baya atau A-Teda madya)

b. Usia 60-75 tahun, disebut elderly (usia lanjut atau wreda utama)

c. Usia 75-90 tahun, disebut old (tua atau wreda prawasana)

d. Usia diatas 90 tahun, disebut very old (tua sekali atau wreda wasana).

Masyarakat kita saat ini memandang para lanjut usia sebagai orang-orang yang

kurang produktif, kurang menarik, kurang energik, mudah lupa, barangkali kurang bernilai

dibandingkan dengan mereka yang masih dalam keadaan prima (Kroll dan Hawkins, 1999),

untuk itu dalam pembangunan nasional pemerintah telah berhasil mewujudkan hasil yang

positif diberbagai bidang, yaitu adanya kemajuan ekonomi, perbaikan lingkungan hidup,

kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama di bidang medis atau ilmu kedokteran,

sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan penduduk serta meningkatkan umur harapan

hidup manusia. Akibatnya jumlah penduduk yang berusia lanjut meningkat dan bertambah

cenderung lebih cepat atau sering disebut dengan Lansia Booming (Nugroho, 2000). Salah

satu upaya Pernerintah dalam menyediakan fasilitas kesehatan dan penyelenggaraan upaya

kesehatan antara lain adalah dengan mengadakan Posyandu.


B. Rumusan Masalah

Permasalahan yang kami amati dalam kegiatan posyandu lansia yaitu :

1. Profil umum posyandu

a. Kapan posyandu lansia mulai diselenggarakan?

b. Wilayah kerja posyandu tersebut?

c. Bagaimana susunan organisasi posyandu lansia?

d. Bagaimana stratifikasi posyandu?

e. Berapa jumlah kader yang mengurus posyandu lansia tersebut?

f. Berapa jumlah lansia yang mengikuti kegiatan posyandu?

g. Darimana asal pendanaan dan peralatan yang digunakan dalam

posyandu?

2. Apa kegiatan yang diselenggarakan di posyandu?

Apakah pelayanan yang dilakukan menggunakan sistem 5 meja, yang

terdiri dari:

Meja 1 : Pendaftaran

Meja 2 : Pengukuran BB, TB untuk IMT

Meja 3 : Pemeriksaan tensi, gula darah, Hb, pengobatan sederhana

Meja 4 : Penyuluhan

Meja 5 : Informasi dan kegiatan sosial

3. Bagaimana tingkat pencapaian program posyandu di tahun 2011?

4. Apa saja permasalahan yang dialami dalam penyelenggaraan posyandu?

C. Tujuan

Tujuan dalm mengikuti kegiatan posyandu lansia yaitu :

a. Mengetahui profil umum dari posyandu lansia yang kami kunjungi

b. Mengetahui kegiatan yang dilakukan dalam posyandu


c. Mengetahui pencapaian program posyandu di tahun 2011

d. Mengetahui permasalahan yang dialami selama kegiatan diadakan kegiatan

posyandu

Tujuan posyandu sendiri yaitu:

a. Meningkatkan derajat kesehatan dan mutu pelayanan usia lanjut sebagai

bagian proses deteksi dini dan peningkatan kesehatan serta pencegahan

penyakit lansia agar mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna dalam

kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan keberadaannya dalam strata

kemasyarakatan.

b. Meningkatkan kesadaran pada usia lanjut untuk membina kesehatan diri

sendiri.

c. Meningkatkan kemampuan dan peran serta masyarakat dalam menyadari dan

menghayati kesehatan usia lanjut secara optimal.

d. Meningkatkan jenis dan jangkauan pelayanan kesehatan usia lanjut.

e. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan usia lanjut

D. Manfaat

Manfaat dan hasil yang didapat oleh masyarakat dan mahasiswa:

1. Tingkat pengetahuan ibu-ibu kader bertambah baik mengenai pemberdayaan

masyarakat, serba-serbi posyandu dan juga gizi.

2. Dengan meningkatnya pengetahuan ibu-ibu kader, diharapkan kepercayaandiri

ibu-ibu kader pun bertambah sehingga dapat memberikan efek positif yang
berkelanjutan ke masyarakat baik dalam bentuk penyuluhan maupun pelayanan

lain.

3. Meningkatkan bonding antara kader tiap posyandu maupun dengan posyandu lain

juga petugas kesehatan lainnya se-Balegede .

4. Terdapat pemerataan di antara posyandu baik dari sisi pengetahuan kader maupun

pelayanannya.

5. Mahasiswa terjun langsung ke lapangan saat posyandu berlangsung sehingga

menambah pengetahuan riil mengenai posyandu dan dapat membandingkannya

dengan posyandu yang ideal

6. Mahasiswa dapat mengasah kemampuan komunikasi dengan berbagai tingkat

pendidikan kader maupun masyarakat

7. Mahasiswa dapat memahami kendala-kendala yang ada di daerah pedesaan dan

berusaha mencari solusi pemecahannya

8. Meningkatkan semangat mahasiswa untuk dapat berkontribusi lebih baik di

pedesaan maupun di perkotaan.

E. Metode

Metode yang dilakukan dalam pengamatan ini adalah metode

langsung, dimana kita datang untuk mengamati segala aktivitas dan hal-hal

penting apa saja yang ada dalam kegiatan posyandu lansia khususnya pada

posyandu lansia Puntadewa 2 RW 02 Desa Kebanggan.Metode langsung ini

meliputi tahap pengamatan dengan keikutsertaan kami dalam kegiatan yang

ada di posyandu seperti pendaftaran, penimbangan BB,pencatatan hasil

pemeriksaan, pengukuran tekanan darah serta pelayanan konsultasi kesehatan.


BAB II

PEMBAHASAN
Posyandu puntadewa II ini mulai diselenggarakan pada tahun 2001, dan

diresmikan pada bulan Maret tahun 2009. Kemudian secara rutin posyandu tersebut

dilaksanakan pada tanggal 17 di setiap bulan. Posyandu ini memiliki cakupan kerja

satu RW yaitu RW 02 desa Kebanggan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas

Jawa Tengah.

Susunan organisasi posyandu Puntadewa II :

Ketua : Yuwinah

Sekretraris : Sutirah

Anggota : 1.Kurniati

2.Suwarsih

3.Erni

Kader : 1.Tirah

2.Indriani

3.Tuswati

4.Suwarsih

5.Eli

6.Rokhningsing

7.Ratnawati

8.Siti Asiah

9.Saimini

10.Murti
Stratifikasi posyandu Puntadewa II di Desa Kebanggan Kecamatan Sumbang

adalah Pratama. Strata Posyandu dikelompokkan menjadi empat, yaitu:

1. Posyandu Pratama :

belum mantap.

kegiatan belum rutin.

kader terbatas.

2. Posyandu Madya :

kegiatan lebih teratur

Jumlah kader lima orang

3. Posyandu Purnama :

kegiatan sudah teratur.

cakupan program/kegiatannya baik.

jumlah kader lima orang

mempunyai program tambahan

4. Posyandu Mandiri :

kegiatan secara terahir dan mantap

cakupan program/kegiatan baik.

memiliki Dana Sehat dan JPKM yang mantap.

Berdasarkan kriteria stratifikasi di atas, maka Posyandu Puntadewa II ini termasuk ke dalam

Posyandu Madya. Karena dari segi kader sudah mencukupi, dan kegiatan Posyandu ini sudah

rutin dilaksanakan pada setiap bulan. Namun, program-progam kegiatan yang ada masih

kurang.

Kegiatan posyandu ini dikaderi oleh tujuh orang tenaga sukarela dan tiga tenaga

kesehatan yaitu bidan. Peserta dari kegiatan Posyandu ini merupakan lansia dari RW

setempat yaitu RW II, dengan jumlah peserta aktif 229 orang dan jumlah peserta pasif 18
orang. Jadi, jumlah total peserta adalah 247 orang. Posyandu ini diikuti oleh lansia dengan

usia 45-94 tahun, dengan peserta terbanyak adalah dari kalangan usia 62 tahun. Dimana usia

tersebut adalah usia non produktif. Sehingga pendanaan kegiatan Posyandu ini kurang lancar,

karena hanya bergantung dari pendanaan pemerintah. Awalnya diadakan iuran peserta,

namun lama-lama iuran ini tidak berjalan efektif lagi. Dana dari pemerintah biasanya turun

tiap tiga bulan sekali, jadi dalam setahun posyandu menerima dana dari pemerintah selama

empat kali. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan kegiatan yaitu dengan

pembaharuan peralatan-peralatan yang sudah tidak layak pakai, pemvariasian PMT, dan lain

lain. Peralatan yang ada saat ini hanyalah alat penimbang berat badan,meja, alat tulis dan

pengukur tekanan darah.

Pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan sistem 5 meja yaitu:

1. Meja 1: Pencatatan / registrasi data demografi dan data kesehatan

a. Lansia menuju meja 1 untuk dilakukan pencatatan / registrasi

b. Registrasi dilakukan oleh kader difasilitasi mahasiswa, bagian dari

registrasi antara lain:

Nomor urut

Nomor register

Nama lansia

Jenis kelamin lansia

Umur lansia

Alamat lansia

c. Lansia diberikan kartu status kesehatan yang sudah berisi identitas lansia

d. Lansia menuju meja 2 untuk dilakukan pemeriksaan


2. Meja 2: Pemeriksaan status kesehatan dan indeks masa tubuh lansia

a. Lansia dengan membawa kartu status kesehatan menuju meja 2 untuk

dilakukan pemeriksaan oleh mahasiswa dibantu kadek kesehatan

anggota Pokjakes. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi:

Pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan,

sekaligus ditentukan IMT lansia.

Pemeriksaan tekanan darah, denyut nadi dan suhu

Pemeriksaan fisik yang lain, misalnya gigi, mulut, paru,

jantung, dll.

b. Semua hasil pemeriksaan ditulis ke dalam kartu status kesehatan lansia

di ikuti pembubuhan tanda tangan pemeriksa

c. Dilakukan pengisian KMS oleh petugas

d. Lansia menuju meja 3 untuk dilakukan penilaian kemandiriannya

dengan tetap membawa kartu status kesehatan dan KMS.

3. Meja 3: Pencatatan (Pengisian Kartu Menuju Sehat)

a. Lansia menuju meja 3 untuk dilakukan penilaian tingkat kemandiriannya

oleh mahasiswa.

b. Dilakukan pencatatan tingkat kemandirian di kartu status kesehatan lansia

c. Diinformasikan kepada lansia akan ketidakmandiriannya di bidang

tertentu untuk selanjutnya diberikan HE untuk memenuhi kebutuhan

tersebut.

d. Lansia menuju meja ke 4 untuk dilakukan penyuluhan dan pemberian

makanan tambahan sambil tetap membawa kartu status kesehatan dan

KMSnya.
4. Meja 4: Penyuluhan

a. Lansia menuju meja 4 untuk dilakukan penyuluhan oleh mahasiswa dan

pemberian makanan tambahan oleh kader kesehatan anggota Pokjakes.

b. Penyuluhan atau Health Education yang dilakukan secara individual

sesuai dengan permasalahan lansia secara umum, khusus dan merujuk

pada ringkat kemandirian lansia.

c. Lansia menuju meja 5 untuk diberikan pelayanan kesehatan yaitu

pengobatan.

5. Meja 5: Pelayanan medis

a. Lansia menuju meja 5 untuk diberikan pengobatan dengan menunjukkan

kartu status kesehatannya kepada dokter / petugas.

b. Dokter / petugas memberikan obat sesuai dengan keluhan lansia.

c. Kartu status kesehatan lansia disimpan oleh petugas sebagai data

simpanan, sedangkan KMS dibawa oleh Lansia.

Posyandu puntadewa II dalam melaksanakan program-programnya pada tahun

2011 belum optimal. Hal tersebut dikarenakan kondisi lingkungan yang kurang mendukung

serta kurangnya partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu. Banyak lansia yang tidak hadir

saat jadwal rutin posyandu dilaksanakan. Selain itu kendala utamanya adalah faktor biaya

atau dana. Dana yang didapat dari desa setiap tiga bulan sekali sangatlah kurang untuk

memenuhi kebutuhan posyandu seperti alat dan pemberian makanan tambahan untuk lansia

sehingga dengan terpaksa tidak bisa memberikannya secara rutin pada setiap kegiatan

posyandu. Tingkat kesadaran para lansia akan kebutuhan yang tidak terpenuhi cukup

rendah dimana mereka yang diharapkan dapat memberi iuran rutin yang hanya Rp 500,00

setiap bulan saja tidak bisa terlaksana sesuai target posyandu. Tenaga profesional yang
kurang juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kendala dalam pencapaian

program. Terkadang tenaga profesional yang sudah ditunjuk pihak desa tidak hadir saat

posyandu dilaksanakan dengan alasan adanya urusan lain yang lebih penting, sehingga

pelayanan dalam posyandu kurang maksimal.


BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Strata Posyandu dikelompokkan menjadi empat, yaitu:

1. Posyandu Pratama

2. Posyandu Madya

3. Posyandu Purnama

4. Posyandu Mandiri

Berdasarkan stratifikasi tersebut Posyandu lansia Puntadewa II termasuk dalam

Posyandu Pratama. Kegiatan yang ada di Posyandu ini menggunakan sistem lima

meja, yang meliputi :

Meja 1 : Pendaftaran

Meja 2 : Pengukuran BB, TB untuk IMT

Meja 3 : Pemeriksaan tensi, gula darah, Hb, pengobatan sederhana

Meja 4 : Penyuluhan

Meja 5 : Informasi dan kegiatan sosial

Tingkat pencapaian kerja posyandu Puntadewa II ditahun 2011 belum optimal.

Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor lingkungan, dan kesadaran dari para lansia

sendiri. Pelaksanaan posyandu ini tentunya tidak lepas dari adanya berbagai kendala,

terutama banyak lansia yang kurang aktif dalam mengikuti setiap kegiatan yang

dilaksanakan. Selain itu masalah dana juga menjadi hambatan dalam mengadakan

kegiatan.
B. SARAN

Kita ketahui lansia ini akan banyak menderita penyakit contoh hipertensi,

stroke, osteoporosis dan lain-lain. Maka para lansia diharapkan mengikuti program-

program pemerintah untuk mengetahui perubahan atau perkembangan kesehatannya

dan keluarga para lansia juga harus mendukung program ini (posyandu lansia).

Diharapkan juga para lanjut usia melakukan pola hidup sehat yakni dengan

mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik/olahraga secara

benar dan teratur serta tidak merokok.

Kader posyandu lansia diharapkan memiliki kemampuan dan pengetahuan

tentang pemeriksaan yang baik untuk lansia. Selain itu juga keder dituntut untuk bisa

menarik perhatian lansia agar mereka aktif turut serta dalam setiap kegiatan rutin

posyandu lansia setiap bulannya.


DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Pos_Pelayanan_Terpadu diakses pada 3 Nopember 2012 pukul 11.10

http://id.posyandu-lansia-pas.pdf diakses pada 3 Nopember 2012 pukul 11.36

http://sichesse.blogspot.com/2012/06/posyandu-lansia.html diakses pada 7 Nopember 2012 pukul


10.30
LAMPIRAN

Foto bersama Kader Posyandu dan beberapa Lansia


Foto Penimbangan Berat Badan, Pengukuran Tekanan Darah

Sekaligus Pencatatan