Anda di halaman 1dari 4

Analisa Citra Landsat 8 Pada Gunung Lemongan

Evaluasi Tengah Semester Eksplorasi Geothermal. 2017

ANALISA CITRA LANDSAT 8 PADA GUNUNG LEMONGAN, JAWA TIMUR SEBAGAI STUDI AWAL PENENTUAN DAERAH PANAS BUMI

Hamzah Afif, Yusuf Syifaurrohman, Lutfi Zakaria, Andre Maries Jasman

Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

afifhamzah08@gmail.com

Abstrak. energi panas bumi merupakan energi alternatif yang cukup efisien untuk dimanfaatkan. Dalam surveynya dapat dilakukan dengan metode geosensing sebagai survey pendahluan. Pada penilitian ini digunakan citra satelit Landsat-8 untuk melihat manifestasi suhu dan kenampakan geomorfologi Gunung Lemongan Lumajang-Probolinggo. Penilitian ini dilakukan dengan tahap yakni dengan mengambil data citra Landsat 8, komposit band yang merupakan komposisi RGB, metode koreksi radiometrik, konversi suhu satelit, pembuatan NDVI, dan konversi suhu permukaan. Dari hasil penilitian yang dilakuaknn didapatkan bahwa terdapat manifestasi suhu di daerah Tiris Gunung Lemongan dengan suhu maksimal 36 o C. Pada hasil citra juga menunjukan adanya dua sesar yang dapat memunculkan manifestasi panas bumi yang lain.

Kata Kunci: Landsat 8, Gunung Lemongan, Potensi Panas Bumi

PENDAHULUAN

Energi panas bumi merupakan sumber daya alam energi baru terbarukan dan cukup menjanjikan sebagai solusi energi alternatif di masa depan, upaya ini terus dilakukan dikarenakan menipisnya cadangan energi fosil khususnya minyak bumi. Energi panas bumi adalah energi panas yang tersimpan dalam batuan dibawah permukaan dan fluida yang terkandung. (Sri Ana,2014). Penginderaan jauh merupakan suatu teknik mengumpulkan informasi mengenai objek dan lingkungannya dari jarak jauh tanpa sentuhan fisik (Sri Ana,2014). Dalam penelitian ini akan dilakukan suatu kajian pada kawasan potensi panas bumi di daerah gunung Lemongan, Lumajang - Probolinggo berdasarkan penginderaan jauh dengan memanfaatkan citra satelit Landsat-8 untuk melihat tatanan geomorfologi dan analisis patahan dan hubungannya dengan temperature permukaan. Dapat diharapkan bahwa kajian ini akan bermanfaat untuk perencanaan rinci survei geologi yang akan bermuara pada upaya deliniasi wilayah prospek potensi panas bumi didaerah gunung Lemongan. Dengan demikian, eksplorasi potensi panas bumi dapat dilakukan tahap demi tahap secara efisien dan berkelanjutan.

1

METODOLOGI

a. Data Data yang digunakan pada penelitian ini adalah citra satelit Landsat 8 dari gunung Lemongan, Jawa Timur pada koordinat latittude -7.9667 dan

longitude 113.3333 yang diambil pada tanggal 4 Juli

2016. Data ini berbentuk raster dan terdiri atas 11

band dengan 2 band thermal yaitu band 10 dan 11. Data ini diunduh secara gratis dari USGS. Software yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan ArcMap 10.3.

b. Komposit Band

Komposit band adalah memadukan 3 band berbeda yang kemudian akan menghasilkan citra dengan warna yang sesuai. Tiap band mewakili warna dalam format RGB (Red Green Blue). Penelitian ini dilakukan komposit pada band 567, untuk membentuk citra false color untuk

mendapatkan gambaran geomorfologi.

c. Koreksi Radiometrik

Koreksi Radiometrik merupakan langkah pertama yang harus dilakukan saat mengolah data citra satelit dengan menggunakan Algoritma. Tujuan utama dari koreksi radiometrik ini adalah untuk mengubah data pada citra yang (pada umumnya) disimpan dalam bentuk digital number (DN) menjadi

Analisa Citra Landsat 8 Pada Gunung Lemongan

Evaluasi Tengah Semester Eksplorasi Geothermal. 2017

radian. Nilai spektral radian diperoleh dari file metadata yang berada pada setiap data citra satelit Landsat. Persamaan yang digunakan sebagai berikut:

L λ =M L Q cal +A L

dengan

(1)

L λ = ToA spectral radian (Watts/(m2*srad*μm)) M L = Band-spesifik multiplicative rescaling factor dari metadata A L = Band-specific additive rescaling factor dari metadata Q cal =DN dari band yang digunakan

d. Konversi Temperatur Satelit Langkah ini bertujuan untuk menentukan nilai temperatur yang terbaca pada satelit dengan menggunakan nilai ToA (Top of Atmosphere). Persamaan yang digunakan adalah sebagai berikut:

=

2

ln⁡( 1

λ

+1) − 272.15

(2)

dengan K 2 = Band spesific thermal conversion dari metadata K 1 = Band spesific thermal conversion dari metadata Nilai 272.15 berfungsi untuk menghasilkan temperatur dengan satuan derajat Celcius.

e. Pembuatan NDVI

NDVI atau Normalized Difference Vegetation Index merupakan metode standar yang digunakan dalam membandingkan tingkat kehijauan vegetasi (kandungan klorofil) pada tumbuhan. Dari NDVI ini akan diketahui daerah dengang tutupan vegetasi yang rapat dan sehat dan vegetasi yang jarang dan kurang sehat. Persamaan umum dalam membuat NDVI adalah

= (−⁡) (+⁡)

(3)

Pembuatan NDVI dilakukan dengan komposit band 654. Band red menggunakan band 4 dan band NIR menggunakan band 5.

f. Konversi Temperatur Permukaan Setelah mengetahui temperatur yang terbaca pada satelit, dilakukan perhitungan untuk mengetahui temperatur pada permukaan tanah, LST (Land Surface Temperature), berdasar persamaan

= ⁡ +( ) ln()

1

(4)

dimana w = nilai dari band yang digunakan e = land emisivity Hasil dari NDVI digunakan untuk mencari nilai e yang menunjukkan nilai emisivitas lahan setelah terkoreksi tutupan vegetasi lahan

HASIL DAN PEMBAHASAN

Interpretasi Citra Geomorfologi

Citra geomorfolgi dibentuk dari komposit false color band 567. Dari hasil komposit ini menghasilkan citra visual geomorfologi dari gunung Lemongan. Dari gambar 1 dapat dilihat adanya zona patahan didaerah Tiris yang merupakan perbatasan antara geomorfologi gunung Lemongan dengan gunung Argopuro yang berada di sebelah timurnya. Patahan ini juga berasosiasi dengan sungai Pekalen. Selain pada daerah Tiris, adanya patahan juga terlihat di utara gunung Lemongan. Dari 2 sesar ini dapat dilihat sesar dominannya berarah barat laut- tenggara.

Sesar di permukaan bumi memungkinkan adanya manisfestasi panas bumi, akibat keluarnya air panas dari reservoir melalui bidang sesar. Manisfestasi mata air panas bisa berasosiasi sebagai titik up flow maupun out flow, tergantung dari karakteristik aliran yang bisa diketahui dari analisa kimia air panas.

2

Analisa Citra Landsat 8 Pada Gunung Lemongan

Evaluasi Tengah Semester Eksplorasi Geothermal. 2017

TIRIS
TIRIS

Gambar 1. Citra Geomorfologi

TIRIS
TIRIS

Gambar 2. Citra Temperatur Permukaan

Interpretasi Citra Temperatur Permukaan

Citra temperatur permukaan yang didapat merupakan hasil rata-rata dari pengolahan band 10

3

dan band 11. Nilai temperatur permukaan yang terukur dibagi menjadi 10 range dengan nilai minimal sebesar -127 0 Celcius dan nilai maksimalnya sebesar

Analisa Citra Landsat 8 Pada Gunung Lemongan

Evaluasi Tengah Semester Eksplorasi Geothermal. 2017

36 0 Celcius. Suhu bernilai minus berasosiasi dengan keberadaan awan. Menentukan daerah prospek panas bumi harus memperhatikan pula sebaran temperatur permukaan tanahnya dan kemudian dikorelasikan dengan karateristik geomorfologi. Dari gambar 2, dapat dilihat nilai maksimal berada pada kedua daerah patahan (lihat gambar 1). Dari kedua peta tersebut dapat dikorelasikan antara adanya patahan dengan temperatur yang tinggi pada permukaannya. Hal ini mengindikasikan daerah potensi panas bumi berada pada daerah Tiris dan juga pada daerah di utara gunung Lemongan. Selain itu terdapat persebaran yang merata dari panas permukaan yang berada cukup jauh dari daerah gunung yang berasosiasi dengan adanya pemukiman/aktivitas manusia.Dari hasil observasi di lapangan, didaerah Tiris terdapat manifestasi panas bumi yang berupa hot spring. Manifestasi air panas ini digunakan sebagai objek wisata oleh penduduk setempat.

PENUTUP

Simpulan

Simpulan yang dapat diperoleh dari hasil analisa citra satelit pada gunung Lemongan ini yaitu:

1. Analisa citra satelit dapat menghasilkan citra geomorfologi dan citra temperatur permukaan. Daerah yang paling bepotensi sesuai suhu permukaan pada Gunung Lemongan adalah pada daerah Tiris dengan suhu maksimal 36 o C.

2. Pada daerah Gunung Lemongan dan sekitarnya terdapat 2 sesar dominan yang berarah Barat Laut - Tenggara. Manifestasi panas bumi juga muncul ke permukaan melalui jalur sesar yang ada tersebut. Sesar ini menunjukkan bahwa daerah Tiris mempunyai prospek energi panas bumi. Dalam tindak lanjut, kegiatan survei di lapangan untuk mendeliniasi daerah potensi secara jelas diperlukan survei geologi dan geokimia dan geofisika pada daerah tertentu, khususnya di daerah sekitar patahan dan mengarah wilayah Gunung Lemongan

4

Saran

Atas hasil penilitian pada karya tulis ini menemukan bahwa adanya kenampakan manifestasi khususnya suhu yang berpotensi adanya panas bumi di wilayah Tiris Gunung Lemongan. Untuk selanjutnya disarankan untuk mengadakan penilitian lanjutan dengan metode geofisika. Survey tersebut disarankan fokus pada wilayah yang terdapat manifestasi suhu yang ditunjukan pada hasil penilitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Bakruddin, Widya Utama, Dwa Desa Warnana. PENGGUNAAN CITRA SATELIT LANDSAT8 UNTUK ANALISA PATAHAN PADA LAPANGAN PANAS BUMI ARJUNO WELIRANG PROVINSI JAWA TIMUR”. Jurusan Teknik Geomatika FTSP ITS, Surabaya. Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Prasarana

Wilayah IX (ATPW), Surabaya, 02 Juni 2016, ISSN 2301-

6752

Faridah, Sri Ana Nur, Agus Kribiantoro. Analisis Distribusi Temperatur Permukaan Tanah Wilayah Potensi Panas Bumi Menggunakan Teknik Penginderaan Jauh di Gunung Lamongan, Tiris, Proboolinggo. Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Jurnal Berkala Fisika Vol. 17 No. 2 April 2014. ISSN:1410-9662

Utama, Widya, S. Rizky, AS Bahri dan DD Warnana. Analisis Citra Landsat ETM+ untuk Kajian Awal Penentuan Daerah Potensi Panas Bumi di Gunung Lemongan, Tiris, Probolinggo”. Prodi Geofisika, Jurusan Fisika-FMIPA, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol. 8 No. 1

2012.

www.landsat.usgs.gov/using-usgs-landsat-8-product.

Diakses pada 28 Maret 2017.

-------------------

Beri Nilai